^ Udah kok Om ::hihi::
Printable View
^ Udah kok Om ::hihi::
kalau jakarta dilombakan untuk jadi new 7 wonders, gw vote jakarta
jakarta bener2 ajaib
ada yg udah sms lagi belum ya :D
gw dulu sering liat promo nya di sctv setiap menjelang berakhirnya acara berita.
entah skrg, dah lama ga nonton tv
gw sms, buat membuktikan. tp kok pulsa gw malah gak berkurang ya? :Dqiqiqiq...even 1 rupiah.
dan tgl 15 itu gw cuman nyoba sekali.
entah tu sms gak delivered apa gmana, kenapa kok pulsa gw gak brkurang :D
ok segera laksanakan bu
dibandingkan Vote, mestinya kita harus lebih aware
akan http://id.wikipedia.org/wiki/Biawak_komodo :
juga di http://www.msnbc.msn.com/id/23058689/#.Tp0rY5uBqU8Quote:
Partenogenesis
Sungai, seekor komodo di Kebun Binatang London, telah bertelur pada awal tahun 2006 setelah dipisah dari jantan selama lebih dari dua tahun. Ilmuwan pada awalnya mengira bahwa komodo ini dapat menyimpan sperma beberapa lama hasil dari perkawinan dengan komodo jantan di waktu sebelumnya, suatu adaptasi yang dikenal dengan istilah superfekundasi.[34]
Pada tanggal 20 Desember 2006, dilaporkan bahwa Flora, komodo yang hidup di Kebun Binatang Chester, Inggris adalah komodo kedua yang diketahui menghasilkan telur tanpa fertilisasi (pembuahan dari perkawinan): ia mengeluarkan 11 telur, dan 7 di antaranya berhasil menetas.[35] Peneliti dari Universitas Liverpool di Inggris utara melakukan tes genetika pada tiga telur yang gagal menetas setelah dipindah ke inkubator, dan terbukti bahwa Flora tidak memiliki kontak fisik dengan komodo jantan. Setelah temuan yang mengejutkan ini, pengujian lalu dilakukan terhadap telur-telur Sungai dan mendapatkan bahwa telur-telur itupun dihasilkan tanpa pembuahan dari luar.[36]
Komodo memiliki sistem penentuan seks kromosomal ZW, bukan sistem penentuan seks XY. Keturunan Flora yang berkelamin jantan, menunjukkan terjadinya beberapa hal. Yalah bahwa telur Flora yang tidak dibuahi bersifat haploid pada mulanya dan kemudian menggandakan kromosomnya sendiri menjadi diploid; dan bahwa ia tidak menghasilkan telur diploid, sebagaimana bisa terjadi jika salah satu proses pembelahan-reduksi meiosis pada ovariumnya gagal. Ketika komodo betina (memiliki kromosom seks ZW) menghasilkan anak dengan cara ini, ia mewariskan hanya salah satu dari pasangan-pasangan kromosom yang dipunyainya, termasuk satu dari dua kromosom seksnya. Satu set kromosom tunggal ini kemudian diduplikasi dalam telur, yang berkembang secara partenogenetika. Telur yang menerima kromosom Z akan menjadi ZZ (jantan); dan yang menerima kromosom W akan menjadi WW dan gagal untuk berkembang.[37]
Diduga bahwa adaptasi reproduktif semacam ini memungkinkan seekor hewan betina memasuki sebuah relung ekologi yang terisolasi (seperti halnya pulau) dan dengan cara partenogenesis kemudian menghasilkan keturunan jantan. Melalui perkawinan dengan anaknya itu di saat yang berikutnya hewan-hewan ini dapat membentuk populasi yang bereproduksi secara seksual, karena dapat menghasilkan keturunan jantan dan betina.[37] Meskipun adaptasi ini bersifat menguntungkan, kebun binatang perlu waspada kerena partenogenesis mungkin dapat mengurangi keragaman genetika.[38]
Pada 31 Januari 2008, Kebun Binatang Sedgwick County di Wichita, Kansas menjadi kebun binatang yang pertama kali mendokumentasi partenogenesis pada komodo di Amerika. Kebun binatang ini memiliki dua komodo betina dewasa, yang salah satu di antaranya menghasilkan 17 butir telur pada 19-20 Mei 2007. Hanya dua telur yang diinkubasi dan ditetaskan karena persoalan ketersediaan ruang; yang pertama menetas pada 31 Januari 2008, diikuti oleh yang kedua pada 1 Februari. Kedua anak komodo itu berkelamin jantan.[39][40]
^doesn't even matter
kalo cuma alasan sbg habitat hewan endemic (hewan yg cuma ditemukan di satu tempat saja), sebenernya komodo sama sekali gak ajaib. Banyak bgt hewan endemik yg bertahan cuma di satu wilayah doang. salamnder raksasa yg cuma ada di sungai2 tertentu di Cina, lumba2 air tawar yg cuma ada di sungai Yang Tse, bahkan hampir di semua negara punya ciri khas spesies2 endemik yg unik dan gak ditemukan di wilayah lainnya.
yang paling ekstrem tentu saja si Lonesome George. kura2 darat terbesar ini tinggal satu ekor di seluruh dunia, kalo dia mati, gak akan terselamatkan lagi ::nangis::. dia hidup di Galapagos. Tuh kan, lebih ajaib Galapagos ::hihi::
^ iya deh Mus, mudah mudahan Galapagos menang ;D
Aku juga dapat sms dari teman neh.....
Ayoo dukung komodo indonesia.....
Mulai Hari ini, 4 Operator: Telkomsel, XL, Indosat, Telkom Flexi sudah menggratiskan biaya SMS Rp.0 utk Vote KOMODO. Ketik KOMODO kirim ke 9818. Lebih dari 100 SMS, nama ybs akan ditulis pada Monumen di Pulau Komodo. Batas akhir pengiriman sampai tgl 11 November 2011 Pukul 17.00 WIB. Vote Komodo
PULAU KOMODO trus ketinggalan voting nya di news7wonders
kita udah kalah dari negara tetangga kita, butuh 100 jt voter lg bwt ngunci mati kita jd new 7wonders
AYOOO KITA DUKUNG !! SEGERA KIRIM SMS..
ketik : KOMODO kirim ke 9818
cuma Rp.0/sms!!!!! Gratis bagi yang punya indosat, xl, dan simpati
kita hampir kalah dari malaysia dengan KADAL AIR RAKSASANYA
Masak kita kalah ma Malaysia. Ayo kita SMS..
I Love Indonesia..
yang Kadal Air itu Hoax. Itu ga masuk nominasi 7 kok.
hoo..udah gratis yah?
baguslah. :D
1. enakan gini, gk perlu ngeluarin duit bnyk kyk waktu itu, mesti keluar dana, baru bisa jadi nominasi
2. bisa kali yak, makanya pake cara ini
3. gk tau jg sih, gw jg gk gt suka ama hewannya
4. iya donk, gw udah skitar 35 sms, bangga gt ::hohoho::
5. kyknya gk sih, bnyk iklannya kok
6. yg ini gw gk tau jg, mgkin ada yg tau, anyone?
masih lanjut nih acara?
ngomong2in kura2 galapagos yang gede itu ternyata ada juga di indonesia tapi diambil dari sana trus dipiara disini, ada di depok, jabar (waktu itu masuk Kompas)
gedean juga kura2 ninja::ninja::
MARI KITA RENUNGKAN
---------------------------------------
Komodo dan Nasionalisme Buta Kita
Di tengah minimnya kabar baik, berita soal komodo masuk sebagai salah satu nomine 7 Keajaiban Dunia Baru oleh New 7 (Seven) Wonders of Nature tentu membuat bahagia. Setidaknya, akan ada satu lagi kekayaan Indonesia yang mendapat pengakuan dari dunia internasional.
Maka, berbondong-bondonglah berbagai figur publik menyerukan agar bangsa Indonesia menunjukkan nasionalismenya lewat mendukung komodo. Caranya? Dengan mengirim SMS ke 9818. Awalnya, SMS dukungan ini bernilai Rp 1000, sekarang, demi menggalakkan dukungan, SMS-nya hanya dikenai biaya Rp 1.
Pendukung kampanye ini tidak main-main. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi duta resmi pemenangan Pulau Komodo. Dari DPRD Manggarai Barat, sembilan hakim agung Mahkamah Konstitusi, MPR, berbagai pimpinan media massa dan pengusaha nasional, selebritas semacam Fadli 'Padi' dan RAN, Slank, bahkan sampai Presiden SBY pun menyerukan dukungan.
Kerjasama dengan empat provider telekomunikasi pun dilakukan demi melancarkan pemilihan via SMS. Saking menggilanya jumlah kiriman SMS untuk memenangkan Pulau Komodo, penyedia layanan SMS Mobilink pun sampai menaikkan kapasitas servernya. Bisa dipastikan, menjelang masa berakhirnya masa pemilihan pada 11 November nanti, dukungan akan semakin meningkat.
Jusuf Kalla memperkirakan, Pulau Komodo membutuhkan 30 juta suara untuk menang. Nah, sudah berapa banyak dukungan yang diperoleh Pulau Komodo sampai sekarang? Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, aktivis lingkungan Emmy Hafild mengaku saat ini pendukung Komodo sudah mencapai puluhan juta, meskipun tidak boleh disebutkan detail berapa tepatnya voters yang mendukung Komodo.
Alasannya, "Peraturan dari panitia penyelenggara The 7 Wonders melarang peserta memberikan rincian voters karena kompetisi ini tidaklah menggunakan penghargaan juara satu, dua dan tiga," Jelas Emmy Hafild kepada wartawan.
Maladewa termasuk salah satu negara yang masuk dalam nomine 7 Keajaiban Dunia Baru ini, tapi kemudian memutuskan mundur. Alasannya? Seperti tercantum dalam situs resmi pemasaran dan hubungan masyarakat Maladewa, bahwa penyelenggara tidak transparan dalam menjelaskan bagaimana cara mereka menghitung dukungan.
Itu baru satu alasan. Yang lainnya adalah biaya-biaya tak terduga yang terus meningkat jumlahnya. Mereka menyebut harus membayar sponsor platinum mencapai $350 ribu; dua biaya sponsor emas dengan total $420 ribu, mensponsori tur dunia dengan menerima kunjungan delegasi, menyediakan perjalanan balon udara, penerbangan, akomodasi, kunjungan wartawan; biaya $1 juta dolar bagi penyedia layanan telepon untuk berpartisipasi dalam kampanye New7Wonders; dan $1 juta lagi agar maskapai Maladewa bisa menempelkan logo New7Wonders di pesawat-pesawat mereka.
Biaya-biaya ini sangat besar hanya demi sebuah predikat 'ajaib'. Toh selama ini reputasi komodo sebagai tujuan wisata dunia juga sudah diakui.
Selain itu, bukankah biaya jutaan dollar itu bisa lebih baik digunakan untuk sebuah kampanye wisata Indonesia yang terencana (semacam Malaysia dengan Truly Asia-nya atau Thailand lewat Amazing Thailand-nya) daripada demi membayar biaya-biaya lisensi pada sebuah perusahaan yang tidak jelas reputasinya?
Yang perlu diingat lagi, bahwa lembaga New7Wonders yang mengadakan kompetisi ini sama sekali tidak terhubung dengan lembaga UNESCO di bawah PBB.
UNESCO sudah lebih dulu menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986.
Bahkan, UNESCO sampai mengeluarkan pernyataan tersendiri demi menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan dengan penetapan Situs-Situs Warisan Dunia sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh New7Wonders (Pernyataan resmi dari UNESCO bisa dibaca di sini).
Sejak 2007, UNESCO menyatakan bahwa mereka sudah berkali-kali diajak bekerjasama oleh organisasi milik Bernard Weber ini, tapi mereka memilih untuk tidak berpartisipasi. Lembaga PBB biasanya menggunakan bahasa-bahasa yang diplomatis.
Maka ketika UNESCO mengatakan, "tidak ada yang bisa dibandingkan antara kampanye media yang dilakukan Tuan Weber dengan pekerjaan ilmiah dan proses pendidikan yang kami lakukan di UNESCO sehingga menghasilkan daftar situs-situs Warisan Dunia," itu artinya mereka sedang memberi peringatan keras akan cara kerja lembaga ini.
Lalu, kenapa kita masih ngotot memenangkan komodo dalam kompetisi yang tidak jelas cara penjuriannya ini? Yang jika kita menang pun, kita masih harus membayar biaya-biaya tinggi demi meraih pengakuan internasional?
Sebegitu hauskah kita akan pengakuan internasional dari lembaga yang reputasinya tidak jelas? Apa yang menurut Anda membuat berbagai figur publik seolah terbutakan akan fakta-fakta yang tersedia dan secara membuta mendukung komodo?
Kami ingin mendengar pendapat Anda lewat forum komentar di bawah ini.
Mending komodonya dikembang biakan sebagai senjata biologis
kalau aku sih mikirnya, ya udahlah, toh nyaris ga bayar inih, dukung 1000 kali juga cuman bayar 1000
N7W kan memang korporasi wajar ada biaya mahal yang harus dikeluarkan.
yang unik katanya Indonesia resmi menarik menarik diri, sekarang kok jadi getol?
^ yg mengundurkan diri kan pemerintah. sekarang lihat, siapa yg rajin gembar-gembor dukung komodo. mayan buat isu 2014 :ninja:
^iya sih, daripada beritanya bahas venue seagame yang belum beres
atau nunun yang belum ketangkep
dapet sms begini:
Tolong kirimin mama pulsa sekarang.
mama terancam tidak masuk 7 keajaiban dunia.
Dari: Mama Komodo
::hihi::
^ serius, dapet di hp gw tadi siang, dikirimin teman ;D
betul. terlepas dr segala kontroversi, krn gratis..yuk kita vote :D
duh mama komodooo mau dong kenalan ;))
yang ngongkosin katanya boss sidomuncul
abis baca artikel di blkg, gw kok jadi ragu ama tujuan kompetisi 7 wonders ini ya...
biaya lisensi n promonya ntar klo dapet mahalnya minta ampun..ampe jutaan dollar..ujung2nya malah rusak tu pulau.
Kalo niatnya mau melestarikan pulau Komodo ya sebaiknya galang dana atau lewat yayasan apa kek, nyumbang langsung ke pulaunya daripada voting ke lembaga swasta yg ga transparan duitnya dipake buat apa begini..
Ga didukung UNESCO pulak..
iyeee...ini kan proyek marketing stakeholder pariwisata ngga jelas darimana ::hihi::
dan dimanfaatkan segelintir orang di indon buat kampanye menjelang pilpres :ninja:
tapi kalo gak salah ada iklannya loh di tv ...kita disuruh ngedukung ....
Paling gampang yah dukung dengan doa saja;D
Eh, barusan gw dpt broadcast message lagi. Berikut petikannya :
STOP BROADCAST KOMODO !!!
World of Nature Penuh Unsur Penipuan !
Unsur penipuan oleh New 7 Wonders Foundation (Swiss) :
- Ratusan negara peserta awalnya hanya dimintai $200 utk pendaftaran
- Ketika nominasi tinggal 28, panitia New 7 Wonders ajukan biaya utk meng-host pesta pengumuman juara, yg mencapai puluhan juta dollar, termasuk pada Indonesia.
Ini sempat menimbulkan masalah, Indonesia sempat mengancam mundur. Maldives sdh resmi mundur.
- New 7 Wonders Foundation sama sekali tdk berafiliasi dgn UNESCO.
UNESCO tdk dukung acara/yayasan tsb.
Silahkan simak :
http://whc.unesco.org/en/news/352
- New 7 Wonders Foundation tdk miliki lokasi fisik maupun alamat pos.
- Dana yg disalurkan tdk jelas
Unsur penipuan oleh Content Provider (CP Indonesia) :
- Awalnya biaya utk mengirim SMS Komodo ke 9818 sebesar Rp 1.000
- Katanya sebagian biaya SMS digunakan utk kembangkan pariwisata P. Komodo.
- Setelah banyak dipertanyakan, operator & CP turunkan tarif jadi Rp 1 (ketika masih Rp 1.000 tdk jelas apakah dana, benar disalurkan utk P. Komodo ataupun turisme Indonesia ?)
- Ketika kini tarif menjadi Rp 1& banyak dukungan figur publik termasuk JK & SBY, tdk jelas berapa pembagian hasil antara CP, operator & pemerintah/pihak lainnya yg mengurusi pariwisata P. Komodo.
Kalaupun Indonesia nantinya menang, Indonesia tdk boleh cantumkan predikat pemenang :
New 7 Wonders of Nature pada P. Komodo (di media promosi, di publikasi, di dokumen resmi, dll)
Kecuali membayar LISENSI kpd New 7 Wonders Foundation.
Nah loh...! Jadi siapa aja nih yg udah di Kadalin, eeh... di Komodoin ?
FYI, saingan Indonesia di Malaysia itu bkn "KADAL AIR RAKSASA", tapi Pulau Sipadan itupun bkn 28 finalis:
Coba simak :
www.votesipadan.com
Baca selengkapnya (B. Inggris) :
http://redhunttravel.com/2011/10/tra...e-controversy/
B. Indonesia :
http://priyadi.net/archives/2011/02/...g-new7wonders/
Broadcast keteman spy tdk tertipu.
Ada iklannya di TV bukan brarti 'bener' :D
Sebagai gambaran aja, program UNESCO yang World Heritage itu tujuan utamanya buat ngebantu negara bwt melindungi dan melestarikan situs keajaiban dunia di negara ybs, sementara ini kayaknya buat komersialisasi.
Penentuan nominasinya juga acuannya dari segi scientific, kualitas kandidat, dan gimana manajemen pemerintah setempat. Pemerintah ybs juga harus menunjukkan komitmen thd pelestarian kawasan tsb secara permanen.
UNESCO juga akan bantu membimbing pelestarian situs, ngasi tau apa aja hal2 yang mengancam kelestarian situs dan cara pencegahannya.
Sementara 7wonders ini votingnya lewat publik, yang tentunya lebih kuat sisi sentimen pribadinya daripada tinjauan serius dari segi kualitas nominator..
dari http://whc.unesco.org/en/news/352
Quote:
UNESCO confirms that it is not involved in the "New 7 wonders of the world" campaign
Monday, July 9, 2007
In order to avoid any damaging confusion, UNESCO wishes to reaffirm that there is no link whatsoever between UNESCO's World Heritage programme, which aims to protect world heritage, and the current campaign concerning "The New 7 Wonders of the World".
This campaign was launched in 2000 as a private initiative by Bernard Weber, the idea being to encourage citizens around the world to select seven new wonders of the world by popular vote.
Although UNESCO was invited to support this project on several occasions, the Organization decided not to collaborate with Mr. Weber.
UNESCO's objective and mandate is to assist countries in identifying, protecting and preserving World Heritage. Acknowledging the sentimental or emblematic value of sites and inscribing them on a new list is not enough. Scientific criteria must be defined, the quality of candidates evaluated, and legislative and management frameworks set up. The relevant authorities must also demonstrate commitment to these frameworks as well as to permanently monitoring the state of conservation of sites. The task is one of technical conservation and political persuasion. There is also a clear educational role with respect to the sites' inherent value, the threats they face and what must be done to prevent their loss.
There is no comparison between Mr Weber's mediatised campaign and the scientific and educational work resulting from the inscription of sites on UNESCO's World Heritage List*. The list of the "7 New Wonders of the World" will be the result of a private undertaking, reflecting only the opinions of those with access to the internet and not the entire world. This initiative cannot, in any significant and sustainable manner, contribute to the preservation of sites elected by this public.
*****
* New sites will be added to UNESCO's World Heritage List during the 31st session of the World Heritage Committee in Christchurch, New Zealand, from 23 June to 2 July.
nah postingan gw yang atas nyimpulin dari situ tuh ;D
Uda dari 2007 padahal...
kan yg New 7 Wonders duluan bikin proyek 7 Wonders landmark--yg dulu Borobudur didaftarin tapi gak masuk.
Biasa, di Indon kemakan publisitas media--apalagi ada isu kadal air Malay dinominasikan--terus ketakutan atas klaim lagi oleh negara tetangga, makanya, ada pihak yg merasa kebakaran jenggot (atau tepatnya, sarana buat jadi seleb :ninja:)