Benar salah tidak ditentukan dari mayoritas atau minoritas bung.
Jangan kira mayoritas pasti benar.
Printable View
Benar salah tidak ditentukan dari mayoritas atau minoritas bung.
Jangan kira mayoritas pasti benar.
Kalo soal maksa memaksa sudah tentu mayoritas selalu menang.
Tapi karena ada unsur benar-salah maka Minoritas juga bisa menang karena berada dipihak yg benar.
ya semoga aja peperangan di Libya segera berakhir, dan Libya dipimpin oleh pemimpin yg peduli terhadap kesejahteraan rakyatnya, sehingga Libya bisa menjadi negara maju, dan rakyat Libya tidak menjadi korban untuk kedua kalinya dari kepentingan bisnis negara-negara penguasa di dunia..
Memang kalo sumbernya CNN atau Fox news, ato bahkan Al Jazirah, kita taunya Qadaffi itu jelek dan buruk. Tapi coba tanya mbah google, apa itu Great Man-Made River, dan kembali ke sini dgn jawaban, apakah Qadaffi diktator lebih jahat, korup, dan pembunuh dari suharto, saddam hussein, hitler, dll.
http://www.youtube.com/watch?v=CXXkrhTBQRY
http://www.youtube.com/watch?v=OL9JCG2N2GU&feature=related
intinya sekarang rakyat libya bahagia atas kematian kadafi.
http://assets.kompas.com/data/photo/...405620X310.jpg
KOMPAS.com — Berita mengenai tertangkapnya Moammar Khadafy di Sirte pada Kamis (20/10/2011) sudah membuat keriaan warga merebak di Tripoli. Meski informasi ini belum bisa terkonfirmasi secara resmi, suara terompet dan rentetan tembakan ke udara justru sudah menggema di ibu kota Libya tersebut. "Ini kemenangan paling besar bagi rakyat Libya," kata Menteri Informasi Libya Mahmoud Shammam.
kemaren2 aps Saddam Husein mati tingkah polah orang Irak juga kayak begitu...setelah itu? Anda tau sendiri situasinya
Emang iya. Yang ini, Libya juga kayaknya bakalan 11 - 12 sama waktu Saddam mati.
Tapi lagi, at least they had the chance for a change. If they didn't take it, or use it well, it's their own loss.
Tidak akan berubah nasib suatu kaum sebelum mereka sendiri mengubahnya.
saya sih gak merasa perlu membahas lagi Khadafi, toh dia sudah tewas. Yang mengerikan justru euforia itu. Setelah kegembiraan itu, lalu apa?
Kemerdekaan memang harus di bayar mahal.. gak tau apa lagi setelah ini.. palingan perang saudara lagi ::doh::
Euforia yang diperlihatkan di media massa itu kan gambaran sebagian masyarakat saja, yang mungkin pihak oposisi pemerintahan Khadafi ketika berkuasa. Sehingga, setelah ini belum tentu Libya merdeka dan hidup damai.
Libya selesai, misi selanjutnya -> Suriah
bukannya Iran? Kemaren nonton metro, target Amrik dan NATO setelah itu Iran
Then again, kalo pemerintah Iran yang ada sekarang bisa ganti pake pemilu biasa dan masa jabatannya di batasi(i.e. 2 kali terpilih), dan nggak berkuasa selama puluhan tahun sampe anak-cucu-pembantu-selingkuhan jadi mentri semua, serta sebagian besar rakyatnya terpuaskan... yang pengen ngobok2(gue ngga' ngelimit cuman pemerintah US dan kroni-nya ) juga bakalan kerepotan.
abis ini suriah !! , iran kayanya bakal ksulitan slama china masih ada perjanjian dengan iran , bakal dihalang halangi di dk pbb. Tapi kalo iran ngotot mau bikin nuklir untuk bela diri mereka , china akan menyerahkan iran hidup2 sebagai korban untuk dibantai di dunia internasional (lepas tangan). Ada traktat perjanjian dengan israel , china tidak akan membantu musuh2 israel dlm mengembangkan snjata pmusnah massal , dan memberikan teknologi scr tidak langsung. Suriah mah mungkin bakal dilepasin china , scr nga langsung terjadi pembantaian trus mnerus, minyak suriah bisa didapet /diteruskan lagi kontraknya(syarat lepas tangan, sm sperti libia)
kemaren itu saddam mati juga gara2 isu senjata pemusnah massal...itu udah kebukti kagak? buat bikin perang, yang punya modal bisa bikin akal2an lah...sudah dibuktikan di Irak dan Libya
Hah. Caranya Saddam mati sih karena Qisash atas kelakuannya dia terhadap orang2 Kurdi.
Amerika itu sih cuma jalannya Alloh aja. Kalo soal matinya sendiri, itu udah wajibnya kan ?
Kalo caranya rezim Khadafi jatoh, sih, gue nggak tau itu qisash atau ujian. Tapi jujur aja, gue nggak percaya sama 'kelurusan' mereka yang berkuasa absolut, di era ini, lebih dari 20 tahun.
Lillahita'ala. Insya Alloh, Alloh akan bantu.
Lihat Bosnia. Lihat Ambon.
Now, lihat Saddam's Iraq. See the difference ?
Yg dianggap berkuasa absolut itu spt apa sih? Apa sudah mengerti sistem pemerintahan di libya era qadaffi? Coba, qadaffi waktu itu raja, presiden ato apa ya?
Ada yg bisa jelaskan apa itu Jamahiriya?
haduh, saya iin gak bela Khadaffi sama Saddam. Jelas mereka diktator. Tetapi buat saya cara2 orang2 di luar negera itu masuk buat menyerang juga bukan menghargai kedaulatan rakyat yang bersangkutan plus juga mereka juga membuat orang sipil mati. Masak negara agresor kayak begitu dibela juga
yea yea.. i can see the differences
http://www.youtube.com/watch?v=ohS_Ibzjdu4
---------- Post added at 04:42 PM ---------- Previous post was at 04:38 PM ----------
gara2
http://www.youtube.com/watch?v=xJAhSe4Ulj0
LIES!
Mungkin gini, seandainya kemarin itu Soeharto dibela tentara sehingga alih-alih turun, malah demonstran (para mahasiswa) dibantai tentara apa kita tetap menolak campur tangan asing?
Kalo saya sendiri sih belum bisa bersikap, antara masih ingin menolak (karena alasan harga diri), tapi kasian juga ama yang dibantai.
yang jadi pembicaraan saya, kalau kamu pake analogi suharto, setelah suharto mundur atau tewas gitu, trus pasukan asing malah merengsek menguasai semua aspek kehidupan Indonesia gimana? Pada akhirnya sipil Indonesia tewas karena "kesalahan" sasaran si pasukan asing, trus gimana? masih mau dibela itu pasukan asingnya?
Pasukan amerika sudah dari dulu mau keluar dari iraq, tapi pemerintah iraq nya yang masih butuh pasukan asing karena extrimis syiah dan sunni masih terus saling membunuhi warga sipil.
nah itu...legitimasi merasa diri paling penting, padahal pasukan amerika juga suka "salah sasaran"
pada akhirnya juga rakyat sipil ditembak mati. Saya memilih meminimalisir, kalau memang harus ada segelintir orang mati. Daripada demi segelintir orang kemudian, satu negara mati semua karena pihak yang kita harapkan bantuan malah nembakin dengan alasan salah sasaran
^kalo itu saya setuju dan sepemikiran.
Btw, saya percaya kok tidak ada "free launch" di dunia ini, jadi pasti ikut campur negara asing itu ada harganya. Sekarang sih tinggal yang bersangkutan saja yang hitung untung ruginya soal ikut campur negara asing ini.
Ya kalo mau diatur2 bule silakan.. kenapa juga dulu ampe merdeka..
Kalo campur tangan asing hanya sebagai klien, dalam arti hubungan dagang, jadi partner dagang.. ya boleh2 aja.. tapi diatur2 bule mau?
Memang diatur bule bisa menguntungkan, karena elu ga perlu ngapa2in, biar mereka atur, kite bisa makan, mewah2, gaya2, tapi bulenya... tetep lebih kaya dari lu.
---------- Post added at 04:44 PM ---------- Previous post was at 04:25 PM ----------
Pertama, yakin campur tangan gara2 rakyat dibantai tentara? Itu syria ud bantai2 kagak dicampur2in. Sedangkan Libya yg belum terbukti langsung dibombardir, bahkan tanpa mendengarkan penjelasan apa pun.
Apa iya musti ada campur tangan asing? Itu yg musti dipertanyakan. Apa bukan justru karena campur tangan asing terjadi pembantaian?Quote:
Kalo saya sendiri sih belum bisa bersikap, antara masih ingin menolak (karena alasan harga diri), tapi kasian juga ama yang dibantai.
Bayangkan ada demonstrasi di sebuah kampung di aceh ratusan orang berdemo, sekedar ikut2an kota2 yg lain, tiba2 dari kerumunan sipil ada orang nembak2 ke arah pasukan anti huruhara yg berjaga2. Katakanlah anggota GAM yg menyusup. apa yg tentara lakukan? Terbirit2?
Lalu mainstream media memblow up berita ini seakan2 tentara membantai sipil tanpa menceritakan latar belakang, malah langsung menjelek2an SBY telah membantai sipil di Aceh. Mungkin bisa saja SBY telpon ke gubernur aceh utk segera menghentikan tembak menembak.. tapi tentara ditembaki bisa diperintah berhenti nembak? Di wawancarai lah tokoh GAM, rakyat di kampung GAM dan kampung GAM jadi kampung media. Diputer berulang2 di mainstream media, tiap 10 menit. Percayalah kita bahwa SBY pembunuh diktator absolute yg sadis.
Ini gak terjadi di indonesia jelas.. apalagi pada SBY.. secara beliau adalah babu barat.
Indonesia bukan babu barat.
Indonesia cuma tidak memusuhi barat, sehingga tidak dimusuhi juga oleh barat.
Ah mosok banyak utang ma mereka mau musuhin.. gak relepan..
Banyak utang jadi budak, baru relepan..
Masih ada saja yg percaya campur tangan Barat sbg aksi demokrasi. Barat di Libya jelas karena minyak. Contoh yg tdk ada minyaknya: Bosnia. Barat ogah2an di situ. Hare gene masih percaya "malaikat"? Mendingan ke laut saja, mancing putri duyung... :))
Libya termasuk negara yg HDI (Human Development Index)-nya tinggi. Lebih tinggi dari Indonesia dan satu2nya yg tertinggi di Afrika. Artinya kualitas manusia Libya berada di atas kualitas manusia Indonesia secara rata2. Artinya juga individu Libya lebih senang dan lebih makmur dari pada individu Indonesia. Dengan intervensi Barat, bisa2 HDI Libya turun.
Barat (Amrikiyah) di Papua tetap saja HDI rakyat Papua sebatas koteka, gak makmur2.
@Purba
Gue nggak percaya kalo campur tangan itu gara-gara demokrasi. Tapi juga nggak percaya HDI tinggin mencerminkan rakyatnya makmur dan bahagia. Ingat jaman Soeharto bro, HDI Indonesia sih pasti tinggi. ;))
Oh iya, saya juga nggak percaya negara asing itu ujug-ujug ingin langsung menyerang. Pasti ada yang nego tuh ama negara asing -- kalo kasus Libya sih sepertinya di-nego ama orang atasnya oposisi (pemberontak).
Eh, HDI justru dikembangkan oleh ekonom dari negara miskin utk mengubah penilaian kemakmuran secara nasional menjadi secara individu. Memang rumusannya tidak ada yg sempurna utk menggambarkan tingkat kemakmuran suatu bangsa, tetapi tetap lebih baik dari pada tidak ada indeks sama sekali.
Jaman Soeharto? HDI Indonesia tinggi? Tinggi dari mana? Dari langit... :)) Tetep rendah. Coba ente googling HDI tahun 1995an.
Ya iyalah, gak ada yg ujug2, kecuali tuhan, ujug2 ada. :))Quote:
Oh iya, saya juga nggak percaya negara asing itu ujug-ujug ingin langsung menyerang. Pasti ada yang nego tuh ama negara asing -- kalo kasus Libya sih sepertinya di-nego ama orang atasnya oposisi (pemberontak).
Gw juga gak percaya aksi militer barat untuk demokrasi, tapi juga bukan karena minyak.
Buktinya banyak negara2 yg punya minyak toh gak diserang oleh barat.
Barat menyerang negara2 yg memusuhi mereka, itu alasannya.
Irak awalnya bukan musuh Amrik loh, malah anak emas. Sampe Irak gak mau dengr tetep menginvasi Kuwait. Berhubung Amrik lebih diuntungkan sama Kuwait dan Arab, Irak lah yang dimusuhi. Jadi Irak awalnya juga tidak memusuhi Amrik. Tapi AMrik memusuhi karena Irak (atau Saddam?) sudah tidak lagi menguntungkan AMrik
Jadi menurut saya ini masih urusan untung rugi lah buat Amrik
Musti ente dateng ke sana, tanya2in tuh orang2nya..
Ato coba denger pembelaan orang2 sekitarnya, perhatikan cara hidupnya, cara bicaranya, argumen2nya thd isu2nya, dengarkan pihak netral spt rusia, china, ato tetangga2 mereka negara2 afrika. Banyak sumber lah kop. Ada internet buat apa? Itu kalo elu ga mau jadi korban methode hypnotis pengulang2an berita ala mainstream media berbudget dan rating tinggi.. hayo tidur.. tidur.. badan anda terasa lemah.. tidur tidur.. maka anda tertidur...
---------- Post added at 06:35 PM ---------- Previous post was at 06:33 PM ----------
Kali ini gw bener2 cinta lu pur.. ::hohoho::
---------- Post added at 06:43 PM ---------- Previous post was at 06:35 PM ----------
Memang bukan karena minyak.. Tapi karena bully, Aslan..
Gw sebagai jagoan ud bikin aturan, elu musti nurutin aturan2 gw. Ga bisa lu punya pikiran berbeda, karena elu harus bertekuk lutut dibawah aturan2 gw. Elu mbandel, ya gw acak2 rumah lu.
Dan ini jamannya DECEPTION.. artinye.. elu2 taunya gw alim, padahal lu ga tau kejadian2 apa yg sudah gw rancang.. Supermen itu musti selalu keliatan jagoan dan dibutuhkan, kalo dunia aman, supermen ga punya kerjaan. Bahkan ente ga sadar kalo jadi budak sponsor2 supermen. Coba berapa kali ente denger berita ttg demonstrasi besar2an di kota2 besar berbulan2 di amerika, dibandingkan dgn demonstrasi di sebuah daerah di timur libya? Makanya media itu jadi senjata ampuh.
gak ada lah ujug2 memusuhi kalau bukan berdasarkan kepentingan. Kalau Saddam, Khadaffi dll itu memusuhi Barat atau sebaliknya, karena kepentingan mereka saling bertabrakan. jadi ada yang harus dimusnahkan salah satunya, supaya kepentingan mereka jalan. That's it, entah itu minyak, SDM, jualan politik dll