Emang harusnya berangkat jam berapa?
Printable View
Emang harusnya berangkat jam berapa?
sekitar jam 7 pagi
Biasanya yg kayak gitu, ada pesawat rute lain tiba2 rusak, atau harus maintenance,gw juga ada beberapa kali kayak gitu,ga ada masalah, tapi ya namanya nasib, mau gimana lagi, tapi itu kan bukan human error ::ungg::
Errr itu bukannya sebenarnya ga ada schedule sesuai ijin yak?Quote:
Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 perihal izin Penerbangan Luar Negeri Periode Winter 2014/2015, rute Surabaya-Singapura yang diberikan kepada Indonesia AirAsia adalah hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Tidak ada penerbangan di hari Minggu, tapi nyatanya AA tetap beroperasi,
Lantas jalurnya pake jalur siapa?
Berita selengkapnya... .
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membekukan izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura. Pembekuan ini berlaku sejak 2 Januari 2015. Pemberian sanksi ini terkait pelanggaran waktu operasional AirAsia rute Surabaya-Singapura.
Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 perihal izin Penerbangan Luar Negeri Periode Winter 2014/2015, rute Surabaya-Singapura yang diberikan kepada Indonesia AirAsia adalah hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Sementara itu, diketahui ternyata AirAsia juga membuka layanan rute tersebut pada hari Minggu (28/12/2014). Pesawat QZ8501 berpenumpang 155 orang dan 7 awak ini bertolak dari Surabaya menuju Singapura pada hari tersebut. Tak lama setelah lepas landas, pesawat ini diduga jatuh di sekitar Teluk Karimata, Kalimantan Tengah.
"Jadi ini pembekuan sementara izin rute AirAsia rute penerbangan Surabaya-Singapura," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub J.A Batara dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (2/1/2015).
Sanksi pembekuan ini tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. AU. 008/1/1DRJU-DAU-2015 per tanggal 2 Januari 2015. Kemenhub akan meninjau kembali sanksi tersebut telah Komite Nasional Keselamatan Transportasi menuntaskan hasil investigasi terkait insiden jatuhnya AirAsia QZ 8501.
"Sementara penanganan calon penumpang yang telah memiliki tiket penerbangan AirAsia rute Surabaya - Singapura pp (pulang pergi) agar dialihkan ke penerbangan lain sesuai ketentuan," kata Barata.
saus
Waduh kalo gini mah jelas2 melanggar peraturan, kok cuma 1 "trayek" yg dibekukan, bukan semuanya?
Oo indonesiaku ::kesal::
Bukan gitu om, jadi berita yang sudah diluruskan menyatakan flight yang hari minggu bukan extra flight, tapi pesawat pindah jadwal mungkin dr yang hari sabtu atau senin. Dibekukannya saya rasa cukup rute itu aja kalo memang bukan extra flight, untuk direview siapa yang berani mindah2 jadwal sembarangan.
Jalurnya menurut saya ya pake jalur Garuda, secara di saat yang bersamaan menurut berita ada pesawat Garuda di atasnya makanya ndak langsung diizinkan naik sampe 38 ribu kaki.
Soal rute Surabaya - Singapore ini, Air Asia harus mendapatkan dua ijin atau approval, dari CAA Singapore dan Dirjen Perhubungan Indonesia.
It said that on Singapore's end, Indonesia AirAsia had applied to operate a daily flight between Surabaya and Singapore for the Northern Winter Season from Oct 26, 2014 to Mar 28, 2015, arriving at Changi Airport at 8.30am (Singapore time) and departing for Surabaya at 2.10pm (Singapore time).
"These daily flights were approved as there were available air traffic rights under the bilateral ASA and the slots at Changi Airport were available," the statement said.
Tapi sepertinya the approval to operate a daily flight dari Dirjen Perhubungan Udara Indonesia belum ada.
Sebelum terbang biasanya pilot atau FOO melengkapi flight plan yang isinya menunjukkan rute penerbangan atau flight path, departure and arrival points, estimated time en route, alternate airports in case of bad weather, dst. Adalah aneh kalau flight plan QZ8501 yang terbang hari Minggu ndak ada pada ATC Surabaya.
Setiap pesawat terbang pada airway-nya masing-masing, pada ketinggian, koridor dan koordinat-nya masing-masing. Jadi dua pesawat bisa terbang pada rute yang sama dengan ketinggian yang berbeda (vertical separation) atau jarak yang berbeda (horizontal separation). Pada penerbangan dengan ketinggian di atas 29,000 feet jarak antara dua pesawat minimal 2,000 feet makanya pilot ndak diijinkan naik ke 38,000 feet.
Lha itu dia. Antisipasinya gimana kalau menurut insting pilot mestinya naik karena berbagai alasan tapi nggak boleh karena ada pesawat di atasnya?
Sebagai orang awam saya ngerasa lebih baik tiap pesawat ada jalur masing2, jadi mau naik atau turun ndak nabrak pesawat lain di jalur sama.
yg tidak diketahui adalah permintaan pilot tsb untuk naik ketinggian adalah suatu keharusan atau tidak
adalah normal untuk meminta naik untuk menghemat bahan bakar, menurut saya ini bukan suatu keharusan, kecuali ada suatu hal yg gawat yg membuat pilot mau tak mau harus menaikkan ketinggian pesawat
Rip untuk para korban
@tucs kalo bener itu bukan extra flight tapi jadwal yg seharusnya (maju/mundur) lah maskapai ga salah donk::ungg::
Sorry belum ketemu koran indo ::hihi::
Mungkinkah jadwalnya (sengaja di)mundur(kan) hari Minggu krn pesawatnya "ngetem" dulu nunggu penumpangnya penuh, atau spy bisa pake tarif lebih mahal (dus pendapatan lebih besar) krn tarif hari libur weekend plus yearend?
*justcurious
:ngopi:
---------- Post Merged at 06:00 PM ----------
RIP buat para korban.
^^^
Mesti tunggu majalah gatra atau tempo, biar lebih tahu kronologisnya om::ngopi::
Tiap pesawat memang ada jalur masing-masing, seperti yang mbok jelaskan sebelumnya.
Antisipasinya pilot mengandalkan TCAS (Traffic Collision Avoidance System) yang ada di cockpit untuk memantau wilayah udara di sekitar pesawat dan untuk menghindari cuaca buruk ndak harus naik atau turun, bisa juga terbang ke samping sesuai clearance yang dikonfirmasi oleh ATC (Air Traffic Controller).
Contoh TCAS
http://upload.wikimedia.org/wikipedi...EU-Flysafe.jpg
Dan kalau sebelumnya ada briefing antara pilot dan FOO tentang informasi cuaca sesuai flight plan-nya, si pilot juga bisa mengantisipasi bagaimana menghindari cuaca yang buruk sebelum terlambat.
ada 6 pesawat lain yg mengudara di daerah yg sama dengan air asia qz8501, kesemuanya tidak melaporkan adanya cuaca buruk
pilot qz8501 pun ketika meminta pesawat untuk naik ketinggian tidak memberikan informasi bahwa alasan untuk permintaan tsb adalah karena cuaca buruk
Hwahaha para detektif KM mulai beraksi.
Masa sih naik bisa menghemat bahan bakar? Bukannya sama aja atau malah boros karena jaraknya makin tinggi?
Maskapainya salah kalo maju mundur seenaknya alias tanpa izin.
Dari wall Prof. A S Hikam
Kayak angkot dong pake acara ngetem. Saya nggak ngebayangin kalo jadi konsumen airline yang suka maju mundurin jadwal. Soalnya saya biasa ngatur jadwal perjalanan terperinci, bakal stres sama airline model begini.Quote:
KECELAKAAN AIR-ASIA DAN KEJAHATAN KORPORASI: Jika kabar yg ditautkan di bawah ini benar, maka jelas sekali bahwa peristiwa naas pesawat AirAsia QZ8501, yang menewaskan seluruh penumpang dan awaknya itu, adalah tindak pidana alias kriminal. Betapa tidak, penerbangan tsb sudah dikategorikan sebagai penerbangan liar, artinya tidak sesuai dengan prosedur dan dilakukan dengan kesengajaan. Maskapai penerbangan dan pihak-2 yang terkait dalam kriminalitas itu, perlu segera ditindak. AirAsia bukan saja harus distop penerbangannya dari Surabaya ke Singapura, tetapi harus dilarang beroperasi di wilayah Republik Indonesia. Untuk selamanya.
Ada kekhawatiran justru Pemerintah RI yang akan "mbulet" dengan segala macam dalih utk tetap membiarkan maskapai asal Malaysia itu. Ini merupakan kebiasaan dan budaya perusahaan (corporate culture) penguasa dan birokrasi di indonesia yang takut dengan para pengusaha besar dan cenderung melindungi malpraktik mereka. Bukan cuma urusan maskapai penerbangan saja, tetapi hampir semua bidang yang terkait dengan pengusaha besar, kecenderungan ini sangat berurat berakar. Terbukanya praktik liar maskapai penerbangan AirAsia ini, sejatinya hanya salah satu dari berulangkali praktik koruptif yang terjadi karena kongkalikong antara aparat Pemerintah dengan korporasi. Rakyat Indonesia harus mendesak presiden Jokowi agar bersikap tegas dan konsisten: tidak boleh ada pembiaran terhadap k kriminal yg berkedok bisnis. Apalagi jika pelakunya adalah pengusaha asing!
Saya sendiri sangat berhati-2 memilih penerbangan, baik domestik maupun internasional. Maskapai seperti AirAsia atau LionAir, misalnya, saya hindari, bukan karena kebencian atau sentimen, tetapi karena track record mereka yang buat saya mengkhawatirkan. Kalau dari segi murah, memang mungkin benar. Tetapi dari segi keselamatan (safety) dan ketepatan waktu serta pelayanan (service), saya secara pribadi sangat ragu. Apalagi kalu membaca dan menderngar berita-2 ttg kacaunya pengelolaan penerbangan mereka! Umur dan nasib manusia, memang ada di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa, namun manusia wajib berikhtiar dan menghindari malapetaka sekuat tenaga dan ikhtiarnya.
Kalau ada maskapai penerbangan yang track recordnya jeblok karena suka melakukan pelanggaran dan sering malpraktik, tetapi masih juga dibiarkan dan dipilih utk transportasi, maka sejatinya hal itu merupakan sebuah pengingkaran terhadap ikhtiar. Demikian juga apabila Pemerintah membiarkan maskapai2 tsb tetap beroperasi, maka ia berarti telah melalaikan amanat Konstitusi. Bahkan dalam interpretasi saya, hal itu berarti Pemerintah gagal dalam melindungi warganegara RI. Pak Jokowi, jangan biarkan rakyat dan negeri ini dirusak oleh korporasi, baik dari dalam maupun dari luar negeri!!
Maksud saya jalur masing-masing itu hanya horizontal, bukan vertikal horizontal. Concern saya adalah pada soal safety karena ini yang jadi jualan utama airlines. Sebagai customer, saya tentu menginginkan ada probability = 1 bahwa pesawat bisa naik turun ketika pilot merasa dibutuhkan. Termasuk bisa belok kiri kanan tanpa khawatir ada pesawat lain yang terlalu dekat. Jika lalu lintas udara terlalu padat, ATC nya yang kesian malah bisa dikambing hitamkan.
Tapi pasti ada alasan kenapa minta naik dan belok. Mungkin cuaca tiba2 berubah buruk dalam sekejap?
Baca koran spore dan tribun pagi ini, katanya mulai 26 oct 2014 sampe 28 maret 2015, air asia indonesia minta perubahan jadwal senin, rabu, jumat dan minggu, dan telah mendapat restu dari indo dan spore, nah loh, jadi ga mungkin ga ada izin, paling menhub nya salah info, :kesal:
Welcome to the 21st century when the sky is full of budget airlines so everyone can fly. :cengir: 8-| Kalau ndak ada demand yang tinggi, pesawat-pesawat komersial ndak akan terbang berlapis-lapis di langit. Penduduk di muka bumi ini harus mengurangi traveling by air kalau lalu lintas udara ndak mau terlalu padat.
Pesawat tentu bisa naik turun sepanjang ada clearance dan diijinkan oleh ATC. Kalau ATC ndak mengijinkan atau pilotnya mbalelo seperti kasus Air Asia ini, ATC ndak bakalan bisa dikambinghitamkan. Kalaupun komunikasi dengan ATC terputus, tiap pesawat sudah dilengkapi dengan TCAS and the responsibility lies on the pilot.
---------- Post Merged at 01:25 PM ----------
Ane bilang juga ape. ::doh::
Maksdnya diundur karna masalah tekhnis itu juga jam2an, seperti maskapai indo rata2, wong garuda aja lumayan sering delay,walo cuma 30menit ::ungg::
Tapi dalam kasus air asia ini ga bisa disalahkan maskapainya, udah dibilang ada perubahan jadwal dari oktober, sampe desember akhir berarti udah 2 bulan, trus yg kasih izin take off surabaya sapa, kalo bukan dephub, sorry keliatan banget menhub kita ini cemen, ga berani mengakui kesalahan departemennya ::kesal::
---------- Post Merged at 05:22 PM ----------
SURABAYA, KOMPAS.com — Kepala Otoritas Banda Wilayah III Bandara Juanda Praminto Hadi menyebutkan, AirAsia sudah melakukan semua prosedur yang dibutuhkan dalam mengajukan slot waktu penerbangan. Hal ini terkait penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura. Pernyataannya ini bertolak belakang dengan tudingan Kementerian Perhubungan yang menyebutkan bahwa penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura pada hari Minggu ilegal.
Praminto mengatakan, maskapai AirAsia sudah mengajukan izin ke Ditjen Perhubungan Udara untuk rute Surabaya-Singapura. Sementara itu, untuk waktu penerbangan, AirAsia harus mendapatkan izin dari Indonesia Slot Coordinator.
Izin waktu penerbangan ini diperbarui setiap enam bulan, bergantung pada musim. Pada saat peralihan dari musim panas ke musim dingin, AirAsia, kata Praminto, sempat mengajukan perubahan. Jadwal penerbangan hari Minggu masuk dalam penerbangan AirAsia.
"Memang di dalam slot time yang ada, masuk hari Minggu saat itu," kata Praminto saat ditemui di posko ante-mortem, Senin (5/1/2015).
Praminto juga menegaskan bahwa penerbangan AirAsia pada hari Minggu bukanlah penerbangan tambahan, melainkan penerbangan reguler.
"Itu termasuk reguler, cuma ada pergeseran waktu," kata dia.
Ketika dimintai kepastian apakah penerbangan AirAsia pada hari Minggu itu berstatus legal, Praminto Hadi menganggukkan kepalanya. Dia mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena investigasi masih dilakukan oleh pemerintah pusat.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membekukan izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura. Pembekuan ini berlaku sejak 2 Januari 2015. Pemberian sanksi ini terkait pelanggaran waktu operasional AirAsia rute Surabaya-Singapura.
Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 perihal izin penerbangan luar negeri periode winter 2014/2015, rute Surabaya-Singapura yang diberikan kepada Indonesia AirAsia adalah hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Terakhir pakai Air Asia penerbangan dari Indonesia ke KL jam 11:50 lalu (sesuai dugaan) mbok terima email dari AA Indonesia yang mengubah jam penerbangan menjadi 5:50 tanpa alasan. Tentu saja mbok ndak mau, bangun jam berapa kalau 2 jam sebelumnya harus di airport.
Mbok hubungi AA, mbok tanya kenapa jam-nya dimajukan, apakah penerbangan jam 11:50 ditiadakan? Mereka ndak bisa jawab. Mbok tahu, mereka memindahkan penumpang ke penerbangan jam 5:50 (yang sepi) dan mereka akan menjual lagi kursi-kursi kosong penerbangan jam 11:50 (yang banyak peminatnya). Karena mbok ngotot, akhrnya mereka ndak jadi memindahkan mbok ke penerbangan pagi tersebut. Seenak'e, wong sudah bayar lebih supaya bisa terbang siang.
Sekedar sharing.
^^^
Tapi kesimpulannya tetap aja terbang di slot waktu mereka kan mbok, cuma pindahin penumpang bukan "make" slot flights laen, apalagi pake acara "ngetem" ::ungg::
Kalau AA memang sudah mendapatkan ijin terbang pada hari Minggu, ya mereka terbang di slot waktu mereka.
Masalahnya bagi AA nanti kalau ada yang berpikir bahwa AA sudah mengubah nasib penumpang yang menjadi korban karena sudah memajukan jam penerbangan, yang ndak membaca email dari AA mengenai perubahan waktu toh selamat dari kecelakaan tersebut. Para penumpang yang bernasib nahas itu ndak dikasih pilihan. They have been doing that for years and they always got away with it, hopefully not this time.
Engkong gimana sih? tu udah jelas mereka dari Oktober dikasi slotnya Sabtu bukan Minggu. Kepala otoritas bandara punya surat izin mana lagi nih rujukannya kalo bukan yang gitu?
Oh kalo delay sih biasa, dan ada aturannya juga toh? Delay lewat dua jam dapat makan gratis. Waktu itu saya dapat hokben. Tapi lebih milih kalo ada yang ndak delay (lama). Cuman bayarannya mahal sih.
---------- Post Merged at 08:12 PM ----------
Termasuk praktek tidak terpuji mindah slot sembarangan. Penumpang kan punya agenda masing2. Saya pernah sekali sama Sriwijaya ngotot tapi tidak mengubah hasil ::doh::
Biarlah dibilang miskin asal sombong, tapi sejak itu saya selalu naik garuda.
ada berita terbaru, otoritas bandara juanda mengubah pernyataannya menjadi jadwal penerbangan minggu pagi air asia yg hilang kontak tsb adalah ilegal
Hehe iyya. Kepala otoritas bandara smells fishy yah ::elaugh::
Nah kalo gini kan jelas, berarti ada permainan antara pihak otoritas juanda dengan aai, kalo kemaren kan otoritas juanda bilang penerbangan legal, menhub bilang ilegal
---------- Post Merged at 08:54 PM ----------
Bukan tadinya maksd saya flight aa surabaya singapore yg hari minggu, telah terjadi dari tanggal 24 oct 2014, sedangkan berdasarkan se itu harusnya masih sabtu, nah masak iya pesawat bisa take off, pihak bandara ga tahu pasti ada kong kalikong kan, nah kalo dibaca statement menhub seolah2 yg bersalah cuma pihak aai, emangnya pesawat kayak angkot, bisa ngetem berangkat seenaknya dhewe ::kesal::
ah itu kan perasaan kong sur aja ::elaugh::
Tapi memang sanksi awalnya ke AA dulu, setelah investigasi diketahui siapa2 yang bermain di kemenhub atau otoritas bandara baru dikenai sanksi juga.
Yang paling untung dengan penerbangan ilegal ini adalah pihak asuransi.
Betul. Penerbangan di hari Minggu itu ndak bakalan ada tanpa ijin dari Perhubungan Udara, pesawat ndak bakalan bisa take off pada hari Minggu itu tanpa ada ijin dari pihak bandara, pilot ndak bakalan bisa terbang tanpa flight plan, informasi cuaca dan briefing dengan FOO-nya, AA ndak bakalan bisa memajukan jam terbang seenaknya kalau ada etika bisnis jasa penerbangan yang berjalan sehingga 162 orang harus mati pagi itu.
Will Indonesia learn from this lesson? Is Ignatius Jonan going to do something about it?
Kalo sopir angkot dgn entengnya akan bilang: "Ya udah sonoh naik taksi aja!" :mrgreen:Quote:
Originally Posted by tuscany
Quote:
Originally Posted by mbok jamu
Memang siy itu bukan "ngetem gaya sopir angkot", tapi itu lebih mirip "gaya sopir metromini" yg suka seenaknya ngoper penumpang ke metromini lain. :mrgreen:Quote:
Originally Posted by surjadi05
Berapakah harga satu bungkus hokben dikalikan jumlah penumpang yg kena delay? Berapakah harga satu tiket pesawat dikalikan (peluang yg muncul dlm kurun waktu "ngetem" diatas 2jam) jumlah penumpang tambahan untuk mengisi seats yg masih kosong? *itung2an ala orang suudzon :mrgreen:Quote:
Originally Posted by tuscany
:ngopi:
^^^
Kalo yg pindah2in penumpang kan, kan ga melanggar peraturan om, cuma ga etis aja,::ungg::
ngopi dulu sambil sundul ganz :ngopi:
yang digedein berita upaya penyelamatan, which is very heroic and super touchy very brave and so on. Gih atuh sebelum bikin orang kecelakaan, ijin jgn dimainin, safety jgn dianggap enteng, cuaca buruk jgn diterabas demi jadwal. Yang aku ga ngerti, kalau emang di ketinggian 38 rb kaki yang diminta oleh pilotnya, katanya di ditolak atc, knp ga di clear out dulu pesawat yang ada di jalur itu. diutamakanlah yang lagi urgent. Gampang banget bilang permintaan pilot ga bisa lsg di respon karena diatasnya, dibelakangnya, didepannya, ada pesawat lain juga. ONDE MANDEEE
Ngga di tolak ATC kok. Pilot nya disuruh tunggu, karena ATC harus double check dengan pesawat di jalur yang sama. waktu mau di confirm balik, udah lost contact. Itu semua terjadi dalam waktu less than 5 minutes.
ini ada info grafisnya di buat ama Tempo
http://www.tempo.co/read/flashgrafis...AirAsia-QZ8501
ditolak, ga lsg direspon, late respond, hasilnya sama. begitu.
aku ga ngerti sih ya, apa Atc ataupun pilot ga bisa tau kalau dijarak berapa jauh itu akan ada si awan petirnya. Apa emang awan itu bisa melintas mendadak gt aja? ga bisa diprediksi dulu oleh ATC, sehngga mbok ya sebelum awannya di depan candra dimuka, di kasih warning dulu, clear out area lain, disuruh naikkin ketinggian? gimana cara kerja awan petir itu, apa kayak ayam yang tiba-tiba nyebrang jalan gt aja?
---------- Post Merged at 02:36 PM ----------
misal peta cuaca juga ga dikuasai oleh si pilot, entah itu belum diambil dari BMKG, atau gimana, bukannya dari atc harus warning sebelum mereka berhadapan dengan si awan petir sehinga waktu 5 menit untuk respon balik pun sudha telat. btw, 5 menit itu lama e, dengan kecepatan pesawat begitu. 5 menit itu lamaaaaa..lamaaaa engkooong. lamaaa. udah keburu jatoh dah.
entah siapa waktu itu yg kasih komentar di media bilang kalau ga sempat naikkin ketinggian, harusnya pesawatnya putar balik AJA.
enake ngmong e. putar balik dari maneeee, emang angkot. kok ga kasih tau sebelumnya ada awan petir.
---------- Post Merged at 02:41 PM ----------
katanya sih 2 menit kemudian, sudah ilang. 2 menit itu 120 detik (ya iyalah, semua jg tau ya) tapi bayangkan 120 detik dengan kecepatan pesawat dan si awan petir yang semakin mendekat. 120 detik tanpa ada respon harus ngapain dan lu tau lu bakal mati. 120 detik itu lama. yes, gw marah-marah. nyawa orang dianggap enteng.
tenang tenang! ayo ngopi dulu biar tenang :ngopi:
ATC should done double check and clear out area before the tragedy happened. Gimana caranya. I dunno. Mereka kan dibayar untuk itu.
---------- Post Merged at 02:53 PM ----------
yang bikin ironis lagi keluarga yang selamat, ga jadi naik pesawat bersaksi di gereja bahwa mereka lolos dari maut karena kuasa Tuhan dan masih dilindungi Tuhan.
lha, jadi yang tidak selamat, karena tidak dilindungi Tuhan? why dont you, the save family, come to the "unsaved by God" family's funeral, and say that to their face? How in the world masih ada yang diskriminasi pada Kasih Tuhan, bahwa yang kecelakaan karena tidak masuk dalam lindungan Tuhan?
Udah sus ale sabar, harusnya mereka tahu ada badai petir disana, soalnya kalo di batam musim2 gini, kemungkinan hujan petir, diatas 50% per hari, makanya kemaren menhub marah2 soal ini, dan tadi baca koran udah ada 2 ekor orang yg kerja di dephub udara yg dimutasi, tapi karna "berhubung" mereka pns ga bisa dipecat, mantap kan sistem birokrasi indo ::kesal::
:lololol:Quote:
yang bikin ironis lagi keluarga yang selamat, ga jadi naik pesawat bersaksi di gereja bahwa mereka lolos dari maut karena kuasa Tuhan dan masih dilindungi Tuhan.
lha, jadi yang tidak selamat, karena tidak dilindungi Tuhan? why dont you, the save family, come to the "unsaved by God" family's funeral, and say that to their face? How in the world masih ada yang diskriminasi pada Kasih Tuhan, bahwa yang kecelakaan karena tidak masuk dalam lindungan Tuhan?
::up::
ATC kan buat ngatur traffic udara, ibu. Kalo ada pesawat mau tubrukan nah itu baru urusannya ATC. Tapi kalo soal cuaca kayanya bukan otoritas mereka deh, radarnya buat ngeliat posisi pesawat. Tapi ini memang seperti yang sudah saya post di atas trus direspon mbok jamu dengan welcome to penerbangan murah - yang sudah disetop Jonan. Nggak segampang itu nyuruh pesawat lain minggir kalo lalu lintas udara terlalu padat.
Lha saya setuju tuh putar balik dari pada meliuk-liuk menghindari badai. Tapi pilot berpengalaman biasanya mampu bermanuver. Kemungkinannya ada hal2 lain di luar kuasa si pilot dan copilot. Belom lagi kalo ada kebijakan tidak boleh putar balik dari airline, karena ongkosnya besar. Tapi putar balik juga perlu izin ATC keanya.Quote:
misal peta cuaca juga ga dikuasai oleh si pilot, entah itu belum diambil dari BMKG, atau gimana, bukannya dari atc harus warning sebelum mereka berhadapan dengan si awan petir sehinga waktu 5 menit untuk respon balik pun sudha telat. btw, 5 menit itu lama e, dengan kecepatan pesawat begitu. 5 menit itu lamaaaaa..lamaaaa engkooong. lamaaa. udah keburu jatoh dah.
entah siapa waktu itu yg kasih komentar di media bilang kalau ga sempat naikkin ketinggian, harusnya pesawatnya putar balik AJA
enake ngmong e. putar balik dari maneeee, emang angkot. kok ga kasih tau sebelumnya ada awan petir.