Betul, daripada sibuk mengadopsi gaya2 hidup bangsa laen, kenapa kita gak define our own aja.
Printable View
Jati diri bangsa Indonesia jelas terumuskan dalam Pancasila ! Itu jati diri , jati diri bangsa ini ! Itu merupakan ringkasan dari bangsa Indonesia , diskripsa dari bangsa ini , yg relegius , berperikemanusiaan yg memandang sesama anak bangsa itu sama sederajat dan bermartabat , yg bersatu meskipun terdiri dari berbagai budaya dalam ikatan bangsa Indonesia , yg sepakat menata bangsa ini bersama sama melalui permusyawaratan dalam suatu pemerintahan yg berdaulat untuk mencapai keadilan sosial bersama seluruh bangsa. Itulah jati diri bangsa ini !
Kesadaran akan jati diri inilah yg memberikan dasar berdirinya NKRI melalui proklamasi !7 agustus 45. Sejak saat itu bangsa ini dikenal dan diakui sebagai bangsa yg bernegara , Indonesia !
Nah apakah kita masih punya jati diri sebagai bangsa Indonesia , kalau pekerja kita diperlakukan dengan biadab dinegeri orang , pelaut kita dirampok disandera oleh orang (bangsa lain) dan tunduk untuk membayar tebusan , kekayaan budaya kita diklaim sebagai milik orang lain , petugas resmi kita dalm menjalankan tugas ditangkao oleh negara lain , kekayaan alam kita dikeruk dengan semena mena oleh asing , wakil rakyat kita ternyata tidak bermusyawarah unruk kebaikan bangsa , pejabat pejabat berkolusi dan berkorupsi untuk diri sendiri dll dll dll
Apakah ini bukan suatu "kehilangan" , suatu kehilangan dari yg semula dimiliki bersama pada saat pendahulu pendahulu kita mendirikan negara ini ?
Kita boleh tidak mengalami/tidak ikut berjuang mendirikan bangsa ini , tetapi menghayati sejarah bangsanya sendiri rasanya sangat diperlukan demi kelangsungan bangsa ini !
Masalahnya pancasila itu patung.. coba pancasila idup.. ga bisa dipermainkan.. bisa marah dia.. tembak mati langsung.. lah ini.. patung..
Liat simbol eropa.. god bless the queen!!!
@Urzu
Loe bagaimana, kalau tahta lagi jadi jatah ratu, tentu saja
ngga ada raja, suami Ratu disebutnya Pangeran. Sebaliknya
kalau tahta lagi jatah Raja, istri Raja disebutnya Permaisuri
Ohhh realyyy ?????
Baru pernah demger gua inggris
Berdasarkan ratu...
Raja kali...... Si elizabeth karena keadaan .... Krn nga punya anak cowo d grs ktrunan dia
OOT,
Cuma ngikut yang masalah monarki Inggris aja...
Inggris menganut cognatic primogeniture, artinya anak laki-laki yang paling tua dianggap sebagai pewaris, bahkan jika dia punya kakak perempuan. Seorang perempuan bisa jadi pewaris jika dia tidak punya saudara laki-laki, atau jika saudara laki-lakinya meninggal dan tidak punya anak laki-laki.
Tapi memang pada saat tahta sedang jadi jatah ratu, alias syarat di atas terpenuhi, maka sang suami hanya jadi pangeran.
Dan Inggris banyak mencatat sejarah ratu-ratu hebat.
Tapi saat ini sedang ada gerakan untuk mengganti proses pewarisan ke konsep yang lebih setara, hanya memang belum beres.
Yak... lanjut...
Simbol adalah bagian dari kebudayaan, salah satu cara untuk mewariskan pikiran dan kebijaksanaan kolektif yang dihimpun oleh suatu masyarakat selama ratusan tahun ke generasi berikutnya. Yang memang, dampaknya adalah simbol menjadi identifikasi dari 'jati diri' suatu masyarakat.
Mengadopsi simbol dari suatu kebudayaan memang salah satu cara ampuh untuk bisa menyelami, memahami, dan menghayati budaya bersangkutan. Misalnya, latihan kenjutsu lebih asyik kalau mengenakan Gi dan Hakama, mirip samurai, ketimbang pakai baju pangsi.
Dalam kasus ini, ada kelompok masyarakat yang merasa lebih mudah menghayati agama Islam dengan cara mengenakan simbol-simbol yang dicirikan sebagai Islami, maka itu sah-sah saja. Memang ada tentangan, misalnya, bahwa gamis itu sesungguhnya adalah pakaian tradisional Yaman, bukan fashion dari Arab di abad kelima masehi. Tapi simbol memang tidak harus benar, karena yang penting adalah makna dari si simbol bagi pemakainya.
***
Memang ada masalah identitas... yaitu ketika seseorang mengenakan sesuatu yang berbeda dari lingkungan sekitarnya, dia dianggap mbalelo, meninggalkan jati dirinya sebagai anggota masyarakat tempat dia lahir dan tinggal.
Di sinilah perlunya kita memahami apa yang ada di balik semua simbol-simbol itu dan menemukan persamaan yang membuat kita bisa hidup bersama. Suka atau tidak, kita hidup di tengah banyak simbol dan jati diri, apalagi setelah budaya saling bertemu dan berbaur berkat makin canggihnya komunikasi dan transportasi.
Jadi inget main Sid Meier's civilization jaman SMA dulu:mikir:... sekarang udah jilid berapa ya?
***
Cuma dua perak... (terjemahan Indonesia, supaya kesannya menggunakan simbol ke-Indonesia-an:luck:)
cuma ingat sama timtim ... uda dimanja ( duit+pasilitas) malah ngelunjakQuote:
Dikerjain barat yg sekuler dan pemerintah yang sekuler jauh lebih baik dibanding shariah islam nga jelas. Lahh yang d negara sekuler aja mereka garis kerasss sudah bisa begini
....
setahu gw cents terjemahannya sen.Quote:
Cuma dua perak... (terjemahan Indonesia, supaya kesannya menggunakan simbol ke-Indonesia-an
apakah Islam=arab dan arab=islam?
Masalah berpakaian kalau sesuai aturan agama yang diakuinya apakah itu melanggar HAM? Padahal yang memakainya nyaman? Kenapa yang gak pake ribut? Terselipkah yang ribut itu sebenernya malu kepengen pake cuman gak punya keberanian?
Kenapa jadi phobia? Sedang minoritas minta diterima, dan mayoritas boleh galah sengalah2nya?
Soalnya di sini uang sen udah nggak dipake :luck:Quote:
Originally Posted by Ronggolawe
Yakin mayoritas maunya gitu? janga-jangan klaim doank.
Paradise Lost? [Arabisasi di Indonesia]
====== langsung arabisasii ======================== vonisnya
ini paradais ... memang pernah ada ??
hilangnya kapan ??
mulai dari kerajaan hindu/budha ... apa masij ada ?
masuk islam .......... katanya TS ilangnya disini
datang kompeni ..... ngapain saaja
digaanti jepang .... haloo
orde lama orde baru repormasi .... paradisenya kemana sajaa
===== paradise apaan seeghh
iye.. Apaan seh?
Padahal apa salahnya sih beda2? Kan malah bagus warna warni..
kalau menurut statistik, wanita berjilbab dimasa ini jelas
lebih besar, malah berkali-kali lipat dibanding era 70-80an
kalau itu dipandang TS sebagai bentuk arabisasi yang harus
dicegah karena mengurangi/menghilangkan budaya asli
yang "paradise lost", apa bukan minoritas hendak mengatur-
atur mayoritas namanya?
Berarti belum mayoritas. Soal keinginan mayoritas itu ternyata hanya masih klaim. :D
halooooooooooooooo...mana TSnya? can u description about the lost paradise? pake pikiran lo yang orisinil dunk, biar gak keliatan nyontek pikiran bangsa lain! Katanya pengen punya jati diri sendiri :P
Setuju , dalam Islam pakaian bukan hanya berfungsi sbg fashion saja --disamping fungsi pakaian pada umumnya-- , tetapi lebih dalam lagi adalah sebagai ekpresi ketundukan sipemakai thdp aturan agama didalam masalah berpakaian , umpamanya jilbab/kerudung.
Nah ada juga pakaian atau penampilan seseorang karena "memahami sebagai" meneladani sang nabi.
Tetapi mungkin ada saja yg berpakaian tidak seperti tsbt diatras tetapi ya hanya karena fashion atau seneng saja !
Menurut saya semua itu sih ok ok , karena baik itu sebagai ekpresi diri dalam segi fashion , apalagi dikaitkan dengan ibadah , sebagai salah satu unsur jati diri bangsa , relegius , adalah wajar saja seseorang memakai suatu model pakaian !
Peredais nya Indnesia itu kan bukan hanya di pakaiannya saja toh ? masak akan hilang karena pakaian ! :luck: Kalau pantai pantai tertutup tumpahan minyak atau sampah , hutan hutan pegunungan pada gundul , peninggalan kuno sudah dirubah jadi mall atau , situs situs kuno sdah berubah jadi sawah atau hancur tak terawat dll dll baru kita kudu prehatin :mikir:
Tidak akan ada lagi disekolah sekolah umum di jawa muridnya atau mahsiswanya pakai kain dan ikat kepala trad jawa , meski kita bisa lihat itu difoto foto kuno pendahulu kita , Juga sudah jarang atau hampir kagak ada pakaian adat betawi di mall atau dipasar , atau perempuan perempuan bali yg tidak berpenutup dada berseliweran dipasar lagi , toh tidak ada yg mendikler peredais nya Indnesia ilang karenanya ! :mikir:
padahal kebudayaan baratlah yang secara nyata lebih dominan di Indonesia, liat aja dari segi pakaian dan hobi orang indonesia jaman sekarang... kok bisa dibilang arabisasi... wah2 TSnya kok phobia kayaknya sama arab ya... wkwkwkwk
mgk karena paradisenya TS itu yg kebudayaan barat, takut tergerus dgn kebudayaan arab. Demokrasi ye..
nih coba baca, bagus deh..
http://www.slideshare.net/drmaman/9i...alah-pilihanku
Ada 3 kekuatan utama di dunia ini:
1. Barat
2. China
3. Islam
Ketiga kekuatan itu saling beradu di manapun dan kapanpun, termasuk di Indonesia hingga sekarang ini.
Gaya hidup Barat memang kini menjadi dominan di Indonesia, sedangkan nilai-nilai China juga sudah meresap masuk ke jiwa bangsa kita. Nah sementara itu, agama Islam merupakan agama mayoritas yang dianut di Indonesia. Budaya asli nusantara sudah bercampur baru dengan ajaran-ajaran Islam yang masuk ke Indonesia dalam damai. Namun kini, ada sebagian kaum konservatif dan fundamentalis Islam yang ingin menanamkan budaya Arab di Indonesia melalui pemahaman-pemahaman ala aliran Wahabi, sehingga lambat laun, budaya asli nusantara akan tercerabut dari akarnya dan digantikan dengan budaya Arab.
Islam tidak sama dengan Arab.
Tapi ada sebagian orang Islam yang menyamakannya dengan Arab.
Celakanya, mereka yang jumlahnya minoritas itu kini berusaha mewujudkan utopia Arab mereka di Indonesia.
bukannya budaya cina & arab emang sudah sejak jaman baheula
berinteraksi dng bangsa ini (baca terjalin/terkelindan) hingga republik ini berdiri? :-?
Budaya di indonesia sejatinya budaya asimilasi. Yg ngoming arabisasi sih ketauan ga pernah belajar sejarah indonesia. Mana TSnya? Udah KO ya? :lololol:
Asimilasi?
Kalau asimilasi itu artinya ada pemaksaan oleh sebuah budaya yang dominan terhadap budaya yang lebih lemah, sehingga budaya yang lebih lemah akan hancur tak bersisa.
Arabisasi bisa dilakukan dengan pemaksaan terhadap budaya lain yang lebih lemah. Dan kita melihat ada sebagian orang yang berusaha melakukannya dengan paksaan.
Mungkin kata yang lebih tepat adalah akulturasi.
Kalau akulturasi itu artinya budaya-budaya yang ada bercampur baur, saling meminjam elemen, saling mendukung, dan saling menghidupkan satu sama lain.
Contohnya, budaya Arab berakulturasi dengan budaya China sejak zaman dahulu, sehingga dalam Islam dikenal alat musik bedug dan tradisi mudik (di mana keduanya adalah warisan budaya China), sementara di sisi lain, banyak orang China yang menganut Islam.
Budaya Indonesia adalah budaya akulturasi. Tidak ada budaya yang dominan di sini.
Budaya Nusantara merupakan akulturasi dari budaya-budaya asli Hindu, China, Arab, dan Eropa.
Tapi bukan berarti salah satu dari budaya itu bisa melakukan asimilasi seenaknya terhadap budaya-budaya lainnya, termasuk budaya Nusantara.
maka itu
gw jg binun dng maksud TS yng katanya
Indonesia kehilangan jati diri, dlm sub judul
"Paradise Lost? [Arabisasi di Indonesia]"
jati diri bangsa indonesia itu menurut dia orang spt apa?
eh, ngacir tuh TS ..... dasar troller :gebuk:
Makasih pangeran merah atas koreksinya. Yak yak, jadi jatidiri mana yg mau diributkeun? Budaya judi sama minum2? Ato budaya ga pake baju? :lololol:
@mbah pasing: sudah KO mbah gegara postingannya suka menghina2 trus diamuk barista ::hihi::
Budaya Nusantara adalah budaya campuran antara budaya Hindu, China, Arab, dan Eropa.
Mungkin maksud TS adalah budaya Hindu, China, dan Eropa - tanpa budaya Arab di dalamnya.
Seperti ini:
http://www.moreindonesia.com/wp-cont...esian-girl.jpg
Atau seperti ini:
http://zsulies.files.wordpress.com/2...g-kulit241.jpg
Bukannya seperti ini:
http://static.guim.co.uk/sys-images/...ess-we-001.jpg
waah ....
klo gitu mah, bisa tergelincir dlm dugaan sbg anti arab dong
mengapa sama cina n bangsa eropa tidak anti?
itu jg harusnya dijwb dng fair.
btw, red prince tdk bermaksud mewakili pemikiran TS kan? :D
Itu busana tari bali nyang di atas sudah dimodifikasi lho. Aslinya ga pake baju daleman seperti itu. Artinya ada pergeseran juga kan?
Wayang ceritanya juga mengalami pergeseran, tidak persis sama plek spt cerita dari aslinya di india sono.
Cerita2 wayang dari budaya hindu indonesia lain dgn dari india. Btw, wayang itu budaya akulturasi juga, jadi ga murni dari hindu
Pakaian burqa itu juga sebenernya di arab kagak begitu, abaya di arab plus cadar ga serapet burqa di afghanistan. busana menutup aurat muslimah juga sudah jelas. Semua tertutup kecuali telapak tangan dan wajah, tidak ketat, tidak tipis dan kerudung menutupi dada. Modelnya?v bebas asal ga melanggar poin2 di atas.
Baju kurung kan manis tuh buat muslimah, asalnya baju kurung darimana?
Untuk semua yg diuraikan TS (yg udah gajebo) tidak melakukan studi budaya dan sejarah indonesia yg mendalam sehingga maen copas artikel orang yg mungkin punya kekurangan yg sama dgn TS