tapi kenapa untuk capres yang diusung Megawati molo ::doh::
Kenapa gak coba kader-kader yang lain, Pramono Anung misalnya :-?
Printable View
tapi kenapa untuk capres yang diusung Megawati molo ::doh::
Kenapa gak coba kader-kader yang lain, Pramono Anung misalnya :-?
soalnya megawati belum 2 periode ;D
Krn di indonesia itu masih kental dg mentalitas satria piningit.
Spt princess di castle yg mnantikan pahlawan bkuda putih.
Kl di negara maju itu udh jual ide, strategi dan rencana yg spesifik krn masyarakat dsana sudah bisa bpikir utk mnganalisis dampak dari strategi tsb.
Asal Bukan Golkar mbah :mrgreen:
PDIP barangkali pemenangnya
Megawati masih kepengen banget jadi presiden di Indonesia, karna dengan menjadi presiden dia bisa punya 5 rumah yang luas di daerah menteng, beberapa pom bensin, dan rekening gendut :))
Sekarang dia jagoin si Puan Maharani... siapa coba yang mau milih :why:
Lucu jg kalo alasan Megawati jadi capres lagi adalah ini.
Kalo ada orang beli baju, bajunya ga enak, baru seminggu punya ud ga dipake lagi. Artinya semakin cepet seseorang bertahan jadi presiden, semakin ga diinginkan oleh rakyat.
Alasan apa kira2 kalo orang ingin jadi yang paling punya kuasa di republik ini? Kalo hanya harta atau properti semata ngapain jadi presiden?
Aktualisasi diri, biasanya dikejar oleh orang2 yg kebutuhan fisiknya sudah terpenuhi
Berlomba-lomba pingin mecahin rekor yang dipegang sama mbah kung Ato, 32 tahun bikin dinasti :P
---------- Post Merged at 08:55 AM ----------
Megawati nyiapin Puan Maharani... yeah...
Si Sebeye nyiapin Ibas....yeah....
Amin Rais juga katanya nyiapin anaknya.... yeahhh...
:capek:
^^^
Dan mereka bilang cuma Atut yg punya dinasti ::kesal::
tidak jugaQuote:
Kl di negara maju itu udh jual ide, strategi dan rencana yg spesifik krn masyarakat dsana sudah bisa bpikir utk mnganalisis dampak dari strategi tsb.
saya yakin ketika obama terpilih pertama kali itu dikarenakan orang-orang terpukau dengan body language-nya, cara bicaranya....
Tentu saja kekuasaan.
Sebuah negara pakk... Butuh ktp tinggal ngomong, cc tinggal ngomong, jjs keluar negeri tinggal ngomong, butuh apa2 tinggal bilang. Jadi orang nomor satu, mau apa2 udah pasti dapat...
Orang nomor satu.....
Yakin gak pada kepengen? Apalagi jadi presiden artinya dia yang pegang semua acc di negeri ini..
---------- Post Merged at 08:29 PM ----------
Barui jadi pemimpin kepala daerah aja udah bisa nentuin siapa2 rekanan proyek, siapa2 yang bakal jadi kepala dinas, siapa2 yang bakal dibuang. Di tangannya dia bisa nentuin hidup mati seseorang...
Pemimpin daerah cuma di daerahnya bleg...
Presiden, seluruh indonesia. Pemimpin daerah masih kudu nunduk dibawah pem pus dan presiden..
Presiden tunduk ama sapa?
Kalau presiden berkenan pun, itu pimpinan daerah bisa langsung diciduk dan masuk bui...
---------- Post Merged at 09:38 PM ----------
Gw awalnya gak gitu ngerti "kekuasaan". Tapi setelah jadi tumbal relokasi, gw jadi "ngeh" bagaimana kekuasaan itu penting.
Gw orang "kecil" gak punya sapa2, gak punya kekuasaan, jadi gak isa ngomong apa2 saat gw diajuin jadi tumbal.
Coba gw punya kekuasaan, mereka gak bakal bisa nyuruh2 gw sEenaknya...
Tapi jaman sekarang bu.. Keliatannya DPR dan partai2 lebih galak dari presidennya.
Yakin? Saya sih gak melihat kea gitu pak...
Megawati nggak mungkin maju nyapres, karena presiden yg sesungguhnya udah mangkat (taufik kiemas).
Jadi Megawati gak nyapres nih tahun 2014? trus siapa yang maju? ::managuetahu::
True :ngopi:
Gusdur aja bisa dilengserin tuh dulu. DPR mo bikin UU apa kek juga bisa-bisa aja tuh. ML di gedung DPR/MPR juga gak ada yang negor tuh -_-
Kayaknya PDIP sedang mempertimbangkan Jokowi-Ahok sebagai capres cawapres...
Tapi gak tau juga kalau kabar ini dihembuskan cuma buat memenangkan pileg, trus diganti jafi mega-jokowi
Gw bakal kecewa berat kalo Jokowi sampe nyapres ato cawapres sekalipun http://emoticoner.com/files/emoticon...gif?1292862492
Belum saatnya... :capek:
Belum saatnya kan yang didengung-dengungkan lawan politik Jokowi. ::ungg::
[MENTION=19]danalingga[/MENTION]
tapi gw juga harus melihat keseriusan Jokowi untuk membenahi Jakarta ini, kalo amanahnya belom selesai udah disuruh nyapres gimana bisa dipercaya dia, jujur aja gw bakal jadi skeptis sama dia. Jokowi gak ada bedanya dengan politikus-politikus lain yang haus kekuasaan dong? meski kelak Jokowi akan melakukan pembelaan dengan ngomong bahwa ini adalah hasil keputusan Dewan Partai, bla3x :capek:
Kurang serius apa lagi sih? Coba jelaskan dalam urusan jakarta apa jokowi tidak serius?
Artinya....kalo ada amanah yang dibebanin yo mbok dituntasin dulu jangan lantas ditinggalin... kelarin dulu semua yang udah dimulai... saat ini menurut gw dan rakyat Jakarta yang masih skeptis sama Jokowi, Jokowi harus membenahi Jakarta dan membuktikan kata-kata serta janji-janjinya seperti yang dia ucapin sebelum dia menjabat jadi gubernur DKI jakarta... kalo dia nurut, manut nyapres 2014 apa kata dunia??? :-/
Tau sendiri di negara ini setiap ganti pemimpin ganti kebijakan, proyek yang lagi jalan bisa-bisa berhenti trus diganti sama proyek yang lain lagi.. menurut versi si pemimpin yang saat itu menjabat...
Kalo jokowi jadi presiden, lalu dia ga bisa memegang amanah membangun/membenahi jakarta? Bukannya jadi lebih gampang tuh? Benturan2nya bisa diperkecil.
Yg membangun jakarta dulu itu kan sukarno. Bikin monas, bikin istiqlal, dlsbgnya.
Tau siapa yg cinta sama pendapat lu ndel? ARB, Prabowo, Megawati. Atau elu pencinta mereka..
Kalo bagi gw sih.. capek gw beli kucing dalam karung.
Ok sekarang stop bicara ttg jokowi lagi.
Kembali ke laptop.
Menurut gw yg bakal menang adalah PDIP, tapi Gerindra buat gw jg opsi menarik.
ndableg kayaknya perlu partai bernama jokowi ::hihi::
Iya, za. Gw juga capek berantem mulu sama ndableg dalem karung ::hihi::
Saatnya yang senior2 yang belum dapet giliran maju
Kalau pemilunya sekarang, pemenangnya antara Golkar dg PDIP. Tapi kalau sesuai jadwalnya nanti, ya belum pasti karena dinamikanya sangat tinggi. Tinggal tunggu aksi KPK, siapa yg akan ketiban sial oleh KPK.
kalau melihat tren sih, bakalan PAN (hatta rajasa) yang bakalan menang...
liat aja iklanyya... pake goyang... ::arg!::
Berita nih...:belajar:
Megawati dan Jokowi Penentu Peta Politik 2014
http://assets.kompas.com/data/photo/...is-780x390.JPG
Ternyata emang gak bisa jauh-jauh dari Jokowi ;)) *colek [MENTION=44]ndableg[/MENTION]Quote:
JAKARTA, KOMPAS.com - Figur Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menjadi penentu peta politik pada Pemilu 2014.
Bagi partai kompetitor PDI-P, cara paling rasional untuk memenangi pemilu adalah dengan mendorong PDI-P mengusung Megawati sebagai calon presiden. Setidaknya bila merujuk tren dukungan bagi para kandidat dan partai berdasarkan survei yang digelar Harian Kompas pada 2012 sampai 2013.
"(Karena) kesempatan bagi partai-partai lawan untuk bisa bergerak naik hanya terjadi jika Jokowi tidak dicalonkan oleh PDI-P," menjadi salah satu kesimpulan dari survei tersebut. Dengan situasi tersebut, saat ini menjadi hari-hari adu jitu strategi di antara partai politik papan atas peserta Pemilu 2014.
Kajian Litbang Kompas menyatakan bahwa saat ini ada tiga kepentingan yang akan saling tarik-ulur terkait strategi PDI-P dengan fenomena kehadiran figur Jokowi yang dilematis. Tiga sentrum kepentingan itu adalah lingkaran dalam PDI-P, masyarakat, dan lawan politik.
Seandainya sentrum pertama linier dengan masyarakat luas, kekuatan partai kemungkinan akan membesar. Bila sentrum pertama condong pada kepentingan ketiga, maka PDI-P akan dilihat gampang disetir lawan politik dan masyarakat akan mencari figur dari partai lain. Jika kemungkinan kedua yang terjadi, saat itulah kemungkinan munculnya sosok-sosok yang semula tak diperhitungkan atau diperkirakan di jagad politik.
Dilema Jokowi
Sampai saat ini PDI-P belum pernah memunculkan sinyal nyata akan mengusung Jokowi untuk Pemilu Presiden 2014. Di kalangan internal, sosok Megawati Soekarnoputri masih punya banyak pengikut setia meskipun survei terakhir memperkirakan sebagian kader yang semula memilih Megawati beralih ke Jokowi.
Bila Jokowi diusung PDI-P untuk Pemilu Presiden 2014, hampir pasti gerbong suara PDI-P akan penuh sesak. Tipis peluang bagi partai lain untuk menjaga perolehan suara yang didulang pelan-pelan sekarang, apalagi menambah suara lagi.
Tren elektabilitas Jokowi yang terus menanjak, adalah faktor yang akan sangat menguntungkan partai pengusungnya. Karenanya, tak pelak bila dikatakan tahun politik kali ini adalah uji strategi untuk PDI-P. Meskipun, tak tertutup kemungkinan masih ada strategi tersembunyi lain PDI-P selain faktor Jokowi.
Rangkaian survei yang digelar Harian Kompas menggunakan metode survei longitudinal, yakni memakai responden yang sama. Ketiga survei dilakukan secara tatap muka, dalam tiga periode waktu yang berbeda.
Survei periode utama yang hasilnya dilansir pada Desember 2012, dilakukan pada rentang 26 November 2012 sampai 11 Desember 2012. Periode kedua, 30 Mei 2013 sampai 14 Juni 2013, dan diumumkan pada Juni 2013. Sedangkan periode ketiga terlaksana pada 27 November 2013 sampai 11 Desember 2013, diumumkan hasilnya berturut-turut mulai Rabu (8/1/2014).
Melibatkan 1.380 sampai 1.400 responden dari 34 provinsi di Indonesia, survei menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen dan rentang kesalahan (margin of error) 2,6 persen dalam penarikan sampel acak sederhana.
Hasil survei selengkapnya dapat dibaca di harian Kompas edisi Kamis (9/1/2014).