Jadi inget kata-kata om satmata semalem....
"Orang mati tuh enak, lha buktinya mereka gak mau tuh idup lagi"
::ngakak2::
Printable View
Jadi inget kata-kata om satmata semalem....
"Orang mati tuh enak, lha buktinya mereka gak mau tuh idup lagi"
::ngakak2::
"Dari tanah Kami ciptakan kamu".
"Didalamnya pula Kami mengembalikanmu".
"Dari padanya Kami mengeluarkanmu sekali lagi".
Smga orang tua atau saudara2 yg menyayanginya, tabah mnghadapi musibah ini.
Dan smga kejadian yg sprti ini tdak trulang lgi di KM trkcuali bgi orang2 yg fasik.
Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji'uun.
sebenarnya bukan soal mati atau hidupnya. tapi caranya;prosesnya.
khusus untuk islam dan kristen (ga tau agama laen) bunuh diri itu dosa besar
Mbok ndak kasihan sama yang bunuh diri, justru "Yay.. another loser gone!"
Seperti seorang bapak yang tahun lalu loncat dari Story Bridge di kampung mbok. Kalau dia sendirian ndak masalah, mau mati ya silahken. Tapi dia bawa anaknya juga yang masih balita karena cerai dengan ibu si anak. Akhirnya bukan kasus suicide tapi murder karena dia membunuh anaknya sendiri. What a douchebag.
karena mereka butuh perhatian
kalo ikut membawa mati orang laen, ya jelas bukan bunuh diri lagi donk. itu bunuh diri yang sekalian membunuh orang laen :cengir:
seperti pembunuh2 masal laennya yang karena 'takut' mati sendiri, sekalian ngajak orang rame2 mati bersama, biarpun itu dilakukan tanpa konsensus :cengir:
gw ikut barisan ndugu, tp agak kepinggir dikit.
pernah terbesit keinginan itu, jaman" masih labil.
tapi makin kesini makin sadar trus jadi lebih memperhatikan masalah hidup dan mati.
kadang malah kepikiran, kapan ya gw mati, cuma penasaran doang ama apaaa... sih yg bakal terjadi setelah gw mati. ;D
tapi yah jangan pake cara bunuh diri, ga dibolehin soalnya.
tp klo misal, Tuhan tidak melarang bunuh diri, maybe, i would kill myself. setelah beresin semua keperluan di dunia ya. :mikir:
Kalo dia sakit dan dengan sadar menghentikan segala pengobatan dgn harapan biar cepet mati, termasuk bunuh diri gak?
technically, iya.
ini biasa disebut sebagai euthanasia pasif
makanya juga ada konsep pallative care atopun hospice
daripada mati2an menjalani pengobatan dan "menyengsarakan" diri untuk penyembuhan yang cuman berkesempatan sekian persen (katakan sakit yang cukup berat ya), opsi laen adalah dengan mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas sisa hidup. pilihan ini tentu tergantung pada keputusan pasien atopun keluarga.
secara tidak langsung, iya.
ini mirip sama kayak pertanyaan gw sama seseorang dulu.
kalo misal dalam suatu bencana alam, misal tsunami, melihat ombak begitu tinggi yg akan menghantam, kita sudah hampir pasti akan mati, apakah kita boleh berhenti berlari dengan harapan biar cepet mati?
jawabannya tidak.
kayak gini hitungannya bunuh diri, karena kita tidak mau memperjuangkan hidup kita, siapa yg tau setelah kita berlari sekian meter kita akhirnya selamat, siapa yg tau setelah kita minum obat hari ini trus besok kita sehat.
anggap aja berjudi, taruhannya hidup dan mati, kalo misal ga hoki ya ga masalah, toh ujungnya mati juga, sapa tau juga bisa dapet bonus karena masih berusaha di ujung maut. ::hihi::
Wallahu' alam