udah diitung belum kerugiannya berapa? dan gimana nasib TKI2 itu?
Printable View
udah diitung belum kerugiannya berapa? dan gimana nasib TKI2 itu?
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/new...ra-dikirim.jpg
TKI ngamuk di Jeddah, Wamenkum HAM, polisi dan tentara dikirim
Pemerintah mengirim sejumlah pegawai Kementerian Luar Negeri ke Jeddah, Arab Saudi. Nantinya,
mereka akan diperbantukan untuk mengurus sejumlah dokumen Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
"Hari ini sudah berangkat 20 orang dari Kemenlu, tambahan tenaga ke KBRI plus satu orang dari
imigrasi yang diperbantukan untuk menjalankan proses itu," kata Menko Polhukam Djoko Suyanto
di kantornya, Selasa (11/6).
Selain itu, kata Djoko, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana juga turut diberangkatkan
untuk memimpin langsung aktivitas di Jeddah. "Bantuan pengawalan 1 perwira TNI, dan 1 polisi dari
Mabes Polri," katanya.
Menurut Djoko, pada Selasa sampai Kamis loket dibuka khusus untuk pendaftaran, sedangkan Sabtu
sampai Senin merupakan pengambilan dokumen. Dengan adanya bantuan tenaga kerja, diharapkan
proses pengurusan dokumen lebih cepat.
"Hal ini biar tidak mencampur antara yang mengambil dan mendaftar," katanya.
Djoko meminta agar para tenaga kerja tidak mudah terprovokasi dengan kabar-kabar yang menyesatkan.
"Masih cukup waktu jika mereka sabar karena petugasnya juga telah ditambah dan waktu masih panjang,"
tandasnya. Seperti diketahui, ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengamuk di Gedung Kantor Konsulat
Jenderal RI (KJRI) di Jeddah yang terletak di Jalan Al Rehab Distrik. Mereka membakar karena sudah antre
lama tidak terlayani dengan baik.
Kebanyakan para TKI ini ingin mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk mendapatkan amnesti
atau pemutihan. Surat itu dibutuhkan untuk membuat paspor atau izin tinggal. "Kemarin itu hari Minggu terjadi
lonjakan minta pelayanan mencapai 12 ribu orang dan akibatnya terjadi suasana tidak tertib," kata Juru Bicara
Kemlu Michael Tene kepada merdeka.com, Senin (10/6).
---------- Post Merged at 08:17 PM ----------
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/new...jri-jeddah.jpg
DPR nilai Muhaimin bohong soal penyebab TKI tewas di KJRI Jeddah
Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning menyindir pernyataan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar,
terkait meninggalnya seorang TKI asal Madura, Marwah binti Hasan saat kerusuhan di KJRI Jeddah Arab Saudi beberapa waktu lalu.
Ribka berpendapat, meninggalnya Marwah diduga kuat karena diinjak-injak, bukan karena sakit, seperti yang diungkapkan Cak Imin,
sapaan akrab Muhaimin Iskandar. "Sakit, kalau enggak diinjak-diinjak dulu ya enggak mati. Dehidrasi terus meninggal," kata Ribka di
Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (13/6).
Karena itu, Komisi IX DPR memanggil Cak Imin bersama tiga menteri lainnya untuk membahas kerusuhan tersebut. Namun karena yang
datang cuma perwakilan saja, akhirnya rapat diundur pekan depan. "Kalau Muhaimin doang enggak pantas. Perlu Menlu dan Menkumham,"
terangnya.
Sebelumnya, TKI yang berada di Jeddah, Arab Saudi, mengamuk. Mereka membakar Kantor KJRI di Jeddah yang terletak di Jalan Al Rehab
Distrik pada Minggu 9 Juni 2013. Mereka emosi lantaran telah antre sejak lama namun belum terlayani. Mayoritas TKI bermasalah ini sedang
mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk mendapatkan amnesti atau pemutihan.
Surat itu dibutuhkan untuk membuat paspor atau izin tinggal. Akibat kejadian itu, Marwah binti Hasan, seorang TKI asal Madura dilaporkan
meninggal dunia. Bahkan hingga kini kembali dikabarkan satu TKI lagi meninggal. sambel