kemaren semaleman dibahas di elshinta, perlu ga anggota dewan (yang ga) terhormat, browsing di ruang (kayak) sidang?
kalo didengerin bisa bikin 'panas' kupingnya (tikus tikus) DPR tuh :))
Printable View
kemaren semaleman dibahas di elshinta, perlu ga anggota dewan (yang ga) terhormat, browsing di ruang (kayak) sidang?
kalo didengerin bisa bikin 'panas' kupingnya (tikus tikus) DPR tuh :))
Standar gandaaaa!!!
Pendapat ahli hukum (Anggara Suwahju dan Rudi Satriyo)
http://fokus.vivanews.com/news/read/...duh-pornografi
Dan tebak apa kata Menkominfo yang dari partai yang sama?Quote:
Pengamat hukum telematika, Anggara Suwahju, melihat Arifinto berpotensi terjerat UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Dalam UU ITE itu tidak disebut mengakses di ruang publik. Pelaku bisa terjerat pasal 27 UU ITE," kata Anggara yang juga merupakan seorang blogger dan senior associate pada Institute for Criminal Justice Refom (ICJR). "Kalau pakai KUHP itu membutuhkan ruang publik. Sedangkan ini komunikasi pribadi. Tapi, dalam UU ITE ini lebih rentan."
Pasal 27 itu berbunyi, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan."
Jadi, Anggara mengingatkan, "Terlepas dia tahu pengirimnya atau tidak, sengaja atau tidak, dalam pasal 27 ayat (1) kata-kata 'dapat diakses' itu sangat normatif."
Pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Rudi Satriyo, sependapat dengan Anggara. Menurut dia, tindakan politisi PKS itu bisa dikenakan pidana. "Bisa, kan ada bukti fotonya," kata Rudi kepada VIVAnews.
Menurut Rudi, Arifinto bisa dijerat larangan mengunduh konten pornografi dalam UU ITE.
Maka itu, Anggara menilai kasus Arifinto ini bisa menjadi peringatan bagi para pembuat undang-undang.
http://politik.vivanews.com/news/rea...o-bebas-uu-ite
Quote:
Menkominfo Tifatul Sembiring menyatakan, mengunduh konten porno tidak bisa dikenai sanksi. Ini sesuai dengan pasal aturan dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Kalau secara hukum berdasarkan UU ITE, pihak yang bersalah adalah orang yang mendistribusikan atau mentrasmisikan konten porno. Sementara orang yang mengunduh konten terkait tidak," kata Tifatul saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 9 April 2011.
Pengamat Prediksi Suara PKS Akan Turun
SABTU, 09 APRIL 2011 | 10:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengamat Politik Universitas Indonesia Arbi Sanit memprediksi target suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 10 persen pada Pemilihan Umum 2014 akan sulit dipenuhi. Hal ini setelah PKS digoyang dengan sejumlah kasus soal kebobrokan elit. "Ini membuka mata publik, PKS yang dianggap lebih baik sama saja dengan tingkah laku partai yang lain," kata Arbi melalui sambungan telepon, Sabtu (9/4).
Sebelumnya, seorang anggota Dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Arifinto, tertangkap kamera sedang menonton video porno saat rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat, Jumat (8/4).
Selain kasus itu, PKS juga sempat digoyang dengan isu petinggi PKS yang diduga telah menggelapkan dana kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2007. Hal ini dilaporkan bekas Ketua Majelis Syariah PKS, Yusuf Supendi ke Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat dan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Menurut Arbi, keburukan PKS ini memang masih sebatas laporan dan dugaan namun diyakininya akan meruntuhkan kepercayaan simpatisannya. Padahal, PKS dikenal sebagai partai moral dan mendidik kadernya sesuai Islam. "Yang terjadi kini sangat kontras dengan ideologinya," ujarnya. Perilaku yang buruk ini, kata dia, tentu akan menjatuhkan tokoh intelektual di dalam partai itu.
Pada pemilu 2009, PKS berhasil menempati posisi urutan 4 suara terbanyak dengan 8 persen suara. Arbi memprediksi suara yang akan diraih pada pemilu 2014 tidak akan lebih dari perolehan 2009 bahkan bisa jatuh seperti halnya partai Islam lainnya. Ia menduga bahwa para simpatisan juga akan berpindah partai dan perpindahannya ke partai sekuler. "Mereka akan pindah ke Partai Demokrat, Golkar atau PDIP, tidak ke partai Islam," katanya.
Ia memprediksi partai Islam pada pemilihan 2014 akan semakin terpuruk. Hal ini dengan adanya budaya di partai Islam yang saling menjatuhkan di tingkat elit. Pada 1999, kata Arbi, Partai Islam bisa berjaya, namun semenjak kisruh Amien Rais yang menjatuhkan Gusdur maka ini menjadi realitas di partai Islam.
EKO ARI WIBOWO
naudzubillah min dzalik
keterlaluan banget sih, sok mengelaknya itu juga norak.
yang jelas dia ngapain lagi rapat buka2 begonoan, tiap rapat sebentar gitu dapet duit jutaan dipake maen2.
ngakunya liat email.. mana mungkin..
coba tuh tabletnya dikasih ke penyidik digital forensic, pasti ketauan boong nya
btw, paktip berpantun porno ga ya ?
http://media.kompasiana.com/new-medi...ajalah-sabili/
Arifinto Pembina Majalah Sabili
REP | 08 April 2011 | 18:54 18 2 Nihil
Arifinto, anggota DPR Komisi V dari Fraksi PKS yang kedapatan sedang mengakses konten pornografi saat sidang paripurna berlangsung Jumat (8/4/2011) disebut-sebut adalah juga pembina sebuah majalah dengan konten-konten islami, Sabili.
Sabili adalah satu dari sediki majalah di Indonesia yang pada awal tahun 1980-an hanya beredar pada kalangan terbatas, hingga akhirnya terbit bagi publik dan menyebarkan nilai-nilai idealisme berdasarkan Islam. Wikipedia mencatat, Sabili terutama memuat artikel-artikel tentang kondisi sosial masyarakat, politik, ditinjau dari kacamata Islam Sunni berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad Saw. Artikel-artikel Sabili sering menulis tentang apa yang mereka sebut sebagai gejala “Islamofobia” dan “Kristenisasi” yang semakin marak di Indonesia.
Arifinto, melalui profilnya diketahui sebagai salah satu pendiri Sabili.
Sabili sendiri pernah dianggap salah satu media yang paling bersyukur ketika Nazriel Irham alias Ariel divonis 3 tahun 6 bulan penjara akhir Januari lalu.
Di situs mikroblog Twitter, kabar Arifinto sebagai pengurus majalah Islami juga terus diperbincangkan, terkait tindakannya yang dinilai tidak pantas.
Salah satu pengguna dengan nama @syukronamin menulis: Ketahuilah wahai akhi dan ukhti simpatisan #PKS. Bhw, Ust. Arifinto merupakan salah satu dewan pendiri Majalah Sabili.
Sontak saja berita ini diperbincangkan semakin ramai. Publik heran, mengapa Arifinto mengaku tidak sengaja menonton konten porno di perangkat sentuh miliknya itu, padahal dalam konferensi pers ia mengatakan sempat melihat beberapa detik.
Arifinto sedang apes. Menurut pengakuannya, ia tak sengaja menonton film porno itu. Ia mendapati tautan asing di emailnya lalu ketika meng-klik ia menemukan gambar-gambar itu. Ia mengaku hanya melihat beberapa detik sebelum menghapusnya. Meski begitu, aksinya itu terekam kamera wartawan foto Media Indonesia, Muhammad Irfan yang akhirnya menyebar dan menjadi topik utama berbagai media hingga Jumat malam. Badan Kehormatan DPR pun menyatakan akan menindak Arifinto setelah masa reses.
Inilah beban yang ditanggung PKS dan kadernya...mereka harus terima "dicaci" karena kejadian video porno itu dan dengan lapang dada untuk memperbaikinya. Mereka tidak bisa ngomel dengan kata konspirasi, jebakan dll...mereka sedang hidup di ladang politik, yang seharusnya mereka sadari dari awal adalah penuh intrik dan moment untuk saling menjatuhkan.
Terlepas dia nonton lama atau enggak, etis gak sih lagi paripurna buka2 sms, nelpon, internet dll? Itu saja kader PKS udah keliatan banget gak smart dan profesionalnya?
Buat yang berapi2 membela, lihatlah ini sebagai bahwa kader PKS pun politikus...mereka pun "melindungi diri" dengan dalih untuk meloloskan diri mereka
PKS lagi apes nich..abis kemaren ribut ama bekas pendiri PK..sekarang malah lebih apes lagi...kesian bener...
Dapat foto di fesbuk, ini gambar dari fesbuk jadi kalau yang kantornya ngeblokir fesbuk, gambar ini mungkin gak bisa dilihat.
Spoiler for Foto asli ata rekayasa:
Di foto itu ditampilkan sang oknum sedang meramban (browsing) folder dan kemudian memilih salah satu dan mengeluarkan kain entah apa.
Nah, jujur saja aku meragukan keaslian fotonya. Terutama foto ke empat, artifak di pinggiran benda putih terlalu kasar, pinggirannya terlalu zigzag dan benda apakah itu? Tablet antara foto ketiga dan keempat juga tampak berbeda. Aku belum menemukan sumber aslinya.
Jadi, ada kemungkinan dia dijebak untuk menjatuhkan PKS ?
Apapun itu, makanya, kalau sidang, itu gadget dimatiin aja.
Orang kuliah aja hape dilarang diaktifkan, ini bahas negara
kok gak konsen
Gak.
Pembelaannya dia meragukan. Katanya buka link, tetapi ditanya ama wartawan dia gak mau memberikan tautannya.
Lagipula, emang sebodoh apa sih membuka tautan gak jelas?
Lagipula dari empat foto itu, aku cuma gak yakin foto ke empat (kanan bawah).
Ternyata kemudian ketahuan itu gambar diambil dari
foldernya.
Mungkin beneran deh, beliau ini udah lama gak jalan2/study banding
jadi bawaannya bosen di ruang sidang:))
Kalau saya pribadi, meski tak ada larangan on-kan hape,
saya pasti mematikan di tempat2 dimana saya tidak ingin
diganggu ponsel dan untuk menghargai orang yang berbicara
di depan saya
Dulu, setiap kuliah, kalaupun ponsel tak saya matikan,
saya silent-kan dan saya tak menggubris apapun yang
masuk'
Begitu juga kalau lagi ngehadirin misalnya akad nikah
orang dan semacamnya...
Tapi gak tau seh kalau saya jadi anggota dewan..
mana tau juga saya buka2 kopimaya..hahahah
benar itu nonton bokep di paripuna, wong yang di blok (tidak diperbolehkan) itu cuma internet & blackberry, belum di ipad (ios), android, atau bada (kl pakai samsung galaxy pad) :D
hufh.. Sebenernya dpr itu masih ada fungsinya gak sih secara real?
sebenernya yang dipermaslahkan karena dia nonton bokepnya atau pas sidangnya?
Jangan2 bakal muncul argumen, kalau nonton ya mbok jangan pas sidang...pas bukan jam kerja, kerja ya kerja....
wakil rakyat pas jam kerja aja begini gimana rakyatnya :run:
wakil rakyat gak berotak
mengkhianati amanah konstituennya
jadi = pengkhianat bangsa
dasar ........................... b-(