Review gw buat THOR:
Megah, epik, dan indah. Itu kata-kata yang terlintak ketika mata mulai di manjakan oleh visualisasi Asgard, dunia para dewa. Perasaaan seperti inilah yang dicari setiap kali menyaksikan film fantasi, terlebih kalau menyinggung mitologi dewa kuno. THOR, sebuah film yang diangkat dari komik keluaran Marvel yang menceritakan tentang Thor, seorang dewa arogan dan sombong putra Odin. Karena perbuatannya yang melanggar titah sang ayah yang juga adalah raja Asgard, Thor di lempar kebumi tanpa kekuatan dewanya, bertahan sebagi manusia dan diharapkan bisa belajar dari kesalahannya.
Terdengar klise memang, tapi tetap saja film ini menarik untuk disaksikan. Selain visualisasi Asgard yang memanjakan mata, juga karena film ini memang dipersiapkan sebagai hiburan aksi. Ringan dan tidak perlu dianggap terlalu serius. Bisa dibilang THOR berhasil memenuhi ekspektasi akan sebuah hiburan penuh aksi dan efek spesial yang memukau.
Seperti film-film produksi Marvel Studios lainnya, THOR juga mengghadirkan cameo dan beberapa referensi yang saling berhubungan antara film satu dengan lainnya, sebuah strategi Marvel Studios dalam mempersiapkan proyek besar mereka; The Avengers tahun 2012 nanti.
Mau tidak mau THOR merupakan penyegaran untuk film-film berjenis mitologi. Kita sudah terlalu sering menyaksikan film-film mitologi dewa Yunani. Dengan hadirnya THOR, kita dikenalkan pada mitologi Norse yang memang jarang sekali diangkat sebagai tema film walaupun ada beberapa.
Catatan khusus, jangan beranjak dari kursi anda saat film selesai karena setelah credit, ada sebuah adegan rahasia khas Marvel Studios.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)