NH blak2an dia gak mau di intervensi dan di obok2 siapapun palagi diancam2....masih bersikeras tidak akan mundur .... huahahha ....
Printable View
NH blak2an dia gak mau di intervensi dan di obok2 siapapun palagi diancam2....masih bersikeras tidak akan mundur .... huahahha ....
ekekekekekekek...
hal yang bodoh dari kepengurusan PSSI adalah ketika mereka mengundang peserta kongres ke Pekanbaru. Ternyata pas hari H dibatalkan, konyolnya lagi pembatalan dilakukan di tempat lain bukan di gedung pelaksanaan kongres.
Kasian undangan, udah diundang jauh-jauh dateng malah ditinggal panitianya :mrgreen:
ha? masih mau bertahan aja si NH? ckckckck luar biasah
PSSI adalah lahan basah Bu.. Dan konon katanya dilinduni oleh *FIFA* <---- dengan pemlintiran pernyataan FIFA.. =))
lama2 si NH bikin Partai PSSI
^ tepatnya, PSSI dimerger jd PG :P
nurdin dah koit :mrgreen:
Quote:
Riwayat Nurdin Halid Tamat
http://bola.liputan6.com/international/201104/327847/riwayat_nurdin_halid_tamat
Liputan6.com, Zurich: FIFA akhirnya terpanggil mengatasi kisruh PSSI. Komite Darurat FIFA mengambil sikap turun tangan langsung dalam proses rekonsiliasi agar roda sepakbola nasional bisa kembali ke jalur yang benar.
Komite Normalisasi dibentuk untuk menggantikan Komite Eksekutif PSSI. Komite Normalisasi juga bertindak selaku Komite Pemilihan yang akan mengorganisir pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 (Baca: Soal Kisruh PSSI, FIFA Bentuk Komite Normalisasi). Kebijakan ini didasari estimasi bahwa Nurdin Halid, Ketum PSSI saat ini, dianggap tidak cakap dalam memimpin.
Komite Darurat FIFA menganggap Nurdin tidak mampu mengontrol persepakbolaan Tanah Air. Estimasi itu didasari ketidakmampuan Nurdin merangkul Liga Primer Indonesia (LPI) atau bila perlu membubarkannya karena tidak di bawah persetujuan PSSI.
FIFA juga menemukan fakta Nurdin serta Sekretaris Jenderal Nugraha Besoes tidak mampu mengejewantahkan Electoral Code Standar FIFA dalam menggelar kongres pembentukan Komite Pemilihan yang nantinya akan menggodok calon Ketum PSSI 2011-2015. Seperti diketahui, Nugraha telah dianggap berbohong oleh FIFA dengan mengatakan induk asosiasi sepakbola internasional itu meminta kongres PSSI di Pekanbaru pada 26 Maret lalu dibatalkan.
Atas dasar laporan delegasi FIFA yang diutus ke Pekanbaru, Riau, dan mempelajari fakta-fakta lain, Komite Darurat FIFA mengambil kesimpulan: Ketum PSSI (Nurdin) telah kehilangan kredibilitas di mata publik nasional dan tidak lagi memiliki posisi legal dalam mengawal proses mengatasi krisis yang tengah menimpa persepakbolaan Indonesia.
Dengan demikian, keputusan FIFA ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Akhir bulan lalu Menegpora Andi Alfian Mallarangeng mengambil sikap tidak mengakui kepengurusan PSSI di bawah Nurdin Halid (Baca: Pemerintah Tak Akui Kepengurusan PSSI).(DIM/Fifa.com)
ngomong2, Arema lagi main lawan Shandong Luneng tuh, di Kanjuruhan, smenetara ketinggalan 0-1 :|
Ah... Maloe-maloein dech, sampay viva sendyry jang haroes toeroen tangan.
*ketularan edjaan nih*
NH malah PTUN-kan Menpora..
Bener2 gak ada matinya neh manusia..
Nyali Kawat, Malu Besi
Bener-bener deh.
Ternyata emang ada manusia yang seperti ini. *geleng geleng*
Semangat pantang menyerahnya NH emang patut dicontoh.
He he he...
*ditabokin orang sekampung*
tuh kan bener die kayak bajaj
ortunya klo masih hidup malu kgk ya liat kelakuan anaknya :roll:
Nugraha Besoes Mundur
SENIN, 11 APRIL 2011 | 19:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Nugraha Besoes mundur dari jabatan Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Senin (11/4). Posisi yang ditinggalkannya digantikan oleh CEO Badan Liga Indonesia, Joko Driyono.
"Hari ini saya menandatangani surat keputusan non aktif Nugraha Besoes berdasarkan surat pengunduran diri beliau. Dan mengangkat Joko Driyono sebagai acting Sekjen PSSI," kata Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar di kantor PSSI.
Agum juga menunjuk Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga, Johar Arifin, sebagai wakil Sekretaris Jenderal PSSI. Wakil Ketua Badan Pelaksana Program Indonesia Emas (Prima) tersebut membantu pekerjaan Joko.
Nugraha Besoes menjabat Sekretaris Jenderal PSSI selama lima periode. Dua periode ketika PSSI dipimpinan Kardono (1983-1991), sekali ketiga masa Azwar Anas (1991-1999), dan dua periode bersama Nurdin Halid (sejak 2003).
"Kita harus menghargai, selama ini beliau sudah bekerja keras," kata mantan Ketua Umum PSSI 1999-2003 ini. Agum menilai selama berada di bawah kendali Nugraha, kinerja sekretariatan berjalan lancar. "Mari kita lihat jasa-jasa itu," ujarnya.
Agum menegaskan bahwa Komite Normalisasi tidak memecat Nugraha. “Komite Normalisasi tidak berwenang memecat orang,” katanya. Agum mengantarkan Nugraha keluar dari kantor PSSI menuju mobilnya, menjelang waktu salat magrib.
Nugraha masih menyempatkan diri menyalami sejumlah awak media yang menyambanginya. Tidak seperti biasanya, pria yang Juli nanti genap berusia 60 tahun ini enggan banyak kometar.
“Semua sudah selesai. Yang terpenting demi kemajuan sepak bola Indonesia,” kata Nugraha. Direktur Media PSSI, Barry Sihotang, mengatakan pengunduran diri Nugraha karena terpaksa. “Dipaksa mundur,” katanya.
RINA WIDIASTUTI
_____________________________________
yes. satu hama udah ilang ::elaugh::
hore horeeeeeeeeeeeeee.....
syukur dah nyadar juga akhirnya :mrgreen: