Ane mo komentarin tulisannya Steven Reiss, yg diacu oleh Nowitzki di sini:
http://www.psychologytoday.com/blog/...-is-wrong-each
Di link tsb, seperti ditulis Nowitzki, Reiss membedakan ateis menjadi dua macam. Tipe-1 adalah yg menolak keberadaan pencipta alam semesta (tuhan) dan tipe-2 adalah yg menolak spiritualitas. Menariknya (buat ane, lucunya), Reiss mengklasifikasikan ateis seperti itu supaya bisa disangkalnya sendiri. Ini seperti AsLan (sorry) mendefinisikan teori evolusi sedemikian rupa supaya bisa disangkalnya sendiri.
Reiss menyempitkan tipe-1 sebagai penolak tuhan yg tersusun dari materi yg sama dgn ciptaannya. Dgn kata lain, Reiss memasukkan tipe-1 ini (Dawkins contohnya) sbg penolak negeri dongeng. "Jelas saja negeri di atas awan tidak ada, lah itu kan cuman dongeng pengantar anak tidur," demikian kira2 yg dimaksud Reiss dgn tipe-1. Jadi Reiss menempatkan tipe-1 sbg ateis yg menolak hal yg memang tidak ada. Reiss pun sepertinya setuju bahwa tuhan materi memang tidak ada. Bersamaan dgn itu Reiss (dgn mengutip Karen Armstrong) mengalihkan bahwa tuhan yg dimaksud dlm ajaran2 agama bukanlah tuhan materi, melainkan tuhan nonmateri.
Tipe-2, menurut Reiss, melihat manusia hanyalah sebuah robot. Tapi pada kenyataannya, manusia mengenal spiritualitas, maka dari itu tipe-2 juga salah karena dlm dunia robot tidak ada spiritualitas.
Menurut ane, ateis adalah mereka yg melihat alam semesta ini sbg materi yg berevolusi. Karena itu tidak dibutuhkan pencipta (tuhan). Juga manusia pada esensinya adalah materi yg berevolusi. Kalau sekedar materi statis saja, tidak akan ada imajinasi. Tetapi materi yg berevolusi yg memberikan imajinasi pada manusia.
:))