Quote:
Originally Posted by
purba
Halagh.. biologi molekuler yg mana? Politikus? Kreasionis? Bosen ah.. ::ngakak2::
Bisa gak lu ngasih satu link saja dari jurnal ilmiah (bukan politikus, bukan kreasionis) ttg tidak adanya information-gaining mutation? Gw udeh ngubek2, gak ada tuh... Mungkin lu bisa bantu?
Seorang Ahli Evolusi bernama Dr. Richard Lewontin (silahkan di google) pernah mencoba menghitung kemungkinan kebenaran Teori Evolusi menggunakan Mutasi-Natural Selection sebagai Engine nya, dan dia menjawab dengan jujur bahwa hasilnya adalah imposible.
Lalu mengapa dia masih tetap bekerja sebagai pendukung Evolusi, dia menjawab dengan jujur juga :)) :
Quote:
Population geneticist Richard Lewontin gave a talk here at UMass Amherst about six years ago, and he mathematized all of it—changes in the population, random mutation, sexual selection, cost and benefit.
At the end of his talk he said, “You know, we’ve tried to test these ideas in the field and the lab, and there are really no measurements that match the quantities I’ve told you about.”
This just appalled me.
So I (Dr Georgia Lurdom) said, “Richard Lewontin, you are a great lecturer to have the courage to say it’s gotten you nowhere. But then why do you continue to do this work?”
And he looked around and said, “It’s the only thing I know how to do, and if I don’t do it I won’t get my grant money.”
So he’s an honest man, and that’s an honest answer.
Quote:
Mo super duper kuper irreducible complex kek, apa kek, masa bodo lah, cuman istilah doang.
Istilah doang gundulmu :))
Nih gw kasi contoh,
Ada perangkap tikus model jepitan...
Untuk bisa bekerja, Perangkap ini butuh 5 komponen yg harus ada dan terhubung dengan baik yaitu papan dasar, batang kawat penjepit, per, kunci pemicu dan kait umpan.
Kalau secara evolusi ke 5 bagian ini muncul satu per satu, maka dalam tubuh mahluk hidup akan banyak "benda2" tak berguna, yang nantinya akan menjadi berguna setelah bekerja sama dengan bagian lain.
Ada kontra logika disini :
1. Kalau bagian tubuh terjadi secara berangsur2 maka organisme tidak bisa hidup karena kehidupan membutuhkan komponen2 itu secara bersamaan dan bekerja dengan baik.
Coba saja jantung lu muncul duluan, trus arterinya baru muncul 5 milyar tahun kemudian, selama 5 milyar tahun itu jantung lu mau buat apa ? lu mau idup pake apaan ? :))
2. Kontra logika yg kedua, bagian tubuh yg tak berguna biasanya takkan bertahan lama dan akan segera hilang dari tubuh organisme, maka suatu sistim tidak bisa terjadi secara berangsur karena bila muncul 1 bagian yg tak berguna maka tak lama kemudian bagian itu akan hilang setelah beberapa generasi.
Maka Irreducible Complexity adalah hukum yg penting dalam biologi.
Quote:
Siapa yg ngatur? Kagak ada. Semuanya itu hasil evolusi dari mata yg paling sederhana yg paling tua sampe mata yg paling kompleks yg paling muda.
ngaco, kao lu percaya begitu berarti besok2 mata manusia bakal jadi apaan ? kan masih terus berevolusi, besok2 mata manusia bisa liat tembus pandang ya supaya bisa ngintipin cewek :))
Berarti banyak manusia yg matanya numbuh daging2 aneh yg kita belum tau fungsinya, tunggu 700 juta milyar tahun lagi baru manusia bisa ngintip cewek pake mata sinar x -_-
Link2 tentang pertumbuhan perlahan dari satu species menjadi species lain itu cuma cerita dongeng, gak pernah terjadi di laboratorium ada virus bisa jadi bakteri atau bakteri jadi kumbang.
Quote:
Di link wiki jelas itu semua. Link wiki memang bukan link jurnal ilmiah, tapi mereka yg menulis di situ harus membubuhkan referensi. Nah, referensi itu yg bisa lu lacak lebih lanjut.
iya setelah dilacak lebih jauh ternyata ujung2nya buku dongeng, ada orang menghayal tanpa bukti2 empiris.
Quote:
Fungsi dari semua mata (mulai dari yg sederhana sampe yg kompleks) adalah utk mendeteksi cahaya. Itu intinya. Jadi kagak ada tuh yg namanya irreducible complex.
Kalo lu percaya ada mata sederhana ada mata kompleks, kenapa lu yakin bahwa arah perkembangan mahluk hidup berasal dari yg sederhana menjadi yg kompleks ?
Emang siapa yg ngatur begitu ? Tuhan ? :))
Quote:
Gak usah glaukoma, kelilipan pasir aja juga udah sakit tuh mata.
Perancang t.o.l.o.l namanya.. ::ngakak2::
kalo memang lu lebih pinter dari si perancang itu coba deh lu rombak mata lu supaya lebih canggih, coba diubah2 posisi retina atau lensanya dibolak balik siapa tahu bisa lebih bagus :))
Quote:
Kayaknya lu masalah banget dgn kata random? Emangnya lu paham, apa itu random? Lihat postingan2 gw sebelumnya ttg random dan spontan yg kagak lu jawab2. Trus udah gw kasih link ttg simulasi terbentuknya sistem kompleks dari yg sederhana dgn hanya mengandalkan interaksi elektrostatis.
gw gak ada masalah dengan random, gw cuma mau setia sama bukti2 yg ada di lab.
Kalo lu bisa ngasi bukti bahwa ada pasir besi yg bisa kelihatan cakep dan beraturan karena medan magnet, ya gw percaya, itu bukti nyata di laboratorium.
Tapi kalo lu ngasi hipotesa bahwa mata kompleks bisa terjadi dari evolusi mata sederhana, ya gw gak percaya soalnya itu gak ada bukti lab nya.
gampang kan.
Quote:
Kuncinya, utk menggagalkan teori evolusi, bukan dari biologi molekuler, melainkan dari informasi umur alam semesta. Teori evolusi, sesuai dgn namanya, membutuhkan waktu yg sangat panjang. Seandainya lu beserta gereja mampu menunjukkan bahwa umur alam semesta jauh lebih muda dari yg diketahui sekarang, maka terancamlah teori evolusi tsb. Nah, itulah yg namanya sains.
wkowkwowko... kan yg ngebantah Teori Evolusi itu Gw, ya gw lah yg nentuin mau bantah dari bagian mana, koq elu yg ngasi2 kunci, baek banget lo... :))