maap OOT dikit ya..
Terima kasih atas koreksinya.. ::maap::
saya sendiri nggak tahu kalo pak Taufik Ismail pernah mengeluarkan statement seperti itu. Sebenernya kata itu murni saya ambil dari bukunya Ayu Utami, Larung hal 77 :
1996. Cerita ini berawal dari selangkangan. Selangkangan teman-temanku sendiri: Yasmin dan Saman, Laila dan Sihar.
Saya suka buku Saman dan Larung, meski harus diakui memang banyak kata2 vulgar di sana. Untuk Djenar, saya sangat setuju dengan Pak Taufik Ismail. Saya punya bukunya yang pertama (Mereka Bilang Saya Monyet), pada awalnya saya suka, karena saya pikir gaya penulisan dia lain dari yang lain, tapi setelah dibaca sampai selesai, buku tsb memang kebanyakan menceritakan tentang persetubuhan dengan kata2 yang vulgar dan ironisnya sebagai penulis wanita, dia malah terkesan merendahkan kaum wanita itu sendiri. Untuk buku yang kedua saya sempat baca sedikit di gramedia, dan saya berkesimpulan gak jauh beda dengan buku yang pertama, saya nggak jadi beli... ;D
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)
