^ itu seh spidermen
Printable View
^ itu seh spidermen
Bandingin dengan emas bisa sih. Pada masa itu, kalo beras segitu ditukar emas berapa. Nah baru di-konversi ke rupiah.
kalo bener kata TS, hebat neh orang dulu, tingkat kesejahteraannya lebih bagus dari orang jaman sekarang
^
masa sih? Jaman dulu hiburannya apa?
paling cuman bikin anak
;D
ya jelas gak masup akalahQuote:
Originally Posted by Aslan
gaji perbulan kale….
secara common sense, gaji/upah tetap tuh sutandarnya perbulan.
Lah.. terus apa bedanya budak jaman dulu ama jaman sekarang?
emank zaman sekarang masih ada budak??? sekarang paling banter diubah nama jadi pembantu, buruh atau pegawai kali ya???
^ bukan budak2 semua di suaka kan diujung kulon yah om?
budak bercula satu ya zu ;D
btw di jawa barat dsk masih banyak budak tuh, banyak banget malah
orang2 tua memelihara budak tapi ngga ditangkep sama aparat.
Spoiler for budak:
Kalo udah tua biasanya orang jadi budak. Jadi kalo diajak ngobrol suka harus diulang-ulang.
Mungkin definisi kata budak itu yang perlu lebih diperjelas. Selama ini kalau mendengan kata budak kita selalu membayangkan perbudakan masa lalu di Timur Tengah atau Amerika. Budak di sana memang dianggap sebagai properti sebagaimana hewan ternak sehingga memang tidak perlu dibayar untuk jerih payahnya. Tapi pengertian budak sendiri tidak persis sama untuk semua tempat. Banyak sekali istilah yang bisa diterjemahkan dengan kata budak namun tidak mempunyai arti yang persis antara satu tempat dengan tempat yang lain. Hal seperti ini lazim terjadi dalam penerjemahan sehingga biasanya diperlukan kata-kata atau kalimat tambahan yang menjelaskan perbedaan tersebut.
Mengenai kata budak sendiri, artinya tidak persis sama dengan slave yang ada di Amerika, atau dengan entah kata apa yang dipakai di Timur Tengah sana. Karena kita banyak mendengar cerita tentang perbudakan di masa lalu yang terjadi di Amerika dan Timur Tengah, secara tidak sadar kita mengambil kesimpulan bahwa perbudakan yang terjadi di wilayah-wilayah lain adalah sama persis dengan perbudakan di Timur Tengah atau Amerika tersebut.
Contohnya bila ada cerita tentang budak pada masa dinasti Zhou di Cina, karena orang sudah punya konsep tentang perbudakan di Amerika dan Timur Tengah maka kemudian otomatis dia akan menganggap budak-budak di Cina juga diperlakukan persis seperti itu, misalnya tentang tidak adanya imbalan sama sekali untuk jerih payahnya. Sehingga terkejut ketika ketika kemudian misalnya disebutkan bahwa para budak itu menerima upah (walaupun minim).
Pengertian budak dalam Bahasa Melayu tidak sama persis dengan definisi Slave di Amerika. Namun sekali lagi karena kita terlanjur dicekoki dengan realitas perbudakan di masa lalu di Amerika dan tentu saja Timur Tengah, ketika kata tersebut diterjemahkan menjadi budak dalam Bahasa Indonesia, maka kita mungkin saja beranggapan bahwa budak di Jawa pada masa lalu juga diperlakukan seperti itu.
Mungkin kalau kita menggunakan istilah lain seperti Hamba Sahaya, penafsiran kita bisa berbeda. Karena dalam pikiran kita Hamba Sahaya berarti pembantu yang betul-betul mengabdi kepada kita. Padahal dalam Bahasa Melayu, setidaknya Bahasa Melayu pada masa Kesultanan Banten, Hamba Sahaya itu artinya sama saja dengan Budak. Jadi sama sekali tidak aneh kalau mereka juga mendapat upah.
nah itu harga beras murah banget jangan dikonversi pake harga sekarang lah slan...Quote:
Originally Posted by aslan
nah ini yang masih gw belom ngerti, emang buat ngebedain budak yang udah merdeka sama enggak apa? ada KTB (kartu tanda budak) sama KTBB (kartu tanda bukan budak) gitu? ::ungg::
sejak kapan spidermen jadi juragan beras? ;DQuote:
Originally Posted by uzur 7 rupa
itu mah budek alias bolot ;DQuote:
Originally Posted by Li