gon, trid gw dijadiin OOT lagi
malah bahas oral it
Printable View
gon, trid gw dijadiin OOT lagi
malah bahas oral it
tuh kan, beraninya cuma ngadu -_-
gogon masih perjaka kok, lg deket ama pegawai J-co
masa kuah dimakan, kuah itu diminum
ngakak baca thread ini, dari ujung ke ujung ga nyambung, mana isinya cowo semua lagi, serem
karena air gula itu membuat tidak haus lagi
sedangkan kuah masih tetap membuat haus
perlu....minum kuah aja ga menghilangkan hausQuote:
udah makan kuahnya, gak perlu beli minum
ga juga....seperti kata gogon, air ga dikasi apa2 juga bisa disebut minumanQuote:
kenapa klo air dikasih gula jadi minuman
klo air dikasih garam jadi makanan (kuah)?
teh tawar juga bisa disebut minuman....padahal ga ada gulanya
kalau Nudel, sekarang siapa targetnya? the man in the mirror? :ninja:
kalau sop buah gimana tuh?
masih tetep minum juga abis makan sop buah?
^^^
sop buah bukannya minuman ya? atau kalo lu lagi jalan2 ke china, buburnya kalo gw bilang mah kayak kuah kaldu gitu kaga keliatan berasnya, makannya mesti diminum gitu?
ergghh kita lagi ngebahas apa sih?::arg!::::arg!::::hihi::::hihi::
kuah kan gurih, ya mana bisa bikin tidak hausQuote:
ini, ini, ini maksud gw
kenapa begitu?
garam dan kehausan dihubungkan dg eletrolit Mon (senyawa bermuatan listrik yg dihasilkan senyawa garam yg dilarutkan).
di pelajaran P3K pas PMR, diterangkan kalo dehidrasi/kekurangan cairan (biasanya diekspresikan berupa rasa haus) ada 3 jenis: dehidrasi isotonik (dehidrasi karena kurang air dan zat2 elektrolit), dehidrasi hipertonik (dehidrasi karena air lebih banyak drpd elektrolit), dan dehidrasi hipotonik (larutan elektrolit ebih banyak drpd air)
jika banyak mengkonsumsi makanan/minuman yg gurih/asin, artinya banyak asupan garam yg dikonsumsi. banyaknya garam yg dikonsumsi akan diuraikan menjadi senyawa anion dan kation (larutan elektrolit). cairan elektrolit bertambah drastis drpd yg ditolerir tubuh. Cairan tubuh tidak cukup untuk melarutkan penambahan zat yg mendadak ini. Singkatnya, tubuh mengalami dehidrasi hipotonik. Reaksi tubuh ada 2:
1. berusaha mengeluarkan kelebihan elektrolit ini dengan cara kencing (para pelaut yg hanyut di tengah laut dilarang minum air laut. karena alih-alih menghapus dahaga, kandungan garam yg tinggi menyebabkan tubuh menolak air laut, semakin banyak minum air laut, mereka bakal jauh lebih sering kencing. dehidrasi makin parah. bunuh diri makin cepat)
2. berusaha menambah terus jumlah air untuk menetralkan elektrolit yg ada dengan cara haus. semakin banyak garam yg dikonsumsi, otak akan memerintahkan untuk semakin haus agar diharapkan banyak air untuk melarutkan cairan elektrolit tadi.
jadi, jika banyak mengkonsumsi makanan/minuman yg kadar garamnya cukup tinggi (gurih atau asin), otak secara otomatis memerintahkan tubuh untuk haus agar bisa menetralkan cairan elektrolit tadi. jika cairan elektrolit terlalu tinggi sangat berbahaya. tak hanya bagi ginjal, tapi juga dapat mengganggu secara drastis kerja sel tubuh. sel-sel otak sangat sensitif dg kadar garam.
sebaliknya, jika minum yg manis (mengandung gula), gula yg dilarutkan gak menghasilkan anion/kation (percobaan SMA terkenal adalah kawat yg dihubungkan baterai, lampu kecil, lalu dicelupkan ke lautan garam, akan nyala sedangkan jika dicelupkan ke larutan gula gak akan nyala). Karenanya, minum cairan manis tidak menyebabkan rasa haus dibandingkan dg yg asin (kecuali perasaan gak nyaman di mulut yg ingin dinetralkan dg air tawar).
Sebenarnya saya ingin nulis hal beginian sejak kemarin, Mon. cuman saya lg di travel. keburu tidur. biar fit pas kopdar ;))
dan seharusnya mona lebih ngerti ini dari pada rumus ::doh::