TS nya gimana ? sepertinya sudah tercerahkan ya ? sudah dapat jawaban sholat yg bisa mencegah perbuatan keji dan munkar blon ?
kalo udah, di gembok aja deh
::ngakak2::
Printable View
TS nya gimana ? sepertinya sudah tercerahkan ya ? sudah dapat jawaban sholat yg bisa mencegah perbuatan keji dan munkar blon ?
kalo udah, di gembok aja deh
::ngakak2::
ya krn mindset ente sudah terpatri bhw
tiap kalimat sholaa di quran dimaknai = sembahyang
atau dlm istilahnya purba ritual tunggang - tungging.
Jadi akan sangat aneh bila ada yng memaknai sholaa
atau lengkapnya aqimisholaa sbg pemenuhan komitmen/janji.
pdhl klo dihubungkan dng dalil sebab akibat
ente jg repot menjawab pertanyaan kritis yng
dilontarkan oleh orang semacam purba kan? :D
Jelas aneh lah, karena pemahaman tsb keluar dari kaidah bahasa yang ma'ruf.
Gak ada yang repot, bahkan sudah terjawab di topik sejenis, hanya sayang anda tidak mau menerimanya. itu saja, dan memilih mengkhayal dengan jawaban di atas.Quote:
Originally Posted by pasingsingan
but, itu sudah tabi'at ente, dari dulu. ::bye::
@Asum:
neh inti pertanyaan purba
counter dimari, gw pengen tau apa argumen ente coba?
Quote:
Berarti sholat tidak otomatis mencegah perbuatan keji. Artinya ayat tsb bukan menunjukkan hubungan sebab akibat antara sholat dan tidak berbuat keji. Kalau begitu, apa gunanya sholat? Apakah sekedar kewajiban ritual saja yg efeknya akan dirasakan nanti setelah mati atau apa?
Quote:
Jadi sholat gak sebatas seperti kata Asum, melainkan juga melibatkan tingkah laku di luar sholat. Quran (ayat ??) pun menyatakan banyak yg sholat tetapi sia-sia karena sholatnya sebatas sholat seperti kata Asum.
Lo baca di topik terkait soal shalat. Males gua di topik begini mengulang2 yg sudah ada. klo gak jelas, tanya di topik sejenis.
beda thread beda perlakuannya kop
seperti kata danalingga dan ronggolawe, situasional atawa tergantung kondisi
::ngakak2::
di thread ustad solmed berlaku aturan, jgn melihat seseorang dr luarnya aja (ustad solmed maksudnya)
tapi di thread yang lain beda lagi, bilangnya seseorang di nilai dari zahirnya bukan dr batinnya
::doh::
menurut opini g yg orang awam ini, sholat yg bisa mencegah keji dan munkar adalah sholat yg juga diterapkan dan berperilaku
jadi, sebetulnya pendapat sedge ada benarnya
sholat yg sekedar ritual, tidak akan mencegah perbuatan buruk sampai setelah diterapkan di kehidupan sehari2...bukan begitu?
maaf tidak bisa memberikan dalil...hanya berdasarkan pengamatan semata ::maap::
weew ... jaka sembung bawa golokQuote:
Originally Posted by Asum
seharusnya ente katakan ama purba, krn dia TS-nya
ngapaen bikin thread spt ini, kan sudah ada topik sejenis tuh, iya gak?
nah,Quote:
Originally Posted by porcelain doll
porcelain yng ngaku awam aja dapat menangkap point yng disoal purba dithread ini :D
Baru muncul lagi...
Maaf jurnal referensinya ada di rumah, tentang dampak kegiatan meditatif pada otak yang dilakukan di Universitas Pennsylvania. Jadi saya tulis yang inget aja ya?
Sederhananya, otak terdiri dari bagian-bagian yang memiliki fungsinya masing-masing. Yang paling primitif adalah Amygdala, yang fungsi utamanya adalah untuk survival, dan yang paling canggih adalah Frontal Lobes, yang berisi kemampuan logika. Sementara Amygdala ini ada di semua animalia, frontal lobes terbatas pada binatang yang "berpikir".
Menarik untuk dipahami bahwa bagian-bagian otak memiliki fungsi yang berlawanan dan dominasinya tergantung pada aspek apa yang paling sering dikembangkan oleh seseorang. Struktur kerja otak juga berubah-ubah tergantung tingkat keseringan sebuah struktur kerja digunakan.
Nah, penelitian ini menemukan bahwa tindakan meditatif seperti do'a, sholat, dhyana dan sejenisnya ternyata membuat struktur kerja yang dominan pada bagian otak yang disebut anterior cingulate, yaitu bagian otak yang berfungsi membuat manusia menjadi lebih tenang, welas asih, empatik, dan suka berhubungan dengan orang lain, sering disebut tingkat emosional tinggi ...
... dan sekaligus menekan fungsi Amygdala, yang cenderung pada fight or flee. Seseorang yang dominan Amygdala-nya akan cenderung pemarah, senantiasa merasa terancam, cemas, ego tinggi, dan sejenisnya. Ini adalah reaksi yang memang dibutuhkan untuk survive, yaitu kalau kita hidup di lingkungan hukum rimba. Dalam kondisi seperti ini seseorang akan sangat egois dan tidak sungkan untuk berbuat jahat terhadap orang lain demi memenuhi kepentingannya sendiri.
Bisa dilihat bahwa orang yang istilahnya 'khusuk' beribadah, cenderung lemah-lembut, ramah, dan memperhatikan kepentingan orang lain.
Sebutlah ini sebagai khayalan, tapi bagi saya ini adalah sekelumit terjemahan atas mengapa sholat bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, dengan catatan bahwa sholat dilakukan pada tingkat meditatif, yaitu dengan melibatkan tingkat kedalaman/kekhusukan tertentu.
Sayangnya masih ada lagi temuan lain, yaitu bahwa kegiatan ibadah yang dilakukan dengan didasari oleh keinginan untuk menjadi paling benar, sebagai pelarian dari kecemasan dan rasa takut, atau dengan berkonsentrasi pada tuhan yang "pemarah", justru mengembangkan fungsi amygdala, sehingga muncullah orang-orang yang membawa nama agama dalam artian destruktif. Untungnya dalam sebagian besar agama -demikian penelitian itu-, Tuhan itu disebut sebagai welas asih, sehingga model ibadah yang welas asih ini yang paling banyak dikembangkan oleh agama-agama populer di dunia.
Kapan-kapan nyambung lagi ya? Mau jalan lagi nih...::nangis::
penilitiannya mantaph.....
TS masih belum tercerahkan. :))
Quran menyatakan sholat mencegah perbuatan keji. Tetapi kenyataannya kita masih melihat orang yg sholat juga berbuat keji. Ini bertentangan dgn pernyataan Quran tadi. Quran pun menyatakan banyak orang yg sholat tetapi sia-sia. Pernyataan Quran ini sejalan dgn fakta tadi. Ini berarti Quran melihat dua macam sholat, yaitu sholat tunggang-tungging dan sholat yg sesungguhnya, yaitu sholat yg dapat mencegah perbuatan keji. Ketika Quran menyatakan banyak yg sholat tetapi sia-sia, itu berarti Quran sedang melihat sholat sbg aktivitas tunggang-tungging belaka. Sedangkan ketika Quran menyatakan sholat mencegah perbuatan keji, itu berarti Quran sedang melihat sholat yg tidak sebatas tunggang-tungging saja. Nah, sholat seperti apa itu?
Ane sempat bertanya juga, apakah perintah dirikanlah sholat selalu diikuti pernyataan sholat mencegah perbuatan keji? Jika YA, maka benar bahwa Quran menginginkan sholat yg BUKAN sekedar tunggang-tungging atau ada arti lain dari kata sholat tsb, misalnya engkong Pasing menafsirkan bahwa mendirikan sholat pun berarti menjaga komitmen. Ane sempat juga membaca penjelasan (sumber??) bahwa sholat dlm Quran bisa juga berarti mengingat Allah (mungkin ini lebih dekat ke penafsiran sedgedjenar dan mbah Alip, lebih ke esensi dari pada sekedar kewajiban tunggang-tungging). Tafsiran-tafsiran ini yg terlihat sejalan dgn sholat mencegah perbuatan keji. Dengan begitu, kewajiban sholat (dirikanlah sholat) lebih dituntut kepada esensi tsb (komitmen kepada mencegah kemungkaran, khusyuk mengingat Allah yg memberikan pembalasan di akhirat nanti, dst), bukan tunggang-tungging belaka. Di dalam Quran pun ada gerakan-gerakan sholat, mengapa musti mencari-cari hadist?
:))
semua ibadah itu akan sampe di satu titik
silakan sebut titik ini jhana, khuyuk atau kondisi gelombang alpha
terserah di sebut apa
seperti tulisan di atas yg tujuannya membuat struktur kerja yang dominan pada bagian otak yang disebut anterior cingulate, yaitu bagian otak yang berfungsi membuat manusia menjadi lebih tenang, welas asih, empatik
itu sebabnya agama turun di negeri yg jauh dari sifat lembut welas asih dan kalem
tujuannya membuat manusia di negeri itu menjadi lebih lembut
kalo mau tanya sesuatu, datang lha ke ahlinya
jadi tinggal pinter2 TS aja nih
kalo mau tau esensi sholat, tanya ke orang yang sudah bisa sholat khusyuk
kalo cuma mau arti kata sholat, definisi sholat datang ke ahli bahasa sama ahli hadist
jangan dibalik-balik ntar kecengklak
Ane (TS) kan ateis, gak percaya dah sama yg begitu2an.. :)) Untuk berperilaku lemah lembut tapi tegas, tenang, jauh dari berbuat keji, dll, gak perlu sholat khusyuk dan semacamnya.
Tapi Quran sebagai sebuah buku dapat dibaca oleh siapa saja, bahkan oleh seorang ateis sekalipun. Nah, ketika ane baca ayat2 tsb, kok menimbulkan pertanyaan2 seperti di atas. Ini terkait tafsir kata sholat dlm Quran, apakah hanya seperti yg dikatakan Asum atau ada arti lain?
shalat yang dapat mencegah perbuatan keji dan munkar itu shalat yang dikerjakan sesuai dengan contoh dari Nabi shallollohu alaihi wa sallam, disertai Tuma'ninah dan khusyuk...
masalah gerakan shalat di Al-Quran masih sangat umum, dan dijelaskan oleh Nabi shallollohu alaihi wa sallam dengan praktek dan dicontohkan langsung kepada para shahabat Radiyallohu anh sebagaimana hadits "shalatlah sebagaimana aku shalat"
nah kan, gue bilang juga apa
::hihi::
Seperti apa tuma'ninah? Seperti apa khusyuk? Bisa ente jelaskan, sehingga muslim (bahkan bukan muslim pun mungkin pengen juga) dapat tercegah dari perbuatan keji jika mempraktekkan tuma'ninah dan khusyuk tsb?
Quran 29:45 menunjukkan bahwa apakah seseorang sudah sholat atau belum itu terlihat dari perilakunya yg jauh dari kekejian. Misalnya meskipun ente tunggang-tungging (sholat by Asum) setiap hari tepat waktu, tetapi ente masih saja berbuat keji, itu berarti ente belum sholat sesuai tuntutan Quran.
Kalo ini ane melihat muslim mencari kesulitan sendiri, padahal sudah diberikan kemudahan. Quran sudah memberikan gambaran umum ttg sholat (sebuah kemudahan), apakah salah jika ada muslim yg melakukan sholat sesuai gambaran umum tsb, misalnya berdiri, ruku, sujud, duduk, salam? Adakah Quran menyuruh sholatlah seperti yg dilakukan Muhammad?Quote:
masalah gerakan shalat di Al-Quran masih sangat umum, dan dijelaskan oleh Nabi shallollohu alaihi wa sallam dengan praktek dan dicontohkan langsung kepada para shahabat Radiyallohu anh sebagaimana hadits "shalatlah sebagaimana aku shalat"
:))
di Quran tertulis bahwa nabi Isa juga sholat
30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi,
31. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
Kalo sama yg mental penjual kecap, ayat ini bakal dipake buat ngejual nih
Soalnya sholat dalam benaknya dia itu cuma yang pake sujud sama nungging2
padahal kalo mau pake akal, ane sih tinggal maen logika aja
Isa kan Nabi, pasti perbuatannya gak keji dan gak munkar, dan itu karena dia sholat
Mengenai gimana caranya sholat, ya terserah Nabi Isa
Nah kalo di Islam gak dijelasin dalam quran gerakan sholatnya
akhirnya dicontohin sama Nabi muhammad
Mengenai gimana caranya sholat Nabi , plis jangan tanya ane dah
Soalnya kalo ane ketemu Nabi Muhammad, ane lebih suka dijelasin hakekat sholat, diceritain tentang Tuhan, asal muasal manusia, tujuan penciptaan manusia dan tempat kembali manusia
::ngakak2::
tuma'ninah itu berhenti sejenak pada tiap gerakan shalat...Quote:
Seperti apa tuma'ninah? Seperti apa khusyuk? Bisa ente jelaskan, sehingga muslim (bahkan bukan muslim pun mungkin pengen juga) dapat tercegah dari perbuatan keji jika mempraktekkan tuma'ninah dan khusyuk tsb?
---------- Post added at 11:05 AM ---------- Previous post was at 10:58 AM ----------
sujud dan nungging2?? shalat itu proses dan gerakannya banyak mulai dari wudhu, berdiri menghadap kiblat yang ada pembatasnya (sutrah) takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sebatas kuping atau bahu lalu ruku' berdiri dari ruku' terus sujud lalu duduk diantara dua sujud, lalu duduk tah'yat awal dan tah'yat akhir yang diakhiri oleh salam.. mungkin anda saja yang cuman shalat sujud dan nungging2 sehingga anda selalu mentertawakan syariat yang dibawakan oleh nabi Muhammad shallollohu alaihi wa sallam...