Originally Posted by
Kaine
Putaran4
Fase Malam
Kandalf langsung dibunuh. Seharusnya ia mati dengan nama bersih, tapi saya masih ragu pada logika warga yang kadang terlalu membuat rumit hal mudah.
Luwak mengajukan protes pada saya karena mereka telah submit bunuh Kandalf beberapa saat setelah Fase Malam dibuka. Padahal saya sudah keburu offline dan baru membaca submisi mereka pagi harinya. Mereka minta postingan Kandalf dihapus karena mereka telah submit duluan. Sori,tapi waktu eksekusi-lah yang menentukan. Terlalu emosi kadang bisa membuat pemain mereka-reka aturan.
Fase Siang
Tak banyak yang terjadi di siang hari. Semua masih main detektif-detektifan dengan hipotesa setengah matang, atau tanpa hipotesa sama sekali.
Kejutan besar terjadi di malam harinya, saat Bradon mengungkapkan identitasnya sebagai paranormal. Sorenya ia menanyakan Porcupine, dan ia beruntung kembali mendapatkan Luwak.
Saya pikir kalau ia tidak dapat Luwak di putaran ini, setidaknya ia akan menyelamatkan satu warga lain, tapi tetap dibunuh Luwak di Fase Malam karena saya yakin mereka sudah mencurigainya sebagai paranormal setelah out of nowhere ia masuk dan menuduh Ronggolawe kemarin, dan Kandalf mengkonfirm Ronggo sebagai Luwak.
Porcupine sendiri memang sulit dicari slip-up yang bisa membuatnya dicurigai. Ia bermain cukup bagus sebagai Luwak, kecuali di 2 votingnya pada Ul.Malik dan Opera yang akan dengan mudah dibantahnya dengan argumen blend-in. Jadi tuduhan Bradon kali ini murni karena jawaban yang didapatnya dari moderator.
Porcupine melakukan reverse psychology, salah satu taktik dasar Werewolf/Luwak.Ia punya amunisi : status Juru Kunci Trainee. Beberapa warga tampak jadi goyah karena itu. Hmm..memangnya kenapa? Meskipun ia memang Juru Kunci Trainee, bisa saja ia seekor Luwak, dan Paranormal sudah mengambil langkah bunuh diri untuk mengungkapnya. Ini juga sebenarnya logika sederhana.
Untungnya warga memutuskan untuk ikut dengan Bradon. Dan Porcupine memimpin jauh di voting. Etca sesama Luwak memutuskan untuk ikut memvotenya agar tidak dicurigai.
Dari sini saya khawatir warga mungkin tak akan mampu menangkap Luwak lain lagi. Semua PV sudah gugur, dan dua Luwak pertama yang didapat juga bisa dibilang murni mengandalkan Paranormal. Karena sebenarnya tak ada argumen yang benar-benar kuat untuk menghukum Ronggo dan Porcupine. Luwak bermain sangat baik sejauh ini dan warga harus menggali lebih dalam bila mereka ingin menangkap sisanya.
---------- Post added at 10:22 AM ---------- Previous post was at 10:19 AM ----------
Putaran 5
Fase Malam
Sudah jelas, Bradon dibunuh. Luwak sudah mewanti-wanti saya untuk stay online setelah Fase Malam dibuka...
FaseSiang
Malam sebelumnya di thread saat ia mengungkap identitasnya, Bradon sempat mengkonfirm Kirsh dan Permandyan sebagai warga asli. Dan dengan cerdik mengingatkan bahwa pemain yang menuduhnya sebagai Luwak saat ia menunjuk Ronggo kemarin, kemungkinan adalah Luwak yang coba membela temannya. Dua nama yang muncul : Etca dan GiKu.
Danalingga berkata bahwa ia memang sudah lama curiga pada Etca, namun melihat Etca memvote Porcupine, ia langsung menarik kecurigaannya. Yep,semudah itu ::arg!::
Sebenarnya kalau dilihat lagi, antara GiKu dan Etca, mana yang kelihatannya lebih bersikap seperti Luwak? Danalingga sempat menyebut 'postingan etca terlalu sedikit, sulit dianalisa'...hmm, bukankah dengan itu seharusnya dia terdorong untuk melihat lebih dalam? Selain dua kejanggalan yang saya sebutkan sebelumnya, Etca juga memasang status invisible di user online sehingga tak ada yang dapat mendeteksinya saat voting Luwak. Postingannya sejauh itu hingga tuduhannya kepada Bradon hanyalah hal-hal remeh temeh, atau curcol-curcol ringan soal 'kerca', namun sore itu tidak. Mungkin saya bisa berkata begini karena saya tahu perannya, tapi dari kacamata warga sekalipun, ia seharusnya lebih mencurigakan, dibanding GiKu.
GiKu sejak pertama kali masuk langsung ceplas-ceplos, menarik perhatian warga dengan postingannya yang impulsif..kalau ia Luwak, maka teman2nya yang bekerja sama di balik layar tak akan membiarkannya bertingkah seperti itu. Namun perilakunya sebagai warga memang tidak menolongnya menghindari kecurigaan. Jika ada yang ingat postingan saya soal tipe2 pemain, GiKu termasuk illogical player.. yang membuat pemain lain sibuk mengoreksi opini-opininya dan akhirnya malah jadi menghilangkan fokus utama menangkap Luwak.
Seperti yang saya duga, masih ada yang meragukan Bradon berbohong dan Porcupine adalah Juru Kunci Trainee yang asli, dan Permandyan dan Kirsh adalah Luwak...entah harus mulai dari mana untuk membahas ini.Yang jelas, Bradon dibunuh Luwak, dan Luwak tak bisa membunuh sesama Luwak. Titik. Memang ada kemungkinan ia paranormal gila yang mendapat jawaban yang salah dari moderator. Mari kita lihat kemungkinan ini :jika Bradon adalah paranormal gila, dan ia mendapat jawaban yang salah soal Porcupine, tentu Luwak akan membiarkannya hidup lebih lama, untuk melihat hasil terawangannya sedikit lebih jauh ( mungkin diberi satu putaran lagi untuk memastikan ) dan ia juga bisa digunakan untuk membuat warga bingung. Tapi tidak..ia langsung dibunuh malam itu sehingga ia positif paranormal asli dan Porcupine adalah Luwak.
Dan GiKu memvote Kirsh.
Kirsh sendiri memvote GiKu. Ia berpegang pada 3 faktor. Vote Deddy, petunjuk Kandalf dan petunjuk Bradon. Vote Deddy pada GiKu sayangnya saya pikir cuma asal-asalan. Di Putaran 1 itu Deddy langsung menanyakan soal Urzu 7, dan setelah Fase Siang dibuka, ia juga langsung memvote Giku, tanpa mengamati perkembangan situasi atau hal lainnya. Soal petunjuk Kandalf, apa boleh buat..ia salah. Dan seharusnya jika pemain tidak 100 persen yakin pemain yang ia curigai adalah Luwak, ia tidak meninggalkan 'kata wasiat' yang terlalu spesifik pada satu pemain saja. Yang standar dan safe untuk kata wasiat semacam ini adalah memberi dua atau lebih pilihan, 'player X atau player Y saya curigai sebagai Luwak kalau saya mati dibunuh.' Dengan asumsi salah satunya Luwak, tentu Luwak pun perlu mempertimbangkan lagi langkah-langkah ke depannya.
Spears mencurigai Itsreza..tapi dengan tuduhan lemah. Itsreza bisa dibilang Luwak yang paling cerdik sejauh ini dan ia punya cukup banyak amunisi untuk melawan tiap argumen yang mengarah kepadanya. Selain dua kali votingnya bersama Etca, ia tak memberi petunjuk apa-apa soal ke-Luwak-annya. Ia juga hampir tak membangun koneksi dengan Luwak lainnya di thread dan mau berbantah-bantahan dengan Luwak lainnya untuk mendapat kepercayaan warga. Sangat licin.
GiKu dihukum mati.