Originally Posted by
tuscany
Dalam kasus di atas, orang tua dan keluarga besar tidak akan setuju karena masalah perbedaan keyakinan/suku/sosial ekonomi.
Kalo diingkari resiko langsungnya adalah kekecewaan dari pihak yang dijanjikan. Terutama karena pihak tsb teman kantor yang ketemu muka delapan jam sehari, lima hari seminggu sepanjang tahun. Lalu suara-suara miring dari teman-teman kantor lain. Dan tentu ada resiko konflik batin karena "lelaki sejati yang dipegang ucapannya".
::elaugh::
Saya sepakat dgn om tsu, bahwa namanya manusia bisa saja khilaf. Cuma mengakui terjadi kesalahan di masa lalu, nggak semua orang punya kemampuan merendah sejauh itu.