semoga Darsem ga menyusul
God save Darsem ..amin.
Printable View
semoga Darsem ga menyusul
God save Darsem ..amin.
kenapa sih gak dihentikan aja pengiriman TKW ke arab?
arab sudah mau menutup.. tapi departemen tenaga kerja minta terus ... :cilukba:Quote:
Originally Posted by BundaNa
Indonesia menghasilkan terlalu banyak bayi2 baru, akhirnya perlu disalurkan keluar negri karena negara kita tak mampu menampung.
Ini Sikap Arab Saudi Soal Hukum Pancung Ruyati
TEMPO Interaktif, Riyadh - Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Sabtu, 18 Juni 2011, melansir pernyataan resmi mengenai pelaksanaan hukuman mati terhadap seorang pekerja perempuan asal Indonesia, yakni Ruyati binti Satubi Saruna.
Kementerian menegaskan pemerintahan Raja Abdullah bin Abdul Aziz berkomitmen menegakkan keamanan, keadilan, dan penerapan perintah Allah terhadap siapapun yang menyerang dan membunuh orang lain. “Siapa saja menyerang keamanan rakyat (Saudi) dan menumpahkan darah mereka akan dihukum sesuai syariat Islam,” kata Kementerian Dalam Negeri seperti dikutip kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA).
Pelaksanaan hukuman mati itu berlangsung kemarin di Kota Makkah. Ruyati terbukti bersalah membunuh majikan perempuannya, Khairiyah binti Hamid Majlad dengan sebilah golok. Dekrit Raja Abdullah untuk menghukum mati Ruyati keluar setelah vonis itu dikuatkan oleh pengadilan banding dan Mahkamah Agung Saudi.
Amnesty International Jumat pekan lalu mendesak pemerintah Saudi menghapus hukuman mati lantaran pelaksanaannya naik pada tahun ini. Hingga bulan ini saja, sudah 27 orang yang dipancung, sama jumlahnya dengan tahun lalu. Sebanyak 15 orang dieksekusi Mei tahun ini.
Secara keseluruhan, jumlah pelaksanaan hukuman mati di Saudi terus menurun. Pada 2009, sebanyak 69 orang dipancung, turun dari 102 orang di tahun sebelumnya dan 158 orang pada 2007.
Saudi menerapkan hukuman pancung terhadap pelaku pembunuhan, pemerkosaan, dan penyelundup narkoba.
ARABIAN BUSINESS/FAISAL ASSEGAF
apapun dalilnya
hukuman pancung itu keji
Gak juga.
Pernah ngobrol2 ama TKW di Taiwan, mereka juga belajar bahasa Mandarin setelah mendaftar kerja di PJTKI.
Silakan katakan itu pada keluarga wanita yang dibunuh Ruyati.
Ruyati membunuh bukan atas membeladiri tetapi bertengkar karena tidak diperbolehkan pulang.
Cara membunuhnya pun adalah dengan menusuk kepala dan leher dengan golok dan pisau dapur berkali-kali.
Sudah lah.. lebih baik dihentikan aja pengiriman TKI ke Arab Saudi.
Perlindungan hukum kita kurang di sana.
Tenaga kerja di sana terkungkung, sering tidak diperbolehkan komunikasi.
Kinerja KBRI juga kurang bagus. Kalau gak salah pernah ada TKI yang sudah ke KBRI, tetapi karena lengah, berhasil diambil oleh polisi Saudi, kan?
Soal masalah hukum kejam atau tidak, kan ada istilah "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". Kalau gak suka ama hukum seperti itu, harusnya dari awal tidak jadi TKW.
Yang perlu dikritik adalah keadilannya, apakah pengadilannya dijalankan dengan adil atau dengan tidak adil. Yang selama ini kan, para TKW itu gak disertai pembelaan hukum yang memadai padahal orang Indonesia terkenal buta hukum (hukum negaranya saja gak ngerti, apalagi hukum di negeri lain).
Masalah gaji yang gak dibayar majikan misalnya,
kalau ada perlindungan dari KBRI, ada tempat pengaduan, maka mestinya bisa ditolong dari awal. Gak perlu pakai cara menikam-nikam leher segala.
berarti, rencana ngasih HP sebagai alat komunikasi utama
para TKI hilang ditelan awan?
aku juga sangat ga setuju dgn pembunuhan itu, itu juga keji...sangat keji. sama kejinya dengan hukum pancung. males aja berdebat soal kasusnya.
semoga aja Darsem ga mengalami nasib serupa. oh Tuhan ....mengerikan nyaaa. some people even more care about melinda's breast then to this....sedih
apa bagi mereka pembantu itu budak ya? bangsa budak....awh....sampe komunikasi sama keluarga juga ga boleh, mau eksekusi nay ga bilang2 dulu
klo tki di kasih HP paling bakrie nunjuk tangan paling tinggi.. "pake esia aja pak" :cilukba:
Hush.. kurang ajar luh.. Tinggal tunggu nasib ditendang dari negri orang, baru senasib kek lu gw.. :))
Mending coba ke arab aja luh.. daripada sakit hati mulu di indon.. bolak balik pengen ke negara atheis.. :cengir:
puyeng pala gw... tiap hari tiap detik beritanya TKI molo :gebuk:
benernya kesalahan gak semua pemerintah, para agen jga banyak salahnya... bayangin aja, baru dateng dari kampung udah langsung dikirim.. mereka gimana tau tata cara di luar negeri, udah gitu yg dikirim dari kampung..! nah di jakarta aja dia belom tentu bisa kerja... di luar negeri lagi :kesal:
bahasa, kebudayaan, peralatan rumah tangga dll. pasti beda jauh sama di kampungnya!! :ngopi:
Yg salah ya TKI nya sendiri. Itu pun yg gagal. Tahukah berapa ratus ribu orang indonesia berada di arab saudi? Tahukah banyak orang indonesia jadi mafia2 haji, mafia2 TKI di arab? Sayangnya korbannya ya orang2 indo juga gitu loh..
Berapa berita sih kalian denger? Coba bandingkan dgn jumlah orang indonesia di arab saudi. Kenapa ga kisah sukses TKI di arab? BUkankah yg menarik minat adalah kisah sukses seorang TKI yg membuat calon2 TKI lain bersemangat?
Gw jg ga suka orang arab sih.. belagu.. Tapi ya sudah.. itu lah ciri khas bangsa yg besar. Belagu..