- DVD BUYERS' GUIDE: Menilik 8 Distributor DVD Resmi di Indonesia -
DVD, Digital Versatile Disc atau Digital Video Disc (halah, singkatannya aja rancu), tahu kan? Ini adalah format tontonan, yg sebagian besar adalah film, yang tampaknya sudah (hampir) lumrah digunakan masyarakat dunia. Untuk sekarang2 ini, tampaknya DVD masih menjadi primadona bagi konsumen home video terutama di Indonesia, tak terkecuali gw untuk urusan menonton film selain di bioskop, karena dari segi kualitas jauh lebih baik dari VCD (ya iyalah), dari segi perangkat pendukungnya masih lebih mudah dan murah, dan dari segi harga produknya lebih terjangkau daripada Blu-Ray—yg adalah generasi selanjutnya dari home video— yg terjadi pula di ranah bajakan.
Talking-talking bajakan, gw sendiri nggak mau munafik bahwa gw pernah membeli dan menggunakan produk DVD bajakan, tapi bagi gw produk DVD yg resmi (harusnya) tetap lebih terjamin dan yg terbaik—2nd best setelah nonton di bioskop tentu saja. Kalo nggak ada yg resmi..ya..cari cara lain, toh kita bebas memilih apa yg mau kita tonton kan? *mulai plin plan*. Ya ya, gw tau kalo DVD bajakan ada kategori "masih jelek", "master", "udah ori" (kependekan dari original, =.=") dan sebagainya, terserah, tapi gw selama ini memang selalu berusaha mendapatkan DVD resmi dari film yg gw pengen, kalo memang ada barangnya dan dana juga kebetulan sedang tersedia, kenapa tidak?
Namun, membeli film dalam bentuk DVD yang dijual resmi di Indonesia merupakan sebuah dilema, terutama jika dibandingkan dengan produk bajakan. Kenapa mayoritas masyarakat kita cenderung pro-bajakan? Jelas, dari segi harga DVD resmi bisa mencapai 25 kali lipat harga bajakan. Apalagi rilisan bajakan selalu terdepan, teraktual—tapi tidak selalu terpercaya, lebih cepat dan lebih banyak judulnya. Tapi ketika sedang terpanggil untuk "bermoral" dengan cara beli produk resmi, terlepas dari harganya, nggak jarang kualitas yg didapat ternyata ngehe juga. Mending beli bajakan aja dong. Weits, tunggu dulu, emangnya bajakan aja yang ada kategori2an mutu? DVD resmi juga aada. Untuk itulah tulisan ini gw terbitkan sebagai medium sharing tentang deskripsi umum DVD resmi yang gw sebagai konsumen ketahui melalui "penelitian" independen (alias sendirian aja), tak terlalu penting dan tak berbobot tapi mudah2an tidak tak bermanfaat.
Kualitas DVD resmi di Indonesia, gw tekankan pada ketajaman gambar dan suara, memang tidak seragam, tapi dapat terindikasi dari perusahaan mana yang bertindak sebagai distributornya. Ada yang kualitasnya maksimal, ada pula yang kelihatan nggak niat jualan, dan itu ketahuan dari label distributornya. Di bawah ini, gw menyusun ranking label distributor2 DVD resmi yang ada di Indonesia berdasarkan yang paling "cihuy" sampe yang paling "iyuh". Namun untuk saat ini sampel saya kerucutkan (serasa Bab 1 skripsi) hanya dari DVD film internasional, exclude film2 Asia *modal nggak cukup*.
Gw bikin tulisan ini bukan untuk ber-snobbing ria, menjatuhkan pengguna bajakan dan mengagung-agungkan pelanggan produk resmi, nggak lah. Mau beli bajakan atau resmi itu terserah masing2 orang. Intinya pengendalian diri...bukan, intinya adalah gw mengajak teman2 semua untuk teliti sebelum membeli, supaya lebih bijak dan tidak mudah kecewa di kemudian hari *euleuh euleuh*. Efek yg gw harapkan sih supaya yang pake bajakan gak terlalu sinis dan apatis sama produk resmi terutama yg dijual di negara kita (IMHO, kalo beli murah2 dan banyak malah nanti diperlakukan asal2an dan jadi sampah, kan sayang juga), dan pengguna produk resmi agar nggak kecele sama produk2 yang "asal original" semata. Juga, mudah2an juga bisa jadi masukan bagi para distributor DVD resmi di Indonesia. Amin.
Gw mulai dari peringkat paling puncak ya, ayo di-klik read more nyah :
1. Vision Interprima Pictures
Mengedarkan DVD terbitan Buena Vista (Disney, Touchstone, Miramax, dll), Warner Bros., Universal, BBC, dsb.
Sampai detik ini Vision lah distributor DVD paling wahid di negeri kita. DVD keluaran Vision selalu ciamik, dengan kualitas dan konten yg kira2 sama seperti DVD versi aslinya (kalo konteksnya film Hollywood, ya Region 1). Gambar hampir selalu widescreen seperti presentasi asli di bioskop, anamorphic—nggak gepeng kalo di TV layar lebar, digital sound bagus, sebagian besar ada subtitel Indonesia, pokoknya komplet dan jarang mengecewakan. Pilihan judulnya termasuk melimpah, yg klasik pun kerap dirilis juga (Amadeus, 2001: Space Odissey, The Shawshank Redemption), dan sepertinya sih sejauh ini durasinya utuh nggak terpotong—karena keping DVDnya sendiri konon masih impor, sama dengan yg dijual di negara2 Region 3 lain (Asia Tenggara dan Timur kecuali Jepang). Untuk beberapa judul Vision juga menyediakan pilihan kemasan: biasa (kotak plastik itu loh, namanya keep case), steelbook (dari bahan stainless steel), atau sepaket dengan merchandise khusus; juga pilihan isi: 1 disc atau 2 disc. Segi kemasannya, yg notabene buatan sini, pun paling unggul: rapih, bersih, kotaknya berbahan oke dan kuat, covernya didesain apik dan dicetak dengan hasil yg tajam bermutu tinggi (tapi yg DVD Warner Bros. sepertinya se-kotak2nya juga masih impor, bagus lah =P).
Nggak hanya sampe di situ, harga produk Vision pun terbilang paling bersahabat dan worth to be bought. Dengan kualitas yg begitu bagus, harganya berkisar dari 79rb (1 disc) hingga 145rb rupiah (biasanya 2 disc) untuk kemasan biasa, tergantung baru-tidaknya film, atau popularitasnya, atau bahkan tergantung kontennya, semisal The Informant, The Hangover dan Ninja Assassin yg dibandrol 99rb mungkin karena filmnya nggak terlalu terkenal dan miskin fitur, atau Where The Wild Things Are yg 99rb juga tapi nggak ada subtitel Indonesia.
Secara keseluruhan, produk Vision relatif selalu memuaskan. Baiknya lagi, Vision kerap bikin sale bahkan sampe 80%!—ngabisin stok yg nggak laku2 tentu saja, hehe. Sebuah langkah yg belum berani diikuti distributor lainnya kecuali kalo mau gulung tikar (=_=!). Gw nggak pernah merasa rugi membeli produk Vision. Sayangnya, khusus DVD dari Universal Pictures, sepertinya Vision sudah nggak bikin lagi di sini, VCDnya sih masih, tapi untuk beberapa judul (knapa nggak semua?!) Vision mengimpor DVD termasuk casingnya dari HVN Singapura (misalnya Inglourious Basterds, Public Enemies, Land of the Lost, Green Zone) namun dengan harga yg nggak jauh beda dengan produk Vision lainnya. I heart you lah, Vision. \ (^o^) /
2. MagixEyes (Inova)
Menangani peredaran DVD terbitan 20th Century Fox dan MGM (yg produksi lama).
Secara keseluruhan, sejak awal kemunculannya (sekitar tahun 2003) MagixEyes senantiasa menawarkan produk yg berkualitas, setara lah dengan Vision. Memang, sekitar tahun 2008 MagixEyes sempat mencoba menawarkan rangkaian DVD film2 favorit yg di"korup" isinya, jadi cuman ada subtitel bahasa Indonesia dan nggak ada bonus features. Namun setelah kayaknya nggak memberi laba pula *sok tau*, MagixEyes kembali mengeluarkan DVD dengan kualitas bagus: widescreen, anamorphic, digital surround sound (kadang ada yg DTS selain Dolby Digital), fitur bonus yg lumayan, serta filmnya utuh tanpa terpotong. Gw sempet ngintip bahwa DVD nya made in Taiwan, mungkin itu sebabnya… ^_^.
Hanya saja, harga yg ditawarkan memang sejak dulu lebih mahal dari produk2 Vision. Untuk stok lama ada sih yg harganya 79rb atau 99rb, tapi untuk stok baru atau re-issue/re-pacakge, baik judul baru maupun klasik, paling murah rata2 129rb (1 disc dan kerap tanpa fitur bonus) dan paling mahal 169rb rupiah (biasanya 2 disc), bahkan gw terakhir liat Master and Commander re-issue 2-disc harganya 199rb aja gitu—gw dulu beli "cetakan pertama" masih 169rb. Lagipula kalo dilihat-lihat, printing covernya yg kini dibuat lokal (dulu sih kemasannya impor juga), jadi jelek, kasar dan buram. Nggak rela juga ya, harga naik tapi kemasannya low-quality, kurang indah di mata. Untung saja kini MagixEyes cukup gencar mengeluarkan judul2 klasik. Namun, gw memang harus pikir2 dulu sebelum membeli produk dari distributor ini, tergantung kondisi keuangan ^_^!.
3. MovieLine (Inova)
Pemegang lisensi DVD terbitan Paramount termasuk DreamWorks.
Menurut gw pribadi, kualitas teknis DVD MovieLine dengan Vision dan MagixEyes itu hampir setara. MovieLine lumayan telat untuk merilis DVD (baru sekitar 2007-2008...yaelah kemane aje cuy?) meski udah banyak merilis VCD sebelumnya. Kualitas DVDnya bagus: widescreen, anamorphic, digital surround sound, dan ada fiturnya. Kemasannya pun bagus dengan printing cover yg cukup oke, buatan lokal tapi masih agak mendingan daripada MagixEyes.
Tapi, di jajaran DVD berkualitas oke, MovieLine lah yg paling "licik" dalam berjualan. Range harga dimulai dari 99rb rupiah *dulu* untuk 1 disc film yg kurang komersil (misalnya Cloverfield dan No Country For Old Men), tapi sekarang umumnya baik untuk judul2 baru maupun klasik harganya dibandrol 129rb rupiah. 1 disc di sini gw tekankan karena fitur tambahannya nya 0 atau 1 biji doang. Kalo mau lebih banyak fitur, untuk beberapa judul tersedia versi 2-disc dengan harga 199 ribu (nambah 70rb untuk fitur2 yg belum tentu bagus juga, say what?). Mau yg lebih spesial? Ada versi steelbook case dengan harga 299rb rupiah, dan versi kemasan unik (misalnya topeng Iron Man) atau dengan bonus merchandise, yg harganya gw juga males nyebutnya =_=;. Jadi, untuk beli DVD keluaran MovieLine, gw harus menimbang lebih saksama daripada kalo mau beli DVD MagixEyes apalagi Vision. However, kalo untuk kualitas audio-videonya sendiri, MovieLine boleh dibilang memuaskan, apalagi gw liat distributor ini paling gencar dalam merilis film2 lama favorit dan klasik...
AKAN TETAAPI!! Satu judul telah mencemarkan respek gw terhadap MovieLine. Guys, JANGAN. BELI. DVD. WATCHMEN! Sumpah ya, ketika gw mengira disributor DVD dengan kualitas bagus dengan harga agak tinggi—plus kemasan yg oke—nggak akan merusak filmnya, but that's exactly what they did with Watchmen. Semua adegan "dewasa" di-cut atau diburam semua tanpa ada yg lolos satupun! Pantesan aja rilisnya telat...jangan2 dibikinnya di Malaysia nih DVD, bahkan sensor LSF untuk versi bioskop kita nggak segitunya kalee...Jadi kesimpulannya, DVD keluaran MovieLine layak dibeli asalkan filmnya sendiri sudah dipastikan tidak mengandung terlalu banyak hal2 yg berpotensi dicemarkan oleh pihak2 tertentu yg bertugas memperkosa keutuhan sebuah film. Cara mengetahuinya? Cek imdb.com dan perhatikan durasi/runtime filmnya, kalo berbeda sama yg ada di keterangan DVDnya, harus dicurigai. Damn!
4. Jive Collection
Memproduksi dan memasarkan DVD film2 dari studio2 independen yg pernah tayang di bioskop Blitz Megaplex tapi gak tayang di 21 Cineplex.
Bisa dibilang Jive Collection adalah distributor low-end, karena kualitasnya nggak sebagus 3 distributor yg dibahas di atas, harganya pun *relatif* jauh di bawahnya. Mohon maap kalo gw bikin distributor2 ini jadi "beda kelas" (meminjam quote dari Catherine Wilson), tapi memang demikian kenyataannya, kebanyakan distributor low-end seperti Jive ini mengedarkan film2 yg bukan dari studio besar dengan harga lebih murah dan mutu yg semampunya, beda dengan para kompetitor yg lebih bongsor. Nah, untuk di kelas yg ini, Jive Collection adalah yg terunggul. Dengan harga flat, 59rb rupiah untuk setiap produknya, DVD yang diedarkan, yang semuanya dimanufaktur secara lokal, punya kualitas yang sangat bisa dimaklumi. Presentasi gambar umumnya anamorphic widescreen, cukup jernih meski belum sempurna (masih ada pecah kotak2 di gambar cepat dan keropos2 dikit) dan memang tidak setajam DVD yg lebih mahal; soundnya digital surround, lumayan okelah walau kurang lantang. Not that bad. Tak ketinggalan setiap DVD Jive tidak mengabaikan fitur bonus meski hanya 1-2 biji saja.
Tapi keunggulan DVD keluaran Jive yg terutama adalah dari kemasannya yg bagus. Senantiasa dengan kotak transparan—plus "baju" karton di luarnya, desain covernya sangat berkelas dan menarik dengan printing yg bagus (rada kebalikan dari DVD MagixEyes). Distributor ini juga kerap menyelipkan bonus printilan seperti poster card atau pembatas buku bergambar film yang bersangkutan, mungkin sebagai kompensasi dari kualitas DVDnya, hehehe.
Overall, DVD Jive memang bukan yg terbaik secara mutu, tapi tetap yg terbaik di kelasnya, apalagi kemasannya yg oke berat, nggak kampungan, malah cenderung elegan. Nggak rugi2 amat kalo dibeli...dan so far durasinya utuh. =)