^ bakal ngerobohin MetroTV dgn massa FPI? ;D
Printable View
^ bakal ngerobohin MetroTV dgn massa FPI? ;D
Prabowo ngamuk tuh sebenarnya bukan karena wartawan.
Tapi dari pagi subuh kemarin dia sudah kesal karena tim pujaannya, Brazil, kalah telak 7-1.
Saking kesalnya dia langsung pulang dari acara nobar.
ini kesannya Prabowo jahat ya
BUNTUT HITUNG CEPAT, STUDIO KOMPAS TV DIANCAM DIBAKAR
MERDEKA.COM. Setelah hasil hitung cepat yang dikeluarkan oleh Kompas Group yang memenangkan pasangan Calon nomor urut 2 Jokowi-JK, wartawan Kompas TV Manado Ishak Kushront diancam. "Saya dua kali dapat ancaman lewat pesan pendek seluler," tutur Ishak kepada merdeka.com, Kamis (10/7).
Kedua ancaman yang diterima nya ditulis dalam huruf besar semua. Ancaman pertama berbunyi 'BIADAB PENDUSTA BERITA MIRING DARI KOMPAS HATI HATI JANGAN SAMPAI MURKA TUHAN TURUN ATAS KALIAN'.
Selang beberapa saat kemudian Ishak menerima pesan ancaman susulan. Kali ini berbunyi 'HATI HATI JANGAN SAMPAI STUDIO KALIAN KOMPAS TV DI SELURUH INDONESIA HANGUS TERBAKAR KARENA KECURANGAN DAN KEJAHATAN KALIAN'.
Ishak sendiri agak terkejut lantaran nomor telepon yang digunakan sang pengancam, tertera dalam kontak ponselnya sebagai seorang pendeta. Dirinya mengatakan akan melaporkan ancaman yang diterimanya tersebut ke pihak kepolisian.
Source: h**ttps://id.berita.yahoo.com/buntut-hitung-cepat-wartawan-kompas-diancam-083034074.html
Kira2 tim pak Wowo berani ngancam bakar kantor Republika ndak ya?
"Hitung Cepat RRI Paling Akurat, Ini Hasilnya" (Republika)
http://www.republika.co.id/berita/na...t-ini-hasilnya
:ngopi:
Saya sebenarnya jarang nonton TV apalagi TVRI, tapi dari pengamatanku sekilas, CMIIW, TVRI tergolong netral. Kemarin sempat iseng nyari2 channel nemu TVRI pas dialog soal capres dgn narasumber Arswendo dan Kang Sobari. Meskipun cuman kebagian separo di bagian akhir tapi lumayan untuk meredakan "ketegangan" ketika pada saat yang sama channel2 lain sedang menyiarkan berita2 panas seputar pilpres.Quote:
Originally Posted by Ndugu
Kalo saya lebih obyektif, meskipun ini sulit krn saya memang "anti Prabowo", masih ada hal yang membedakan antara dua stasiun TV tsb yaitu dari sisi kemasan berita. Menurutku Metro TV kemasan beritanya jauuuh lebih halus dibandingkan TV One yang menurutku "kasar, norak dan kampungan".Quote:
soalnya metrotv dan tvone kudengar kan memang udah tendensius ya.
Orang yang "netral" relatif masih bisa menikmati sajian berita dari Metro. Hanya pendukung Prabowo aja yang jelas anti dengan berita Metro TV. Sebaliknya dengan TV One, jangankan pendukung Jokowi, bahkan orang yang cenderung "netral" pun lama2 akan enegh lihat berita TV One. Hanya pendukung Prabowo aja yang bisa menikmati sajian berita TV One.
Menurutku itu (TV One) strategi campaign yang keliru, alih2 mendapatkan dukungan dari swing voters tapi justru mengusir/mengalihkan dukungan swing voters ke kubu Jokowi. So, dalam hal ini, Metro TV lebih berhasil dalam meraup suara swing voters ke kubu Jokowi.
Itu kalo dari sisi cara mengemas berita.
Sedangkan kalo dilihat dari sisi content berita menurutku dua2nya sama aja, sama2 miring, sangat partisan dan banyak menabrak kaidah2 profesionalisme bidang jurnalistik. Ini yang membuat kedua stasiun TV tsb saya coret dari daftar TV yang perlu saya tonton sepanjang jalannya kampanye pilpres. Bagi saya, content adalah yang utama, soal kemasan adalah nomor sekian. Ditambah lagi dalam media TV saya bisa langsung melihat dan membaca ekspresi dari si pembawa berita. Bahkan sekelas Najwa pun, yang biasanya saya suka dengan senyumnya yang manis :mrgreen: tapi kalo pas membawakan materi berita menyoal pilpres entah kenapa yang saya lihat adalah sebuah senyum "sinis, sarkastis dan agak2 licik" yang lebih menonjol.
Hal tsb yang mungkin membuat saya prefer untuk baca media online (atau bahkan cetak) dibandingkan media TV kalo menyangkut berita seputar pilpres soale saya langsung bisa fokus ke content, bahkan semiring dan seekstrem apapun saya masih bisa nikmati. Bahkan kadang saya sengaja memilih baca media2 milik VIVA dan MNCN yang jelas2 isinya sangat miring mendukung capres Prabowo dan saya selalu buka akun di media2 tsb untuk bisa komen. Kadang masuk ke "sarang penyamun" itu justru lebih mengasyikkan untuk memacu adrenalin. :cengir:
Tapi selama piplres favorit saya masih Kompas Online menyusul Detik untuk hard news. Sedangkan untuk opinion dan news analysis saya biasanya buka Tempo dan The Jakarta Post.
:ngopi:
[MENTION=301]porcupine[/MENTION] [MENTION=973]mobyokuzan[/MENTION]
Yang marah banget itu katanya waktu wawancara dengan CNN dipotong oleh wartawan Metro TV. Jadi katanya Prabowo itu di semua wawancaranya misuh-misuh ngedumel tetapi masih mau diwawancara. Tetapi dia gak mau diwawancara oleh Metro TV dan langsung memberi giliran ke CNN. Wartawan Metro TV bingung, motong, baru katanya marah beneran.
Tapi videonya ya, masih video yang dia misuh-misuh itu.
Tapi dari pagi kan Prabowo sebenarnya udah kesal. Soalnya tim jagoannya, Brazil, kalah telak 1-7. Langsung pulang dia, gak pakai shalat Shubuh dulu.
---------- Post Merged at 11:17 PM ----------
http://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.ne...54134725_n.jpg
sumber:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10152524108034798&set=a.50814709797 .59311.564664797&type=1
Lo enggak tau kan rasanya nunggu belasan tahun, keluar duit trilyunan, melakukan banyak hal yang paling lo benci tapi tetep harus lo lakukan, terus kalah sama orang baru? Tau nggak?
Lo harus tau gimana sakitnya di jatuhkan sama tukang meubel yang tadinya nobody.
oh god... semoga il generalissimo ga nonton tvone
http://cdn.klimg.com/merdeka.com/res...kan-jokowi.jpg
Pas misuh2 itu masih puasa ga tuh;D
misuh2 gak membatalkan puasa
ternyata dia ngomel2 lagi ya pas wawancara bbc. baru nonton
Nambahin satu lagi Breaking News: Prabowo Sebut Pemilik "Jakarta Post" Brengsek
http://indonesiasatu.kompas.com/read....Post.Brengsek
:ngopi: