Originally Posted by
purba
Sebagian tulisan Farhat cukup menggelitik juga. Misalnya, kalo monyet dilarang dimanfaatkan, mengapa kuda delman tetap dipekerjakan? Apa tanggapan sampeyan atau tanggapan para pendukung Jokowi mengenai hal tsb? Bagaimana juga dengan hobi pelihara burung di kandang sempit? Bagaimana dengan pasar hewan Jatinegara yg - sudah menjadi rahasia umum - memperjualbelikan hewan-hewan dilindungi? Bagaimana dengan mereka yg hobi memancing ikan, sehabis dipancing, trus dilepas, kemudian dipancing lagi, dilepas lagi, dst, sampe bibir ikan jontor?
Kalau alasannya menjaga ketertiban jalan, bukan dengan melarang topeng monyet, tetapi mengalokasikannya ke tempat lain yg sesuai, misal pertunjukan sirkus, dsb, seperti Jokowi memindahkan PKL di Tanah Abang tsb.
Kalau alasannya penyakit, justru juga banyak dibawa oleh anjing dan kucing. Lihat saja, berapa banyak anjing dan kucing liar di Jakarta? Itu bisa jadi sumber rabies.
Kalau kita manusia mau jujur, kita kasihan dengan monyet karena hewan tsb memang kerabat kita yg paling dekat. Lebih baik Jokowi menggunakan alasan-alasan yg pernah dilontarkan oleh bule-bule yg memprotes topeng monyet tsb. Mereka (bule-bule) kasihan dengan monyet-monyet tsb. Ini alasan jujur. Meski mereka mungkin juga tidak bisa jawab, mengapa tidak kasihan dengan kuda yg mereka tunggangi. Salah satu alasannya mungkin karena kekerabatan kuda dgn manusia sangat jauh, sehingga tidak ada emosi primitif antara manusia dan kuda (??).
::ngakak2::