-
[MENTION=16]BundaNa[/MENTION] : koalisi jilid satu nya kan karena 'terpaksa' jadi satu kepentingan. Dengan melanggar idealismenya mereka sendiri (pikiran2 Gus Dur terutama ttg pluralusme ditentang) :D
Nah bisakah mereka koalisi TANPA melanggar idealisme mereka?
-
kondisi saat ini partai2 islam punya agenda masing2.
terlebih kemaren yang nawarin koalisi adalah pks dimana partai ini lagi disorot dan dicap buruk di masyarakat, partai lain pada kabur lah didekati, takut dianggep buruk juga
-
^tapi kalau kepentingannya sama...asal jangan PDIP umpamanya lho. Mengingat bukan Jokowi yang jadi keberataan mereka, tapi Puan Maharani yang dipaksa masuk jadi cawapres...kan bisa aja. Siapa sih yang dulu nyana poros tengah jilid 1 mencapreskan Gus Dur? Karena PKS, PAN dan Golkar punya capres sendiri2. Seandainya waktu itu Habibie ngotot tetep nyalon, Golkar pasti mau jadi kendaraannya kan?
Saya ingat omongannya si kumis yang sekarang disel, "Dalam politik itu tidak ada kawan yang abadi. Adanya kepentingan yang abadi."
Ya...apa aja bisa terjadi
-
Betul, yang seperti disebutkan Neptun yang mbok maksud. Berkoalisi dengan satu kepentingan yang ndak melanggar idealisme mereka.
Ada yang bilang koalisi itu ndak akan pernah tercapai karena partai-parti itu sendiri punya mahzab yang berbeda-beda. Is that really the case atau alasan saja, karena toh tiap partai dan para anggotanya punya agenda masing-masing (seperti Chan tulis).
Kata "Islam" dalam istilah Koalisi Partai Islam, apakah masih relevan?
-
iya, seperti yang sudah kutulis sebelumnya, saat ini masih blom busa menyatu karena masih beda kepentingan. tapi kita ga tahu ntarnya.
pks menawarkan "islam" sebenarnya untuk mencari benang merah kepentingan yang sama.