kok bisa tahu yho, bapak sang pelanggar lalin itu 'agak' mabuk ? *suddenly, pada jago2 testing alcohol.
lagipula, justru kl aparat pada suka arogan dengan kesatuannya, catat langsung pangkat ma satuan/unitnya.
Itu gmpang buat laporin, dicari orangnya, dan diproses ma provost. Sukur2 dapet nama user/komandan-nya.
Akuntabilitasnya gmpang dicatut. Polisi mah males urusan ma tentara krna gak ada duitnya. ha ha ha ha.
btw, memang privilege untuk aparat itu ada dan senantiasa akan terus dibina. Valid untuk seantero Nusantara.
Bagusnya itu. Sistem sosial kite memang mensupport aparat. Ini bukan pemerasan recehan. Dri sejarahnya Soedirman kan gitu,
anak buahnya dikasih logistik catering langsung dri rakyat.
Sekarang sedikit lain, timbal baliknya tali asih masyarakat dan bisnis ke aparat dengan fasilitas dan kemudahan gitu.
Ini normal lah, gw rasa dengan skema kesejahteraan TNI yg ada saat ini, privilege itu manusiawi dan lumrah banget.
Privilege untuk Polri pada khususnya Polantas, itulah yg harusnya menjadi sikon paling gak enak. Banyak oknum gendut seh.
This is not hate crime for fat ppl, but discriminatory profiling for corrupt minded. ::ngakak2::
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)
