1. Subsidi BBM dicabut malah harga premium jadi turun.....
2. Air Asia tertimpa bencana, malah tiket murah yang dipermasalahkan, katanya mau dihapuskan demi keselamatan penerbangan...
Printable View
1. Subsidi BBM dicabut malah harga premium jadi turun.....
2. Air Asia tertimpa bencana, malah tiket murah yang dipermasalahkan, katanya mau dihapuskan demi keselamatan penerbangan...
^^..
harga premium turun bukannya efek dari harga minyak yang lagi turun yah...kalo harga minyak naik yah premium bakal naik lagi..
udah kaya jaman mega dulu..
Yup, baca koran batam pos(jawapos group), setiap 2 minggu harga disesuaikan, so kayak pertamax aja, naek turun ::ngopi::
Untuk jawaban no 2 dari agitho, menurut saya mustahil budget airlines bisa dihilangkan, kecuali negara mau menutup investasi dari luar ::ngopi::
di beberapa daerah harga bbm gak sama dg harga di pulau jawa
di beberapa daerah harga BBM di jawa di kilo bukan per-liter
tiket pesawat murah juga yang diapus juga untuk domestik bukan..yang ke LN tetap aja ada tiket murah..heheheh
Cara pilih Kapolri masih lebih lempeng SBY, pake bantuan KPK dan PPATK. Gimana cara Jokowi? Tekkeee.... Budi... Tekkeee.... Gunawan... Tekkeee.... Budi... Tekkeee... Gunawan.... ::ngakak2::
Setelah kemarin Presiden kita ngotot memilih calon tunggal Kapolri untuk diajukan ke DPR dan tampaknya dari pihak oposisi (KMP) pun menerima,
KPK BERAKSI!!!!
http://news.detik.com/read/2015/01/1...negara?9911012
KPK menetapkan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus rekening gendut. KPK sudah menemukan dua alat bukti. KPK menjerat Budi dengan UU Tipikor.
"Dijerat pasal 12 a kecil," jelas Ketua KPK Abraham Samad dalam jumpa pers di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (13/1/2015).
Penetapan tersangka ini dilakukan setelah KPK melakukan penyidikan selama setengah tahun sejak Juli 2014 lalu. Dalam penjelasan KPK, Budi dikenai pidana karena menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya.
"Komjen BG tersangka kasus Tipikor saat menduduki kepala biro, kepala pembinaan karir," jelas Samad yang didampingi Bambang Widjajanto.
http://news.detik.com/read/2015/01/1...ntikan?9911012
Presiden Joko Widodo mengirim nama Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR. Setelah KPK menetapkan Budi Gunawan menjadi tersangka, proses fit and proper test di DPR dihentikan.
"Dengan demikian proses di DPR tidak bisa dilanjutkan," kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman, kepada detikcom, Selasa (13/1/2015).
Proses fit and proper test calon Kapolri Komjen Budi Gunawan rencananya akan dimulai hari ini. Komisi III DPR bahkan berencana mempercepat proses uji kelayakan tersebut.
"Belum kami mulai, tapi kalau begini tidak bisa dilanjutkan," katanya.
KPK memberikan pengumuman yang mengejutkan. KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan yang juga calon Kapolri sebagai tersangka kasus rekening gendut. KPK mengaku menemukan dua alat bukti.
"Komjen BG tersangka kasus Tipikor saat menduduki kepala biro kepala pembinaan karir," kata Ketua KPK Abraham Samad dalam jumpa pers di Kuningan, Jakarta, Selasa (13/1/2015).
Tercium aroma politik. Sayang eike ndak bisa komen banyak saat ini. Cibukkkk.
Aroma politik bagaimana?
BG diterima baik di KIH maupun KMP kok.
Sebelum penetapan tersangka
Quote:
Namun hal ini tidak terjadi saat Komjen Budi Gunawan jadi calon tunggal Kapolri. Sekjen PAN Taufik Kurniawan misalnya, langsung yakin Komjen Budi Gunawan sudah memenuhi kriteria.
"PAN simpel saja, seorang prajurit kalau sudah mengemban bintang (jenderal) tentu sudah lolos kualifikasi Wanjakti," kata Taufik di gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (12/1/2015).
Saat nama Komjen Budi Gunawan dibacakan sebagai calon tunggal Kapolri di tengah sidang paripurna DPR pun tak ada interupsi sama sekali. Tak biasa partai anggota KMP menerima begitu saja keputusan Presiden Jokowi.
Tak hanya PAN, PD yang juga kerap punya sikap sama seperti KMP pun tak menolak. PD yang meminta penjelasan soal rekening gendut, tak ingin disebut asal menolak calon kapolri tersebut.
Partai Golkar pun tak mengkritik keputusan Presiden Jokowi. Golkar langsung memproses fit and proper test Komjen Budi Gunawan. Ketimbang mengkritik, Golkar menjelaskan urutan fit and proper test calon Kapolri nantinya.
"Setelah dibacakan di paripurna akan dibawa ke rapat Bamus untuk dikoordinasikan dengan komisi erkait yaitu komisi III. Komisi III akan mengagendakan fit and proper test calon Kapolri. Setelah ditetapkan maka komisi III akan mengumumkannya melalui iklan media masa untuk meminta masukand dari masyarakat," kata Sekretaris FPG DPR Bambang Soesatyo.
"Lalu Komisi III juga akan melakukan kunjungan lapangan ke rumah dan lingkungan calon untuk melihat langsung kehidupan sosial, gaya hidup, keluarga yang bersangkutan," lanjut Bambang yang biasa mengkritik Presiden Jokowi ini.
PKS juga tak menunjukkan 'perlawanan' terhadap langkah Presiden Jokowi tersebut. "Kita wain and see kita lihat bagaimana komitmen beliau memajukan reformasi di tubuh Polri," kata Nasir Djamil, anggota Komisi III DPR dari PKS.
Hanya Gerindra yang mencoba mengkritik namun dengan alasan yang cenderung politis.
http://news.detik.com/read/2015/01/1...n-jadi-kapolri
Itu sebelum penangkapan.
Nih,
ditegaskan lagi oleh Golkar (versi KMP)
Quote:
"Setiap pemimpin atau tokoh pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Demikian juga calon Kapolri Budi Gunawan. Kekurangannya antara lain soal isu rekening gendut. Namun itu kan baru sebatas isu. Belum menjadi fakta hukum," kata Bendahara Umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Bambang Soesatyo, kepada wartawa, Senin (12/1/2015).
Bagi Bambang yang juga jadi anggota DPR sejak periode lalu ini, Komjen Budi Gunawan sudah clear soal hal itu. Namun nanti pada saat fit and proper test akan dimintai keterangan lebih lanjut.
"Bagi kami sendiri di Komisi III periode lalu, telah mendapat penjelasan dari Bambang Hendarso Danuri, Kapolri ketika itu bahwa Budi Gunawan telah menjalani pemeriksaan internal dan hasilnya clear. Dan saya yakin Budi Gunawan saat Fit n proper nanti bisa menjelasnya lebih menyeluruh," kata Bambang.
Menurut Bambang, yang terpenting adalah pilihan Presiden Joko Widodo ini nanti dapat melanjutkan kepemimpinan Kapolri Jenderal Sutarman. Semuanya demi kemajuan institusi Polri serta responsif menyikapi tantangan yang dihadapi bangsa dan negara.
"Saya sendiri menilai sosok Budi Gunawan sebagai pilihan tepat untuk meneruskan kepemimpinan Jenderal Sutarman yang sigap itu," katanya.
Tantangan Budi Gunawan, masih menurut Bambang, tampaknya akan lebih berat. Bukan hanya melanjutkan perang melawan jaringan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), melainkan juga ancaman terorisme yang semakin nyata akhir-akhir ini.
http://news.detik.com/read/2015/01/1...n-budi-gunawan
Jadi, Pak Budi Gunawan ini dari sisi politis justru jadi jembatan antara PDIP dengan KMP.
KPK lawan presiden...
cicak vs buaya lagi kah???
Ih Jokowi *cubit kuat2