Garuda Superhero, sebuah seni kolase ‘Sweded’
Bagi mereka yang sudah menonton film ‘Garuda Superhero’ kemudian menjelek-jelekkannya di media sosial jelas tak punya daya nalar dan memiliki pengetahuan filmnya sangatlah minim. Film yang cerita dan disutradarai oleh X.JO adalah sebuah film dengan nilai seni yang (lumayan) tinggi. Tehnik CGI (Computer Generated Imagery) yang kelihatannya kurang di-render itu merupakan trik. Hanya mata yang terlatih dan juga orang yang memiliki IQ di atas 300 sajalah yang mengerti film ini seutuhnya.
Teramat mainstream jikalau kamu (baik yang belum ataupun yang sudah menonton) mengatakan bahwa film yang prosesnya memakan waktu 10 tahun untuk diangkat ke layar lebar ini merupakan rip-off dari beragam film Hollywood seperti: Trilogi Batman, Iron Man, District 9, The Avengers, Captain America, Armageddon hingga iklan Universitas Gunadarma.
Dari sekian judul film yang Saya sebutkan di atas, X.JO hanya mengambil ide besar dari sineas asal Perancis, Michel Gondry di film ‘Be Kind Rewind.’ A ha! Kalian semua pasti sekarang sedang menundukkan kepala, malu karena salah tuduh. Di film ‘Be Kind Rewind’ dua tokoh utama membuat kembali film ‘Ghostbuster’ berdasarkan tehnik dan pemahaman mereka sendiri. Dalam tehnik yang disebut dengan Sweded ini, tak haram untuk mengubah sedikit ceritanya, yang penting premis filmnya tetap sama. Film Garuda tak hanya menggunakan tehnik Sweded tapi juga kolase yang menghasilkan sebuah cerita dengan ide yang sangat baru, belum pernah ada sebelumnya, Rrrruaaar Byasaaaa!! RRrrrrrron Caaaaarrrrrr!!!! Gak tau sih gimana beratnya bikin film ini, cuma wikipedia aja tau betapa beratnya membuat film ini
Maka Saya heran kalau Garuda disama-samakan dengan Batman. Wooaah, nanti dulu…yang bilang Batman dan Garuda itu mirip tentunya merupakan fanboy baru.
Ini Garuda
https://semilirdibulannovember.files...hero.jpg?w=640
Ini Batman
https://semilirdibulannovember.files...36da.jpg?w=640
Ini Batman juga, tapi uuummm, duh lali aku sopo jenenge arek iki…
https://semilirdibulannovember.files...pg?w=640&h=480
Naah jelaskan bedanya? Oke karena ini film artsy banget dan lebih pool di bagian visualnya, maka tullisan saya kali ini akan lebih banyak diwakili oleh gambar. Cerita dibuka dengan invasi alien yang memporak-porandakan bumi Indonesia. Sweded pertama Garuda adalah menukil sedikit potongan film ‘District 9′ dan juga ‘X-Men: Day of the Future Past’ saat sebuah UFO yang berukuran sebesar (Alm) Stadion Lebak Bulus berada tepat di atas langit Metroplolis Metroland City dan menghancurkan apapun yang bergerak. Keberuntungan hanya berpihak kepada mereka yang menawarkan kacang pilus Garuda dan juga mereka yang berlindung di bawah atap bengkel Yamaha, Insha Alloh aman Kang.
Di saat-saat genting seperti inilah pahlawan kita mulai dipertunjukkan. Tapi eits, nanti dulu..sebelum berantem harus pemanasan dulu doong, ini yang dilawan bukan sembarang lawan, tapi panglima alien. Kalo yang dihadepin abang-abang yang kerjaannya duduk di atas motor sambil nyocokin plat nomer motor sama data di handphone yang sering keliatan di deket pasar gembrong mah ga usah pake pemanasan. Jadi untuk mengusir para penjajah, tentu saja Garuda harus berlatih keras, ditemani Mr. Incredible, Stepehen Amell dan juga Miley Cyrus
Nah berkat latihan keras itulah panglima alien dapat dikalahkan. Satu hal positif dari karakter yang diperankan oleh Rizal Idrus ini adalah saat tak hanya memaafkan pasukan alien itu dan memintanya untuk meninggalkan bumi, tapi juga meninggalkan wejangan untuk para mahluk asing itu “Kalian datang di tempat yang salah. Di dunia ini tak ada yang mau tanahnya dijajah”. Waduuh biyuung, udah jago berantem, gagah, tetenya gak berbulu, pemaaf, bijak pula. Mungkin inilah sosok ubermensch yang Nietzsche maksud. Kaliam yang pada bolos pas mata kuliah filsafat dasar pasti gak tau kan siapa itu Nietzsche? Kalian gak tau, tapi mas X.Jo tau *PijetPijetPundakMasXJo*.
Tapi film ini menggunakan alur flashback, dimana sisa 75 menit akan menceritakan bagaimana sosok Garuda ini muncul. Jadi saat itu bumi akan terancam kiamat karena asteroid raksasa akan menghantam bumi dalam tiga hari ke depan. Terbilanglah ada sebuah rapat yang dihadiri aktor-aktor yang namanya nyaris menghilang seiring dengan menguapnya kasus waduk Kedung Ombo. Bumi akan hancur, maka Polisi, TNI, Gubernur, Cendekiawan, Bos senjata dan juga Deddy Dores eh Agus Kuncoro yang berperan sebagai ketua Detasemen Anti Teror ini bertemu untuk membahas pengamanan roket yang bernama Gatot Kaca yang berhulu ledak sepuuluh kali lipat dari bom atom Hiroshima-Nagasaki. Keadaan semakin menegangkan karena asteroid itu semakin mendekat, Ya Alloh selamatkan kami….
Epik kepahlawan tentunya akan berasa hambar jika tidak diimbangi dengan penjahat yang kekuatan dan kecerdasannya sungguh di luar perkiraan Saya. Durjana (diperankan oleh Slamet Rahardjo) merupakan pimpinan geng yang juga memiliki bos yang akhirnya dibiarin dibunuh sama Durjana, ih kejem bener! Sebelum menghembuskan nafas terakhir, bos-nya Durjana nitip pesen sama Agus Kuncoro buat ngasi foto ke anaknya (ini akan menjadi scene menentukan)
Oke, jadi ceritanya Durjana berhasil ngambil roket Gatotkaca dengan bantuan tiga anak buahnya, dua cowok satu cewek. Penjahat cowok pertama potongannya sekilas mirip Bane karena badannya gede, tapi di satu sisi koq gak pas kalo disandingkan sama Bane yang kerap melontarkan kalimat-kalimat cerdas dan dalem di film ‘Dark Knight Rises’, penjahat ini gak bisa ngomong, berbadan besar dan pake topeng, oke kita asumsikan saja kalo Mas X.Jo terinspirasi dari Jason Voorhees. Penjahat cowok satunya lagi, rada mirip (inget konsep ‘sweded’ ya) sama Deadpool. Kalo Ryan Reynolds itu banyak omong, nah si Loco ini kebanyakan nyengir, mungkin sebelum take doi nyimeng sama neken duls…ads kale… Nah Saya cuma kenal sama penjahat cewek-nya dulu sih dia anak buahnya Ahmad Dhani, namanya Alexa Key. Sounds familiar huh?
Dengan memakai kostum kulit ketat plus korset (sayangnya gak bisa menambah ukuran dada Alexa), kesan seksi tapi mematikan tentu saja menjadi maksud sang perancang kostum. Niih liat, kurang seksi apa coba?
Nah balik lagi ke tokoh utama kita, setelah dirayu-rayu akhirnya tokoh utama kita yang bernama Bara setuju untuk menerima tawaran menjadi superhero meski pada prosesnya teramat menyakitkan karena disuntik-suntik gitu dah. Sebagai tanda jadi tentu Bara dan doktor harus merayakannya tapi tentu saja dengan cara yang Indonesia banget yaitu, makan kacang kulit Garuda . Kalo mayoritas penonton lain pada ketawa, saya mah langsung sadar bahwa mas X.Jo sudah memikirkan masak-masak untuk tidak mengganti adegan makan kacang garuda dengan menuangkan champagne a la Tony Stark.
Lebih baik ada adegan yang menurut khalayak adalah sebuah cela, namun dalam maksud terselubung dan penuh teka-teki tinggi, pada dasarnya mas yang suka sekali menggunakan bandana warna merah ini sedang mencoba menyelamatkan akhlak generasi muda terhadap bahaya alkohol…Uni Fahira Idris dan pegiat anti-miras lainnya tentu sangat bangga pada sampeyan Mase…*RapihinBandanaMasXJO*
Cerita bergulir pada pertarungan terakhir saat Agus Kuncoro bertemu dengan anak bosnya Durjana yang nitipin foto buat anaknya. Film Garuda tak hanya men-Sweded film Hollywood tapi juga film lokal. Dalam sebuah perbincangan Agus Kuncoro dengan sang anak bos penjahat, seketika potongan film ‘IQ Jogkok’ dari Warkop DKI berkelebat dalam ingatan Saya yang disinyalir memiliki photographic memories. Ternyata di balik foto itu ada teka-teki di mana Durjana menyembunyikan Gatotkaca. Di titik inilah saya semakin gandrung akan film ini. Karena seumur-umur baru kali ini film action/artsy/sweded dipadu padankan dengan komedi legendaris.
Layaknya novel Ernest Hemingway yang berjudul asli ‘A Fareweel to Arms’ yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul ‘Pertempuran Penghabisan’, film ini pun menyuguhkan aksi bela diri yang sangat muktakhir karena menggunakan CGI. Coba kalo pake real set, sampahnya mo dibuang ke mana coba? Bantar Gerbang bisa penuh! Garuda adalah film yang peduli dengan lingkungan, salut! Oke jadi kira-kira pertarungan antara Garuda dan Durjana hampir seseru Batman versus Bane, sebuah kebetulan? Mungkin
Kalau pertarungan Durjana dengan Garuda mirip dengan Batman-Bane, maka tidak dengan pertarungan antara Agus Kuncoro dengan Alexa Key (duh maap nih lupa nama karakter mereka). Ini adalah pertarungan antara dua anak manusia yang sangat orisinil idenya, bahkan dialog Agus sangat terngiang hingga saat saya menulis review ini “Sebentar. dikasih istri. Takut pecah,” katanya sambil melepas kacamata. Jangankan Alexa yang tersenyum mendengar untaian kalimat itu saya pun ikut tersenyum. Lagi-lagi moral lesson dari film ini adalah, jagalah Rayban pemberian Istri jikalau masih pingin dapet jatah “ho’oh” selepas kerja.
Penjahat pun bisa dienyahkan tapi bagaimana dengan kelangsungan bumi dengan semakin dekatnya asteriod menuju atmosfir bumi?? Di titik paling krusial inilah muncul sosok yang saya amat tidak duga. Ustadz Yusuf Mansyur yang berperan sebagai Menteri Agama tiba-tiba muncul memberikan siraman rohani!!! Bajinguk, adegan sang ustadz ini lebih twist dari film Quentin Tarantino manapun!
Setelah mendengar siraman rohani itu ane pun teringat belum salat Dzuhur, astagfirulloh! Segera saja kesenangan duniawi itu saya tinggal sebentar. Kursi saya tinggalkan, untuk kemudian keluar bioskop mencari mushola terdekat. Eh pas Saya balik lagi ke studio 3, filmnya udah abis. Jadi gak tau deh akhir filmnya gimana. Sedih sih, tapi seenggaknya sedikit lega karena filmnya sangat unik, terlebih dengan adanya kulsum (kuliah satu menit dari Ustadz Yusuf Mansyur).
Akhirulkhalam, film ini sangat sangat saya rekomendasikan bagi kamu sekalian yang ingin mendapatkan sensasi menonton film action dengan bumbu humor warkop dki dan juga siraman rohani. Wassalam.