Kecerdasan dan Kesuksesan
Seorang Psikolog bernama Lewis Terman melakukan sebuah penelitian untuk memprediksi kesuksesan anak2 berdasarkan kecerdasannya yg diukur dengan Test IQ.
Setelah beberapa tahun berlalu, ternyata anak2 yg ber IQ tinggi, yaitu setingkat 140 atau lebih tidak menunjukkan kesuksesan yg lebih tinggi daripada anak2 ber IQ normal.
Maka Lewis Terman kemudian mengakui bahwa caranya mengukur kecerdasan anak2 tersebut kurang tepat.
Selama ini test IQ dibuat dengan pertanyaan2 Konvergen, pertanyaan2 yg memiliki jawaban pasti seperti Apa warna susu? jawabannya putih atau jenis2 pertanyaan matematika.
Terman melupakan jenis2 pertanyaan lain yg lebih penting yaitu pertanyaan2 Divergen seperti Bagaimana caranya agar anak2 lebih menyukai Susu ? jawabannya terbuka
Pertanyaan2 Divergen akan menunjukkan tingkat Practical Intelegent yg bukan sekedar IQ.
Untuk menyelesaikan masalah2 dalam kehidupan nyata dibutuhkan Practical Intelegent lebih daripada IQ.
Orang harus bisa menjawab pertanyaan2 semacam :
- Bagaimana agar saya bisa meningkatkan penghasilan ?
- Bagaimana agar saya bisa menjadi lebih sehat ?
- Bagaimana agar saya bisa menyelesaikan masalah ini ?
Pertanyaan2 semacam itu tidak memiliki jawaban yg pasti seperti pertanyaan2 Konvergen.
Sekolah2 lebih banyak mengajarkan ilmu pasti, segala sesuatu di sekolah memiliki jawaban yg pasti, sekolah mendidik cara berpikir Konvergen ini sebabnya seorang yg berprestasi tinggi disekolah belum tentu bisa sukses di kehidupan.
Kemampuan untuk menjawab pertanyaan2 Divergen sangat penting bagi kesuksesan seseorang dimasa depan.