Originally Posted by
tuscany
Yep, misalnya gitu. Atau janji menikahi, tergantung gendernya apa.
Saya cenderung sepakat kalo lagi labil mestinya ndak bikin janji. Masalahnya kan orang lagi labil kadang nggak sadar lagi mana yang baik mana yang enggak untuk dilakukan.
Saya juga cenderung setuju bahwa janji semacam itu bisa ditarik kembali karena alasan di atas. Namun pada prakteknya mungkin nggak gampang. Masa mau bilang: "saya waktu itu lagi labil, so I am sorry..."
Belum lagi kalo orangnya sangat komit sama janji. Meski tau janjinya salah tapi kadung janji dari pada dituding ingkar.