http://shnews.co/foto_berita/55Selaikacang-Corbis.jpg
FLORIDA – Perangkat terbaru untuk melawan Alzheimer sepertinya tidak terlalu jauh dari meja makan Anda. Pasalnya, studi menemukan selai kacang tanah dapat membantu menandai tanda-tanda awal penyakit gangguan kognitif tersebut.
Para peneliti dari University of Florida (UF), Amerika Serikat, menggunakan bahan roti isi ini untuk untuk tes yang bertujuan memastikan hidung mana yang kehilangan kemampuan mengendus bau selai kacang tersebut. Para peneliti menemukan mereka yang berada tahap awal Azheimer, hidung kirinya lebih cepat kehilangan kemampuan mencium bau dibandingkan yang kanan. Dan, kacang tanah adalah zat yang sempurna untuk mendeteksi masalah itu.
Kacang tanah memiliki “bau alami” yang terdeteksi secara eksklusif oleh saraf penciuman. Hampir semua bau yang tercium juga dideteksi oleh saraf trigeminal, yang bertanggung jawab atas sensasi-sensasi bau di wajah, seperti dilaporkan Daily Mail, Kamis (10/10).
Saraf penciuman penting dalam penelitian Alzheimer. Pasalnya, penurunan di pusat penciuman otak adalah salah satu tanda pertama dari penyakit itu. Persoalannya, tidak mudah mendeteksi degradasi tersebut.
Peneliti Jennifer Stamps dari McKnight Brain Institute Center for Smell and Taste University of Florida melakukan percobaan menggunakan selai kacang terhadap pasien Alzheimer dan pasien demensia, bentuk lain dari Alzheimer.
Masing-masing peserta memegang penggaris. Percobaan dimulai dari hidung yang satu, sementara hidung yang lain ditutup. Kemudian, perlahan-lahan Stamp memindahkan satu sendok makan selai kacang sentimeter demi sentimeter secara bertahap hingga lebih dekat ke lubang hidung. Para pasien akan memberi sinyal jika mereka bisa mencium baunya.
http://shnews.co./tinymcpuk/gambar/I...%20Florida.jpg
Stamp menemukan ternyata pasien Alzheimer kehilangan kemampuan penciuman di lubang hidung kiri. Sebaliknya, pasien demensia mengalami penurunan penciuman di hidung kanan lebih dahulu dibandingkan lubang yang kiri.
Rata-rata pasien dapat mencium bau selai kacang dari jarak sekitar 20cm dari lubang hidung kiri dan 10cm dari lubang hidung kiri.
Temuan ini dapat diterjemahkan sebagai cara mudah dan cepat untuk mendeteksi tahap awal Alzheimer. Langkah sederhana ini dapat mencegah Alzheimer dengan pengobatan sedini mungkin.
Di Indonesia, data Badan Kesehatan Dunia 2011 menunjukkan sekitar 1 juta penduduk menderita Alzheimer. Meskipun itu masih angka estimasi, kondisi ini diperkirakan terus bertambah dengan bertambahnya waktu, mengutip Antara. Di dunia, setiap empat detik akan muncul satu kasus baru Alzheimer. Dengan kondisi seperti ini, diprediksi penderita Alzheimer di Indonesia bisa mencapai tiga juta kasus pada 2050.
"Saat ini, kita dapat menggunakan tes ini untuk mengkonfirmasi diagnosis," ujar Stamp. "Tapi, kami berencana mempelajari pasien dengan gangguan kognitif ringan ini untuk melihat apakah tes ini dapat digunakan untuk memprediksi apakah seorang pasien akan terserang penyakit Alzheimer."
sumber : http://sinarharapan.co/index.php/new...lzheimer-.html