Originally Posted by
mbok jamu
Darimana mbok memulainya ya.
If you love somebody, will you let him/her go? Ikhlas kah membiarkan dia pergi pada saat yang terbaik untuknya?
Kakak mbok ndak sadarkan diri lagi dan harus dilarikan ke rumah sakit. Mungkin penyakit itu sudah menyerang otak atau sakitnya sudah ndak tertahankan lagi.
Jahatkah mbok memohon supaya Tuhan segera mengambilnya untuk membebaskan dia dari sakitnya?
Mami, adik dan kakak belum siap, masih berdoa untuk kesembuhannya, masih ndak rela jika dia pergi. Bukan mbok tak percaya mukjizat tapi untuk sembuh kakak akan semakin tersiksa.