Bunda Pipik vs Keluarga Uje -- Episode Makam
http://hot.detik.com/read/2013/09/18...agus-makan-uje
Umi menilai tak ada yang salah dari memperindah makam.
"Itu kan anak kita, apa masalahnya? Malu sama jamaah dari negara lain. Malu kalau kuburan Uje nggak keurus," ungkapnya kepada detikHOT, Rabu (18/9/2013).
"Kita ada kewajiban, pertama sebagai anak, kedua almarhum sebagai ustad dipadang ribuan jamaah, alim ulama, hargain dong Uje," katanya.
http://hot.detik.com/read/2013/09/18...akam-para-wali
Fajar Sidiq selaku adik kandung Uje pun mengungkapkan alasan renovasi tersebut. "Umumnya kan makam-makam Wali begitu ya. Dibuatnya lebih tinggi," ujar Fajar Sidiq saat dihubungi via telepon, Rabu (18/9/2013).
http://hot.detik.com/read/2013/09/18...kam-direnovasi
Pipik sangat kaget ketika melihat makam mendiang suaminya ternyata sudah direnovasi. Sebelum mengetahui makam Uje telah berubah bentuk, ia sempat memimpikan sang suami tengah bersedih.
"Aku sempat mimpi nggak enak, mimpi beliau sedih. Setelah itu aku ngajak teh Haji Lin, yuk kita ziarah ke makam," ujarnya saat ditemui di Gedung Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2013) malam.
"Jumat (13/9/2013) subuh kita jalan berdua sama teh Haji. Pas sampai kita bingung, kaget, kok? Kapan diubahnya?" lanjutnya.
Dari penjaga makam, Pipik mengetahui bahwa proses renovasi belum lama rampung. Setelah direnovasi, makam Uje memang nampak berbeda dengan makam-makam yang berada di TPU Karet Tengsin, Jakarta.
Makam itu terlihat lebih tinggi dari makam lainnya dan dibangun dengan bahan marmer berwarna hitam.
"Saya sempat tanya sama orang-orang sekitar, katanya baru kemarin ini dibongkar," ujarnya.
Pipik mengakui bahwa dirinya telah memberi izin agar makam suaminya diperbagus. Namun, ia tidak menyangka bentuk makamnya akan seperti itu.