SOEKARNO (Des 2013) -- Ario Bayu, Lukman Sardy, Maudy Koesnadi stdr: Hanung
http://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.ne...96295089_n.jpg
http://www.youtube.com/watch?v=UuhB8EZhPxg
Akhirnya keluar juga trailernya Soekarno. Ario Bayu jauh lebih mirip Soekarno dibandingkan *ehem* Anjasmara. Bahkan adegan PDKT-nya ke Fatmawati lebih keren versi Ario Bayu. Versi Anjasmara malah bikin gue ngakak2 karena si aktor yang semestinya memerankan Soekarno yang 'romantis' malah tergagap2 dan kaku2 menjelaskan konsep peran wanita kepada Fatmawati.
Ibu Rachmawati Soekarno. Percayalah. Ario Bayu lebih tepat untuk memerankan ayah anda.
Aku merasa Lukman Sardi belum dapat sebagai H. Mohammad Hatta. Kecuali adegan Bung Hatta mengajar, di adegan lain masih kurang. Apa yang salah yah? Rambut terlalu tebal kah? Tapi setidaknya aku sudah tak melihat seorang 'Lukman Sardi' di situ.
Jujur, David Chalik (di versi Soekarno-nya Anjasmara dahulu) lebih mirip Mohammad Hatta walau tanpa dialog dibandingkan Lukman Sardi.
Di trailer tidak terlihat Inggit atau mungkin saya terlewat. Tapi di behind-the-scene, ditampilkan Maudy Koesnadi dengan make-upnya. Maudy tampak tua di situ dan benar-benar bikin pangling.
Sinopsis
Dulunya bernama Kusno. Tubuhnya kurus dan sering sakit-sakitan. Oleh bapaknya Nama Kusno diganti dengan Sukarno. Besar harapan anak kurus itu menjelma menjadi ksatria layaknya Adipati Karno. Harapan bapaknya terpenuhi, umur 24 tahun Sukarno berhasil mengguncang podium, berteriak : Kita Harus Merdeka Sekarang!!! Akibatnya dia harus dipenjara. Dituduh menghasut dan memberontak seperti Komunis. Tapi keberanian Sukarno tidak pernah padam. Dia makin menggugat. Pledoinya yg sangat terkenal indonesia Menggugat menghantarkan dia dibuang ke Ende, lalu Bengkulu.
Di kota itu Sukarno istirahat sejenak dari politik. Hatinya tertambat pada gadis muda bernama Fatmawati. Padahal saat itu Sukarno masih menjadi suami Inggit Garnasih; Perempuan lebih tua dari Sukarno, yang selalu menjadi perisai baginya tatkala di penjara dan dibuang. Inggit harus rela melihat sang suami tercinta jatuh cinta dengan gadis lain. Ditengah kemelut rumah tangganya, Jepang datang memulai peperangan Asia Timur Raya. Berahi politiknya kembali menguat. Belanda takluk oleh Jepang. Sesuatu yg dulu dianggap Raksasa bagi Sukarno, kini lenyap. Kemerdekaan Indonesia seolah diambang mata.
Sementara itu Hatta dan Sjahrir, rival politik Sukarno dimasa muda mengingatkan bahwa Jepang tidak kalah bengisnya dengan Belanda. Tapi Sukarno punya sudut pandang berbeda.
'Jika kita cerdik, kita bisa memanfaatkan Jepang untuk upaya meraih kemerdekaan Indonesia' kata Sukarno. Hatta terpengaruh. Tapi Sjahrir tidak. Bekerjasama dengan Jepang sama saja memposisikan Indonesia menjadi bagian dari Fasisme, musuh Amerika-Inggris-Australia. Sukarno tidak peduli. Dia yakin dengan pilihannya: bekerjasama dengan Jepang untuk Indonesia Merdeka. Bersama Hatta, Sukarno berupaya mewujudkan cita-citanya mewujudkan Indonesia Merdeka. Anak-anak muda pengikut Sjahrir mencemooh Sukarno-Hatta sebagai kolaborator, menjual bangsa sendiri ke tangan Fasis. Tapi Sukarno punya pandangan berbeda.
Kita semua tahu bahwa pada akhirnya Kemerdekaan Indonesia terwujud pada tanggal 17 agustus 1945. Tapi apakah itu kemerdekaan yang diharapkan? Jangan-jangan Kemerdekaan itu semata-mata hadiah dari Jepang? Jangan-jangan apa yang kita peringati setiap tahun itu hanyalah upah bagi Sukarno karena telah bekerja untuk Jepang? Bagaimanakah cara Sukarno mewujudkan kemerdekaan itu? Berapa nyawa yang dikorbankan?
Diatas kereta kuda, haji Cokroaminoto berwejang kepada Sukarno muda: 'Manusia itu sama misteriusnya dengan alam, tapi jika kau bisa menggenggam hatinya, mereka akan mengikutimu'
Kalimat itu selalu dipegang Sukarno untuk mewujudkan mimpinya .... Indonesia Merdeka!
Kisruh Film "Soekarno", Rachmawati Kembalikan Rp 200 Juta ke Produser
http://us.images.detik.com/content/2...142_soedlm.jpg
Kisruh Film "Soekarno": Rachmawati Kembalikan Rp 200 Juta ke Produser Tunai (Pecahan Rp 10 Ribu!) =))
SEIRING pengunduran dirinya dari tim penggagas film Soekarno: Indonesia Merdeka, Rachmawati Soekarnoputri mengembalikan uang senilai 200 juta rupiah kepada rumah produksi Multivision Pictures (MVP).
Uang tersebut sedianya merupakan fee atas penggarapan cerita Soekarno yang diberikan pihak MVP kepada Rachma melalui Yayasan Soekarno.
Pengembalian uang rencananya akan dilakukan oleh Didi Mahardika, putra Rachma, serta pengacaranya, Ramdhan Alamsyah.
"Jam 1 (siang) nanti kami berangkat ke kantor MVP," beritahu Ramdhan kepada Bintang Online, Jumat (20/9) siang.
Uniknya, uang 200 juta rupiah itu akan dikembalikan secara tunai, dengan pecahan 10 ribu rupiah. Terbayang betapa banyak fisik uang yang akan dibawa nanti. "Kami bawa pakai karung," tegas Ramdhan.
"Kenapa pakai pecahan 10 ribu? Kami mau berikan pendidikan kepada rakyat Indonesia. Sekaligus ini merupakan gerakan menolak penayangan film Soekarno," lanjutnya.
sumbernya kakak
seru nih.... :beliz2: