Tradisi untuk saling memaafkan di hari lebaran adalah budaya atau berdasarkan ayat Kitab Suci ?
Hanya di indonesia atau di seluruh dunia ?
Printable View
Tradisi untuk saling memaafkan di hari lebaran adalah budaya atau berdasarkan ayat Kitab Suci ?
Hanya di indonesia atau di seluruh dunia ?
Setau saya (pernah baca) salah satu hadis sahih yang bilang kalau jaman nabi Muhammad kalau beliau setelah sholat eid , bertemu dengan sahabat-sahabatnya beliau mengucapkan " TaqabbalAllohu minnaa wa minkum (Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian). " begitu pula ditiru oleh para sahabat yang bertemu dengan sahabatnya yang lain ketika selesai shalat eid.
Kalau sungkem itu cuma budaya imho ngga salah selama tujuan dan niatnya baik.
Selain silahturahmi juga sebagai moment untuk permohonan maaf
seseorang yang merasa berdosa kepada Allah SWT bisa langsung mohon pengampunan kepada-Nya.
Tapi, apakah semua dosanya bisa terhapus jika dia masih bersalah kepada orang-orang lain yang dia belum minta maaf kepada mereka?
wallahu 'alam
IMO, semua bakal ada balasannya, meski sebiji buah semangka, baik buruk atau baik...
Gak punya ilmunya gw budaya sungkeman...
copas dari fb.
Bagi2 ilmu
*) "KELIRUNYA UCAPAN HARI RAYA DI INDONESIA"
ِﻢــــــــــــــــــــــْﺴِﺑ ِﻪّﻠﻟﺍ ِﻦَﻤْﺣَّﺮﻟﺍ ﻢْﻴِﺣَّﺮﻟﺍ
Sejalan dengan akan datangnya Idul Fitri, sering
kita dengar tersebar ucapan:
“MOHON MAAF LAHIR & BATHIN ”.
Seolah2 saat Idul Fitri hanya khusus dengan
ucapan semacam itu.
Sungguh sebuah salah kaprah, karena Idul Fitri
bukanlah waktu khusus untuk saling maaf
memaafkan. Memaafkan bisa kapan saja, tidak
terpaku dihari Idul Fitri. Demikian Rasul
mengajarkan kita.
Tidak ada satu ayat Qur'an ataupun suatu Hadist
yang menunjukan keharusan mengucapkan “
Mohon Maaf Lahir dan Batin ” disaat Idul Fitri..
Satu lagi, ucapan yang keliru saat Idhul Fithri,
yakni ucapan :
"MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN".
Arti dari ucapan tersebut adalah :
“ Kita kembali dan meraih kemenangan ”
KITA MAU KEMBALI KEMANA ???
Apa pada ketaatan atau kemaksiatan ???
MERAIH KEMENANGAN ?
Kemenangan apa ?
Apakah kita menang melawan bulan Ramadhan
sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan ?
Satu hal lagi yang mesti dipahami, setiap kali ada
yang ucapkan
“ Minal ‘Aidin wal Faizin ”
lantas diikuti dengan kalimat
“ Mohon Maaf Lahir dan Batin ”.
Karena mungkin kita mengira artinya. adalah
kalimat selanjutnya. Ini sungguh KELIRU luar
biasa.
Coba saja sampaikan kalimat itu pada saudara2
seiman kita di Pakistan, Turki, Saudi Arabia atau
negara2 lain....PASTI PADA BINGUNG ....=-? =-? :s
Sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna
kalimat ini keliru sehingga sudah sepantasnya kita
HINDARI.
Ucapan yang lebih baik dan dicontohkan langsung
oleh para sahabat Rasulullah, yaitu :
“TAQOBBAL ALLAHU MINNA WA MINKUM"
Semoga Allah menerima amal kami dan amal
kalian )
Jadi lebih baik, ucapan / SMS /BBM kita :
" Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqobbal Allahu
minna wa minkum "
( Semoga Allah menerima amal kami dan amal
kalian )
Semoga risalah ini bermanfaat dan saling berbagi
niat untuk meluruskan kekeliruan yang selama ini
terjadi...
WaAllahu A'lam
Pernah dengar ulama salah satu ponpes ceramah
jadi kalau kita niat baik meskipun baru niat itu udah dapat pahala
apalagi kalau dilakukan.. jadi pahalanya double
tapi, kalau berbuat buruk kalau baru niat belum dilakukan ngga apa-apa tidak dosa
kecuali kalau dilakukan baru dosa.
Itulah maha pengampunnya Allah swt
wallahu 'alam
kemaren sempat cari kartu ucapan idul fitri versi english n g menemukan satupun kalimat minal aidin walfaidzin..semuanya cuma eid mubarak..best wishes n joy.. sesuatu seperti itu. jadi emang tradisi di indo aja kali.
yup.only eid mubarak aja.
Saling memaafkan dengan ucapan lahir batin kemungkinan besar memiliki akar di budaya Jawa, meskipun tidak jelas siapa yang memulai. Bisa jadi juga merupakan ciptaan Sunan Kalijaga yang memang mumpuni dalam menerjemahkan kebijaksanaan Islam ke dalam budaya lokal. Namun yang jelas, tradisi maaf-maaf-an massal (yang sering disebut halal-bi-halal) memang dimulai di Jawa, persisnya diselenggarakan oleh KGPAA Mangkunergaran I di Surakarta. Di sini pula ditemukan catatan tentang tradisi sungkeman. Ini menunjukkan bahwa di tahun 1700-an, kegiatan maaf-maaf-an sudah ada dan mentradisi di Tanah Jawa.
Tradisi ini juga ditemukan di Malaysia, namun dari percakapan saya dengan beberapa teman di sana, kelihatannya merupakan tradisi yang mereka impor dari Indonesia.
Maaf-maaf-an memang tidak dibatasi pada hari raya, namun senyampang ada momen, maka demikianlah dia dilakukan dalam skala massal. Kebetulan Ied juga diwarnai oleh kegiatan mudik, yang mempertemukan kembali anggota keluarga yang terpisah jauh.
Itulah hebatnya budaya leluhur bangsa. Budaya nusantara.
Selamat Hari Raya Idul Fitri.
Taqobbal Allahu minna wa minkum
::maap::
Tulisan yang gegabah dalam memahami suatu kalimat :
Padahal, kalimat minal aidin wal faizin tsb maksudnya semoga اَللّهَ menjadikan kita menjadi orang2 yang kembali suci dan menang melawan hawa nafsu. Tentunya itu pemahamannya, bukan seperti sangkaan penulis di fb tsb.
Dengan logika buruk di atas, bisa saja kalimat di bawah ini :
Bisa kita katakan :Quote:
... Ucapan yang lebih baik dan dicontohkan langsung
oleh para sahabat Rasulullah, yaitu :
“TAQOBBAL ALLAHU MINNA WA MINKUM"
Semoga Allah menerimaamalkami danamalkalian )
...
“ اَللّهَ menerima apa dari Kita dan kamu ?”
APA YG DITERIMA DARI KITA ???
Apa ketaatan atau kemaksiatan ???"
Tentunya bukan seperti itu cara berfikirnya.
:)
betul sekali et dah..
dosa kepada Tuhan itu Tuhan yg mengampuni
tapi dosa kpd manusia, sebelum Tuhan mengampuni harus manusianya dulu
(kata Quraish Shihab kemaren)
so, mari kita teruskan budaya bermaaf2an :)
Maafin semuanya yaaaaaaa::maap::
soal kemenangan?? silahkan baca2 lagi hadist Nabi SAW. Ramadhan kalau dilewati dengan benar adalah memang Bulan Kemenangan ;)
Sekedar menambahkan, cekidot : http://ustadzaris.com/ucapan-selamat-hari-raya
Pendapat imam Ahmad ini menunjukkan bahwa ucapan selamat hari raya dan semisalnya boleh dilakukan, walau hal tsb tidak pernah dilakukan oleh para shahabat, namun perbuatan tsb tidak termasuk perkara yang menyelisihi syari'at.Quote:
Akan tetapi Imam Ahmad mengatakan, “Aku tidak mau mendahului untuk mengucapkan selamat hari raya namun jika ada yang memberi ucapan selamat hari raya kepadaku maka pasti akan aku jawab”. Beliau mengatakan demikian karena menjawab penghormatan hukumnya wajib sedangkan memulai mengucapkan selamat hari raya bukanlah sunnah Nabi yang diperintahkan, bukan pula hal yang terlarang.
لكن قال أحمد أنا لا أبتدئ أحدا ، فإن ابتدأني أحد أجبته ، وذلك لأن جواب التحية واجب ، وأما الإبتداء بالتهنئة فليس سنة مأمورا بها ، ولا هو أيضا مما نهي عنه ،
Hal ini tentu saja berlawanan dengan pendapat sebagian manusia yang menganggap bahwa ucapan selain :
تَقَبَلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْAdalah Bid'ah (perbuatan yang tercela)
Allahu A'lam