PDA

View Full Version : Apa manfaat percaya tuhan?



purba
14-04-2011, 08:25 PM
Tuhan hanya tempat utk membalas dendam. Misalkan ada teis yang mendapatkan perlakuan buruk dari orang lain. Apa yg dilakukannya? Dia bergumam: Nanti juga dibalas di akhirat oleh tuhan.

Tuhan sebagai kambing hitam. Misalkan ada teis yg tidak lulus ujian. Apa yg dilakukannya? Dia bergumam: Tuhan belum mengizinkan ane lulus.

:))

Sauron
14-04-2011, 08:49 PM
Hmm... terdengar seperti orang yang putus asa.

Apa gunanya ga percaya Tuhan? :D

E = mc²
14-04-2011, 08:58 PM
errr.... Pascal's Wager? :))

beastmen85
14-04-2011, 09:32 PM
err. utk mengakses GOD SPOT di otak? believe system :D

keremus
14-04-2011, 11:07 PM
Bagi orang religius, manfaat memiliki Tuhan :

1. Merasa memiliki tujuan hidup

2. Tuhan dapat menjadi semacam penghiburan atas penderitaan, kesialan,
keputusasaan

3. Sebaliknya, Tuhan pun dapat dianggap sebagai sumber kebahagiaan

4. Memperoleh mitra dagang (saya akan banyak bersedekah sehingga
rezeki saya dimudahkan)

5. Menerangkan sesuatu yang tak bisa dijabarkan secara ilmiah

Kingform
14-04-2011, 11:42 PM
Tuhan hanya tempat utk membalas dendam. Misalkan ada teis yang mendapatkan perlakuan buruk dari orang lain. Apa yg dilakukannya? Dia bergumam: Nanti juga dibalas di akhirat oleh tuhan.

Tuhan sebagai kambing hitam. Misalkan ada teis yg tidak lulus ujian. Apa yg dilakukannya? Dia bergumam: Tuhan belum mengizinkan ane lulus.

:))
belum tentu juga.......

orang2 yang sukses bakal bilang kalo semua merupakan berkat dari Tuhan

beastmen85
14-04-2011, 11:44 PM
^ gmn kalo kambing hitam kesuksesan? ::elaugh::

danalingga
15-04-2011, 08:43 AM
Harusnya Tuhan bukan untuk dipercayai tapi untuk dikenal.

DH1M4Z
15-04-2011, 10:45 AM
Bagi orang religius, manfaat memiliki Tuhan :

1. Merasa memiliki tujuan hidup

2. Tuhan dapat menjadi semacam penghiburan atas penderitaan, kesialan,
keputusasaan

3. Sebaliknya, Tuhan pun dapat dianggap sebagai sumber kebahagiaan

4. Memperoleh mitra dagang (saya akan banyak bersedekah sehingga
rezeki saya dimudahkan)

5. Menerangkan sesuatu yang tak bisa dijabarkan secara ilmiah

good point kop/may, :mrgreen:

adinda
15-04-2011, 01:11 PM
ktnya siapa yg percaya..akan di berkati dan di selamatkan


knp jg ga percaya

purba
15-04-2011, 08:07 PM
Bagi orang religius, manfaat memiliki Tuhan :

1. Merasa memiliki tujuan hidup

2. Tuhan dapat menjadi semacam penghiburan atas penderitaan, kesialan,
keputusasaan

3. Sebaliknya, Tuhan pun dapat dianggap sebagai sumber kebahagiaan

4. Memperoleh mitra dagang (saya akan banyak bersedekah sehingga
rezeki saya dimudahkan)

5. Menerangkan sesuatu yang tak bisa dijabarkan secara ilmiah

Sekilas ane baca tulisan ente seperti satire. :))

purba
15-04-2011, 08:14 PM
Apa gunanya ga percaya Tuhan? :D

Hidup lebih tenang tidak ketakutan neraka dan tidak sibuk kejar setoran buat ke surga. :))

ndableg
16-04-2011, 12:28 AM
kalo negara dilanda perang jadi berani mati
Kalo enggak ya kabur aja..

DH1M4Z
16-04-2011, 12:29 AM
pol pot, lenin, stalin, ....

mmm..., hidup mereka benar-benar tenang, damai , :mrgreen:

sekian ratus ribu dibantai, karena kata-kata mereka atau salah satu dari mereka :

"eh ntu yang gak mau kompromi habisin aja yah.... "

suatu perintah yang begitu tenang.... :rgreen:

beastmen85
16-04-2011, 12:44 AM
Bagi orang religius, manfaat memiliki Tuhan :

1. Merasa memiliki tujuan hidup

2. Tuhan dapat menjadi semacam penghiburan atas penderitaan, kesialan,
keputusasaan

3. Sebaliknya, Tuhan pun dapat dianggap sebagai sumber kebahagiaan

4. Memperoleh mitra dagang (saya akan banyak bersedekah sehingga
rezeki saya dimudahkan)

5. Menerangkan sesuatu yang tak bisa dijabarkan secara ilmiah

menurut gw ini bener, semacam pelarian...

imo, percaya Tuhan ga ada gunanya, kecuali utk hal2 seperti ini :D

purba
16-04-2011, 11:29 AM
pol pot, lenin, stalin, ....

mmm..., hidup mereka benar-benar tenang, damai , :mrgreen:

sekian ratus ribu dibantai, karena kata-kata mereka atau salah satu dari mereka :

"eh ntu yang gak mau kompromi habisin aja yah.... "

suatu perintah yang begitu tenang.... :rgreen:

Sodom "muslim" Husin Irak? Moamer "muslim" Gadafi Libya? Osama "muslim" bin Laden freelance? dll...

Gak tepat klo ente mau jatuhin ateis dgn memperlihatkan kelakuan Polpot, Stalin, dll...

:))

pasingsingan
16-04-2011, 11:30 AM
Hidup lebih tenang tidak ketakutan neraka dan tidak sibuk kejar setoran buat ke surga. :))

ya klo ukuran ente hanya orang2 yng berpola pikir spt itu
ente mang pantas terkekeh-kekeh pur :mrgreen:

dan itu gak jaoh beda ama ente, jika
pilihan jadi atheist sekedar tuk menghilangkan ketakutan subyek diatas misalnya :lololol:

DH1M4Z
16-04-2011, 12:29 PM
Sodom "muslim" Husin Irak? Moamer "muslim" Gadafi Libya? Osama "muslim" bin Laden freelance? dll...

Gak tepat klo ente mau jatuhin ateis dgn memperlihatkan kelakuan Polpot, Stalin, dll...

:))

hahahaha.... ente kan bilang : enaknya jadi atheis , Hidup lebih tenang tidak ketakutan neraka dan tidak sibuk kejar setoran buat ke surga

ternyata banyak tuh atheis yang hidupnya di dunia "blingsatan" :))

gw bukan mau jatuhin atheis, tapi mau jatuhin apa yang loe bilang :))

purba
16-04-2011, 10:55 PM
ya klo ukuran ente hanya orang2 yng berpola pikir spt itu
ente mang pantas terkekeh-kekeh pur :mrgreen:

dan itu gak jaoh beda ama ente, jika
pilihan jadi atheist sekedar tuk menghilangkan ketakutan subyek diatas misalnya :lololol:

Pola pikir tsb ada di setiap orang yg meyakini akhirat. Jika ente meyakini akhirat, tetapi menolak surga atau neraka, apalah artinya keyakinan ente thd akhirat tsb? Ane bisa bilang: Pengen surga dan takut neraka adalah konsekuensi orang yg meyakini akhirat. Coba ente bantah argumen ane ini.

:))

purba
16-04-2011, 11:10 PM
hahahaha.... ente kan bilang : enaknya jadi atheis , Hidup lebih tenang tidak ketakutan neraka dan tidak sibuk kejar setoran buat ke surga

ternyata banyak tuh atheis yang hidupnya di dunia "blingsatan" :))

gw bukan mau jatuhin atheis, tapi mau jatuhin apa yang loe bilang :))

Gak begitu. Kalo ente mau menjatuhkan apa yg ane bilang, ente musti tunjukin ada ateis yg tidak tenang takut neraka, atau ateis yg sibuk ngumpulin pahala buat tiket masuk surga. Bisa ente tunjukin?

:))

DH1M4Z
16-04-2011, 11:49 PM
anda kebanyakan minum kopi kali kop..... :))

sesuai pernyataan panjeneganipun mana ada ateis yang percaya sorga neraka ...

eeh tapi ada tuh.... tetangga kampung ane , dia takut menjadi miskin katanya miskin ntu neraka dunia jadi dia sibuk ngumpulin modal yaitu kekayaan biar bisa jadi kaya raya; katanya sih kaya raya ntu sorga dunia

:))

ane kasih tambah air putih aja yah kop...

purba
17-04-2011, 12:02 AM
anda kebanyakan minum kopi kali kop..... :))

sesuai pernyataan panjeneganipun mana ada ateis yang percaya sorga neraka ...

eeh tapi ada tuh.... tetangga kampung ane , dia takut menjadi miskin katanya miskin ntu neraka dunia jadi dia sibuk ngumpulin modal yaitu kekayaan biar bisa jadi kaya raya; katanya sih kaya raya ntu sorga dunia

:))

ane kasih tambah air putih aja yah kop...

Ah kirain argumen... Ternyata cuman plesetan kata doang... :))

DH1M4Z
17-04-2011, 12:21 AM
kalau pakai plesetan aja bisa kena, ngapain pakai argumen ; capek buka2 referensi :))

Sauron
17-04-2011, 01:00 AM
Apa manfaat percaya Tuhan?

Supaya gak jadi atheis kayak om purba.
Ha ha ha... =))


*ngopi dulu ah*

ndugu
17-04-2011, 01:12 AM
Hidup lebih tenang tidak ketakutan neraka dan tidak sibuk kejar setoran buat ke surga. :))
:lololol:
ini bener banget :cengir:

pasingsingan
18-04-2011, 08:25 PM
Pola pikir tsb ada di setiap orang yg meyakini akhirat. Jika ente meyakini akhirat, tetapi menolak surga atau neraka, apalah artinya keyakinan ente thd akhirat tsb? Ane bisa bilang: Pengen surga dan takut neraka adalah konsekuensi orang yg meyakini akhirat. Coba ente bantah argumen ane ini.

:))
ah, itu kan kata ente yng prejudice dlm menilai pedoman hidup orang
klo konsep surga neraka dipahami sbg kebahagiaan n kesengsaraan?
emangnya ente gak pengen mencapai kebahagiaan menurut ukuran ente? :-?

purba
19-04-2011, 03:52 AM
ah, itu kan kata ente yng prejudice dlm menilai pedoman hidup orang
klo konsep surga neraka dipahami sbg kebahagiaan n kesengsaraan?
emangnya ente gak pengen mencapai kebahagiaan menurut ukuran ente? :-?

Yah.. apa lagi yg ada selain kebahagiaan dan kesengsaraan pada surga dan neraka?
Tuhan memerintahkan dan melarang tapi tanpa penghargaan dan penghukuman, apakah akan dipatuhi?
Misalnya muslim dilarang makan daging babi, tetapi pelanggarannya tetap tidak berdosa.
Juga muslim diperintahkan sholat, tetapi diikuti atau tidak sama saja, tidak ada pahala maupun dosa.
Apalah artinya perintah dan larangan tsb?

Mengenai kebahagiaan. Jelas setiap orang ingin bahagia. Percaya tuhan bisa saja diklaim sbg cara utk mendapatkan kebahagiaan tsb.Tapi apa lebihnya dibandingkan tidak percaya. Kalau ternyata sama saja, tidak ada kelebihannya, artinya kebahagiaan pun dapat dicapai dgn banyak cara, bisa teis dan bisa juga ateis.

pasingsingan
19-04-2011, 04:13 PM
Yah.. apa lagi yg ada selain kebahagiaan dan kesengsaraan pada surga dan neraka?
Tuhan memerintahkan dan melarang tapi tanpa penghargaan dan penghukuman, apakah akan dipatuhi?
Katakanlah obyek tuhannya dibuang (krn itu yng bikin atheist bersin2 kan?)
lalu apa yng memotivasi atheist taat asas, norma hukum dan konpendium
dalam bermasyarakat misalnya?


Misalnya muslim dilarang makan daging babi, tetapi pelanggarannya tetap tidak berdosa.
Juga muslim diperintahkan sholat, tetapi diikuti atau tidak sama saja, tidak ada pahala maupun dosa.
Apalah artinya perintah dan larangan tsb?
Ya gak ada artinya klo dimisalkan spt itu
itu sama aja mengabaikan aturan atau ketetapan kan?
soal siapa yng bikin atau yng menetapkan aturan,
itu urusan nomor 21 lah.


Mengenai kebahagiaan. Jelas setiap orang ingin bahagia. Percaya tuhan bisa saja diklaim sbg cara utk mendapatkan kebahagiaan tsb.Tapi apa lebihnya dibandingkan tidak percaya. Kalau ternyata sama saja, tidak ada kelebihannya, artinya kebahagiaan pun dapat dicapai dgn banyak cara, bisa teis dan bisa juga ateis.
Intinya ente mengakui kan?
bhw kebahagiaan bisa dicapai lwt jalan A atau B
soal benefitnya, emangnya ente bisa ngukur (kwantifikasi)
misal: klo lwt jalan A, margin kebahagiaannya dijamin lebih gede gitu?
yng mboten2 aja lu ah :))

eve
19-04-2011, 06:19 PM
meskipun seumpamanya orang makan babi gak berdosa atau tidak dapat hukuman, tapi kalau tahu makan babi itu berbahaya bagi tubuh, ya tentunya tetap milih gak makan babi lah...

purba
21-04-2011, 03:11 AM
Intinya ente mengakui kan?
bhw kebahagiaan bisa dicapai lwt jalan A atau B
soal benefitnya, emangnya ente bisa ngukur (kwantifikasi)
misal: klo lwt jalan A, margin kebahagiaannya dijamin lebih gede gitu?
yng mboten2 aja lu ah :))

Ane sebagai ateis memang mengklaim kebahagiaan juga dapat diraih meski tanpa tuhan. Tapi tidak sebaliknya. Teis mengklaim kebahagiaan hanya dapat diraih melalui tuhan. Nah klaim teis tsb justru menunjukkan adanya benefit percaya tuhan. Apa benefitnya itu?

purba
21-04-2011, 03:13 AM
meskipun seumpamanya orang makan babi gak berdosa atau tidak dapat hukuman, tapi kalau tahu makan babi itu berbahaya bagi tubuh, ya tentunya tetap milih gak makan babi lah...

Itulah contohnya bahwa tanpa percaya tuhan pun, orang bisa tidak makan daging babi dengan alasan2 yg lebih jelas. :))

ndableg
21-04-2011, 03:35 AM
Apa benefitnya itu?

Elu baru tau benefitnya setelah elu merasa perlu. Kalo ente ga perlu, dikasih argumen apapun, ga akan kena.
Ada orang yg perlu atau sekadar terobesi memakai computer merk macintosh, produk apple. Sedangkan gw ga merasa perlu karena bisa digantikan dgn windows ato linux. Jadi gw ga rasakan benefitnya pake macintosh.
Tapi begitu suatu kali merasa perlu mac, baru gw pikir.. hmm.. ternyata ada benefitnya juga..

purba
21-04-2011, 04:25 AM
Elu baru tau benefitnya setelah elu merasa perlu. Kalo ente ga perlu, dikasih argumen apapun, ga akan kena.
Ada orang yg perlu atau sekadar terobesi memakai computer merk macintosh, produk apple. Sedangkan gw ga merasa perlu karena bisa digantikan dgn windows ato linux. Jadi gw ga rasakan benefitnya pake macintosh.
Tapi begitu suatu kali merasa perlu mac, baru gw pikir.. hmm.. ternyata ada benefitnya juga..

Kenapa ente merasa perlu? Ini bisa diceritain, bukan sekedar ngomong perlu doang. :))

Misalnya dgn mac ente perlu ngetik huruf K. Lha pake windows juga bisa ngetik huruf K. Jadi, apanya yg perlu?

Beda misalnya dgn mac ente bisa ngetik K dgn variasi font, sementara dgn windows hanya times roman K doang, nah itu baru kelihatan apa perlunya.

ndableg
22-04-2011, 01:09 AM
Halah pake minta cerita... kek mo dengerin aja... dasar lu pur..
lagian sapa bilang gw ngerasa perlu? :))

Ada yg namanya programmer apps buat produk2 apple yg cuman bisa dibikin dgn produk apple, jadi mereka perlu mac... jadi alasan itu ada ajalah pur.. elunya aja yg ga tau..
Lagian kalo babah gw punya mac, gw diwarisin ya gw pake mac aje.. pernah coba2 pake windows dan linux, tapi ud cocok ama mac gimane dong... :))

purba
22-04-2011, 03:17 AM
Halah pake minta cerita... kek mo dengerin aja... dasar lu pur..
lagian sapa bilang gw ngerasa perlu? :))

Ada yg namanya programmer apps buat produk2 apple yg cuman bisa dibikin dgn produk apple, jadi mereka perlu mac... jadi alasan itu ada ajalah pur.. elunya aja yg ga tau..
Lagian kalo babah gw punya mac, gw diwarisin ya gw pake mac aje.. pernah coba2 pake windows dan linux, tapi ud cocok ama mac gimane dong... :))

Ya tetap aja yg namanya perlu itu bisa dijelaskan, bukan sekedar bilang perlu. Kayak ente yg muslim nih, apa manfaat percaya Allah SWT? Kenapa gak percaya Jesus SWT atau YHWH SWT?

:))

ndableg
22-04-2011, 03:37 AM
Ud dijelasin masih kagak ngarti.. maksa lagih.. :))

Sapa yg ga percaya yesus? Sapa yg ga pecaya yehovah? membabi buta dia..

pasingsingan
22-04-2011, 10:44 AM
Ane sebagai ateis memang mengklaim kebahagiaan juga dapat diraih meski tanpa tuhan. Tapi tidak sebaliknya. Teis mengklaim kebahagiaan hanya dapat diraih melalui tuhan. Nah klaim teis tsb justru menunjukkan adanya benefit percaya tuhan. Apa benefitnya itu?
dijanjikan kebahagiaan yng kekal
atheist gak punya konsep itu kan?
atau lebih tepatnya gak percaya yng begituan yak ;)

AsLan
22-04-2011, 07:40 PM
Sebetulnya pertanyaan Purba bagus untuk instropeksi para Theis.

Apakah kita percaya Tuhan hanya karena mengejar manfaat ?
Kalau Tuhan tidak memberi janji surga dan neraka apakah para Theis ini masih mau percaya atau mencintai Tuhan ?

Saya rasa, percaya Tuhan, taat pada Tuhan, mengasihi Tuhan, mengenal Tuhan dsb itu bukan atas dasar mengejar manfaat.

pasingsingan
22-04-2011, 08:17 PM
Saya rasa, percaya Tuhan, taat pada Tuhan, mengasihi Tuhan, mengenal Tuhan dsb itu bukan atas dasar mengejar manfaat.
klo bukan asas manfaat dan mudharat
coba beri pencerahan gw
apa motivasi ente percaya, taat n mengasihi tuhan ente? :-?

AsLan
22-04-2011, 09:20 PM
Seperti anda mengasihi ayah.

Kalaupun ayah tiba2 lumpuh atau jatuh sakit dan tak bisa memberi uang pada anda apakah anda masih mau mengasihinya meskipun tak memberi manfaat ? pasti tetap dong.

Begitu juga hubungan kita dengan Tuhan.

pasingsingan
22-04-2011, 10:09 PM
Seperti anda mengasihi ayah.

Kalaupun ayah tiba2 lumpuh atau jatuh sakit dan tak bisa memberi uang pada anda apakah anda masih mau mengasihinya meskipun tak memberi manfaat ? pasti tetap dong.

Begitu juga hubungan kita dengan Tuhan.
itu artinya motivasi balas jasa kan?
dng kata lain "kasihilah Tuhanmu, agar engkau dikasihiNya" atau dng kalimat lain yng semakna.

itulah kelebihan atau manfaat yng memotivasi anda untuk mempercayai Tuhan anda
dlm kaitannya menjawab pertanyaan purba :D

Sauron
22-04-2011, 11:42 PM
Kalau sudah ngomong tentang manfaat tentu bicara soal keuntungan. Kalo ngomong soal mudarat, so pasti bicara soal kerugian.

Apa manfaat percaya Tuhan?

Kita bisa nyebutin per-point, keuntungan yang kita dapetin dari mempercayai adanya Tuhan. Tergantung orangnya masing-masing.

Tapi sebelum itu, yang kudu wajib dijawab adalah: Apakah Tuhan itu ada?

Kita ga bisa nyebutin, apa manfaat mempercayai "sesuatu" sebelum meyakini "sesuatu" itu benar-benar ada.


Tuhan hanya tempat utk membalas dendam. Misalkan ada teis yang mendapatkan perlakuan buruk dari orang lain. Apa yg dilakukannya? Dia bergumam: Nanti juga dibalas di akhirat oleh tuhan.

Tuhan sebagai kambing hitam. Misalkan ada teis yg tidak lulus ujian. Apa yg dilakukannya? Dia bergumam: Tuhan belum mengizinkan ane lulus.

:))

Nah, pertanyaan saya: Apakah om purba percaya Tuhan itu ada?

Kalo ga percaya bahwa bakso itu ada... purba ga akan pernah percaya kalau makan bakso itu nikmat. :))

AsLan
23-04-2011, 12:37 AM
itu artinya motivasi balas jasa kan?
dng kata lain "kasihilah Tuhanmu, agar engkau dikasihiNya" atau dng kalimat lain yng semakna.

itulah kelebihan atau manfaat yng memotivasi anda untuk mempercayai Tuhan anda
dlm kaitannya menjawab pertanyaan purba :D


Koq nyambungnya sama balas jasa sih ?
Saya kan bicara tentang kasih.

purba
23-04-2011, 05:12 AM
Kalau sudah ngomong tentang manfaat tentu bicara soal keuntungan. Kalo ngomong soal mudarat, so pasti bicara soal kerugian.

Apa manfaat percaya Tuhan?

Kita bisa nyebutin per-point, keuntungan yang kita dapetin dari mempercayai adanya Tuhan. Tergantung orangnya masing-masing.

Tapi sebelum itu, yang kudu wajib dijawab adalah: Apakah Tuhan itu ada?

Kita ga bisa nyebutin, apa manfaat mempercayai "sesuatu" sebelum meyakini "sesuatu" itu benar-benar ada.



Nah, pertanyaan saya: Apakah om purba percaya Tuhan itu ada?

Kalo ga percaya bahwa bakso itu ada... purba ga akan pernah percaya kalau makan bakso itu nikmat. :))

Ane kira gak ada hubungannya dgn percaya atau tidak pada keberadaan tuhan. Bahkan banyak orang yg percaya pada keberadaan bakso dan tahu sampai sedetil2nya ttg bakso, malah jadi gak suka makan bakso. :))

Sauron
23-04-2011, 07:38 PM
Ane kira gak ada hubungannya dgn percaya atau tidak pada keberadaan tuhan. Bahkan banyak orang yg percaya pada keberadaan bakso dan tahu sampai sedetil2nya ttg bakso, malah jadi gak suka makan bakso. :))

He he he... pernyataan saya kok dipelintir toh om. Masalah suka-tidak suka gak termasuk contoh yang saya kasih, om purba.

Bakso ada ---> baru ada manfaat mempercayainya ---> yaitu dengan cara: memakannya (terlepas suka atau tidak suka).
Tuhan ada ---> baru ada manfaat mempercayainya ---> yaitu dengan cara: [diisi sendiri dong]

Gimana mungkin seorang purba mempertanyakan manfaat dari mempercayai sesuatu, sementara purba (misalkan) mengasumsikan sesuatu itu tidak ada.

Gimana mungkin saya mendapatkan manfaat dari percaya Alien, sementara saya mengasumsikan Alien itu tidak ada.

Gimana mungkin saya mendapatkan manfaat dari percaya (mengenal) sebuah rumus matematika, sementara saya mengasumsikan rumus matematika itu tidak pernah ada.

Kalo ga percaya sesuatu itu ada... ya ga ada manfaatnya. Simpel aja kan? :))

cha_n
24-04-2011, 11:06 AM
kalo saya sih mandangnya "ga ada ruginya percay tuhan"

Kalo kita lihat dari kemungkinan2 ada
apabila tuhan itu benar2 ada, saya percaya tuhan dan menjalankan perintahNya, maka saya beruntung.
kalau ternyata Tuhan tidak ada, saya yang percaya tuhan ga rugi apa2.
Sebaliknya, apabila tuhan bnar2 ada, yang tidak percaya tuhan jelas Ruginya, karena tidak mempercayaiNya
Kalau tuhan tidak ada, yang tidak percaya tuhan memang tidak rugi apa2

Serenade
24-04-2011, 11:24 AM
Kalo liat2 perjalanan hidupku, rasanya banyak ruginya percaya sama Tuhan :lololol:

Ntar digetok lagi sama temenku. :">

Bagi orang lain, surga merupakan upah, tapi bagiku sendiri kemungkinan kalo masuk ke sana malah di situ sibuk berdoa, menyembah Tuhan dsb. Tapi kok aku yakin sekali, itulah yg kuinginkan. Itulah kebahagiaan yg kuinginkan.

Jadi kalo aku renungkan kembali, aku yakin manfaat aku percaya sama Tuhan adalah adanya janji akan bersama sosok yang paling kucintai sampai keabadian.

brudi
25-04-2011, 07:43 PM
kalo saya sih mandangnya "ga ada ruginya percay tuhan"

Kalo kita lihat dari kemungkinan2 ada
apabila tuhan itu benar2 ada, saya percaya tuhan dan menjalankan perintahNya, maka saya beruntung.
kalau ternyata Tuhan tidak ada, saya yang percaya tuhan ga rugi apa2.
Sebaliknya, apabila tuhan bnar2 ada, yang tidak percaya tuhan jelas Ruginya, karena tidak mempercayaiNya
Kalau tuhan tidak ada, yang tidak percaya tuhan memang tidak rugi apa2
yang biru Ruginya = Anda akan menjadi sosok yang berpandangan salah...dan lebih lama dalam roda samsara..

Yang merah = Tidak ada ruginya, tuhan mengehendaki manusia yang
bermoral..
mengasihi sesama..
tidak melakukan sesuatu yang merugikan orang lain..melainkan sebaliknya
Menjadi manusia yang bermanfaat buat sesama
Mandiri..dan kuat..dalam menjalani hidup..
(ini menurut aku lho :)))

brudi
25-04-2011, 07:51 PM
Bagi orang religius, manfaat memiliki Tuhan :

1. Merasa memiliki tujuan hidup
Eiiit... saya juga punya tujuan hidup yang jelas meski tidak memiliki tuhan..Bahagia..



2. Tuhan dapat menjadi semacam penghiburan atas penderitaan, kesialan,
keputusasaan
Dengan menyadari hukum sebab akibat, maka semua penderitaan, kesialan diterima dengan ikhlas, lapang dada sebagai bagian dari resiko buah berbuat kejahatan..sebelumnya... Ini syukur ala keyakinan saya



3. Sebaliknya, Tuhan pun dapat dianggap sebagai sumber kebahagiaan
Sumber Kebahagiaan itu berasal dari dalam diri..saya tidak mencari keluar..
Berdamai dengan realita dan berusaha memperbaiki kesalahan masa lalu membuat saya bahagia.. aseli tanpa tuhan beserta ku



4. Memperoleh mitra dagang (saya akan banyak bersedekah sehingga
rezeki saya dimudahkan)
Ini namanya kemelekatan yang disebut...keserakahan...
Ada udang dibalik batu..Ada pamrih yang diharapkan disetiap kebaikan..



5. Menerangkan sesuatu yang tak bisa dijabarkan secara ilmiah
Masa sih... contohnya apa ?

satmata
14-06-2011, 12:51 PM
Kalo nggak percaya juga Tuhan ndak marah kok pur....... Jadi jangan terlalu dibawa pikiran yaaa, ntar sakit lho..

Urzu 7
14-06-2011, 01:41 PM
yang biru Ruginya = Anda akan menjadi sosok yang berpandangan salah...dan lebih lama dalam roda samsara..

Yang merah = Tidak ada ruginya, tuhan mengehendaki manusia yang
bermoral..
mengasihi sesama..
tidak melakukan sesuatu yang merugikan orang lain..melainkan sebaliknya
Menjadi manusia yang bermanfaat buat sesama
Mandiri..dan kuat..dalam menjalani hidup..
(ini menurut aku lho :)))
Biru = tidak ada ruginya..karena pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan

Merah= anda tidak percaya tuhan tapi mengakui kalo tuhan menghendaki manusia yg bermoral dan mengasihi sesama

Agitho_Ryuki
14-06-2011, 05:02 PM
Percaya Tuhan:
Jika seandainya *tuhan itu tak ada* maka orang yang percaya Tuhan tak kan kehilangan apa pun dan
Jika *Tuhan itu benar adanya* maka orang yang percaya akan Tuhan akan mendapatkan segalanya...


dan
Jika seandainya *tuhan itu tak ada* maka orang yang tidak percaya Tuhan tak kan mendapatkan apa pun dan
Jika *Tuhan itu benar adanya* maka orang yang tidak percaya akan Tuhan akan kehilangan segalanya...

ancuur
14-06-2011, 05:36 PM
bagi orang yg ber agama...
mempunyai kesempatan untuk hidup dua kali..
pertama di bumi, yg kedua di neraka/syurga... :ngopi:

makanya gw selalu berbuat baik..
siapa tau masuk syurga :joget: :joget: di syurga banyak BONUS :jempol:

nb: urju katanya milih neraka.. krn disana banyak cewek cantik :kabur: :kabur:

E = mc²
14-06-2011, 06:23 PM
Percaya Tuhan:
Jika seandainya *tuhan itu tak ada* maka orang yang percaya Tuhan tak kan kehilangan apa pun dan
Jika *Tuhan itu benar adanya* maka orang yang percaya akan Tuhan akan mendapatkan segalanya...


dan
Jika seandainya *tuhan itu tak ada* maka orang yang tidak percaya Tuhan tak kan mendapatkan apa pun dan
Jika *Tuhan itu benar adanya* maka orang yang tidak percaya akan Tuhan akan kehilangan segalanya...

hmmm... Pascal's Wager... alias pertaruhan pascal

beriman seperti ini tampaknya merupakan beriman yang sangat egoistik, yakni hanya untuk diri sendiri terluput dari ancaman penghukuman oleh Tuhan di api neraka abadi. Orang yang beriman semacam ini tidak akan menghasilkan prestasi besar apa pun bagi pembangunan kemanusiaan dan peradaban. Sebab, hidup bagi mereka semata-mata tertuju ke akhirat dan di akhirat mereka harus masuk surga. Kepedulian mereka terhadap kehidupan masa kini dalam dunia ini tidak ada. Kalaupun ada, sangat minim. Mereka hanya menaruh kepedulian terhadap "roh" manusia, tetapi sama sekali tidak menaruh perhatian terhadap "badan" manusia.

purba
14-06-2011, 06:29 PM
Percaya Tuhan:
Jika seandainya *tuhan itu tak ada* maka orang yang percaya Tuhan tak kan kehilangan apa pun dan
Jika *Tuhan itu benar adanya* maka orang yang percaya akan Tuhan akan mendapatkan segalanya...


dan
Jika seandainya *tuhan itu tak ada* maka orang yang tidak percaya Tuhan tak kan mendapatkan apa pun dan
Jika *Tuhan itu benar adanya* maka orang yang tidak percaya akan Tuhan akan kehilangan segalanya...

Gak berhenti sampai di situ saja. Bagi yg percaya tuhan, ada lanjutannya: Tuhan yg mana? YHWH, Yesus, Allah SWT, atau yg mana? Jika percaya YHWH, tetapi menolak Allah SWT, apakah akan masuk surga? Yg ada Yahudi disate di neraka. Sudah di dunia hidup tidak tentram, dirudal mulu oleh Hamas, eh di akhirat disate di neraka. Apes luh Yahudi, meski percaya tuhan. :))

Jadi, justru percaya tuhan malah rugi karena tuhan banyak dan sampai detik ini tidak seorang teis pun tahu mana tuhan yg benar. :))

Agitho_Ryuki
14-06-2011, 09:18 PM
hmmm... Pascal's Wager... alias pertaruhan pascal

beriman seperti ini tampaknya merupakan beriman yang sangat egoistik, yakni hanya untuk diri sendiri terluput dari ancaman penghukuman oleh Tuhan di api neraka abadi. Orang yang beriman semacam ini tidak akan menghasilkan prestasi besar apa pun bagi pembangunan kemanusiaan dan peradaban. Sebab, hidup bagi mereka semata-mata tertuju ke akhirat dan di akhirat mereka harus masuk surga. Kepedulian mereka terhadap kehidupan masa kini dalam dunia ini tidak ada. Kalaupun ada, sangat minim. Mereka hanya menaruh kepedulian terhadap "roh" manusia, tetapi sama sekali tidak menaruh perhatian terhadap "badan" manusia.

Ah... Secara skeptis pada dasarnya manusia itu egois...

Agitho_Ryuki
14-06-2011, 09:22 PM
Jadi, justru percaya tuhan malah rugi karena tuhan banyak dan sampai detik ini tidak seorang teis pun tahu mana tuhan yg benar. :))
Apa malah gak semuanya rugi Pur?? Percaya gak percaya tetep jadi intip angus.. =)) yah kecuali yang kebetulan percaya ma Tuhan yang bener... Itu pun kalo bener Tuhan itu *ada*. Kalo aku seh hanya percaya apa yang aku yakini sekarang. Gak kurang dan gak lebih. Ku rasa-rasakan semakin dipikir semakin banyak pertanyaan dan akhirnya ga habis pikir. Karena gak habis dipikir ya udah gak usah dipikirin aja sekalian, mentok sampe disitu.. :D

danalingga
15-06-2011, 12:48 AM
Yah, manfaatnya ada bagi yang percaya, kalo yang nggak percaya ya nggak ngefek.

hajime_saitoh
15-06-2011, 09:58 AM
Jadi, justru percaya tuhan malah rugi karena tuhan banyak dan sampai detik ini tidak seorang teis pun tahu mana tuhan yg benar.

para teis meyakini tuhan merekalah yang bener.. dan say pribadi tentu mengatakan Allah subhanahu wa ta Alla lah yang benar2 Tuhan.. dan semoga besok di akhirat saya dan rekan2 seiman di masukkan kedalam golongan kanan

purba
15-06-2011, 07:14 PM
Apa malah gak semuanya rugi Pur?? Percaya gak percaya tetep jadi intip angus.. =)) yah kecuali yang kebetulan percaya ma Tuhan yang bener... Itu pun kalo bener Tuhan itu *ada*. Kalo aku seh hanya percaya apa yang aku yakini sekarang. Gak kurang dan gak lebih. Ku rasa-rasakan semakin dipikir semakin banyak pertanyaan dan akhirnya ga habis pikir. Karena gak habis dipikir ya udah gak usah dipikirin aja sekalian, mentok sampe disitu.. :D

Maka dari itu, ketika ente bilang teis selamat seandainya tuhan ada, ente berasumsi bahwa setiap teis meyakini satu tuhan yg sama. Kenyataannya setiap teis meyakini tuhan yg berbeda-beda dan mereka juga meyakini bahwa hanya tuhan merekalah yg benar. Konsekuensi logisnya apa? Jadi tidak ada satu teispun yg selamat meski tuhan itu ada. Kerugiannya adalah meyakini sesuatu yg jelas2 tidak memberikan keselamatan sedikitpun.

:))

hajime_saitoh
16-06-2011, 10:08 AM
Maka dari itu, ketika ente bilang teis selamat seandainya tuhan ada, ente berasumsi bahwa setiap teis meyakini satu tuhan yg sama. Kenyataannya setiap teis meyakini tuhan yg berbeda-beda dan mereka juga meyakini bahwa hanya tuhan merekalah yg benar. Konsekuensi logisnya apa? Jadi tidak ada satu teispun yg selamat meski tuhan itu ada. Kerugiannya adalah meyakini sesuatu yg jelas2 tidak memberikan keselamatan sedikitpun.

kok gitu... kita analogikan dengan sebuah soal matematika setiap orang akan menjawab berbeda tapi dalam ilmu pasti hanya ada satu jawaban yang beanr maka yang benar itulah yang mendapatkan nilai dalam hal ini teis yang menyembah Tuhan yang bener2 Tuhanlah yang akan selamat begitu bung purba

E = mc²
16-06-2011, 11:02 AM
^ untung2an banget dong yah?

Tuhan bermain dadu? :cengir:

XimenQing
16-06-2011, 02:28 PM
ikutan nimbrung ya gan, maaf kalo argumentasi ane yang newbie kurang berkenan


Bagi orang religius, manfaat memiliki Tuhan :

1. Merasa memiliki tujuan hidup

2. Tuhan dapat menjadi semacam penghiburan atas penderitaan, kesialan,
keputusasaan

3. Sebaliknya, Tuhan pun dapat dianggap sebagai sumber kebahagiaan

4. Memperoleh mitra dagang (saya akan banyak bersedekah sehingga
rezeki saya dimudahkan)

5. Menerangkan sesuatu yang tak bisa dijabarkan secara ilmiah

point1 : tujuan hidup = cita-cita , ok soal ini kembali ke pribadinya masing-masing
point2 : atau pelampiasan seperti yang dijelaskan analogi om purba di 1st post
point3 : sama dengan point 2
point4 : tergantung orangnya, kalo dia ngga supel meski nyumbang sekian T juga sulit dapet kolega, kecuali kalo nyumbangnya ke Pejabat
point5 : sikap skeptis dan masa bodo, pokoknya kalo ada something weird itu pasti ciptaan-NYA dan ada purpose-NYA meski ngga tahu untuk apa dan mengapa


belum tentu juga.......

orang2 yang sukses bakal bilang kalo semua merupakan berkat dari Tuhan

dan usaha dari diri sendiri! kecuali di film-film gajebo TPI emang ada orang yang bisa sukses hanya karena pasrah kepada-NYA tanpa berbuat apa-apa?


dijanjikan kebahagiaan yng kekal
atheist gak punya konsep itu kan?
atau lebih tepatnya gak percaya yng begituan yak ;)

la masih sekedar janji kan? lagian bukan perjanjian face to face atau hitam diatas putih. hanya rumor has it that he gonna take all of his supporter to heaven.... ngga punya kekuatan hukum tetap coz tanpa meterai :luck:

Seperti anda mengasihi ayah.

Kalaupun ayah tiba2 lumpuh atau jatuh sakit dan tak bisa memberi uang pada anda apakah anda masih mau mengasihinya meskipun tak memberi manfaat ? pasti tetap dong.

Begitu juga hubungan kita dengan Tuhan.

la kalo begitu dengan sendirinya konsep "Sang Maha Sempurna" gugur dunk? karena untuk eksis dia meski memohon rasa kasihan dan iba dari Supporternya


He he he... pernyataan saya kok dipelintir toh om. Masalah suka-tidak suka gak termasuk contoh yang saya kasih, om purba.

Bakso ada ---> baru ada manfaat mempercayainya ---> yaitu dengan cara: memakannya (terlepas suka atau tidak suka).
Tuhan ada ---> baru ada manfaat mempercayainya ---> yaitu dengan cara: [diisi sendiri dong]

Gimana mungkin seorang purba mempertanyakan manfaat dari mempercayai sesuatu, sementara purba (misalkan) mengasumsikan sesuatu itu tidak ada.

Gimana mungkin saya mendapatkan manfaat dari percaya Alien, sementara saya mengasumsikan Alien itu tidak ada.

Gimana mungkin saya mendapatkan manfaat dari percaya (mengenal) sebuah rumus matematika, sementara saya mengasumsikan rumus matematika itu tidak pernah ada.

Kalo ga percaya sesuatu itu ada... ya ga ada manfaatnya. Simpel aja kan? :))

la bakso itu kalo di kota malang hampir ada disetiap tikungan bisa dilihat jadi mau ngga mau kita percaya akan eksistensinya, la kalo TUHAN hanya bisa didengarkan kisahnya dari holy book apa bedanya dengan Snow White yang juga hanya bisa didengarkan dan dibaca kisahnya di buku dongeng Hans Christian Andersen


kok gitu... kita analogikan dengan sebuah soal matematika setiap orang akan menjawab berbeda tapi dalam ilmu pasti hanya ada satu jawaban yang beanr maka yang benar itulah yang mendapatkan nilai dalam hal ini teis yang menyembah Tuhan yang bener2 Tuhanlah yang akan selamat begitu bung purba
katakanlah hanya ada 40% kaum atheist di muka bumi sisanya theis terbagi dalam 3 agama masing-masing 20% dari agama A,B,dan C ternyata TUHAN yang real ada di A berarti 20% theis yang kebetulan milih A masuk surga sisanya 40% bersama Atheist disate di neraka....
benar-benar putaran dadu yang hebat lebih dahsyat dari Vegas :lololol:

purba
19-06-2011, 01:58 PM
kok gitu... kita analogikan dengan sebuah soal matematika setiap orang akan menjawab berbeda tapi dalam ilmu pasti hanya ada satu jawaban yang beanr maka yang benar itulah yang mendapatkan nilai dalam hal ini teis yang menyembah Tuhan yang bener2 Tuhanlah yang akan selamat begitu bung purba

Lha mana tuh yg bener2 tuhan?

Misalkan antara YHWH, Yesus, dan Allah SWT hanya ada satu yg benar. Kalo gitu, kenapa gak disembah semuanya aja? Secara matematika malah untung kalo nyembah semuanya, soalnya pasti ada satu yg bener utk disembah. Jadi kalo mo untung2an, mendingan jadi politeis, menyembah semua tuhan yg ada.

:))

ndableg
19-06-2011, 07:21 PM
yg bener2 tuhan ya yg menciptakan alam semesta jagad raya lah.. apapun namanya.. selama diklaim mencipta artinya sama.

misalnya di KM kita punya rekan namanya ASLAN (sori lan.. hanya contoh), tapi aslan ga cuman ke KM saja. Dia juga di AK dgn nama Teddy, lalu di KG misalnya bernama Surya, lalu di WG bernickname Kupret. Walaupun anak WG menyebut Aslan sbg Kupret, tapi sebenernya Kupret dan Aslan adalah orang yg sama. Tapi awas jangan keliru, karena di KG ada juga member bernama Aslan di mana bukan Aslan yg kita kenal di KM.. Lalu bagaimana kita bisa tau mana Aslan?

Kalo orang2 ga punya intelektual cukup utk memahami yg mana aslan yg sebenarnya, ya saya kesian saja. Tapi tentunya semua orang bisa tau kalo emang ud ngebet sama aslan.. Tentunya dengan tekad dan kemauan menemukan aslan.. :cengir:

purba
19-06-2011, 08:24 PM
yg bener2 tuhan ya yg menciptakan alam semesta jagad raya lah.. apapun namanya.. selama diklaim mencipta artinya sama.

misalnya di KM kita punya rekan namanya ASLAN (sori lan.. hanya contoh), tapi aslan ga cuman ke KM saja. Dia juga di AK dgn nama Teddy, lalu di KG misalnya bernama Surya, lalu di WG bernickname Kupret. Walaupun anak WG menyebut Aslan sbg Kupret, tapi sebenernya Kupret dan Aslan adalah orang yg sama. Tapi awas jangan keliru, karena di KG ada juga member bernama Aslan di mana bukan Aslan yg kita kenal di KM.. Lalu bagaimana kita bisa tau mana Aslan?

Kalo orang2 ga punya intelektual cukup utk memahami yg mana aslan yg sebenarnya, ya saya kesian saja. Tapi tentunya semua orang bisa tau kalo emang ud ngebet sama aslan.. Tentunya dengan tekad dan kemauan menemukan aslan.. :cengir:

Jadi yg mana nih yg bener? YHWH, Yesus, atau Allah SWT? Atau karena ente adalah muslim maka YHWH alias Allah SWT dan Yesus juga alias Allah SWT?

Kalo punya intelektual cukup, tidak sulit utk memahami bahwa YHWH, Yesus, dan Allah SWT hanyalah ilusi belaka.

:))

ndableg
19-06-2011, 10:00 PM
Jadi yg mana nih yg bener? YHWH, Yesus, atau Allah SWT? Atau karena ente adalah muslim maka YHWH alias Allah SWT dan Yesus juga alias Allah SWT

Heh???! nanya lagih? Makanya dipikir. :))

Ngasih pertanyaan jawabannya harus spt yg ente mau.. hihi.. mending diskusi ama anak SD aja.

purba
19-06-2011, 11:36 PM
Heh???! nanya lagih? Makanya dipikir. :))

Ngasih pertanyaan jawabannya harus spt yg ente mau.. hihi.. mending diskusi ama anak SD aja.

Ane udeh mikir dan kesimpulannya: YHWH, Yesus, dan Allah SWT adalah ilusi belaka.

Ente, bleg, udah mikir belum? :))

ndableg
19-06-2011, 11:44 PM
udah dong.. makanya ga nanya2 lagi.. Cuman orang ga tau yg nanya2 kan? Tapi ga papa pur.. malu bertanya sesat di jalan.. :))

ancuur
20-06-2011, 02:06 AM
^ untung2an banget dong yah?

Tuhan bermain dadu? :cengir:

kalah pulak wkwkwkwk :kesal:
mau minta tolong sama siapa lagi :cilukba:

purba
20-06-2011, 03:33 AM
Ada dua kelompok manusia, satu percaya kehidupan setelah mati (akhirat), satunya lagi tidak, di samping masing2 menerima sebuah kenyataan kehidupan dunia. Segala klaim ttg manfaat tuhan utk kehidupan dunia dapat pula dicapai tanpa perlu percaya tuhan. Bahkan sikap religius dapat dirasakan tanpa perlu percaya tuhan. Jadi, tuhan tidak bermanfaat utk kehidupan dunia. Tuhan pun terpojok menjadi sosok yg hanya menguasai akhirat. Sementara akhirat pun tidak jelas juntrungannya, ada atau tidak. Akhirnya tuhan pun makin samar2 karena hanya ada di alam akhirat yg ilusif. Kasihan tuhan.... :))

hajime_saitoh
20-06-2011, 09:58 AM
Jadi yg mana nih yg bener? YHWH, Yesus, atau Allah SWT? Atau karena ente adalah muslim maka YHWH alias Allah SWT dan Yesus juga alias Allah SWT?

Kalo punya intelektual cukup, tidak sulit utk memahami bahwa YHWH, Yesus, dan Allah SWT hanyalah ilusi belaka.


ow tidak bisa YHWH, Allah SWT atopun Yesus berbeda bung. dan salah satunya adalh Tuhan yang benar.. dan Tuhan bukanlah Ilusi. itulah keyakinan orang beragama.


Tapi ga papa pur.. malu bertanya sesat di jalan..

tapi kebanyakan nama nyusahin orang. wkwkkwkwkwk

hajime_saitoh
20-06-2011, 09:59 AM
Ada dua kelompok manusia, satu percaya kehidupan setelah mati (akhirat), satunya lagi tidak, di samping masing2 menerima sebuah kenyataan kehidupan dunia. Segala klaim ttg manfaat tuhan utk kehidupan dunia dapat pula dicapai tanpa perlu percaya tuhan. Bahkan sikap religius dapat dirasakan tanpa perlu percaya tuhan. Jadi, tuhan tidak bermanfaat utk kehidupan dunia. Tuhan pun terpojok menjadi sosok yg hanya menguasai akhirat. Sementara akhirat pun tidak jelas juntrungannya, ada atau tidak. Akhirnya tuhan pun makin samar2 karena hanya ada di alam akhirat yg ilusif. Kasihan tuhan....

pertanyaan2 tentang ahirat banyak sekali tercatat dalam kitab suci dan sudah dijawab disana. bagi yang mempercayainya itulah mereka yang beragama bagi yang tidak ya merekalah tidak beragama.. ya ntar kita buktiin aja dah kalo dah mati.. bung purba mau buktiin duluan gak??

E = mc²
20-06-2011, 10:21 AM
^ kalo yg percaya reinkarnasi, masuk kelompok mana Pur? :D

hajime_saitoh
20-06-2011, 10:48 AM
^ untung2an banget dong yah?

Tuhan bermain dadu?

wew gak gitu donk.. pan bsudah dikabari dan diberitau dengan diutsunya para nabi.. ya tinggal manusianya yang milih aja dan berfikir

E = mc²
20-06-2011, 11:22 AM
^ semua "nabi"-nya kan udah saling klaim kalo ajaran mereka udah sempurna/bener. gmn kita bisa bedain mana yg bener dg yakin?

atau dlm kasus analogi soal matematka itu, semua murid yakin ngerjain soal sesuai "petunjuk yg dikasih ma mentornya". semua mentornya "ngaku" dikasih tahu oleh orang yg satu yaitu sang guru. Tapi ternyata hasilnya beda. gimana kita bisa yakin menentukan mentor yg tepat? kita gak mungkin bisa belajar ke semua mentor sekaligus sampai detail utk bisa mengklasifikasikan mana mentor yg benar mana mentor yg sesat. kalo kita kebagian mentor yg keliru, gmn tuh? ikhlas gituh, kita dapet nilai jelek dan gak dilulusin gara2 belajar dr mentor yg salah? :D

Urzu 7
20-06-2011, 12:21 PM
Terkadang orang percaya terlihat seperti tidak percaya..dalam arti tidak/jarang menjalankan aturan berdasar ajaran agama masing

ancuur
20-06-2011, 12:33 PM
Terkadang orang percaya terlihat seperti tidak percaya..dalam arti tidak/jarang menjalankan aturan berdasar ajaran agama masing

Terkadang orang percaya terlihat seperti tidak percaya... karena Tuhan menciptakan setan untuk menggoda manusia, oleh karenanya sebelum berbuat sesuatu diharapkan berdo'a menurut kepercayaannya masing2, agar anda tdk melakukan yg setan perintahkan ... amien.

nb: mohon ma'af bagi yg tidak mempunyai Tuhan :cilukba:

Urzu 7
20-06-2011, 12:53 PM
^ orang atheis bilang tuhan aja ga percaya gimana mau percaya setan::elaugh::

ancuur
20-06-2011, 12:57 PM
kan gw dah kasih nb: mohon ma'af bagi yg tidak mempunyai Tuhan :P

purba
21-06-2011, 05:48 AM
pertanyaan2 tentang ahirat banyak sekali tercatat dalam kitab suci dan sudah dijawab disana. bagi yang mempercayainya itulah mereka yang beragama bagi yang tidak ya merekalah tidak beragama.. ya ntar kita buktiin aja dah kalo dah mati.. bung purba mau buktiin duluan gak??

Kalo ane mati duluan, entar gimana debatnya dgn ente? Apa ane musti jadi pocong gitu? Malem2 nyamperin ente yg lagi sendirian di kamar? :))

purba
21-06-2011, 05:53 AM
^ kalo yg percaya reinkarnasi, masuk kelompok mana Pur? :D

Reinkarnasi masih di dunia juga atau udah pake kiamat2an segala? :))

purba
21-06-2011, 05:58 AM
udah dong.. makanya ga nanya2 lagi.. Cuman orang ga tau yg nanya2 kan? Tapi ga papa pur.. malu bertanya sesat di jalan.. :))

Kalo udah tahu, bisa jawab donk mana yg benar, yahweh, yesus, atau allah swt? Bentar ane tebak.... Kayaknya jawaban ente allah swt nih.... Tul gak? :))

hajime_saitoh
21-06-2011, 11:16 AM
^ semua "nabi"-nya kan udah saling klaim kalo ajaran mereka udah sempurna/bener. gmn kita bisa bedain mana yg bener dg yakin?


lah para nabi kan muncul untuk umatnya masing2 dan muncul dalam rentang waktu yang berbeda dengan syariat yang terus disempurnakan. nabi yang keluar terakhir yang kemudian menyempurnakan agama tersebut ya begitu dah....

hajime_saitoh
21-06-2011, 11:17 AM
Kalo ane mati duluan, entar gimana debatnya dgn ente? Apa ane musti jadi pocong gitu? Malem2 nyamperin ente yg lagi sendirian di kamar?

ya ntar kita diskusinya di alam kubur dah.. wkwkwkwk

ndableg
21-06-2011, 07:51 PM
Kalo udah tahu, bisa jawab donk mana yg benar, yahweh, yesus, atau allah swt? Bentar ane tebak.... Kayaknya jawaban ente allah swt nih.... Tul gak? :))

Ud dijawab, nanya terus... Emangnya anak SD ape, multiple choice.. Ato itu mungkin levelan lu.. harus jawab a, b, ato c.. :))
Jawaban gw, musti lu pikir, dan elu simpulkan sendiri. Ato pertanyaan lu cuman tebak2an aja neh? :))

Oke deh, tebakan anda benar.. so what? Ga boleh milih semua ya? Kalo levelan ebtanas emang kalo yg bener jawaban b, berarti a dan c salah.. Tapi tergantung elu, kalo mau levelan ebtanas ya silaken.. Elu yg bikin soalnye, elu yg bikin jawabannye, elu yg menilai, dan elu yg dapet seratus.. :cengir:

menyan
25-08-2012, 10:49 AM
supaya kagak liar aja broh

enak banget dimarih kagak pake capcay broh