lily
11-04-2013, 11:17 AM
Anton Prawiro Utomo (45), seorang Direktur PT. Lintas Tenggara ditemukan tewas secara mengenaskan di kantornya yang beralamat di Jalan Agung Timur IX No. 7-9 Blok O-1 Sunter Agung Podomoro, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Perusahaan Anton ini bergerak dalam bidang retail fashion (shoes).
Anton tewas diduga bunuh diri menggunakan senjata api. Ada dugaan, korban nekat mengakhiri hidupnya karena ada persoalan dalam rumah tangganya.
Salah satu saksi, Abdul Rohman (31) mengatakan, dia melihat Anton datang ke kantor pada pukul 02.00 WIB, Selasa (9/4) dini hari. Korban terlihat langsung menuju halaman belakang kantor. Pada pagi harinya, sekitar pukul 10.00 WIB, korban ditemukan oleh karyawan bagian gudang sudah tidak bernyawa.
"Bapak masuk ke kantor sendirian dan langsung ke halaman belakang kantor dan pada esok harinya orang gudang nemuin di halaman belakang sudah dalam kondisi tak bernyawa," kata Abdul yang bertugas sebagai sekuriti di kantor tersebut, Jakarta, Selasa (9/4).
Setelah ditemukan, lanjut Abdul atas perintah adik korban yang juga bekerja di kantor itu, membawa jasad ke Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat. Dari keterangan beberapa saksi sebelum kejadian mengenaskan itu, korban sempat cekcok dengan sang istri.
"Kami dengan karyawan lain, habis lapor ke Pak Jati Waluyo, langsung diperintahkan bawa jenazah ke rumah sakit," imbuhnya.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, korban tewas karena bunuh diri menggunakan senpi baretta 9 milimeter. "Dengan cara memasukkan larasnya ke dalam mulut dan menembakkan peluru yang bersarang di tengkorak mengakibatkan retak bagian belakang, kemudian korban jatuh dengan posisi kepala menghadap sebelah kiri dan membentur tanah sehingga tampak lebam," ujar Rikwanto.
sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/usai-cekcok-dengan-istri-bos-sepatu-bunuh-diri-pakai-pistol.html
---------- Post Merged at 10:17 AM ----------
Pistol Baretta yang digunakan Anton Prawiro Utomo, Direktur PT. Lintas Tenggara untuk bunuh diri di halaman belakang kantornya ternyata tidak terdaftar di kepolisian.
"Penyidik dari Polres Jakut masih mendalami sumber senjatanya. Senjata itu tidak terdaftar," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Rabu (10/4/2013) di Mapolda Metro Jaya.
Rikwanto menambahkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap keluarga korban mengenai asal usul senjata tersebut, pihak keluarga juga tidak tahu menahu.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Anton Prawiro Utomo, Direktur PT. Lintas Tenggara di Sunter Agung Podomoro Kec. Tanjung Priok Jakut nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri di halaman belakang kantornya sendiri menggunakan senpi jenis baretta.
Sebelum memilih mengakhiri hidupnya, diketahui Anton malam hari sebelum ditemukan bunuh diri, Anton sempat bertengkar dengan istrinya sampai pada akhirnya saat dini hari, Selasa (9/4/2013) Anton memutuskan pergi ke halaman belakang kantor untuk bunuh diri.
"Berdasarkan pengakuan dari sang istri, korban ke kantor karena ribut dengan istrinya di rumah," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto.
Kemudian Rikwanto menjelaskan dari hasil otopsi korban di RSCM ditemukan proyektil yang sudah pecah dua di bagian kepala atas, gigi depan bagian atas pecah, tengkorak luar belakang retak dan bagian kiri memar mengeluarkan darah. Dan tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan lainnya.
Dan berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan para saksi dan hasil otopsi, diduga kuat korban meningal dunia karena bunuh diri menggunakan senpi baretta 9 mm.
"Korban bunuh diri dengan memasukan larasnya ke dalam mulut dan menembakan peluru yang bersarang di tengkorak mengakibatkan retak bagian belakang," terang Rikwanto.
Setelah itu, korban jatuh dengan posisi kepala menghadap sebelah kiri dan membentur tanah sehingga tampak lebam.
Di TKP polisi turut menemukan sepucuk senpi jenis baretta. Dan dialam senpi tersebut masih ada satu peluru, dan dalam magazen ada tiga peluru kaliber 9 mm. Di dalam mobil Land Cruiser korban juga ditemukan dua buah magazen berisi peluru 45 butir, kaliber 9 mm.
sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/04/10/pistol-anton-prawiro-utomo-tak-terdaftar-di-kepolisian
Anton tewas diduga bunuh diri menggunakan senjata api. Ada dugaan, korban nekat mengakhiri hidupnya karena ada persoalan dalam rumah tangganya.
Salah satu saksi, Abdul Rohman (31) mengatakan, dia melihat Anton datang ke kantor pada pukul 02.00 WIB, Selasa (9/4) dini hari. Korban terlihat langsung menuju halaman belakang kantor. Pada pagi harinya, sekitar pukul 10.00 WIB, korban ditemukan oleh karyawan bagian gudang sudah tidak bernyawa.
"Bapak masuk ke kantor sendirian dan langsung ke halaman belakang kantor dan pada esok harinya orang gudang nemuin di halaman belakang sudah dalam kondisi tak bernyawa," kata Abdul yang bertugas sebagai sekuriti di kantor tersebut, Jakarta, Selasa (9/4).
Setelah ditemukan, lanjut Abdul atas perintah adik korban yang juga bekerja di kantor itu, membawa jasad ke Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat. Dari keterangan beberapa saksi sebelum kejadian mengenaskan itu, korban sempat cekcok dengan sang istri.
"Kami dengan karyawan lain, habis lapor ke Pak Jati Waluyo, langsung diperintahkan bawa jenazah ke rumah sakit," imbuhnya.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, korban tewas karena bunuh diri menggunakan senpi baretta 9 milimeter. "Dengan cara memasukkan larasnya ke dalam mulut dan menembakkan peluru yang bersarang di tengkorak mengakibatkan retak bagian belakang, kemudian korban jatuh dengan posisi kepala menghadap sebelah kiri dan membentur tanah sehingga tampak lebam," ujar Rikwanto.
sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/usai-cekcok-dengan-istri-bos-sepatu-bunuh-diri-pakai-pistol.html
---------- Post Merged at 10:17 AM ----------
Pistol Baretta yang digunakan Anton Prawiro Utomo, Direktur PT. Lintas Tenggara untuk bunuh diri di halaman belakang kantornya ternyata tidak terdaftar di kepolisian.
"Penyidik dari Polres Jakut masih mendalami sumber senjatanya. Senjata itu tidak terdaftar," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Rabu (10/4/2013) di Mapolda Metro Jaya.
Rikwanto menambahkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap keluarga korban mengenai asal usul senjata tersebut, pihak keluarga juga tidak tahu menahu.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Anton Prawiro Utomo, Direktur PT. Lintas Tenggara di Sunter Agung Podomoro Kec. Tanjung Priok Jakut nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri di halaman belakang kantornya sendiri menggunakan senpi jenis baretta.
Sebelum memilih mengakhiri hidupnya, diketahui Anton malam hari sebelum ditemukan bunuh diri, Anton sempat bertengkar dengan istrinya sampai pada akhirnya saat dini hari, Selasa (9/4/2013) Anton memutuskan pergi ke halaman belakang kantor untuk bunuh diri.
"Berdasarkan pengakuan dari sang istri, korban ke kantor karena ribut dengan istrinya di rumah," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto.
Kemudian Rikwanto menjelaskan dari hasil otopsi korban di RSCM ditemukan proyektil yang sudah pecah dua di bagian kepala atas, gigi depan bagian atas pecah, tengkorak luar belakang retak dan bagian kiri memar mengeluarkan darah. Dan tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan lainnya.
Dan berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan para saksi dan hasil otopsi, diduga kuat korban meningal dunia karena bunuh diri menggunakan senpi baretta 9 mm.
"Korban bunuh diri dengan memasukan larasnya ke dalam mulut dan menembakan peluru yang bersarang di tengkorak mengakibatkan retak bagian belakang," terang Rikwanto.
Setelah itu, korban jatuh dengan posisi kepala menghadap sebelah kiri dan membentur tanah sehingga tampak lebam.
Di TKP polisi turut menemukan sepucuk senpi jenis baretta. Dan dialam senpi tersebut masih ada satu peluru, dan dalam magazen ada tiga peluru kaliber 9 mm. Di dalam mobil Land Cruiser korban juga ditemukan dua buah magazen berisi peluru 45 butir, kaliber 9 mm.
sumber : http://jakarta.tribunnews.com/2013/04/10/pistol-anton-prawiro-utomo-tak-terdaftar-di-kepolisian