PDA

View Full Version : - Wabah Penyakit dan Busung Lapar Renggut 95 Nyawa -



lily
04-04-2013, 11:14 AM
http://1.bp.blogspot.com/-NZ2dUUVlsWo/TtyMHs6E8VI/AAAAAAAAAdo/BTjc8v1Fmz0/s1600/231111_Papua_5.jpg



Kabar menyedihkan datang dari pedalaman Papua Barat. Sedikitnya 95 anak di tiga kampung kawasan Distrik Kwor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, dikabarkan meninggal gara-gara busung lapar dan wabah penyakit.

Kabar itu disampaikan Ketua Badan Pengurus LSM Belantara, seorang penginjil, dan seorang tokoh masyarakat setempat. Ketua LSM Belantara Papua Barat Abner Korwa mengatakan, kematian sebanyak itu terjadi pada Oktober 2012 hingga Maret 2013.

"Kami ada tim yang turun bersama dengan kodim. Kami mau tahu situasi di lapangan," katanya.

Berdasar data yang dikumpulkan LSM Belantara, di salah satu kampung, yakni Kampung Bakti, sekitar 15 anak meninggal berturut turut dalam waktu dua minggu. "Setelah kami cek, Kadis Kesehatan Tambrauw hanya menjawab karena tidak ada petugas kesehatan dan tidak ada obat-obatan di daerah itu," ujar Abner.

Sakit yang diderita adalah keluhan gatal-gatal yang kemudian timbul bengkak, bisul, lalu panas tinggi, dan karena tidak tertolong meninggal dunia. "Kebanyakan anak kecil, balita. Ada yang berumur 10 tahun dan 2"3 orang dewasa," ucap Abner.

Warga yang kampungnya terserang wabah penyakit, lanjut Abner, sudah mengungsi ke kampung lain. "Tidak ada orang lagi di tempat itu (kampung yang terserang wabah, Red). Itu sudah menjadi tradisi mereka. Kalau ada wabah, mereka mengungsi," paparnya.

Distrik Kwor bisa dijangkau dengan menggunakan perahu selama satu hari dari Sorong. Kemudian, untuk mencapai kampung yang dimaksud, dapat ditempuh 3-5 hari dengan berjalan kaki.

"Yang dibutuhkan adalah selimut, makanan, makanan kemasan, susu, dan gula. Mungkin kekurangan darah. Dan begitu kena panas, gatal, dan daya tubuh rendah, akhirnya tidak bisa tertolong," ungkap Abner.

Kesulitan lainnya, masyarakat di sana sulit berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia. Karena itu, pihak yang datang dan ingin memberikan pertolongan harus mencari penerjemah bahasa lokal untuk menggali keterangan dari penduduk.

"Pemda mengganggap ini bukan kejadian luar biasa. Terbukti, di arena kejadian tidak ada petugas kesehatan dan suplai obat tidak lancar. Persoalan kematian tidak ada yang diurus oleh pemda. Pemda bilang bukan wabah atau busung lapar penyebab kematian mereka," ujar Abner.

Informasi juga disampaikan seorang penginjil di kampung Bikar bernama Hans Mambrasar dan seorang tokoh masyarakat Kosyefo bernama Lukas Yesnat. Dua kampung tersebut berdekatan dengan kampung yang terserang wabah. Menurut mereka, rata-rata yang meninggal adalah anak-anak yang masih minum ASI dan baru bisa berjalan.

"Jenis bantuan yang dibutuhkan, selimut, makanan nutrisi kemasan, antibiotik, malaria, tetes mata, kasa, kapas, alkohol, kapas perban, plester rol, betadine, dan garam beryodium," ujar Hans.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dr Cipto mengatakan, informasi yang sudah beredar harus diluruskan. "Besok tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat turun. Sedangkan, petugas kesehatan Tambrauw sudah mengecek. Data terakhir dari lokasi yang kita ketahui, khusus bayi dan balita hanya kekurangan gizi," tuturnya.

Informasi awal dari Kabupaten Tambrauw, kata Cipto, tidak benar ada wabah penyakit maupun terjadi kematian dan kesakitan dalam waktu yang singkat. "Itu semua tidak benar. Hanya memang ada kesakitan dan beberapa kematian. Hanya itu, bukan karena wabah penyakit dan masih kami kumpulkan datanya," paparnya.

Menurut dia, tim dari provinsi Rabu (3/4) berangkat untuk mengumpulkan data dan melihat langsung ke lapangan. Namun, lanjut dia, hal itu bukan kejadian luar biasa. "Laporan awal, bukan wabah. Kalau terjadi kesakitan dan kematian, itu terjadi sejak Oktober lalu hingga Februari. Ada beberapa saja dan ini kematian wajar karena penyakit biasa," tegasnya.

PT Pelindo Cabang Sorong bersama BUMN yang ada di Sorong justeru yang bergerak cepat. Mereka segera menyalurkan bantuan ke kawasan dimaksud. General manager PT Pelindo Cabang Sorong mengatakan, informasi bencana kelaparan dan wabah penyakit di Kwor tersebut santer terdengar sejak November 2012. Bahkan, hal tersebut saat ini dibahas di tingkat nasional.

Menurut dia, sesuai dengan arahan Menteri BUMN Dahlan Iskan, pihaknya bersama BUMN lain, di antaranya Pertamina dan PT Askes, telah berkoordinasi untuk turun ke kampung-kampung di Distrik Kwor. Langkah pertama yang akan dilakukan, tim bakal mendata dan mengecek.

Tim yang sudah siap, sudah turun ke Kwor dengan menggunakan angkutan laut Selasa malam (2/4) pukul 19.00 WIT, berangkat dari Pelabuhan Sorong, dan direncanakan bermalam di kampung tersebut.

Tim BUMN, kata dia, akan mengecek, bencana apa yang sebenarnya dialami dan wabah penyakit apa yang sedang merebak di kampung tersebut. "Kita juga diperintahkan sama Pak Dahlan Iskan untuk menyalurkan bantuan," tandas Jusuf.

Tim pertama yang meluncur kemarin malam membawa bantuan berupa bahan makanan instan secukupnya. Selain itu, tim membawa obat-obatan dan tenaga medis guna penanganan dini terhadap warga yang terkena penyakit. "Selanjutnya, kita persiapkan bantuan di sini (Sorong, Red). Setelah dicek oleh tim, kondisinya seperti apa dan bantuan apa yang dibutuhkan, baru akan kita drop ke sana," imbuhnya.


sumber : http://www.jpnn.com/read/2013/04/04/165776/Wabah-Penyakit-dan-Busung-Lapar-Renggut-95-Nyawa-#

---------- Post Merged at 10:14 AM ----------

Sebanyak 95 orang meninggal dunia di Distrik Kwoor Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, karena terjangkit penyakit busung lapar. Kurangnya tenaga medis menjadi penyebab utama peristiwa itu.

Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, jumlah korban yang banyak juga disebabkan karena kurang pekanya aparatur pemerintah daerah setempat.
join_facebookjoin_twitter

"Sedang dikaji lebih jauh. Infrastruktur menjadi penghambat, jangkauan menjadi terbatas. Pemkab setempat seharusnya proaktif mengatasi masalah tersebut, sehingga tidak hanya mengatasi, tetapi juga mencegah," kata Agung di Istana Negara, Jakarta, tadi malam.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, peristiwa buruk ini menjadi perhatian pemerintah dan akan ditelusuri kebenarannya di lapangannya.

"Apa yang sesungguhnya terjadi mengenai hal itu, apakah kurang gizi atau busung lapar dan sebagainya, itu tidak patut terjadi di mana pun di negara ini, jadi kalau ada hal-hal demikian mohon dilaporkan ke kami (ke pemerintah) agar secepatnya kita bisa tindak lanjuti," ujarnya.

Menurutnya, kementerian terkait segera mengambil langkah yang diperlukan untuk mengetahui secara rinci kasus ini. Kabar mengenai kematian massal di Papua Barat ini berawal dari laporan pegiat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Menurut ormas yang beranggotakan komunitas-komunitas masyarakat adat dari berbagai pelosok nusantara ini, jenis penyakit yang diderita kebanyakan warga adalah busung lapar atau kekurangan gizi dan gatal-gatal.

Wabah ini telah menyebar di beberapa kampung dan mengakibatkan ratusan warga sakit dan 95 orang meninggal dunia.


sumber : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=284801:kasihan-95-warga-papua-meninggal-akibat-kelaparan&catid=77:fokuredaksi&Itemid=131

Yuki
04-04-2013, 11:53 AM
nah pemimpin tertinggi negeri yg terhormat, silahkan urus masalah ini, jangan bisanya cuman ngurusin partai aja

PERMANDYAN
04-04-2013, 12:19 PM
hebat ja negara kita ini....
semoeanja ada di sini.....

lily
04-04-2013, 12:21 PM
kacian ya om...

om Permandyan kemana , kok ga pernah liat ::ungg::

PERMANDYAN
04-04-2013, 12:26 PM
ada kok....
tjoema ndak pernah ketemoe sahadja....

Urzu 7
05-04-2013, 02:04 PM
Kebanyakan isu negara ini

BundaNa
05-04-2013, 04:38 PM
gak usah ke papua, di jawa aja banyak yang busung lapar -_-

lily
05-04-2013, 04:42 PM
tapi ga sebanyak disana kayanya bun.

kalo di Jawa , paling 1 ato 2 kasus , itupun langsung masuk ke RS biasanya , dirawat disana.

btw saya pernah baca di Jawa Pos , baby kena busung lapar. kok bisa ya ? kan baby minum ASI dari ibunya ?

ato kalo seorang ibu kurang gizi , baby nya juga kurus ?

BundaNa
05-04-2013, 05:20 PM
^ kalau wikipedia bilangnya


Busung lapar atau honger oedema disebabkan cara bersama atau salah satu dari simtoma marasmus dan kwashiorkor adalah sebuah fenomena penyakit di Indonesia bisa diakibatkan karena kekurangan protein kronis pada anak-anak yang sering disebabkan beberapa hal, antara lain anak tidak cukup mendapat makanan bergizi, anak tidak mendapat asuhan gizi yang memadai dan anak mungkin menderita infeksi penyakit.

kalau kata yang lain:


Busung lapar disebabkan oleh keadaan kurang gizi karena rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari mereka sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG). Keadaan kurang gizi itu biasa disebut dengan kurang energi protein (KEP). Setiap individu tidak akan memiliki metabolisme yang normal apabila kebutuhan kalori (energi)-nya tidak terpenuhi. Sumber energi manusia adalah zat-zat gizi sumber energi seperti hidrat arang, lemak, dan protein. Kekurangan protein juga akan menurunkan imunitas terhadap penyakit infeksi. Sumber protein utama dari makanan adalah daging, ikan, telur, tahu, tempe, susu, dan lain-lain (umumnya lauk-pauk). Karena sistem imunitas tubuh itu sangat bergantung pada tersedianya protein yang cukup maka anak-anak yang mengalami kurang protein mudah terserang infeksi seperti diare, infeksi saluran pernapasan, TBC, polio, dan lain-lain.[/QUOTE[/QUOTE]

serendipity
05-04-2013, 05:37 PM
setau gw pulau jawa ini subur banget tanahnya, makanya ampe ada lagu apapun yg ditanam bisa tumbuh.. mungkin mereka kurang kreatif dalam mengolah dan menjadikan apa yg ada di depan mata menjadi makanan :D

Pernah gw nonton tivi ada beberapa org di pedaleman yg berpikir bahwa makanan itu ya yang dibeli di pasar, padahal di sekitar mereka banyak buah dan sayur yg berjatuhan begitu aja.. kadang ada yg dibiarin busuk

BundaNa
05-04-2013, 05:44 PM
^itu karena jargon pemerintah orba menyamaratakan bahwa makanan pokok mesti nasi...padahal tidak semua wilayah bagus untuk bertanam padi. Akibatnya yang gak punya padi mesti impor beras dari daerah lain dan BERAS jadi LEBIH MAHAL dibanding umbi2an, kentang, dan jagung yang bisa jadi makanan pokok -_-

lily
05-04-2013, 05:49 PM
kalo di Papua ini , emang bukan lahan subur ya bun ?

soalnya saya googling ada yang bilang disana itu benernya lumbung beras bla bla bla...

TheCursed
05-04-2013, 05:50 PM
^itu karena jargon pemerintah orba menyamaratakan bahwa makanan pokok mesti nasi...padahal tidak semua wilayah bagus untuk bertanam padi. Akibatnya yang gak punya padi mesti impor beras dari daerah lain dan BERAS jadi LEBIH MAHAL dibanding umbi2an, kentang, dan jagung yang bisa jadi makanan pokok -_-

Ini efek dari cang Ato yang dulu lebih pengen jadi raja jawi ketimbang presiden indonesia.

BundaNa
06-04-2013, 01:53 PM
kalo di Papua ini , emang bukan lahan subur ya bun ?

soalnya saya googling ada yang bilang disana itu benernya lumbung beras bla bla bla...

gwe gak tau sih...cuman pelajaran dari sekolah yang gwe dapet setau gwe sih, orang papua aslinya makan umbi2an, maluku makan sagu, dan beberapa daerah makan jagung...seperti kata thecursed, gegara mbah ato, beras dipaksa jadi makanan pokok orang indonesia

TheCursed
06-04-2013, 05:31 PM
kalo di Papua ini , emang bukan lahan subur ya bun ?

soalnya saya googling ada yang bilang disana itu benernya lumbung beras bla bla bla...

Ngapain nanam padi kalo aslinya sagu, ubi, dan singkong bisa di ambil for free dari alam ?

noodles maniac
06-04-2013, 05:56 PM
Kok berita ini gak gw liat di tipi ya? yang lagi rame malah eyang kubur melulu ::doh::

AsLan
06-04-2013, 06:59 PM
Sambungan berita beberapa tahun yg lalu... Warga papua banyak yg ingin bekerja menanam dan bertani, tapi tak tahu ♏αŭ belajar ƙέ siapa, tidak άϑά yg ♏αŭ mengajari mereka.

Άρά mungkin kebijaksanaannya begitu ya? Rakyat dibiarkan bodoh dan miskin, kekayaan alamnya disedot terus.

Penguasa2 daerah atau kepala suku dikasi duit segabruk plus perempuan asal diem.

ga_genah
06-04-2013, 07:42 PM
nah pemimpin tertinggi negeri yg terhormat, silahkan urus masalah ini, jangan bisanya cuman ngurusin partai aja
bukannya yg ngurus begini bupati, trus gubernur, baru si pemimpin tertinggi itu ya...?
setauku orang2 papua klo hidup ditempat lain itu kaya2 lho...

noodles maniac
07-04-2013, 04:56 AM
bukannya yg ngurus begini bupati, trus gubernur, baru si pemimpin tertinggi itu ya...?
setauku orang2 papua klo hidup ditempat lain itu kaya2 lho...

Mungkin seperti yang dibilang sama aslan, mereka nikmatin jabatannya tapi gak ngurusin rakyat secara adil dan merata :(

lily
07-04-2013, 08:40 AM
iya , pas saya di RS anter anak. ada orang Papua cerita - cerita di belakang saya , dia suka PP Surabaya - Papua , sebulan sekali bersama keluarganya , buat shopping. berarti ada yang kaya dan tambah kaya , yang miskin tambah miskin.

yang di belakang saya , itu makmur lo , anaknya 5. dan kalo diliat dari modelnya , kayanya emang orang kaya...