PDA

View Full Version : - Perampok Gasak Aset Pegadaian Rp 6,7 Miliar -



lily
03-04-2013, 07:07 AM
http://www.radarsorong.com/uploads/berita/dir03042013/img03042013100881.jpg

Petugas Forensik Polda DIJ melakukan olah TKP perampokan oleh kawanan bersenjata api di Pegadaian Syariah, Jalan Letjend Suprapto, Jogjakarta, Selasa (2/4).



Kantor Pegadaian Syariah di Jalan Letjen Suprapto, Ngampilan, Jogjakarta, menjadi sasaran perampok kemarin. Sekitar pukul 10.00 WIB, kawanan penjahat yang berjumlah lima orang merangsek ke dalam pegadaian dan berhasil menguras aset berupa emas dan uang tunai dengan nilai total Rp 6,7 miliar. Aksi tersebut berlangsung singkat, sekitar 20 menit. Perampok menggunakan airsoft gun untuk mengancam pegawai pegadaian. Aset yang disikat perampok terdiri atas perhiasan emas dan uang tunai Rp 30,9 juta. Total kerugian kami taksir sekitar Rp 6,7 miliar, kata Kepala Operasi Pegadaian Syariah Unit Ngampilan Slamet Riyadi seteÂ*lah kejadian.

Menurut data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jogja, aksi itu berjalan sangat rapi. Kawanan perampok membagi tugas antara eksekutor, pembawa hasil rampokan, dan pengamat suasana sekitar. Dari luar sama sekali tidak ada yang mengetahui kalau di dalam ada perampokan. Baru setelah perampok keluar, orang-orang mendekat, ungkap salah seorang penyidik.

Para perampok beraksi dengan mengenakan penutup kepala. Mereka memakai helm dan sleyer untuk menutup wajah. Entah kebetulan atau tidak, saat kejadian, listrik padam sehingga closed-circuit television (CCTV) dan alarm di pegadaian tidak berfungsi. Perampok lebih dulu melumpuhkan petugas satpam di luar kantor. Dua orang perampok mengancam satpam dengan airsoft gun dan menggiring mereka ke dalam kantor. Setelah itu, tubuh satpam diikat.

Sasaran berikutnya adalah Slamet Riyadi, kepala operasi pegadaian. Perampok menodong Slamet dan memaksa menunjukkan tempat penyimpanan uang dan emas. Saat itu salah seorang karyawati pegadaian berusaha mengamankan uang dan aset lain. Hal itu memancing kemarahan para perampok. Pelaku sempat meletupkan senjata. Bunyinya tidak seperti suara tembakan. Hanya memecahkan kaca, jelas Kapolresta Kombes Mustaqim. Polisi yakin, senjata yang digunakan perampok bukan senjata api. “Dugaan kami airsoft gun. Kami masih mengombinasikan keterangan dari selusuh saksi dengan hasil olah TKP, katanya.

Mustaqim mengatakan, CCTV dan alarm tidak berfungsi karena saat kejadian listrik padam. Adakah kaitannya antara listrik padam dan perampokan Mustaqim menganalisis tidak ada. Sebab, komplotan pelaku mengenakan penutup muka dan helm. Saya kira, itu hanya kebetulan, paparnya. Keterangan saksi-saksi kita kombinasikan, kita kejar pelakunya, sambung Mustaqim.

Standar pengamanan di kantor pegadaian dinilai lemah. Hal itu terlihat dengan hanya ada seorang satpam. Padahal, aset di pegadaian itu miliaran. Brankas penyimpanan uang dan emas pun jauh dari standar. Tempat penyimpanan di kantor pegadaian itu hanya satu pintu dan satu kunci. Tempatnya mirip lemari yang tingkatannya menggunakan kayu.

Ukuran kantor sangat kecil. Untuk parkir saja, lokasinya tidak cukup. Sebab, jarak pintu dengan jalan raya di depannya hanya sekitar dua meter. Kondisi itu menjadi perhatian polisi. Mereka belum begitu yakin kantor tersebut menyimpan aset miliaran. Kami meminta korban untuk menghitung kepastianÂ*nya, kata Mustaqim. Kapolresta menegaskan, melihat besarnya aset di kantor pegadaian itu, petugas keamanan seharusnya lebih dari satu. Ini seharusnya menjadi perhatian semua lembaga keuangan. Pengamanan ini harus sesuai standar untuk bisa mengantisipasi kejadian seperti perampokan, ujarnya.

Kapolda Daerah Istimewa Jogjakarta Brigjen Sabar Raharjo langsung meninjau lokasi. Namun, dia tidak memberikan keterangan apa pun. Kami belum bisa memberikan keterangan. Nanti setelah saksi-saksi memberikan keterangan, baru bisa menyampaikan, kelit Sabar.


sumber : http://www.radarsorong.com/index.php?mib=berita.detail&id=10088

TheCursed
03-04-2013, 07:58 AM
Nice.

Ngga seperti senjata api ?
Coil Gun ?
Sling gun ?
Pistol angin ?
Silenced ?
Soalnya setau gue projectile dari Airsoft terlalu ringan buat bisa mecahin kaca. Makanya salah satu perlengkapan safety buat kompetisi Airsoft cukup kacamata plastik biasa.

Tapi dua yang gue sebut pertama cukup kuat buat jadi senjata, bisa di bikin dari material yang umum ada di toko elektronik, material, atau bengkel motor/sepeda, dan manual cara membuatnya tersedia bebas di internet. Serta bunyi 'letusan'nya emang mirip airsoft.

AsLan
03-04-2013, 09:35 AM
Mungkin cuma kena rampok 500jt trus ngakunya milyaran, takut ketauan gak laku :))

lily
03-04-2013, 11:28 AM
emangnya ga mungkin ya , kalo pegadaian rugi milyaran ?

trus gimana ya tanggung jawab mereka ke orang yang udah menggadaikan barang ?

TheCursed
03-04-2013, 12:17 PM
···

trus gimana ya tanggung jawab mereka ke orang yang udah menggadaikan barang ?[/COLOR][/I]
seinget gue, bukannya di jamin asuransi ? Kayak bank ?

lily
03-04-2013, 12:34 PM
ga tau om , saya belom pernah ke pegadaian.

gogon
03-04-2013, 03:00 PM
anjrit sumber nya.... radar sorong. Papua kuwi..

lily
03-04-2013, 03:52 PM
benernya di Jawa Pos online ada om , tapi kalo mo lengkap beritanya harus bayar.

makanya saya cari berita yang sama dari sumber lain. ketemu yang ini.

gogon
03-04-2013, 03:57 PM
iya gpp ly. gw cuman takjub sama editor radar sorong, mau peduli sama berita di tanah jawa (walaupun cuman copas sih :D)
.
btt, tega bener perampoknya... ngambil harta orang susah...
what's next... kantor jamsostek? kantor pos?

lily
03-04-2013, 03:58 PM
namanya perampok , ga punya hati om.

porcupine
03-04-2013, 04:49 PM
anjrit sumber nya.... radar sorong. Papua kuwi..

radar itu masih group nya Jawa Pos Gon

itsreza
03-04-2013, 05:12 PM
lebih seru cerita penggasakan 6.7 triliun yang ga beres beres ;D

TheCursed
03-04-2013, 11:02 PM
namanya perampok , ga punya hati om.

tergantung, kalo rampok-nya Robin of Sherwood ? aka Robin Hood ?

lily
04-04-2013, 11:06 AM
oiya sih , beda kasus. tapi kebanyakan mana ada jaman sekarang , perampok yang kayak begitu ?

rata - rata mereka cuma mikirin kepentingan pribadi mereka , ga peduli orang laen mo makan apa.

lebi parah lagi yang pake membunuh.

TheCursed
05-04-2013, 02:54 AM
oiya sih , beda kasus. tapi kebanyakan mana ada jaman sekarang , perampok yang kayak begitu ?

...

we can always hope. ;D

Urzu 7
05-04-2013, 02:02 PM
Dibedil pulisi mati 2..
mantap harusnya dibedil semua..;D

lily
05-04-2013, 02:04 PM
lo ? ketangkap ya ???

Urzu 7
05-04-2013, 02:05 PM
Iya pas mau beli tiket nyebrang kelampung
berita kemaren kalo ga salah

lily
05-04-2013, 02:11 PM
eh iya , makacih ya Urzu :)


Dua Perampok Pegadaian di Jogja Ditembak Mati

Dua dari tujuh pelaku (bukan enam seperti yang diberitakan) perampokan Pegadaian Syariah di Yogyakarta yang ditangkap Aparat Sub Direktorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, berinisial AS (27) dan DRM (29), tewas ditembak petugas kepolisian. Petugas terpaksa menembak mati keduanya lantaran berusaha melarikan diri setelah ditangkap.

"Pada saat dilakukan pengembangan untuk menunjukkan senjata api (yang digunakan) dan (menunjukkan) pelaku lainnya, DRM dan AS mencoba melarikan diri," kata Kepala Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Putut Eko Bayuseno di Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/4/2013).

Karena berusaha melarikan diri, Putut mengatakan, petugas kepolisian terpaksa melumpuhkan keduanya dengan timah panas. Kedua pelaku pun tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Putut menjelaskan, tujuh pelaku yang ditangkap petugas ialah C alias RB (30), AS (27) (meninggal dunia), RK (23), H (24), J (40), DRM (29) (meninggal dunia), dan DV (35). Selain melakukan perampokan Pegadaian di Yogyakarta, para pelaku diduga terlibat dalam perampokan di kantor Pegadaian lainnya.

"Mereka juga diduga sebagai komplotan curas (pencurian dengan kekerasan) di Pegadaian Jakarta Selatan sehingga anggota kami merespons dan melakukan penangkapan terhadap (para) tersangka," jelas Putut.

Para tersangka tersebut diringkus petugas di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Rabu (3/4/2013) dini hari. Saat penangkapan para tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 unit mobil Toyota Avanza berwarna hitam dan 1 unit mobil Daihatsu Xenia berwarna putih.

Saat beraksi pada Selasa (2/4/2013), para perampok membawa senjata api dan menggunakan penutup wajah sekitar pukul 10.00 WIB. Para pelaku masuk ke Pegadaian dan langsung menodongkan senjata api ke arah karyawan.

Setelah menemukan lokasi brankas, pelaku lantas memaksa karyawan tersebut untuk membuka kantor Pegadaian. Mereka langsung mengambil perhiasan dan uang yang ada di kantor Pegadaian tersebut.

Seusai melakukan aksi, para pelaku kabur dengan mengendarai lima kendaraan bermotor. Kerugian dari peristiwa perampokan tersebut ditaksir mencapai 6,7 miliar rupiah.


sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/04/04/14100635/Dua.Perampok.Pegadaian.di.Jogja.Ditembak.Mati