PDA

View Full Version : [Reportase] [Cerbung] The Gathering : Blusukan



etca
03-03-2013, 09:00 PM
[Cerbung] The Gathering : Blusukan

http://4.bp.blogspot.com/-IKp-roXsAII/UPwKYaSuWTI/AAAAAAAAAJE/jH2MtApQokg/s400/gathering.jpg

Selalu ada BS, dalam setiap kesempatan.
Kau tak akan pernah menyangka, semua kejadian penuh konspirasi.
It's all about art. How to speak and what your body language says. - jojox



: I see what you don't want to see
Sebuah keindahan apa yang tak pernah terlihat di ruang maya bernama kopimaya.
Kau hanya akan menjumpainya kala kopi darat, gathering, dengan gelitik bumbu kejutankejutan.
Di sebuah pertemuan Rendezvous dan kau harus menyimpannya.
Sebab akan ada yang tak tampak, pada tulisan yang dituliskan secara spontan ini.





http://3.bp.blogspot.com/_k6Fph5W6yAY/TUvNR0S_1oI/AAAAAAAABp4/PRN4Ul8dzFU/s1600/Dice.jpg
Sebelum kisah diteruskan.
Ambillah dadu. Kau akan memerlukannya.
Mendedah, kisah mana yang akan kau pilih.





Chapter 1. Kedatangan
Chapter 2. Opsi
Chapter 3. Are You Ready?
Chapter 4. Persimpangan
Chapter 5. -
Chapter 6. -
dst.

RAP
03-03-2013, 09:34 PM
Chapter 3 tca

etca
03-03-2013, 09:38 PM
http://farm3.staticflickr.com/2482/3965800996_4d0298d5ca.jpg

Chapter 1. Kedatangan

Roda baja itu telah membawa seorang perempuan dari kotanya yang bernama Yogyakarta menuju sebuah kota yang penuh dengan kehingaran, Jakarta. red>,<hair, jangan salahkan nicknya yang sudah terlanjur meracuni otak kita mengirimkan pesan pada mata untuk segera menemukan perempuan berambut merah membara. Akankah konspirasi pertama terjadi? Berbicara tentang pewarnaan rambut milik red>,<hair. Seakan memaksa otak etca untuk mengembalikan ingatan ke dalam memori yang sudah terkubur tiga tahun silam.

Yogyakarta, 26 Desember 2009.
Natal telah usai. Maksudku tanggal 25 telah berlalu, kini saatnya berlarilarian bebas mengitari kota sebelah. 65 kilometer dari kota tempatku berada sekarang ini. Sialnya aku tak memiliki ayam. Tak ada kokok ayam yang membangunkanku. Kereta pertama yang harusnya kutumpangi harus ikut dalam mimpiku pagi tadi. Aku harus mengejar kereta kedua.

"Ca, sampai di mana?"
Kubaca pesan singkat itu di layar kaca ponselku. Segera kubalas, "Lagi di kereta, bangun kesiangan euy?!!"

Perempuan yang kukenal di Dear Diary itu adalah salah satu dari beberapa orang yang hendak kutemui hari itu. Hanya sekedar singgah. Melepas kepenatan hidup. "Halagh.. sudah selelah apakah kau memanggul hidupmu, Ca?!!" Sering kali monologmonolog sumbang yang tibatiba keluar tanpa permisi itu membuatku tertawa geli.

Pertamatama tiba di stasiun Tugu, kontak seorang kawan lama. Kawan kampus yang hendak menjemputku.
"Sido ra?" pesan singkat padat dengan logat Jawa yang kental. Aku bisa membayangkan bagaimana katakata singkat itu keluar dari mulutnya.
"Sudah di stasiun. Mana dirimu?"
"Sik tunggu bentar."

Pasti dia langsung melarikan sepeda motor ke arah stasiun. Dan benar, tidak sampai 15 menit ku menunggu. Tampang jahil itu senyam senyum mengajak tanganku pingin mampir ke kepalanya untuk sekedar menjitak gemas.

"Mau kemana rencana hari ini?" tanya dia tanpa membuka helm putihnya.
"Cuma nemuin kamu, lalu anak Mekatronika, dan satu lagi kawan baru," jawabku sambil membonceng dia.
"Siapa namanya? Lanang atau Wedhok? Ayu ra mbak?" pertanyaan yang berentetan itu membuatku tertawa.
"Hayahhh.. ayo kuajakin ke Gereja Kemetiran."
"Lhaaa... mosok nyampe Yogya langsung ke gereja.. apa masih kurang natalan kemarin?"
"Siyaalll... " selorohku sambil tertawa ngakak.

Di sanalah aku bertemu dengan red>,<hair. Memasuki pelataran Gereja Kemetiran. Titik temu yang kami pilih, tempat terkenal antara rumah red>,<hair dengan rumah kawanku yang juga di sekitaran Malioboro itu. Pelanpelan sepeda motor milik kawanku masuk halaman berpaving itu. Seingatku halaman gereja itu sepi. Hanya ada seorang perempuan di atas sepeda motor merahnya. Aku langsung mendatanginya dan mengulurkan tangan mengajak bersalaman,
"red>,<hair?" sambil mata menggelitik ke arah rambut,
"Yup" lalu balik bertanya, "etca?"
"Hehehhe iya, kok ga merah rambutnya? lebih merah punyaku deh."
"Iyaaa ini sudah lama ngecatnya."
"Halagh ngeles..."
"Mbak.. mbak.. aku ga dikenalin nih?" temanku protes dari atas sepeda motornya.

Yah, itulah awal mula percakapan kami, dan langsung lumer seperti coklat kesukaan red>,<hair yang kepanasan. Aku sendiri sudah lebih dari tiga tahun tidak berjumpa kawanku, ditambah pertemuan pertama dengan red>,<hair tanpa ada nada canggung sedikitpun. Pertemuan kami pun berpindah ke sebuah warung soto di kawasan malioboro yang panas suasananya. Terik matahari bercampur uap panas dari anglo besar si penjual soto. Siang itu bertambah lagi teman obrolan, kawanku sekampus yang lain. Jadi kami berempat tertawa terbahakbahak bersama. Kalau orang lain yang melihat, sepertinya kami adalah kawan lama. Meski yang berambut paling merah justru diriku, bukan red>,<hair


***

Teleponku berdering, aku mengerjabkan mata. Ternyata lamunan tadi memakan sepuluh menit waktuku. red>,<hair yang dulu kutemui di Yogyakarta kini sedang berada di Jakarta, sekalian gathering COD Cangkir Kopimaya. Merchandise pertama yang sempat membuat pening red>,<hair.

etca
03-03-2013, 09:39 PM
Chapter 3 tca

Sabarrr, ini baru ketulis secara spontan yang Chapter 1 ;D

etca
03-03-2013, 10:15 PM
http://farm1.staticflickr.com/60/168071030_d0b3663079.jpg

Chapter 2. Opsi

Entah berapa kali pertemuan dengan red>,<hair selama di Jakarta. Mungkin seharusnya dari awal aku menandai penanggalanku dengan lokasi titik temu itu dan jam kepergian kami. Kebetulan atasanku juga sedang berada di luar kota. Klop sudah suasananya. Alam semesta sepertinya mendukung red>,<hair untuk perjalanannya di Jakarta.

"Ada jam malamkah selama di Jakarta?"
"Santai aja, Ca. Kan jarang-jarang ke sini." jawab reddo, panggilan akrab dari red>,<hair di forum.

Sebetulnya aku memiliki nama panggilan yang lain untuk dia, tapi rasanya kurang elok untuk disebutkan di sini menyebutkan poin-poin dari dunia nyata yang sifatnya prinsipil. Pertanyaan yang kuajukan itu, sempat beberapa kali terlontar dari mulutku. Tumben. Tak biasanya seperti ini, dan pada akhirnya nanti aku akan menyadari mengapa pertanyaan biasa ini sampai kuajukan berulang kali.

Aku menemui dia di jam sepulang kerja. Bisa dibayangkan jarak Cakung - Kuningan/Tebet adalah lumayan untuk tempuhan waktu. Jakarta itu yang memuakkan adalah waktu tempuh. Bukan jarak tempuh. Jarak tempuh tak akan berubah, tapi waktu tempuh bisa seketika itu juga disulap lebih panjang beberapa kali sekalipun kamu hanya selisih lima menit saja. Sepertinya hari itu adalah Selasa. Aku ingat, sempat menemuinya sepulang kerja. Malammalam. Padahal hari Minggu sebelumnya kami bertemu di Blok M Plaza. Pertemuan ini pun nyaris gagal karena reddo baru berkabar pukul 16.40an dia masih di kawasan Grogol. Faktor X penyebab pesan Whatsapp-nya pending tanpa dia sadari.

Glodakkkk!!! Otakku seperti tertimpa piring.
Itu jam sepulang kerja, mau kena macet? sementara aku pulang lebih cepat dari jam kantor biasanya.

Ini opsinya :
1. Batal
2. Naik ojek.
Kalau ga berani naik ojek mendingan ga usah deh.

Uji nyali pertama diberikan pada reddo. Agak keras memang, mau gimana lagi. Kalau batal, segera kabari. Setidaknya aku tak perlu harus sampai di Kampung Melayu. Kabar harus segera ku dapat. Apalagi dalam perjalanan sejak ponsel pemberian itu didonasikan kepada copet gadungan, maka aku agak enggan mengeluarkan ponsel selama di perjalanan. Reddo memilih opsi : Naik ojek!

Aku tertawa saat melihat dia benarbenar tiba di hadapanku.
"Beneran berani naik ojek?" tanyaku sambil tertawa.
"Aku enjoy kok... sambil lihatlihat gedung tinggi."
"Kok sempatsempatnya nanya ama mbakmbak kalau udah sampai di kebon jahe?, di perempatan lampu merah gitu nanyanya? colek2 mbak2 di samping?"
aku tak mampu menahan tawa.

"Ya enggakkk yhooo, tadi kan di pom bensin nanyanya.."
"Woalaahh pantesan.." aku manggut manggut.

Untung teman yang satu ini nyantai dan manutan plus punya nyali. Yaiyalah sudah kadung sampai Jakarta masak naik ojek di sore hari ga berani?. Segera kusodorkan HDD portabel warna merah padanya. Tadi selagi menunggu dia, aku mencoba mencarikan HDD eksternal untuknya, setidaknya waktu tidak terbuang percuma. Setelah itu kami berjalan ke Mall sebelahnya. Kuningan City. Untuk menonton film Mama.


***


to be continued

jojox
04-03-2013, 03:01 PM
di Chapter 6, etca called my bluff. ..krik krik krik. ::ngakak2::

red>,<hair
04-03-2013, 09:13 PM
Ca ... bukannya kita nyoto d deket stasiun yak :cengir: sekalian nitip motor d sono trus k malioboro - eh iya kan???

tuscany
09-05-2013, 08:13 PM
Ini kok nggak ada kelanjutannya?

ancuur
09-05-2013, 10:49 PM
: I see what you don't want to see
Sebuah keindahan apa yang tak pernah terlihat di ruang maya bernama kopimaya.
Kau hanya akan menjumpainya kala kopi darat, gathering, dengan gelitik bumbu kejutankejutan.
Di sebuah pertemuan Rendezvous dan kau harus menyimpannya.
Sebab akan ada yang tak tampak, pada tulisan yang dituliskan secara spontan ini.





http://3.bp.blogspot.com/_k6Fph5W6yAY/TUvNR0S_1oI/AAAAAAAABp4/PRN4Ul8dzFU/s1600/Dice.jpg
Sebelum kisah diteruskan.
Ambillah dadu. Kau akan memerlukannya.
Mendedah, kisah mana yang akan kau pilih.




TOP tca, bagian yg ini gue suka banget :jempol:

etca
09-05-2013, 10:54 PM
Krik krik krik...
Sampe lupa pernah bikin thread ini ;D

kehidupan nyata sekarang ini sudah jauh menyita waktu.
Maap. ::maap::

ndugu
09-05-2013, 10:55 PM
ini apakah ceritanya dibikin kepanjangan makanya ga ada lanjutannya ya ::elaugh::

tuscany
10-05-2013, 04:18 AM
Judulnya bisa diganti nih jadi Reportase Tiada Akhir ::elaugh::

etca
10-05-2013, 11:02 AM
^
hush pamali..
itu mah terlalu skeptis..
jadi orang yg optimis dunkk -_-

tuscany
10-05-2013, 02:39 PM
Sebagai penyemangat aja kok supaya ntar dilanjutkan :D