View Full Version : Mengenang Kembali Bung Karno
spears
22-02-2013, 11:49 PM
gw baru baca cerita2 soal Soekarno yang menurut gw sangat touchy. ::maap::
jadi mau gw abadikan di KM. ternyata banyak cerita juga ya..terutama soal lope2nya :p
Mahasiswa Universitas Indonesia mendampingi para pedagang kaki lima menolak penggusuran. Puncak aksinya, mereka memblokir rel di stasiun Pondok Cina, Depok. Jadwal KRL pun terganggu. Ribuan pengguna KRL Jakarta-Bogor yang tak bisa pulang pun memaki aksi para mahasiswa ini.
Para mahasiswa ini mengaku memperjuangkan rakyat kecil, para pedagang yang digusur. Tapi aksi mereka malah menyengsarakan rakyat yang lain. Ribuan pengguna KRL ekonomi pun tentunya bukan warga berada.
Mahasiswa memang selalu penuh semangat. Menjadi aktivis dan merasa memperjuangkan kebenaran selalu menarik untuk mahasiswa. Dulu Presiden Pertama RI Soekarno juga berjuang untuk kemerdekaan rakyatnya sejak masih kuliah di Technische Hogeschool Bandung (kini ITB).
Tapi perjuangan Soekarno semasa kuliah tentu berbeda dengan aktivis zaman sekarang. Soekarno tak pernah menyakiti rakyat, dia selalu berada di tengah rakyat kecil. Menanyakan kondisi rakyat sehingga tahu apa yang dibutuhkan rakyatnya.
Saat kuliah pula Soekarno pertama kali berpidato di depan ribuan orang. Pidato-pidato Soekarno membakar semangat rakyat. Polisi rahasia Belanda pun mulai mengikuti semua gerak-gerik Soekarno. Setiap ada Soekarno, maka ribuan rakyat akan mendengarkannya dengan penuh kekaguman.
Kesibukan berorganisasi dan berpolitik membuat kuliah Soekarno terbengkalai. Kepala Technische Hogeschool Profesor Klopper pun memanggilnya. Dia memberikan wejangan yang membuat Soekarno sadar agar tidak melalaikan kuliah. Klopper tahu jika tak dibiarkan Soekarno akan larut dalam aktivitas politiknya dan tak akan bisa lulus dari sekolah teknik.
"Engkau harus menekuni kuliahmu. Aku tidak keberatan jika seorang pemuda mempunyai cita-cita politik, tetapi harus diingat yang pertama dan yang paling utama engkau harus memenuhi kewajiban sebagai seorang mahasiswa. Engkau harus berjanji mulai hari ini tidak terlibat dalam gerakan politik," kata Kloper seperti dikisahkan Soekarno dalam biografi yang ditulis Cindy Adams.
Maka Soekarno pun berjanji menghentikan aktivitas politiknya sementara waktu. Dia juga berjanji untuk tidak berpidato di depan massa yang akan membuat dirinya berurusan dengan polisi.
"Ya profesor. Anda dapat memegang janjiku," kata Soekarno.
Maka Soekarno menepati janjinya. Dia diwisuda tanggal 25 Mei 1926 dengan gelar Ingenieur. Saat itu dari ratusan siswa, hanya ada dua lulusan inlander.
Ketika lulus, lagi-lagi Klopper memberi wejangan pada Soekarno yang diingatnya seumur hidupnya.
"Ir Soekarno, ijazah ini suatu saat dapat robek dan hancur menjadi abu. Dia tidak abadi. Ingatlah, bahwa satu-satunya yang abadi adalah karakter dari seseorang. Kenangan terhadap karakter itu akan tetap hidup sekalipun dia mati."
Soekarno telah lulus, tak ada yang kewajiban yang menghalanginya untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Maka pengalaman semasa mahasiswa kelak sangat berpengaruh pada pembentukan karakter sang putra fajar yang mengantar Indonesia ke gerbang kemerdekaan.
[ian]
such an inspiration...
Akhir Juni 1921, Soekarno muda datang dari Surabaya setelah lulus Hoogere Burger School (HBS). Dengan mimpi besar dia ingin menjadi seorang insinyur di bidang teknik sipil. Maka Soekarno meneruskan kuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng. Saat itu mahasiswa teknik pribumi masih itungan jari.
Atas pertolongan Tjokroaminoto, guru sekaligus mertuanya, Soekarno mendapat tempat kos di rumah Sanusi. Pria paruh baya ini adalah anggota Sarikat Islam. Inggit Garnasih adalah istri Sanusi, yang kini menjadi ibu kos Soekarno.
Soekarno sudah mengagumi Inggit sejak pandangan pertama. Dia tak pernah lupa saat Inggit menyambutnya di pintu rumah Jl Ciateul, Bandung.
"Keberuntungan yang utama itu sedang berdiri di pintu masuk dalam suasana setengah gelap dibingkai lingkaran cahaya dari belakang. Dia memiliki tubuh yang kecil, dengan sekuntum bunga merah menyolok di sanggulnya dan sebuah senyuman yang mempesona. Dia adalah istri Haji Sanusi, Inggit Garnasih. Oh, luar biasa perempuan ini," kata Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams.
Saat itu usia Soekarno 20 tahun. Sementara Inggit 33 tahun. Kematangan Inggit yang membuat Soekarno terpesona.
Soekarno memang saat itu telah menikah dengan Oetari Tjokroaminoto, tapi pernikahannya berjalan hambar. Oetari terlalu kekanak-kanakan untuk Soekarno yang bersemangat. Soekarno tak pernah mencintainya. Dia menikahi Oetari untuk membantu gurunya Tjokroaminoto. Bukan karena cinta.
Inggit pun terkesan dengan pertemuan pertama. "Dia mengenakan peci beledu hitam kebanggaannya dan pakaian putih-putih. Cukupan tinggi badannya. Ganteng. Anak muda yang bersolek, perlente." kata Inggit dalam novel biografi Kuantar ke Gerbang yang ditulis Ramadhan KH.
Inggit melayani semua kebutuhan Soekarno. Setiap hari bertemu membuat keduanya mulai berani bicara hal-hal pribadi. Soekarno menceritakan soal perkawinannya yang hambar. Akhirnya Soekarno tahu, Inggit pun tak bahagia dengan perkawinannya.
Setiap malam Sanusi meninggalkan Inggit untuk pergi main biliar dan berkumpul bersama teman-temannya. Perkawinan Inggit ternyata sama dengan Soekarno, sama-sama hambar.
Oetari sempat tinggal di rumah kos. Tetapi tak lama. Saat berada di rumah kos, Oetari pun tak tinggal satu kamar dengan Soekarno. Akhirnya Soekarno menceraikan Oetari.
Maka Inggit menjadi teman curhat Soekarno yang setia. Pada Inggitlah, Soekarno menumpahkan segala keluh kesah dan cita-citanya. Malam-malam yang dingin di Bandung menyatukan mereka. Akhirnya hubungan ini berlangsung lebih jauh dari sekadar anak kos dan induk semangnya.
"Hanya Inggit dan aku dalam rumah yang sepi. Dia kesepian, aku kesepian. Perkawinannya tidak betul. Dan perkawinanku tidak betul. Dan, sebagai dapat diduga. Hubungan ini berkembang," kata Soekarno.
Soekarno dan Inggit menjalin percintaan sembunyi-sembunyi di belakang Haji Sanusi. Hingga akhirnya Soekarno secara terus terang meminta Sanusi menceraikan Inggit. Sanusi sudah tahu rumah tangganya berantakan. Dia dengan sukarela menceraikan Inggit.
Maka Soekarno menikahi Inggit tahun 1923. Kelak, hampir 20 tahun Inggit mendampingi Soekarno baik suka maupun duka. Inggit menemani Soekarno saat dibuang di Flores, diasingkan ke Bengkulu dan dipenjara pemerintah kolonial. Inggit juga mengorbankan harta bendanya untuk perjuangan Soekarno tanpa pamrih. Bisa dibilang, Inggit adalah wanita yang paling berjasa untuk Soekarno.
Tanggal 14 Februari ini, merdeka.com coba menghadirkan kembali kisah cinta Inggit dan Soekarno. Tanpa Inggit, Soekarno tak akan menjadi seorang pemimpin besar. Cinta memberi kekuatan bagi Soekarno untuk berjuang membebaskan negerinya dari penjajah. Cinta juga yang memberi kekuatan Inggit untuk berkorban.
Inggit Garnasih setia mendampingi Soekarno di saat-saat sulit. Keduanya hampir 20 tahun mengarungi hidup berumah tangga dalam suka dan duka. Sebagai seorang wanita, Inggit tergolong wanita tangguh yang siap berkorban untuk suami yang amat dicintainya.
Soekarno sendiri mengaku beruntung memiliki Inggit. Selain cantik, Inggit juga bisa menjadi sosok yang lengkap bagi Soekarno. Inggit bisa menjadi seorang ibu, sahabat, kekasih, yang selalu menyemangati Soekarno.
Inggit lahir di Desa Kamasan, Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 17 Februari 1888. Saat lahir Inggit diberi nama Garnasih oleh orang tuanya yang bernama Bapak Ardjipan dan Ibu Amsi. Garnasih merupakan singkatan dari kata Hegar Asih. Hegar memiliki arti segar menghidupkan, sementara Asih memiliki arti kasih sayang.
Tambahan kata Inggit di depan nama Garnasih memiliki sebuah cerita menarik. Inggit diambil dari kata 'Seringgit'. Jika dinominalkan satu ringgit sama dengan 2,6 Gulden Belanda kala itu. Jumlah itu sangat besar saat itu.
Inggit sejak kecil selalu menarik perhatian lawan jenisnya. Saat beranjak dewasa, Inggit tumbuh menjadi wanita yang cantik. Kecantikannya saat itu tak ada yang menandingi di daerahnya tinggal.
Akibat kecantikan yang dimilikinya, sampai-sampai membuat pria yang melihatnya enggan untuk berkedip. Mereka menaruh rasa cinta kepada Inggit. Bahkan, saat itu muncul sebuah kalimat di kalangan pria yang mengaguminya.
"Mendapatkan senyuman dari Garnasih ibarat mendapat uang seringgit," demikian ditulis dalam buku 'Biografi Inggit Garnasih: Perempuan Dalam Hidup Sukarno' karya Reni Nuryanti, terbitan Ombak.
Rasa suka dari para pria terhadap Inggit kemudian diberikan dalam bentuk uang seringgit. Tiap bertemu dengan Inggit, para pria selalu memberikannya uang seringgit.
"Sejak itulah aku diberi nama atau katakanlah disebut orang-orang di rumah pada mulanya si Ringgit dan kemudian menjadi si Inggit, sebutan yang lebih manis kedengarannya," kata Inggit.
Kejadian itu tak hanya terjadi di luar rumah. Saat berada di dalam rumah, Inggit kerap kali dilempari para pria dengan sebuah bungkusan yang berisi uang seringgit dengan genteng sebagai pemberatnya.
Inggit muda kemudian merasakan jatuh cinta. Inggit jatuh cinta kepada seorang pemuda bernama Sanusi. Namun, jalinan kasih keduanya tak berlanjut ke pelaminan. Inggit yang didorong rasa cemburu karena mendengar Sanusi akan dinikahkan dengan gadis lain, memutuskan menikah dengan Kopral Residen Belanda bernama Nata Atmadja. Pernikahan itu terjadi saat Inggit berusia 16 tahun.
Namun, pernikahan Inggit dengan Nata tak berlangsung lama. Keduanya akhirnya bercerai pada 1904. Di dalam lubuk hatinya, Inggit ternyata masih mencintai Sanusi. Tak lama berselang, Sanusi akhirnya bercerai dengan istrinya. Inggit dan Sanusi akhirnya menikah.
Keduanya kemudian bercerai pada 1923. Inggit kemudian menikah dengan Soekarno dan mengarungi bahtera rumah tangga selama kurang lebih 20 tahun lamanya. Inggit dicerai Soekarno karena tak terima dimadu oleh Soekarno yang hendak menikahi Fatmawati.
sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/beda-soekarno-dan-aktivis-mahasiswa-zaman-sekarang.html
http://www.merdeka.com/tag/b/bung-karno/
to be continued...
spears
23-02-2013, 12:26 AM
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/13/151464/540x270/inggit-garnasih-wanita-setia-pendamping-soekarno-saat-susah-rev-1.jpg
Keputusan menikah dengan Soekarno pasca-bercerai dengan Haji Sanusi telah dipikirkan secara masak oleh Inggit Garnasih. Inggit sadar tak akan mendapat kemewahan dari Soekarno yang saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa dan belum bisa bekerja, apalagi memberikan materi yang berlebih seperti yang diberikan Sanusi kepadanya.
Inggit harus membanting tulang dan memutar otak untuk mencukupi kebutuhan mereka berdua. Kepandaian Inggit menjahit pakaian, menjual kutang, bedak, rokok, meramu jamu, dan menjadi agen sabun dan cangkul kecil-kecilan terus dimanfaatkan untuk mencari uang.
Keberhasilan Soekarno menamatkan studinya di THS pada 1926, membuat Inggit senang tak terkira. Bagi Inggit, kesuksesan Soekarno meraih gelar insinyur merupakan salah satu bukti keberhasilannya mendampingi Soekarno.
Namun, keberhasilan meraih gelar insinyur itu tak dimanfaatkan Soekarno untuk meraih pekerjaan dari pemerintah Belanda. Soekarno kukuh aktif di bidang politik dan mendirikan Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927 yang kemudian berubah nama menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI) pada Mei 1928. Soekarno hidup miskin karena lebih suka berpolitik daripada mencari uang.
Berkat dukungan penuh Inggit, Soekarno berhasil menjadikan PNI sebagai partai garis depan di era 1920-an. Kader PNI terus bertambah dengan pesat sejak 1929. Inggit dengan sabar mendampingi dan menerjemahkan perkataan Soekarno dalam tiap pidatonya ke bahasa Sunda saat itu.
Tak hanya itu, Inggit selalu memberi semangat kepada Soekarno saat menghadapi kesulitan. Dia juga selalu menyediakan makanan, minuman, dan jamu-jamuan agar Soekarno selalu sehat.
Perjuangan PNI yang kian progresif ternyata mengganggu Belanda. Soekarno dan PNI dituduh akan melakukan revolusi. Dia akhirnya ditangkap pada 29 Desember 1929 dan dijatuhi hukuman 4 tahun. Soekarno kemudian dipenjara selama 8 bulan di Penjara Banceuy, Bandung, kemudian dipindahkan ke Penjara Sukamiskin.
Di penjara, Soekarno merasa terperangkap dengan keadaan. Dia merasa kesepian dan mengalami kerapuhan yang luar biasa. Namun, hal itu bukan justru membuat Inggit meninggalkannya.
Meski jarak rumah dengan Sukamiskin adalah 20 km, Inggit tetap datang mengunjungi suami tercintanya. Terkadang Inggit harus berjalan kaki karena tak memiliki cukup uang untuk membayar delman. Inggit yang kerap datang bersama Ratna Juami atau Omi (anak angkat Soekarno dan Inggit) selalu membawakan makanan kegemaran Soekarno, rokok dan jamu kesehatan.
"Waktu aku melihat Koesno (panggilan kesayangan Soekarno oleh Inggit), inginnya aku merangkulnya, memeluknya. Tapi pelbagai hal menghalangi kami. Aku cuma mampu mengucapkan kata-kata 'Apa kabar?' Suaraku terasa rendah. Barangkali akan mengelus hati setiap orang yang mendengarnya. Tapi bagaimana pun aku mampu menahan diri, untuk tidak menangis, juga untuk tidak berlinang air mata," kata Inggit dalam buku 'Biografi Inggit Garnasih: Perempuan Dalam Hidup Sukarno' karya Reni Nuryanti, terbitan Ombak.
Berbagai cara dilakukan Inggit untuk meringankan beban Soekarno, salah satunya adalah menyelipkan sejumlah uang dalam makanan, agar Soekarno mendapat keistimewaan sebagai tahanan. Dengan uang itu, Soekarno dapat membujuk penjaga untuk membelikannya koran dan membaca buku di perpustakaan.
Selain itu, Inggit juga menyelundupkan buku-buku yang diinginkan Soekarno. Untuk memasukkan buku tersebut ke penjara, Inggit harus berpuasa selama tiga hari agar buku-buku tersebut dapat diselipkannya di perut. Meski dirundung kesedihan, hal itu tak tampak di wajah Inggit.
Inggit tak pernah mengeluhkan kesulitan yang dihadapinya ke Soekarno. Wanita tangguh itu terus membanting tulang untuk memenuhi kebutuhannya, Omi, dan Soekarno. Rasa frustasi yang kian dialami Soekarno membuat Inggit sedih. Wanita tangguh itu akhirnya memberikan Soekarno Alquran agar bisa menentramkan jiwanya. Akibat Alquran pemberian Inggit inilah Soekarno akhirnya dapat lebih mengenal Islam di Sukamiskin.
Pembubaran PNI pada 1930 membuat jiwa Soekarno terguncang. Sebagai seorang istri, Inggit tak tega melihat pujaan hatinya terpuruk dalam kesedihan. Dengan segenap hati, Inggit menghibur dan berusaha selalu ada untuk Soekarno.
Setelah bebas dari penjara pada 1931, Soekarno langsung kembali ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Indonesia (Partindo) pada 1 Agustus 1932. Namun, hal itu tak menjadi masalah bagi Inggit. Sebab, ia tahu pria yang dicintainya itu memiliki jiwa di bidang itu. Kesibukan Soekarno berkeliling daerah semakin membuat Inggit memeras keringat. Inggit bahkan rela menjual perhiasan dan sebidang tanah miliknya.
Namun, aktivitas politik Soekarno kembali membuatnya ditangkap Belanda pada 1 Agustus 1933. Saat itu, Soekarno dituduh melakukan subversif. Soekarno akhirnya dibuang ke Ende (Flores) pada Februari 1934. Inggit dengan setia menemani Soekarno bersama dengan Ibu Amsi (ibu kandung Inggit) dan Omi.
Di Ende, Inggit tak tega melihat Soekarno mengalami guncangan hebat. Kondisi psikologis Soekarno yang labil dirasakan sebagai pukulan berat oleh Inggit. Dengan sabar Inggit menyemangati Soekarno. Namun, ujian berat kembali datang kepada Inggit. Ibunda tercinta, Ibu Amsi, meninggal dunia pada Oktober 1935. Hal itu menjadi pukulan berat bagi Inggit dan Soekarno.
Namun, Inggit berusaha tabah dan membimbing Omi dan Soekarno agar tabah menerima. "Memang aku ajari mereka untuk tidak menangis jika ada yang meninggal," kata Inggit.
Selang berapa lama, kondisi Soekarno membaik. Soekarno mulai aktif di organisasi Muhammadiyah di Ende. Soekarno juga kembali menyalurkan bakat seninya dengan melukis dan sandiwara. Hobi tersebut tentu saja membutuhkan biaya yang tak sedikit. Namun, hal itu tak menjadi halangan bagi Inggit agar kesedihan sang suami hilang. Selain berjualan, Inggit juga sampai-sampai merelakan perhiasan yang diberikan oleh Sanusi saat mereka bercerai.
Inggit kembali dilanda kesedihan saat Soekarno terkena malaria. Dia tak tahan melihat pria kesayangannya tak berdaya akibat sakit yang dideritanya. Hal itu mengakibatkan Soekarno dan keluarganya akhirnya dipindahkan Belanda ke Bengkulu pada 1938 setelah didesak Mohammad Husni Thamrin.
Di Bengkulu, Soekarno dan Inggit hidup layaknya orang kebanyakan. Soekarno boleh bekerja di bidang arsitek dan diizinkan menjalin kontak dengan ormas Muhammadiyah. Namun demikian, Soekarno tetap harus meminta izin kepada Belanda jika hendak bepergian.
Inggit menjadi tempat berkeluh kesah Soekarno di Bengkulu. Sikap warga yang dinilai Soekarno sangat konservatif dalam menjalankan agama dan menutup perkembangan zaman kerap dikeluhkan oleh Soekarno kepada Inggit. Mendapat keluhan itu, Inggit hanya mendengar dan memberi jawaban yang menenangkan dan menyenangkan hati suaminya.
Berbeda dengan di Flores, di Bengkulu Soekarno dan Inggit dipandang sebagai kaum intelek oleh warga. Soekarno bahkan aktif mengikuti diskusi dengan ormas Muhammadiyah. Dia kemudian ditawari masuk ke Muhammadiyah.
Hal ini ditandai dengan kunjungan Ketua Muhammadiyah setempat, Hasan Din, bersama putrinya, Fatmawati, ke rumah Soekarno. Dari pertemuan itu Soekarno akhirnya jatuh cinta kepada Fatmawati dan lebih memilih menceraikan Inggit. Padahal Inggit memiliki peran yang amat besar bagi perjalanan hidup Soekarno. Inggit selalu hadir saat Soekarno susah. Inggit juga rela mengorbankan seluruhnya demi Soekarno yang dicintainya itu.
Di Bengkulu rumah tangga Inggit dan Soekarno mulai digoyang prahara dengan hadirnya Fatmawati.
Hubungan percintaan Soekarno dengan Inggit Garnasih semakin membara seiring kondisi rumah tangga masing-masing yang semakin hambar. Perubahan sikap yang dialami Haji Sanusi terhadap Inggit membuat wanita cantik itu semakin kesepian dan tak punya teman mengadu.
Sementara, hubungan rumah tangga Soekarno dengan Siti Oetari juga tak berbeda jauh. Soekarno semakin merasa bosan dengan sikap kanak-kanak Oetari.
Kondisi tersebut mengakibatkan Soekarno dan Inggit tak bisa menahan rasa suka satu sama lain. Dalam buku biografi 'Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia', Karya; Cindy Adams, diceritakan keduanya kerap berbagi kegembiraan bersama.
"Pada awalnya kami menunggu. Selama beberapa bulan kami menunggu dan tiba-tiba dia berada dalam rengkuhanku. Ya itulah yang terjadi. Aku menciumnya. Dia menciumku. Lalu aku menciumnya kembali dan kami terperangkap dalam rasa cinta satu sama lain. Dan semua itu terjadi selagi ia masih istri dari Sanusi dan aku suami dari Oetari," kata Soekarno.
Soekarno tak merasa berdosa atas apa yang dilakukannya itu. Sebab, dia memiliki pandangan rumah tangga Inggit dengan Sanusi telah lama hancur dan bukan karena ulahnya.
Perasaan cinta di antara keduanya semakin besar. Sementara, kondisi rumah tangga masing-masing semakin tak tentu arah. Soekarno akhirnya menceraikan Oetari dan mengembalikannya ke H.O.S Tjokroaminoto di Surabaya, pada 1923.
Sekembalinya ke Bandung, Soekarno dan Inggit pun segera bertemu kembali. Soekarno bercerita soal kondisi dan harapannya mengenai sosok pendampingnya kelak. Dia berharap wanita yang akan mendampinginya kelak bisa menjadi seorang ibu, sahabat, kekasih, dan pemberi semangatnya.
Tiap malam keduanya menghabiskan waktu bersama di rumah yang terletak di Jalan Javaveem, Bandung itu. Sikap Sanusi yang semakin cuek kepada Inggit dan doyan keluar malam untuk bermain bilyard semakin membuat Inggit kesepian dan hampa. Inggit tak menolak ketika Soekarno merayunya.
"... Dia menggeser tangannya merayap perlahan-lahan dan menyentuh tanganku. Kurasakan tenaganya. Dadanya mendekat. Aku ditarik dan kami berpindah tempat. Hendaknya semua maklum apa yang terjadi sebagai kelanjutannya. Aku malu menceritakannya, aku adalah perempuan Timur. Lagi pula keadaan waktu itu, keadaan rumah tangga kami, maksudku bisa kalian maklumi. Suamiku sudah lama bukan laki-laki yang bisa memuaskan diriku."
"... Ah untuk apa aku mengutik-utik masa lampau. Malu! Cerita kita waktu muda sudah sama-sama kita maklum. Sudahlah bukan sesuatu yang pantas untuk ditiru," kata Inggit dalam buku 'Biografi Inggit Garnasih: Perempuan Dalam Hidup Sukarno' karya Reni Nuryanti, terbitan Ombak.
Tali asmara antara Inggit dan Soekarno akhirnya tercium Sanusi. Cercaan dan hujatan pun diterima Inggit. Tak tahan dengan kondisi tersebut, Inggit akhirnya mengajak Sanusi berdiskusi menyelesaikan persoalan mereka. Inggit mencurahkan semua kelakuan Sanusi yang tak disukainya dan menyatakan hubungan mereka tak bisa diteruskan jika seperti itu terus.
Sinyal perpisahan itu akhirnya menjadi kenyataan saat Sanusi menjatuhkan talak kepada Inggit. Sanusi mengaku ikhlas melepas Inggit untuk menikah dengan Soekarno.
"Akang ridho kalau Eulis (panggilan Inggit oleh Sanusi) menerima lamaran Koesno (nama kecil Soekarno) itu dan kalian berdua menikah. Mari kita jagokan dia hingga benar-benar dia nanti menjadi pemimpin rakyat. Dampingi dia, bantulah dia, sampai dia benar-benar mencapai cita-citanya," kata Sanusi.
Sanusi dengan lapang dada merelakan Inggit untuk menikah dengan Soekarno. Bagi Sanusi, yang paling penting dia melihat Inggit bahagia. Keduanya akhirnya bercerai pada 1923.
"Eulis, kata Kan Uci (panggilan Sanusi oleh Inggit) dengan terpatah-patah. Aku tahu dia pun terharu menyatakannya. Eulis, ulangnya, Akang telah katakan kepada Kusno, cintailah Inggit dengan sungguh-sungguh dan jangan terlantarkan dia. Saya tidak senang, tidak rela kalau musti melihat Inggit hidup sengsara baik lahir maupun batin. Saya tidak rela kalau sampai mendengar kejadian menimpanya seperti itu."
Soekarno dan Inggit akhirnya menikah pada 1923. Kelak hampir 20 tahun Inggit dan Soekarno berumah tangga. Berbagi suka dan duka dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Peran Inggit sangat besar dalam mendukung Soekarno.
AsLan
23-02-2013, 12:40 AM
tambahin dikit ya...
Soekarno dan Cindy
Pada tahun 1961, Cindy Adams, seorang wartawan Amerika mendapat kesempatan wawancara eksklusif dengan Presiden Indonesia, Soekarno.
Itu adalah kesempatan besar bagi seorang jurnalis tak terkenal seperti Cindy, sedangkan Sukarno adalah seorang pemimpin negara besar yang telah memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan Belanda.
Namun politik luar negri Sukarno sangat tidak disukai oleh Amerika, bahkan banyak orang Amerika yang menyebut Sukarno sebagai Hitler of Asia.
Cindy memutuskan bahwa dirinya takkan minder oleh sosok besar Sukarno dan ia memulai wawancaranya dengan bercanda. Ternyata candaannya tersebut mendapat sambutan menyenangkan dari sang Presiden, Sukarno bersikap hangat terhadapnya dan memberikan waktu wawancara lebih dari satu jam bahkan memberi Cindy berbagai macam hadiah.
Seharusnya kesuksesan Cindy dalam wawancara ini sudah cukup, namun selanjutnya Cindy dan Sukarno sering berhubungan melalui surat menyurat dan persahabatan diantara mereka mulai terjalin hangat, bahkan kemudian Sukarno memintanya untuk menulis Autobiografi.
Cindy Adams yang masih merupakan wartawan level bawah merasa ragu atas tawaran ini, ia menyadari bahwa Sukarno adalah seorang penakluk wanita, Sukarno memiliki 4 istri dan banyak kekasih. Ia sangat tampan dan jelas2 menyukai Cindy, maka tawaran ini bisa berbahaya baginya, namun akhirnya Cindy bersedia menjadi penulis Autobiografi Sukarno.
Pada Januari 1964 Cindy kembali ke Indonesia. Kali ini ia telah mempersiapkan sebuah strategi dalam menghadapi Sukarno yaitu menjadi seorang yang bicara blak-blakan, terus terang dan bersikap berani, ia melihat bahwa sikap semacam ini sangat memikat Sukarno diwaktu yang lalu. Sewaktu ia melakukan interview pertama, Cindy mengkomplain ruangan mereka, lalu ia menulis daftar berbagai permintaan dan banyak perlakuan istimewa yang segera ditanda tangani oleh Sukarno.
Selanjutnya saat melakukan tur keliling indonesia dan mewawancarai orang2 dekat presiden, Cindy mengkomplain kondisi pesawat terbang yang digunakannya sehingga Sukarno segera mengirim pesawat pribadinya untuk dipakai oleh Cindy. Itupun belum cukup, Cindy minta beberapa pesawat lagi dan sebuah helikopter, juga pilot pribadi yang sangat berpengalaman, Sukarno menyetujui semua.
Sukarno bagaikan tersihir oleh aura Cindy, bahkan ia pernah berkata kepada Cindy "Do you know why I'm doing this biography?... Only because of you, that's why"
Sukarno sangat memperhatikan Cindy, ia memuji penampilan Cindy, memperhatikan semua pakaiannya dan mengenal semua perubahan2 kecil dari dandanan Cindy.
Sukarno juga sering mencuri2 kesempatan, misalnya menggandeng tangan Cindy atau mencuri ciuman kecil di pipi. Cindy selalu mengisyaratkan penolakkan dan menunjukkan bahwa perkawinannya dengan suaminya bahagia.
Dalam hati Cindy ada sebuah kekuatiran, kalau Sukarno hanya menginginkan Affair dengannya, maka rencana pembuatan Biografi ini bisa berantakan.
Sukarno bisa membaca kekuatiran Cindy, maka ia menjelaskan pada Cindy bahwa perasaan sayangnya kepada Cindy adalah murni tanpa ada konotasi seksual, Cindy merasa lega karena Sukarno tidak marah kepadanya.
Maka interview terus berjalan hingga beberapa bulan dan sedikit demi sedikit Sukarno mulai berubah menjadi lebih santai, Cindy masih sering melontarkan guyon dan kini Sukarno sering membalas guyonan tersebut. Sekarang Sukarno tidak lagi menggunakan seragam militer dan lebih sering menggunakan pakaian santai bahkan sering bertelanjang kaki.
Suatu hari Sukarno menanyakan warna rambut Cindy, Cindy menjelaskan bahwa cat rambut yang digunakan adalah warna Clairol Blue-black. Sukarno segera meminta cat rambut tersebut kepada Cindy, esok harinya Sukarno meminta agar rambutnya di cat oleh Cindy. Cindy mengira Sukarno hanya bercanda namun ia serius, maka kemudian mereka berdua memiliki warna rambut yang sama.
Buku: "Sukarno, An Autobiography as Told to Cindy Adams" terbit tahun 1965. Publik Amerika terkejut karena sosok Sukarno yang digambarkan didalam buku itu sangat memikat dan menawan. Kalau ada orang yang meragukannya, Cindylah orang pertama yang yang menjawab bahwa ia mengenal Sukarno lebih dari orang kebanyakan. Tanpa disadari, Cindy telah menjadi public relation bagi Sukarno.
Buku tersebut tersebar luas keseluruh dunia, Sukarno memperoleh popularitas yang mengagumkan, ia mendapat banyak simpati dari publik disaat ia sedang terancam oleh kudeta militer.
Cindy Adams mengira dirinya telah berhasil memikat Sukarno, namun sebenarnya siapa yang dipikat oleh siapa ?
Buku tulisan Cindy menjadi bukti yang jelas bahwa si penulis sangat terpikat oleh subject tulisannya.
Tulisan yang penuh cinta dan kekaguman ini kemudian dibaca oleh jutaan orang diseluruh dunia.
spears
23-02-2013, 01:01 AM
harusnya Soekarno bikin buku, gimana cara memperlakukan wanita ya..heheheheee ::hohoho::
Inggit Garnasih harus menelan pil pahit manakala sang suami Soekarno mengungkapkan keinginannya untuk menikah lagi. Tegas Inggit menolak untuk dipoligami. Akhirnya perceraian pun tak bisa dihindarkan.
Soekarno dan Inggit menikah pada tahun 1923, kala itu usia Inggit jauh lebih tua. Inggit setia mendampingi Soekarno muda yang masih berapi-api memperjuangkan kemerdekaan dari tangan kolonial.
Hampir setiap hari Soekarno yang biasa dipanggil Kusno oleh Inggit keliling Bandung untuk memberikan orasi politiknya. Tanpa mengenal lelah sedikit pun Inggit selalu menemani.
Sampai pada akhirnya, kekhawatiran Inggit menjadi kenyataan, Soekarno bersama rekannya yang baru dari Yogyakarta diturunkan di Stasiun Cicalengka, Bandung. Selanjutnya dengan pengawalan ketat polisi, Soekarno dijebloskan ke Penjara Banceuy.
Didorong rasa cinta, Inggit berulang kali mencoba membesuk, namun ditolak. Dengan setia dia menunggu sampai Soekarno bebas. Ternyata Penjara Banceuy bukanlah yang terakhir, Soekarno kemudian dibuang ke Flores, diasingkan ke Bengkulu. Dalam kondisi itu Inggit masih setia mendampingi.
Di Bengkulu, prahara rumah tangga Inggit dan Soekarno mulai terkoyak. Soekarno kepincut sosok wanita muda berparas ayu. Wanita itu bernama Fatimah. Soekarno yang terlanjur jatuh cinta, meminta izin ke Inggit untuk menikah lagi.
"Aku tidak bermaksud menyingkirkanmu. Merupakan keinginanku untuk menetapkanmu dalam kedudukan paling atas dan engkau tetap sebagai istri yang pertama, jadi memegang segala kehormatan yang bersangkutan dengan hal ini, sementara aku dengan mematuhi hukuman agama dan dan hukuman sipil, mengambil istri kedua agar mendapatkan keturunan," ujar Soekarno ke Inggit seperti dikutip dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams.
Berbagai alasan yang diungkapkan Soekarno tak juga dapat menggoyahkan prinsip Inggit yang menolak dimadu. Akhirnya setelah hampir dua puluh tahun bersama, keduanya sepakat bercerai. Soekarno mengembalikan Inggit ke orangtuanya di Bandung.
Soekarno pun membuat surat perjanjian yang ditandatangani juga oleh Inggit. Dalam surat itu Soekarno menjatuhkan talak kedua, dan berjanji memberikan sebuah rumah, tunjangan hidup dan membayar hutang Rp 6.230 rupiah, tapi tak semua dipenuhi. Mohammad Hatta, Ki Hadjar Dewantoro, dan Hadji Mas Mansoer menjadi saksi perjanjian itu.
Kemudian, pada 1 Juni 1943, Soekarno menikahi Fatimah yang belakangan namanya diubah menjadi Fatmawati. Saat itu Fatmawati berusia 20 tahun sedangkan Soekarno berusia 41 tahun. Dari pernikahan itu mereka dianugerahi lima, anak yakni Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh.
Lagi-lagi Soekarno jatuh hati pada seorang wanita. Keinginan Soekarno menikahi Hartini, ditolak oleh Fatmawati yang memang memiliki prinsip menolak dimadu. Fatmawati lebih memilih menanggalkan status ibu negara, dan hidup tenang bersama anaknya.
Setelah diceraikan Soekarno tahun 1943, Inggit Garnasih kembali ke Bandung. Inggit tak mau dipoligami, maka dia memilih dikembalikan ke Bandung. Inggit hidup sederhana dengan menjual kosmetik buatan sendiri.
Soekarno mengunjungi Inggit tahun 1960. Kala itu Inggit sudah berumur 72 tahun. Sementara Soekarno yang berumur 59 tahun sedang berada di puncak kekuasaannya setelah mengeluarkan dekrit presiden tahun 1959 dan membentuk sistem pemerintahan presidensial.
Inggit menatap Soekarno yang berdiri dengan jas kebesarannya. Wanita tua yang 20 tahun mendampingi Soekarno itu kemudian memegang bahu Soekarno. Dalam bahasa Sunda, Inggit menyampaikan nasihatnya. Sama seperti yang selalu dilakukannya dulu sejak berkenalan dengan Soekarno di Bandung tahun 1921. Inggit juga selalu memanggil Soekarno dengan Kusno, nama kecilnya.
"Kus, ini baju pemberian rakyat. Kus harus ingat dan harus bisa menjaganya. Jangan sampai melupakan mereka," kata Inggit seperti ditulis Tito Zeni Asmara Hadi dalam pengantar buku Kuantar ke Gerbang karangan Ramadhan KH yang diterbitkan Bentang.
Inggit berumur panjang. Dia melihat Orde Lama tumbang dan digantikan Orde Baru. Soekarno yang dulu jaya, diasingkan Soeharto dalam Wisma Yasoo di Jl Gatot Soebroto, Jakarta. Jika Belanda mengasingkan Soekarno ke Flores dan Bengkulu, maka kini Soekarno dibuang oleh bangsanya sendiri.
Dalam kesendirian Soekarno meninggal tahun 21 Juni 1970. Inggit terisak sedih melihat cinta lamanya pergi mendahului dirinya.
"Kus, gening kus teh miheulaan, ku Inggit didoakeun..." artinya kira-kira "Kus, Ternyata Kus pergi lebih dulu. Inggit mendoakanmu.."
Kelak istri-istri Soekarno justru rajin mengunjungi Inggit di Bandung. Fatmawati, Hartini, hingga Ratna Dewi. Semuanya menghormati sosok wanita tua yang luar biasa ini.
Inggit meninggal tanggal 13 April 1984 dan dimakamkan di Pemakaman Babakan Ciparay Bandung. Saat meninggal usia Inggit 96 tahun.
Tugasnya menemani Soekarno dan baktinya untuk negaranya selesai hari itu. Di tengah kerimbunan pohon dan sejuknya Bandung, si geulis ini beristirahat selamanya.
---------- Post Merged at 12:01 AM ----------
Inggit Garnasih meninggalkan banyak teladan. Istri kedua Presiden Soekarno ini setia mendampingi Soekarno selama hampir 20 tahun. Dari tahun 1923 hingga 1943.
Di Bengkulu, Soekarno bertemu Fatmawati. Inggit menolak dipoligami. Dia memilih diceraikan dan dikembalikan ke Bandung. Saat itu Soekarno beralasan Inggit tak bisa memberinya anak.
Tahun 1960, Soekarno pernah mendatangi Inggit di Bandung. Sang pemimpin besar revolusi ini meminta maaf karena telah menyakiti hati Inggit. Pada waktu itu Inggit menjawab.
"Tidak usah meminta maaf Kus. Pimpinlah negara dengan baik, seperti cita-cita kita dahulu di rumah ini."
"Negara kita ini, untuk kita semua, untuk seluruh rakyat dan untuk seluruh keturunan bangsa kita," demikian dikutip dalam leaflet 'Rumah Bersejarah Inggit Garnasih', dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Soekarno mengakui Inggit bukanlah wanita yang pintar berorasi dan pintar dalam akademik. Inggit adalah seorang wanita yang bijaksana, pintar melayani suami dan selalu memberi semangat. Tanpa ditopang Inggit, Soekarno tak akan belajar menjadi seorang pemimpin besar.
AsLan
23-02-2013, 01:18 AM
Tragis ya nasibnya Inggit...
tapi itu resiko menikahi laki2 yg lebih muda.
spears
23-02-2013, 01:49 AM
^sebenernya sih..kalo aja Inggit mau dipoligami..mungkin smuanya akan baik2 aja. bukankah Soekarno juga sudah berjanji kalo dia akan selalu menjadikan Inggit No1...juga sbg ibu negara.
dan gw rasa juga Soekarno nggak berhenti mencintai Inggit. buktinya, Soekarno masih sering aja nengokin Inggit.
si Inggitnya juga berbesar hati. nggak kebayang ada org yang bisa sesabar itu. hiks...terharu
selain itu, disebutkan..istri2 kemudiannya Soekarno, malah jadi akrab sama Inggit, dan suka dateng juga kan kerumahnya?
jadi mungkin aja selama berumah tangga, Soekarno sering menceritakan soal Inggit ke istri2nya.
dan hebatnya si Inggit ini, dia ga menunjukkan sikap bermusuhan ya sama istri2 Soekarno.
jaman dulu, semua demi perjuangan..
hiks lagi...
---------- Post Merged at 12:49 AM ----------
Presiden Soekarno tercatat memiliki sembilan orang istri selama hidupnya. Soekarno memang dinilai sebagai seorang Don Juan yang selalu mempesona wanita. Berkali-kali diakui oleh Soekarno, dirinya memang seorang pemuja wanita cantik.
Mantan Ajudan Soekarno, Bambang Widjanarko menceritakan Soekarno memang jagoan soal wanita. Kharisma Soekarno ditambah intelektualitas yang tinggi, membuat wanita-wanita bertekuk lutut.
Selain itu, Soekarno juga selalu bersikap gallant atau sopan dan hangat pada setiap wanita. Tak peduli wanita itu tua atau muda. Soekarno tak segan-segan mengambilkan minum sendiri untuk tamu wanitanya.
Soekarno juga selalu membantu memegang tangan wanita, jika wanita itu keluar mobil. Dia juga mengumbar pujian pada wanita. Hal ini yang selalu membuat para wanita tersanjung.
Berikut sembilan wanita yang bertekuk lutut dan dipersunting Soekarno. Diolah dari berbagai sumber oleh wartawan merdeka.com Laurencius Simanjuntak, Didi Syafirdi dan Ramadhian Fadillah.
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/14/151760/paging/540x270/oetari-tjokroaminoto-rev5.jpg
Oetari Tjokroaminoto adalah istri pertama Soekarno. Soekarno menikahi Oetari tahun 1921 di Surabaya. Ketika menikah usia Soekarno baru 20 tahun sementara Oetari masih 16 tahun.
Oetari merupakan putri guru Soekarno HOS Tjokroaminoto. Soekarno menikahi Oetari untuk meringankan beban keluarga Tjokro. Kala itu istri Tjokro baru saja meninggal.
Soekarno tidak mencintai Oetari sebagaimana seorang suami mencintai istrinya. Begitu pula Oetari. Dunia pergerakan Soekarno dan dunia kanak-kanak Oetari terlalu berseberangan. Hubungan mereka pun lebih seperti kakak-adik.
Pernikahan Soekarno dan Oetari hanya seumur jagung. Soekarno menceraikan Oetari tak lama setelah kuliah di Bandung.
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/14/151760/paging/540x270/inggit-garnasih-rev5.jpg Soekarno kos di Bandung tahun 1921. Sejak awal pertemuan di rumah Inggit Garnasih, dia sudah mengagumi sosok Inggit yang matang dan cantik.
Soekarno berusia 20 tahun dan Inggit berusia 33 tahun kala itu. Pernikahan Inggit dengan Haji Sanusi pun tidak bahagia. Pada sosok Inggit Soekarno menemukan pelabuhan cintanya. Inggit begitu telaten melayani dan mendengarkan Soekarno.
Soekarno merebut Inggit dari Sanusi. Mereka kemudian menikah tahun 1923. Inggit mendampingi Soekarno dalam suka dan duka selama hampir 20 tahun.
Pernikahan Soekarno dan Inggit tidak dikaruniai anak. Tahun 1943, Soekarno menceraikan Inggit yang tak mau dimadu.
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/14/151760/paging/540x270/fatmawati-rev5.jpg Dalam pembuangan di Bengkulu, Soekarno bertemu Fatmawati. Gadis muda ini adalah putri tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Usia Soekarno dan Fatmawati terpaut 22 tahun lebih muda.
Hubungan dengan Fatmawati membuat pernikahan Soekarno dengan Inggit Garnasih berakhir. Inggit menolak dipoligami dan memilih pulang ke Bandung.
Tanggal 1 Juni 1943, Soekarno dan Fatmawati menikah. Soekarno berusia 42 tahun dan Fatma 20 tahun. Setelah Indonesia merdeka, Fatma menjadi ibu negara yang pertama. Dia juga yang menjahit bendera pusaka merah putih.
Dari Fatmawati, Soekarno mendapatkan lima orang anak. Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/14/151760/paging/540x270/hartini-rev5.jpg Hartini adalah wanita setia yang sempat mengisi hidup Soekarno. Saat dipinang oleh sang proklamator pada 1953, Hartini berumur 29 tahun dan berstatus janda lima anak.
Pernikahan keduanya diawali oleh pertemuan di Candi Prambanan, Jawa Tengah, saat sang kepala negara mengadakan kunjungan kerja. Sumber lain menyebutkan, pertemuan di candi itu adalah kelanjutan cinta pandangan pertama keduanya di rumah dinas Wali Kota Salatiga, setahun sebelumnya.
Dari Soekarno, Hartini melahirkan dua anak, yakni Taufan Soekarnoputra dan Bayu Soekarnoputra. Hartini tetap menjadi istri saat masa kekuasaannya Soekarno sudah memasuki usia senja.
Hartini juga tetap mempertahankan status pernikahan hingga ajal menjemput Soekarno. Di pangkuan Hartinilah, Putra Sang Fajar menghembuskan napas terakhirnya di RS Gatot Subroto pada 21 Juni 1970.
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/14/151760/paging/540x270/ratna-sari-dewi-rev5.jpg Ratna Sari Dewi adalah wanita kelima yang dinikahi Soekarno. Lahir dengan nama Naoko Nemoto di Tokyo, 6 Februari 1940, Dewi dinikahi sang proklamator saat usia 19 tahun. Dari Soekarno, yang ketika itu berumur 57 tahun, Dewi mempunyai satu anak yaitu Kartika Sari Dewi Soekarno.
Kisah pertemuan Soekarno dan Dewi cukup menarik. Gadis Jepang itu berkenalan dengan Soekarno lewat seseorang ketika Bung Karno berada di Hotel Imperial, Tokyo. Sebelum menjadi istri Soekarno, Dewi adalah seorang pelajar sekaligus entertainer. Gosip beredar bahwa dia adalah seorang geisha. Namun rumor itu berkali-kali dibantahnya.
Dalam 'A Life in the Day of Madame Dewi' diceritakan, setelah bercerai dengan Soekarno, Dewi kemudian pindah ke berbagai negara di Eropa termasuk Swiss, Perancis, dan Amerika Serikat. Pada 2008, ia menetap di Shibuya, Tokyo, Jepang.
Dewi pernah membuat kontroversi pada 1998, saat dia berpose untuk sebuah buku foto berjudul 'Madame Syuga'. Di buku itu, ditampilkan Dewi dengan pose-pose setengah bugil dan menampakkan seperti tato.
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/14/151760/paging/540x270/haryati-rev5.jpg Sebelum dinikahi Soekarno pada 1963, Haryati adalah mantan penari istana sekaligus Staf Sekretaris Negara Bidang Kesenian. Karena pekerjaannya itulah, Haryati dekat dengan sang proklamator.
Melihat kemolekan Haryati, Soekarno bak arjuna yang tak henti mengirim rayuan kepada wanita berusia 23 tahun itu. Bahkan, status Haryati sebagai kekasih orang lain, tak membuat Soekarno mundur untuk meluapkan rasa cintanya.
Hati Haryati pun akhirnya jebol dan tak kuasa menolak pinangan sang kepala negara. Soekarno dan Haryati akhirnya menikah pada 21 Mei 1963. Namun selang tiga tahun, Haryati diceraikan tanpa anak. Soekarno beralasan sudah tidak cocok. Saat itu, Soekarno juga sedang dekat dengan Ratna Sari Dewi.
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/14/151760/paging/540x270/yurike-sanger-rev5.jpg Pertama kali Presiden Soekarno bertemu dengan Yurike Sanger pada tahun 1963. Kala itu Yurike masih yang masih berstatus pelajar menjadi salah satu anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika pada acara Kenegaraan.
Pertemuan itu rupanya langsung menarik perhatian Sang Putera Fajar. Perhatian ekstra diberikan sang presiden kepada gadis bau kencur itu, mulai dari diajak bicara, duduk berdampingan sampai diantar pulang ke rumah.
Rupanya, benih-benih cinta sudah mulai di antara keduanya. Singkat waktu, Bung Karno menyatakan perasaannya dan menyampaikan ingin menikah dengan sang pujaan hati. Seutai kalung pun diberikan ke Yurika.
Akhirnya, Bung Karno menemui orangtua Yurike. Pada 6 Agustus 1964, dua anak manusia yang tengah dimabuk cinta itu menikah secara islam di rumah Yurike. Berjalannya waktu, ternyata pernikahan ketujuh Sang Proklamator berjalan singkat.
Kondisi Bung Karno pada 1967 yang secara de facto di makzulkan sebagai presiden, berdampak pada kehidupan pribadi. Didasari rasa cinta yang luar biasa, Bung Karno yang menjadi tahanan rumah di Wisma Yoso menyarankan agar Yurike meminta cerai. Akhirnya perceraian itu terjadi, meski keduanya masih saling cinta.
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/14/151760/paging/540x270/kartini-manoppo-rev5.jpg Sosok wanita ini merupakan salah satu istri yang paling dicintai oleh Soekarno. Menikah dengan Kartini Manoppo, Bung Karno dikarunia anak Totok Suryawan Sukarno pada 1967. Keduanya menikah pada 1959.
Awal mula Bung Karno jatuh hati pada wanita yang pernah jadi pramugari Garuda Indonesia itu saat melihat lukisan karya Basuki Abdullah. Sejak saat itu, Kartini tak pernah absen tiap kali Bung Karno pergi ke luar negeri.
Kartini merupakan wanita asal Bolaang Mongondow, Sulawesi. Dia terlahir dari keluarga terhormat, sehingga Kartini menutup rapat-rapat pernikahannya dengan Bung Karno. Sejarah mencatat, Kartini merupakan istri kedelapan Sang Putera Fajar.
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/14/151760/paging/540x270/heldy-djafar-rev5.jpg Heldy Djafar merupakan istri terakhir Soekarno, istri kesembilan. Keduanya menikah pada 1966, kala itu Bung Karno berusia 65 tahun sedangkan Heldy gadis asal Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur itu, masih berusia 18 tahun.
Pernikahan keduanya hanya bertahan dua tahun. Kala itu situasi politik sudah semakin tidak menentu. Komunikasi tak berjalan lancar setelah Soekarno menjadi tahanan di Wisma Yaso, Jalan Gatot Subroto. Heldy sempat mengucap ingin berpisah, tetapi Soekarno bertahan. Soekarno hanya ingin dipisahkan oleh maut.
Akhirnya, pada 19 Juni 1968 Heldy 21 tahun menikah lagi dengan Gusti Suriansyah Noor. Kala itu Heldy yang sedang hamil tua mendapat kabar Soekarno wafat. Soekarno tutup usia 21 Juni 1970, dalam usia 69 tahun.
tuscany
23-02-2013, 06:55 AM
Tragis ya nasibnya Inggit...
tapi itu resiko menikahi laki2 yg lebih muda.
Fatmawati lebih muda atau lebih tua? Istri2 yang lain lebih muda atau lebih tua?
Kek sama aja semua nasibnya (kecuali yg terakhir) regardless age.
serendipity
23-02-2013, 10:23 AM
Yurike sanger mirip pevita pearce ya
sekitar 5 tahun yg lalu Ratna sari dewi diwawancara di tipi, masih cantik..
rata-rata istrinya soekarno lebih muda, yang lebih tua cuma Inggit.. beda umurnya terlalu jauh
Dan yang paling fatal emang Soekarno saat itu lagi ganteng, berkuasa, dan terkenal (plus playboy) siapa cewek yang gak kepincut ::hihi::
opi77
23-02-2013, 10:11 PM
Salah satu istri bung karno yang bikin malu itu yang orang jepang yah...yang bikin foto nude dimajalah beberapa tahun lalu..
spears
23-02-2013, 10:36 PM
nambah poto Ratna Sari Dewi ama Yurika Sanger.
klo film Bung Karno dibikin, menurut lo, siapa yg bagus meraninnya? :D
(RSD cantik bangeeeeeeett ::cabul::)
http://3.bp.blogspot.com/_SpMSrQut8sk/TOkud3y5W5I/AAAAAAAAADo/0vpZvTTx78k/s1600/dewi-sukarno.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-Z58pfI5bo4g/TmvLF7x25AI/AAAAAAAACGk/D3bYFlONy7Y/s1600/Ratnasaridewisoekarno.jpg
http://resolver.kb.nl/resolve?urn=urn:gvn:ANP01:11626850&role=image&size=variable
http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id/uploaded_files/jpg/family/normal/dewi-1.jpg
http://25.media.tumblr.com/tumblr_lpey8enqWn1r0ar7vo1_500.jpg
http://25.media.tumblr.com/tumblr_majwfaPY0I1r80e8co1_500.jpg
btw, mereka ini ada turunan bule ya?
terutama RSD..mukanya kok ga Jepang2 amat ya??
opi77
23-02-2013, 10:53 PM
RSD bukannya lahir di tokyo yah..Btw beneran dia geisha yah dulunya???
serendipity
24-02-2013, 12:25 AM
spears foto terakhir yang lo posting si pevita bukan sih? kok mirip amat ya ::ungg::
tuscany
24-02-2013, 02:07 AM
rata-rata istrinya soekarno lebih muda, yang lebih tua cuma Inggit.. beda umurnya terlalu jauh
Dan yang paling fatal emang Soekarno saat itu lagi ganteng, berkuasa, dan terkenal (plus playboy) siapa cewek yang gak kepincut ::hihi::
So, gak ngaruh di beda usia kalo soal kawin lagi. Emang faktor dari Soekarno aja yang gak bisa liat cewek cantik, ditambah punya kekuasaan pula.
RSD emang cantik sekali di foto2nya. Aku kebayang yg meranin si Arumi Bachsin.
spears
24-02-2013, 06:12 AM
@seren..iya itu Pevita yg no 2 dr bawah...mirip bgtt ya ama YS. vote Pevita for YS! :D
klo RSD, di foto pertama en kedua imho mirip vonny bening
http://kumpulanfoto.net/wp-content/gallery/foto-foto-vonny-cornelia/foto-foto-vonny-cornelia-13.jpg http://4.bp.blogspot.com/-FAkWfP7WbEs/T0sIlwNtzRI/AAAAAAABEQs/oFfdqacAa7w/s1600/foto-foto-vonny-cornelia-17.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-HjO_NfudmdY/T0sIzWZg2zI/AAAAAAABESc/DSF8qpip3i0/s1600/foto-foto-vonny-cornelia-7.jpg http://2.bp.blogspot.com/-dgLDKogI0z0/T0sIneymjzI/AAAAAAABEQ0/KiA0-e-BC-A/s320/foto-foto-vonny-cornelia-18.jpg
---------- Post Merged at 05:12 AM ----------
tp Vonny kan lumayan dah rada tua ya skrg
kandalf
24-02-2013, 08:45 AM
Jadi ingat kata nyokap.
Orang Sunda benci Fatmawati.
Orang Bengkulu benci Hartini.
Tapi sebelum Hartini, Bung Karno tidak bisa poligami karena wanita-wanitanya perkasa semua ::ngakak2::
Hartini adalah tipe yang benar2 pelayan suami karena itu 'iya' saja saat dipoligami.
Sebenarnya di kalangan orang2 Bogor (nyokap gue dulu IPB) malah Hartini itu ditakuti kalau dia sudah ada di kota Bogor.
Salah satu istri bung karno yang bikin malu itu yang orang jepang yah...yang bikin foto nude dimajalah beberapa tahun lalu..
Bikin malu ?
Dia bukan asli Indonesia.
Ketika Bung Karno wafat dia diusir dari rumahnya oleh Pemerintah Orde Baru..
Sampai sekarang, rumah yang diberikan oleh Bung Karno kepadanya masih ditahan pemerintah Indonesia, di tangan militer.
Seperti itu perlakukan pemerintah Indonesia kepadanya jadi kurasa wajar dia membalas demikian.
Dewi pernah membuat kontroversi pada 1998, saat dia berpose untuk sebuah buku foto berjudul 'Madame Syuga'. Di buku itu, ditampilkan Dewi dengan pose-pose setengah bugil dan menampakkan seperti tato.
Rasanya bukan tahun 1998 deh. Aku masih kecil kok waktu melihat foto-foto telanjangnya Ratna Sari Dewi dan justru gara2 kasus itu gue baru ngeh kalau Bung Karno itu istrinya bukan sekedar Bu Fatmawati seperti yang ada di cerita2 buku sejarah.
Kalau gak salah tahun 1993 (aku masih kelas 5 SD
mbok jamu
24-02-2013, 10:05 AM
Iya, tahun 1993 - 1994.
Mbok pikir ini trit mengenang Bung Karno, ternyata mengenang Istri-istri Bung Karno. Bah.. tak jadi lah kukomen.::oops::
spears
24-02-2013, 10:07 AM
Jadi ingat kata nyokap.
Rasanya bukan tahun 1998 deh.
Kalau gak salah tahun 1993 (aku masih kelas 5 SD
kayaknya iya kalo dilihat disini http://sule-gratis.blogspot.com/2013/01/madame-dsyuga-atau-dewi-soekarno-janda.html
Mbok pikir ini trit mengenang Bung Karno, ternyata mengenang Istri-istri Bung Karno. Bah.. tak jadi lah kukomen.::oops::
ga masalah.
lanjuuuuuuuuuuuuutttttttt...
------------------------
All, gw rasa yah..RSD maupun cindy Adams yg dibicarakan Aslan itu mata2 deh. ntah mata2 CIA atau siapa (kan dulu sempet ada gosip klo Soekarno dikudeta ama Soeharto yg dibekingi CIA)
dan yg tau mungkin kalangan terbatas aja. makanya rumah RSD dirampas dan kehadiran RSD ini kayak menimbulkan dendam kesumat di kalangan org Indonesia (khususnya militer).
klo Cindy Adams kan, udah biasa gitu...motifnya
kayak kasus yg menimpa direktur CIA yg barusan. yg selingkuh ama penulis otobiografinya.
yang pas skandal itu ketahuan, si direktur mengundurkan diri, keluarganya diisolasi, dan si cewek penulis rumahnya en komputernya di obrak-abrik sama keamanan Amerika. nah, si cewek itu kan dicurigain berat adalah mata2.
yang barusan heboh itu lho...direktur FBI apa direktur CIA ya?
masih taun lalu kok kejadiannya
si RSD mungkin spt si Mata Hari yg terkenal itu... PSK sekaligus mata2
IMHO lho ya...menurut kecurigaan terbesar gw ::ungg::
spears
24-02-2013, 11:01 AM
ya ampyun..barusan aja gw curiga begitu, tiba2 nemu tulisan ini. pas banget..
Ya Tuhan terima kasih atas jawabannya... *lebay dot com :P
Pada 1961-an, Presiden Soekarno gencar merevisi kontrak pengelolaan minyak oleh asing di Indonesia. Sebanyak 60 persen dari keuntungan perusahaan minyak asing menjadi jatah pemerintah. Kebanyakan gerah dengan peraturan itu.
Menurut sejarawan Asvi Marwan Adam, Soekarno benar-benar ingin sumber daya alam Indonesia dikelola oleh anak bangsa sendiri. Asvi menuturkan sebuah arsip di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengungkapkan pada 15 Desember 1965 sebuah tim dipimpin oleh Chaerul Saleh di Istana Cipanas sedang membahas nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia.
Soeharto yang propemodal asing, datang ke sana menumpang helikopter. Dia menyatakan kepada peserta rapat dia dan Angkatan Darat tidak setuju rencana nasionalisasi perusahaan asing itu. "Soeharto sangat berani saat itu, Bung Karno juga tidak pernah memerintahkan seperti itu," kata Asvi saat dihubungi merdeka.com, Kamis malam pekan lalu.
Sebelum tahun 1965, seorang taipan dari Amerika Serikat menemui Soekarno. Pengusaha itu menyatakan keinginannya berinvestasi di Papua. Namun Soekarno menolak secara halus. "Saya sepakat dan itu tawaran menarik. Tapi tidak untuk saat ini, coba tawarkan kepada generasi setelah saya," ujar Asvi menirukan jawaban Soekarno.
Soekarno berencana modal asing baru masuk Indonesia 20 tahun lagi, setelah putra-putri Indonesia siap mengelola. Dia tidak mau perusahaan luar negeri masuk, sedangkan orang Indonesia memiliki pengetahuan nol tentang alam mereka sendiri. Sebagai persiapan, Soekarno mengirim banyak mahasiswa belajar ke negara-negara lain.
Soekarno boleh saja membuat tembok penghalang untuk asing dan mempersiapkan calon pengelola negara. Namun, Asvi menjelaskan usaha pihak luar ingin mendongkel kekuasaan Soekarno tidak kalah kuat.
Dalam artikel berjudul JFK, Indonesia, CIA, and Freeport dterbitkan majalah Probe edisi Maret-April 1996, Lisa Pease menulis pada awal November 1965, Langbourne Williams, ketua dewan direktur Freeport, menghubungi direktur Freeport, Forbes Wilson. Williams menanyakan apakah Freeport sudah siap melakukan eksploitasi di Papua. Wilson hampir tidak percaya mendengar pertanyaan itu. Dia berpikir Freeport akan sulit mendapatkan izin karena Soekarno masih berkuasa.
Setahun sebelumnya, seorang peneliti diberi akses untuk membuka dokumen penting Departemen Luar Negeri Pakistan dan menemukan surat dari duta besar Pakistan di Eropa. Dalam surat per Desember 1964, diplomat itu menyampaikan informasi rahasia dari intel Belanda yang mengatakan dalam waktu dekat Indonesia akan beralih ke Barat.
Lisa menjelaskan maksud dari informasi itu adalah akan terjadi kudeta di Indonesia oleh partai komunis. Sebab itu, angkatan darat memiliki alasan kuat untuk menamatkan Partai Komunis Indonesia, setelah itu membuat Soekarno menjadi tahanan.
Telegram rahasia dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ke Perserikatan BBangsa.Bangsa pada April 1965 menyebut Freeport Sulphur sudah sepakat dengan pemerintah Indonesia untuk penambangan puncak Erstberg di Papua. Sedangkan dalam telegram berkode Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, menyatakan ada pertemuan pejabat Angkatan Darat Indonesia membahas rencana darurat bila Presiden Soekarno meninggal.
Kelompok dipimpin Jenderal Soeharto bergerak lebih jauh dari rencana itu. Soeharto mendesak Angkatan Darat segera mengambil alih kekuasaan tanpa perlu menunggu Presiden Soekarno berhalangan.
Setelah peristiwa 30 September 1965, keadaan negara berubah total. Usaha Freeport masuk ke Indonesia semakin mudah. Sebagai bukti adalah pengesahan Undang-undang Penanaman Modal Asing pada 1967. Freepot menjadi perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Soeharto.
Bukan saja menjadi lembek, bahkan Indonesia menjadi sangat tergantung terhadap Amerika. "Saya melihat seperti balas budi Indonesia ke Amerika Serikat karena telah membantu menghancurkan komunis yang konon bantuannya itu dengan senjata," tutur Asvi.
[fas]
sumber http://www.merdeka.com/khas/mendongkel-kekuasaan-soekarno-freeport-bikin-sewot-2.html
AsLan
24-02-2013, 11:52 AM
btw...
kenapa keluarga Sukarno sering diidentikkan dengan bali dan hindu ya ?
padahal dia kan muslim jawa ?
kandalf
24-02-2013, 12:05 PM
^
Ibu Bung Karno dari Bali.
Selain itu PNI hingga tahun 1965 jumlahnya banyak di Bali.
mbok jamu
24-02-2013, 12:55 PM
kayaknya iya kalo dilihat disini http://sule-gratis.blogspot.com/2013/01/madame-dsyuga-atau-dewi-soekarno-janda.html
ga masalah.
lanjuuuuuuuuuuuuutttttttt...
Ndak masalah? For you, perhaps. Anda bikin trit Mengenang Bung Karno tapi yang dibahas malah istri-istrinya, dengan gossip style. Istri-istri Soekarno yang beberapa diantaranya beda-beda tipis dengan Mayang Sari and you discuss about them here. Seriously?
I'm not mad, I just don't expect anyone gossiping in Poleksosbud.
Kan sudah ada bilik Gosip & Infotainment, bergosiplah pada tempatnya, jangan menggosip di mana-mana.
Silahkan lanjuuuuuutttt bahas Bung Karno-nya.
spears
24-02-2013, 01:34 PM
You mad bro?^
Lanjuuuuuttt...
AsLan
24-02-2013, 04:39 PM
gak papa lah, meski bukan politik tapi ini kan termasuk sosial budaya.
spears
24-02-2013, 05:02 PM
Iya org yg aneh. Ini kan masuk fenomena sos bud (dan pol). Segitu sensinya ama forgos.
Ok deh BTT..
Anak2 Soekarno yg lain dr istri2 yg lain kok nggak seterkenal anak2 yg dari Fatmawati ya?
Dimana ya mereka skrg?
Btw,baru liat foto madame syuga pas udah tuwir. Ih serem bo.
Memang ya..yg paling penting itu inner beauty...skrg aku faham.
Oiii blm ada yg jawab pertanyaanku. Si RSD itu asli Jepang atau turunan?kok ga sipit???malah mukanya indonesia bgt.Ayu gitulhoh
mbok jamu
24-02-2013, 06:27 PM
Iya org yg aneh. Ini kan masuk fenomena sos bud (dan pol). Segitu sensinya ama forgos.
Ok deh BTT..
Anak2 Soekarno yg lain dr istri2 yg lain kok nggak seterkenal anak2 yg dari Fatmawati ya?
Dimana ya mereka skrg?
Btw,baru liat foto madame syuga pas udah tuwir. Ih serem bo.
Memang ya..yg paling penting itu inner beauty...skrg aku faham.
Oiii blm ada yg jawab pertanyaanku. Si RSD itu asli Jepang atau turunan?kok ga sipit???malah mukanya indonesia bgt.Ayu gitulhoh
Yang aneh itu kalau sering nyebut-nyebut nama tuhan, pakai atribut agama tapi doyan menggosip. ::ngakak2::
Anda menggosipkan RSD itu PSK dan mata-mata, sudah tuwir, serem dsb, di mata letak fenomena sosbudnya?
Dan ndak ada di sini yang sensi dengan forum gosip, toh anda dan siapa saja bebas bergosip di sana. Judulnya Mengenang Kembali Bung Karno tapi isinya Menggosipkan Istri-istri Bung Karno. Aib yang sudah mati anda buka kembali, yang sudah tua anda hina.
Sorry, but you have gone too far this time.
spears
24-02-2013, 07:21 PM
^ya sudah sih...so what? Katanya tadi di page 1 udah ga mau komen.. But, as far as I can see malah komen mulu.
Try to be consistent please.
Wouldddddyaaaa?
@mod forum polekSOSBUD..klo mau dipindah ke forum gosip jg gpp. Malah bagus. Gw bisa sensor2 komen ga penting contohnya kayak yg diatas itu tuh :evilgrin:
Ok lanjuutt
Yg mau komen silakan
Yg ga mau komen juga ga ngaruh ^^v
Neptunus
24-02-2013, 09:29 PM
@mbok jamu: sabar mbok. Keep calm and take a deep breath
@spears: please BEHAVE.
Bedakan juga ini mo membahas tentang Bung Karno apa tentang selir2nya. Klo mo bahas tentang selir2nya please bahaslah dgn intelek, bukan kaya ngomongin tetangga sebelah yg lagi selingkuh. Paham? And for God sake, this is not gossip section.
---------- Post Merged at 08:29 PM ----------
lanjut....
Gw justru lebih pengen ngerti sikap anti Amerikanya itu karena sebab2 apa. Bahkan dengan gagah berani bikin Gerakan Non Blok. ::tanya::
spears
24-02-2013, 10:13 PM
^apassssiiiihhhhh?? (Menatap dgn tatapan aneh)
Ah udah ah..cuekin aja..
haduh..thread gw yg asik punya jd ga asik krn kehadiran 2 org yg OOT ..maaf ya para pembaca)
OK lanjuuuutt
kata2 Soekarno yg terkenal : America, go to hell with your aid ::ungg::
http://malemminggu.files.wordpress.com/2010/09/iwqqtx1752vlvzwu.jpg?w=237&h=250
kandalf
24-02-2013, 10:24 PM
Padahal aku baru mau bikin utas tentang 'Skandal-skandal Hindia Belanda' dan pengen ditaruh di poleksosbud, tertarik ama prasasti di belakang MSJ tadi. Tapi kalau pada nyinyir ini jadi takut euy.
*pribumi kumpul kebo dengan istri belanda bersuami sementara suaminya membawa selingkuhannya ke dalam rumah mereka, akhirnya si pribumi menikah tetapi tidak diakui pemerintah Hindia Belanda*
*pribumi menghamili noni belanda, pribumi dipenjara di bawah tanah*
*prajurit rendah belanda menyusup ke rumah gubernur jendral demi menemui kekasihnya*
*pelayan wanita, selingkuh dengan perampok dan melarikan diri, suaminya menyangka istrinya dibunuh dan balas menghabisi seluruh keluarga majikan*
*pribumi yang diangkat sebagai nyai belanda selingkuh dengan perampok*
Kira2 cerita kayak gitu boleh dipasang di poleksosbud gak?
spears
24-02-2013, 10:30 PM
^wow Kandalf. thread yg menarik sekali.
tapi hati2 lho.. ternyata ada thread police disini.
salah2...ntar lo dibilang ngegosipin orang, dibilang menjelek2an orang, plussss klo ngomongin soal esek2 dianggap tidak intelek.
::bye::
---------- Post Merged at 09:30 PM ----------
yoi..gw pikir juga Soekarno bersama para istrinya, intrik politik nya bersama Amerika, sejarah Inggit, sejarah wanita2 pendamping Soekarno dalam masa perjuangannya itu adalah fenomena SOSIAL BUDAYA lho.
ngga nyangka, ada yg berpikir itu adalah sekedar "gosip" ::hihi::
pdahal itu fakta dan kenyataan yg bisa dipelajari sebagai contoh dan pelajaran lho
ck ck ck::ungg::
spears
24-02-2013, 11:15 PM
RSD bukannya lahir di tokyo yah..Btw beneran dia geisha yah dulunya???
Geisha itu sama dengan PSK khan?? ::ungg::
tuscany
24-02-2013, 11:46 PM
Geisha lebih tepatnya female entertainer, bukan sekedar penyedia jasa seks saja.
opi77
24-02-2013, 11:55 PM
Tapi intinya tetep sama kan...sama menyediakan jasa s3ks..
spears
24-02-2013, 11:55 PM
dan banyak pelacur yg menamakan diri mereka (berlindung dibalik kedok) Geisha. krn pelacur2 jaman dulu di Jepang, juga dituntut memiliki keterampilan seorang Geisha. ya tho?
opi77
24-02-2013, 11:57 PM
Kalo soal geisha jadi inget film memoirs of geisha...disitu lengkap soal geisha dan yah mirip2 lah inti ya kaya pelacur...
kandalf
25-02-2013, 12:14 AM
Nope,
kecuali mizuage-nya,
geisha tidak melakukan ***.
Dan mizuage-nya pun, statusnya bukan sebagai geisha melainkan calon geisha (maiko).
Di Memoirs of Geisha kan adegan ***-nya cuma saat mizuage.
Kalau di novel Shogun, ada pemilik rumah hiburan yang mengusulkan pada Toranaga (ceritanya Tokugawa Ieyasu) untuk membuat pemisahan status tersebut karena dia sayang banget dengan salah satu anak buahnya.
opi77
25-02-2013, 12:17 AM
Mizuage itu apa yah???..orangnya atau apanya??
Neptunus
25-02-2013, 12:05 PM
The way you talk is more important than the content itself. Klo kandalf yg bikin thread tsb, gw yakin pembahasannya beneran masuk ke poleksosbud. Karena cara ngebawainnya beda, engga dengan cara gossiping. Dengan diksi dan bahasa yg lebih appropriate dalam diskusi sosial budaya. Dan judul utasnya emang cocok dengan isi threadnya, bukannya judul bung karno tapi yg dibahas istrinya. What a joke. :))
AsLan
25-02-2013, 01:27 PM
Udah ya stop oot.
Selanjutnya hanya balasan yg sesuai topik yg boleh di post disini, itu juga tanpa sindiran2 kepada siapapun.
Next...
spears
25-02-2013, 02:20 PM
@neptunus : tuh dengerin tuh apa kata Aslan. (Heheeee ternyata yg dianggap nyinyir itu emang cuman lo ama temen lo..sjauh ini yg trganggu cuman kalian berdua aja.yg lain kaga. Tanya kenapa???)
@Aslan : baik Om terima kasih atas perhatiannya
BTT (untuk kesekian kalinya :doh: )
Saya kmrn nemu blog yg bahas ttg sepak terjang Soekarno yg bikin US gerah ama dia. Tp di laptop. Nti malam ya.pokonya seru deh.
mbok jamu
25-02-2013, 03:49 PM
Udah ya stop oot.
Selanjutnya hanya balasan yg sesuai topik yg boleh di post disini, itu juga tanpa sindiran2 kepada siapapun.
Next...
@neptunus : tuh dengerin tuh apa kata Aslan. (Heheeee ternyata yg dianggap nyinyir itu emang cuman lo ama temen lo..sjauh ini yg trganggu cuman kalian berdua aja.yg lain kaga. Tanya kenapa???)
@Aslan : baik Om terima kasih atas perhatiannya
BTT (untuk kesekian kalinya :doh: )
Saya kmrn nemu blog yg bahas ttg sepak terjang Soekarno yg bikin US gerah ama dia. Tp di laptop. Nti malam ya.pokonya seru deh.
Silahkan kalau anda memang bisa berdiskusi BUKAN bergosip di Poleksosbud ini.
Tunjukkan bahwa anda punya capability untuk berdiskusi tentang Bung Karno. Jangan jadikan forum Poleksosbud tempat untuk bergosip tentang Bung Karno, istri-istrinya atau siapapun.
Coba berdiskusi dengan hasil pemikiran anda sendiri, jangan hanya bisa meng-copy paste artikel atau tulisan orang lain yang masih diragukan kredibilitasnya.
opi77
25-02-2013, 04:04 PM
antara diskusi ama gosip emank beda2 tipis kok..hehehehe...
jadi lebih seru menyimak antara mbok adan spears..hehehehehehe
spears
25-02-2013, 04:28 PM
Bentar...saya buka dulu KUHK (kitab undang2 hukum KM)
Well, kayaknya ga ada deh kata2 yg menulisk dilarang copas :))
Bikin peraturan baru ya, mbok? Ya udah silakan diaplikasikan ke forum mbok sendiri.
Itu yg saya post ud dikasih sumbernya lhooo..dan di artikel asli ada sumbernya juga (misal :dari buku)
Ho..ho..ho...
(Lama2 gw berpikir bahwa ada konspirasi si Wahyudi ame Rika buat menidak-kondusifkan thread gw)
Parameswara Li
25-02-2013, 04:45 PM
btw...
kenapa keluarga Sukarno sering diidentikkan dengan bali dan hindu ya ?
padahal dia kan muslim jawa ?
Saya pikir wajar kalau ada orang mengidentifikasikan Sukarno dengan Bali. Ibu Sukarno yaitu Ida Ayu Nyoman Rai memang berasal dari Buleleng, Bali. Lagipula beliau juga mendidik kedua anaknya (Sukarmini dan Sukarno) dengan falsafah Hindu Bali. Tentu saja kemudian Sukarno tumbuh dewasa sebagai muslim Jawa, namun tidak berarti bahwa ia membuang pengaruh Bali pada dirinya.
spears
25-02-2013, 04:50 PM
Dan orang Bali loyal bgt ya sama PDIP. Terbukti kalau pemilu, ga ada yg mau susah2 kampanye di Bali, krn sudah ketahuan itu wilayah siapa. Dari duluuuuu sampe skrg. Kok bisa ya? Hebattt.
Dan seinget gw, pemilu kemaren juga PDIP menang telak di Bali.
jojox
25-02-2013, 08:42 PM
kocak bngt neh thread,
ada tuh member KM yang mirip alm. Ir. Soekarno lho. Beda nasib aje
pinter BS, cetar2 membahana, visioner kharismatik, strategic planner, ganteng, manly, womanizer, player, straight to the point, gahar, unyu. kulit exotisch, muka Indo bngt, gaul, internationally cultured (and seasoned), nasionalis tpi gak patriotik, kagak suka ngaji, but hell, Soekarno pun sekuler abiz, bahkan suka hal2 berbau klenik. Pun merakyat, suka yg klasik2, mekanik motornya aja Dansatgas PDIP.
(red-dikutip dari berbagai sumber)
nih penampakannya :
<<<<<<<<<< ::bye::
PS: mbok Jamu, gw gak ngegosip. It's all based on verified facts. Asli, gw juga punya edisi ke-5 Di Bawah Bendera Revolusi, warisan kuno godfather pas ngurusin PNI. ::elaugh:: Oh, btw, gw mo jual 5 jeti, kl ada yg interested, PM me.
serendipity
25-02-2013, 08:56 PM
gila nih si jojox tingkat kenarsisannya udah akut ::hihi:: sempet-sempetnya elo jualan pulak ;D
spears
25-02-2013, 08:58 PM
Wah oot..jualan di thread jubel dong...
AsLan
25-02-2013, 10:18 PM
jojox mah gak dijual, katanya cuma disewa2kan saja... ::hihi::
spears
26-02-2013, 12:39 AM
Cuman satu kekurangan jojox, (dan itu yg plg penting).. Doi bukan presiden ::hihi::
cha_n
26-02-2013, 02:08 AM
kocak bngt neh thread,
ada tuh member KM yang mirip alm. Ir. Soekarno lho. Beda nasib aje
pinter BS, cetar2 membahana, visioner kharismatik, strategic planner, ganteng, manly, womanizer, player, straight to the point, gahar, unyu. kulit exotisch, muka Indo bngt, gaul, internationally cultured (and seasoned), nasionalis tpi gak patriotik, kagak suka ngaji, but hell, Soekarno pun sekuler abiz, bahkan suka hal2 berbau klenik. Pun merakyat, suka yg klasik2, mekanik motornya aja Dansatgas PDIP.
(red-dikutip dari berbagai sumber)
nih penampakannya :
<<<<<<<<<< ::bye::
PS: mbok Jamu, gw gak ngegosip. It's all based on verified facts. Asli, gw juga punya edisi ke-5 Di Bawah Bendera Revolusi, warisan kuno godfather pas ngurusin PNI. ::elaugh:: Oh, btw, gw mo jual 5 jeti, kl ada yg interested, PM me.
buset deh udah panjang2 nulis intinya jualan
jojox
26-02-2013, 10:18 PM
=)) hahahha...buat intermezo aje.
---------- Post Merged at 09:18 PM ----------
=)) hahahha...buat intermezo aje.
tuscany
27-02-2013, 10:51 PM
Serasa berada di forum Humor at this point :D
jojox
28-02-2013, 12:24 PM
mau seriusan, oke, ..klaar, dat is mogelijk,
Assalamu’alaikum Wr. Wb,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Sidang KM Poleksosbud yang terhormat,
Buku Dibawah bendera revolusi ini adalah salah satu yg paling laris dan identik dengan sosok Soekarno. It's a must have.
Mari sejenak kita sampingkan gosip genduk2 dan skandalnya. Terlepas dari unsur kebenaran, banyak fakta sejarah yang terungkap sering kali menjadi suatu kumpulan exaggerated facts and figures. Saya seutuhnya yakin bahwasanya bila Soekarno pun masih hidup skarang, infotainment bakalan di GANYANG gak karuan.
Namun, itu sekedar nostalgia pengandaian saja. Sekarang, yang patut ditelaah secara nyata dan ilmiah adalah dampak dari buah pikirnya yg disadur di buku ini. Dunia telah terusik dengan gaungnya. Tatanan masyarakat Asia Tenggara, pada khususnya, merasakan perubahan pandangan dan sikap terhadap hidup dan perjuangan yang paling mendasar. Yaitu kebebasan dalam mewujudkan diri, a self-actualization if you will. Ya, Soekarno merubah pandangan anda, 50 hingga 60 tahun yang lalu !
Sodara-sodara Sidang KM Poleksosbud yang terhormat,
Inilah yang telah mengubah dunia, menggeser paradigma, mengikis persepsi kelas dan eksklusifitas populasi, memupuk persamaan derajad dengan mengakui keragaman, suatu kebhinnekaan sejati manusia Indonesia. Jauh sebelum spanduk dan t-shirt kampanye COEXIST dipakai oleh seniman Ahmad Dhani di televisi nasional, Soekarno telah mengejawantahkan makna dan intisari dari perayaan 'diversity'.
http://s24.postimage.org/76hxqsi6t/coexist.jpg
Sidang KM Poleksosbud yang terhormat,
Mari kita intip beberapa halaman isi Dibawah Bendera Revolusi ini:
http://s4.postimage.org/mplwoos31/100_5380.jpg
ternyata mirip kek Member sapa disini yang suka nulis pake ejaaan djadul? kocak. Gaya Bahasa Indo yg ringkas, jelas, eloquent, civilized, berbudaya, simple, straightforward.
http://s23.postimage.org/7wwvrcgej/100_5387.jpg
Jelek seh, tapi tegas, dinamis, jarak per kata terlihat jelas = articulate, lurus tanpa sambung, tanpa ragu, percaya diri tinggi, sekali bikin langsung jadi.
Sodara peserta sidang KM Poleksosbud yang terhormat,
nanti dilanjut lagi, capek gw nulis BS. ....
*ngopi dulu :ngopi:
Wabillahi taufik wal hidayah,
Wasalamualaikum, wr. wb.
kandalf
28-02-2013, 02:22 PM
^
Gak jelek tulisannya. Itu justru tergolong bagus.
Orang-orang zaman dulu memang tulisannya seperti itu. Tulisan kakekku seperti itu. Kakek buyutku seperti itu.
Kecuali bahasa Belanda, aku bisa membaca dengan lancar. Agak lama karena memang sudah lama gak membaca tulisan tangan sesungguhnya, bukan tulisan tangan generasi kita yang meniru tulisan cetak.
Lalu perhatikan bagian pinggir kanan. Alih-alih membiarkan kata-katanya mengalir karena masih banyak ruang kosong, beliau sengaja menekan agar kata terakhir dalam baris tersebut tetap sama dengan akhir baris lainnya.
jojox
28-02-2013, 03:17 PM
hahaha, yap betul. sorry gw harus bilang jelek biar ada yg protest sehingga muncul pikiran seberapa otentik tulisan tangan kek gitu. luar biasa ya?
Dia sering nulis ungkapan2, penekanan, expresi lugas, yang memang...gila, cetar ! dalam basa blanda.
Secara basa belanda mirip seh ma jerman, gw cuman bisa nerka-nerka dikit artinya.
written dutch lebih gmpang dimengerti daripada verbal. ::grin::
Ini orang cukup sistematis, rapi, neat, terorganisir sekali.
Mungkin Sayuti Melik jadi jiper ngetik teks proklamasi, wong tulisan bapak sudah bagus. (j/k)
kita bedah buku ini aje gimana? lihat satu-satu apa seh Soekarno pikir ttg revolusi, agama, nasakom, ekonomi, dll ?
Neptunus
28-02-2013, 03:25 PM
setuju! monggo dibedah. Gw nunggu di pojokan aja sambil ngemil klappertart :D
---------- Post Merged at 02:25 PM ----------
setuju! monggo dibedah. Gw nunggu di pojokan aja sambil ngemil klappertart :D
tuscany
28-02-2013, 04:48 PM
Gile...berkabut mataku mbaca tulisan jadul, walopun rapi. Perlu ngundang om Permandyan nih keknya buat jadi translator.
spears
01-03-2013, 02:04 PM
Jaman dulu kan emang ada mata pelajaran menulis indah. Emak gw juga sempat tuh jaman ada menulis indah. Ya tulisannya nyambung2 gitu. En emang bagus :jempol:
---------- Post Merged at 01:04 PM ----------
setuju! monggo dibedah. Gw nunggu di pojokan aja sambil ngemil klappertart :D
---------- Post Merged at 02:25 PM ----------
setuju! monggo dibedah. Gw nunggu di pojokan aja sambil ngemil klappertart :D
Ga ada sumbangan yah spt biasa??
Oh udah maklum. Kaum intelek memang kaya gitu. Kwakwakwakwak
jojox
01-03-2013, 03:16 PM
....hmmmkay, mulai dari daftar isinya.
Mo pilih topik yg mana, sodara-sodara? :-B
http://s10.postimage.org/j6w2z42rd/100_5384.jpg
kandalf
01-03-2013, 03:33 PM
Mulai dari Muhammad Hatta - Stokvis.
cha_n
01-03-2013, 03:44 PM
gw malah tertarik ama bukunya sarinah. disitu ada paradox besar.
pemikiran awal soekarno tentang perempuan, gimana dia meletakkan derajat perempuan begitu tinggi.
tapi dalam perjalanan hidupnya soekarno malah jadi seorang patriaki sejati. ironis
cha_n
01-03-2013, 03:47 PM
oiya kalau yang sarinah aku ada cetakan asli (punya mas david lebih tepatnya) tapi ga dijual *info ga penting*
bayangkan, awal2 kenalan diriku dikasih buku itu
*info makin ga penting*
hihihi
tuscany
01-03-2013, 03:57 PM
Mulai dengan yang paling penting *maaf ga tau yg mana untuk saat ini jadi silakan didefinisikan sesuai latar masing2.
serendipity
01-03-2013, 09:52 PM
@ jojox
gw pengen liat yang terakhir "orang indonesia tjukup nafkahnya sebenggol sehari?"
singkat aja ya, ga usah lo ketik semua atau lo poto semua ;D
kandalf
19-04-2013, 01:38 AM
Spesial buat Neng spirs..
https://www.youtube.com/watch?v=17HAmmrXwCY
spears
24-04-2013, 05:57 PM
hohohohoooo...
special buat pembaca thread ini kaleeee
ternyata ada film yg bahas ke-9 istri sukarno yaaa ::oops::
waduoh jadi ngerti dehh knp dibahas habis2an si istri2 Soekarno di MDK
ternyata sptnya buat endorse nih film kali ya
wow siapa tuh yg jadi Soekarno??
mantap.mirip amat. bagus tuh make-up artisnya
si pevita aja jadi miripp bgtttttttttttttttttt
yg jadi Ratna Sari Dewi siapa tuh??
wajib nonton nih.
serendipity
23-07-2013, 11:04 AM
https://pbs.twimg.com/media/BPsvOjyCAAEnq_I.jpg:large
---------- Post Merged at 10:01 AM ----------
24 September 2012, patung lilin Presiden Soekarno diresmikan di Madame Tussauds, Bangkok.
https://pbs.twimg.com/media/BPtLUlbCUAAvt1Z.jpg:large
---------- Post Merged at 10:04 AM ----------
spears
yg jadi Soekarno itu namanya Ario Bayu
http://assets.kompas.com/data/photo/2013/06/15/0811374Soekarno1780x390.jpg
second_life
23-07-2013, 12:34 PM
terlepas dari kehebatan beliau sebagai pemimpin negara yg luar biasa, sikapnya ke inggit bikin g mangkel. ibu inggit ini bener2 sakti, bisa2nya ga sakit hati digituin. 20 taon nemenin dan (keliatannya) banyakan menderita daripada senangnya, kok gampang amat disingkirin, mentang2 ada daon muda. hadeh........ ::doh::
Ada thread lain di kopimaya ttg Soekarno di sini (http://www.kopimaya.com/forum/showthread.php/5802-Soekarno)
Dimerger ga yha? :)
Eniw tadi nemu artikel ini dan pengen dishare di sini.
Kisah Memilukan Sang Proklamator di Akhir Kekuasaannya…
Di momen 68 tahun kemerdekaan Indonesia ini, ingin saya bagikan sebuah kisah memilukan dari The Founding Father Soekarno pada masa-masa akhir kekuasaannya. Semua jasa dan perjuangan Soekarno seakan tidak ada nilainya jika menyimak kisah ini. Bagaimana kisahnya ? simaklah di bawah ini :
Tak lama setelah mosi tidak percaya parlemen bentukan Nasution di tahun 1967 dan MPRS menunjuk Suharto sebagai Presiden RI, Bung Karno menerima surat untuk segera meninggalkan Istana dalam waktu 2 X 24 Jam. Bung Karno tidak diberi waktu untuk menginventarisir barang-barang pribadinya. Wajah-wajah tentara yang mengusir Bung Karno tidak bersahabat lagi. “Bapak harus cepat meninggalkan Istana ini dalam waktu dua hari dari sekarang!”.Bung Karno pergi ke ruang makan dan melihat Guruh sedang membaca sesuatu di ruang itu. “Mana kakak-kakakmu” kata Bung Karno. Guruh menoleh ke arah Bapaknya dan berkata “Mereka pergi ke rumah Ibu”. Rumah Ibu yang dimaksud adalah rumah Fatmawati di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru. Bung Karno berkata lagi “Mas Guruh, Bapak tidak boleh lagi tinggal di Istana ini lagi, kamu persiapkan barang-barangmu, jangan kamu ambil lukisan atau hal lain, itu punya negara”. Kata Bung Karno, lalu Bung Karno melangkah ke arah ruang tamu Istana disana ia mengumpulkan semua ajudan-ajudannya yang setia. Beberapa ajudannya sudah tidak kelihatan ia maklum, ajudan itu sudah ditangkapi karena diduga terlibat Gestapu. “Aku sudah tidak boleh tinggal di Istana ini lagi, kalian jangan mengambil apapun, Lukisan-lukisan itu, Souvenir dan macam-macam barang. Itu milik negara.
Semua ajudan menangis saat tau Bung Karno mau pergi “Kenapa bapak tidak melawan, kenapa dari dulu bapak tidak melawan…” Salah satu ajudan separuh berteriak memprotes tindakan diam Bung Karno. “Kalian tau apa, kalau saya melawan nanti perang saudara, perang saudara itu sulit jikalau perang dengan Belanda jelas hidungnya beda dengan hidung kita. Perang dengan bangsa sendiri tidak, wajahnya sama dengan wajahmu…keluarganya sama dengan keluargamu, lebih baik saya yang robek dan hancur daripada bangsa saya harus perang saudara”. Tiba-tiba beberapa orang dari dapur berlarian saat mendengar Bung Karno mau meninggalkan Istana. “Pak kamu memang tidak ada anggaran untuk masak, tapi kami tidak enak bila bapak pergi, belum makan. Biarlah kami patungan dari uang kami untuk masak agak enak dari biasanya”. Bung Karno tertawa “Ah, sudahlah sayur lodeh basi tiga itu malah enak, kalian masak sayur lodeh saja. Aku ini perlunya apa…”
http://history1978.files.wordpress.com/2013/08/soekarno.jpg?w=604&h=394
Di hari kedua saat Bung Karno sedang membenahi baju-bajunya datang perwira suruhan Orde Baru. “Pak, Bapak harus segera meninggalkan tempat ini”. Beberapa tentara sudah memasuki ruangan tamu dan menyebar sampai ke ruang makan. Mereka juga berdiri di depan Bung Karno dengan senapan terhunus. Bung Karno segera mencari koran bekas di pojok kamar, dalam pikiran Bung Karno yang ia takutkan adalah bendera pusaka akan diambil oleh tentara. Lalu dengan cepat Bung Karno membungkus bendera pusaka dengan koran bekas, ia masukkan ke dalam kaos oblong, Bung Karno berdiri sebentar menatap tentara-tentara itu, namun beberapa perwira mendorong tubuh Bung Karno untuk keluar kamar. Sesaat ia melihat wajah Ajudannya Saelan dan Bung Karno menoleh ke arah Saelan. “Aku pergi dulu” kata Bung Karno dengan terburu-buru. “Bapak tidak berpakaian rapih dulu, Pak” Saelan separuh berteriak. Bung Karno hanya mengibaskan tangannya. Bung Karno langsung naik VW Kodok, satu-satunya mobil pribadi yang ia punya dan meminta sopir diantarkan ke Jalan Sriwijaya, rumah Ibu Fatmawati.
soekarno2
http://history1978.files.wordpress.com/2013/08/soekarno2.jpg?w=604&h=675
http://history1978.files.wordpress.com/2013/08/soekarno3.jpg?w=604
Di rumah Fatmawati, Bung Karno hanya duduk seharian saja di pojokan halaman, matanya kosong. Ia meminta bendera pusaka dirawat hati-hati. Bung Karno kerjanya hanya mengguntingi daun-daun di halaman. Kadang-kadang ia memegang dadanya yang sakit, ia sakit ginjal parah namun obat yang biasanya diberikan sudah tidak boleh diberikan. Sisa obat di Istana dibuangi. Suatu saat Bung Karno mengajak ajudannya yang bernama Nitri untuk jalan-jalan. Saat melihat duku, Bung Karno kepengen duku tapi dia tidak punya uang. “Aku pengen duku, …Tru, Sing Ngelah Pis, aku tidak punya uang” Nitri yang uangnya pas-pasan juga melihat ke dompetnya, ia merasa cukuplah buat beli duku sekilo. Lalu Nitri mendatangi tukang duku dan berkata “Pak Bawa dukunya ke orang yang ada di dalam mobil”. Tukang duku itu berjalan dan mendekat ke arah Bung Karno. “Mau pilih mana, Pak manis-manis nih ” sahut tukang duku dengan logat betawi kental. Bung Karno dengan tersenyum senang berkata “coba kamu cari yang enak”. Tukang Duku itu mengernyitkan dahinya, ia merasa kenal dengan suara ini. Lantas tukang duku itu berteriak “Bapak…Bapak….Bapak…Itu Bapak…Bapaak” Tukang duku malah berlarian ke arah teman-temannya di pinggir jalan” Ada Pak Karno, Ada Pak Karno….” mereka berlarian ke arah mobil VW Kodok warna putih itu dan dengan serta merta para tukang buah memberikan buah-buah pada Bung Karno. Awalnya Bung Karno tertawa senang, ia terbiasa menikmati dengan rakyatnya. Tapi keadaan berubah kontan dalam pikiran Bung Karno, ia takut rakyat yang tidak tau apa-apa ini lantas digelandang tentara gara-gara dekat dengan dirinya. “Tri, berangkat ….cepat” perintah Bung Karno dan ia melambaikan ke tangan rakyatnya yang terus menerus memanggil namanya bahkan ada yang sampai menitikkan air mata. Mereka tau pemimpinnya dalam keadaan susah.
Mengetahui bahwa Bung Karno sering keluar dari Jalan Sriwijaya, membuat beberapa perwira pro Suharto tidak suka. Tiba-tiba satu malam ada satu truk ke rumah Fatmawati dan mereka memindahkan Bung Karno ke Bogor. Di Bogor ia dirawat oleh Dokter Hewan!…
Tak lama setelah Bung Karno dipindahkan ke Bogor, datanglah Rachmawati, ia melihat ayahnya dan menangis keras-keras saat tau wajah ayahnya bengkak-bengkak dan sulit berdiri. Saat melihat Rachmawati, Bung Karno berdiri lalu terhuyung dan jatuh. Ia merangkak dan memegang kursi. Rachmawati langsung teriak menangis. Malamnya Rachmawati memohon pada Bapaknya agar pergi ke Jakarta saja dan dirawat keluarga. “Coba aku tulis surat permohonan kepada Presiden” kata Bung Karno dengan suara terbata. Dengan tangan gemetar Bung Karno menulis surat agar dirinya bisa dipindahkan ke Jakarta dan dekat dengan anak-anaknya. Rachmawati adalah puteri Bung Karno yang paling nekat. Pagi-pagi setelah mengambil surat dari bapaknya, Rachma langsung ke Cendana rumah Suharto. Di Cendana ia ditemui Bu Tien yang kaget saat melihat Rachma ada di teras rumahnya. “Lhol, Mbak Rachma ada apa?” tanya Bu Tien dengan nada kaget. Bu Tien memeluk Rachma, setelah itu Rachma bercerita tentang nasib bapaknya. Hati Bu Tien rada tersentuh dan menggemgam tangan Rachma lalu dengan menggemgam tangan Rachma bu Tien mengantarkan ke ruang kerja Pak Harto. “Lho, Mbak Rachma..ada apa?” kata Pak Harto dengan nada santun. Rachma-pun menceritakan kondisi Bapaknya yang sangat tidak terawat di Bogor. Pak Harto berpikir sejenak dan kemudian menuliskan memo yang memerintahkan anak buahnya agar Bung Karno dibawa ke Djakarta. Diputuskan Bung Karno akan dirawat di Wisma Yaso.Bung Karno lalu dibawa ke Wisma Yaso, tapi kali ini perlakuan tentara lebih keras. Bung Karno sama sekali tidak diperbolehkan keluar dari kamar. Seringkali ia dibentak bila akan melakukan sesuatu, suatu saat Bung Karno tanpa sengaja menemukan lembaran koran bekas bungkus sesuatu, koran itu langsung direbut dan ia dimarahi. Kamar Bung Karno berantakan sekali, jorok dan bau. Memang ada yang merapihkan tapi tidak serius. Dokter yang diperintahkan merawat Bung Karno, dokter Mahar Mardjono nyaris menangis karena sama sekali tidak ada obat-obatan yang bisa digunakan Bung Karno. Ia tahu obat-obatan yang ada di laci Istana sudah dibuangi atas perintah seorang Perwira Tinggi. Mahar hanya bisa memberikan Vitamin dan Royal Jelly yang sesungguhnya hanya madu biasa. Jika sulit tidur Bung Karno diberi Valium, Sukarno sama sekali tidak diberikan obat untuk meredakan sakit akibat ginjalnya tidak berfungsi.
Banyak rumor beredar di masyarakat bahwa Bung Karno hidup sengsara di Wisma Yaso, beberapa orang diketahui akan nekat membebaskan Bung Karno. Bahkan ada satu pasukan khusus KKO dikabarkan sempat menembus penjagaan Bung Karno dan berhasil masuk ke dalam kamar Bung Karno, tapi Bung Karno menolak untuk ikut karena itu berarti akan memancing perang saudara.
Pada awal tahun 1970 Bung Karno datang ke rumah Fatmawati untuk menghadiri pernikahan Rachmawati. Bung Karno yang jalan saja susah datang ke rumah isterinya itu. Wajah Bung Karno bengkak-bengkak. Ketika tau Bung Karno datang ke rumah Fatmawati, banyak orang langsung berbondong-bondong ke sana dan sesampainya di depan rumah mereka berteriak “Hidup Bung Karno….hidup Bung Karno….Hidup Bung Karno…!!!!!” Sukarno yang reflek karena ia mengenal benar gegap gempita seperti ini, ia tertawa dan melambaikan tangan, tapi dengan kasar tentara menurunkan tangan Sukarno dan menggiringnya ke dalam. Bung Karno paham dia adalah tahanan politik.
Masuk ke bulan Februari penyakit Bung Karno parah sekali ia tidak kuat berdiri, tidur saja. Tidak boleh ada orang yang bisa masuk. Ia sering berteriak kesakitan. Biasanya penderita penyakit ginjal memang akan diikuti kondisi psikis yang kacau. Ia berteriak ” Sakit….Sakit ya Allah…Sakit…” tapi tentara pengawal diam saja karena diperintahkan begitu oleh komandan. Sampai-sampai ada satu tentara yang menangis mendengar teriakan Bung Karno di depan pintu kamar. Kepentingan politik tak bisa memendung rasa kemanusiaan, dan air mata adalah bahasa paling jelas dari rasa kemanusiaan itu.
Hatta yang dilapori kondisi Bung Karno menulis surat pada Suharto dan mengecam cara merawat Sukarno. Di rumahnya Hatta duduk di beranda sambil menangis sesenggukan, ia teringat sahabatnya itu. Lalu dia bicara pada isterinya Rachmi untuk bertemu dengan Bung Karno. “Kakak tidak mungkin kesana, Bung Karno sudah jadi tahanan politik” Hatta menoleh pada isterinya dan berkata “Sukarno adalah orang terpenting dalam pikiranku, dia sahabatku, kami pernah dibesarkan dalam suasana yang sama agar negeri ini merdeka. Bila memang ada perbedaan diantara kita itu lumrah tapi aku tak tahan mendengar berita Sukarno disakiti seperti ini”. Hatta menulis surat dengan nada tegas kepada Suharto untuk bertemu Sukarno, ajaibnya surat Hatta langsung disetujui, ia diperbolehkan menjenguk Bung Karno.
http://history1978.files.wordpress.com/2013/08/soekarno4.jpg?w=604
Hatta datang sendirian ke kamar Bung Karno yang sudah hampir tidak sadar, tubuhnya tidak kuat menahan sakit ginjal. Bung Karno membuka matanya. Hatta terdiam dan berkata pelan “Bagaimana kabarmu, No” kata Hatta ia tercekat mata Hatta sudah basah. Bung Karno berkata pelan dan tangannya berusaha meraih lengan Hatta “Hoe gaat het met Jou?” kata Bung Karno dalam bahasa Belanda – Bagaimana pula kabarmu, Hatta – Hatta memegang lembut tangan Bung Karno dan mendekatkan wajahnya, air mata Hatta mengenai wajah Bung Karno dan Bung Karno menangis seperti anak kecil. Dua proklamator bangsa ini menangis, di sebuah kamar yang bau dan jorok, kamar yang menjadi saksi ada dua orang yang memerdekakan bangsa ini di akhir hidupnya merasa tidak bahagia, suatu hubungan yang menyesakkan dada.
http://history1978.files.wordpress.com/2013/08/soekarno5.jpg?w=604
Tak lama setelah Hatta pulang, Bung Karno meninggal. Sama saat Proklamasi 1945 Bung Karno menunggui Hatta di kamar untuk segera membacai Proklamasi, saat kematiannya-pun Bung Karno juga seolah menunggu Hatta dulu, baru ia berangkat menemui Tuhan.
soekarno5
Mendengar kematian Bung Karno rakyat berjejer-jejer berdiri di jalan. Rakyat Indonesia dalam kondisi bingung. Banyak rumah yang isinya hanya orang menangis karena Bung Karno meninggal. Tapi tentara memerintahkan agar jangan ada rakyat yang hadir di pemakaman Bung Karno. Bung Karno ingin dikesankan sebagai pribadi yang senyap, tapi sejarah akan kenangan tidak bisa dibohongi. Rakyat tetap saja melawan untuk hadir. Hampir 5 kilometer orang antre untuk melihat jenazah Bung Karno, di pinggir jalan Gatot Subroto banyak orang berteriak menangis. Di Jawa Timur tentara yang melarang rakyat melihat jenasah Bung Karno menolak dengan hanya duduk-duduk di pinggir jalan, mereka diusiri tapi datang lagi. Tau sikap rakyat seperti itu tentara menyerah. Jutaan orang Indonesia berhamburan di jalan-jalan pada 21 Juni 1970. Hampir semua orang yang rajin menulis catatan hariannya pasti mencatat tanggal itu sebagai tanggal meninggalnya Bung Karno dengan rasa sedih. Koran-koran yang isinya hanya menjelek-jelekkan Bung Karno sontak tulisannya memuja Bung Karno.
http://history1978.files.wordpress.com/2013/08/soekarno6.jpg?w=604
Bung Karno yang sewaktu sakit dirawat oleh dokter hewan, tidak diperlakukan dengan secara manusiawi. Mendapatkan keagungan yang luar biasa saat dia meninggal. Jutaan rakyat berjejer di pinggir jalan, mereka melambai-lambaikan tangan dan menangis. Mereka berdiri kepanasan, berdiri dengan rasa cinta bukan sebuah keterpaksaan. Dan sejarah menjadi saksi bagaimana sebuah memperlakukan orang yang kalah, walaupun orang yang kalah itu adalah orang yang memerdekakan bangsanya, orang yang menjadi alasan terbesar mengapa Indonesia harus berdiri, Tapi dia diperlakukan layaknya binatang terbuang, semoga kita tidak mengulangi kesalahan seperti ini lagi…..
Kenyataan tragis yang dialami oleh Bung karno merupakan gambaran tragis kondisi politik dan sistim alih kekuasaan di Indonesia. Bung Karno telah memberikan seluruh catatan hidupnya untuk kebangkitan Bangsa Indonesia, walau pada akhirnya di Indonesia pula Bung Karno di campakkan.
Diolah dari berbagai sumber
saus (http://history1978.wordpress.com/2013/08/19/kisah-memilukan-sang-proklamator-di-akhir-kekuasaannya/)
mendoan
01-04-2014, 02:54 PM
gw masih penasaran sama super semar. ada yang ngomong kalo dalam penandatanganan supersemar bungkarno dipaksa sama orang suruhan suharto,
ada 3 orang yang memaksa suharto dengan menodongkan pistol. apa itu bener?
kandalf
01-04-2014, 05:13 PM
gw masih penasaran sama super semar. ada yang ngomong kalo dalam penandatanganan supersemar bungkarno dipaksa sama orang suruhan suharto,
ada 3 orang yang memaksa suharto dengan menodongkan pistol. apa itu bener?
Gak.
Walau versi itu diam2 dipercaya banyak orang,
tetapi ada kejanggalan.
Ah.. sial.. lupa lagi saksi mata yang mengemukakan kejanggalannya itu siapa..
Powered by vBulletin® Version 4.2.5 Copyright © 2026 vBulletin Solutions Inc. All rights reserved.