PDA

View Full Version : [Tanya] "Tidak" VERSUS "Enggak/gak"



noodles maniac
14-02-2013, 07:31 PM
"Enggak/gak" lebih populer dan gampang dilafalkan ketimbang kata "tidak" dalam bahasa sehari-hari kan? bahkan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua? gw seringkali susah/lupa untuk mengganti "enggak/gak" dengan "tidak" nih :luck:

Butuh niat yang serius untuk mengubah kebiasaan mengganti kata "enggak" dengan "tidak" kan?, kecuali untuk seorang presiden, akademisi, penyiar berita, dan kita harus berbicara serius, kata "tidak" itu juga kerap muncul di kertas aja. Soalnya pejabat dan politikus aja sering susah pake kata "tidak", kecuali Partai Demokrat kali ya ::hihi::

Mungkinkah kata "enggak" ato "gak" ini bakal mengalami kenaikan derajat (ameliorasi ya namanya? :-/) sehingga itu akan menjadi kata yang formal? ::ungg::

Btw Momod tolong gantiin judulnya dari "Versi" menjadi "Versus" dong, salah ketik, maap :menunduk:

Fere
14-02-2013, 08:25 PM
Momod tolong digembok aja tritnya..
::hihi::

noodles maniac
14-02-2013, 10:19 PM
Tega lu fer, thread perdana gw di room bahasa nih :nangis2:

kandalf
15-02-2013, 12:06 AM
Kata 'Enggak' itu sudah termasuk baku. Berarti boleh digunakan untuk kepentingan formal, dong?

http://kateglo.bahtera.org/?mod=dictionary&action=view&phrase=enggak

ndugu
15-02-2013, 12:22 AM
masa, sudah dianggap baku?

buatku enggak masih termasuk informal deh ::elaugh:: (im old school)
mengenai formal ngga formalnya bahasa, kemaren waktu saya baca2 brita artikel di media berita online indonesia, satu hal yang kusadari adalah artikelnya cenderung pendek2, dan tulisan/bahasanya relatif sangat casual. rada unexpected aja dari media brita resmi :mikir: dan saat mengutip orang pun mempertahankan struktur kalimat yang sama sekali tidak ada tata bahasanya. kadang saya bacanya agak2 bingung juga, kadang harus ngulang ::elaugh:: buat yang sama sekali tidak ada background bahasa indonesia non-resmi dengan tatabahasa yang serba salah, pasti akan kebingungan untuk memahami artikel itu ::elaugh::

AsLan
15-02-2013, 01:42 AM
wah sudah dibakukan ::grrr::

gw koq masih merasa kata ini masih gak layak sebagai bahasa baku ya ?

---------- Post Merged at 01:42 AM ----------

besok2 kata "ndak" juga boleh nih dibakukan

...besoknya lagi kata "ora" ::hihi::

kandalf
15-02-2013, 01:59 AM
Kalau enggak setuju kata 'enggak' dimasukkan sebagai kata baku, silakan protes ke Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan.
Coba saja masukkan kata 'enggak' di KBBI daring di situs resmi Pusat Bahasa.
http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php


Saya malah lebih tidak rela kata 'bus' menjadi baku sementara 'bis' tidak baku. ::nangis::

noodles maniac
15-02-2013, 05:36 AM
Kata 'Enggak' itu sudah termasuk baku. Berarti boleh digunakan untuk kepentingan formal, dong?

http://kateglo.bahtera.org/?mod=dictionary&action=view&phrase=enggak


Kalau enggak setuju kata 'enggak' dimasukkan sebagai kata baku, silakan protes ke Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan.
Coba saja masukkan kata 'enggak' di KBBI daring di situs resmi Pusat Bahasa.
http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php

Saya malah lebih tidak rela kata 'bus' menjadi baku sementara 'bis' tidak baku. ::nangis::

Jadi boleh nulis berita, karya tulis ato dokumen reski pake kata "enggak/gak", dalfie? ::ungg:: soalnya bagi gw "enggak/gak" itu ya emang secara lafal enak diucapkan tapi masih berasa gak enak aja

Baku bukan berarti resmi kan? :mikir:



wah sudah dibakukan ::grrr::

gw koq masih merasa kata ini masih gak layak sebagai bahasa baku ya ?

besok2 kata "ndak" juga boleh nih dibakukan

...besoknya lagi kata "ora" ::hihi::


masa, sudah dianggap baku?

buatku enggak masih termasuk informal deh ::elaugh:: (im old school)
mengenai formal ngga formalnya bahasa, kemaren waktu saya baca2 brita artikel di media berita online indonesia, satu hal yang kusadari adalah artikelnya cenderung pendek2, dan tulisan/bahasanya relatif sangat casual. rada unexpected aja dari media brita resmi :mikir: dan saat mengutip orang pun mempertahankan struktur kalimat yang sama sekali tidak ada tata bahasanya. kadang saya bacanya agak2 bingung juga, kadang harus ngulang ::elaugh:: buat yang sama sekali tidak ada background bahasa indonesia non-resmi dengan tatabahasa yang serba salah, pasti akan kebingungan untuk memahami artikel itu ::elaugh::

Nah kan, gak cuma gw aja yang merasa bahwa "enggak/gak" ini masih informal. Kalo soal tata bahasa yang dipake untuk berita zaman sekarang menurut gw karena lebih dikejar deadline deh, gu. Lah gimana enggak, situs peliput berita macam detiknews itu kan memantau setiap topik berita kemudian diketika dan diunggah dalam hitungan menit. Nah yang gw kuatirkan adalah kalo kata "enggak/gak" ini aja udah baku, maka ke depannya bahasa berita itu jauh akan lebih terkesan informal lagi.

Gw lebih cenderung kata "enggak/gak" itu dipertahankan kata informal, kemudian mulai membiasakan menggunakan kata "tidak", tapi butuh ketelatenan emang :sigh:

serendipity
15-02-2013, 08:34 AM
kalo ngomong tidak di bahasa sehari-hari malah canggung

lebih enak bilang enggak, kesannya akrab

Yuki
15-02-2013, 10:33 AM
kalo pake tidak, kesannya kaya angkuh gitu jika bukan dalam situasi formal

ndugu
15-02-2013, 10:40 PM
Kalo soal tata bahasa yang dipake untuk berita zaman sekarang menurut gw karena lebih dikejar deadline deh, gu. Lah gimana enggak, situs peliput berita macam detiknews itu kan memantau setiap topik berita kemudian diketika dan diunggah dalam hitungan menit. Nah yang gw kuatirkan adalah kalo kata "enggak/gak" ini aja udah baku, maka ke depannya bahasa berita itu jauh akan lebih terkesan informal lagi.

ntah lah, saya merasa itu ngga cukup sebagai pemakluman. :mikir: i'm an avid reader of yahoo news, yang biasanya bersumber dari associated press (AP), maupun sumber2 brita laennya seperti reuters, etc.

once in a while, pasti ada breaking news. dan saat hal demikian terjadi, terutamanya kalo berita mengenal kasus gede, biasa ada berita pendek. kadang cuman beberapa kalimat. dan seiring waktu, sometimes in a matter of minutes, berita dari artikel yang sama dibangun, mungkin menjadi 2-3 paragraf. setelah lebih banyak info dan detail yang masuk, artikel itu dibangun lagi menjadi lebih panjang. sampe akhirnya it became a full fledged article, while maintaining nada resminya throughout. jadi apa yang sudah ditulis sebelumnya tidak langsung dihapus, justru di-recycled bahkan secara verbatim, dan ditambah terus detailnya as it comes in. dan strukturnya pun biasa keliatan, older news ato background info, selalu dimasukin ke artikel juga tapi di paragraf2 akhir. ini yang selalu tidak saya temukan di berita dari media indo karena artikelnya cenderung pendek2, kontennya agak minim, menyebabkan saya kadang harus cari2 artikel laen untuk mengerti latar blakang ceritanya.

seperti kemaren waktu baca2 brita tentang jokowi ahok, membuat saya menyadari bahkan public figures pun memang mempunyai kecenderungan berbicara secara informal juga (seperti video2 pemprov dki di youtube yang pernah saya nonton). dengan struktur kalimat yang bener2 tidak ada sama skali. nothing wrong sih ngomong dengan informal, karena memang demikian orang indo berbicara pada umumnya. cuman, bahasa lisan gini biasa sangat minim tata bahasanya, dan kadang kurang cocok untuk ditulis, at least perlu dihandle dengan sangat hati2. realitanya, quote2 gitu sangat sering diquote secara verbatim oleh media, kadang dengan / tanpa tanda bahasa (? seperti titik ato koma) yang tidak membantu pembaca untuk memahami maksudnya pula, unless pembaca tau bahasa indonesia informal ::elaugh::

noodles maniac
16-02-2013, 05:47 AM
kalo ngomong tidak di bahasa sehari-hari malah canggung

lebih enak bilang enggak, kesannya akrab


kalo pake tidak, kesannya kaya angkuh gitu jika bukan dalam situasi formal

Perspektif bisa beda-beda ya, kalo menurut gw kesan seperti itu muncul karena emang bahasa informal lebih sering digunakan ketimbang bahasa yang formal dalam komunikasi sehari-hari. Gw ketika berhadapan dengan orang yang jauh lebih tua, menggunakan kata "tidak" itu akan lebih sopan ketimbang "enggak/gak", perumpaannya dalam bahasa jawa itu kayak "mboten" yang lebih sopan ketimbang "ora". Kenyataannya gw juga susah sih untuk bilang "tidak" seringnya secara spontan yang keluar yah si "enggak/gak" itu ::hihi::. Kalo ketika ngobrol dengan temen, rekan kerja ato sodara sih gak masalah ngomong pake bahasa informal kan? ;)




seperti kemaren waktu baca2 brita tentang jokowi ahok, membuat saya menyadari bahkan public figures pun memang mempunyai kecenderungan berbicara secara informal juga (seperti video2 pemprov dki di youtube yang pernah saya nonton). dengan struktur kalimat yang bener2 tidak ada sama skali. nothing wrong sih ngomong dengan informal, karena memang demikian orang indo berbicara pada umumnya. cuman, bahasa lisan gini biasa sangat minim tata bahasanya, dan kadang kurang cocok untuk ditulis, at least perlu dihandle dengan sangat hati2. realitanya, quote2 gitu sangat sering diquote secara verbatim oleh media, kadang dengan / tanpa tanda bahasa (? seperti titik ato koma) yang tidak membantu pembaca untuk memahami maksudnya pula, unless pembaca tau bahasa indonesia informal

Nah paragraf ini yang gw akan cermati, bayangkan untuk seorang pemimpin macam Jokowi ato pun pejabat pemerintahan lain ketika diliput oleh media tentu mereka harus mengutip 100% persis dengan yang diucapkan oleh para pejabat itu. Seperti yang lu bilang, mereka ketika diwawancarai oleh wartawan seringnya menggunakan bahasa yang informal, dan bahasa informal ini sebaiknya emang harus dikonversi menjadi bahasa yang formal namun tidak mengurangi esensi dari kata-kata si pejabat. Keahlian si penulis berita emang diperlukan disini. Bukankah seharusnya bahasa yang digunakan para pejabat adalah bahasa formal yah? karena sejatinya kan mereka adalah pemimpin dan contoh/teladan bagi warga masyarakat.

Yuki
16-02-2013, 05:31 PM
ya.....justru untuk jokowi memang bukannya itu yg jadi kelebihannya, apa adanya, termasuk gaya bicaranya

malah bakal jadi kaku seandainya jokowi berbicara seperti gaya sby

ndugu
16-02-2013, 09:05 PM
Bener, gaya bicara mereka yang begitu memang membuat mereka lebih personal, ga ekslusif2 banget. Itu appealnya. Tapi kupikir reporter perlu milah2 quotesnya ya.

noodles maniac
17-02-2013, 06:55 AM
Bener, gaya bicara mereka yang begitu memang membuat mereka lebih personal, ga ekslusif2 banget. Itu appealnya. Tapi kupikir reporter perlu milah2 quotesnya ya.


ya.....justru untuk jokowi memang bukannya itu yg jadi kelebihannya, apa adanya, termasuk gaya bicaranya

malah bakal jadi kaku seandainya jokowi berbicara seperti gaya sby

Iya juga sih, bener ::up:: melihat kondisi sekarang dimana emang susah nyari orang yang jujur dan apa adanya, daripada seorang yang sopan, santun, tutur bahasanya EYD tapi ternyata bastard yang cuma sedang mencitrakan dirinya -_-