PDA

View Full Version : [Berita] - Keroyok Polisi , Petugas Keamanan Bandara Ditangkap -



lily
25-01-2013, 12:56 PM
Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno Hatta menangkap empat petugas security Avsec Bandara Soekarno Hatta yang diduga melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Komisaris Rishian Krisna Budhi, Kepala Unit I Subdit II Dit. Narkoba Polda Banten.

Keempat petugas keamanan bandara tersebut MZ, VH, HR dan ZM hingga saat ini masih dalam pemeriksaan intensif di Polres Bandara Soekarno Hatta. "Mereka dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," ujar Kapolres Bandara Soetta Komisaris CH Patoppoi, Kamis 24 Januari 2013.

Rishian Krisna Budhi, dikeroyok petugas security Avsec sebelum berangkat ke Makasar di Terminal 1A kebarangkatan tepatnya pintu masuk Crew (Penumpang Non Bagasi), Bandara Soekarno-Hatta, Rabu 23 Januari 2013 sore. Akibat pengeroyakan tersebut korban mengalami luka memar pada bagian mata dan wajah, luka lecet pada siku tangan sebelah kanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, kasus pengeroyokan itu, terjadi sekitar pukul 16.15., ketika Rishian hendak terbang ke Makasar dengan menggunakan pesawat Lion Air JT 782. Saat cek in ke counter tiket, Rishan membawa putrinya ke dalam sekaligus melepas rindu karena saat itu hanya dia sendiri yang berangkat. Setelah melakukan cek in, Rishian ingin mengantarkan kembali putrinya keluar menemui istrinya sembari mengambil tas di dalam mobil.

Sebelum keluar, Rishian berpamitan dahulu kepada security senior yang bertugas disitu dan diperkenankan. Sayangnya, empat security lainnya, yaitu berinisial MZ, VH, HR dan ZM tidak mengetahui kalau korban sudah diizinkan keluar. Namun, baru berapa langkah keluar dari pintu masuk, rambut Rishian langsung ditarik petugas security dari Avsec bandara tersebut.

Rishian yang saat itu mengenakan baju preman langsung dikeroyok secara beramai-ramai dan tidak bisa berbuat banyak. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka memar pada bagian mata dan wajah, luka lecet pada siku tangan sebelah kanan. Pengeroyokan itu berhenti setelah dilerai petugas lain. Kasus pengeroyokan ini sempat menjadi perhatian para pengguna jasa penerbangan lain. Rishian yang tidak terima perlakuan para petugas security itu akhirnya melaporkan ke Polres Bandara Soetta.

Dihubungi secara terpisah, Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Haryadi mengaku belum mendapat informasi atas kejadian pengeroyokan itu. "Saya belum tahu karena belum mendapat laporan ada kejadian tersebut, " kata Trisno.

Dia menyatakan terlepas dari hal tersebut ada ketentuan regulasi yang berlaku harus dipatuhi. Bila terjadi pelanggaran baiknya dilakukan dengan tatakrama dan koordinasi serta kompromi. "Kejadian ini mungkin salah paham atau miss komunikasi saja," ujarnya

noodles maniac
25-01-2013, 01:02 PM
Wait... kenapa mesti sampe dikeroyok dan main kasar begitu? dan kenapa perlu 4 orang? cuma gara-gara nganter keluar bandara untuk nganter putrinya? aneh :mikir:

lily
25-01-2013, 01:06 PM
Seorang Perwira Menangah (Pamen) Polri yang bertugas di Polda Banten babak belur setelah dikeroyok oknum petugas security di terminal 1 A keberangkatan domestik Bandara Internasional Soekarno Hatta (bandara Soetta), Tangerang.



Seorang anggota polisi di Polres Bandara Soetta yang enggan disebutkan namanya mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (23/1/2013), sekitar pukul 16.15 WIB.

Berawal ketika korban Kompol Rishian Krisna SH, SIK, MH, Kanit I Subdit II Dit. Narkoba Polda Banten akan berangkat ke Makassar dengan pesawat Lion Air JT. 782.

Untuk sekedar melepas kangen selama bertugas di Makasar, korban sempat membawa masuk putrinya* ke dalam terminal 1 BSH. Namun, saat hendak mengantarkan putrinya kepada sang istri yang menunggu di lobby Terminal 1 A, korban dilarang oleh petugas security.

Saat itu, petugas security tidak mengijinkan korban keluar. Hingga, cek-cok mulutpun terjadi. Mungkin karena emosi, sejumlah petugas security yang bertugas dilokasi langsung mengeroyok Kompol Rishian Krisna.

"Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka memar pada bagian mata dan wajah serta luka lecet pada siku tangan sebelah kanan. Tindak pengeroyokan itu juga terekam CCTV yang terpasang dilokasi itu," ujar anggota polisi yang enggan disebutkan namanya itu lagi, Kamis (24/1/2013).

Selanjutnya, korban dibawa oleh petugas piket Propam ke Mapolresta Bandara Soetta guna membuat laporan dan visum.

Sementara, tak lama setelah kejadian, 4 orang security out sourching PT. Vidya Rejeki Tama yang bertugas dilokasi kejadian langsung diamankan ke Polres Bandara Soetta guna diperiksa lebih lanjut.

Keempat security yang diamankan tersebut masing-masing adalah, MArzatilah (security PT Angkasa Pura (AP) II, Vian Harvinda, Hermansyah dan Zaenal MUtaqie, ketiganya adalah security out sourching PT Vidya Rezeki Tama.

Sayangnya, hingga berita ini disusun, belum didapat konfirmasi langsung, baik dari pihak kepolisian maupun dari pihak PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola bandara.

Sekertaris Perusahaan PT AP II, Trisno Heryadi juga belum berhasil dikonfirmasi. Telepon genggamnya dalam kondisi aktiof namun tidak diangkat.

Delacroix
25-01-2013, 01:37 PM
Pernah ngalamin kejadian di terminal 3 bandara Soeta, seorang bapak berseragam polri bisa ngantar anaknya yang mau terbang ke Bangkok naik Mandala, sampai ke pesawat ::grrr::

Padahal normalnya yang bisa lewat imigrasi kan cuma penumpang dengan tiket + passport::ungg::

itsreza
25-01-2013, 01:41 PM
Petugas sampai lepas kendali dan mengeroyok pasti ada penyebabnya.
Sebelum itu biasanya petugas memberikan teguran - peringatan

lily
25-01-2013, 01:42 PM
Itu bisa diatur.

Kalo pake ID card kerja di area bandara ato di perusahaan pesawat , juga bisa masuk pesawat buat anter kerabatnya.

mbok jamu
25-01-2013, 03:27 PM
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, kasus pengeroyokan itu, terjadi sekitar pukul 16.15., ketika Rishian hendak terbang ke Makasar dengan menggunakan pesawat Lion Air JT 782. Saat cek in ke counter tiket, Rishan membawa putrinya ke dalam sekaligus melepas rindu karena saat itu hanya dia sendiri yang berangkat. Setelah melakukan cek in, Rishian ingin mengantarkan kembali putrinya keluar menemui istrinya sembari mengambil tas di dalam mobil.

Lebay, dia pikir bandara punya nenek moyangnya.

opi77
25-01-2013, 04:05 PM
Masih banyak kok yang lebih parah kaya contoh diatas pake seragam polri masih anterin ampe kedalam pesawat...orang2 gak tau diri emank harus dikasih pelajaran tapi juga gak bisa main pukul aja...salah dua2nya

---------- Post Merged at 04:05 PM ----------

Masih banyak kok yang lebih parah kaya contoh diatas pake seragam polri masih anterin ampe kedalam pesawat...orang2 gak tau diri emank harus dikasih pelajaran tapi juga gak bisa main pukul aja...salah dua2nya

mbok jamu
25-01-2013, 05:04 PM
Iya, makanya biarkan saja sesama mereka adu jotos. Toh kalau rakyat jotos-jotosan, mereka cuma nonton.

noodles maniac
25-01-2013, 07:59 PM
Lebay, dia pikir bandara punya nenek moyangnya.

Iya dan kemudian...


Saat itu, petugas security tidak mengijinkan korban keluar. Hingga, cek-cok mulutpun terjadi. Mungkin karena emosi, sejumlah petugas security yang bertugas dilokasi langsung mengeroyok Kompol Rishian Krisna.

Kayaknya si kompol nyolot juga makanya jadi cekcok dan dikeroyok, hadeuh :capek:

lily
25-01-2013, 09:19 PM
Harusnya sih langsung tunjukin aja ID card dia sebagai polisi.

jojox
26-01-2013, 02:34 AM
biasa kali, soetta itu memang koordinasi 'orang dalam' kental sekale kl masalah akses masuk. kl masalah barang kehilangan, bagasi hilang, hp dompet kecopetan itu ranahnya mafia lokal. udah ada kode etik bagi2 lahan disitu. biasa. dari yg jaga toilet, stand counter, kopi termos, catut tiket, cek bagasi, ground crew, security ring 1-4, anak2 maskapai, smuanya dapat 'jatah hidup' informal lah.

jamannya om gw security disitu, nganter org 10+ ke bandara internasional sampe gate jg gak masalah.
memang kudu ama yg berseragam supaya dapet fasilitas jabatan. sorry, tpi emang kek gitu di soetta.
biasanya tergantung komandannya kek gimana, security soetta mmg rada (dan kudu) resek ma aparat yg lain. ::hihi::

opi77
26-01-2013, 09:33 AM
Yang salah sich yang kasih izin masuk anaknya ampe ke kawasan cek in...orang abis cek in mo keluar ke lobby lagi kan biasanya bisa...kok malah dilarang yah...

noodles maniac
26-01-2013, 09:37 AM
biasa kali, soetta itu memang koordinasi 'orang dalam' kental sekale kl masalah akses masuk. kl masalah barang kehilangan, bagasi hilang, hp dompet kecopetan itu ranahnya mafia lokal. udah ada kode etik bagi2 lahan disitu. biasa. dari yg jaga toilet, stand counter, kopi termos, catut tiket, cek bagasi, ground crew, security ring 1-4, anak2 maskapai, smuanya dapat 'jatah hidup' informal lah.

jamannya om gw security disitu, nganter org 10+ ke bandara internasional sampe gate jg gak masalah.
memang kudu ama yg berseragam supaya dapet fasilitas jabatan. sorry, tpi emang kek gitu di soetta.
biasanya tergantung komandannya kek gimana, security soetta mmg rada (dan kudu) resek ma aparat yg lain. ::hihi::

Ciyus? Miapah? Di bandara Soetta doang atau di bandara lain juga gitu bro? Nrurah Rai mungkin? ::ungg::

Jadi kalo ada barang kita ketinggalan/hilang di bandara, gak bakal ketemu/dibalikin ya? :tanya:

lily
26-01-2013, 09:43 AM
Kalo di airport Juanda Surabaya , bisa pake ID card + uang.

Kalo di Soetta , setau saya , pake ID card + koneksi orang dalem udah lolos.

Kebetulan saya juga kenal ama security di bagian internasional.

---------- Post Merged at 09:43 AM ----------

Oya just info... Sekarang security disana , lagi kumpulin 1 koin untuk 1 tersangka , buat bayar pengacara.

opi77
26-01-2013, 11:58 PM
Tersangka kena batunya..mereka kira cuma orang awam aja jadi main hajar ternyata pamen...sekarangasti nyesel banget tuch....

jojox
28-01-2013, 03:50 PM
Ciyus? Miapah? Di bandara Soetta doang atau di bandara lain juga gitu bro? Nrurah Rai mungkin? ::ungg::

Jadi kalo ada barang kita ketinggalan/hilang di bandara, gak bakal ketemu/dibalikin ya? :tanya:

c1yuz, masyo Alloh, di soetta memang gitu noodle.
di t4 laen who knows. biasanya seh jg kode etik lokal yg dipake, jdi memang security lokal yg kudunya paling dianggap kuasa.
om gw tuh negur jendral bawa beceng masuk gate, yg terjadi malah dpt respek plus salam tempel cepek.

bagasi gw pernah ketuker di soetta, gw anterin balik, tnyata masih utuh jg. Secara gw masih pake ID kantor dan kebetulan baju mirip setelan pilot. hahahaha . Crew maskapai cupu cuman iya, pak, siap. maaf merepotkan.... ::ngakak2:: pdahal gw yg salah ambil bagasi.

loe bisa klaim bagasi kehilangan di konternya. Modusnya, loe ntar di 'pandu' ama kru. Kru ini akan kasih nomor hp pribadinya dan dikasih tahu jangan kontak yg lain, tapi cuman nomor/kru ini sendiri. Artinya, loe kyk pelanggan setianya dia. Dia akan fasilitasi cari sana sini. Begitu selesai dapat barang. Hukum wajibnya yho..salam tempel amplop 50-100an lah.

opi77
28-01-2013, 03:59 PM
soetta udah penuh dengan mafia...

lily
28-01-2013, 04:05 PM
kakak cari kenalan orang dalem aja...

syukurlah saya ga pernah kehilangan apa - apa disana , pernah sih tungguin bagasi doang ga keluar - keluar , padahal bagasi semua orang udah keluar. :nangis2:

noodles maniac
28-01-2013, 07:01 PM
c1yuz, masyo Alloh, di soetta memang gitu noodle.
di t4 laen who knows. biasanya seh jg kode etik lokal yg dipake, jdi memang security lokal yg kudunya paling dianggap kuasa.
om gw tuh negur jendral bawa beceng masuk gate, yg terjadi malah dpt respek plus salam tempel cepek.

bagasi gw pernah ketuker di soetta, gw anterin balik, tnyata masih utuh jg. Secara gw masih pake ID kantor dan kebetulan baju mirip setelan pilot. hahahaha . Crew maskapai cupu cuman iya, pak, siap. maaf merepotkan.... ::ngakak2:: pdahal gw yg salah ambil bagasi.

loe bisa klaim bagasi kehilangan di konternya. Modusnya, loe ntar di 'pandu' ama kru. Kru ini akan kasih nomor hp pribadinya dan dikasih tahu jangan kontak yg lain, tapi cuman nomor/kru ini sendiri. Artinya, loe kyk pelanggan setianya dia. Dia akan fasilitasi cari sana sini. Begitu selesai dapat barang. Hukum wajibnya yho..salam tempel amplop 50-100an lah.

My God... ternyata seperti itu ::takmungkin::

Thanks FYI jojox :jempol: