lily
21-12-2012, 02:19 PM
Porcupine dan istrinya adalah sepasang suami istri yang sudah berusia lanjut. Suatu hari, mereka makan malam di rumah teman mereka.
Setelah selesai makan, para istri meninggalkan meja dan menuju ke dapur.
Para suami mengobrol dan Porcupine berkata, "Tadi malam kami makan di sebuah restoran baru, dan masakannya sungguh luar biasa enaknya. Saya sangat menganjurkan kamu dan istrimu mencoba makanan di restoran itu!"
Giku bertanya, "Apa nama restoran itu?"
Porcupine berpikir sejenak sambil mengerutkan dahinya, sampai akhirnya berkata, "Apa, ya? Ahhhh ..., apa nama bunga berwarna merah yang sering kau berikan kepada istrimu?"
"Anyelir," jawab Giku.
"Bukan, bukan, bukan itu yang aku maksud, tapi yang satunya lagi!" bantah Porcupine.
Giku mencoba lagi menjawab, "Kembang Sepatu?"
"Bukannnnn!!!" kata Porcupine sambil terus mengingat-ngingat. "Bunga itu ... berwarna merah dan ada durinya!"
Giku menjawab, "Ohhh ... yang kau maksud Mawar?"
"Ya ... Ya ... itu dia! Terima kasih banyak!!" kata Porcupine, sambil tiba- tiba menoleh ke arah dapur dan berteriak, "Mawar! Tadi malam kita makan di restoran apa?"
Setelah selesai makan, para istri meninggalkan meja dan menuju ke dapur.
Para suami mengobrol dan Porcupine berkata, "Tadi malam kami makan di sebuah restoran baru, dan masakannya sungguh luar biasa enaknya. Saya sangat menganjurkan kamu dan istrimu mencoba makanan di restoran itu!"
Giku bertanya, "Apa nama restoran itu?"
Porcupine berpikir sejenak sambil mengerutkan dahinya, sampai akhirnya berkata, "Apa, ya? Ahhhh ..., apa nama bunga berwarna merah yang sering kau berikan kepada istrimu?"
"Anyelir," jawab Giku.
"Bukan, bukan, bukan itu yang aku maksud, tapi yang satunya lagi!" bantah Porcupine.
Giku mencoba lagi menjawab, "Kembang Sepatu?"
"Bukannnnn!!!" kata Porcupine sambil terus mengingat-ngingat. "Bunga itu ... berwarna merah dan ada durinya!"
Giku menjawab, "Ohhh ... yang kau maksud Mawar?"
"Ya ... Ya ... itu dia! Terima kasih banyak!!" kata Porcupine, sambil tiba- tiba menoleh ke arah dapur dan berteriak, "Mawar! Tadi malam kita makan di restoran apa?"