PDA

View Full Version : Sistem Perpolitikan Amerika Serikat



danalingga
17-09-2012, 12:15 PM
Ini thread kepikiran karena baca thread sebelah.

Benar memang peta perpolitikan Amerika Serikat itu dikuasai
oleh dua partai -- republik dan demokrat. Mungkin dianggap
nggak demokratis yak.

Tapi gue agak kagum juga sama mereka, soale tidak selalu
kebijakan salah satu partai pasti bulat ditolak partai lain.
Jadi masih dimungkinkan lobi-lobi untuk meyakinkan kubu
lawan agar mendukung kebijakan mereka.

Bahkan untuk parlemen yang sekarang (CMIIW) dikuasai republik,
tapi kebijakan partai demokrat (pemerintahan obama) tetap ada
yang bisa jalan atau menang.

Gimana kesan teman2 tentang sistem perpolitikan AS tersebut?
Sharing-sharing dunk.

meliakh
17-09-2012, 01:33 PM
sistem pemilunya yang wa ga mudeng...
pake delegates (?) jadi yang jumlah vote nya lebih banyak lom tentu menang (?)

ndugu
17-09-2012, 01:58 PM
danalingga: itu memang 2 partai utama. ada partai laen lagi yang namanya libertarian yang kadang kala terdengar :cengir: ato politician tanpa partai (independent). cuman dominannya memang ya 2 partai ini aja. sekilas terdengar memang kedengaran kontradiktif. not quite a democracy kalo cuman 2 partai aja :cengir: kalo mo bikin partai sendiri sih bisa2 aja, cuman biasa ya ga kedengaran, tenggelam di antara 2 dinosarus ini.

sistem ini ada pro dan connya. kadang kedua partai memang harus bekerja sama, dibikin sub-komite bipartisan / member dari dua partai untuk menjembatani masalah perbedaan pendapat dan mencari compromise saat membuat peraturan baru. itu idealnya. tapi kenyataan juga tidak selalu demikian. kadang mereka juga sengaja memakai taktik filibuster (taktik "ngambek" menurutku) untuk agenda masing2. kadang kedua partai ini terlalu ekstrim ke masing2 prinsip mereka, dan susah diajak kompromi.

meliakh: maksudnya electoral votes? ::elaugh:: bener. electoral votes yang menentukan kemenangan presiden. bukan popular. berlawanan dengan logika memang :cengir:

itu yang terjadi di pemilu 2000 waktu itu. waktu itu antara george bush (republikan) dan al gore (demokrat). si al gore memenangi popular votes (suara terbanyak kalo dilihat dari jumlah votes dari para voters secara nation wide), tapi bush memenangi electoral votes (berdasarkan states, di mana setiap states sudah ada jumlah suara vote yang ditentukan)

danalingga
17-09-2012, 02:36 PM
Saya denger2 dulu pas UU Kesehatan yang baru alot juga tuh.
Nggak tahu akhirnya gimana sampai bisa lolos juga.

hktoyshop
17-09-2012, 07:36 PM
berseteru,tapi kalo masalah kebijakan bisa akur ya..
bagus sich,daripada di indonesia,yang koalisi tapi tetep nusuk dari belakang..

ndugu
17-09-2012, 11:07 PM
well, jujurnya sih ngga selalu akur :cengir:
cukup sering saling brantem dan attack2an juga
katanya dunia politik amrik skarang justru semakin polarizing (masing2 partai semakin jauh ke ekstrim). padahal akan lebih mudah akur dan berkompromi kalo seandainya dua partai berusaha untuk ke tengah.

kandalf
17-09-2012, 11:55 PM
@Meliakh
Electoral Votes itu sebenarnya peninggalan dari zaman dahulu karena Amerika Serikat itu awalnya negara-negara bagian yang sudah memiliki kestabilan sistemnya sendiri yang kemudian memutuskan meninggalkan pemerintah kolonial mereka dan bergabung membentuk negara baru. Seingatku agak-agak tricky menjaga keseimbangannya dan keseimbangannya pernah hancur persis sebelum masa Lincoln ketika negara-negara bagian seperti California memutuskan bergabung dengan Amerika Serikat.

Koreksi kalau gue salah,
intinya sih, supaya negara bagian yang penduduknya banyak tidak bisa semena-mena menentukan kebijakan nasional.

Jadi kalau diasumsikan negara Amerika Serikat itu Indonesia misalnya, sistemnya itu untuk mencegah supaya propinsi-propinsi di Jawa yang padat, tidak mutlak menentukan kemenangan. Jadi misalnya total electoral vote di Pulau Jawa ada 30 (karena populasinya banyak), sementara di Irian, total electoral vote-nya 5, di Maluku 5, di Sulawesi 10, di Nusa Tenggara dan Bali dan sekitarnya 5 dan di Kalimantan 10, seorang kandidat tidak bisa berpuas diri di Pulau Jawa tetapi harus juga meraih mayoritas di Maluku, Irian, Sulawesi, dll.

Koreksi kalau aku salah, nDugu.


Oh iya,
Partai Republik dan Partai Demokrat sendiri, sebenarnya yang paling tua itu Partai Demokrat lho. Partai Republik itu baru ada beberapa tahun sebelum Lincoln terpilih. Sebelumnya, yang ada itu Partai Whig. Cuma karena ada ketidaksesuaian antara pengurus partai Whig yang lama, akhirnya pecah dan pecahannya mendirikan Partai Republik dan salah satu yang aktif adalah Lincoln.

Seperti yang dibilang nDugu, sebenarnya sih, ada partai-partai lain selain dua partai itu, tetapi tenggelam.

meliakh
18-09-2012, 12:26 AM
Partai Republik dan Partai Demokrat sendiri, sebenarnya yang paling tua itu Partai Demokrat lho.

holy... trus istilah GOP kudunya buat demokrat dong?
soal demokratis engganya, apa kaitannya sama jumlah partai?
2 partai di US imho lebih keliatan bedanya daripada ratusan partai di indo
identitasnya ndak menonjol, save for one or two

kandalf
18-09-2012, 12:43 AM
holy... trus istilah GOP kudunya buat demokrat dong?

Nah itu dia anehnya.
Demokrat lebih tua, tahun 1832. Partai Republik tahun 1850.
Tapi baca sejarahnya di tahun 1860-an, yang dijuluki GOP itu Partai Demokrat. Di tahun 1870-an, baru Partai Republik yang dijuluki GOP.

Bingung, kan? Hihihihihihihi...

Saus kacang:
http://www.washingtontimes.com/blog/robbins-report/2011/oct/4/grand-old-party-democrats/

ndableg
18-09-2012, 01:22 AM
soal demokratis engganya, apa kaitannya sama jumlah partai?
2 partai di US imho lebih keliatan bedanya daripada ratusan partai di indo
identitasnya ndak menonjol, save for one or two

Logikanya.. kalo murni demokrasi ya partainya banyak, karena dgn mudah orang bisa membuat partai mgk dgn syarat sekian pendukung. Kalo hanya dua, menurut gw, ada dua kemungkinannya, pertama, dilarang/adanya pembatasan2 alias dihalang2i alias demokrasi palsu atau kedua, partai/calon pendiri partai sudah (merasa) ga mungkin dapet dukungan lagi.

Ratusan partai di indo jelas wujud demokrasi murni, karena itu tandanya tidak ada syarat macem2 shg siapa pun yg punya pendukung bisa membuat partai politik dan bisa ikut serta dalam pemilu. Kalo banyaknya partai dianggap sbg demokrasi yg tidak dewasa atau acak2an, berarti negara belanda (yg besarnya tidak ada 1/4 nya indo) yg partai besarnya ada 12 (eksklusip partai2 gurem) juga ga dewasa dong.. Apalagi ada partij voor de dieren (partai untuk binatang). Sedangkan partai kristen ada 2, nasionalis sekian, dan sosialis sekian (artinya ada bbrp partai yg sama yg mengusung hal yg sama, spt di indonesia)

Ngomong2, kata2 demokrasi tidak ditemukan dimana pun dalam konstitusi amerika.. Jadi tidak ada disebutkan bahwa amerika adalah negara demokrasi. Begitu pula dgn indonesia.. Bapak2 pendiri/penyusun konstitusi nasional tidak pernah menyebutkan indonesia adalah negara demokrasi... Yg ada permusyawaratan (tidak disebut pemvotingan). Silakan cari2 kata2 demokrasi dalam konstitusi indonesia (UUD45) dan dasar negara indonesia.

startsmart
18-09-2012, 02:28 AM
Kenapa di USA partai yg menonjol hanya ada 2?

Penyababnya hanya satu, Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mereka menerapkan hukum diantara mereka secara adil dan transparan. Sehingga siapa saja ketika melakukan pelanggaran hukum meski itu seorang presiden, bisa di tindak. Makanya orang malas buat partai lain, karena orang2 yg ada di partai2 yg ada, tindak tanduknya masih dalam track yg benar, kalau mereka tdk benar, banyak korup2nya gitu.. aku yakin akan terjadi ketidakpuasan rakyat USA terhadap partai2 yg ada.. dan untuk melawan ketidakpuasan mereka ya maka sebagian dari mereka pasti akan membuat partai baru untuk melawan partai2 yg penuh dengan koruptor itu. Dengan begitu maka akan muncullah partai2 baru yg menyongsong semangat bersih dari korupsi.

LIhat aja di Indonesia, kenapa banyak partai? karena orang tdk percaya dengan partai yg ada. Dalam kepala banyak orang, partai orang yg ada itu isinya maling dan perampok berkerah putih semua. Lalu sebagian orang yg tdk puas mendirikanlah partai baru dengan semangat bersih dari korupsi.. sayangnya... yg semangat anti korupsi hanya 1-2 orang saja.. yg lain.. wuih.. maling semua ternyata.. cuma belum ada kesempatan aja.. tetapi begitu masuk sistem... tempat menyalurkan kotoran mereka pun mereka korup.. lihat aja para anggota hewan (ups.. Dewan maksudnya :D) di senayan.. apa sih yg tdk korup.. termasuk di lingkaran Istana.. apa sih yg tdk dijadikan lahan korup ?

ndableg
18-09-2012, 02:59 AM
Anehnya kenapa demokrasi dipake lagi? Demokrasi yg sekarang kan peninggalan yunani kuno, kemudian kerajaan Roma, dimana negara2 tsb berakhir sudah mengenaskan. Bahkan Socrates pun yg katanya bapak filosofi orang eropa mengkritisi habis demokrasi.. sampe dihukum mati tuh.. Apalagi muridnya, plato. Mereka tau tuh apa kelemahan2 sistem demokrasi.

startsmart
18-09-2012, 03:09 AM
Anehnya kenapa demokrasi dipake lagi? Demokrasi yg sekarang kan peninggalan yunani kuno, kemudian kerajaan Roma, dimana negara2 tsb berakhir sudah mengenaskan. Bahkan Socrates pun yg katanya bapak filosofi orang eropa mengkritisi habis demokrasi.. sampe dihukum mati tuh.. Apalagi muridnya, plato. Mereka tau tuh apa kelemahan2 sistem demokrasi.
Apa pun idiologi sistem sebuah pemerintahan tanpa penegakan hukum yg adil dan transparan adalah omong kosong.

Banyak tuh negara yg pakai sistem Demokrasi damai2 aja... tdk masalah.. kenapa? krn penegakan hukumnya adil dan transparan.. coba hukum korup seperti di Indonesia, biar pun ada Nabi pakai syariat tapai penagakan hukumnya tdk adil, ya kacau jg.

Cina komunis, tapi kenap tetap bisa maju dan secara umum msyarakatnya damai? bukan karena komunisnya yg buat cina maju dan damai, tetapi karena hukum yg ada di Cina tdk pandang bulu dan transparan. Siapa aja yg melakukan kejahatan dan pelanggaran hukum di tindak.

Yuki
18-09-2012, 03:15 AM
haha saya setuju dengan ndableg mengenai demokrasi

memang saya juga merasa aneh, istilah demokrasi ini sekonyong-konyong muncul begitu saja, kalo tidak salah pokoknya sekitar tahun 80-an deh, saya masih ingat betul ketika rezim orba tiba-tiba memunculkan istilah demokrasi pancasila

yg saya rasakan, sejak berakhirnya perang dunia kedua, tidak ada satupun negara di dunia ini yg menyebut-nyebut mengenai demokrasi, kok tiba-tiba istilah ini bisa muncul

ndableg
18-09-2012, 03:59 AM
Ada hantu mas...

TheCursed
18-09-2012, 04:01 AM
Ada joke soal demokrasi.

The People's Republic Of Tyranny will call itself the People's Republic. If they are really evil and oppressive, the Democratic People's Republic.

Nagara kita namanya Republic of Indonesia... mungkin masih ada harapan. :D

ndableg
18-09-2012, 04:02 AM
Banyak tuh negara yg pakai sistem Demokrasi damai2 aja... tdk masalah.. kenapa? krn penegakan hukumnya adil dan transparan.. coba hukum korup seperti di Indonesia, biar pun ada Nabi pakai syariat tapai penagakan hukumnya tdk adil, ya kacau jg.

Memakai sistem demokrasi itu belum tentu negara demokrasi.. Yg jelas negara2 itu adalah negara hukum dan konsekuen memegang hukumnya.


Cina komunis, tapi kenap tetap bisa maju dan secara umum msyarakatnya damai? bukan karena komunisnya yg buat cina maju dan damai, tetapi karena hukum yg ada di Cina tdk pandang bulu dan transparan. Siapa aja yg melakukan kejahatan dan pelanggaran hukum di tindak.

Nah ente tau tuh..
Makanya.. ada apa amerika musti ngebamngebom negara orang utk promosi demokrasi?

ndableg
18-09-2012, 04:06 AM
Ok.. utk kesekian kalinya gw kasih video ttg pendidikan politik.. mudah2an ditonton.. mudah2an masih mind blowing..

http://www.youtube.com/watch?v=eUm3IPVQcFQ

kandalf
18-09-2012, 04:06 AM
Demokrasi = dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.
Tetapi semua sistem akan mengatakan demokrasi.

Partai Komunis di Tiongkok mengatakan sistem mereka adalah demokrasi sosialis.
Bung Karno mengatakan sistemnya adalah demokrasi terpimpin.
Orde Baru mengatakan demokrasi pancasila.

Tapi pada dasarnya,
Demokrasi merujuk pada sistem di Athena di masa Solon, sebagai antitesis dari sistem lainnya seperti Sparta di mana pemerintahannya ditentukan oleh raja.
Tentu saja, sistem Athena saat ini biasanya disebut demokrasi langsung dengan kelemahan seperti tidak memasukkan wanita dan budak sebagai warga negara.

Nah,
Republik = pemerintah adalah urusan publik.
Aku mencoba googling sekilas perbedaan antara republik dan demokrasi dan kayaknya semua perbedaan itu cuma dibuat2 oleh politikus zaman sekarang.
Istilah republik sendiri mulai populer di abad pertengahan walaupun istilah ini pertama muncul di masa Romawi dan disebut-sebut oleh Cicero.

Masa Republik kerajaan Romawi sendiri diawali dari pemberontakan rakyatnya ketika seorang wanita bernama Lucretia diperkosa pangeran dan membuat rakyat Roma marah dan menjatuhkan kerajaan Romawi.

Tapi sekali lagi, toh, nyatanya Tiongkok mengklaim dirinya sebagai Republik.


Jadi istilah demokrasi berasal dari Yunani, merujuk pada Athena di mana saat itu setiap keputusan publik dilakukan berdasarkan rapat terbuka. Socrates pun dihukum mati oleh 30 juri yang dipilih melalui rapat publik seperti ini.

Istilah republik muncul di masa Romawi yang sistemnya lebih terasah daripada sistem Athena di mana setiap warga negara didefinisikan dan setiap hak-haknya juga diketahui. Bahkan ketika Romawi kelak berubah menjadi kekaisaran mulai dari masa Kaisar Agustus, sistem senat yang dipilih masih dipertahankan dan perlindungan terhadap hak-hak warga negara juga masih dipertahankan.

Nah,
baik di konstitusi Amerika maupun di UUD 1945, bentuk pemerintahan adalah republik. Kurasa ini merujuk pada Romawi di mana ada sistem pemilihan perwakilan (senat) dan adanya perlindungan terhadap hak-hak warganegara.

Tetapi para Bapak Bangsa baik Soekarno, Hatta, Sjahrir, juga menyebut kata demokrasi dalam debat-debat mereka, dalam naskah-naskah tulisan mereka.

Seingatku,
di versi Hatta, ketika ia menyebut 'demokrasi', ia tidak merujuk pada Athena, tetapi merujuk pada demokrasi desa ala Indonesia (kurasa maksudnya suku Minang) di mana semua pendapat harus diterima dan dirembukkan dan sebuah keputusan hanya boleh lahir bila sudah ada kerelaan dari semua pihak yang terlibat. Itulah sebabnya ada kata 'mufakat'.


Kalau dari cerita Uda,
di Minang, bahkan untuk merenovasi rumah gadang keluarga, harus melalui rapat musyawarah semua anggota keluarga. Satu sahaja urang tidak setuju maka renovasi tidak jadi dilakukan. Kadang-kadang alasannya pun aneh-aneh seperti "paku ini dahulu saya yang pasang".

(double post)

startsmart
18-09-2012, 04:11 AM
Memakai sistem demokrasi itu belum tentu negara demokrasi.. Yg jelas negara2 itu adalah negara hukum dan konsekuen memegang hukumnya.



Nah ente tau tuh..
Makanya.. ada apa amerika musti ngebamngebom negara orang utk promosi demokrasi?

terus kenapa nyalahin demokrasinya? bukan nyalahin rakyatnya yg takut menegakkan hukum ?

Soal amerika ngebom negara2 lain dengan kedok Demokrasi... semua orang tahu kale... kebusukan USA, perang adalah dagangan utama mereka yg dibungkus demokrasi dan HAM. sama seperti partai2 Islam di Indonesia yg dukung foke... motif mereka duit yg disamarkan dengan kata2 dana dakwah dan dibungkus dengan ayat2 yg suci Al Quran yg dilarnag memilih orang kafir jadi pemimpin.

Tidak ada yg salah dengan Demokrasi, yg salah itu manusia yg bodoh dalam menegakkan aturan secara adil.

Andai saja amerika tdk pakai Demokrasi, udah perang saudara mereka.. justru karena mereka demorkasilah USA itu kuat dan sangat kuat...

TheCursed
18-09-2012, 04:17 AM
Dan gue sendiri percaya bahwa sistem politik terbaik adalah Pure Anarchy.
Nggak ada yang jadi pimpinan, semua peraturan di jalankan berdasarkan kesepakatan bersama.
:D

startsmart
18-09-2012, 04:21 AM
Dan gue sendiri percaya bahwa sistem politik terbaik adalah Pure Anarchy.
Nggak ada yang jadi pimpinan, semua peraturan di jalankan berdasarkan kesepakatan bersama.
:D
lah, Demokrasi, Komunis, Syaraiat Islam itu bukan aturan apa?

Itu semua kan aturan, tata cara penyaluran aspirasi politik yg berbeda-beda bentuk tetapi pada prinsipnya aturan2 itu diciptakan untuk menciptakan sebuah keadilan bagi para penganutnya.

Nah, ketika aturan2 itu sudah disepakati bersama dan ada orang yg melakukan kecurangan dalam berpolitik, maka jika tidak ada penindakan bagi para pelaku yg curang dalam berpolitik, maka udah pasti kekacauan terjadi seperti di Indonesia ini.

TheCursed
18-09-2012, 04:33 AM
...
Nah, ketika aturan2 itu sudah disepakati bersama dan ada orang yg melakukan kecurangan dalam berpolitik, maka jika tidak ada penindakan bagi para pelaku yg curang dalam berpolitik, maka udah pasti kekacauan terjadi seperti di Indonesia ini.

Agree.
Dengan pernyataan gue sebelumny, gue cuma mau bilang, bahkan Pure Anarchy pun bisa jalan kalo point yang lu bilang ini di laksanakan. :D

ndableg
18-09-2012, 06:23 AM
Republik = pemerintah adalah urusan publik.
Aku mencoba googling sekilas perbedaan antara republik dan demokrasi dan kayaknya semua perbedaan itu cuma dibuat2 oleh politikus zaman sekarang.

Dalam video dijelaskan perbedaannya.
Kalo ada seorang penjahat tertangkap lalu diadili.
System demokrasi: Diambil suara terbanyak, mayoritas mendukung dia dihukum mati maka keputusan ditangan mayoritas.
System republik: Datang seorang sheriff, suara terbanyak tidak bisa menjamin keadilan. Menurut hukum tertuduh memiliki hak utk membela diri didepan pengadilan. Menurut hukum (amerika) keputusan ditangan juri yg tidak punya kepentingan dlm kasus ini.

Dalam video pun ditegaskan bahwa Demokrasi ini adalah kondisi politik dari republik menjadi oligarki atau aristokrasi. Jadi seperti awalnya kerajaan roma yg berawal dgn republik sampai berevolusi menjadi demokrasi di mana akhirnya para mafia2 kaya lah yg berkuasa karena mereka bisa membeli rakyat, shg pada akhirnya menjelma menjadi oligarki yg berbuntut pada kehancuran.

Gw mau menunjukkan bahwa usaha amerika menyebarkan demokrasi adalah utk membentuk negara2 yg dikuasai oleh mafia2. Spt indonesia.. liat aja pemilik2 partai.. apa ga kaya godfather semua itu gayanya?

kandalf
18-09-2012, 08:06 AM
Gue juga baca itu di beberapa artikel hasil googling.

Masalahnya, Bleg,
gue kagak ngerasa definisi demokrasi dan republik di video elu, dan di artikel2 yang gue baca tadi tepat.

Setahu gue, kagak ada kewajiban sebuah negara republik untuk melindungi hak-hak rakyatnya. Republik hanya dilihat dari siapa yang memegang kekuasaan.
Makanya ada istilahnya Constitutional Republik, Republik berdasarkan konstitusi.


Begitu juga dengan demokrasi,
kagak ada kewajiban bahwa demokrasi harus benar-benar mayoritas masyarakat untuk setiap keputusan. Paling jelas adalah kasus Socrates. Yang memutuskan Socrates harus dihukum mati adalah juri. Yang memilih jurinya adalah rakyat. Dan Sokrates pun juga punya hak membela diri dan dia menggunakan haknya di pengadilan.

Kalau di versinya Machiavelly,
Republik itu bisa berupa aristokrasi, bisa juga berupa demokrasi. Jadi bukan kebalikannya, demokrasi adalah hasil dari republik menjadi oligarki dan aristokrasi. Dan seingatku, oligarki dan aristokrasi jelas bukan demokrasi.

Demokrasi sendiri bisa menjelma menjadi:
1. anarki alias tanpa pemerintahan sama sekali, atau
2. mobocracy

Yang disebutkan sebagai 'mayoritas' yang tidak memperdulikan hak warga negara, adalah mobocracy, bentuk menyimpang dari demokrasi, bukan demokrasi itu sendiri.

---------- Post Merged at 08:06 AM ----------

Makanya ada istilah demokrasi sosialis, yakni demokrasi yang tidak hanya di tatar politik tetapi juga di tatar ekonomi.

purba
18-09-2012, 08:14 AM
Dalam video dijelaskan perbedaannya.

Ane menerima penjelasan kandalf ttg demokrasi dan republik. Ente seharusnya mengkritisi penjelasan video tsb, bukan malah menelannya mentah2. :))



Kalo ada seorang penjahat tertangkap lalu diadili.
System demokrasi: Diambil suara terbanyak, mayoritas mendukung dia dihukum mati maka keputusan ditangan mayoritas.
System republik: Datang seorang sheriff, suara terbanyak tidak bisa menjamin keadilan. Menurut hukum tertuduh memiliki hak utk membela diri didepan pengadilan. Menurut hukum (amerika) keputusan ditangan juri yg tidak punya kepentingan dlm kasus ini.


Ya sama aje tong... Kalo republik ngandelin juri buat menghukum seseorang, itu artinya ngambil suara terbanyak juga.



Dalam video pun ditegaskan bahwa Demokrasi ini adalah kondisi politik dari republik menjadi oligarki atau aristokrasi. Jadi seperti awalnya kerajaan roma yg berawal dgn republik sampai berevolusi menjadi demokrasi di mana akhirnya para mafia2 kaya lah yg berkuasa karena mereka bisa membeli rakyat, shg pada akhirnya menjelma menjadi oligarki yg berbuntut pada kehancuran.

Apapun sistemnya, namanya saja mafia. Mo monarki atau demokrasi, mafia selalu menyusup ke pusat kekuasaan. Dlm sistem monarki, mafia jadi penjilat puantat raja. Dlm demokrasi, mafia melancarkan politik uang, misalnya. Apalagi demokrasi di negara yg rakyatnya banyak yg jumud kayak Indonesia, mafia arab merajalela.



Gw mau menunjukkan bahwa usaha amerika menyebarkan demokrasi adalah utk membentuk negara2 yg dikuasai oleh mafia2. Spt indonesia.. liat aja pemilik2 partai.. apa ga kaya godfather semua itu gayanya?

Lha Amrik juga mempertahankan kerajaan Saudi. Kenapa? Kepentingannya terjamin. Di Indonesia banyak pemimpin partai kayak godfather karena kultur Indonesia yg masih kuat paternal.

Demokrasi secara konsep, sudah paling baik di antara yg ada. Jangan gara2 ada maling di negara demokrasi, trus ente bilang demokrasi-nya yg salah. Kebiasaan nyalahin Yahu.. eh orang lain seh...

:))

danalingga
18-09-2012, 10:25 AM
terus kenapa nyalahin demokrasinya? bukan nyalahin rakyatnya yg takut menegakkan hukum ?

Soal amerika ngebom negara2 lain dengan kedok Demokrasi... semua orang tahu kale... kebusukan USA, perang adalah dagangan utama mereka yg dibungkus demokrasi dan HAM. sama seperti partai2 Islam di Indonesia yg dukung foke... motif mereka duit yg disamarkan dengan kata2 dana dakwah dan dibungkus dengan ayat2 yg suci Al Quran yg dilarnag memilih orang kafir jadi pemimpin.

Tidak ada yg salah dengan Demokrasi, yg salah itu manusia yg bodoh dalam menegakkan aturan secara adil.

Andai saja amerika tdk pakai Demokrasi, udah perang saudara mereka.. justru karena mereka demorkasilah USA itu kuat dan sangat kuat...

Lagian USA itu kelihatan "jahat" kan kalo ke luar. Kalo ke rakyatnya sih masih fine-fine aja aku lihat.

Harusnya sih negara begitu, mementingkan kepentingan dalam negrinya dibanding negara lain.
Walau idealnya sih menjaga segala kepentingan, tapi yang ideal biasanya susah diwujudkan.

TheCursed
18-09-2012, 10:29 AM
... mafia arab merajalela. ...

Actually, buat Indonesia, no.
Beberapa tahun yang lalu, ada yang cerita di KG kalo yang megang Indonesia itu bukan mafia arab. Kebetulan beliau sendiri kenal langsung dengan orang2 dunia ini.

.... dan lagian, mafia arab ? Mana efektif ? ;D

ndugu
18-09-2012, 11:23 AM
intinya sih, supaya negara bagian yang penduduknya banyak tidak bisa semena-mena menentukan kebijakan nasional.

bener, cara kerja electoral votes seperti yang kamu deskripsikan
saya ga mendalami dunia politik dan sejarah politik amrik, dan kalo bener ini memang alasannya, saya bisa mengerti, terutama kalau dipandang dari perspektif jaman dulu.

saya melihat sistem electoral college ini hasil peninggalan jaman dulu. Untuk jaman skarang ato kedepannya, saya pribadi merasa cara electoral ini ga sesuai jaman. jumlah penduduk di states kan bisa aja berubah2. apa dan siapa yang menentukan jumlah electoral votes per state itu? :cengir: prasaan jumlah electoral vote per state itu dari dulu ga berubah2 (cmiiw), sampe skarang masi dipake aja hasil warisan jaman dulu. ::elaugh:: apakah electoral votes itu masih nge-represent sesuai jumlah penduduk dengan benar? saya meragukannya.

ntah lah, i'm no political pundit, cuman dari pengertianku yang dangkal mengenai dunia politik amrik ini, sistem ini melawan logika buatku. :cengir: ini komen saya aja sih sebagai outsider :cengir:


Logikanya.. kalo murni demokrasi ya partainya banyak, karena dgn mudah orang bisa membuat partai mgk dgn syarat sekian pendukung. Kalo hanya dua, menurut gw, ada dua kemungkinannya, pertama, dilarang/adanya pembatasan2 alias dihalang2i alias demokrasi palsu atau kedua, partai/calon pendiri partai sudah (merasa) ga mungkin dapet dukungan lagi.
amrik bebas kok bikin partai. selain 2 partai itu, masi ada kok partai2 laen. kamu mo bikin juga bisa :cengir:
masalahnya 2 partai ini statusnya sudah cukup well-established, sudah berdiri sejak dulu, dan posisinya sudah solid. rata2 / mayoritas masyarakat amrik terbaginya ya antara 2 partai ini, dengan group ke-3 yang lebih kecil sebagai 'independen' (tidak berpartai). kamu mo bikin partai baru sah2 aja, cuman kamu memerlukan banyak duit untuk berkampanye dan menimbulkan awareness dan menarik voters melawan 2 mesin politik tua dan besar ini. mampu ga? :cengir: makanya banyak partai2 laen yang tenggelam ga kedengaran.


Dan gue sendiri percaya bahwa sistem politik terbaik adalah Pure Anarchy.
Nggak ada yang jadi pimpinan, semua peraturan di jalankan berdasarkan kesepakatan bersama.
:D
kalo ngikut deskripsi videonya ndableg, skenario kamu di atas bukan anarki lagi, tapi demokrasi / republik :cengir: anarki kan tidak percaya peraturan.

yang berdasarkan hukum/peraturan itu republik
dan "kesepakatan bersama", brarti "suara rakyat" donk, alias demokrasi :cengir:

*ini kalo ngikut deskripsi videonya ndableg ya* :cengir:


Ok.. utk kesekian kalinya gw kasih video ttg pendidikan politik.. mudah2an ditonton.. mudah2an masih mind blowing..


Dalam video dijelaskan perbedaannya.
Kalo ada seorang penjahat tertangkap lalu diadili.
System demokrasi: Diambil suara terbanyak, mayoritas mendukung dia dihukum mati maka keputusan ditangan mayoritas.
System republik: Datang seorang sheriff, suara terbanyak tidak bisa menjamin keadilan. Menurut hukum tertuduh memiliki hak utk membela diri didepan pengadilan. Menurut hukum (amerika) keputusan ditangan juri yg tidak punya kepentingan dlm kasus ini.

tenang bleg, saya ada nonton kok videomu (cuman 9 menit pertama sih :cengir:)
yang saya kurang jelas tuh deskripsi republiknya.
katanya republik berdasarkan "the law". tapi siapa yang membuat hukum / peraturan itu? :cengir: lagipula, hukum kan bisa aja berubah2, dan sistem apa yang dipake saat ada perubahan hukum / amendemen itu? ultimately kupikir siapa dan sistem apa yang dipake itu yang menentukan model politik itu. :cengir:

TheCursed
18-09-2012, 02:48 PM
....
kalo ngikut deskripsi videonya ndableg, skenario kamu di atas bukan anarki lagi, tapi demokrasi / republik :cengir: anarki kan tidak percaya peraturan.
.....

Bukan nggak ada peraturan, Ngga' ada pimpinan. Dari saus Wikipedia:

Anarchy (from the ancient Greek ἀναρχία, anarchia, from ἀν an, "not" +‎ ἀρχός arkhos, "ruler", meaning "absence of a leader", "without rulers"), has more than one definition. In the United States, the term "anarchy" typically is used to refer to a society without a publicly enforced government or violently enforced political authority.

jojox
18-09-2012, 04:44 PM
entah kenapa gw kalo ngeliat Demokrat - Republik bukan malah kyak parpol.
tapi mirip kayak Muhammadiyah dan NU.
Yang satu suka argumen logis dan sistematis, satunya ngelobby pake emosi-lebay binti sosialis. Tapi roh-nya kadang bisa terlihat terbalik.
i.e NU jauh lebih toleran kayak demokrat kalo disposisi mengenai nilai/value moral/agama dan keyakinan. Sedang Muhammadiyah selalu concern
dengan ekonomi, bisnis, resources, dan keuangan persis kek stereotypical-nya republik.

::grin::

ndugu
18-09-2012, 11:56 PM
TheCursed: oke. fair enough :cengir:

jojox: demokrat dan republikan sama2 concern mengenai nilai moral/sosial dan ekonomi juga kok. cuman alirannya beda aja, dan bahan brantemannya ya itu2 mulu.

kasarnya, demokrat:
- liberal dari segi agama / moral values
- politik dan ekonomi condong ke sosialisme (disebut "liberal" oleh amrik, padahal negara laen mungkin malah melihat posisi ini sebagai "konservatif". tapi itu label aja)

republikan:
- konservatif dari segi agama / moral values
- politik dan ekonomi condong ke free market / kapitalisme (disebut "konservatif" oleh amrik, walo saya pribadi merasa "liberal" istilah yang lebih cocok).

ini tidak memberi banyak pilihan untuk masyarakat rakyat laennya. ndableg bakal nanya "di manaaaa demokrasinya?!?!" :cengir: bagaimana dengan mereka yang konservatif dari segi social values, tapi penganut sosialisme? :cengir:

libertarian kalo ga salah liberal socially, dan bebas economically. cuman hampir ga kedengaran partai ini :cengir: lebih terkenal 2 partai itu :cengir:

ndableg
19-09-2012, 01:01 AM
Setahu gue, kagak ada kewajiban sebuah negara republik untuk melindungi hak-hak rakyatnya. Republik hanya dilihat dari siapa yang memegang kekuasaan.
Makanya ada istilahnya Constitutional Republik, Republik berdasarkan konstitusi.

Yg memegang kekuasaan itu publik, namanya res publica (peduli publik), keperdulian thd publik. Bukan publik yg berkuasa akan tetapi kekuasaan yg peduli thd publik. Tergantung negaranya memang mau peduli dgn publik yg mana, tapi idealnya hukum peduli thd semua golongan karena hukum seharusnya tidak punya kepentingan.


Begitu juga dengan demokrasi,
kagak ada kewajiban bahwa demokrasi harus benar-benar mayoritas masyarakat untuk setiap keputusan. Paling jelas adalah kasus Socrates. Yang memutuskan Socrates harus dihukum mati adalah juri. Yang memilih jurinya adalah rakyat. Dan Sokrates pun juga punya hak membela diri dan dia menggunakan haknya di pengadilan.

Demokrasi artinya apa? Power of the people. Kekuasaan ditangan rakyat. Nah.. rakyat yg mana? Ya yg paling banyak lah. Kalo hukum berbicara dalam negara demokrasi, ya semua tergantung keinginan rakyat yg paling banyak. Salah satu kritik socrates thd sistem demokrasi adalah dalam negara demokrasi orang enggan berdiskusi, maunya langsung take action di mana berdasarkan suara terbanyak (voting), jadi apa2 voting.

Mengenai juri, persyaratannya kan jelas. Dicari yg netral. Misalnya yg bersiteru golongan islam vs kristen, maka yg diambil jadi juri diluar dari golongan tsb.


Kalau di versinya Machiavelly,
Republik itu bisa berupa aristokrasi, bisa juga berupa demokrasi. Jadi bukan kebalikannya, demokrasi adalah hasil dari republik menjadi oligarki dan aristokrasi. Dan seingatku, oligarki dan aristokrasi jelas bukan demokrasi.

Demokrasi sendiri bisa menjelma menjadi:
1. anarki alias tanpa pemerintahan sama sekali, atau
2. mobocracy

Yang disebutkan sebagai 'mayoritas' yang tidak memperdulikan hak warga negara, adalah mobocracy, bentuk menyimpang dari demokrasi, bukan demokrasi itu sendiri.

Bukan begitu kund. Jadi penguraiannya gini.
Apabila sebuah negara menganut sistem politik monarki, itu artinya kekuasaan ditangan 1 orang. Akan tetapi sistem politik monarki yg murni tidak pernah ada, karena akhirnya ada kekuatan yg berada dibalik 1 orang tsb, shg sistem monarki hilang karena telah menjelma menjadi oligarki/aristokrasi.

Lalu sistem republik adalah sistem di mana konstitusi diatas segalanya, artinya kekuasaan ditangan konstitusi di mana kekuasaan pemerintah (presiden dll) dibatasi oleh hukum shg pemerintah tidak punya kuasa atas rakyat, melainkan hukum itu sendiri. Tugas pemerintah di sini adalah menjalankan pemerintahan dibawah konstitusi.

Sistem politik republik ini kalau tidak dikawal kuat maka akan menjelma menjadi sistem demokrasi, di mana rakyat mayoritas lah yg berkuasa, karena kebanyakan voting utk memutuskan sesuatu tanpa musyawarah dan mufakat. Rakyat yg dianggap sebagai pemegang kekuasaan menjadi lebih berkuasa dari pemerintah dan hukum. Bahkan dgn sistem voting, hukum pun bisa diubah2 seenaknya, jadilah DPR jalan2 ke luar negeri demi mengganti logo palang merah.

Nah, di sini negara yg telah menjalankan sistem demokrasi (dgn nama/gelar apapun, entah republik demokrasi ato demokrasi pancasila kek, it's just a name) memiliki dua pilihan. Kembali pada bentuk repubik, dimana konstitusi yg berkuasa, atau oligarki di mana minoritas yg berkuasa. Negara yg menjalani sistem demokrasi bisa terjerumus dalam sistem oligarki di mana segelintir orang yg memegang kekuasaan.

Bagaimana bisa terjerumus? Sistem voting dalam sistem politik demokrasi yg menentukan suara terbanyaklah yg menang menunjukkan kelemahan sistem ini. Karena sebuah voting bisa dibeli, bisa dinegosiasi. Akhirnya golongan2 yg banyak uang dan punya kekuatan bisa ikut masuk dalam sistem ini di mana dia mampu membeli suara. Akhirnya muncullah koalisi di mana godfather2 yg punya ambisi kekuasaan bersatu utk mendapatkan suara paling banyak. Yah seterusnya ente bisa liat lah kenyataannya di indonesia..


Makanya ada istilah demokrasi sosialis, yakni demokrasi yang tidak hanya di tatar politik tetapi juga di tatar ekonomi.

Demokrasi sosialis itu bukan sistem politik, tapi sistem ekonomi di mana memakai sistem sosialis tapi mementingkan kepentingan rakyat banyak. Ini mah cuman akal2an kombinasi aja biar ga dianggap komunis.

ndableg
19-09-2012, 01:04 AM
Ane menerima penjelasan kandalf ttg demokrasi dan republik. Ente seharusnya mengkritisi penjelasan video tsb, bukan malah menelannya mentah2. :))

Sama aja ama elu :)) Ente seharusnya mengkritisi penjelasan kandalf tsb, bukan malah menelannya mentah2! :))
Itu kan pelajaran waktu sma..

NGgemesin deh kamu... ::hihi::

meliakh
19-09-2012, 01:12 AM
hmm... selama ini wa kira libertarian = against anything the government proposes
paling mendekati ke libertarian ya ron paul barusan..
dan wa liatnya republikan = "religious", backwards, racist, redneck mentality
demokrat = intellectual, hippie, weed smokin ::hihi::

then again, sumber saya cuman bill maher + jon stewart (and colbert)

ndableg
19-09-2012, 01:19 AM
amrik bebas kok bikin partai. selain 2 partai itu, masi ada kok partai2 laen. kamu mo bikin juga bisa :cengir:

Gw tau... di setiap state juga partainya ada lagi yg lain. Tapih... yg bisa sampe mencalonkan presiden cuman 2 kaaan? Lucunya kadang2 yg independen bisa meloloskan calon (gubernur), tapi yg partai2 yg lain tetep ga bisa.. ato entah ga boleh, ga bisa ato ga ada...


masalahnya 2 partai ini statusnya sudah cukup well-established, sudah berdiri sejak dulu, dan posisinya sudah solid. rata2 / mayoritas masyarakat amrik terbaginya ya antara 2 partai ini, dengan group ke-3 yang lebih kecil sebagai 'independen' (tidak berpartai). kamu mo bikin partai baru sah2 aja, cuman kamu memerlukan banyak duit untuk berkampanye dan menimbulkan awareness dan menarik voters melawan 2 mesin politik tua dan besar ini. mampu ga? :cengir: makanya banyak partai2 laen yang tenggelam ga kedengaran.

Yah.. kenapa ga mampu? Emang orang amerika miskin2? Mungkin aja ga mampu karena banyak tekanan dari dua partai raksasa ini. Apa partai2 lain diperkenankan kampanye? Mosok masang iklan di tipi aja ga mampu..


tenang bleg, saya ada nonton kok videomu (cuman 9 menit pertama sih :cengir:)
yang saya kurang jelas tuh deskripsi republiknya.
katanya republik berdasarkan "the law". tapi siapa yang membuat hukum / peraturan itu? :cengir: lagipula, hukum kan bisa aja berubah2, dan sistem apa yang dipake saat ada perubahan hukum / amendemen itu? ultimately kupikir siapa dan sistem apa yang dipake itu yang menentukan model politik itu. :cengir:

Kalo ngerjain apa2 mbok ya ampe selesai lah nggu.. jadi mengerti dulu..

The law yg dimaksud itu konstitusi, konstitusi itu biangnya law di sebuah negara di mana konstitusi itu dibuat oleh bapak2 yg membuat negara tsb. Jadi kalo indonesia ya pembukaan UUD 45, UUD 45 dan Pancasila. Dalam merumusi konstitusi dalam sebuah pembentukan negara biasanya orang2nya/tokoh2nya itu masih sangat idealis dan nasionalis, karena biasanya baru saja memenangkan perang. Konstitusi amerika tidak bisa diubah, sama spt Pembukaan UUD 45, bisa tapi kemungkinannya kecil sekali, karena UU itu punya hierarki juga. Mgk diubah kalo negara itu habis diserang bangsa lain.

Misalnya ada suatu masalah yg belum ada diatur dalam UU, yg pertama ditinjau adalah konstitusi, kalu kurang detil maka perlu dibuat UU baru, akan tetapi UU baru tsb tidak boleh menyimpang dari konstitusi.

purba
19-09-2012, 03:22 AM
sang ndableg bersabda:



Yg memegang kekuasaan itu publik, namanya res publica (peduli publik), keperdulian thd publik. Publik itu bukan hanya minoritas atau mayoritas, tapi semua. Jadi ga tergantung voting.


Demokrasi artinya apa? Power of the people. Kekuasaan ditangan rakyat. Nah.. rakyat yg mana? Ya yg paling banyak lah. Kalo hukum berbicara dalam negara demokrasi, ya semua tergantung keinginan rakyat yg paling banyak.

Dua pernyataan di atas adalah pernyataan-pernyataan aneh. Di pernyataan pertama, publik bukan mino atau mayo, tapi di pernyataan kedua, rakyat adalah mayo. Padahal baik publik di republik dan rakyat di demokrasi menurut dua pernyataan tsb sama-sama memegang kekuasaan.

Memang ada rakyat mayo dan rakyat mino? Yg ada juga agama mayo dan agama mino; etnis mayo dan etnis mino. Penggunaan istilah mayo dan mino saja sudah gak tepat.

Coba cek wiki kemudian pake logika:

Republik mengacu pada pemerintahan yg dapat dijalankan oleh siapa saja; bukan oleh golongan tertentu saja.

Demokrasi mengacu pada sistem negara dimana setiap individu mempunyai "power" yg sederajat atau egaliter; bukan yg satu boleh jadi gubernur, yg satunya lagi kagak.

Dari sini saja filosofinya sudah beda. Kok ndableg malah mempertentangkan satu sama lain?



Salah satu kritik socrates thd sistem demokrasi adalah dalam negara demokrasi orang enggan berdiskusi, maunya langsung take action di mana berdasarkan suara terbanyak (voting), jadi apa2 voting.

Ini seh tergantung attitude rakyatnya. Kalo rakyatnya males, kritik Socrates jadi bener. Justru dgn prinsip egaliter, diskusi dapat berjalan dengan sehat utk menuju mufakat. Mufakat tidak pernah tercapai pada sistem yg non-egaliter. Meskipun keputusan dihasilkan pada sistem yg non-egaliter, tetapi itu bukan permufakatan. Sedangkan voting, itu adalah jalan akhir jika mufakat tidak terjadi, sementara keputusan tetap harus dihasilkan.

Juga voting belum tentu sejalan dgn demokrasi, itu ketika masing-masing individu punya bobot suara yg berbeda, misalnya pria bobotnya 2 dan wanita bobotnya 1. Voting pada sistem demikian bukan demokrasi, setidaknya bukan demokrasi yg murni.



Lalu sistem republik adalah sistem di mana konstitusi diatas segalanya, artinya kekuasaan ditangan konstitusi di mana kekuasaan pemerintah (presiden dll) dibatasi oleh hukum shg pemerintah tidak punya kuasa atas rakyat, melainkan hukum itu sendiri. Tugas pemerintah di sini adalah menjalankan pemerintahan dibawah konstitusi.

Sistem politik republik ini kalau tidak dikawal kuat maka akan menjelma menjadi sistem demokrasi, di mana rakyat mayoritas lah yg berkuasa, karena kebanyakan voting utk memutuskan sesuatu tanpa musyawarah dan mufakat. Rakyat yg dianggap sebagai pemegang kekuasaan menjadi lebih berkuasa dari pemerintah dan hukum. Bahkan dgn sistem voting, hukum pun bisa diubah2 seenaknya, jadilah DPR jalan2 ke luar negeri demi mengganti logo palang merah.

Republik berubah menjadi demokrasi? ::doh::

Konstitusi apa sih? Dlm sistem monarki, seorang raja adalah konstitusi. Konstitusi boleh dibilang sbg "manual" utk menjalankan suatu negara. Dalam negara demokrasi, konstitusi ditentukan oleh kesepakatan rakyatnya. Lha negara itu sendiri apa? Adalah lembaga yg dibentuk oleh sekelompok orang (rakyat) utk mencapai tujuan bersama. Kenapa jadi republik identik dgn menunjung tinggi konstitusi, sementara demokrasi kebalikannya?

:))

ndableg
19-09-2012, 04:01 AM
Dua pernyataan di atas adalah pernyataan-pernyataan aneh. Di pernyataan pertama, publik bukan mino atau mayo, tapi di pernyataan kedua, rakyat adalah mayo. Padahal baik publik di republik dan rakyat di demokrasi menurut dua pernyataan tsb sama-sama memegang kekuasaan.

Demokrasi dari kata Demos = rakyat, kratein= memerintah/berkuasa. Jadi kekuasaan ditangan rakyat. Jadi apa2 ditentukan rakyat, maka kalo membuat peraturan baru harus disetujui rakyat, dengan cara voting. Hasilnya pasti suara terbanyak lah yg menang. Mayoritas.

Republik dari kata Res = masalah/persoalan/keperdulian (matter), publica = publik. Permasalahan publik jadi hukum. Artinya bukan publik atau rakyat yg berkuasa, akan tetapi hukum yg mengatur persoalan dan keperdulian utk masyarakat. Artinya di sini yg nomor satu itu hukum. Biar pun mayoritas mengatakan bersalah, kalau menurut hukum yg berlaku tidak bersalah, maka keputusan tidak bersalah.


Memang ada rakyat mayo dan rakyat mino? Yg ada juga agama mayo dan agama mino; etnis mayo dan etnis mino. Penggunaan istilah mayo dan mino saja sudah gak tepat.

Emang yg beragama dan beretnis itu sapa kalo bukan rakyat? Rakyat itu kan ga selalu bersatu, mereka berkelompok2. Lalu sistem partai dalam demokrasi apa fungsinya kalo bukan mengelompokkan rakyat? Lalu dipilih kelompok mana2 yg didukung rakyat paling banyak. Kalo yg paling banyak itu bukannya mayoritas namanya?


Juga voting belum tentu sejalan dgn demokrasi, itu ketika masing-masing individu punya bobot suara yg berbeda, misalnya pria bobotnya 2 dan wanita bobotnya 1. Voting pada sistem demikian bukan demokrasi, setidaknya bukan demokrasi yg murni.

Gimana jek? Bukan demokrasi ato bukan demokrasi yg murni? Beda loh..

ndugu
19-09-2012, 09:25 AM
hmm... selama ini wa kira libertarian = against anything the government proposes
:lololol: :lololol: :lololol: :lololol:
it makes sense, libertarian selalu menentang apa2 yang disodorin pemerintah :lololol:
intinya kan mereka penganut apa2 free, liberal, baik secara politically, economically, maupun socially. pemerintah kan kerjaannya biasa cuman, well, memerintah :cengir: ngasi peraturan ini itu, nge-restrict gerak gerik rakyatnya, ngatur2 hukum ekonomi maupun politik. ya jadi ga heran donk kalo libertarian opposes anything government proposes :cengir:


dan wa liatnya republikan = "religious", backwards, racist, redneck mentality
demokrat = intellectual, hippie, weed smokin ::hihi::

memang itu stereotipenya :cengir:

one more stereotype
republican = biasa didukung oleh orang kaya.
demokrat = biasa didukung oleh rakyat merana yang sentimen dengan orang kaya :cengir:



then again, sumber saya cuman bill maher + jon stewart (and colbert)
comedians ini bukannya para demokrat juga ya? :cengir:
they are funny, cuman sayang saya ga ada comedy central dan hbo :cengir:


Gw tau... di setiap state juga partainya ada lagi yg lain. Tapih... yg bisa sampe mencalonkan presiden cuman 2 kaaan? Lucunya kadang2 yg independen bisa meloloskan calon (gubernur), tapi yg partai2 yg lain tetep ga bisa.. ato entah ga boleh, ga bisa ato ga ada...

saya bisa melihat antena konspirasimu menegak. i'm not interested in that :cengir:


Yah.. kenapa ga mampu? Emang orang amerika miskin2? Mungkin aja ga mampu karena banyak tekanan dari dua partai raksasa ini. Apa partai2 lain diperkenankan kampanye? Mosok masang iklan di tipi aja ga mampu..
unfortunately banyak yang miskin.
lagipula banyak pertimbangannya juga. bukan hanya karena tekanan partai, tapi audiensnya ada ngga? ga cukup mah kalo cuman bikin iklan. ada satu orang kaya yang sempat dispekulasi mau nyalonin diri jadi presiden 4 taon kemaren, si billionaire michael bloomberg. coba deh baca analisis2 jaman itu. cukup gemesin ngeliat gerak geriknya waktu itu. dia riset2 dulu, worth it ngga ngabisin duit berjuta2 dolar. dia satu orang yang secara subtle melakukan studi lapangan dulu :cengir: cuman i guess it wasnt good enough dan ga jadi ikut pemilu :cengir:



Kalo ngerjain apa2 mbok ya ampe selesai lah nggu.. jadi mengerti dulu..

menonton 9 menit pertama untuk video berdurasi 10-ish minutes, brarti hampir nonton 90% videonya kok. cukup lah waktuku terbuang :cengir:

saya nyimak aja deh mengenai teori2 kalian tentang republik dan demokrasi
ilmu politikku masih blom sejauh itu :cengir:

AsLan
19-09-2012, 11:28 AM
:lololol: :lololol: :lololol: :lololol:
saya bisa melihat antena konspirasimu menegak. i'm not interested in that :cengir:


kayaknya yg ini yg perlu diperjelas... apaan tuh antena yg bisa menegak gitu ? ::ungg::

ndugu
19-09-2012, 11:38 AM
pardon my vocabulary :cengir:
mungkin ada yang bisa membantuku nge-rephrase maksudku :cengir:

porcupine
19-09-2012, 12:12 PM
Lagi menunggu Fere, ahli Pertegakan untuk menginvestigasi antena mana yang tegak :ngopi:

purba
19-09-2012, 12:31 PM
Demokrasi dari kata Demos = rakyat, kratein= memerintah/berkuasa. Jadi kekuasaan ditangan rakyat. Jadi apa2 ditentukan rakyat, maka kalo membuat peraturan baru harus disetujui rakyat, dengan cara voting. Hasilnya pasti suara terbanyak lah yg menang. Mayoritas.

Dlm sistem demokrasi, kekuasaan negara ada di tangan rakyat, di tangan orang banyak, di tangan publik, bukan di tangan raja.



Republik dari kata Res = masalah/persoalan/keperdulian (matter), publica = publik. Permasalahan publik jadi hukum. Artinya bukan publik atau rakyat yg berkuasa, akan tetapi hukum yg mengatur persoalan dan keperdulian utk masyarakat. Artinya di sini yg nomor satu itu hukum. Biar pun mayoritas mengatakan bersalah, kalau menurut hukum yg berlaku tidak bersalah, maka keputusan tidak bersalah.

Dlm sistem republik, urusan negara adalah urusan rakyat, urusan orang banyak, urusan publik (public matter), bukan urusan kalangan keluarga raja.

Yg gw kagak mudheng, kenapa lo menekankan republik sbg menunjung tinggi konstitusi, sedangkan demokrasi malah kagak?

Konstitusi ada dimana-mana, ya di negara republik/demokrasi maupun di negara monarki. Misalnya konstitusi Arab Saudi adalah Quran dan Hadis. Memang Quran dan Hadis tidak berubah2, dari dulu itu2 aja teks-nya, tetapi tafsirannya bisa berubah2. Kan sama saja dgn UU yg bisa berubah2. Di Arab Saudi, ulama pilihan raja-lah yg mengubah2 tafsir Quran dan Hadis. Di Republik Indonesia, DPR-lah yg mengubah2 UU sbg tafsiran thd konstitusi.

:))

ndableg
16-10-2012, 05:01 AM
Dlm sistem demokrasi, kekuasaan negara ada di tangan rakyat, di tangan orang banyak, di tangan publik, bukan di tangan raja.

Yup.. karena memang kekuasaan ditangan mayoritas!


Dlm sistem republik, urusan negara adalah urusan rakyat, urusan orang banyak, urusan publik (public matter), bukan urusan kalangan keluarga raja.

Yup.. tapi bukan hanya mayoritas saja.


Yg gw kagak mudheng, kenapa lo menekankan republik sbg menunjung tinggi konstitusi, sedangkan demokrasi malah kagak?

Karena republik membatasi gerak gerik mayoritas. Sedangkan demokrasi memenangkan golongan mayoritas.


Konstitusi ada dimana-mana, ya di negara republik/demokrasi maupun di negara monarki. Misalnya konstitusi Arab Saudi adalah Quran dan Hadis. Memang Quran dan Hadis tidak berubah2, dari dulu itu2 aja teks-nya, tetapi tafsirannya bisa berubah2. Kan sama saja dgn UU yg bisa berubah2. Di Arab Saudi, ulama pilihan raja-lah yg mengubah2 tafsir Quran dan Hadis. Di Republik Indonesia, DPR-lah yg mengubah2 UU sbg tafsiran thd konstitusi.

:))

Kalo di negara2 kerajaan ada konstitusinya di mana raja dibawah konstitusi, ya namanya negara republik lah. Kalo monarki murni itu keputusan raja adalah konstitusinya negara tsb.

Kecuali prakteknya.. bilangnya ada konstitusi tapi konstitusi tsb tidak dihiraukan.

purba
16-10-2012, 07:50 AM
Karena republik membatasi gerak gerik mayoritas. Sedangkan demokrasi memenangkan golongan mayoritas.

Bagaimana konsep republik dan demokrasi aja luh gak jelas, kok bilang kayak di atas?

Yg memenangkan mayoritas adalah voting. Kok demokrasi jadi sama dengan voting?

Republik berarti urusan negara adalah urusan orang banyak. Kalo luh terjemahkan orang banyak sbg mayoritas, maka republik pun berarti urusan negara adalah urusan mayoritas. Lha jadi sama aja dgn pemahaman luh ttg demokrasi.

::ngakak2::

Hadoooh... Gw jadi pengen bikin topik "Kenapa orang Islam gak bisa berfikir rasional?"

startsmart
17-10-2012, 09:05 PM
Hadoooh... Gw jadi pengen bikin topik "Kenapa orang Islam gak bisa berfikir rasional?"
buat aja Pur.. buat judulnya "Makin beriman makin bodoh" aku juga pengen buat tread ini.. tapi tdk waktu nanggepin... :D