PDA

View Full Version : [Berita] Presiden Mau Lewat, Jalan Disterilkan, 1 Pengedara Motor Jadi Korban



Ronggolawe
23-08-2012, 07:51 PM
Pengendara Motor Tewas Dilindas Bus Saat Sterilisasi Arus Lalu Lintas (http://news.detik.com/read/2012/08/23/163638/1997392/10/pengendara-motor-tewas-dilindas-bus-saat-sterilisasi-arus-lalu-lintas?9911012)


Salah seorang pengendara motor Sumiyati (40) terlindas bus saat tengah digelar sterilisasi rombongan pejabat. Korban tewas saat dibawa ke Rumah Sakit Asrama Haji.

Dari pantauan detikcom di Jl Pondok Gede Raya, Jakarta Timur, Kamis (23/8/2012) terdapat puluhan petugas yang tengah melakukan sterilisasi arus lalu lintas di kawasan itu. Informasi dari petugas, rombongan Presiden SBY akan melintas.

Beberapa menit sebelum rombongan melintas, sesuai prosedur pengamanan dilakukan sterilisasi dilakukan. Nah, saat itu, petugas kepolisian meminta semua kendaraan mempercepat lajunya. Namun tanpa diduga, motor Yamaha Vega bernopol B 6786 KRU yang dikendarai Sumiyati disenggol sebuah bus.

Sumiyati pun terjatuh dan kemududin terlindas bus Pahala Kencana bernopol K 1712 TB. Sumiyati meninggal dunia karena kehabisan darah. Motor yang digunakannya diamankan di Mapolsek Makassar, sedang bus itu diparkirkan di SPBU depan Polsek Kramat Jati.

"Sekitar pukul 13.00 WIB, korban yang melintas ke arah Jl Raya Taman Mini, korban diduga diseruduk oleh kendaraan lain dari belakang saat mendahului bis pahala kencana," ujar Kanit Lantas Aiptu Nababan saat ditemui lokasi kejadian, Jl. Pondok Gede Raya, Pinang Ranti, Makasar, Kamis (23/8/2012).

Nababan mengatakan korban yang kehilangan keseimbangan terjatuh kedalam kolong bus.
"Lalu pengendara motor yang terjatuh terlindas roda belakang sebelah kiri bis," tuturnya.

Lebih lanjut ia menceritakan korban saat di lokasi kejadian sempat mengalami kritis. "Korban yang menderita luka lindas dibagian paha kiri, namun korban meninggal saat dibawa Rumah Sakit Haji Pondok Gede," imbuh Nababan.

Nababan menjelaskan sopir bus sendiri sudah diamankan ke satlantas Jakarta Timur. "Kalau supir sendiri sudah dibawa ke satlantas Jakarta Timur di kebon nanas dan sementara motor korban diamankan di polsek Makasar," tuturnya.

Terkait melintasnya Presiden republik Indonesia dan sterilisasi arus lalu lintas Kapolsek Maksar Kompol Edi Surasa membenarkan presiden memang akan melintasi jalan tersebut.

"Itu pengamanan dikarenakan arus lalu lintas akan dilewati oleh presiden," tandasnya.


Manusia santun ini masih saja kekurangan tumbal

Yuki
23-08-2012, 08:15 PM
masih pantaskah 'frase' terkenal itu diucapkan?

Ray Surya
23-08-2012, 08:45 PM
siapa yang disalahin? ::ngakak2::

Yuki
23-08-2012, 09:33 PM
rakyat

siapa suruh milih dia







buset, kejam amat ya ;D

Ray Surya
23-08-2012, 09:43 PM
contoh pemimpin mau naik motor kecil, biar bisa nyelip2 ::hihi::

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/294595_457793677584914_1689945823_n.jpg

karst
23-08-2012, 10:30 PM
masih pantaskah 'frase' terkenal itu diucapkan?

''saya prihatin''

red_pr!nce
23-08-2012, 10:34 PM
SBY: "Saya prihatin"
Rakyat: "Kami prihatin Pak Presiden cuma prihatin"
::ngakak2::

choodee
23-08-2012, 11:21 PM
Kalo dipikir2, sby di periode kedua ini memang sial terus yak

red_pr!nce
24-08-2012, 12:49 AM
Sudah saatnya diganti artinya. :D

Nowitzki
24-08-2012, 01:00 AM
hmmmm....
narik kesimpulannya begitu ya?
kalo mempercepat musti nyalip bis ya?
gak bisa di belakang bis
atau minggir ke gang gitu?

---------- Post Merged on 24-08-2012 at 12:00 AM ----------

lagipula dia diseruduk mobil lain kan ya?

Ronggolawe
24-08-2012, 01:18 AM
ini manusia memang paranoid... siapa pula yang mau
nembakin dia, sampai mau lewat saja jalan-jalan mes
ti disterilkan. Kapan hari istrinya mau meninjau Ciliwu
ng, ehh.... semua pedagang K5 hari sabtu-minggu di
sepanjang Kesdam-Cijantung dibubarkan.

Yuki
24-08-2012, 02:51 AM
Kalo dipikir2, sby di periode kedua ini memang sial terus yak
dari awal juga udah gitu

membuat 'kite' jadi bertanya-tanya, ada apa sebenarnya gerangan?

Ronggolawe
24-08-2012, 04:04 AM
periode pertama malah belasan korban, waktu ste
rilisasi Jagorawi karena rombongan bangsawan Ci
keas mau lewat

etca
24-08-2012, 04:07 AM
RIP buat korban,
gw miris bacanya, sterilisasinya kok begitu ::doh::

Ronggolawe
24-08-2012, 04:43 AM
ini kejadian tahun 2004

SBY Mau Lewat, 7 Mobil Tabrakan di Tol Jagorawi, 5 Orang Tewas (http://news.detik.com/read/2004/11/17/100750/241186/10/sby-mau-lewat-7-mobil-tabrakan-di-tol-jagorawi-5-orang-tewas)


Tabrakan beruntun terjadi di Tol Jagorawi yang melibatkan 7 kendaraan saat rombongan kendaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mau lewat. Akibatnya 5 orang tewas di lokasi kejadian, dan beberapa orang terluka. Insiden terjadi sekitar pukul 07.50 WIB, Rabu (17/11/2004). Penyebab kecelakaan belum dapat dikonfirmasi. Namun menurut kesaksian warga, kejadian berawal saat rombongan Presiden SBY masuk tol Cibubur. Petugas memberhentikan mobil dari arah Bogor secara mendadak, sehingga terjadi tabrakan beruntun. "Kita belum dapat konfirmasi mengenai penyebab kejadian. Tapi memang benar ada kecelakaan tabrakan beruntun 7 kendaraan," kata Ahmadi, petugas jaga Tol Jagorawi saat dihubungi detikcom melalui telepon pukul 10.00 WIB. Menurut dia, 5 korban tewas telah dievakuasi dari lokasi kejadian ke RSCM. Namun belum diperoleh rincian identitasnya. Sedangkan korban luka belum diketahui jumlahnya maupun identitasnya. Namun semua korban luka sudah diangkut ke RS UKI. Dituturkan Ahmadi, 7 kendaraan yang terlibat dalam tabrakan beruntun adalah bus Garuda B 7707 AD, Suzuki VP minibus B 1964 BM, Toyota Kijang minibus B 7044 EA, Suzuki Futura pick up B 9465 AS, Toyota Kijang minibus B 8546 BD, Toyota Kijang minibus B 2834 JD, dan Suzuki VP minibus V 1987 BS.

6 Tewas 10 Luka-luka di Tol Jagorawi (http://www.suaramerdeka.com/harian/0411/18/nas04.htm)


Kecelakaan maut di tengah suasana libur Idul Fitri terjadi di jalan tol Jagorawi. Enam orang tewas dan 10 orang luka-luka dalam peristiwa itu. Kecelakaan beruntun yang melibatkan 7 mobil tersebut terjadi sekitar 10 menit sebelum iring-iringan mobil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memasuki jalan tol Jagorawi melalui pintu tol Cibubur, Jakarta Timur.

Sampai sore kemarin sopir bus PO Garuda Iwan Wargasasmita diperiksa sebagai tersangka kecelakaan tersebut. Sedangkan petugas patroli jalan raya (PJR) yang memberhentikan ketujuh kendaraan yang akhirnya terlibat tabrakan beruntun tersebut juga sedang diperiksa.

Presiden SBY menyatakan prihatin atas kejadian ini, selanjutnya pemerintah akan menanggung seluruh biaya para korban kecelakaan tersebut.

Menurut keterangan korban yang bernama Agus, peristiwa nahas itu terjadi pukul 07.50. Agus yang akan bertamasya bersama keluarganya di Taman Margasatwa Ragunan mengatakan, tiba-tiba mobil yang ditumpanginya diseruduk dari belakang oleh bus Garuda.

Agus mengaku melihat mobil Kijang di depannya diberhentikan Patwal, dan mobil yang ditumpanginya pun ikut berhenti. Saat berhenti beberapa saat itulah tiba-tiba mobilnya diseruduk oleh bus Garuda. Akibat serudukan tersebut, mobil yang ditumpanginya terlempar dan menyeruduk mobil di depannya.

"Saat saya sadar, baru tahu kendaraan yang saya naiki dan kendaraan di samping saya ringsek dan terlempar ke pinggir jalan tol Jagorawi. Saat sadar, saya juga melihat ada rombongan (Presiden) lewat," kata Agus yang sedang dirawat di RS UKI Cawang, Jakarta Timur. Mereka yang terluka dalam kecelakaan ini langsung dibawa ke RS UKI Cawang, sedangkan mereka yang meninggal dunia langsung dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat. Pada pukul 14.00 jumlah yang meninggal bertambah seorang, yaitu Diki.

Dengan demikian, jumlah yang meninggal menjadi 6 orang. Sementara itu, kendaraan yang ringsek akibat kecelakaan tersebut langsung diangkut ke pos derek tol Jagorawi di pintu keluar Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Dari Bus Garuda

Menurut juru bicara kepresidenan, Andi Alfian Mallarangeng, tidak ada satu pun kendaraan pengawal rombongan Presiden yang terlibat atau terkena tabrakan beruntun tersebut. Menurut Andi, kecelakaan terjadi 10 menit sebelum rombongan Presiden-dari kediaman pribadinya di Puri Cikeas Gunung Putri menuju Istana-lewat.

Andi mengatakan, berdasarkan laporan di lapangan, kecelakaan itu diperkirakan dari sopir bus Garuda yang menyeruduk mobil lainnya yang telah berhenti. "Karena ternyata ada bus Garuda bernomor B-7707-AD yang tampaknya mengalami human error yang kemudian menyeruduk mobil-mobil di depannya, yang memang telah berhenti ketika telah diberhentikan oleh polisi," kata Andi kepada wartawan, di Kantor Presiden di kompleks Istana, kemarin.

Andi juga membantah bila kejadian tersebut disebabkan oleh adanya penyetopan mendadak karena iring-iringan kendaraan Presiden hendak lewat. Andi menjelaskan, sesuai dengan protap sebelum rombongan pejabat negara akan lewat, maka petugas pengawal harus memberhentikan mobil-mobil lainnya 15 menit sebelum mobil pejabat itu lewat.

Andi mengatakan, Presiden menyatakan prihatin atas kejadian yang merenggut nyawa tersebut, serta meminta seluruh aparat untuk memberikan pengaturan yang lebih baik lagi, agar kejadian ini tidak terulang kembali. Andi juga mengatakan, pemerintah sudah memutuskan untuk menanggung seluruh biaya korban kecelakaan tersebut.

Sementara itu, menurut versi lainnya, tabrakan beruntun tersebut terjadi karena menjelang masuknya rombongan Presiden ke tol Jagorawi, polisi patroli jalan raya (PJR) tol Jagorawi memberhentikan secara tiba-tiba mobil yang datang dari arah Bogor menuju Jakarta.

Menurut Wakil Kepala Satuan Patroli Pengawalan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Herry Ardyanto, petugas sudah mulai 'mengamankan dan membersihkan' jalur tersebut sejak pukul 07.00. Caranya dengan memberitahukan bahwa rangkaian mobil Presiden sedang bersiap dari Cikeas.

"Saya swipernya, jam tujuh sudah memberitahukan ke Polda Metro Jaya rangkaian Krisna parkir (sandi polisi untuk iring-iringan mobil Presiden)," papar dia. Herry yakin, penutupan tidak dilakukan mendadak, tapi sudah lama sebelum iringan tersebut lewat. Dan kecelakaan disebabkan oleh adanya bus yang lepas kontrol, sehingga menabrak kendaraan yang telah berhenti mengikuti arahan mobil patroli polisi.

Sementara itu, seusai diperiksa petugas, Iwan Wargasasmita kepada wartawan membantah dirinya dianggap sebagai penyebab kecelakaan tersebut. Iwan mengaku, sebelum busnya menabrak, kendaraan di depannya sudah saling bertabrakan. Iwan malah menuduh kecelakaan ini akibat petugas mendadak memberhentikan kendaraan di depannya.

Namun dari keterangan petugas didapatkan hal-hal yang memberatkan Iwan, yaitu kendaraannya sudah tidak laik jalan, karena bannya gundul dan vulkanisiran, rem tidak pakem, warna tidak sesuai STNK, serta keterangan Iwan banyak dibantah saksi-saksi lainnya.

Sementara itu, kamar jenazah RSCM kemarin diwarnai tangisan dan ratapan keluarga korban. Namun pada magrib kemarin, semua jenazah korban sudah diambil keluarga masing-masing.

pasingsingan
24-08-2012, 07:28 AM
daripada nyusahin warga jkt yng hari2 bergelut dng kemacetan
knp klo mao pamer atau alasan standar pengamanan
gak sekalian mobil dinasnya diganti chooper?

AsLan
24-08-2012, 09:43 AM
berhenti di jalan tol, apapun alasannya adalah sangat berbahaya.

mobil2 yg berhenti di bahu jalan, misalnya karena ganti ban atau over heat dll, sering sekali di tabrak.

ini pelajaran buat yg sering lewat tol,
kalau terpaksa berhenti di pinggir jalan tol (karena kerusakan mesin atau dihentikan petugas), seluruh penumpang harus keluar mobil dan berdiri diluar jalan.

tapi kalau dihentikan secara mendadak dan tiba2 ditabrak dari belakang sih sudah gak ada obatnya.

MoodPecker
24-08-2012, 01:39 PM
RIP buat korbannya. Lalu kalau kayak gini, pihak mana yg harus bertanggung jawab?

Ronggolawe
24-08-2012, 02:03 PM
si Santun Lebay tahu diri saja lah... :)

---------- Post Merged at 01:03 PM ----------

Danpaspampres Nilai Kecelakaan Pondok Gede Tak Berkaitan dengan Presiden (http://news.detik.com/read/2012/08/24/121717/1997958/10/danpaspampres-nilai-kecelakaan-pondok-gede-tak-berkaitan-dengan-presiden?9922022)


Pengendara motor, Sumiyati (40), tewas terlindas bus saat tengah digelar sterilisasi rombongan pejabat pada Kamis (23/8) kemarin. Danpaspampres Brigjen Doni Munardo menilai kecelakaan itu tak relevan jika dikaitkan dengan lewatnya Presiden SBY.

Doni membenarkan rombongan Presiden lewat daerah Pondok Gede pada Kamis kemarin sekitar pukul 14.50 WIB karena ada kegiatan. Namun dia tidak menyebut kegiatan apa yang dimaksud.

"Presiden keluar Istana 14.08 WIB, di berita jam berapa kejadian kecelakaan? Jam 13. Kok bisa dihubung-hubungkan, nggak masuk akal," ujarnya di Istana Bogor, Jumat (24/8/2012).

Dia menyatakan telah menelepon Wakapolda Metro Jaya, dan tidak mendapat informasi adanya kecelakaan. Selain itu menurutnya, SBY tidak pernah meminta jalan umum disterilisasi kalau akan lewat.

"Pak SBY tidak pernah minta fasilitas jalan umum disterilisasi kalau mau lewat. Jadi tidak ada relevansinya antara kecelakaan dengan Presiden lewat. Jaraknya hampir 1 jam," terang Doni.

Kamis kemarin, beberapa menit sebelum rombongan pejabat melintas, sesuai prosedur pengamanan dilakukan sterilisasi di Jl Pondok Gede Raya, Jakarta Timur. Nah, saat itu, petugas kepolisian meminta semua kendaraan mempercepat lajunya. Tanpa diduga, motor Yamaha Vega bernopol B 6786 KRU yang dikendarai Sumiyati disenggol sebuah bus.

Sumiyati pun terjatuh dan terlindas bus Pahala Kencana bernopol K 1712 TB. Sumiyati meninggal dunia karena kehabisan darah saat dibawa ke RS.

"Sekitar pukul 13.00 WIB, korban yang melintas ke arah Jl Raya Taman Mini, korban diduga diseruduk oleh kendaraan lain dari belakang saat mendahului bus Pahala Kencana," ujar Kanit Lantas Aiptu Nababan saat ditemui lokasi kejadian, Jl Pondok Gede Raya, Pinang Ranti, Makasar, Kamis (23/8).

Nababan mengatakan korban yang kehilangan keseimbangan terjatuh kedalam kolong bus. "Lalu pengendara motor yang terjatuh terlindas roda belakang sebelah kiri bis," tuturnya.

Terkait melintasnya Presiden republik Indonesia dan sterilisasi arus lalu lintas, Kapolsek Makasar Kompol Edi Surasa membenarkan Presiden akan melintasi jalan tersebut. "Itu pengamanan dikarenakan arus lalu lintas akan dilewati oleh Presiden," ucapnya.


menunggu si Lebay ngomong, "Saya Prihatin"

choodee
24-08-2012, 02:29 PM
kenapa ya presiden ga maw pake helikopter aja, kan lebih cepat, dan lebih aman (sapa yang maw nembak di langit?) lagian kan mungkin lebih murah karena ga perlu pake iring2an banyak. pake heli lebih aman imo apalagi kalo arus kendaraan di jalan lagi padat seperti pas hari2 mudik gini.

Ronggolawe
24-08-2012, 02:30 PM
kalau pake heli, siapa yang tahu kalau itu Presiden
yang lagi naik heli :)

choodee
24-08-2012, 02:40 PM
Helinya di air brush RI 1 gede-gede di badannya ;D

AsLan
24-08-2012, 04:10 PM
kalo presiden beli heli nanti langsung rame masuk TV one dan metro tv, sampe dibikin diskusi2 tentang pemborosan yg dilakukan oleh istana ::hihi::

itsreza
24-08-2012, 04:24 PM
terulang lagi ya, tahun 2004, supir yang sudah meninggal di Jagorawi malah dijadikan tersangka

ndableg
24-08-2012, 04:44 PM
SBY itu mau jadi raja. Liat aja... mirip keluarga2 kerajaan di eropa.. Mereka juga jarang ngomong... apalagi bikin kebijakan. Karena mereka tau, banyak omong banyak bikin salah. Ud diem aja, tinggal makan duit rakyat kok... Macam beruang kekenyangan... (nggak SBY aja sih.. emang ud hawa2nya bgt kali)

Tau2 muncul skandal.. Tau2 ada korban... seakan sudah lumrah kalo keluarga kerajaan tiap dekade butuh tumbal sekian anak perawan plus nenek2...

BundaNa
24-08-2012, 05:35 PM
Turut berduka cita untuk keluarga sumiyati.

Itu mr presiden emang ga bisa ya buat rute2 tertentu pake jalur yg ga padat kendaraan? Cukup 2 mobil gitu emang ga bisa? ::doh::

itsreza
24-08-2012, 05:43 PM
^^
ga bisa dong bunda, nanti presiden sama seperti warga biasa :)

BundaNa
24-08-2012, 05:47 PM
^emang warga biasa kan? Cuman jadi PNS dengan fungsi sebagai presiden. Dia bukan raja dan bangsawan yang jadi tuan tanah negeri Indonesia ini, kan?

Ato emang gitu?

itsreza
24-08-2012, 05:57 PM
bukan cuma fungsi sebagai presiden aja bunda, fasilitasnya pun dapat.
raja atau bangsawan kerajaan tradisional sih kalah jauh deh :)

BundaNa
24-08-2012, 06:03 PM
^iya ja, padahal dipilih oleh rakyat ya?

itsreza
24-08-2012, 06:07 PM
iya tapi sebagian aja bunda... sebagian dari rakyat yang memilih
rakyat golput pun jumlahnya banyak :)

PMSVH
24-08-2012, 08:07 PM
tetap bukan presidennya yang salah...
yang salah adalah pembuka jalan, protokol......

Alethia
28-08-2012, 09:31 AM
iya gw pernah tuh protokolnya mukul taxi yg daku tumpangi, suruh cepet2 minggir...