PDA

View Full Version : [Berita] Harapan Baru Industri Penerbangan Indonesia



Ronggolawe
11-08-2012, 05:01 PM
Habibie Terjun Lagi ke Dunia Penerbangan
(http://www.tempo.co/read/news/2012/08/11/061422765/Habibie-Terjun-Lagi-ke-Dunia-Penerbangan)


Habibie Terjun Lagi ke Dunia Penerbangan

TEMPO.CO , Bandung - Bacharuddin Jusuf Habibie, perintis industri dirgantara di Indonesia mengumumkan bakal terjun lagi di industri pesawat terbang. "Besok saya akan menandatangani peresmian pendirian PT Ragio Afiasi Industri (RAI) di kediaman saya dikuningan," kata Habibie di sela konfrensi pers Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Gedung Sate Bandung, Jumat, 10 Agustus 2012.

Adapun pendirian PT RAI menurut Habibie melibatkan beberapa pihak. "PT RAI merupakan perusahaan yang saya bentuk bersama dua perusahaan swasta yakni PT Ilhabi Rekatama milik Ilham Akbar Habibie dan PT Modal Elang milik mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah," katanya. "Ketua Dewan Komisaris saya."

Dia mengungkapkan, akan mengajak sejumlah eks karyawan IPTN atau kini PT Dirgantara Indonesia yang tersebar di berbagai negara untuk merintis industri pembuatan pesawat milik swasta itu. “Mereka kepingin pulang,” kata Presiden Republik Indonesia ketiga ini.

Habibie mengatakan bahwa proyek pertama dari PT RAI adalah untuk membangkitkan pesawat N-250. "Namun semuanya tentu disesuaikan dengan kondisi sekarang. Mesin tentunya akan disesuikan dengan yang baru," ungkapnya. "Nantinya untuk proyek PT RAI ini berbagai elemen seperti Kemenristek, BPPT, PT DI dan lain-lain akan turut dilibatkan."

Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997.

---------- Post Merged at 02:58 PM ----------

Habibie Pakai ''Link''-nya untuk Promosikan Pesawat
(http://www.tempo.co/read/news/2012/08/11/061422769/Habibie-Pakai-Link-nya-untuk-Promosikan-Pesawat)


Habibie Pakai ''Link''-nya untuk Promosikan Pesawat

TEMPO.CO , Bandung - Pernyataan Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, membawa angin segar bagi industri dirgantara tanah Air.

Melalui pendirian PT Ragio Afiasi Industri (RAI), ia akan kembali terjun lagi ke industri pesawat. "Saya akan memanfaatkan jaringan saya (untuk promosi)," kata Habibie di sela konfrensi pers Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Gedung Sate Bandung, Jumat, 10 Agustus 2012.

Seperti diketahui Habibie adalah sosok yang telah berpengalaman di industri pesawat terbang. Ia pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB), sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, dan mencapai puncak tertinggi kariernya di Industri penerbangan.

Habibie juga pernah menjabat sebagai President sekaligus Direktur Teknologi di MBB periode 1973-1978 serta menjadi Penasihast Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978 ). Dialah menjadi satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan nomor dua di perusahaan pesawat terbang Jerman ini.

Usahanya kali ini untuk memamfaatkan jaringannya di luar negeri demi kepentingan bangsa adalah bukan pertamakalinya.

Pada tahun 1968, BJ Habibie telah mengundang sejumlah insinyur untuk bekerja di industri pesawat terbang Jerman. Sekitar 40 insinyur Indonesia akhirnya dapat bekerja di MBB atas rekomendasi Pak Habibie. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan skill dan pengalaman (SDM) insinyur Indonesia untuk suatu saat bisa kembali ke Indonesia dan membuat produk industri dirgantara.

Sebelumnya Habibie mengatakan siap kembali ke Industri tanah Air lewat pendirian PT Ragio Afiasi Industri (RAI). Adapun pendirian PT RAI menurut Habibie melibatkan beberapa pihak. "PT RAI merupakan perusahaan yang saya bentuk bersama dua perusahaan swasta yakni PT Ilhabi Rekatama milik Ilham Akbar Habibie dan PT Modal Elang milik mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah," katanya. "Ketua Dewan Komisaris saya."

Adapun proyek utama yang akan dikembangkan oleh PT RAI adalah pesawat N-250 yang kemudian yang dilanjutkan dengan pesawat jet penumpang N2130. "Insya Allah akan didapatkan FAA dalam 5 tahun,” kata dia


---------- Post Merged at 03:01 PM ----------

Turboprop N-250, Pesawat Andalan Selanjutnya (http://www.tempo.co/read/news/2012/08/11/061422773/Turboprop-N-250-Pesawat-Andalan-Selanjutnya)
http://statik.tempo.co/?id=135094&width=475




Turboprop N-250, Pesawat Andalan Selanjutnya

TEMPO.CO , Bandung - Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan akan kembali ke industri penerbangan tanah air. Di awal kembalinya, ia bertekad mengembangkan pesawat N-250 yang kemudian yang dilanjutkan dengan pesawat jet penumpang N2130.

"Insya Allah akan didapatkan FAA dalam 5 tahun,” kata dia di sela konfrensi pers Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Gedung Sate Bandung, Jumat, 10 Agustus 2012.

Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995).

Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997.

Dalam penyempurnaan terbaru N-250 Habibie menuturkan akan menyesuaikan rancangannya dengan mesin yang ada saat ini, serta penggunaan avionik digital. “Tapi aerodinamiknya sama, (disain) sayapnya sama. Sampai sekarang masih paling canggih," ujarnya. Pembiayaan yang dibutuhkan untuk pembuatan pesawat turboprop N-250 menurut dia, dikumpulkannya dari dana swasta lewat jaringan pribadinya. Tapi dalam tahap pengembangan pesawat nanti, dia minta PT Dirgantara Indonesia dan BPPT untuk terlibat dalam riset dan produksinya.

Dia mengungkapkan, akan mengajak sejumlah eks karyawan IPTN atau kini PT Dirgantara Indonesia yang tersebar di berbagai negara untuk merintis industri pembuatan pesawat milik swasta itu. “Mereka kepingin pulang,” kata Habibie.

Sebelumnya Habibie mengatakan siap kembali ke Industri tanah Air lewat pendirian PT RAI. Adapun pendirian PT RAI menurut Habibie melibatkan beberapa pihak. "PT RAI merupakan perusahaan yang saya bentuk bersama dua perusahaan swasta yakni PT Ilhabi Rekatama milik Ilham Akbar Habibie dan PT Modal Elang milik mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah," katanya. "Ketua Dewan Komisaris saya."


saat ada kemauan, disitu ada jalan.

ndableg
11-08-2012, 05:06 PM
Berita baik.. mudah2an bisa begini lagi..

http://www.youtube.com/watch?v=9JGA40xI8ZI

Nharura
11-08-2012, 05:07 PM
Mantap! Dedikasi beliau tinggi^

Yuki
11-08-2012, 05:27 PM
ok, setahap demi setahap ya

jangan maunya serba instan, harus dilalui tahap demi tahap dengan telaten

itsreza
12-08-2012, 01:42 AM
harus bangkit segera, seperti dimulai pendirian pabrik pesawat ini, karena
tahun 2015 ASEAN open sky policy dimulai, dan kompetisi industri penerbangan
Indonesia pun akan naik ke level selanjutnya

Ronggolawe
12-08-2012, 01:53 AM
Dengan PT DI, kita sudah unggul jauh di depan ne
gara-negara Asia Tenggara lainnya, bahkan kalau
dibandingkan dengan China, kita jelas lebih unggul
dalam kemampuan teknik dirgantara.

Masalahnya, selama ini PT DI dikebiri oleh kebija
kan pemerintah yang pro-industri keuangan, bu
kan pro-industri manufaktur. Mudah-mudahan de
ngan gebrakan Pak Habibie, kita punya taring ba
ru untuk menggebrak industri dirgantara tingkat
dunia.

AsLan
12-08-2012, 02:14 AM
Habibie udah umur berapa ?
kalo tiba2 dia udah gak bisa aktif lagi, apa masih bisa jalan proyeknya ?

Ronggolawe
12-08-2012, 05:56 AM
Habibie cuma membuat momentum saja, selama 30
tahun terakhir, yang melakukan pekerjaan lapangan
dalam industri dirgantara Indonesia adalah insinyur
insinyur handal yang kita miliki.

E = mc²
12-08-2012, 06:19 AM
Dengan PT DI, kita sudah unggul jauh di depan ne
gara-negara Asia Tenggara lainnya, bahkan kalau
dibandingkan dengan China, kita jelas lebih unggul
dalam kemampuan teknik dirgantara.

Masalahnya, selama ini PT DI dikebiri oleh kebija
kan pemerintah yang pro-industri keuangan, bu
kan pro-industri manufaktur. Mudah-mudahan de
ngan gebrakan Pak Habibie, kita punya taring ba
ru untuk menggebrak industri dirgantara tingkat
dunia.
hooh. ditambah korupsi kongkalikong bahkan oleh badan bumn sendiri. seperti kasus merpati itu. karena kalo pesen ke DI kemungkinan buat korupsinya dikit, pihak merpati malah pesen pesawat ke china secara diam-diam. padahal harga pesawat dr china jauh lebih mahal dengan kualitas jauh dibawah buatan PT DI sendiri -_-

denger curhatan temen saya yg kerja di DI di grup pesbuk, bener2 mengenaskan ttg nasib DI dan tak memberikan harapan masa depan yg cerah. Bahkan, saking parahnya, karyawan yg kerja di sana yg alumnus ITB-nya hanya 2 orang! (maksudnya karyawan bagian engineer). Itupun dr 2 orang tsb, hanya 1 yakni temen sy itu yg alumni jurusan Teknik Penerbangan. Hanya beberapa orang yg udah tua yg dr ITBnya lagi. Dulu sy mengira lulusan teknik penerbangan prospek kerjanya sempit sekali karena hanya kerja di PT DI saja. Ternyata saya salah besar. Dari ribuan lulusan Teknik Penerbangan, hanya 1 yg nyangkut di PT DI ;D Pada ogah masuk PT DI...

Jadi spt kata Yuki, jangan berharap bakal selesai dlm tempo cepat dan instan. Terllau banyak masalah dan semrawut. Lihat curhatan temen sy itu tiap dia posting di grup FB cuma bisa bikin sy ngelus dada saking mengenaskan dan memprihatinkannya kondisi internal DI

Glass
12-08-2012, 11:32 AM
Top banget!

Penduduk Indonesia banyak banget dan terpisah pulau2, prospek industri dan jasa penerbangan sebenarnya cerah banget. Rugi ngimpor dari luar, mending produksi sendiri, dagangin sendiri dan pakai sendiri.

BundaNa
12-08-2012, 12:30 PM
memang sebaiknya Pak Habibie ngurusin tehnologi, lebih bagus jalannya. Dulu IPTN (sekarang PT DI) samap PT PAL dipegang sama Habibie, jalannya luar biasa...begitu pak habibie lebih ke politik, amblas

ndableg
12-08-2012, 05:43 PM
Masalahnya, selama ini PT DI dikebiri oleh kebija
kan pemerintah yang pro-industri keuangan, bu
kan pro-industri manufaktur.

Industri keuangan tuh maksudnya perbankan? Bukannya bisa jalan barengan? manufaktur kan butuh investor?

Glass
12-08-2012, 06:15 PM
Dulu Indonesia bisa keluar dari krisis karena perusahaan mikro. Kredit yg tak terbayar atau yg terlambat bayar oleh perusahaan besar menyebabkan Indonesia perlu membenahi sistem perbankan.
Sedangkan industri manufaktur membutuhkan modal yang sangat tinggi. Dalam keadaan krisis, kredit macet membuat ekonomi bisa goncang. Awalnya mungkin cuma rush aja, org2 takut uang ga bisa ditarik, padahal uang nasabah telah diputar utk kredit jangka panjang.
Jadi kesimpulannya, ketika perbankan, pasar modal telah kuat, baru bisa kita masuk ke industri bermodal besar. Contohnya manufaktur

Ronggolawe
12-08-2012, 07:55 PM
Industri keuangan tuh maksudnya perbankan? Bukannya bisa jalan barengan? manufaktur kan butuh investor?
salah satu perjanjian dengan IMF adalah Pemerin
tah menghentikan subsidi untuk IPTN/PTDI, yang
bersarnya cuma di beberapa Trilyun saja saat itu.
Sedangkan kucuran untuk BLBI sampai ratusan
Trilyun ngocor aja kaya pipis...

padahal saat itu PTDI butuh kucuran karena seba
gai perusahaan masih dalam tahap investasi stra
tegis jangka panjang, tapi dianggap sebagai pem
borosan. Padahal sekarang terbukti PTDI adalah
perusahaan yang punya prospek jangka panjang
menengah yang sangat baik. Apalagi mengingat
Merpati malah beli barang buruk buatan China, bu
kannya beli CN-235 yang terbukti handal, atau
harusnya N-250 yang tertunda gara-gara IMF

cha_n
13-08-2012, 12:20 AM
sekarang pak habibie datang lagi; yang danai sapa tuh?