PDA

View Full Version : [Berita] Myanmar dan Rohingya



Nharura
02-08-2012, 11:16 PM
Myanmar: Kami Tak Akui Rohingya
sebagai Warga NAYPYIDAW - Pemerintah Myanmar
menegaskan, warga Muslim Rohingya yang merupakan etnis minoritas, takkan mendapatkan
kewarganegaraan Myanmar.

Meski demikian, ribuan warga Rohingya sudah ada di Arakan ratusan tahun yang lalu.
"Mereka bukanlah bagian dari 130
etnis kami," ujar Menteri Urusan
Perbatasan Myanmar Thein Htay, seperti dikutip DPA, Selasa (31/7/2012). Sebelumnya Presiden Myanmar Thein
Sein juga belum bisa menerima warga Rohingya sebagai warga negaranya.

Thein Sein sempat menganjurkan
deportasi untuk warga tidak bernegara itu. "Sangatlah tidak mungkin untuk menerima warga Rohingya yang
merupakan imigran gelap," ujar TheinSein.

Ketika insiden konflik komunal terjadi di Arakan dan menewaskan 80 orang, Myanmar menangkap tiga orang petugas Badan PBB untuk urusan
pengungsi (UNHCR). Ketiga petugas UNHCR itu diduga terlibat dalam insiden kerusuhan.

Selama ini, Thein Sein pun menyarankan UNHCR agar
menempatkan warga Rohingya di luar Myanmar atau membentuk kamp penampungan untuk mereka. Dan tepat ketika utusan PBB datang ke
Myanmar, Pemerintah Myanmar menampik keras peristiwa
pembantaian itu.

Pemerintah Myanmar juga mengklaim,
kekerasan yang terjadi di Negara
Bagian Arakan sudah terpolitisasi.
Insiden itu tidak berkaitan dengan adanya diskriminasi keagamaan.
Sejak 1982 silam, Pemerintah Myanmar mulai melakukan klasifikasi etnis dan
memandang 750 ribu warga Rohingya di Arakan sebagai warga Muslim etnis
Benggala.

Mereka pun disika dan didiskriminasikan.
Nama Rohingya diambil dari bahasa Arab, Rahma, yang berarti
pengampunan. Menurut estimasi,
sekira 30 ribu warga Rohingya hidup di kamp penampungan UNHCR yang ada di Bangladesh.

Mereka lari dari
negaranya ketika konflik antar-agama berlangsung.(okezone)

^^^

wuih mantap ya myanmar, negara kecil aja bisa sombongnya seperti itu. Bisa dipastikan, SEA GAMES bkalan gagal di negara angkuh seperti itu. Mentang2 gak suka,ada hak ngebunuh ya? Sombongnya.

AsLan
03-08-2012, 12:05 AM
Baru denger tentang Rohingya...

btw, itu kalimat terakhir maksudnya apa ya ?


Mereka lari dari
negaranya ketika konflik antar-agama berlangsung.

apakah mereka pengungsi gelap di Myanmar atau apa ?

---------- Post Merged at 10:04 PM ----------

baru baca di wikipedia, ternyata etnis Rohingya sudah ada di myanmar sejak abad 8.

---------- Post Merged at 10:05 PM ----------

tapi ada ahli yg mengatakan bahwa mereka baru muncul di tahun 1950an

AsLan
03-08-2012, 12:22 AM
Dari Tempo


Amnesty: Pembantaian Muslim Rohingya Berlanjut
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Yangoon - Ibadah Ramadan tak bisa dilakukan dengan tenang oleh etnis Rohingya yang mayoritas muslim di Myanmar. Kekerasan komunal terus berlangsung di Myanmar barat, enam minggu setelah pemerintah mengumumkan keadaan darurat. Amnesty International mengklaim minoritas muslim Rohingya dipukuli, diperkosa, dan dibunuh.

Kelompok hak asasi ini menuduh pasukan keamanan dan etnis Buddha Rakhine melakukan serangan baru terhadap Rohingya yang dianggap sebagai orang asing oleh mayoritas etnis dan disangkal kewarganegaraannya oleh pemerintah karena menganggap mereka pemukim ilegal dari negara tetangga Bangladesh.

Setelah serangkaian pembunuhan sejak akhir Mei, pertempuran berdarah menyebar dengan cepat di banyak negara bagian Rakhine di pesisir Myanmar.

Pemerintah mengumumkan keadaan darurat pada tanggal 10 Juni, mengirim pasukan untuk memadamkan kerusuhan dan melindungi masjid dan biara-biara. Pihak berwenang mengatakan sedikitnya 78 orang tewas dan ribuan rumah milik kaum Budha dan muslim dibakar atau hancur.

Sejak itu, kekerasan komunal terus berlanjut, meskipun intensitasnya semakin berkurang. Amnesty mengatakan serangan itu sekarang diarahkan sebagian besar pada populasi Rohingya.

"Kekerasan dalam enam minggu terakhir ini menyasar umat Islam umumnya dan Rohingya secara khusus menjadi target dan korban," kata Benjamin Zawacki, seorang peneliti Amnesty International, mengatakan kepada Associated Press. "Kekerasan dilakukan baik oleh aparat maupun etnis Rakhine Buddha. Namun pasukan keamanan justru menutup mata dalam beberapa kasus."

Pejabat pemerintah Myanmar tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar. Amnesty juga mengatakan pasukan keamanan, termasuk polisi dan tentara, telah menahan ratusan orang Rohingya.

"Sementara pemulihan ketertiban, keamanan, dan perlindungan hak asasi manusia diperlukan, penangkapan tampaknya dilakukan sewenang-wenang dan diskriminatif, melanggar hak atas kebebasan dan kebebasan dari diskriminasi atas dasar agama," kata Amnesti dalam pernyataannya.

Kekerasan, yang mencapai titik paling berdarah pada bulan Juni, merupakan pertumpahan darah sektarian dan menimbulkan kekhawatiran internasional mengenai nasib Rohingya di Burma.

Presiden Burma, Thein Sein, mengatakan awal bulan ini solusi untuk permusuhan etnis di negara bagian Rakhine adalah dengan mengirim Rohingya ke negara ketiga atau Badan Pengungsi PBB, UNHCR, menjaga mereka. Kepala UNHCR, Antonio Guterres, mengatakan, bagaimana pun, itu bukan tugas pihaknya untuk memukimkan kembali Rohingya.


gw bener2 ketinggalan berita ya, sampe2 gak tau tentang Rohingya ::grrr::
maklumlah gak punya tv dan udah gak langganan koran...

cha_n
03-08-2012, 12:41 AM
kasian bangetttt...
mana ai isha yang ngomongin soal ham molo

AsLan
03-08-2012, 01:06 AM
Ada satu etnis minoritas Kristen di Myanmar namanya etnis Karen yg ditindas habis2an oleh pemerintah myanmar, mereka sering diserang, diusir, diperkosa dan dibunuh.
Junta militer Myanmar sudah lama berusaha membersihkan etnis Karen.

Kayaknya pemerintah militer myanmar perlu dikucilkan atau ditekan oleh Asean, selama ini indonesialah yg sering membela myanmar dari tekanan amerika.

Neptunus
03-08-2012, 02:20 AM
ini tujuan junta militernya memberangus etnis2 minoritas kenapa sih? murni motif agama ato ada motif lain?

Fere
03-08-2012, 02:34 AM
kemarin di tivi disebutkan Indonesia siap
menerima pengungsi Rohingya

choodee
03-08-2012, 03:18 AM
kemarin di tivi disebutkan Indonesia siap
menerima pengungsi Rohingya

Siaaaappp???

Maw ditaroh di mana? Maw dikasi makan apa?

Wong lokalan sini aja masih banyak yg idupnya ga jelas, maw nampung anak tetangga ::doh::

Bukannya gak kasian sih, cuman ya gw ga setuju caranya begitu, mending bantuin diplomasi kek, atau kirim red cross indo ke wilayah si rohingya. Kalo di tampung di indo, malah nambah masalah sosial.

Fere
03-08-2012, 03:32 AM
Indonesia Siap Tampung Muslim Rohingya
Senin, 30 Juli 2012, 21:24 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan Indonesia siap menampung warga Muslim Rohingya yang mencari perlindungan. Dia juga menepis anggapan kalau Indonesia tidak bertindak apa apa atas tragedi yang menimpa etnis Rohingnya di Myanmar.

''Faktanya, etnis manapun yang mencari perlindungan di Indonesia, akan di perlakukan dengan baik," kata Marti, Senin (30/7).

Saat ini, kata dia, tak kurang dari 300 orang yang merupakan warga etnis Rohingya berada dalam penampungan di Indonesia. 270 diantaranya adalah pencari suaka, dan sisanya menjadi pengungsi yang dilindungi keberadaannya.

Marti menjelaskan, persoalan etnis Rohingya sudah lama menjadi sorotan khusus pemerintah Indonesia. Melalui forum internasional, kata dia, Indonesia terus mendorong agar persoalan Rohingya diselesaikan dengan seadil-adilnya.

Bahkan terang Marti, Indonesia di tahun 2010 sudah mengajukan ke forum Dewan HAM, dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar setiap persoalan yang menyangkut tentang kondisi di Myanmar segera dicarikan solusi.

Terkait dengan pernyataan pemerintah Myanmar, yang tidak menganggap etnis Rohingya bukanlah warga negara, Marti mengaku tidak bisa berbuat banyak. Menurutnya pemerintah tidak bisa memaksa suatu negara, untuk mengakui status kewarganegaraan seseorang maupun etnis tertentu.

''Indonesia hanya menegaskan tidak menerima prilaku diskriminatif yang dilakukan oleh negara, terhadap enis tertentu," kata dia.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/07/30/m7z9c3-indonesia-siap-tampung-muslim-rohingya

Ronggolawe
03-08-2012, 03:46 AM
Dulu Indonesia pernah menjadikan Pulau Galang se
bagai penampungan pengungsi Vietnam. Kenapa
ngga dicarikan saja gugusan pulau yang kira-kira
mampu menampung sebagian pengungsi, dan biar
kan mereka memulai hidup dan kehidupan baru di
sana.

Kalau perlu gugusan pulau-pulau terluar dimanfaat
in, sekalian para pengungsi diberi status kewarga
negaraan atas dasar kemanusiaan. Ngga akan ru
gi kita sebagai bangsa yang besar mengulurkan
tangan bantuan kepada sesama umat manusia.

jumlahnya ratusan ribu, ya? tempatkan di sepan
jang perbatasan Malaysia-Indonesia di pulau Ka
limantan, dengan pembinaan yang benar, dijamin
Malaysia ngga akan berani menggeser patok-pa
tok perbatasan.

ndableg
03-08-2012, 06:09 AM
betul.. yg rame palingan jakarta..

AsLan
03-08-2012, 11:28 AM
Bagus, indonesia punya peran humanis di kancah internasional, Bangladesh sudah menolak kedatangan pengungsi Rohingya bahkan juga melarang bantuan internasional kepada Rohingya.

Kalau indonesia mau menerima Rohingya, PBB harus membiayai,
indonesia hanya keluar tempat sedangkan biaya harus ditanggung oleh komunitas internasional.

ps: kalo banyak pengungsi di indonesia mungkin Australia akan ketakutan dan bersedia membantu biaya agar para pengungsi ini tidak menyebrang ke benua itu.

choodee
03-08-2012, 11:38 AM
Gw tetap ga setuju deh, kalau ada sdm dan uang buat ngebina itu pendatang, kenapa ga difokuskan ke rakyat indo dulu, di wilayah perbatasan aja masi banyak yg miskin. Ini bukan satu dua orang tp satu kampung.

AsLan
03-08-2012, 11:41 AM
loh ini bukan urusan kemiskinan chood, ini kan masalah penindasan, ada sekelompok minoritas yg sedang dibantai sebuah rezim.

choodee
03-08-2012, 11:49 AM
^
Lah iya, trus indo maw jadikan semua rakyat dunia yg ditindas jadi warga negara indo ;D maw ngempanin gitu, masalahnya rakyat sini aja banyak yg hidupnya ga beres, terlebih di perbatasan. Klo kata ronggo, ditaroh di pulau Kosong dan di bina, bakal keluar biaya lagi, belum bangun infrastruktur pendukung, memang di pulau kosong udah ada listrik dan air? Kalau ditempatkan di daerah yg udah ada infrastruktur, kemungkinan ada konflik sosial dengan warga setempat, karena mreka dr negara lain, kemungkinan ada budaya yg berbeda.

Ga taw deh, gw lebih banyak ngeliat mudharatnya bagi indo kalo nampung pengungsi, walaupun tertindas sekalipun, imo, membantu itu semampu aja, jangan sampai menimbulkan masalah baru bagi yg membantu. Ya itu gw bilang, bantu diplomasi kek, kirimin bantuan ke sana etc etc.

Ronggolawe
03-08-2012, 12:10 PM
^
Lah iya, trus indo maw jadikan semua rakyat dunia yg ditindas jadi warga negara indo ;D maw ngempanin gitu, masalahnya rakyat sini aja banyak yg hidupnya ga beres, terlebih di perbatasan. Klo kata ronggo, ditaroh di pulau Kosong dan di bina, bakal keluar biaya lagi, belum bangun infrastruktur pendukung, memang di pulau kosong udah ada listrik dan air? Kalau ditempatkan di daerah yg udah ada infrastruktur, kemungkinan ada konflik sosial dengan warga setempat, karena mreka dr negara lain, kemungkinan ada budaya yg berbeda.

Ga taw deh, gw lebih banyak ngeliat mudharatnya bagi indo kalo nampung pengungsi, walaupun tertindas sekalipun, imo, membantu itu semampu aja, jangan sampai menimbulkan masalah baru bagi yg membantu. Ya itu gw bilang, bantu diplomasi kek, kirimin bantuan ke sana etc etc.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang Besar... kalau
loe masih percaya dan meyakini itu, dan semua bang
sa Indonesia meyakini itu, maka tidak akan ada masa
lah...

soal uang itu gampang... pake saja DAU yang jumlah
nya trilyunan... atau rencana Dirjen Penyelenggaraan
Haji Anggito Abimanyu yang akan mengembalikan ke
untungan dana setoran awal Haji, dialihkan seja untuk
membantu pengungsi Rohingya, saudara kita sesama
umat Islam.

Daerah perbatasan di Kalimantan itu kosong... bukti
nya Malingsia bisa nyolong lahan, nge-geser patok ba
tas negara dll... buat konsorsium perusahaan sawit,
bagi setiap KK pengungsi, beri lahan 2Ha, kalau ada
100rb KK, berarti ada 200rb Ha lahan sawit baru, kasih
ke Artalita Suryani atau Hartati Murdaya, daripada be
rantem rebutan lahan kecil, suruh bikin pabrik pengola
han Minyak Sawit...

Pengungsi senang, Pengusaha senang, negara nambah
devisa, nilai tawar RI naik dimata dunia...

Masalahnya loe punya keyakinan atau tidak... dan peme
rintah RI punya keinginan atau tidak... that simple...

DH1M4Z
03-08-2012, 01:08 PM
Dana UNHCR kalau tidak untuk mengurusi masalah pengungsi , untuk apa?
Tinggal dibikin model seperti penanganan pegungsi vetnam dulu, ditampung di P. Galang
Indonesia menyediakan tempat / pulau, semua biaya termasuk penyiapan sarana dan prasarana ditanggung PBB

Joyko
03-08-2012, 01:13 PM
kalo gw ini liat dari sisi kemanusiaan; gak ada act yah dari pemerintah, sby melempem, padahal kita salah satu negara maju di asia....

danalingga
03-08-2012, 02:36 PM
Kalo gue sih berpandangan menolong diri sendiri saja kita belum mampu
apalagi menolong orang lain.

choodee
03-08-2012, 03:06 PM
Nah itu ronggo, simpelnya itu kek yg dibilang dana.

Bukannya gw gak percaya indo bangsa besar, lah memang bangsa besar, tapi banyak masalah. Di sini pertanyaannya apakah indo mampu menampung ribuan pengungsi dari negara lain? Kalo gw gak yakin indo mampu, baik dari masyarakat dan pemerintahnya, konflik antar suku aja masih sering, apalagi ini bawa2 budaya luar, okelah orang2 seperti kita ronggo, pikirannya lebih terbuka, menghindari diskriminasi, tapi orang2 di pedalaman atau daerah perbatasan, ah gw gak yakin.

Drpd ngurusin orang2 baru ditaroh di perbatasan kalimantan, itu pemerintah indo aja udah bener belum ngurusin penduduk asli indonesia di daerah perbatasan?

AsLan
03-08-2012, 03:22 PM
Kalo menurut gw UNHCR lah yg harus keluar biaya dan pembangunan infrastruktur.

Indonesia cuma perlu nyumbang lahan, bahkan mungkin kita bisa mem bisniskan urusan pengungsi.

(sambil ngancem australia "lu mau bayar gue atau mau negara lu kebanjiran imigran?")

Serenade
03-08-2012, 03:27 PM
Postingan Ronggo bikin aku geleng2 kepala ... Segampang itukah kita nyediain lahan dan investasi sebesar itu?
Liat gimana rusuhnya masalah tanah di Indonesia, lahan yg dipakai oleh BUMN aja, yg notabene hasilnya buat kepentingan negara sendiri aja masi dioyok oyok org. Apalagi kalo dikasi ke bgs lain (walaupun kemudian diterima sbg WNI).
Investasi buat pabrik dsb? Wong masalah inalum aja dilarut2 gini.
Kalo mrk sanggup menerima keadaan sbg buruh upahan aja sdh cukup baik.

Ronggolawe
03-08-2012, 03:42 PM
Postingan Ronggo bikin aku geleng2 kepala ... Segampang itukah kita nyediain lahan dan investasi sebesar itu?
Liat gimana rusuhnya masalah tanah di Indonesia, lahan yg dipakai oleh BUMN aja, yg notabene hasilnya buat kepentingan negara sendiri aja masi dioyok oyok org. Apalagi kalo dikasi ke bgs lain (walaupun kemudian diterima sbg WNI).
Investasi buat pabrik dsb? Wong masalah inalum aja dilarut2 gini.
Kalo mrk sanggup menerima keadaan sbg buruh upahan aja sdh cukup baik.

Makanya gw bilang Pemerintah Republik Indonesia
punya keinginan kuat atau tidak?

Energi Jihad amar ma'ruf nahyi munkar dari banyak
kelompok "militan" Islam, bisa dimanfaatkan untuk
penanganan pengungsi rohingya ini.

tinggal masalahnya loe, dan bangsa Indonesia apa
kah masih memiliki jiwa sebagai bangsa yang besar?

choodee
03-08-2012, 03:48 PM
Kalau gw punya jiwa besar, gw fokuskan buat rakyat di sekitar dulu, baru nolong orang di luar. Jangan rakyat di sini masih banyak yg menderita terus sok2an mau bantu orang luar. Kek ortu, anaknya masih busung lapar tapi maw ngangkat anak tetangga.

Ronggolawe
03-08-2012, 03:54 PM
Bangsa Indonesia kelaparan?
Itu bukan karena kekurangan suplai, melainkan ke
salahan distribusi. Emang loe pikir Indonesia semis
kin Ethiopia atau Korut?

Serenade
03-08-2012, 04:06 PM
Lho, mrk diterima sbg tenaga kerja di sini aja sdh cukup baik, Ronggo. Kamu ingin mrk jadi bos sawit bahkan jadi bos pabrik mah namanya ga adil dgn bangsa sendiri.
Ingat berapa byk WNI asli itu jg cuma buruh.

Ronggolawe
03-08-2012, 04:09 PM
Lho, mrk diterima sbg tenaga kerja di sini aja sdh cukup baik, Ronggo. Kamu ingin mrk jadi bos sawit bahkan jadi bos pabrik mah namanya ga adil dgn bangsa sendiri.
Ingat berapa byk WNI asli itu jg cuma buruh.

Kapan gw nulis mereka jadi bos sawit? gw nulis me
reka dijadikan buruh sawit, dengan lahan tanam un
tuk setiap KK 2Ha.... untuk pabriknya gw saranin
Artalyta dan Hartati Murdaya diberi kesempatan,
biar ngga rebutan lahan lagi.

modalnya, kalau UNHCR ngga mau bantu, pakai DAU
di Kementerian Agama... secara syariah, peruntukan
dana wakaf memang untuk menolong saudara seiman
yang sedang kesusahan...

spears
03-08-2012, 04:20 PM
seumur2 pemerintahan SBY, baru kali ini rasanya gw beneran salut ama doi. berani menampung pengungsi Rohingya.
tunggu aja deh tuh Myanmar, bentar lagi kena azab.
sampe skrg aja negaranya nggak jelas, rusuh mulu dan nggak ada kemajuan.
habisnya suka menindas orang sih...(bukan cuman etnis Islam, tp juga Kristen spt yg diposting Aslan)

Serenade
03-08-2012, 04:24 PM
Lah.... Aku kan sdh bilang mrk jd buruh upahan aja cukup bagus tp elu bilang akuhrs b.rbesar hati

Ronggolawe
03-08-2012, 04:27 PM
kapan gw bilang mereka dijadikan bos sawit?
katanya loe sudah baca tulisan gw ::arg!::::arg!::

heihachiro
03-08-2012, 04:31 PM
Aung San something ngga komentar ya ama kasus ini? ;))

Serenade
03-08-2012, 04:32 PM
Aku bilang ide elu itu terlalu tinggi.
Tp elu bilang aku krg besar hati.
Ga harus spt ide elu pake siapin lahan segala.
Perkebunan sawit itu makan waktu tahunan. Jangan2 bkn jadi sawit, malah jadi kebun singkong.

spears
03-08-2012, 04:33 PM
Alhamdulillah..OKI mauturun tangan. smoga Raja Abdullah mau bantuin dananya ::bye:: heheheeee

------------

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain membahas isu seputar Suriah, Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam juga mengagendakan membahas isu seputar warga Muslim Rohingya di Myanmar.

Kepastian tentang hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa kepada wartawan saat menggelar acara buka puasa bersama para duta besar negara sahabat di Pejambon, Jakarta, Rabu (1/8) malam.

Menurut kantor berita Antara, yang mengutip Kantor Berita Islam Internasional (IINA), penegasan sama juga disampaikan Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu pada hari yang sama di Jeddah, Arab Saudi.

Menurut Ihsanoglu, dirinya menyambut baik undangan Raja Abdullah dari Arab Saudi kepada pemimpin negara berpenduduk Muslim sedunia untuk menggelar KTT luar biasa itu.

”Situasi tragis di Suriah dan penderitaan warga Muslim Rohingya akan menjadi agenda puncak dari KTT luar biasa tersebut,” ujar dia dalam jumpa pers di kantor pusat OKI.

Rencananya, KTT Luar Biasa OKI itu akan digelar di Mekkah, Arab Saudi, 14-15 Agustus. Dia juga meminta negara anggota OKI yang memiliki hubungan diplomatik dengan Myanmar agar meminta pemerintah negeri itu memperbaiki perlakuan mereka terhadap warga Rohingya.

Hari Jumat (3/8) ini, OKI juga menggelar pertemuan konsultatif di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk membahas upaya penyaluran bantuan.

Sikap Banglades

Pemerintah Banglades memerintahkan sejumlah organisasi bantuan kemanusiaan menghentikan operasi mereka membantu para pengungsi Rohingya.

Organisasi kemanusiaan internasional Doctors Without Borders (MSF) dari Perancis, Action Against Hunger (ACF), dan Muslim Aid UK dari Inggris diminta menunda aktivitas mereka. Kepastian adanya perintah itu disampaikan pejabat lokal, Joynul Bari.

Padahal, tiga organisasi tersebut tengah membantu pengungsi Rohingya, yang banyak ditampung di sejumlah pengungsian di Distrik Cox’s Bazaar, yang berbatasan langsung dengan wilayah Rakhine, Myanmar.

Banglades menolak kedatangan gelombang pengungsi baru setelah kerusuhan di Rakhine, Juni lalu. Saat ini total pengungsi Rohingya di Banglades mencapai 300.000 orang.

Badan-badan bantuan dunia itu telah menyediakan berbagai bentuk bantuan kesehatan, pelatihan, serta pasokan makanan dan minuman kepada pengungsi Rohingya di Cox’s Bazaar sejak awal 1990-an. (AFP/DWA)
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Egidius Patnistik

Ronggolawe
03-08-2012, 04:34 PM
Aku bilang ide elu itu terlalu tinggi.
Tp elu bilang aku krg besar hati.
Ga harus spt ide elu pake siapin lahan segala.
Perkebunan sawit itu makan waktu tahunan. Jangan2 bkn jadi sawit, malah jadi kebun singkong.

emang ngga harus pake ide gw.... tapi kalau loe
berjiwa besar, maka ngga perlu kehilangan ide-ide
lainnya....

kecuali loe memang apatis ama bangsa sendiri :)

danalingga
03-08-2012, 04:42 PM
Kalo menurut gw UNHCR lah yg harus keluar biaya dan pembangunan infrastruktur.

Indonesia cuma perlu nyumbang lahan, bahkan mungkin kita bisa mem bisniskan urusan pengungsi.

(sambil ngancem australia "lu mau bayar gue atau mau negara lu kebanjiran imigran?")

Nah, ini boleh juga. Kan lumayan dapat duit buat bangun infrastruktur daerah perbatasan. ;))

surjadi05
03-08-2012, 04:43 PM
kalo gw bilang sih tergantung pemerintahan kita aja, punya komitmen apa tidak? Kasus pengungsi vietnam di pulau galang (batam) bisa sukses karna waktu itu jaman pak harto (tahun 80an) pemerintah stabil, dan yg penting pengungsi itu tahu diri, maksdnya walo disebut penampungan sebenarnya mereka diisolasi tapi mereka tidak keberatan dan mereka rendah hati mau "mengalah" sama penduduk lokal, jadi banyak penduduk lokal yg simpati sama mereka, dan yg paling penting waktu itu bangsa indo masih tinggi toleransinya, ga kayak sekarang tetangga dapat" bantuan", yg lainnya iri, sekarang bayangkan kalo pengungsi itu diberi makan, trus lahan, apa penduduk indo lainnya dapat berbesar hati? jgn samakan kondisi sosial sekarang dgn kondisi sosial 20-30 tahun lalu::bye::

Serenade
03-08-2012, 04:49 PM
emang ngga harus pake ide gw.... tapi kalau loe
berjiwa besar, maka ngga perlu kehilangan ide-ide
lainnya....

kecuali loe memang apatis ama bangsa sendiri :)

Aku ga pny ide, jumlah mereka terlalu besar, hati besar aja ga cukup.
Banyak banget yg harus dikerjakan, terutama menyiapkan lapangan pekerjaan.
Kalo ngga, mereka malah jadi masalah sosial.
Kalo negara" OKI mau terlibat, setidaknya dana investasi aja sdh sangat cukup baik.

Neptunus
03-08-2012, 04:59 PM
Kalo menurut gw UNHCR lah yg harus keluar biaya dan pembangunan infrastruktur.

Indonesia cuma perlu nyumbang lahan, bahkan mungkin kita bisa mem bisniskan urusan pengungsi.

(sambil ngancem australia "lu mau bayar gue atau mau negara lu kebanjiran imigran?")

gw juga setuju ama pendapatnya Aslan. Cuman diplomat2 Indonesia nya harus berani ngotot2an negosiasi ama PBB plus Australia.

Marty something gw meragukan kapabilitasnya meskipun riwayat akademiknya bagus. Terlalu lembek IMHO

ndableg
03-08-2012, 05:06 PM
Kalo gue sih berpandangan menolong diri sendiri saja kita belum mampu
apalagi menolong orang lain.

Yah macam pengemis nolongin gembel.. terjadi kan?

BundaNa
03-08-2012, 05:13 PM
Aung San something ngga komentar ya ama kasus ini? ;))

yes...dia ga merasa Rohingya bagian dari Burma, menurutku

Dan Aung san bukan orang yang perlu dikasih respek karena perjuangannya cuma sebatas kekuasaan buat dirinya sendiri


btw, ini masalah kemanusiaan, bukan urusan agama lagi. Sebuah etnis dihancurkan atau anak manusia dihilangkan nyawanya dengan sengaja, harus ada yang berjiwa besar. Syukurlah kalo SBY berniat membantu...ada banyak pulau kecil di perbatasan Indonesia Malaysia yang dulunya dipakai untuk menampung manusia perahu Vietnam, mereka saja kita tampung mengapa orang Rohingya tidak?

Kuncinya adalah kesiapan pemerintah untuk membantu mereka tanpa harus menganggu hidup warganya. Juga UNHCR plus red cross, bulan sabit dan banyak organisasi kemanusiaan yang mau bantu tapi dihalangi oleh pemerintahan Bangladesh (pantes miskin terus, mereka ternyata tidak berjiwa penolong). Plus seperti kata Aslan, "menekan" Australia untuk jadi donatur, ketimbang orang Rohingya lari ke Australia?

dan menyambung komentar chan...mana lah si Isha sama Purba peka urusan ini? oh, siapa yang nindas orang Rohingya? agamanya apa? Isha, jawab oe

E = mc˛
03-08-2012, 06:26 PM
jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dan menjudge sikap individu thp suatu permasalahan yg besar. Masalah HAM dan kewarganegaraan bukan perkara sepele yg harus dituntaskan dan ditanggapi dg cepat (di Indonesia juga ada kan kasus warga jakarta yg gak bisa bikin KTP dan berlarut-larut sampai sekarang). Ketidakjelasan status identitas rohingya sendiri kan bukan kehendak aung san su kyi atau siapapun, tapi nyata karena isi UU kewarganegaraan Myanmar sendiri yg emang gak "sempurna". Apalagi kalau kita meninjau posisi Aung sbg seorang oposisi yg saat ini berusaha merebut simpati warga Myanmar, kebijakan yg tidak populis spt membela kaum minoritas yg belum statusnya merupakan perbuatan yg riskan bagi perjuangan yg puluhan tahun dia rintis.

Bagi saya sih, dia bijak dengan memilih diam (untuk sementara sebelum adanya kejelasan yg tuntas baik itu penyebab, status, dll)

beastmen85
03-08-2012, 06:40 PM
ungsikan semua ke indon
kasih takjil beracun ::up::

Neptunus
03-08-2012, 09:10 PM
ungsikan ke klinik tong fang :ninja:

choodee
03-08-2012, 09:20 PM
Lho, mrk diterima sbg tenaga kerja di sini aja sdh cukup baik, Ronggo. Kamu ingin mrk jadi bos sawit bahkan jadi bos pabrik mah namanya ga adil dgn bangsa sendiri.
Ingat berapa byk WNI asli itu jg cuma buruh.

Gw ga ada bilang indo semiskin itu, tapi faktanya, masih banyak dan signifikan jumlahnya penduduk miskin di indo.

Lah pemerintah aja gak mampu mendistribusi yang benar soal infratsruktur ke penduduk lokalnya sendiri, trus maw ngurusin warga luar. Maksud gw kalo indo ada tenaga buat buatin dan bina warga pendatang, kenapa ga disalurkan aja buat buatin infrastruktur dan bina warga di daerah perbatasan yang masih banyak yg miskin.

Kalo ngasi pulau kosong tok sih silahkeun ya, tapi kalo sampai dibuatin infrastruktur, dibina dan sebagainya, dengan resource milik indonesia, gw ga setuju.

Ronggolawe
03-08-2012, 09:38 PM
Secara psikologis akan lebih mudah men"transmigra
si"kan para pengungsi daripada penduduk tetap. Me
reka sudah nothing to lose, ditolak disana-disini, ma
sa iya disediakan tempat untuk mencari kehidupan
yang layak malah ditolak?

Warga negara sendiri? Berapa banyak transmigran
yang kemudian menjual tanahnya karena home-sick?
Apa orang miskin yang ngga mau transmigrasi akan
protes kalau pemerintah memberikan Tanah Garapan
untuk 100rb KK pengungsi @2Ha?

Satu lagi, Islam sebagai Ideologi adalah ideologi trans
nasional, itu yang ditakuti barat selama ini, bahwa
Ukhuwah Islamiyah tumbuh nyata menjadi satu kekua
tan besar, sebagaimana di-warnig oleh Hutington :)
heran aja gw ngelihat ada muslim terperangkap dalam
rasa nasionalisme sempit :)

Lihat saja AS... itu negara besar yang dibangun oleh
para "pengungsi" dan anak keturunannya :)

Joyko
03-08-2012, 11:28 PM
nih awal mula terjadi konflik di rohingya, sebenarnya konflik antar suku disana, baca aja deh supaya berita2 yang memberatkan disini dan di dunia internasional menjadi berimbang

http://forum.kompas.com/internasional/150228-inilah-kronologis-pemicu-tragedi-rohingya-myanmar.html

ndableg
04-08-2012, 12:28 AM
wah.. ini sih kek di indonesia aja...

Nharura
04-08-2012, 01:56 AM
Wajah-wajah Ceria Para
Pencari Suaka
Jumat, 3 Agustus 2012 Oleh Fazar Muhardi (kompas.com)

Hanya di sebuah lapangan futsal,
puluhan pria dan wanita asing itu
tampak begitu ceria dengan sorot
mata menunjukkan kebahagiaan
disertai "hiasan" senyum yang
beragam. Beberapa saja yang masih terlihat murung, namun akhirnya turut
tersenyum usai disapa manja
sesama rekan satu nasib dan
sepenanggungan. Beberapa balita dan bocah ingusan yang berada di antara pria
dan wanita dewasa itu, turut asik
bermain. Berlari ke sana-sini
menikmati kebersamaan yang
terangkai dalam suatu acara buka puasa bersama dengan para
pejabat Rumah Detensi Imigrasi
(Rudenim) Pekanbaru, Riau, Kamis
(2/8) malam.

Mereka adalah para imigran dari
berbagai negara konflik. Mulai dari
Iraq, Iran, Afghanistan, hingga
Palestina bahkan Rohingya
Myanmar yang akhir-akhir ini
mencuat kepermukaan, dikenal sebagai etnis terasingkan di
negaranya sendiri. Seluruh imigran itu rata-rata
merupakan pengungsi yang
tengah berburu suaka demi
perlindungan dan jaminan hidup
masa depan. Seakan tidak ada perbedaan
diantara mereka meski berasal dari
berbagai negara yang berbeda.


Warna-warni ras dan etnis menjadi
"bumbu" kegembiraan di malam
acara buka bersama pada Ramadhan 1433 Hijriyah yang
disajikan pejabat Keimigrasian
serta Rudenim Pekanbaru. "Kami
senang ada kegiatan seperti ini,"
kata Muhammed. Pria ini mengaku berasal dari Iraq
dan sengaja mengungsi bersama
seluruh anggota keluarganya,
yakni seorang isteri dan dua
anaknya karena di negaranya
tengah berkemelut perang berkepanjangan. Muhammed yang sedikit mengerti
bahasa Indonesia, mengaku amat
terharu dengan kegiatan buka
puasa bersama itu. Sebagai seorang muslim, dia mengaku sangat mendambakan
kebersamaan dalam beribadah,
berkasih sayang, serta saling
berbagi keindahan. Meski
keindahan yang dimaksud merupakan kiasan untuk masa
lalunya yang kian suram. Rasa trauma masih
membayanginya. Namun
hangatnya keluarga baru di
Rudenim Pekanbaru, membuat
dirinya perlahan mulai melupakan
masa lalu suram itu.

Hal sama juga diakui Ibrahim. Dia
merasa bahagia berbagi duka dan
keceriaan. Warga asing asal
Afghanistan ini mengaku sengaja
mengungsi dari negara asalnya
juga disebabkan kemelut perang politik yang berkepanjangan. Dia mengaku sangat beruntung
bisa tiba dan menjadi penghuni
sementara di Indonesia.
Menurutnya, negara ini merupakan
negara yang bersahabat dan patut
menjadi sebuah percontohan bagi negara-negara lainnya. "Indonesia tidak sama seperti
negara lainnya yang pernah kami
singgahi. Orang-orangnya ramah
dan baik dengan kami," katanya
dengan bahasa Indonesia yang
tidak begitu fasih. Ibrahim mengakui, sebelum tiba di
Indonesia, ia bersama sejumlah
anggota keluarga yang berjumlah
enam orang sempat menyinggahi
negara Malaysia. "Di sana kami tidak begitu nyaman
karena tidak ada keistimewaan.

Namun di sini (Indonesia),
semuanya menjadi saudara,"
ungkapnya. Ibrahim dan Muhammed
merupakan dua imigran pencari
suaka dengan negara tujuan
Australia. Di Rudenim Pekanbaru,
keduanya bercampur baur dengan
67 imigran lainnya sesama pemburu suaka.

Dari 69 orang itu, sekitar 59 orang
penghuni Rudenim Pekanbaru itu
adalah kaum muslim, yang terdiri
dari kalangan balita, remaja,
hingga dewasa. Kepala Rumah Detensi Imigrasi
(Rudenim) Pekanbaru, Fritz
Aritonang, kepada ANTARA
mengatakan, puluhan imigran
tersebut rata-rata memiliki negara
tujuan suaka, namun dominannya adalah Australia. Fritz menguraikan, sebanyak 69
imigran asal negara-negara konflik
tersebut, 51 diantaranya adalah
kaum laki-laki dan sebanyak enam
orang perempuan serta 12 anak-
anak. Untuk asal Afghanistan yakni ada sebanyak 16 orang, dimana 11
diantaranya pria dewasa dan dua
lainnya wanita dewasa serta tiga
anak-anak dengan umur dibawah
12 tahun. Kemudian untuk asal Iran,
demikian Fritz, yakni ada sebanyak
16 orang dan semuanya kaum
laki-laki dewasa. Sementara untuk
yang dari Iraq, lanjutnya, ada
sebanyak tiga orang, dua laki-laki dewasa dan satu perempuan
dewasa. Untuk asal Srilanka dia merincikan
ada sebanyak delapan orang laki-
laki dewasa, Palestina ada 12 yang
terdiri dari tiga orang laki-laki
dewasa, tiga orang wanita dewasa
dan enam orang anak-anak. Sementara untuk asal Myanmar
yakni ada sebanyak 12 orang.
Semuanya laki-laki. Namun yang
berstatus sebagai korban konflik
etnis Rohingya yakni ada
sebanyak lima orang.

Masakan Khas Keceriaan dalam acara para pencari suaka itu, dilengkapi
dengan berbagai menu masakan
khas asal sejumlah negara para
imigran yang digelar di lapangan. Masakan khas negara asal
penghuni Rudenim itu, mulai dari
Iraq, Iran, Afghanistas, hingga
menu masakan khas Rohingya
Myanmar terpajang dalam barisan
stan yang disediakan penyelenggara acara. Situasi acara buka puasa bersama
itu sama halnya dengan
pertunjukan sebuah perlombaan
menu makanan khas internasional. Beduk bertanda akhir puasa jelang
malam itu, menambah keceriaan
puluhan imigran. Mereka
mengerumuni setiap stan sajian
masakan khas tersebut. Mereka
saling berbagi keterampilan memasak dan menikmatinya
secara bersama. Tiada terasa duka konflik yang
sempat mereka alami, karena
Semuanya tampak sirna di dalam
sebuah acara berbuka puasa pada
bulan Ramadhan penuh hikmah,
berkah dan ampunan itu. "Kami senang dengan acara ini,"
kata Ahmad, warga Rohingya
Myanmar yang turut ambil bagian
pada stan menu berbuka puasa
malam itu. Ahmad sangat berharap, acara
sama dapat terus dilakukan secara
rutin. "Lampu sedikit berkedip, tapi
tidak ada masalah bagi saya,"
katanya lagi. Malam itu, listrik memang sempat
berulang kali padam. Namun
situasi gelap seketika itu
menambah warna kebersamaan
diantara para imigran. Tidak ada
keluhan dan kesedihan. Acara buka bersama malam itu tampak
benar-benar membawa keceriaan
yang begitu indah.

Demi Kemanusiaan Kepala Rudenim Pekanbaru, Fritz
Aritonang mengatakan, kegiatan
buka puasa bersama yang
diadakan pihaknya merupakan
bagian kegiatan sosial, demi rasa
kemanusiaan. "Acara ini mengangkat tema kebersamaan
bersama para pencari suaka,"
katanya. Tidak ada perbedaan antara
imigran satu dengan yang lainnya,
menurut Firtz, semuanyaterangkum dalam satu kegiatan
untuk menciptakan keceriaan di
antara wajah-wajah sang pencari suaka. "Acara buka puasa yang kami lakukan ini merupakan yang
pertama. Tidak hanya untuk
Rudenim Pekanbaru, namun juga
di seluruh Rudenim yang ada di
Tanah Air, acara seperti ini adalah yang pertama kalinya digelar,"
kata dia. Fritz mengaku sangat senang
dengan acara tersebut, dan
diharapkan mendapat dukungan
semua pihak dan agar juga dapat
dilaksanakan di seluruh Rudenim
yang ada di Tanah Air.

Menurutnya, imigran asal negara
konflik bukan merupakan tahanan
yang harus dikurung dalam suatu
sel atas kesalahan tindak pidana
yang mereka perbuat. "Mereka (imigran), merupakan
para pengungsi yang sengaja
kabur dari negaranya untuk
mendapatkan perlindungan,"
katanya. Untuk itu, demikian Fritz, perlu
dipahami bahwa tidak
sepantasnya para imigran itu
dikekang kebebasannya, terlebih
dikurung dalam suatu sel yang
membuat mereka merasa semakin teraniaya.

---------- Post Merged at 11:56 PM ----------

pas aku baca berita di atas itu, aku bangga dgn rakyat indonesia, meski mereka bnyk pula masalah,tapi tak pernah zalim pada musafir,tamu yg meminta pertolongan.

Semoga pemerintah indonesia,bisa menjadi tim yg mendamaikan konflik di myanmar, politik internasional kita adalah bebas dan aktif,artinya bebas dari blok manapun serta aktif di dalam perdamaian dunia.

BundaNa
04-08-2012, 01:08 PM
jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dan menjudge sikap individu thp suatu permasalahan yg besar. Masalah HAM dan kewarganegaraan bukan perkara sepele yg harus dituntaskan dan ditanggapi dg cepat (di Indonesia juga ada kan kasus warga jakarta yg gak bisa bikin KTP dan berlarut-larut sampai sekarang). Ketidakjelasan status identitas rohingya sendiri kan bukan kehendak aung san su kyi atau siapapun, tapi nyata karena isi UU kewarganegaraan Myanmar sendiri yg emang gak "sempurna". Apalagi kalau kita meninjau posisi Aung sbg seorang oposisi yg saat ini berusaha merebut simpati warga Myanmar, kebijakan yg tidak populis spt membela kaum minoritas yg belum statusnya merupakan perbuatan yg riskan bagi perjuangan yg puluhan tahun dia rintis.

Bagi saya sih, dia bijak dengan memilih diam (untuk sementara sebelum adanya kejelasan yg tuntas baik itu penyebab, status, dll)

kog giliran agama lain yg kena statemen mu ga kayak gini ya?::hihi::

Kalau mau jujur pasti lah ada subyektif dalam berkomentar pada satu kejadian, berusaha senetral apapun (gwe salut sama Aslan dan etca untuk urusan ini), pasti agak berat sebelah. Cumaaaaaaaaaa yg ngaku pejuang HAM (aung San ngaku pejuan HAM kan? mestinya semua masalah HAM dia mau bersuara) selalu berat sebelah kalo urusannya ada bau2 muslimnya. Ngaku aja, ga perlu ngeles bilang ini itu...malah keliatan BASI

btw bis, kalau gak bsia komentar, gak usah ngomong...jerk

ndugu
04-08-2012, 01:37 PM
saya pertama baca mengenai rohingya di koran udah cukup lama, dan seingatku konflik utamanya bukan agama deh, lebih ke budaya dan suku, yang kebetulan memang juga berbeda agama. rohingya kan memang bukan orang lokal myanmar, tapi larian dari bangladesh. sehingga sama orang lokal mereka tidak pernah dianggap orang sendiri. apalagi penampilan secara fisik pun sangat berbeda antara orang lokal dan rohingya. dan kupikir ini bukan hal yang aneh ya, sudah cukup banyak contoh2 mengenai konflik dan masalah diskriminasi antar suku. sedangkan untuk kembali ke bangladesh, mereka sendiri juga banyak masalah dan ga bisa menampung rohingya. memang sangat menyedihkan.

dan memang sangat disayangkan juga aung san diam saja. tapi hey, that's politics. aung san kan masih bukan sapa2 kan (masi blom ada kuasa ato status apa gitu), dalam hal ini saya sebenarnya setuju dengan rumus, menurutku secara politik, aung san memang memilih aman. dan kupikir ini lebih ke keputusan strategi politik.

IDEALnya memang ada negara yang bisa menampung kaum terpinggirkan ini. tapi apakah realistis untuk indonesia? ntah lah, saya meragukan. saya mengerti niat baik untuk menampung mereka (sapa sih yang tidak ingin membantu dunia?), tapi seperti yang ditulis di atas, indo menurutku masih banyak maslah internal yang perlu ditangani, boro2 bantu orang laen. seperti bangladesh lah, mereka juga masih banyak masalah domestically. yang pernah naek pesawat juga pasti tau mengenai "bantulah diri sendiri dulu sebelum membantu orang laen" (misalnya pas drop of pressure dan oxygen masks jatuh untuk dipakai oleh penumpang) :cengir: dan kalo pun ditampung di indo, menurutku itu juga bukan garansi mereka tidak didiskriminasi. di indo aja racial tension juga masih cukup gede, padahal sesama orang indo, apalagi orang asing yang mempunyai budaya asing.

i dont know, man ::elaugh::

Serenade
04-08-2012, 01:52 PM
Gw ga ada bilang indo semiskin itu, tapi faktanya, masih banyak dan signifikan jumlahnya penduduk miskin di indo.

Lah pemerintah aja gak mampu mendistribusi yang benar soal infratsruktur ke penduduk lokalnya sendiri, trus maw ngurusin warga luar. Maksud gw kalo indo ada tenaga buat buatin dan bina warga pendatang, kenapa ga disalurkan aja buat buatin infrastruktur dan bina warga di daerah perbatasan yang masih banyak yg miskin.

Kalo ngasi pulau kosong tok sih silahkeun ya, tapi kalo sampai dibuatin infrastruktur, dibina dan sebagainya, dengan resource milik indonesia, gw ga setuju.

Ga ngerti dah, di bagian mana yg aku bilang kadar kemiskinan di Indonesia.
Dana infrastruktur mungkin bisa dimintai dari badan2 dunia (walaupun sedang krisis di Eropa dan AS, masih ada la sedikit), OKI dsb. Ga menutup kemungkinan akan ada yg ngebantuin dana.

Aku mah suka aja kalo Indonesia bisa menampung mereka dan dananya kita usahain dari luar, tapi suatu prinsip buat aku, kalo ngebantuin mikir dampaknya baik" terlebih dahulu. Sanggup ga kita mengatasi masalah yg akan datang, antisipasinya spt apa dsb. Ga cuma mimpi muluk.
Kalo nggak gitu kita malah membuat kesukaran baru bagi tamu yg datang dan bangsa sendiri. ::doh::

---------- Post Merged at 11:52 AM ----------


Secara psikologis akan lebih mudah men"transmigra
si"kan para pengungsi daripada penduduk tetap. Me
reka sudah nothing to lose, ditolak disana-disini, ma
sa iya disediakan tempat untuk mencari kehidupan
yang layak malah ditolak?

Warga negara sendiri? Berapa banyak transmigran
yang kemudian menjual tanahnya karena home-sick?
Apa orang miskin yang ngga mau transmigrasi akan
protes kalau pemerintah memberikan Tanah Garapan
untuk 100rb KK pengungsi @2Ha?

Satu lagi, Islam sebagai Ideologi adalah ideologi trans
nasional, itu yang ditakuti barat selama ini, bahwa
Ukhuwah Islamiyah tumbuh nyata menjadi satu kekua
tan besar, sebagaimana di-warnig oleh Hutington :)
heran aja gw ngelihat ada muslim terperangkap dalam
rasa nasionalisme sempit :)

Lihat saja AS... itu negara besar yang dibangun oleh
para "pengungsi" dan anak keturunannya :)

Iya, mungkin begitu, tapi apa kamu yakin mental Rohingya emang adalah mental spt yg kamu sebutkan tadi.
Kalo memang segampang itu, Bangladesh mungkin ga ngusir mereka spt skrg. Lihat keluhan2 yg negara Bangladesh sampaikan. Masalahnya juga merembet kepenggunaan narkoba segala macam.

Dan tanah" di Indonesia itu sdh jadi incaran banyak pihak, ga kayak dulu lagi.
Perebutan tanah sdh jadi wacana yg seringkali muncul. Tanah kalimantan yg kamu klaim ga berpenghuni, belum tentu tidak akan diperebutkan orang. Tanah Sulawesi, Sumatera aja sdh dikapling abis oleh org", Kalimantan cuma sasaran berikutnya.

E = mc˛
04-08-2012, 02:01 PM
selalu saja, kalau ada isu 'penindasan thp golongan agama tertentu' maka reaksi orang2 bkn sekedar reaktif, tapi cenderung provokatif. Penganiyayan thp suku rohingya tentu saja amat buruk. Semua orang mengutuknya. Tapi kebanyakan orang terlalu bersemangat tanpa mau memahami dan mengerti kondisi sebenernya seperti apa. Terlalu gampang menuduh dan menyalahkan tanpa benar-benar memahami kondisinya seperti apa. Kalo ngotot bilang itu semata2 konflik 'umat Budha ngebantai umat Muslim' yah ketahuan dia gak mau cari informasi lebih jauh.

Sebagai seorang politikus, Aung tentu saja punya sikap dan pertimbangan tersendiri. Gak usah jauh2 ke Aung deh, kemana para politikus kita saat kasus pelanggaran HAM di Aceh, Ahmadiyyah, Tionghoa prareformasi, Maluku, Papua, bahkan Timor Leste?

spears
04-08-2012, 02:08 PM
teman2 sesama muslim, maupun non muslim yg berempati terhadap penindasan kemanusiaan,
saat ini , mantan wakil presiden kita yang juga Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, sedang melalukan pertemuan bersama negara2 OKI dan perwakilan dari Etnis Rohingya di Malaysia

http://www.fajar.co.id/img_berita/264F-JK2%20(1).jpg

Dalam pertemuan ini, JK menjelaskan langkah langkah praktis yang harus ditempuh untuk mengatasi krisis Rohingya. Caranya, dengan mengedepankan bantuan kemanusiaan yang bersifat netral dan tidak sekadar berpihak dan membantu salah satu pihak saja.

Netralitas penting, kata JK yang sudah teruji menyelesaikan sejumlah konflik, karena pemerintah Myanmar relatif tertutup. Sehingga upaya kemanusiaan harus dapat membuka akses ke Rohingya. Hal itu bisa dicapai jika bantuan yang diberikan dilandasi semangat netralitas.

Di depan para delegasi termasuk utusan PBB Oliver Kall -dari UNOCHA, JK mengajukan lima rekomendasi untuk diterapkan bagi etnis Rohingya di antaranya; bantuan sosial kemanusiaan, makanan, pendidikan, pemukiman, serta rasa aman. JK juga menyarankan agar secepat mungkin bekerja sama dengan pemerintah Myanmar agar akses menuju Rohingya yang terisolasi dapat dibuka.

mari kita doakan solusi terbaik untuk orang2 Rohingya dan semua etnis tertindas di Myanmar. Amiiiinnn.

surjadi05
04-08-2012, 02:32 PM
teman2 sesama muslim, maupun non muslim yg berempati terhadap penindasan kemanusiaan,
saat ini , mantan wakil presiden kita yang juga Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, sedang melalukan pertemuan bersama negara2 OKI dan perwakilan dari Etnis Rohingya di Malaysia


Dalam pertemuan ini, JK menjelaskan langkah langkah praktis yang harus ditempuh untuk mengatasi krisis Rohingya. Caranya, dengan mengedepankan bantuan kemanusiaan yang bersifat netral dan tidak sekadar berpihak dan membantu salah satu pihak saja.

Netralitas penting, kata JK yang sudah teruji menyelesaikan sejumlah konflik, karena pemerintah Myanmar relatif tertutup. Sehingga upaya kemanusiaan harus dapat membuka akses ke Rohingya. Hal itu bisa dicapai jika bantuan yang diberikan dilandasi semangat netralitas.

Di depan para delegasi termasuk utusan PBB Oliver Kall -dari UNOCHA, JK mengajukan lima rekomendasi untuk diterapkan bagi etnis Rohingya di antaranya; bantuan sosial kemanusiaan, makanan, pendidikan, pemukiman, serta rasa aman. JK juga menyarankan agar secepat mungkin bekerja sama dengan pemerintah Myanmar agar akses menuju Rohingya yang terisolasi dapat dibuka.

mari kita doakan solusi terbaik untuk orang2 Rohingya dan semua etnis tertindas di Myanmar. Amiiiinnn.

err jadi kangen sama Bapak yg satu ini, tegas dan berani mengambil langkah yg kadang tidak populis bukan seseorang yg cuma mengatakan SAYA PRIHATIN::arg!::::arg!::

E = mc˛
04-08-2012, 02:45 PM
JK gak akan ada yang nyalonin lg ya di pilpres mendatang? Kalo ada, saya nyoblos beliau lagi deh kek pemilu yg lalu :ninja:

Skrg dr Golkar, Ical sih ya? -_-

*oot

Zhazha
04-08-2012, 04:29 PM
Iya, mungkin begitu, tapi apa kamu yakin mental Rohingya emang adalah mental spt yg kamu sebutkan tadi.
yang aq tahu meleka adalah bangsa yang belmental baja, selama bebelapa genelasi tidak diakui dan dianggap sampah, meleka tetap mempeljuangkan hak-hak meleka.


Kalo memang segampang itu, Bangladesh mungkin ga ngusir mereka spt skrg. Lihat keluhan2 yg negara Bangladesh sampaikan. Masalahnya juga merembet kepenggunaan narkoba segala macam.
Bangladesh itu negala miskin, dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi. Secala politik meleka juga belum matang, masih ada kudeta, dan kental politik dinasti. Tentu tidak bisa disamakan dengan Indonesia.



Dan tanah" di Indonesia itu sdh jadi incaran banyak pihak, ga kayak dulu lagi.
Perebutan tanah sdh jadi wacana yg seringkali muncul. Tanah kalimantan yg kamu klaim ga berpenghuni, belum tentu tidak akan diperebutkan orang. Tanah Sulawesi, Sumatera aja sdh dikapling abis oleh org", Kalimantan cuma sasaran berikutnya.
makanya ayah bilang, kalau pemelintah punya kemauan politik dan sosial yang kuat, siapa yang belani macam-macam? jangan apatis lah, 2014 kita akan punya pemimpin balu yang tidak selembek mbah Beye

Serenade
04-08-2012, 04:46 PM
^
^

Sapa, nih? Klonengan Ronggo?:ngopi:
Ada kemiripan dalil.

Sori deh, kalo salah.

Aku lebih suka berhati" daripada menjadi pemimpi.
Sekali lagi, coba cek deh, apa permasalahan yg dihadapi Bangladesh ketika menangani pengungsi Rohingya.
Aku ga akan menuduh Rohingya macam", tapi apa yg dihadapi oleh pemerintah Bangladesh perlu kita pertimbangkan untuk solusinya.

Pembagian lahan spt waktu zaman transmigrasi dulu?
Mimpi di siang bolong menurutku.

Zhazha
04-08-2012, 05:00 PM
Indonesia


Area (http://en.wikipedia.org/wiki/Geography_of_Indonesia)


-
Land (http://en.wikipedia.org/wiki/Land_area)
1,904,569 km2 (15th (http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_and_outlying_territories_by_tota l_area))
735,358 sq mi


-
Water (%) (http://en.wikipedia.org/wiki/Water_area)
4.85


Population (http://en.wikipedia.org/wiki/Demographics_of_Indonesia)


-
2011 census
237,424,363[3] (http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-imf2-2) (4th (http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_population))


-
Density
123.76/km2 (84th (http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_sovereign_states_and_dependent_territories _by_population_density))
323.05/sq mi


GDP (http://en.wikipedia.org/wiki/Gross_domestic_product) (PPP (http://en.wikipedia.org/wiki/Purchasing_power_parity))
2011 estimate


-
Total
$1.124 trillion[3] (http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-imf2-2) (15th (http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_GDP_(PPP)))


-
Per capita
$4,666[3] (http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-imf2-2) (122nd (http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_GDP_(PPP)_per_capita))


GDP (http://en.wikipedia.org/wiki/Gross_domestic_product) (nominal)
2011 estimate


-
Total
$845.680 billion[3] (http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-imf2-2) (17th (http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_GDP_(nominal)))


-
Per capita
$3,508[3] (http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia#cite_note-imf2-2) (107th (http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_GDP_(nominal)_per_capita))


Vs

Bangladesh


Area (http://en.wikipedia.org/wiki/Geography_of_Bangladesh)


-
Total
147,570 km2 (94th (http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_and_outlying_territories_by_tota l_area))
56,977 sq mi


-
Water (%)
6.4


Population (http://en.wikipedia.org/wiki/Demographics_of_Bangladesh)


-
2011 census
149,772,364[3] (http://en.wikipedia.org/wiki/Bangladesh#cite_note-2)


-
Density
1,033.5/km2 (9th (http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_sovereign_states_and_dependent_territories _by_population_density))
2,676.8/sq mi


GDP (http://en.wikipedia.org/wiki/Gross_domestic_product) (PPP (http://en.wikipedia.org/wiki/Purchasing_power_parity))
2011 estimate


-
Total
$282.229 billion[4] (http://en.wikipedia.org/wiki/Bangladesh#cite_note-imf2-3) (39 (http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_GDP_(PPP)))


-
Per capita
$1,790.26[4] (http://en.wikipedia.org/wiki/Bangladesh#cite_note-imf2-3) (193 (http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_GDP_(PPP)_per_capita))


GDP (http://en.wikipedia.org/wiki/Gross_domestic_product) (nominal)
2011 estimate


-
Total
$113.032 billion[4] (http://en.wikipedia.org/wiki/Bangladesh#cite_note-imf2-3)


-
Per capita
$700.59[4] (http://en.wikipedia.org/wiki/Bangladesh#cite_note-imf2-3)



Wilayah Indonesia kila-kila 13 kali lebih luas dibandingkan bangladesh.
GDP(PPP) pelkapita Indonesia hampil 3 kali lipatnya, sedangkan GDP(nominal) Indonesia 5 kali lipat Bangladesh.
Kepadatan penduduk Bangladesh 8 kali lipat kepadatan penduduk Indonesia.

Bangladesh angkat tangan, bukan belalti Indonesia halus angkat tangan pula...
100.000 KK balu?
Negala-negala Skandinavia akan membuka tangan lebal-lebal kalau saja meleka mayolitas belpendidikan setalaf SMA dan bisa belbahasa Ingglis.
Ini kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk mendapatkan tenaga kelja balu yang ngga akan neko-neko, kalau pemelintah kita punya keinginan politik dan sosial yang kuat dilandasi semangat kemanusiaan.

Nharura
04-08-2012, 05:21 PM
wah zha zha pinter ;D

baca berita tulisan yg di post spears diatas acungin 2 jempol.. Moga misi perdamaiannya berhasil :)

purba
04-08-2012, 06:22 PM
dan menyambung komentar chan...mana lah si Isha sama Purba peka urusan ini? oh, siapa yang nindas orang Rohingya? agamanya apa? Isha, jawab oe

Apanya yg musti di-peka-in? :))

Dari aspek hak asasi manusia, apa yg dilakukan rezim yg berkuasa di Myanmar sekarang jelas sebuah pelanggaran. Dan, apakah ente sebagai muslim juga peka ketika rezim militer Myanmar membantai rakyatnya sendiri yg nonmuslim?

:))

Serenade
04-08-2012, 07:12 PM
Wilayah Indonesia kila-kila 13 kali lebih luas dibandingkan bangladesh.
GDP(PPP) pelkapita Indonesia hampil 3 kali lipatnya, sedangkan GDP(nominal) Indonesia 5 kali lipat Bangladesh.
Kepadatan penduduk Bangladesh 8 kali lipat kepadatan penduduk Indonesia.

Bangladesh angkat tangan, bukan belalti Indonesia halus angkat tangan pula...
100.000 KK balu?
Negala-negala Skandinavia akan membuka tangan lebal-lebal kalau saja meleka mayolitas belpendidikan setalaf SMA dan bisa belbahasa Ingglis.
Ini kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk mendapatkan tenaga kelja balu yang ngga akan neko-neko, kalau pemelintah kita punya keinginan politik dan sosial yang kuat dilandasi semangat kemanusiaan.

Yeee .... siapa sih yg bilang Indonesia ga bisa bantuin mereka ::arg!::
Tenaga kerja baru emang iya, lahannya yg dipermasalahin ::arg!::::arg!::::arg!::
Elu pikir rakyat Indonesia yg lain ga mau tuh tanah gratis 2 hektar per KK sampe segitu yakinnya cuma suku2 tertindas gini saja yg mau. Disuruh nyicil aja mereka pasti mau!

---------- Post Merged at 05:12 PM ----------

Aku pikir ga perlu la ngasih lahan.
Bangun aja industri padat karya kalo emang mau menerima mereka sebagai tenaga kerja.
Arahin aja negara" kaya anggota OKI bikin pabrik" tekstil, elektronik dsb disertai dg pelatihannya.

Zhazha
04-08-2012, 07:30 PM
Yeee .... siapa sih yg bilang Indonesia ga bisa bantuin mereka ::arg!::
Tenaga kerja baru emang iya, lahannya yg dipermasalahin ::arg!::::arg!::::arg!::
Elu pikir rakyat Indonesia yg lain ga mau tuh tanah gratis 2 hektar per KK sampe segitu yakinnya cuma suku2 tertindas gini saja yg mau. Disuruh nyicil aja mereka pasti mau!
http://www.tempo.co/read/news/2012/07/30/090420053/Kalteng-Siapkan-150-Ribu-Ha-Kebun-Kedelai

ini ada lahan 150libu Ha, masih ada 850libu Ha lagi yang sampai sekalang masih tellantal...



Aku pikir ga perlu la ngasih lahan.
Bangun aja industri padat karya kalo emang mau menerima mereka sebagai tenaga kerja.
Arahin aja negara" kaya anggota OKI bikin pabrik" tekstil, elektronik dsb disertai dg pelatihannya.
nah, itu ada idenya, jadi ngga pellu apatis lah, bangsa indonesia bangsa yang besal

---------- Post Merged at 05:30 PM ----------

eh, telnyata Austlalia mau modalin :)
Australia Lirik lahan Gambut di Kalimantan Tengah

(http://www.tempo.co/read/news/2011/02/01/179310430/Australia-Lirik-lahan-Gambut-di-Kalimantan-Tengah)
nyambung dengan ide Um Aslan :)

Kalo menurut gw UNHCR lah yg harus keluar biaya dan pembangunan infrastruktur.

Indonesia cuma perlu nyumbang lahan, bahkan mungkin kita bisa mem bisniskan urusan pengungsi.

(sambil ngancem australia "lu mau bayar gue atau mau negara lu kebanjiran imigran?")

Serenade
04-08-2012, 09:09 PM
Berarti ga perlu ngasih lahan, kan?
Balik lagi apapun itu, bukan ngasih gratis lahan.

Ah, terserah deh, setiap kali ngomong ama elu jd emosi melulu. Off dah gw

choodee
04-08-2012, 09:52 PM
@sere gw salah ngequote di posting belakang, niatnya gw maw ngequote ronggo ;D

Terserah mau dibilang nasionalisme sempit, gw gak mandang cuman semata2 mreka itu rohingya satu agama ama gw, gw mandang dampak yg terjadi apabila indo mindahin pengungsi ke dalam negeri. Urusin dulu gih korban lumpur lapindo.

Ronggolawe
04-08-2012, 09:59 PM
@sere gw salah ngequote di posting belakang, niatnya gw maw ngequote ronggo ;D

Terserah mau dibilang nasionalisme sempit, gw gak mandang cuman semata2 mreka itu rohingya satu agama ama gw, gw mandang dampak yg terjadi apabila indo mindahin pengungsi ke dalam negeri. Urusin dulu gih korban lumpur lapindo.
Korban Lapindo itu kesalahan Bakrie dan pemerintah
yang lembek... 2014 nanti kita bakalan dapat pemim
pin baru yang lebih tegas dan kuat... kecuali orang-
orang yang apatis membiarkan pemimpin-pemimpin
lembek berkuasa :)

spears
04-08-2012, 11:28 PM
Buat yang bingung mau sedekah and nggak tau kemana, ini rekening #LoveRohingya via BCA 237.304.7171 dan Mandiri 103.00.5577.5577 -- Atas Nama Dompet Dhuafa.
Mari membantu sesama umat manusia. Allah menolong hamba-hambanya yang menolong saudaranya.

:)

BundaNa
05-08-2012, 12:16 PM
zakatnya ke sono aja? eh boleh gak ya?

surjadi05
06-08-2012, 12:26 PM
pengungsi rohingya di kepri
Tim ACT berhasil menemui pengungsi Rohingya di Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi) Tanjung Pinang. Untuk bisa menemui mereka Tim harus melewati lorong-lorong layaknya rumah tahanan.

Menurut keterangan Kepala Rudenim M Junus Junaid, ada 107 warga Myanmar yang berada di Rudenim Pusat. 82 dari mereka adalah dari etnis Rohingya, 13 diantaranya anak-anak.

“ Dari 82 orang itu, yang sudah mendapat status pengungsi dari UNHCR baru sebanyak 18 orang,” ungkap Yunus kepada Tim ACT, Senin (23/7), “ Namun belum ada kepastian bagi 18 orang pengungsi tersebut,” tambahnya.

Tim ACT mendapat kesempatan untuk mengetahui kondisi warga Rohingya yang telah berada di Kepulauan Riau itu selama kurang lebih 2 minggu sampai 10 bulan.

Para petugas imigrasi di Rudenim sendiri berharap agar 18 orang yang sudah mendapat status pengungsi bisa segera dibebaskan. Agar tidak membebani kerja mereka karena harus mengawasi 235 penghuni lainnya. “ Saya hanya mempunyai petugas 30 orang yang harus dibagi menjadi 3 shift untuk menjaga 342 penghuni,” kata Yunus. *

Rekening Donasi Rohingya

a/n Aksi Cepat Tanggap

BSM 101 000 5557

Bank Permata Syariah 0971 001 224


saus:http://regional.kompasiana.com/2012/07/23/tim-act-temui-pengungsi-rohingya/

red>,<hair
12-08-2012, 08:31 PM
ini beneran y?? kok malah kek gini Solidaritas Rohingya::doh::


Solidaritas Rohingya, FPI lempari Klenteng di Makassar

Aksi solidaritas muslim Rohingnya di Myanmar yang dilakukan oleh ormas Forum Pembela Islam (FPI) dan gabungan Ormas Islam di Jalan Sulawesi, Kota Makassar, Jumat (10/8/2012) berlangsung ricuh. Para pengunjuk rasa melempari kelenteng Xian Ma dengan batu.

Puluhan massa Ormas Islam ini dipimpin oleh Abdul Rahman. Mereka melakukan konvoi usai salat Jumat di masjid Al-Markaz Al-Islami. Sekitar pukul 14.45 Wita, Jumat (10/8), konvoi berhenti di depan Klenteng Xian Ma.

Di depan klenteng, Abdul Rahman pemimpin aksi melakukan orasi. Dia mengancam akan merusak Klenteng jika Muslim Rohingya terus ditindas. Setelah itu, tanpa dikomando beberapa orang melempari batu ke arah klenteng.

Usai melakukan orasi di klenteng Xian Ma, aksi dilanjutkan ke klenteng Jalan Gunung Salahutu. Di tempat itu, Abdul Rahman meminta kepada pengurus vihara agar bersurat ke Myanmar untuk menghentikan aksi Genosida terhadap muslim Rohingnya.

Setelah itu mereka kemudian melakukan konvoi ke arah timur kota, tepatnya di Jalan Hertasning untuk menghadiri acara salah seorang rekan mereka.

sumber (http://www.merdeka.com/peristiwa/solidaritas-rohingya-fpi-lempari-klenteng-di-makassar.html)

choodee
12-08-2012, 09:20 PM
tadi bokap gw bilang katanya itu muslim rohingya bukan ditindas sama pemerintah tapi karena ada perkelahian antar etnis, sumber dari yusuf kalla yang habis berkunjung ke myanmar.

bener gak nih?

AsLan
12-08-2012, 10:24 PM
ini beneran y?? kok malah kek gini Solidaritas Rohingya::doh::

gak bisa bedain klenteng sama vihara,
gak bisa bedain orang indonesia sama myanmar,
gak bisa bedain yg salah sama yg benar.


TRIBUNNEWS.COM,
MAKASSAR -

Jusuf Kalla, ketua Palang Merah Indonesia (PMI) dan mantan wakil presiden Republik Indonesia menyesalkan aksi anarkis yang dilakukan sebuah ormas dengan melempari vihara dan kelenteng di Makassar, Sulawesi Selatan, dan aksi lainnya yang menyerang fasilitas pemerintah Myanmar.
Penyerangan ini disebut sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Rohingya, Myanmar.

Kalla, yang meninjau langsung ke daerah konflik di Myanmar antara etnis Rohingya dan Rakhine menjelaskan bahwa konflik tersebut bukanlah karena masalah agama.
"Konflik ini, bukan karena agama. Hanya konflik internal yang melibatkan Rohingya dan Rakhine. Mereka saling menyerang dan korban jatuh dari Rohingya dan Rakhine," ujar Jusuf Kalla di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (11/8/2012).

Kalla menjelaskan, konflik yang terjadi di Myanmar lebih dikarenakan etnis Rakhine sebagai penduduk asli bersinggungan dengan penduduk pendatang, etnis Rohingya. Dia menambahkan korban yang jatuh dari pihak etnis Rohingya sebesar 60 persen, sisanya adalah etnis Rakhine.

Konflik tersebut, lanjutnya, lebih diperhatikan korban yang jatuh di kalangan etnis Rohingya sementara korban Rakhine jarang diangkat ke permukaan. Kalla mengungkapkan, korban dari kedua belah pihak tersebut harus dibantu, tanpa memandang keyakinan dari korban.

"Korban banyak dari Rohingya. Namun, Rakhine juga menjadi korban dari konflik internal tersebut. Jadi OKI dan pemerintah Myanmar sepakat untuk membantu dan menfasilitasi perdamaian,"ungkapnya.

Kalla menjelaskan juga bahwa rakyat Indonesia agar tidak mudah terpancing oleh provokasi ormas beragama tertentu yang justru akan menambah keruh kehidupan beragama di Indonesia. Ormas beragama yang tidak pernah datang langsung ke lokasi konflik tersebut, lanjutnya, tidak bijak untuk memicu konflik di tanah air yang justru dipicu oleh sentimen keagamaan.

OKI dan Pemerintah Myanmar, sambungnya, telah sepakat untuk berusaha agar konflik tidak membesar. Selayaknya, masyarakat Indonesia dapat berpikir jernih untuk tidak memperkeruh karena bagaimanapun juga penyerangan atas rumah ibadah tidak dibenarkan.

Sebelumnya, aksi solidaritas muslim Rohingya di Myanmar yang dilakukan oleh beberapa ormas di Jalan Sulawesi, Kota Makassar, Jumat (10/8/2012) berlangsung anarkis. Para pengunjuk rasa melempari kelenteng Xian Ma dengan batu.

Agitho_Ryuki
13-08-2012, 06:20 AM
bener-bener preman tuh fpi..

E = mc˛
13-08-2012, 07:20 AM
jangan-jangan nanti borobudur di bom lagi... :ninja:

heihachiro
13-08-2012, 07:39 AM
jadi inget patung Buddha di Afghanistan yg dibom taliban -_-

ndugu
13-08-2012, 09:30 AM
solidaritas :lololol:

Urzu 7
13-08-2012, 09:31 AM
jangan-jangan nanti borobudur di bom lagi... :ninja:

Yg bener dilempari batu mus..

danalingga
13-08-2012, 11:23 AM
Korban Lapindo itu kesalahan Bakrie dan pemerintah
yang lembek... 2014 nanti kita bakalan dapat pemim
pin baru yang lebih tegas dan kuat... kecuali orang-
orang yang apatis membiarkan pemimpin-pemimpin
lembek berkuasa :)

Kuat kalo ngawur jatuhnya jadi Soeharto lagi entar. ;))

Ronggolawe
13-08-2012, 12:09 PM
Sekuat apapun seorang presiden RI, saat ini tidak
akan bisa berbuat semaunya karena DPR sendiri me
miliki posisi yang sangat kuat berdasarkan konstitu
si.

Serenade
13-08-2012, 01:54 PM
^
Seharusnya spt itu.

Tapi prihatin ngeliat, SBY seringkali sibuk urusan politik krn keputusan2nya dan menteri-menteri tidak disetujui bahkan digugat DPR ::arg!::

red_pr!nce
19-08-2012, 04:11 PM
Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi kalau umat muslim di sana diberikan hak-hak yang sama dengan umat Buddha di negara itu.

Ingat, separatisme dan terorisme adalah akibat dari ketidakadilan struktural yang dipraktekkan oleh pemerintah sebuah negara.

Jangankan jauh-jauh di Myanmar. Warga asli Papua aja pengen memerdekakan diri dari Indonesia karena selama ini tidak diberikan hak-hak yang sama dengan warga Jawa. Itu persoalan murni politik, meskipun warga Papua itu mayoritas Kristen. Kasus di Myanmar pun sama. Murni politik, tak ada tendensi agama. Tapi kemudian ketika warga muslim di sana memberontak dan mengakibatkan konflik horizontal, media memblow-up seolah-olah ini adalah konflik agama.