PDA

View Full Version : Foto-foto pembantaian di Burma, HOAX



fullmoonflower
18-07-2012, 09:48 AM
Beredarnya foto-foto HOAX tentang pembantaian muslim di Burma.
Monggo disimak....



http://grevada.com/islam/kumpulan-foto-hoax-pembantaian-muslim-di-burma-myanmar/"]http://grevada.com/islam/kumpulan-foto-hoax-pembantaian-muslim-di-burma-myanmar/


http://farazahmed.com/muslims-killing-in-burma-and-our-social-media-islamic-parties-1010.aspx"]http://farazahmed.com/muslims-killing-in-burma-and-our-social-media-islamic-parties-1010.aspx





Kumpulan Foto Hoax Pembantaian Muslim di Burma (Myanmar)
By Anindya Yumika Dewi on July 14, 2012


Belakangan ini ada banyak beredar foto mengenai perkembangan kasus kerusuhan antara umat muslim Rohingya dan umat Buddhist yang ada di Burma. Foto-foto tersebut umumnya beredar di situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, termasuk melalui BBM.

Tapi tahukah anda bahwa tidak semua foto tersebut benar, ada beberapa foto yang ternyata hanyalah ulah orang2 tidak bertanggung jawab yang ingin memperkeruh keadaan. Berikut ini adalah beberapa gambar yang pernah dan sering beredar yang setelah saya selidiki ternyata hoax:

Gambar 1
http://grevada.com/islam/files/2012/07/Muslim-Dibunuh-Oleh-Orang-Burma.jpg


Foto di atas bukanlah foto pembunuhan, justru sebaliknya foto tersebut adalah foto situasi ketika umat Buddhist di Tibet membantu evakuasi mayat pasca terjadinya gempa di Cina.

Sumber: Tibetan Community | Tibet Times



Gambar 2
http://grevada.com/islam/files/2012/07/Mayat-Muslim-Dikumpulkan-Di-Pantai.jpg


Foto ini termasuk yang paling populer beredar dan banyak yang percaya, bahkan musisi terkenal seperti Maher Zain percaya dan ikut-ikutan menyebarkan foto ini. Sungguh tidak bisa dibayangkan seorang public figur ternyata kurang cerdas dalam menyikapi informasi.

Ini sebenarnya adalah foto dari perkembangan kasus Pattani di Thailand Selatan pada Oktober 2004. Foto tersebut bukan foto mayat, tapi foto para demonstran muslim yang ditangkap karena dianggap memperkeruh konflik yang ada di sana setelah sebelumnya memang ada ketegangan antara muslim dengan umat buddhist.

Suara Merdeka pernah memuat berita, hanya saja setelah saya telusuri ulang, berita tersebut tidak bisa saya temui, namun saya punya screenshot gambarnya:

http://grevada.com/islam/files/2012/07/Berita-Dari-Suara-Merdeka.jpg

Sumber: The Telegraph | SMH Portal



Gambar 3
http://grevada.com/islam/files/2012/07/Thai-Riot.jpg

Sama seperti pada gambar 2, kumpulan foto ini juga sebenarnya adalah bagian dari penangkapan terhadap orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan di Thailand Selatan.

Sumber: People’s Daily | Frontline



Gambar 4
http://grevada.com/islam/files/2012/07/Muslim-Dibakar-di-Burma.jpg


Seperti komentar yang ada pada facebook tersebut, disana dikatakan bahwa itu adalah foto muslim yang dibakar di Burma, dan lihat bagaimana orang dengan mudahnya percaya dan terprovokasi. Padahal jika diperhatikan dengan lebih teliti, bagaimana mungkin orang dibakar dan ada 3 orang juru kamera lain mengambil gambar tersebut dengan santainya.

Foto tersebut sebenarnya adalah foto aktivis Tibet (bernama Jamphel Yesh) yang melakukan demonstrasi saat kedatangan Presiden Cina ke India. Aktivis tersebut adalah imigran yang mencari suaka ke India, dan melakukan aksi bakar diri ketika mengetahui Presisden Cina (saat itu yang menjabat adalah Hu Jintao) akan datang berkunjung.

Sumber: International Bussines Time | The Guardian



Gambar 5
http://grevada.com/islam/files/2012/07/Kerusuhan-Oleh-Bikhu.jpg


Foto ini bukanlah gambar pertikaian apalagi pembantaian umat muslim yang dilakukan oleh bikhu, melainkan foto demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat Burma terhadap pemerintah atas sulitnya biaya hidup terutama karena kenaikan harga BBM di negara tersebut pada tahun 2007.

Sumber: Ahrchk | My Sinchew



Kesimpulan

Sebelum menerima sebuah berita maka sebaiknya kita harus melakukan pengecekan terhadap berita tersebut, apakah benar adanya atau tidak, apalagi jika kabar tersebut hanya dari mulut ke mulut atau situs jejaring sosial yang disampaikan secara berantai. Berikut beberapa tips yang bisa digunakan untuk mengetahui mana berita yang dapat dipercaya dan mana yang tidak:

Pastikan Berasal Dari Sumber Yang Terpercaya dan Netral

Berita-berita yang baik adalah berita yang bersumber dari portal berita terpercaya. Memang tidak semua portal berita bebas dari kepentingan tapi kita juga bisa menilai mana yang netral dan tidak, dan mana yang memiliki reputasi baik dan tidak.

Ketika mencari berita tentang lumpur Lapindo janganlah mencarinya di TvOne karena pemilik stasiun tersebut adalah Bakrie yang notabene terlibat dalam kasus tersebut. Ketika mencari tau tentang situasi partai Nasional Demokrat jangan juga mencarinya di Metro karena yang tampil pasti yang baik-baik saja mengingat pemilik Metro adalah Surya Paloh, sang Ketua Umum Partai Nasional Demokrat.

Begitu juga ketika mencari berita tentang kerusuhan antar agama, janganlah mencarinya di situas agama yang terlibat karena beritanya pasti memihak komunitasnya. Carilah di situs berita yang netral dan tidak memiliki visi misi dakwah agama dalam pemberitaannya.


Gunakan Google Image Untuk Melakukan Pengecekan

Ketika anda melihat sebuah foto yang bisa anda lakukan adalah mengecek apakah ada foto yang sama beredar di Internet, kemudian lihat sumbernya apakah kredibel dan netral atau tidak, dan lihat juga kapan foto tersebut diindeks oleh Google. Ketika anda hanya menemukan gambar yang sama di blog atau di Facebook maka anda bisa meragukannya, dan ketika melihat tanggal terindeks maka tanggal yang lebih dulu lah yang dapat dipercaya kebenarannya.

Berikut adalah cara melakukan pengecekan gambar di Google Images:

- Masuk ke situs Google Images
- Pada kotak pengisian kata kunci ada icon bergambar kamera, klik icon tersebut maka akan muncul pilihan untuk mengisikan URL gambar atau menguploadnya.
- Masukan URL gambar atau upload gambar yang ingin dicek, tekan enter maka Google akan menampilkan gambar dengan pola yang mirip atau sama persis beserta keterangannya


Catatan:
Tulisan ini saya buat untuk memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi. Membela sesama muslim itu memang penting tapi membela dengan kebohongan yang berujung pada kerusuhan yang tidak berujung juga bukanlah hal yang baik. Jika anda memiliki info tambahan silahkan cantumkan di komentar, maka saya akan menambahkan info tersebut di postingan ini. Sekecil apapun informasinya akan kami hargai.

jebret
18-07-2012, 10:27 AM
salah satu penyebab lainnya adalah kurangnya pendidikan, sehingga masyarakat gampang terpengaruh dengan berita yang gajelas. kebodohan memang berbahaya.

Alip
18-07-2012, 10:37 AM
Saya tidak melihatnya sebagai kurangnya pendidikan, walau memang faktor itu punya kontribusi besar.

Yang paling utama adalah masih dibutuhkannya perasaan bahwa umat Islam adalah umat yang "tertindas", yang selalu menjadi koban dari konspirasi dan kekejaman pihak lain, bahwa pihak lain selalu adalah musuh keji yang berusaha menikam dari depan samping maupun belakang... sehingga semua kabar yang sejalan dengan perasaan ini selalu menjadi konsumsi yang ditunggu-tunggu. Darimana datangnya perasaan "self pity" semacam ini?

DH1M4Z
18-07-2012, 11:03 AM
Saya lebih melihat, burma di bawah rezim saat ini membekukan arus informasi dalam negerinya
sehingga yang didapat adalah berita yang simpang siur. Tapi masalah "Rohingnya People" ini memang sudah ada sejak lama.
Ribuan orang melarikan diri dengan perahu ke negara-negara tetangga termasuk Indonesia. Harusnya UNHCR sebagai badan PBB
yang mengurusi masalah pengungsi serius menangani masalah ini.

Dulu di tahun 70 an Indonesia pernah menyediakan pulau Galang di kepulauan riau untuk membantu PBB dalam penyelesaian "manusi perahu"
dari vietnam.

Mengenai foto-foto tersebut, sampai saat ini saya kira sulit untuk menjustifikasi siapa yang mengunggah di internet. Memang sebaiknya dilakukan ricek terlebih dahulu sebelum menyebarluaskan via jejaring sosial. Foto-foto bertema "persecution" merupakan bentuk provokasi yang memiliki dua sisi , mengungkapkan kebenaran atau menyebarluaskan kebohongan.



Saya tidak melihatnya sebagai kurangnya pendidikan, walau memang faktor itu punya kontribusi besar.

Yang paling utama adalah masih dibutuhkannya perasaan bahwa umat Islam adalah umat yang "tertindas", yang selalu menjadi koban dari konspirasi dan kekejaman pihak lain, bahwa pihak lain selalu adalah musuh keji yang berusaha menikam dari depan samping maupun belakang... sehingga semua kabar yang sejalan dengan perasaan ini selalu menjadi konsumsi yang ditunggu-tunggu. Darimana datangnya perasaan "self pity" semacam ini?

Sedikit menanggapi Pak Alip :luck:

Menurut saya, sekarang ini manusia hidup di jaman yang penuh rasa curiga
Umat x curiga terhadap umat y, bangsa a curiga terhadap bangsa b, negara a curiga terhadap negara b, dsb. Ada klaim umat x tertindas, ada klaim umat y diteror. Bisa juga perasaan bahwa negara x adalah suatu target teror dan pihak lain adalah musuh keji yang setiap saat menghantui dan siap menyerang kapanpun.

itsreza
18-07-2012, 11:10 AM
waktu ramai di facebook beberapa hari lalu saya sempat telusuri dan tidak menemukan
gambar maupun artikel mengenai pembantaian di burma dari sumber terpercaya

pun click share and spread gambar-gambar seperti itu bukan hal yang baik untuk dilakukan

kandalf
18-07-2012, 11:20 AM
menjijikkan.
Sebuah usaha kemanusiaan malah difitnah sebagai usaha pembantaian.

BundaNa
18-07-2012, 11:28 AM
emang menjamin kalau di google picture pasti bener ya?

fullmoonflower
18-07-2012, 11:58 AM
saya pernah membaca berita bahwa ada 391 suku Rohingya yang terdampar di Pulau Sabang..
mungkin kita bisa minta info yang benar dari mereka..
....... tapi berita itu dari HTI sih... ::ungg::

soal berita yang benar tentang pembantaian itu, mungkin staff KBRI di Myanmar lebih tahu...

---------- Post Merged at 09:58 AM ----------

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/02/24/mer-c-pengungsi-muslim-rohingnya-bisa-diasilimasi/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+hizbindonesia+%28Hizbut+Tahri r+Indonesia%29

beastmen85
18-07-2012, 12:00 PM
pasti mastermind di balik semua ini adalah illuminati [meditasi]



*conspiracy theory ::hihi::

lily
18-07-2012, 12:09 PM
ya ampun... fotonya ngeri banget ya bun...

hii....:gemetar:

DH1M4Z
18-07-2012, 12:21 PM
Beberapa kali pengungsi suku Rohingnya terdampar di wilayah Aceh baik Sabang ataupun pantai utara aceh.
Terakhir bulan awal 2012 kemarin. Mereka ditolong oleh nelayan setempat. Yang patut diapresiasi para nelayan yang menampung dan memberi bantuan makanan sementara, sebelum diserahkan penanganannya ke kantor imigrasii setempat.

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/284801--manusia-perahu--myanmar-terdampar-di-aceh

http://www.beritasatu.com/nasional/29288-puluhan-pengungsi-muslim-myanmar-terdapar-di-indonesia.html

http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/02/120202_manusiaperahuburmadiaceh.shtml

foto-foto nestapa pengungsi rohingnya, publikasi BBC

http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2010/06/100624_rohingyaphotos.shtml

Ronggolawe
18-07-2012, 12:25 PM
Kecerdasan dan Awareness dalam melakukan brow
sing dunia maya serta senantiasa melakukan check
n recheck...

dan jangan lupa, jangan larut dalam eforia... apa
lagi kalau cuma kelas pesan berantai...

jadiingatlagitulisanyangpernahgwkutip"massanirlogika"

ndugu
18-07-2012, 03:59 PM
Saya ga inget dengan berita pembantaian ini
Dan dari poto2 juga warna dan karakter para korban ga keliatan seperti orang rohing - yang cenderung mirip orang asia selatan seperti india dll

bbrp bulan yang lalu saya inget baca artikel di suni tentang orang rohing yang lari ke bangladesh. Kasian juga saya bacanya, bener2 kaum yang ga diterima dan terkatung2 di tengah. Burma menolak, bangladesh pun tidak bisa menerima karena masalah internal sudah cukup berat untuk ditambah beban baru ini.


Saya tidak melihatnya sebagai kurangnya pendidikan, walau memang faktor itu punya kontribusi besar.

Yang paling utama adalah masih dibutuhkannya perasaan bahwa umat Islam adalah umat yang "tertindas", yang selalu menjadi koban dari konspirasi dan kekejaman pihak lain, bahwa pihak lain selalu adalah musuh keji yang berusaha menikam dari depan samping maupun belakang... sehingga semua kabar yang sejalan dengan perasaan ini selalu menjadi konsumsi yang ditunggu-tunggu. Darimana datangnya perasaan "self pity" semacam ini?
kayanya kebanyakan komunitas juga punya kecenderungan suka 'play victim', ga hanga umat islam aja. :mikir: dan mentalitas seperti ini memang sangat menggangguku sejak dari dulu

Bi4rain
18-07-2012, 05:28 PM
Saya tidak melihatnya sebagai kurangnya pendidikan, walau memang faktor itu punya kontribusi besar.

Yang paling utama adalah masih dibutuhkannya perasaan bahwa umat Islam adalah umat yang "tertindas", yang selalu menjadi koban dari konspirasi dan kekejaman pihak lain, bahwa pihak lain selalu adalah musuh keji yang berusaha menikam dari depan samping maupun belakang... sehingga semua kabar yang sejalan dengan perasaan ini selalu menjadi konsumsi yang ditunggu-tunggu. Darimana datangnya perasaan "self pity" semacam ini?

ga ngikutin perkembangan berita internasional sampe sedetil ini sampai bisa mengingat foto yang diambil dari berita yg mana. Yang jelas saya setuju bukan karena faktor kurang pendidikan saja sih.
Intinya: check before you go out handling stuff to people out there....

sedgedjenar
18-07-2012, 06:50 PM
Oooo gue malah baru tau nih

::ngakak2::

fullmoonflower
19-07-2012, 02:38 AM
Ndugu benar... suku Rohingya berkulit gelap, ciri fisiknya lebih mirip orang India Bangladesh, dan mereka memang orang-orang Bangladesh yang masuk ke Burma di jaman Kolonial Inggris...

fullmoonflower
19-07-2012, 03:08 AM
http://article.wn.com/view/2012/07/17/Suu_Kyi_di_simpang_jalan_antara_Rohingya_atau_poli tik/



Suu Kyi di Simpang Jalan, antara Rohingya atau Politik

2012 menjadi tahun bersejarah buat Myanmar. Junta Militer negara itu akhirnya mau melakukan reformasi bidang politik demi dicabutnya embargo ekonomi internasional selama ini membelit mereka. Tidak hanya itu, pejuang sekaligus ikon demokrasi dunia, Aung San Suu Kyi, berhasil terpilih menjadi anggota parlemen Maret lalu. Tetapi persoalan besar menghadang di depan mata.

Cita-cita demokrasi luhur Suu Kyi bakal diuji dengan cara dia menangani permasalahan konflik orang Rohingya. Kaum minoritas itu mengalami diskriminasi dan penindasan dari rezim militer lebih dari tiga dekade.

Pertengahan Juni lalu pecah konflik antara warga Buddha Rakhine dan muslim Rohingya di Sittwe, Arakan. Diperkirakan 50 orang Rohingya tewas dalam kerusuhan itu, seperti dikutip dari majalah the Irrawaddy, Senin (15/6).

Sebagian warga Myanmar menganggap muslim Rohingya sebagai orang asing dan bukan bagian dari etnis Burma mayoritas. Bahkan, beberapa dari mereka menganggap orang Rohingya setara hewan atau mahkluk jelek dalam cerita dongeng. Kebencian mereka sudah sampai ubun-ubun dan siap memusnahkan etnis itu. Mereka selalu mempersoalkan warna kulit orang Rohingya yang gelap sebagai pembenaran sikap mereka.

Kebijakan pemerintah Junta Myanmar pun tidak jauh berbeda dari sikap rakyatnya. Sejak pemberontakan Jenderal Ne Win pada 1962 mereka tidak menganggap keberadaan orang Rohingya. Hak kewarganegaraan mereka dicabut. Alhasil, mereka tidak bisa bekerja, sekolah, dan memiliki tempat tinggal. Padahal jika ditelusuri, etnis muslim itu sudah hidup di Burma turun-temurun sejak masa kolonial Inggris. Kebanyakan bekerja sebagai buruh dan petani. Lebih memprihatinkan lagi saat kaum muslim minoritas itu dibuang ke Bangladesh. Negara itu pun sama buruknya memperlakukan muslim Rohingya.

Saking tidak tahu harus ke mana lagi mencari tempat tinggal, muslim Rohingya nekat mendirikan tenda darurat di wilayah perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh. Tetapi perlakuan tentara Junta Myanmar tetap kejam. Diam-diam mereka dikumpulkan dan dinaikkan dalam sebuah perahu lalu ditarik hingga ke tengah lautan kemudian ditinggalkan begitu saja. Pemerintah Thailand pun pernah melakukan hal sama, tapi mereka membantah hal itu.

Tidak sampai di situ, wartawan, peneliti, penulis, dan pesohor Myanmar ramai-ramai menyamakan orang Rohingya sebagai sekumpulan muslim garis keras seperti organisasi Al-Qaidah dan Taliban. Tidak pernah ada yang membela mereka. Kadang terbersit di benak orang-orang Rohingya apa salah mereka sampai-sampai mereka harus mendapat perlakukan seperti itu.

Suu Kyi sebagai ikon pejuang demokrasi pun malu-malu saat ditanya wartawan terkait konflik berdarah dan perlakuan diskriminatif negaranya terhadap muslim Rohingya. "Tanpa penegakan hukum, tindak kekerasan itu tetap terus terjadi. Situasi seperti sekarang ini membutuhkan penanganan sensitif," kata Suu Kyi. Tidak terlihat nada bicara berapi-api seperti di masa lalu saat dia berbicara kepada para pendukungnya dari balik pagar rumahnya. Entah apakah semangat perjuangan itu sudah luntur atau semata cari aman.

Sentimen anti-Rohingya seakan menempatkan Suu Kyi dalam posisi sulit. Dia dan partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi, baru saja memenangkan pemilihan parlemen dan sedang giat meraup dukungan rakyat sebanyak mungkin. Tetapi, apakah pantas jika cita-cita luhur tentang keadilan, kejujuran, dan keterbukaan selama ini dia gaungkan seakan menguap begitu saja tertiup sedikit gempita demokrasi.

Pertanyaannya sampai kapan Suu Kyi seolah menutup mata terhadap penindasan muslim Rohingya. Jika anak dari pahlawan Burma, Jenderal Aung San, itu tidak tergerak membereskan masalah itu, maka seluruh perjuangan dia selama ini patut dipertanyakan.

DH1M4Z
19-07-2012, 01:40 PM
sangat menyesakkan hati melihat kondisi mereka.
Berharap agar UNHCR segera menangani permasalahan ini.
Entah kenapa model penanganan seperti waktu menangani manusia perahu dari vietnam tahun 70-80 an tidak dijalankan lagi
Saya yakin Indonesia bersedia menyediakan tempat khusus untuk penampungan para pengungsi kalau ada langkah kongkrit dari PBB
Mereka lari bukan karena melakukan kejahatan, tapi karena penindasan. Alangkah naifnya apabila satu negara menemukan mereka kemudian mendeportasi kembali ke negara asal.

astaghfirlah, sementara kita bisa beraktifitas sebagai manusia namun di tempat lain saudara2 kita diusir dan disetarakan sebagai hewan. Apa salah mereka.....?

ndableg
19-07-2012, 04:02 PM
Saya ga inget dengan berita pembantaian ini

Sama... ga ada berita2 begini, tau2 hoax aja..


kayanya kebanyakan komunitas juga punya kecenderungan suka 'play victim', ga hanga umat islam aja. :mikir: dan mentalitas seperti ini memang sangat menggangguku sejak dari dulu

Betul.. kayak mantan prajurit doyan pamer bekas luka2..

mobyokuzan
19-07-2012, 04:11 PM
yg bikin berita kreatip juga yah, bisa menggabung berita yg satu dgn berita yg lain, seolah olah berita ini memang benar2 terjadi.

hanya saja kalo terpublish ke media, gw ga setuju sama dampaknya, bisa memecah persatuan umat...apalagi jika terkonsumsi oleh org2 yg mudah terprovokasi.