PDA

View Full Version : Majelis Tafsir Al Qur'an



BundaNa
14-07-2012, 01:49 PM
di Blora hari ini, diadakan pengajian umum jamaah Majelis tafsir Al Qur'an. tapi gak kesampaian, keburu didemo dan dibubarkan paksa. Alasan utamanya tetap pada gak ada ada ijin dari polsek kalo gak salah.

Yang saya penasaran, apa sih MTA itu? Kog sampai dibenci oleh (terutama) Islam tradisional ya? Padahal kalo gwe baca2 di sini (http://www.mta-online.com/sekilas-profil/), kog biasa2 aja ya?

Ada yang tau dengan MTA ini?

ini beritanya


Metrotvnews.com, Blora: Ratusan warga Kamolan, Blora, Jawa Tengah, terlibat bentrok dengan jamaah Majelis Tafsir Alquran (MTA). Kericuhan dipicu penolakan warga terhadap pengajian yang akan dilangsungkan jamaah MTA, Sabtu (14/7) besok, karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama Islam yang diyakini warga.

Ratusan jamaah MTA langsung dihadang ratusan warga Kamolan, Blora, Jawa Tengah, setibanya di Desa Kamolan. Warga menolak kedatangan jemaah MTA yang rencananya akan mengikuti pengajian akbar di desa tersebut, Sabtu besok. Namun para jamaah MTA tetap memaksa masuk ke lokasi pengajian di lapangan desa setempat.

Kedua pihak yang sama-sama ngotot tak dapat menahan diri sehingga bentrokan tak dapat dihindari. Kalah jumlah, para jamaah MTA akhirnya memilih mundur.

Penolakan warga Desa Kamolan, didasari ketidaksepahaman mereka terhadap ajaran MTA yang tidak membenarkan adanya tahlil dan ziarah kubur. Warga setempat yang sudah kental dengan tradisi tahlil dan ziarah kubur menganggap ajaran MTA sesat.

Warga juga melempari bus yang ditumpangi jamaah MTA dengan batu dan bambu. Warga memblokade jalan agar pengajian yang rencananya dihadiri 20 ribu jamaah itu gagal dilakukan. Ratusan polisi hingga kini masih berjaga di lokasi bentrok.(RZY)]

sambel (http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/07/13/155079/Warga-Bentrok-dengan-Jamaah-Majelis-Tafsir-Alquran-di-Blora/1)

juga ini


BLORA, Suaramerdeka.com - Rencana Majelis Tafsir Alquran (MTA) menggelar pengajian akbar di Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Blora, Sabtu (14/7) akhirnya gagal digelar. Pasalnya panggung dan lokasi pengajian diserbu puluhan warga desa setempat dan sekitar yang menolak pelaksanaan pengajian tersebut.
Bahkan warga yang menolak akhirnya berhasil merubuhkan panggung dan merusak sekitar enam mobil yang diparkir di lokasi pengajian, Jumat (13/7) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Sebelum berhasil merusak dan merobohkan panggung, sejak Jumat (13/7) sore ratusan warga sudah mendatangi lokasi pengajian untuk menolak dan membubarkan kegiatan itu.
Bahkan beberapa kali sempat terjadi aksi saling dorong antara warga dengan aparat dan satgas MTA. Panitia Pengajian memang mengerahkan ratusan satgasnya untuk berjaga-jaga di sekitar lokasi, dengan membuat barikade barisan melingkari lokasi pengajian, sementara warga terus berteriak dan merangsek ke depan.
Baru malam harinya, pecahlah keributan yang berujung pada robohnya panggung. Selain itu, mobil yang ada di lokasi menjadi amukan kemarahan warga karena panitia tidak segera membubarkan kegiatan tersebut. Selain mobil beberapa sepeda motor juga tidak luput dari amukan warga yang sejak siang berada di lokasi.
“Kami hanya ingin pengajian dibubarkan saat ini juga, kami yang punya tempat harusnya meminta izin terlebih dahulu,” ungkap Sarno (53) salah seorang warga.
Setelah kejadian itu, ratusan dalmas yang disiapkan oleh Polres Blora langsung mengamankan lokasi lebih ketat, karena situasi malam itu sangat mencekam, ribuan warga yang berkumpul terus menerobos mendekati panggung yang masih berdiri, sedangkan satgas MTA juga siap siaga.
Berkali-kali aparat Polres meminta warga tetap tenang agar tidak melakukan tindakan yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Blora Kompol Djodi. Namun hal itu cuma sebentar, kemudian sekitar pukul 22.30 terjadi keributan dan aksi saling pukul yang disertai warga menggulingkan sebuah mobil dan membakar atribut MTA yang berada di sekitar panggung.
Aksi keributan itu mengakibatkan dua satgas MTA terluka di bagian pipi sehingga mendapatkan perawatan dari tim medis Polres Blora. Sementara warga terus marah dan membakar bendera-bendera MTA yang dipasang di pinggir lokasi. Tidak hanya itu, semua peralatan milik MTA tidak luput diambil untuk selanjutnya dibakar.
Melihat kejadian itu Aparat dan panitia akhirnya menarik seluruh panitia dengan mobil polisi. Baru kemudian aksi warga mulai mereda, karena panitia pengajian MTA sudah meninggalkan lokasi.

saus (http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/07/14/124142/Warga-Bentrok-Pengajian-MTA-Gagal-digelar)

Ray Surya
14-07-2012, 02:31 PM
emang dianggap sesat.
di Solo juga ada MTA, gedungnya mewah, tiap minggu pagi ada kumpulan di gedung tsb.
banyak mobil parkir, mobil plat nomer dari desa2 sekitar Solo, yg mobil Solo asli malah dikit,
ada banyak penjaga
banyak banget jama'ahnya. dgn muka2 lugu pedesaan gitu.
gw sering mikir, apa yg membuat orang2 desa tsb jauh2 ke MTA Solo.
cuma 2 sebab pengajian bisa rame:
1. ustadz/ustadzahnya seleb TV (mama dedeh, Uje, solmed, rhoma irama dkk)
2. kalo bukan alasan nomer 1, brarti jama'ahnya dibayar

BundaNa
14-07-2012, 02:53 PM
sesatnya ajaran MTA yg spt apa ya, mon?

kandalf
14-07-2012, 10:43 PM
MTA itu yang salah satu pusatnya di Solo, bukan?

BundaNa
14-07-2012, 11:28 PM
setau gw gitu. kapan itu tetangga yg jama'ah MTA ke solo buat pengukuhan pengurus MTA di sana

Fere
15-07-2012, 02:13 AM
MTA didirikan di solo oleh salah satu dari tiga tokoh islam yang terkenal di solo, Ust. Abdullah Thufail.
Dua tokoh yang lain adalah pendiri ponpes Al-Mukmin Ngruki yaitu Ust. Abdullah Sungkar dan Ust. Abu
Bakar Ba'asyir.

gw bukan jamaah MTA tapi dulu gw punya banyak kawan yang ngaji di sana, gw pernah diberi beberapa
buku yang isinya brosur2 kajian mereka tiap ahad pagi lalu dibendel/dijilid jadi satu buku. gw baca biasa
saja gak ada yang aneh. Kalo gak salah saat ini pimpinannya adalah Ust. Sukino. Gw kadang juga masih
dengerin siaran mereka di radio yang isinya adalah tanya jawab baik tentang materi kajian mereka di
brosur maupun tentang masalah umum, biasanya disiarin tiap ba'da subuh, ba'da maghrib sama ba'da isya'

lalu kalo sampe warga Desa Kamolan menganggap MTA sesat karena alasan seperti ini:


Penolakan warga Desa Kamolan, didasari ketidaksepahaman mereka terhadap ajaran MTA yang tidak membenarkan adanya tahlil dan ziarah kubur. Warga setempat yang sudah kental dengan tradisi tahlil dan ziarah kubur menganggap ajaran MTA sesat.
berarti warga di sana bakalan menganggap sesat banyak organisasi2 keagamaan/ormas2 yang lain, karena
bukan hanya MTA yang menganggap Tahlilan adalah perbuatan bid'ah, salah satunya adalah Muhammadiyah

so, sebaiknya warga di sono banyak2 minum multivitamin biar bugar terus, soalnya mereka bakalan sibuk
menghadang tiap kegiatan yang diadakan oleh ormas2 yang dianggap sesat.. ::hihi::

BundaNa
15-07-2012, 10:48 AM
euh...gwe taunya MTA frontal ngomongnya, maen bilang dosa, bid'ah dan haram gitu fer, makanya warga setempat tersinggung. Ini tetangga gwe termasuk dimusuhin orang gegara frontalnya, dia orang MTA. kalau gwe sih emang terlahir dari keluarga campursari jadi biasa aja ngadepin ini

Fere
15-07-2012, 08:22 PM
wooh.. sama bun, keluarga gw termasuk keluarga besar dan isinya campursari juga, selain islam
ada yang beragama kristen, katolik bahkan ada yang menganut salah satu aliran kepercayaan,
namanya pangestu.. ;D

soal halal/haram memang harus jelas hitam putihnya bun, tapi kalo soal bid'ah, menurut gw bid'ah
ini adalah masalah abu-abu, meskipun sudah dibahas sejak jamannya para sahabat sampe nanti
menjelang kiamat gak akan pernah selesai, kalo ngobrolnya dengan orang yang sepaham maka akan
terasa enak, tapi kalo ngomongnya dengan orang yang enggak sepaham yang ada nanti malah jadi
debat kusir yang berujung pada pertengkaran dan bahkan sampe pada perpecahan umat.. :)

soal cara ngomong yang frontal, gw rasa ini lebih ke sifat dan karakter orangnya, kebetulan orang
itu adalah jamaah MTA, jadinya seluruh MTA yang terkena imbasnya

menurut gw orang di sana belum terbiasa melihat orang ngaji dengan kajian2 khusus seperti yang
diadakan oleh MTA, mungkin bagi warga di sana ngaji itu adalah mendatangi pengajian2 umum seperti
misalnya perayaan maulid nabi, isro' mi'roj dsb.. jadi berasa aneh melihat kajian2 yang diadakan sama
MTA, atau mungkin juga ada salah satu warga di sana setelah menjadi jamaah MTA lalu berperilaku
'aneh' gak mau lagi bergaul dengan warga di sana sehingga dibenci oleh warga sekitar..

anyway, gw sih sebenernya miris aja, sekarang gampang banget satu kelompok menuduh kelompok lain
sesat tanpa ada bukti yang jelas tentang penyimpangan2 yang dilakukan oleh kelompok itu, apalagi
kalo hanya sekedar berdasar pada penolakan thd tradisi Tahlilan..

BundaNa
15-07-2012, 09:47 PM
iya fer, ini mungkin masalah prilaku aja. tapi gw sempet kaget knp MTA ke pelosok, bukan ke tempat2 yg agak modernis

---------- Post Merged at 08:47 PM ----------

iya fer, ini mungkin masalah prilaku aja. tapi gw sempet kaget knp MTA ke pelosok, bukan ke tempat2 yg agak modernis

Fere
15-07-2012, 10:03 PM
setau gw MTA itu memang jaringannya luas bun, mirip dengan LDII mereka punya jaringan/perwakilan
sampe ke pelosok2 gitu, dan seperti dibilang sama ray surya di atas, ketika diadakan kajian2 itu justru
kebanyakan pesertanya berasal dari daerah2 gitu..

E = mc²
16-07-2012, 03:46 PM
setau saya, MTA juga banyak menafsirkan hal-hal yg cenderung melawan mainstream penafsiran. Misal, MTA menafsirkan bahwa yg masuk neraka tidak akan pernah masuk surga. yg masuk neraka akan abadi selamanya di sana, tiada istilah "pencucian dosa sementara". Banyak tafsir lainnya yg berseberangan. Aliran ini juga sangat mirip dg LDII dalam hal struktur dan modus kegiatannya, ada baiat untuk anggota khusus, larangan wanita menikahi anggota nonMTA, ada iuran "wajib" anggota pengajian, dll.

Tetapi yg paling dianggap meresahkan yah itu, mengutuk dan mengkafirkan tradisi tahlilan di kalangan nahdiyin secara vokal.

pasingsingan
16-07-2012, 04:07 PM
mestinya
klo mao mengadakan kajian ala kelompoknya sendiri ya sah-sah saja, dng catatan:
- tdk menganggap paling benar sendiri, shgg pihak lain pasti salah
- tdk melecehkan pandangan pihak lain dng maksud konfrontatif
- beda pendapat tdk untuk dijadikan bahan pertentangan n pertengkaran

klo pemimpin umatnya berkarakter tdk mendatangkan kenyamanan n ketentraman
kasihan pengikutnya (grass root) jd korban n tumbal keegoisan.

sedgedjenar
16-07-2012, 04:23 PM
dari dua dedengkot pendiri MTA, ane gak kenal
ane cuman agak kenal sama ustadz abu bakar ba'asyir
lama denger bahwa kiprahnya dalam ceramah itu membuat kuping panas amrik

sampe suatu kesempatan, ustadz abu bakar ini ceramah jumatan di kantor ane
dalam hati ane, kebeneran nih bisa ngebuktiin apa yang selama ini cuman ane denger
akhirnya ane dengerin, isi ceramahnya ternyata wah emang begitu sangat sedemikiannya pokoknya seperti itulah
lama-lama energinya juga gak enak, akhirnya ane putuskan untuk tidur aja sampai khotbah jumatnya selese

::ngakak2::

BundaNa
16-07-2012, 06:11 PM
wah, cikal bakal MTA di ngruki dong? kira2 sama hubby, naomi nyantri di sana? ::hihi::

Fere
17-07-2012, 12:57 AM
dari dua dedengkot pendiri MTA, ane gak kenal
ane cuman agak kenal sama ustadz abu bakar ba'asyir

wah, cikal bakal MTA di ngruki dong? kira2 sama hubby, naomi nyantri di sana? ::hihi::
wooh.. gw mau meluruskan nih, Ust. Abu dan Ust. Abdullah Sungkar, juga ponpes ngruki gak ada
hubungannya samasekali dengan MTA.

maksud tulisan gw di atas adalah pada waktu itu ada tiga tokoh islam yang berpengaruh di solo,
salah satunya mendirikan MTA (Ust. Abdullah Thufail), dua orang lainnya mendirikan ponpes Al
Mukmin - Ngruki (Ust. Abu dan Ust. Abdullah Sungkar).

sebenarnya ada satu lagi ponpes yang cukup berpengaruh di solo, yaitu ponpes al-Islam, Gumuk.
ketiga 'kelompok' ini sering berseberangan pendapat, namun begitu mereka juga sering bekerja
sama dalam mengadakan suatu kegiatan.


setau saya, MTA juga banyak menafsirkan hal-hal yg cenderung melawan mainstream penafsiran. Misal, MTA menafsirkan bahwa yg masuk neraka tidak akan pernah masuk surga. yg masuk neraka akan abadi selamanya di sana, tiada istilah "pencucian dosa sementara". Banyak tafsir lainnya yg berseberangan. Aliran ini juga sangat mirip dg LDII dalam hal struktur dan modus kegiatannya, ada baiat untuk anggota khusus, larangan wanita menikahi anggota nonMTA, ada iuran "wajib" anggota pengajian, dll.

Tetapi yg paling dianggap meresahkan yah itu, mengutuk dan mengkafirkan tradisi tahlilan di kalangan nahdiyin secara vokal.
rumor yang beredar memang kurang lebih seperti itu, namun MTA melalui pimpinannya Ust. Sukino
sering menampik tudingan seperti itu, bahkan dia menyarankan orang yang menuduh seperti itu
untuk datang dan membuktikan sendiri ketika MTA mengadakan kajian.


lama denger bahwa kiprahnya dalam ceramah itu membuat kuping panas amrik
sampe suatu kesempatan, ustadz abu bakar ini ceramah jumatan di kantor ane
dalam hati ane, kebeneran nih bisa ngebuktiin apa yang selama ini cuman ane denger
akhirnya ane dengerin, isi ceramahnya ternyata wah emang begitu sangat sedemikiannya pokoknya seperti itulah
lama-lama energinya juga gak enak, akhirnya ane putuskan untuk tidur aja sampai khotbah jumatnya selese
yang ini maksudnya apa ya..? gw gak ngerti
sejauh yg gw tau dan gw inget Ust. Abu ini bukan tipe penceramah yang ber-api2, gaya ceramah
dia lebih ke nyantai bahkan cenderung cengengesan.. ;D

sedgedjenar
17-07-2012, 02:20 AM
Pas dulu entu itu sih, sebelum terlelap, ane inget ceramahnye bilang sistim demokrasi indonesia ngadopt amrik. Dan itu sistim iblis, negara kita ini gak halal, apa gak berkah. Gitu2 lha... Isinya bikin merah kuping para pendekar demokrasi

Fere
17-07-2012, 03:01 AM
wooh.. situ pendekar demokrasi ya.. ::hihi::

sedgedjenar
17-07-2012, 03:12 AM
saya densus 88

::ngakak2::

Fere
17-07-2012, 03:14 AM
walahh..
::doh::

E = mc²
17-07-2012, 07:28 AM
Bukan rumor sih Fer, temen saya ada yg mantan MTA sih. Ada juga yg (belum jadi mantan) anggota LDII, anggota ahmadi, anggota saksi Jehovah, anggota gereja Mormon, gereja Pantekosta, dll yg menganut aliran kepercayaan 'non-mainstream'. Mereka suka cerita.

Fere
17-07-2012, 05:04 PM
gw bilang rumor karena gw sendiri belum pernah nemuin kasus2 spt itu mus, selain itu juga karena
pernyataan pimpinannya spt yang gw tulis di atas

sayang di KM ini gak ada anak MTA, atao mungkin rumus bisa ngasih contoh ato link tentang tafsir2
dari MTA yang menyimpang? biar nanti bisa dibahas di sini rame2..

oh ya, ada satu sesi menarik dari kajian2 MTA ini, orang2 jaman dulu (bahkan jaman sekarang) kan
ada tuh yang punya semacam jimat, aji2, pegangan ato apalah namanya, nah di salah satu sesi ini
orang2 yang dulunya punya jimat itu setelah jadi jamaah MTA, mereka lalu menyerahkan jimat2 itu
kepada pimpinan MTA, selanjutnya jimat2 ini akan disimpan di sebuah lemari kaca dan dipamerin jadi
semacam museum gitu, lemari ini ada di gedung MTA yang lama, kalo yang ini gw dengernya di radio
dan kayaknya juga lumayan sering dibahas..

E = mc²
17-07-2012, 07:37 PM
kalo nyari link2 gituh biasanya susah Fer, kajian materi mereka sangat eksklusif. Kalaupun mengundang orang luar bwt menyaksikan sendiri, yah biasanya yg udah versi 'sensor'.

Teman sy yg MTA itu juga awalnya ga bilang yg 'janggal'. Baru setelah saya kuntitin terus, mau dia bongkar2. Dia udah mesantren 2 tahunan di MTA. Saya tidak ingat persis apa saja yg kami bicarakan saat itu, yg jelas teman sy yg muslim sampai terbelalak matanya saat teman MTA itu bercerita bahwa dia meng-khatamkan Hadist Bukhari-Muslim hanya beberapa bulan saja, lengkap dg sejarah, dan paketan ilmu hadistnya spt sanad, perawi, dsb.

Fere
04-08-2012, 05:44 PM
setau saya, MTA juga banyak menafsirkan hal-hal yg cenderung melawan mainstream penafsiran. Misal, MTA menafsirkan bahwa yg masuk neraka tidak akan pernah masuk surga. yg masuk neraka akan abadi selamanya di sana, tiada istilah "pencucian dosa sementara"...
kebetulan tadi pagi gw dengerin siaran radionya MTA, dan ternyata lagi bahas ginian, meski telat,
tapi gw sempat nangkep, dasar MTA mengatakan seperti yang gw bold di atas adalah berpedoman
pada ayat ini:

"Adapun orang-orang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni Neraka,
mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah: 39)

BundaNa
05-08-2012, 11:46 AM
MTA masih ada di Blora...sebenernya gwe penasaran pengen ikut kajiannya...tapi ntar deh ijin misua dulu

Fere
05-08-2012, 06:15 PM
mending dengerin siaran radionya dulu bun,
di blora ada/bisa kedengeran kan..?

BundaNa
06-08-2012, 11:28 AM
kedengeran, tetangga sering nyiarin...tapi kayaknya isinya biasa2 aja ya, intinya memang memisahkan syirik dari aqidah