PDA

View Full Version : [Islam] Tidak Ada Api di Neraka



sedgedjenar
06-07-2012, 04:03 PM
di pagi buta itu Nasruddin terlihat berlari-lari kecil di gang sempit kota dengan membawa obor yang padam. Sebagian penduduk kota yg terganggu dengan ulah Nasruddin bertanya-tanya, ada apakah ? sedang apakah Nasruddin ?

Seorang penduduk akhirnya bertanya, "Hei Nasruddin sedang apakah dirimu itu ?"
"Aku baru saja dari neraka", ujar nasruddin setengah berteriak.
"Buat apa kau ke neraka di pagi buta seperti ini ?", tanya penduduk itu dengan tertawa kecil
"Aku ke neraka meminta api untuk oborku ini", jawab Nasruddin serius
"Lalu dimanakah apinya sekarang ?", sang penduduk ikut serius
"Tidak....tidak ada api di neraka", jawab Nasruddin
"Bagaimana bisa ? di neraka koq tidak ada api ?", sang penduduk makin penasaran
"Iya, tadi aku tanyakan juga hal yang sama kepada malaikat penjaga neraka", kata Nasruddin
"Lalu apa jawab malaikat penjaga neraka ?", tanya sang penduduk
"Kata malaikat, disini tidak ada api. Setiap orang yang datang membawa apinya masing-masing"

beastmen85
06-07-2012, 06:31 PM
dosa ya? baranya sebanyak dosa.

---------- Post Merged at 04:31 PM ----------

emg 'api' scr harfiah ya?

sedgedjenar
06-07-2012, 09:13 PM
Ya begitulah... Hehehehehe

BundaNa
06-07-2012, 09:25 PM
masih idup aja suka bawa api...api amarah, api dendam, api maksiat::hihi::

Agitho_Ryuki
06-07-2012, 09:29 PM
jadi, api dineraka kita yang bawa gitu ya?? menarik juga..

jaga_manis
06-07-2012, 10:43 PM
api asmara bisa jadi api neraka

beastmen85
07-07-2012, 12:49 AM
tp pembunuh kan berdarah dingin.
berarti dia bawa es batu ::hihi::

sedgedjenar
07-07-2012, 01:03 AM
Bandingkan cerita diatas dengan pernyataan SSJ dibawah, terutama yang saya bold
Boleh ngambil dari sini (http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=888911)

SURGA DAN NERAKA Syekh Siti Jenar

“anal jannatu wa nara katannalr al anna”, sering digunakan oleh Syekh Siti Jenar dalam menjelaskan hakikat surga dan neraka. Penulisan yg benar nampaknya adalah “inna al-janatu wa al-naru qath’un ‘an al-ana” (Sesungguhnya keberadaan surga dan neraka itu telah nyata adanya sejak sekarang atau di dunia ini).
Sesungguhnya, menurut ajaran Islam pun, surga dan neraka itu tidaklah kekal. Yang menganggap kekal surga dan neraka itu adalah kalangan awam. Sesungguhnya mereka berdua wajib rusak dan binasa.
Bagi Syekh Siti Jenar, surga atau neraka bukanlah tempat tertentu untuk memberikan pembalasan baik dan buruknya manusia. Surga neraka adalah perasaan roh di dunia, sebagai akibat dari keadaan dirinya yg belum dapat menyatu-tunggal dgn Allah. Sebab bagi manusia yg sudah memiliki ilmu kasampurnan, jelas bahwa ketika mengalami kematian dan melalui pintunya, ia kembali kepada Hidup Yang Agung, hidup yang tan kena kinaya ngapa (hidup sempurna abadi sebagai Sang Hidup). Yaitu sebagai puncak cita-cita dan tujuan manusia.
Jadi, karena surga dan neraka itu ternyata juga makhluk, maka surga dan neraka tidaklah kekal, dan juga bukanlah tempat kembalinya manusia yang sesungguhnya. Sebab tidak mungkin makhluk akan kembali kepada makhluk, kecuali karena keadaan yang belum sempurna hidupnya. Oleh al-Qur’an sudah ditegaskan bahwa tempat kembalinya manusia hanya Allah, yang tidak lain adalah proses kemanunggalan ……ilaihi raji’un, ilaihi al-mashir………

beastmen85
07-07-2012, 01:12 AM
ya soalnya bagi dia aku dlm tuhan. tuhan dlm aku.
dan dia yg pertama di sini ngerti makrokosm dan mikrokosm.
terperangkap dualisme menuju manunggaling kawula gusti. ain soph aur.

org hebat. sayang diaanggap sesat.

---------- Post Merged at 11:12 PM ----------

ya soalnya bagi dia aku dlm tuhan. tuhan dlm aku.
dan dia yg pertama di sini ngerti makrokosm dan mikrokosm.
terperangkap dualisme menuju manunggaling kawula gusti. ain soph aur.

org hebat. sayang diaanggap sesat.

Yuki
07-07-2012, 01:17 AM
baik, karena ini Islam, saya berkewajiban untuk meluruskan kesesatan ini

surga dan neraka itu ada, di surga terdapat berbagai kenikmatan, di neraka terdapat berbagai siksaan, dengan kata lain, api neraka itu ada

di akhirat manusia akan terbagi menjadi dua kelompok, masuk surga atau masuk neraka. Yang dimaksud dengan kembali kepada Tuhan, hakikatnya mau tidak mau manusia akan kembali ke akhirat, masuk surga atau neraka, jangan memperumit pikiranmu sendiri

surga dan neraka itu kekal. Mengapa? Karena memang Tuhan menghendaki demikian. Jangan memperumit pikiranmu sendiri

sedgedjenar
07-07-2012, 01:23 AM
ya soalnya bagi dia aku dlm tuhan. tuhan dlm aku.
dan dia yg pertama di sini ngerti makrokosm dan mikrokosm.
terperangkap dualisme menuju manunggaling kawula gusti. ain soph aur.

org hebat. sayang diaanggap sesat.

---------- Post Merged at 11:12 PM ----------

ya soalnya bagi dia aku dlm tuhan. tuhan dlm aku.
dan dia yg pertama di sini ngerti makrokosm dan mikrokosm.
terperangkap dualisme menuju manunggaling kawula gusti. ain soph aur.

org hebat. sayang diaanggap sesat.

saking hebatnya sampe dobel om hehehehe...
kalo orang islam sudah sampe SSJ ini, akan nemu benangmerah ketuhanannya yesus

:run:

---------- Post Merged at 11:23 PM ----------


baik, karena ini Islam, saya berkewajiban untuk meluruskan kesesatan ini

surga dan neraka itu ada, di surga terdapat berbagai kenikmatan, di neraka terdapat berbagai siksaan, dengan kata lain, api neraka itu ada

di akhirat manusia akan terbagi menjadi dua kelompok, masuk surga atau masuk neraka. Yang dimaksud dengan kembali kepada Tuhan, hakikatnya mau tidak mau manusia akan kembali ke akhirat, masuk surga atau neraka, jangan memperumit pikiranmu sendiri

surga dan neraka itu kekal. Mengapa? Karena memang Tuhan menghendaki demikian. Jangan memperumit pikiranmu sendiri

surga neraka gak kekal itu juga gak rumit koq
karena yang kekal itu cuma Allah

surga neraka kekal itu juga bukan sesuatu yang rumit
yang membuat surga neraka itu kekal adalah proses repetisinya yang (seakan-akan) tiada ujung
namun repetisi (pengulangan) ini bukanlah sesuatu yang tidak bisa diakhiri
karena emang ada cara untuk keluar dari pengulangan itu
nah SSJ bisa bilang surga gak kekal ya karena sudah tau cara keluar dari repetisi ini
kalo dalam literatur buddha itu biasanya dipake istilah "keluar dari samsara"

Pokoknya Allah itu canggih deh ah

Yuki
07-07-2012, 01:26 AM
Islam tidak ada sangkut pautnya dengan yesus

---------- Post Merged at 11:26 PM ----------


surga neraka gak kekal itu juga gak rumit koq
karena yang kekal itu cuma Allah

surga neraka kekal itu juga bukan sesuatu yang rumit
yang membuat surga neraka itu kekal adalah proses repetisinya yang (seakan-akan) tiada ujung
namun repetisi (pengulangan) ini bukanlah sesuatu yang tidak bisa diakhiri
karena emang ada cara untuk keluar dari pengulangan itu
nah SSJ bisa bilang surga gak kekal ya karena sudah tau cara keluar dari repetisi ini
kalo dalam literatur buddha itu biasanya dipake istilah "keluar dari samsara"

Pokoknya Allah itu canggih deh ah
terserah, kalian mau melakukan berbagai cara, saya hanya mencoba membela sesuai dengan porsi kekuatan yg saya miliki untuk sekuat tenaga mencegah sesama umat Muslim untuk tidak tersesat

pokoknya siapa yg benar dan siapa yg salah kita lihat saja di akhirat nanti

beastmen85
07-07-2012, 01:31 AM
mungkin neraka jd spt ini berdasar kedua kisah.

si X membawa dendam.
si Y membawa keserakahan atas harta.
usut punya usut si Y ini telah merebut kekasih si X demi harta lalu menceraikan kekasih si X hingga meninggal krn patah hati.

bertahun2 si X mencari si Y. lalu keduanya saling bertemu dan siap saling bunuh.

ENDING SURGA :
si Y tdk membawa bara apinya, dalam hal ini dia mengakui pada si X bahwa dia bersalah dan siap utk dibunuh.

atas hal itu bara api dari si X padam. mereka saling memaafkan.
surga. atas keikhlasan.

ENDING NERAKA :
si X bunuh si Y.
dan tidak pernah puas meski dia sudah bunuh si Y. dlm hal ini berarti si X terbakar bara yg dia bawa yaitu amarah. dan akan terus spt itu. dan hidupnya menyedihkan bagai neraka.

*well. ga sesimpel itu sih. males ngetik ::hihi::

---------- Post Merged at 11:30 PM ----------

sebenernya plg gampang ttg surga dlm mikrokosm itu ya cerita ttg 'ALERGI KEHIDUPAN' itu...

tp lupa tritnya dmn ::hihi::

---------- Post Merged at 11:31 PM ----------

eh maksud gw surga dan neraka dlm mikrokosm

sedgedjenar
07-07-2012, 01:34 AM
mungkin neraka jd spt ini berdasar kedua kisah.

si X membawa dendam.
si Y membawa keserakahan atas harta.
usut punya usut si Y ini telah merebut kekasih si X demi harta lalu menceraikan kekasih si X hingga meninggal krn patah hati.

bertahun2 si X mencari si Y. lalu keduanya saling bertemu dan siap saling bunuh.

ENDING SURGA :
si Y tdk membawa bara apinya, dalam hal ini dia mengakui pada si X bahwa dia bersalah dan siap utk dibunuh.

atas hal itu bara api dari si X padam. mereka saling memaafkan.
surga. atas keikhlasan.

ENDING NERAKA :
si X bunuh si Y.
dan tidak pernah puas meski dia sudah bunuh si Y. dlm hal ini berarti si X terbakar bara yg dia bawa yaitu amarah. dan akan terus spt itu. dan hidupnya menyedihkan bagai neraka.

*well. ga sesimpel itu sih. males ngetik ::hihi::



wah, akan lebih gak simpel lagi kalo dendamnya itu kebawa mati
karena mau gak mau akan membawa konsep reinkarnasi
bisa2 gak cuma yesus
nanti budha juga akan kehubung2 dengan islam

::ngakak2::

beastmen85
07-07-2012, 01:39 AM
soalnya kan saya aliran acak kadut, kemana2 ngikut ::hihi::

bradon heat
07-07-2012, 01:58 PM
saking hebatnya sampe dobel om hehehehe...
kalo orang islam sudah sampe SSJ ini, akan nemu benangmerah ketuhanannya yesus

:run:



Islam tidak ada sangkut pautnya dengan yesus




bisa di ceritakan lebih lanjut ??
yesus disini nabi isa kah ??
:mikir:

pasingsingan
07-07-2012, 03:17 PM
waah .... don
entar bisa melenceng neh topiknya
klo pertanyaan ente dibahas disini
klo interes ttg hal itu silahken buka thread baru aja

kembali ke anekdot nasarudin
masa api neraka dianalogikan spt api sea games atau olimpiade?

[jgn2 thread ini salah kamar yak] :-?

ndableg
07-07-2012, 04:04 PM
Jangan memperumit pikiranmu sendiri

Manusia punya organ otak juga rumit. Makanya mikirnya rumit2, supaya bisa survive. Kalo pemikiran sederhana (males mikir) itu biasanya cuman bisa konsumsi aja. Yg punya pikiran rumit itu biasanya menciptakan sesuatu yg mempermudah kehidupan yg tukang konsumsi.

ndableg
07-07-2012, 04:19 PM
kembali ke anekdot nasarudin
masa api neraka dianalogikan spt api sea games atau olimpiade?

[jgn2 thread ini salah kamar yak] :-?

Di mana analogi api olimpiade nya? Ini ibarat lelucon tapi diakhiri dgn sindiran ttg pikiran manusia bhw tuhan itu ibarat tukang sate yg memanggang manusia2 berdosa. Seakan2 tuhan itu kejam dan pendendam. Padahal manusia kalo kejam, ya manusia itu sendiri yg memelihara api neraka. Karma itu manusia sendiri yg menciptakan, konsekuensinya kita sendiri yg merasakan.

Kalo kita berbuat kesalahan, pasti kita berasa sendiri, dan biasanya ada penyesalan atau semakin bersemangat untuk melakukan lagi, karena ga ketauan. Malah merasa hebat. Ketika ajal tiba, baru roh kita yg memiliki kesadaran tinggi merasakan api neraka yg telah diciptakannya sendiri.

ndableg
07-07-2012, 04:24 PM
pokoknya siapa yg benar dan siapa yg salah kita lihat saja di akhirat nanti

Tenang saja mbak. Benar atau salah, semua akan merasakan SENDIRI-SENDIRI. Jadi tidak ada yg benar atau salah, kalo benar silakan nikmati kalau salah pun ga perlu disesali. Wong udah akhir kok. Yg penting gimana kita idup aje..

BundaNa
08-07-2012, 10:48 AM
sebenernya anekdotnya Nasrudin itu lebih dari menyindir manusia itu sendiri kog. Bukan sedang menjelaskan secara gamblang apa itu neraka. Dia cuma bilang, bahwa manusia sendirilah yang menggiring dirinya mau masuk surga atau neraka

mencari_makna
08-07-2012, 01:08 PM
Bandingkan cerita diatas dengan pernyataan SSJ dibawah, terutama yang saya bold
Boleh ngambil dari sini (http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=888911)

SURGA DAN NERAKA Syekh Siti Jenar

“anal jannatu wa nara katannalr al anna”, sering digunakan oleh Syekh Siti Jenar dalam menjelaskan hakikat surga dan neraka. Penulisan yg benar nampaknya adalah “inna al-janatu wa al-naru qath’un ‘an al-ana” (Sesungguhnya keberadaan surga dan neraka itu telah nyata adanya sejak sekarang atau di dunia ini).
Sesungguhnya, menurut ajaran Islam pun, surga dan neraka itu tidaklah kekal. Yang menganggap kekal surga dan neraka itu adalah kalangan awam. Sesungguhnya mereka berdua wajib rusak dan binasa.
Bagi Syekh Siti Jenar, surga atau neraka bukanlah tempat tertentu untuk memberikan pembalasan baik dan buruknya manusia. Surga neraka adalah perasaan roh di dunia, sebagai akibat dari keadaan dirinya yg belum dapat menyatu-tunggal dgn Allah. Sebab bagi manusia yg sudah memiliki ilmu kasampurnan, jelas bahwa ketika mengalami kematian dan melalui pintunya, ia kembali kepada Hidup Yang Agung, hidup yang tan kena kinaya ngapa (hidup sempurna abadi sebagai Sang Hidup). Yaitu sebagai puncak cita-cita dan tujuan manusia.
Jadi, karena surga dan neraka itu ternyata juga makhluk, maka surga dan neraka tidaklah kekal, dan juga bukanlah tempat kembalinya manusia yang sesungguhnya. Sebab tidak mungkin makhluk akan kembali kepada makhluk, kecuali karena keadaan yang belum sempurna hidupnya. Oleh al-Qur’an sudah ditegaskan bahwa tempat kembalinya manusia hanya Allah, yang tidak lain adalah proses kemanunggalan ……ilaihi raji’un, ilaihi al-mashir………

Kita merasa nyaman atau sakit kita dapatkan dari TUBUH kita, Dari Tubuh (Adam) berbembang RASA dan menjadi perasaan ketika berinteraksi dengan PIKIRAN (Muhammad). Dalam proses interaksi inilah terciptanya Surga atau Neraka. Dialog Tuhan dengan Muhammad, Engkau karena Ku ya Muhammad dan Semesta alam karena mu (Teori Nur Muhammad).

erusi
08-07-2012, 06:25 PM
surga neraka gak kekal itu juga gak rumit koq
karena yang kekal itu cuma Allah

Sememangnya hanya Allah itu Maha Kekal. Namun harus difahami bahawa Allah itu juga Maha Kuasa. Justeru Dia mampu melakukan apa sahaja menurut kehendakNya. Justeru jika Dia mahukan neraka dan syurga sebagai sesuatu yang kekal, maka Dia amat mampu untuk berbuat sedemikian.

Agitho_Ryuki
09-07-2012, 05:01 PM
lalu apa yang di"mahu"kan Allah itu? adakah yang bisa memastikan???

BundaNa
09-07-2012, 06:59 PM
Sememangnya hanya Allah itu Maha Kekal. Namun harus difahami bahawa Allah itu juga Maha Kuasa. Justeru Dia mampu melakukan apa sahaja menurut kehendakNya. Justeru jika Dia mahukan neraka dan syurga sebagai sesuatu yang kekal, maka Dia amat mampu untuk berbuat sedemikian.

yakin amat, dalilnya mana? jangan asal mangap

Agitho_Ryuki
09-07-2012, 11:47 PM
“Adapun orang-orang yang celaka, Maka
(tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka
mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),
mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi,
kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain).
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa
yang Dia kehendaki.Adapun orang-orang yang berbahagia,
Maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di
dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika
Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang
tiada putus-putusnya.” (QS. Huud : 106 – 108)

apakah surga dan neraka kekal?? I don't think so...

erusi
10-07-2012, 12:28 AM
yakin amat, dalilnya mana? jangan asal mangap

Apakah kamu tidak yakin? Di dalam thread "Pertanyaan kpd kristian:Genesis 11:12" kamu mengaku sebagai seorang muslim. Lihat tulisan kamu di bawah dalam thread tersebut.


coba anda simak ya...saya muslim, Ronggolawe muslim, dan banyak yang menanggapi postingan anda adalah muslim, kecuali Aslan yang kristiani dan Purba yang atheis.



Jika demikian saya ingin tahu, jika kamu seorang muslim, then apa yang kamu yakin berkenaan dengan syurga dan neraka? Kenapa kamu merasakan neraka dan syurga adalah tidak dikehendaki oelh Allah sebagai suatu tempat yang kekal sebagai pembalasan daripada Nya? Sila berikan dalil-dalil kamu jika kamu menganggap syurga dan neraka itu sebagai tempat yang tidak kekal.

Dalil syurga dan neraka adalah kekal telah diberikan oleh Agitho_Ryuki. Cuma saya sarankan agar kamu membaca sendiri ayat al-Quran tersebut.

BundaNa
10-07-2012, 12:49 AM
dalil yg diberikan cak githo adlh penghuninya, bukan tempatnya -_- baca dong komentar beliau dibawahnya

---------- Post Merged at 10:49 PM ----------

dalil yg diberikan cak githo adlh penghuninya, bukan tempatnya -_- baca dong komentar beliau dibawahnya

erusi
10-07-2012, 01:11 AM
dalil yg diberikan cak githo adlh penghuninya, bukan tempatnya -_- baca dong komentar beliau dibawahnya



Baca ayat itu dengan baik. Tertulis "mereka kekal di dalamnya". Bagaimana penghuni itu boleh kekal di dalamnya jika syurga dan neraka itu sendiri tidak kekal? Justeru itu menunjukkan syurga dan neraka itu adalah kekal.

Kamu masih tidak menjawab persoalan saya. Saya kemukakan sekali lagi pertanyaan saya di bawah.


jika kamu seorang muslim, then apa yang kamu yakin berkenaan dengan syurga dan neraka? Kenapa kamu merasakan neraka dan syurga adalah tidak dikehendaki oelh Allah sebagai suatu tempat yang kekal sebagai pembalasan daripada Nya? Sila berikan dalil-dalil kamu jika kamu menganggap syurga dan neraka itu sebagai tempat yang tidak kekal.

sedgedjenar
10-07-2012, 04:27 AM
Erusi baca ayatnya jangan dipotong-potong. Jelas diatas agitho nulis 'penghuninya kekal selama ada langit dan bumi'. Jangan dibaca hanya sampai kekal aja. Dibacanya sampai selesai ya nak..

::doh::

Langit dan bumi ini nggak kekal.
Jadi kalau tidak ada langit dan bumi, apakah penghuni neraka itu kekal? Kalau penghuninya aja gak kekal, terus buat apa surga dan neraka kekal kalau gak ada penghuninya ntar?

Huhauhauhahuahuua

erusi
10-07-2012, 08:48 AM
Erusi baca ayatnya jangan dipotong-potong. Jelas diatas agitho nulis 'penghuninya kekal selama ada langit dan bumi'. Jangan dibaca hanya sampai kekal aja. Dibacanya sampai selesai ya nak..

::doh::

Langit dan bumi ini nggak kekal.
Jadi kalau tidak ada langit dan bumi, apakah penghuni neraka itu kekal? Kalau penghuninya aja gak kekal, terus buat apa surga dan neraka kekal kalau gak ada penghuninya ntar?

Huhauhauhahuahuua


Jika itu dirasakan masih belum mencukupi, then sila baca

Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal soleh, sesungguhnya mereka beroleh syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; tiap-tiap kali mereka diberikan satu pemberian dari sejenis buah-buahan syurga itu, mereka berkata: "Inilah yang telah diberikan kepada kami dahulu"; dan mereka diberikan rezeki itu yang sama rupanya (tetapi berlainan hakikatnya), dan disediakan untuk mereka dalam syurga itu pasangan-pasangan, isteri-isteri yang sentiasa bersih suci, sedang mereka pula kekal di dalamnya selama-lamanya. (Al-Baqarah:25)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir serta berlaku zalim, Allah tidak sekali-kali akan mengampunkan mereka dan tidak akan menunjukkan jalan kepada mereka: Selain dari jalan neraka jahanam, yang mereka akan kekal di dalamnya selama-lamanya; dan balasan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (An-Nisa:168-169)

Sememangnya banyak ayat yang mengatakan penghuni syurga dan neraka itu akan kekal di dalamnya.

Ronggolawe
10-07-2012, 09:19 AM
apakah kekalnya Surga dan Neraka sebanding de
ngan Kekalnya Allah yang Maha Kekal?

erusi
10-07-2012, 09:35 AM
apakah kekalnya Surga dan Neraka sebanding de
ngan Kekalnya Allah yang Maha Kekal?

Bagi saya kekalnya syurga dan neraka itu tidak sebanding dengan kekalnya Allah. Ini kerana sifat kekal Allah tidak bergantung kepada kepada sesuatu. Dengan kata lain tiada sesuatupun yang dapat memberi kesan ke atas sifat kekal Allah. Tetapi sifat kekal syurga dan neraka itu bergantung pada kehendak Allah. Dengan kata lain kerana Allah berkehendakkan syurga dan neraka itu kekal, maka itu menyebabkan syurga dan neraka itu bersifat kekal. Jika Allah inginkan sebaliknya maka akan berlaku sebaliknyalah ke atas sifat kekal syurga dan neraka itu.

Ronggolawe
10-07-2012, 09:37 AM
berarti ada kekal yang berbeda dengan Maha Kekal...

case closed :)

erusi
10-07-2012, 10:01 AM
Saya masih menunggu penjelasan daripada BundaNa mngenai persoalan saya terhadapnya di bawah.

jika kamu seorang muslim, then apa yang kamu yakin berkenaan dengan syurga dan neraka? Kenapa kamu merasakan neraka dan syurga adalah tidak dikehendaki oelh Allah sebagai suatu tempat yang kekal sebagai pembalasan daripada Nya? Sila berikan dalil-dalil kamu jika kamu menganggap syurga dan neraka itu sebagai tempat yang tidak kekal.


Semoga dia mampu memberikan penjelasan apa yang difahami olehnya sebagai seorang muslim.

sedgedjenar
10-07-2012, 10:08 AM
Jika itu dirasakan masih belum mencukupi, then sila baca

Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal soleh, sesungguhnya mereka beroleh syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; tiap-tiap kali mereka diberikan satu pemberian dari sejenis buah-buahan syurga itu, mereka berkata: "Inilah yang telah diberikan kepada kami dahulu"; dan mereka diberikan rezeki itu yang sama rupanya (tetapi berlainan hakikatnya), dan disediakan untuk mereka dalam syurga itu pasangan-pasangan, isteri-isteri yang sentiasa bersih suci, sedang mereka pula kekal di dalamnya selama-lamanya. (Al-Baqarah:25)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir serta berlaku zalim, Allah tidak sekali-kali akan mengampunkan mereka dan tidak akan menunjukkan jalan kepada mereka: Selain dari jalan neraka jahanam, yang mereka akan kekal di dalamnya selama-lamanya; dan balasan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (An-Nisa:168-169)

Sememangnya banyak ayat yang mengatakan penghuni syurga dan neraka itu akan kekal di dalamnya.

jadi manakah ayat quran yang benar ?
(QS. Huud : 106 – 108) menyatakan penghuni surga neraka tidak kekal

atau ?

(An-Nisa:168-169) - (Al-Baqarah:25) ? menyatakan penghuni surga neraka kekal ?

erusi
10-07-2012, 10:33 AM
jadi manakah ayat quran yang benar ?
(QS. Huud : 106 – 108) menyatakan penghuni surga neraka tidak kekal

atau ?

(An-Nisa:168-169) - (Al-Baqarah:25) ? menyatakan penghuni surga neraka kekal ?

Hud:106-108 tidak mengatakan penghuni syurga dan neraka tidak kekal di dalamnya. Kamu melihat penghuni syurga dan neraka tidak kekal ayat tersebut kerana kamu tidak memahami "selama ada langit dan bumi" yang tertulis itu. Ini kerana kamu tidak mempeunyai kefahaman seperti mana kefahaman umat Islam berkenaan ayat tersebut. Saya perjelaskan. Semua manusia akan dihidupkan kembali sesudah berlakunya kiamat untuk menerima pembalasan masing-masing menurut amal perbuatan mereka ketka di dunia. Pada waktu semua manusai itu dihidupkan kembali, ianya dikenali sebagai alam akhirat iaitu alam yang kekal abadi. Justeru "langit dan bumi" yang disebut dalam ayat Hud:106-108 bukannya seperti langit dan bumi yang kamu lihat sekarang dari segi sifatnya. Kerana "langit dan bumi" yang disebut dalam ayat al-Quran tersebut adalah langit dan bumi bagi alam akhirat iaitu alam yang kekal abadi, sedangkan langit dan bumi yang kamu lihat ini adalah bersifat fana iaitu sementara.
Justeru Hud:106-108 tidak mengatakan penghuni syurga dan neraka tidak kekal di dalamnya.

sedgedjenar
10-07-2012, 10:41 AM
Hud:106-108 tidak mengatakan penghuni syurga dan neraka tidak kekal di dalamnya. Kamu melihat penghuni syurga dan neraka tidak kekal ayat tersebut kerana kamu tidak memahami "selama ada langit dan bumi" yang tertulis itu. Ini kerana kamu tidak mempeunyai kefahaman seperti mana kefahaman umat Islam berkenaan ayat tersebut. Saya perjelaskan. Semua manusia akan dihidupkan kembali sesudah berlakunya kiamat untuk menerima pembalasan masing-masing menurut amal perbuatan mereka ketka di dunia. Pada waktu semua manusai itu dihidupkan kembali, ianya dikenali sebagai alam akhirat iaitu alam yang kekal abadi. Justeru "langit dan bumi" yang disebut dalam ayat Hud:106-108 bukannya seperti langit dan bumi yang kamu lihat sekarang dari segi sifatnya. Kerana "langit dan bumi" yang disebut dalam ayat al-Quran tersebut adalah langit dan bumi bagi alam akhirat iaitu alam yang kekal abadi, sedangkan langit dan bumi yang kamu lihat ini adalah bersifat fana iaitu sementara.
Justeru Hud:106-108 tidak mengatakan penghuni syurga dan neraka tidak kekal di dalamnya.

jadi di alam akhirat itu ada langit dan bumi juga gitu ?
ada dalilnmya nggak kalau di alam akhirat itu ada bumi dan langit ?

---------- Post Merged at 08:41 AM ----------


berarti ada kekal yang berbeda dengan Maha Kekal...

case closed :)

ada kekal ori dan ada kekal kw1 ?

erusi
10-07-2012, 10:52 AM
jadi di alam akhirat itu ada langit dan bumi juga gitu ?
ada dalilnmya nggak kalau di alam akhirat itu ada bumi dan langit ?



Mungkin ayat-ayat yang saya gunakan tidak memberi kefahaman kepada kamu dengan baik. Saya tidak menjelaskan alam akhirat itu ada langit dan bumi. Saya menjelaskan langit dan bumi yang disebut dalam Hud 106-108 itu merujuk kepada alam akhirat yang kekal abadi.

BundaNa
10-07-2012, 10:52 AM
Jika kamu seorang muslim, then apa yang kamu yakin berkenaan dengan syurga dan neraka? Kenapa kamu merasakan neraka dan syurga adalah tidak dikehendaki oelh Allah sebagai suatu tempat yang kekal sebagai pembalasan daripada Nya? Sila berikan dalil-dalil kamu jika kamu menganggap syurga dan neraka itu sebagai tempat yang tidak kekal.

saya yakin surga dan neraka ada, tapi Yang kekal itu Allah. surga dan neraka itu memang dijanjikan Allah sebagai pembalasan manusia di hari akhir. Penghuninya kekal, tapi bukan berranti tempatnya jadi kekal...argumen sama om segde sama ronggo sudah klarifikasi semua.

Oh ya by the way, saya percaya dan yakin Islam benar dan saya muslim, tapi bukan berarti saya kegatelan mencari2 kesalahan kitab agama lain atau kesalahan ajaran agama lain. Buat saya keimanan itu adalah masalah hak asazi, yang bahkan Rasulullah sendiri menghormatinya di piagam Madinah. Jadi yang tidak melakukan apa yang dilakukan Rasulullah, apa layak menyebut diri umatnya?

Menyeru dan mengajak itu boleh, tapi mencari2 cacat agama lain, itu sama saja gak yakin sama kesempurnaan agama Islam. Saya lebih suka belajar agama saya yang belum juga sempurna daripada ngoprek agama lain.

Ketika agama lain menghina Nabi pedhopil karena beliau menikahi Siti Aisyah, mau kamu argumen kayak gimana juga justifikasi mereka masih seperti itu meski argumentasi kamu masuk di logikamu (bukan di logika mereka yang menghina), lalu bagaimana rasa hatimu? Itu juga masalah ayat2 Bibble yang kamu anggap salah atau bertentangan.

Kamu sendiri bilang tidak mau diganggu gugat urusan keimanan kamu ketika ditanya oleh om Sedge di thread sebelah. Mestinya kamu juga bisa menghormati kitab dan ajaran agama lain, sebagai bentuk menghormati hak manusia atas keimanan. Jika menurutmu salah dan menurut mereka tidak itu bukan berarti kamu memaksa untuk mereka harus mengakui omongan kamu meski menurutmu argumentasi kamu lebih berlogika dibanding argumentasi si pemilik kitab, misalnya.

Saya menanyakan masalah dalil kekekalan surga neraka malah kamu sodorkan ayat yang bilang penghuninya kekal...gak nyambung::doh::

sedgedjenar
10-07-2012, 11:02 AM
Mungkin ayat-ayat yang saya gunakan tidak memberi kefahaman kepada kamu dengan baik. Saya tidak menjelaskan alam akhirat itu ada langit dan bumi. Saya menjelaskan langit dan bumi yang disebut dalam Hud 106-108 itu merujuk kepada alam akhirat yang kekal abadi.

“Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka
mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi,
kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa
yang Dia kehendaki.Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di
dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang
tiada putus-putusnya.”

kalau penafsiran kamu langit dan bumi itu merujuk kepada alam akhirat yang kekal, lalu maksud yang saya bold itu apa ?
kalau penafsiran kamu langit dan bumi itu merujuk kepada alam akhirat yang kekal, maka kalimat bold di atas akan menjadi :

mereka kekal didalamnya selama ada langit dan bumi (yang kekal)

maksudnya seperti itu ?

bukankah itu menjadikan logic quran dengan bahasa yang berputar-putar ?

::doh::

erusi
10-07-2012, 11:32 AM
saya yakin surga dan neraka ada, tapi Yang kekal itu Allah. surga dan neraka itu memang dijanjikan Allah sebagai pembalasan manusia di hari akhir. Penghuninya kekal, tapi bukan berranti tempatnya jadi kekal...argumen sama om segde sama ronggo sudah klarifikasi semua.

Then itulah yang saya minta kamu perjelaskan, bagaimana keadaan membolehkan penghuni syurga dan neraka itu kekal di dalam syurga dan neraka jika kamu mempercayai syurga dan neraka itu tidak kekal?
Mana dalilnya syurga dan neraka itu tidak kekal?


Oh ya by the way, saya percaya dan yakin Islam benar dan saya muslim, tapi bukan berarti saya kegatelan mencari2 kesalahan kitab agama lain atau kesalahan ajaran agama lain. Buat saya keimanan itu adalah masalah hak asazi, yang bahkan Rasulullah sendiri menghormatinya di piagam Madinah. Jadi yang tidak melakukan apa yang dilakukan Rasulullah, apa layak menyebut diri umatnya?

Kenapa apabila saya mengemukakan kelemahan ayat bible untuk dijawab oleh pihak kristian, then kamu anggapkan itu sebagai usaha untuk mencari kesalahan kitab dan agama lain? Apakah kitab dan agama kristian itu tidak diperbolehkan untuk dipertanyakan? Masalah di sini adalah kamu memandang cara itu sebagai sesuatu yang negatif. Rasulullah menghormati piagam Madinah bermaksud Rasulullah menyetujui bahawa tiada paksaan dalam berugama. Semua orang berhak untuk memilih agama masing-masing dan tiada sesiapa yang boleh memaksa orang lain untuk menganuti mana-mana kepercayaan.
Dalam memperlihatkan permasalahan dalam bible ini, adakah bermaksud saya memaksa mana-mana individu supaya masuk Islam? Tidak. Justeru kenapa dikatakan saya tidak melakukan apa yang dilakukan oleh Rasulullah?



Menyeru dan mengajak itu boleh, tapi mencari2 cacat agama lain, itu sama saja gak yakin sama kesempurnaan agama Islam. Saya lebih suka belajar agama saya yang belum juga sempurna daripada ngoprek agama lain.

Ketika agama lain menghina Nabi pedhopil karena beliau menikahi Siti Aisyah, mau kamu argumen kayak gimana juga justifikasi mereka masih seperti itu meski argumentasi kamu masuk di logikamu (bukan di logika mereka yang menghina), lalu bagaimana rasa hatimu? Itu juga masalah ayat2 Bibble yang kamu anggap salah atau bertentangan.


Kita hanya mampu meyampaikan apa yang benar dan apa yang salah. Selepas itu adalah hak masing-masing untuk memilih dan kita akan dipertanggungjawabkan atas pilihan kita itu. Justeru jika ada pihak kristian yang menghina Nabi Muhammad, apa yang perlu kita lakukan adalah memberi penjelasan yang sejelas-jelasnya kepada mereka. Sama ada mereka ingin terus menghina Nabi Muhammad sebagai bersifat sedemikian, then itu adalah pilihan mereka. Yang penting kita sudah memberikan penjelasan dan kita menyedari bahawa penghinaan mereka itu adalah didasarkan kepada sesuatu yang tidak benar. Then apa yang perlu digusarkan jika kita dapat menafikan penghinaan mereka itu?
Kita tidak mampu menghalang orang lain jika mereka ingin terus menghina Islam, Al-Quran dan Nabi Muhammad jika niat mereka sememangnya bukan untuk mencari kebenaran selain daripada hanya untuk melakukan penghinaan. Yang penting kita menyakini bahawa penghinaan yang disandarkan dari sesuatu yang tidak benar itu tidak akan mengugat keimanan umat Islam dan tidak akan memberi kesan kepada mereka yang benar-benar berfikir dalam mencari kebenaran.
Contohnya tindakan membakar al-Quran oleh seseorang di USA. Apa kebaikan yang diperolehi olehnya yang melakukan sedemikian? Bagi orang yang berfikir ianya akan melihat sebagai suatu tindakan yang tidak matang disebabkan kegagalan mengatasi emosi sendiri yang melihat Islam yang terus berkembang.



Kamu sendiri bilang tidak mau diganggu gugat urusan keimanan kamu ketika ditanya oleh om Sedge di thread sebelah. Mestinya kamu juga bisa menghormati kitab dan ajaran agama lain, sebagai bentuk menghormati hak manusia atas keimanan. Jika menurutmu salah dan menurut mereka tidak itu bukan berarti kamu memaksa untuk mereka harus mengakui omongan kamu meski menurutmu argumentasi kamu lebih berlogika dibanding argumentasi si pemilik kitab, misalnya.

Saya tidak mengatakan tidak mahu diganggu gugat keimanan saya. Saya rasa yang kamu katakan itu adalah berkenaan dengan apa yang ditanyakan iaitu apakah akhlak saya sudah menepati Al-Qurana atau sebaliknya? Saya menjelaskan akhlak saya adalah urusan saya dengan Tuhan. Ini kerana kita tidak perlu untuk mengatakan bentuk akhlak diri sendiri supaya ianya tidak mengundang rasa ego dan bongkak terhadap diri sendiri. Cukuplah untuk Allah mengetahui apakah akhlak kita itu. Apakah kamu merasakan sesuatu yang baik untuk mengkhabarkan kepada umum kebaikan diri sendiri itu?
Atas sebab ini saya mengatakan akhlak saya adalah urusan saya dengan Tuhan. Bagi saya adalah mencukupi jika Allah mengetahui apakah akhlak saya. Tidak perlu saya mengkhabarkan kepada orang lain apakah bentuk akhlak saya itu.



Saya menanyakan masalah dalil kekekalan surga neraka malah kamu sodorkan ayat yang bilang penghuninya kekal...gak nyambung::doh::

Sememangnya saya sudahmengemukakan bukti dengan menunjukkan ayat al-Quran yang menyebut penghuni syurga dan neraka itu kekal di dalamnya. Apabila penghuni itu kekal di dalam syurga dan neraka, then itu membuktikan bahawa syurga dan neraka itu adalah bersifat kekal. Jika syurga dan neraka itu tidak bersifat kekal, then penghuninya tidak akan kekal di dalamnya. Tetapi al-Quran menyebutkan penghuni syurga dan neraka itu kekal di dalamnya. Justeru bermaksud nerak dan syurga itu akan berkekalan.

Then bagaimana dengan penjelasan kamu? Jika syurga dan neraka itu kamu fahami sebagai tidak kekal, then bagaimana penghuni-penghuninya dikatakan kekal di dalamnya? Mana penjelasan kamu berkenaan perkara ini?

sedgedjenar
10-07-2012, 11:37 AM
Then bagaimana dengan penjelasan kamu? Jika syurga dan neraka itu kamu fahami sebagai tidak kekal, then bagaimana penghuni-penghuninya dikatakan kekal di dalamnya? Mana penjelasan kamu berkenaan perkara ini?

erusi, bundana sudah bilang yang kekal hanya allah. Surga neraka itu ciptaan yang wajib musnah
lalu penghuninya kemana ? penghuninya itu gak kekal sebagai mana agitho_ngruki sebutkan disurat hud 106-108

udah paham belum ?

BundaNa
10-07-2012, 11:40 AM
udah diurai dah sama om segde...akhirnya nanti beneran deh, logika mbulet buat kaum beriman::hihi::

dari kemaren baca postingan kamu setiap ditanya sisi keislaman, jawabannya itu lagi itu lagi (Al quran benar titik, Islam benar titik, Bible gak berlogika titik)

Surga dan neraka bisa gak kekal kalau Allah berkehandak kan? Artinya jaminan keduanya kekal itu gak ada, ayat yang kamu sodorkan bahas penghuninya.

Jadi memang tidak ada ayat yang menyatakan surga dan neraka itu gak kekal, juga gak ada yang menyatakan surga nereka itu kekal...ngerti kagak?

Penghuni2nya kalau Tuhan mau diletakkan dimana saja itu sudah urusan Yang Maha Kekal.

Penjelasan2 kamu sudah cukup, dan Aslan sudah memberikan argumentasinya...tapi kamu terus mengejar supaya Aslan mengakui bahwa omongan kamu benar, apa itu gak memaksa ya?::doh::

---------- Post Merged at 09:40 AM ----------


erusi, bundana sudah bilang yang kekal hanya allah. Surga neraka itu ciptaan yang wajib musnah
lalu penghuninya kemana ? penghuninya itu gak kekal sebagai mana agitho_ngruki sebutkan disurat hud 106-108

udah paham belum ?

logika dia dan logika gwe emang kontradiktip om, jadi kontraproduksi juga sih om...dari thread2nya udah keliatan kog, lebih seneng mengusik urusan agama lain daripada sharing ilmu agama Islam yang bener di sini -_-

erusi
10-07-2012, 11:50 AM
kalau penafsiran kamu langit dan bumi itu merujuk kepada alam akhirat yang kekal, lalu maksud yang saya bold itu apa ?

Maksud yang kamu bold kan itu adalah " Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya".


kalau penafsiran kamu langit dan bumi itu merujuk kepada alam akhirat yang kekal, maka kalimat bold di atas akan menjadi :

mereka kekal didalamnya selama ada langit dan bumi (yang kekal)

maksudnya seperti itu ?


Kalimat yang kamu boldkan itu menjadi "mereka akan kekal di dalamnya selama-lamanya". Kerana "selama ada langit dan bumi" itu adalah merujuk kepada alam akhirat yang kekal.



bukankah itu menjadikan logic quran dengan bahasa yang berputar-putar ?

::doh::

Bukan bahasa Al-Quran yang berputar-putar tetapi pemahaman kamu yang berputar-putar kerana melihat suatu ayat al-Quran dari sudut terjemahan semata-mata tetapi mengabaikan dari sudut maknanya. Pemahaman kamu hanya menjurus kepada apa yang tertulis pada terjemahan itu tetapi tidak menjurus kepada makna yang ingin disampaikan dalam ayat tersebut.

---------- Post Merged at 10:50 AM ----------


erusi, bundana sudah bilang yang kekal hanya allah. Surga neraka itu ciptaan yang wajib musnah
lalu penghuninya kemana ? penghuninya itu gak kekal sebagai mana agitho_ngruki sebutkan disurat hud 106-108

udah paham belum ?

Jika kita lihat komentarnya, pemahamannya tidak seperti kamu. Dia mengakui bahawa penghuni nya kekal. Lihat semula komentarnya di bawah

saya yakin surga dan neraka ada, tapi Yang kekal itu Allah. surga dan neraka itu memang dijanjikan Allah sebagai pembalasan manusia di hari akhir. Penghuninya kekal, tapi bukan berranti tempatnya jadi kekal

Ronggolawe
10-07-2012, 11:54 AM
Kenapa apabila saya mengemukakan kelemahan ayat bible untuk dijawab oleh pihak kristian, then kamu anggapkan itu sebagai usaha untuk mencari kesalahan kitab dan agama lain? Apakah kitab dan agama kristian itu tidak diperbolehkan untuk dipertanyakan? Masalah di sini adalah kamu memandang cara itu sebagai sesuatu yang negatif. Rasulullah menghormati piagam Madinah bermaksud Rasulullah menyetujui bahawa tiada paksaan dalam berugama. Semua orang berhak untuk memilih agama masing-masing dan tiada sesiapa yang boleh memaksa orang lain untuk menganuti mana-mana kepercayaan.

Dalam memperlihatkan permasalahan dalam bible ini, adakah bermaksud saya memaksa mana-mana individu supaya masuk Islam? Tidak. Justeru kenapa dikatakan saya tidak melakukan apa yang dilakukan oleh Rasulullah?

Kita hanya mampu meyampaikan apa yang benar dan apa yang salah. Selepas itu adalah hak masing-masing untuk memilih dan kita akan dipertanggungjawabkan atas pilihan kita itu. Justeru jika ada pihak kristian yang menghina Nabi Muhammad, apa yang perlu kita lakukan adalah memberi penjelasan yang sejelas-jelasnya kepada mereka. Sama ada mereka ingin terus menghina Nabi Muhammad sebagai bersifat sedemikian, then itu adalah pilihan mereka. Yang penting kita sudah memberikan penjelasan dan kita menyedari bahawa penghinaan mereka itu adalah didasarkan kepada sesuatu yang tidak benar. Then apa yang perlu digusarkan jika kita dapat menafikan penghinaan mereka itu?

Kita tidak mampu menghalang orang lain jika mereka ingin terus menghina Islam, Al-Quran dan Nabi Muhammad jika niat mereka sememangnya bukan untuk mencari kebenaran selain daripada hanya untuk melakukan penghinaan. Yang penting kita menyakini bahawa penghinaan yang disandarkan dari sesuatu yang tidak benar itu tidak akan mengugat keimanan umat Islam dan tidak akan memberi kesan kepada mereka yang benar-benar berfikir dalam mencari kebenaran.

Contohnya tindakan membakar al-Quran oleh seseorang di USA. Apa kebaikan yang diperolehi olehnya yang melakukan sedemikian? Bagi orang yang berfikir ianya akan melihat sebagai suatu tindakan yang tidak matang disebabkan kegagalan mengatasi emosi sendiri yang melihat Islam yang terus berkembang.

hm.... OOT nih...

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya : "Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS Al-An'am : 108)


barangkali bisa displit thread baru :)

BundaNa
10-07-2012, 11:56 AM
penghuni surga dan neraka kekal kan kata Allah, elu yang kasih ayatnya bukan, erusi? Jadi terserah yang Maha Kekal, gwe percaya sama DIA. Titik -_-

erusi
10-07-2012, 12:13 PM
udah diurai dah sama om segde...akhirnya nanti beneran deh, logika mbulet buat kaum beriman::hihi::

dari kemaren baca postingan kamu setiap ditanya sisi keislaman, jawabannya itu lagi itu lagi (Al quran benar titik, Islam benar titik, Bible gak berlogika titik)

Surga dan neraka bisa gak kekal kalau Allah berkehandak kan? Artinya jaminan keduanya kekal itu gak ada, ayat yang kamu sodorkan bahas penghuninya.

Jadi memang tidak ada ayat yang menyatakan surga dan neraka itu gak kekal, juga gak ada yang menyatakan surga nereka itu kekal...ngerti kagak?

Penghuni2nya kalau Tuhan mau diletakkan dimana saja itu sudah urusan Yang Maha Kekal.

Tertulis " sedang mereka pula kekal di dalamnya selama-lamanya." Justeru itu jaminan oleh Allah bahawa penghuni tersebut akan kekal selama-lamanya sama ada dalan syurga atau neraka. Justeru apabila dijamin bahawa semua penghuni itu kekal di dalamnya, maka itu adalah jaminan bahawa syurga dan neraka itu akan kekal. Justeru jaminan itu sememangnya ada. Jika Allah sendiri mengatakan penghuninya akan kekal berada di dalam syurga atau neraka, then atas dasar apa untuk kamu mengatakan Allah akan meletakkan penghuni2 itu ditempat-tempat yag lain pula? Mana dalilnya bahawa Allah juga akan menempatkan penghuni2 itu ditempat-tempat yang lain selain dari syurga atau neraka?
Sekali lagi saya tanyakan, bagaimana untuk situasi penghuni syurga dan neraka itu kekal di dalamnya jika syurga dan neraka itu kamu rasakan tidak kekal?



Penjelasan2 kamu sudah cukup, dan Aslan sudah memberikan argumentasinya...tapi kamu terus mengejar supaya Aslan mengakui bahwa omongan kamu benar, apa itu gak memaksa ya?::doh::

Saya tidak memaksa Aslan untuk mengakui apa yang saya katakan. Contohnya saya tidak memaksa beliau untuk mengakui kewujudan kesalahan penyalinan di dalam bible. Beliau yang memberikan pengakuan tersebut apabila menjelaskan permasalahan yang saya kemukakan. Begitu juga seterusnya saya tidak pernah memaksa beliau untuk mempercayai sesuatu, cuma saya meminta beliau untuk mengemukakan bukti apa yang beliau percayai dari permasalahan yang saya kemukakan itu. Apakah saya tidak dibenarkan untuk meminta bukti?

Contohnya beliau menyebutkan kitab suci di dalam hati manusia. Itu kepercayaan beliau. Then saya hanya meminta beiau membuktikan bagaimana beliau mengetahui bahawa yang di dalam hatinya itu adalah benar-benar kitab suci? Apa sandaran yang beliau gunakan untuk beliau menyakini perkara tersebut? Saya tidak menafikan apa yang beliau percaya itu, cumanya saya hanya meminta beliau membuktikannya sahaja.
Justeru saya tidak pernah memaksa beliau.

---------- Post Merged at 11:13 AM ----------


penghuni surga dan neraka kekal kan kata Allah, elu yang kasih ayatnya bukan, erusi? Jadi terserah yang Maha Kekal, gwe percaya sama DIA. Titik -_-

Then kamu percaya penghuni syurga dan neraka itu kekal di dalamnya. Then bagaimana menurut pemahaman kamu untuk mengatakan penghuni syurga dan neraka itu kekal di dalam syurga dan neraka jika syurga dan neraka itu adalah tempat yang tidak kekal?

Sebagai contoh, bagaimana kamu ingin mengatakan bahawa kamu akan kekal duduk di atas kerusi A selama-lamanya jika akhirnya kamu mengatakan kerusi A itu akan musnah?

erusi
10-07-2012, 12:29 PM
hm.... OOT nih...

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya : "Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS Al-An'am : 108)


barangkali bisa displit thread baru :)

Then di sinilah kita harus faham bahawa kita tidak dibenarkan untuk merendahkan mana-mana kitab dan agama tanpa alasan yang munasabah. Tetapi jika seseorang telah mengemukan sesuatu alasan, then itu kita tidak boleh kategorikannya sebagai merendahkan mana-mana agama atau kitab. Sebab itulah pada permulaannya saya mengemukakan permasalahan ayat bible untuk dijawab oleh pihak kristian. Justeru itu bukan niat saya untuk merendahkan agama mereka, selain daripada hanya untuk memperlihatkan apa yang saya ketahui berkenaan dengan kitab dan agama mereka. Justeru itulah saya katakan jika saya hanya berniat untuk merendahkan agama mereka, then untuk apa saya memberi mereka ruang untuk mereka memperjelaskan suatu permasalahan berkenaan bible mereka itu?
Saya memberi contoh kisah Nabi Ibrahim yang memusnahkan berhala Namrud. Jika Nabi Ibrahim hanya berniat untuk merendahkan kepercayaan penyembah berhala itu, then untuk apa beliau meninggalkan satu berhala yang besar untuk tidak dimusnahkan, yang mana akhirnya beliau memberi ruang kepada penyembah berhala itu untuk bertanyakan kepada berhala besar tersebut berkenaan dengan permasalahan yang mereka alami ketika itu?
Jika seseorang itu berniat tidak bak, then dia tidak akan memberi ruang kepada kebenaran untuk diperlihatkan. Justeru jika kristian itu benar, and jika saya berniat tidak baik atas kebenaran kristian itu, then saya pastinya tidak akan memberi rung untuk kristian memperjelaskan kebenaran mereka itu. Tetapi sebaliknya pula yang berlaku iaitu saya memberikan kesempatan kepada mereka untuk mereka memperjelaskannya.

Ronggolawe
10-07-2012, 12:36 PM
Then di sinilah kita harus faham bahawa kita tidak dibenarkan untuk merendahkan mana-mana kitab dan agama tanpa alasan yang munasabah. Tetapi jika seseorang telah mengemukan sesuatu alasan, then itu kita tidak boleh kategorikannya sebagai merendahkan mana-mana agama atau kitab. Sebab itulah pada permulaannya saya mengemukakan permasalahan ayat bible untuk dijawab oleh pihak kristian. Justeru itu bukan niat saya untuk merendahkan agama mereka, selain daripada hanya untuk memperlihatkan apa yang saya ketahui berkenaan dengan kitab dan agama mereka. Justeru itulah saya katakan jika saya hanya berniat untuk merendahkan agama mereka, then untuk apa saya memberi mereka ruang untuk mereka memperjelaskan suatu permasalahan berkenaan bible mereka itu?
Saya memberi contoh kisah Nabi Ibrahim yang memusnahkan berhala Namrud. Jika Nabi Ibrahim hanya berniat untuk merendahkan kepercayaan penyembah berhala itu, then untuk apa beliau meninggalkan satu berhala yang besar untuk tidak dimusnahkan, yang mana akhirnya beliau memberi ruang kepada penyembah berhala itu untuk bertanyakan kepada berhala besar tersebut berkenaan dengan permasalahan yang mereka alami ketika itu?
Jika seseorang itu berniat tidak bak, then dia tidak akan memberi ruang kepada kebenaran untuk diperlihatkan. Justeru jika kristian itu benar, and jika saya berniat tidak baik atas kebenaran kristian itu, then saya pastinya tidak akan memberi rung untuk kristian memperjelaskan kebenaran mereka itu. Tetapi sebaliknya pula yang berlaku iaitu saya memberikan kesempatan kepada mereka untuk mereka memperjelaskannya.
Metode Nabi Ibrahim AS tidak digunakan dan dicon
tohkan oleh Muhammad SAW, sedangkan Muhammad
SAW adalah Penghulu/Pemimpin dari semua Nabi-Na
bi Allah...

Faktanya pula, Metode Ibrahim ternyata tidak mem
berikan apa-apa manfaat bagi umat Islam zaman itu,
kecuali hikmah bagi kita sekarang... beliau malah di
bakar, dan bersyukur beliau Nabi yang diberi mukji
zat oleh Allah SWT.

sedgedjenar
10-07-2012, 01:21 PM
Kalimat yang kamu boldkan itu menjadi "mereka akan kekal di dalamnya selama-lamanya". Kerana "selama ada langit dan bumi" itu adalah merujuk kepada alam akhirat yang kekal.



kamu tau dari mana kalau langit dan bumi dalam surat hud itu merujuk kepada alam akhirat yang kekal ?
sedangkan kamu ditanya apakah di alam akhirat ada lagit dan bumi, kamu gak bisa jawab ?

apakah hanya sebagai alasan kamu buat pembenaran pendapat kamu bahwa neraka itu kekal ?

---------- Post Merged at 11:21 AM ----------




Bukan bahasa Al-Quran yang berputar-putar tetapi pemahaman kamu yang berputar-putar kerana melihat suatu ayat al-Quran dari sudut terjemahan semata-mata tetapi mengabaikan dari sudut maknanya. Pemahaman kamu hanya menjurus kepada apa yang tertulis pada terjemahan itu tetapi tidak menjurus kepada makna yang ingin disampaikan dalam ayat tersebut.



apa bedanya ketika kamu mencoba mengutak atik bible hanya karena beda terjemahan aja ? hanya masalah bahasa ?

::ngakak2::

gogon
10-07-2012, 01:32 PM
pantesan dulu nasrudin susah dicari, ternyata dia ke neraka ;D

pake mati dulu gak ;D;D

(masih relevan gak yah postingan gw hahahaha)

Ronggolawe
10-07-2012, 01:36 PM
pantesan dulu nasrudin susah dicari, ternyata dia ke neraka ;D

pake mati dulu gak ;D;D

(masih relevan gak yah postingan gw hahahaha)

hahaha..
itu pertanyaan Purba, kalau dia nimbrung di thread
ini, Bro :)

sedgedjenar
10-07-2012, 01:51 PM
pantesan dulu nasrudin susah dicari, ternyata dia ke neraka ;D

pake mati dulu gak ;D;D

(masih relevan gak yah postingan gw hahahaha)

gak usah pake mati lha
buktinya nasrudin bisa balik lagi terus cerita ke tetangganya kan ?
supaya relevan jadi mengacunya ke cerita nasrudin
kalo mengacu ke agama ntar ribet urusan

::ngakak2::

erusi
10-07-2012, 05:08 PM
Metode Nabi Ibrahim AS tidak digunakan dan dicon
tohkan oleh Muhammad SAW, sedangkan Muhammad
SAW adalah Penghulu/Pemimpin dari semua Nabi-Na
bi Allah...

Faktanya pula, Metode Ibrahim ternyata tidak mem
berikan apa-apa manfaat bagi umat Islam zaman itu,
kecuali hikmah bagi kita sekarang... beliau malah di
bakar, dan bersyukur beliau Nabi yang diberi mukji
zat oleh Allah SWT.

Cuba kamu baca Asbabun Nuzul bagi Ali-Imran:65-67.
Ali-Imran:65 Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berani memperdebatkan tentang (agama) Nabi Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan kemudian daripada (zaman) Ibrahim; patutkah (kamu berdegil sehingga) kamu tidak mahu menggunakan akal?

Asbabun Nuzul:
Ibnu Abbas r.a berkata: "Suatu saat, kaum Nasrani Najran dan para pendeta Yahudi berkumpul dan berdebat di hadapan Rasulullah. "Ibrahim adalah seorang Yahudi", kata para pendeta Yahudi. "Ibrahim adalah seorang nasrani", balas orang-orang Nasrani. Sebagai teguran kepada mereka, Allah menurunkan ayat ini. (HR. Ibnu Ishaq. Lihat dalam Ibnu Katsir:1/495)

Lihatlah bagaimana Allah menurunkan wahyunya supaya Rasulullah dapat mengemukakan satu hujah untuk memperlihatkan ketidakbenaran dakwaan-dakwaan para pendeta Yahudi dan orang Nasrani itu ketika mereka berdebat berkenaan dengan Nabi Ibrahim. Justeru apakah memperlihatkan kelemahan kepercayaan pihak lain itu tidak dibenarkan dalam Islam sedangkan itu juga diamalkan oleh Rasulullah?
Then bagaimana kamu memperkatakan metode Nabi Ibrahim itu tidak diamalkan oleh Rasulullah jika Rasulullah juga pernah memperlihatkan kelemahan dakwaan pihak lain itu?

Yang tidak dibenarkan dalam Islam adalah merendahkan kepercayaan dan agama orang lain dengan menggunakan perkataan-perkataan yang keji dan menghina.

---------- Post Merged at 04:08 PM ----------


kamu tau dari mana kalau langit dan bumi dalam surat hud itu merujuk kepada alam akhirat yang kekal ?
sedangkan kamu ditanya apakah di alam akhirat ada lagit dan bumi, kamu gak bisa jawab ?

apakah hanya sebagai alasan kamu buat pembenaran pendapat kamu bahwa neraka itu kekal ?

Kerana dalam Hud:106-108 itu menjelaskan balasan syurga dan neraka kepada orang beriman dan orang kafir. Itu semua akan berlaku di alam akhirat yang kekal sahaja.
Tertulis "mereka kekal di dalamnya". Justeru ianya bukanlah bermaksud dunia yang fana dan sementara ini.




apa bedanya ketika kamu mencoba mengutak atik bible hanya karena beda terjemahan aja ? hanya masalah bahasa ?

::ngakak2::

Bezanya orang kristian itu mengakui kewujudan kesalahan penyalinan di dalam di dalam bible. Manakala saya pula menyatakan bukan kesalahan terjemahan, tetapi kamu yang tidak memahami makna dalam terjemahan tersebut.

Ronggolawe
10-07-2012, 05:20 PM
Cuba kamu baca Asbabun Nuzul bagi Ali-Imran:65-67.
Ali-Imran:65 Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berani memperdebatkan tentang (agama) Nabi Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan kemudian daripada (zaman) Ibrahim; patutkah (kamu berdegil sehingga) kamu tidak mahu menggunakan akal?

Asbabun Nuzul:
Ibnu Abbas r.a berkata: "Suatu saat, kaum Nasrani Najran dan para pendeta Yahudi berkumpul dan berdebat di hadapan Rasulullah. "Ibrahim adalah seorang Yahudi", kata para pendeta Yahudi. "Ibrahim adalah seorang nasrani", balas orang-orang Nasrani. Sebagai teguran kepada mereka, Allah menurunkan ayat ini. (HR. Ibnu Ishaq. Lihat dalam Ibnu Katsir:1/495)

Lihatlah bagaimana Allah menurunkan wahyunya supaya Rasulullah dapat mengemukakan satu hujah untuk memperlihatkan ketidakbenaran dakwaan-dakwaan para pendeta Yahudi dan orang Nasrani itu ketika mereka berdebat berkenaan dengan Nabi Ibrahim. Justeru apakah memperlihatkan kelemahan kepercayaan pihak lain itu tidak dibenarkan dalam Islam sedangkan itu juga diamalkan oleh Rasulullah?
Then bagaimana kamu memperkatakan metode Nabi Ibrahim itu tidak diamalkan oleh Rasulullah jika Rasulullah juga pernah memperlihatkan kelemahan dakwaan pihak lain itu?


nah.... itu kan jelas, para Para pendeta Nasrani
dan Yahudi yang berdebat di depan Rasullullah,
bukan Rasullullah SAW yang menantang mereka
untuk berdebat!

sekarang loe ujug-ujug datang mendebat orang
kristen di KM.... loe mau mencontoh teladan Ra
sullullah atau bukan?

sedgedjenar
10-07-2012, 05:53 PM
nah.... itu kan jelas, para Para pendeta Nasrani
dan Yahudi yang berdebat di depan Rasullullah,
bukan Rasullullah SAW yang menantang mereka
untuk berdebat!

sekarang loe ujug-ujug datang mendebat orang
kristen di KM.... loe mau mencontoh teladan Ra
sullullah atau bukan?

jadi kalau menilik kasusnya KM
erusi ini sebagai orang yahudinya (yang menantang),
aslan sebagai nabimuhammad (yang ditantang)

ronggolawe kalo dia mau nerima pendapat ente
ane kasih 10 juta
minta ke jaga_manis

::ngakak2::

erusi
10-07-2012, 06:38 PM
nah.... itu kan jelas, para Para pendeta Nasrani
dan Yahudi yang berdebat di depan Rasullullah,
bukan Rasullullah SAW yang menantang mereka
untuk berdebat!

sekarang loe ujug-ujug datang mendebat orang
kristen di KM.... loe mau mencontoh teladan Ra
sullullah atau bukan?

Jika kita lihat asbabun nuzul ayat itu, tidak dinyatakan siapa yang menantang siapa untuk berdebat. Ianya hanya memaklumkan para pendeta Yahudii, orang Nasrani berkumpul di hadapan Rasulullah untuk berdebat. Justeru kita tidak perlulah membuat andaian yang tidak dinyatakan di dalam asbabun nuzul tersebut. Kerana andaian tersebut hanya akan bersifat tidak pasti. Justeru yang dipertimbangkan adalah Rasulullah sendiri mengamalkan memperlihatkan kelemahan dakwaan dan kepercayaan pihak lawan melalui hujahnya.
Justeru bagaimana pula saya salah apabila saya memperlihatkan kelemahan apa yang didakwa oleh pihak kristian itu?

Lihat saranan Allah kepada Nabi Muhammad.
“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik”. ( Al-‘Ankabut : 46)

Justeru berdebat itu dibolehkan tetapi haruslah dengan cara yang baik. Justeru bukan siapa menantang siapa untuk berdebat yang perlu difikirkan.

Agitho_Ryuki
11-07-2012, 02:20 AM
"kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain)."
masih adakah alasan untuk menyatakan surga dan neraka abadi??
sorry i can't see any reason..

erusi
11-07-2012, 03:12 AM
"kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain)."
masih adakah alasan untuk menyatakan surga dan neraka abadi??
sorry i can't see any reason..

"kecuali jika Tuhan mu menghendaki (yang lain)". Namun itu hanya "JIKA".
Di sinilah seharusnya kita fikirkan kenapa Tuhan menyebutkan "JIKA" itu? Saya pernah mengatakan Ronggolawe bahawa kekekalan syurga dan neraka itu tidak sebanding dengan kekekalan Allah. Kerana saya menjelaskan bahawa kekekal syurga dan neraka bergantung kepada kehendak Allah, manakala kekekalan Allah pula tidak bergantung pada mana-mana faktor lain. Itulah yang diperjelaskan dalam ""kecuali jika Tuhan mu menghendaki (yang lain)" itu iaitu jika Allah berkehendakkan syurga dan neraka itu bersifat tidak kekal, maka Allah boleh berbuat sedemikian.
Namun Allah berkehendakkan penghuni-penghuni syurga dan neraka itu berada kekal di dalam syurga dan neraka selama-lamanya. Justeru Allah berkehendakkan syurga dan neraka itu bersifat kekal supaya penghuni-penghuninya boleh kekal terus berada di dalamnya. Sebab itulah Allah menyebut kan "kecualilah JIKA Tuhanmu menghendaki (yang lain)."
Namun Tuhan tidak menghendaki yang lain itu. Yang dikehendaki oleh Tuhan adalah syurga dan neraka itu kekal bagi menampung penghuninya selama-lamanya.

sedgedjenar
11-07-2012, 04:31 AM
Silakan kamu jalani kalau emang itu yg diyakini.

Karena bagi saya sudah jelas, surga neraka itu tidak abadi.

1. Yang kekal abadi hanya Allah
2. Surga-neraka hanya tempat persinggahan (tempat kembali hanya Allah)
3. Api dineraka itu bisa padam hanya dengan seember air
4. Banyak orang alim (orang berilmu) yg mengajarkan untuk tidak mengejar surga dan neraka.

Jadi silakan dijalani apa yang anda yakini.
Kalo saya meyakininya surga dan neraka itu seperti rumah yang dengan mudah bisa dimasuki atau keluar.

::ngakak2::

BundaNa
11-07-2012, 11:35 AM
Lihat saranan Allah kepada Nabi Muhammad.
“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik”. ( Al-‘Ankabut : 46)


nah tuh...lo udah nyontoh belum?

gwe baca2 postingan lo, niat lo cuman satu, mengejar dan butuh pengakuan dari orang Kristen bahwa mereka salah dan mau masuk Islam karena omongan yang kamu beberkan?

dan bukannya udah diurai ronggo, kalau diajak debat orang Islam mesti siap...tapi gak usah ngutak-atik duluan. Masih banyak saudaramu yang bisa kamu share ilmu Islam kalau mau. Jangan di sub forum ini saja....dakwahlah bil himah

Agitho_Ryuki
11-07-2012, 11:38 AM
Namun Tuhan tidak menghendaki yang lain itu. Yang dikehendaki oleh Tuhan adalah syurga dan neraka itu kekal bagi menampung penghuninya selama-lamanya.
sok tahu ente... emang kamu tahu dari mana =)) =))

hajime_saitoh
11-07-2012, 01:29 PM
Surga dan neraka adalah kekal, tidak fana dan tidak akan binasa. Pernyataan ini telah ditetapkan oleh banyak ulama dalam kitab-kitab aqidah mereka. Keyakinan Ahlus Sunnah ini bertentangan dengan sebagian kelompok yang meyakini hal sebaliknya, bahwa surga dan neraka justru tidaklah kekal. Padahal, keyakinan akan kekalnya surga dan neraka ini dibangun berdasarkan sekian dalil dari Al Quran dan As Sunnah Ash Shahihah, berikut ini.

Kekalnya Surga dan Neraka dalam Al Quranul Karim

“Masukilah syurga itu dengan aman, itulah hari kekekalan” (QS. Qaaf : 34)

“Surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya” (QS. Ar Ra’d : 23)

“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya” (QS. Al Bayyinah : 8). Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’diy rahimahullah menafsirkan “Jannatu ‘Adn” dalam ayat tersebut dengan “Surga yang kekal, tidak ada kepergian maupun kepindahan darinya, dan tidak ada tujuan yang lebih tinggi darinya”[1]

Ketika menafsirkan kata ‘Adn dalam firman Allah :

“(yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa” (QS. An Nahl : 31)

Syaikh Muhammad Amin Asy Syinqithi rahimahullah menjelaskan, “Adn dalam bahasa Arab berarti : kekal, maka Surga ‘Adn berarti : surga yang kekal kenikmatannya, penghuninya tidak akan pergi atau berpindah darinya.”[2]

“Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya” (QS. Shaad : 54). Yang dimaksud dalam ayat ini ialah kenikmatan surga. Syaikh As Sa’diy menafsirkan ayat ini dengan “Tiada terputus, bahkan akan senantiasa kekal dan tetap sepanjang waktu”[3]

Adapun orang-orang yang berbahagia, Maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.(QS. Huud : 108)

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman” (QS. Ad Dukhaan : 51). Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan, “Yaitu surga di akhirat, mereka aman di dalamnya dari kematian dan keluarnya (dari surga), dan dari setiap kesedihan dan keresahan, keletihan dan kesakitan, dan dari syaithan dan tipu dayanya, dan musibah-musibah yang lain”[4]. Hal ini mengisyaratkan akan kekalnya surga.

“Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya” (QS. Al Hijr : 48). Yaitu abadi, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Jalalain.[5]

Kekalnya Surga dan Neraka dalam As Sunnah Ash Shahihah

Dari Abu Said Al Khudri radhiyallahu anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Didatangkan maut dalam bentuk domba jantan berwarna belang (hitam putih) di antara surga dan neraka, maka terdengarlah seruan : ‘Wahai penghuni surga! Apakah kalian mengenali ini?’. Merekapun menengok dan melihat. Mereka pun menjawab, ‘Ya, itu adalah kematian’ dan setiap orang telah melihatnya, maka disembelihlah kambing tersebut kemudian dikatakan, ‘Wahai penduduk surga kekal dan tiada kematian, dan wahai penduduk neraka kekal dan tiada kematian’” Kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam membacakan ayat,

Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman”.[6]

Sambil tangan beliau menunjuk ke arah dunia”[7]

Dan juga hadits yang dikeluarkan Imam Muslim dari Abu Sa’id Al Khudry dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Diserukan (kepada penghuni surga) : Sesungguhnya bagi kalian kesehatan dan tidak ada penyakit selamanya, dan sesungguhnya bagi kalian kehidupan dan tidak ada kematian selamanya, dan sesungguhnya bagi kalian masa muda dan tidak ada masa tua selamanya, dan sesungguhnya bagi kalian kenikmatan dan tiada kesengsaraan selamanya, itulah firman Allah ‘Azza wa Jalla

“ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.”[8][9]

Kekalnya Surga dan Neraka dalam Kitab-Kitab Para Ulama

Al Imam Abdul Ghani Al Maqdisiy rahimahullah menjelaskan dalam Lum’atul I’tiqad :

والجنة والنار مخلوقتان لا تفنيان

“Surga dan neraka adalah makhluq Allah, keduanya tidak fana”

Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi rahimahullah menuliskan dalam kitab aqidah beliau :

والجنة والنار مخلوقتان لا تفنيان أبدا ولا تبيدان

“Surga dan neraka adalah makhluq Allah, keduanya tidak fana dan tidak bersifat sementara”

Al Imam Abu Utsman ‘Ismail Ali bin Abdurrahman Ash Shabuni rahimahullah menyebutkan dalam kitab beliau “Aqidah As Salaf wa Ashabil Hadits” :

ويشهد اهل اسنة ان الجنت وانار مخلوقتان وانهما باقيتان لا يفنيان ابدا

“Ahlus Sunnah bersaksi bahwa surga dan neraka adalah makhluq, dan keduanya kekal, tidak bersifat fana selamanya.”[10]

Ibnu Hazm rahimahullah menukil adanya ijma’ (kesepakatan) ulama atas kekalnya surga dan neraka dalam kitab beliau “Al Milal wa An Nihal”. Beliau berkata, “Sekelompok umat telah bersepakat seluruhnya bahwa surga beserta kenikmatannya tidaklah fana, begitu pula dengan neraka beserta siksanya, kecuali Jahm bin Shafwan”

Dalam kitab “Maratibul Ijma’” disebutkan, “Sesungguhnya neraka adalah haq, dan tempat siksaan yang tidak fana (kekal), dan penghuninya kekal dengan tiada akhirnya”[11]

Al Imam Abu Hatim dan Abu Dzur’ah rahimahumallah menyebutkan, “Kami mengambil pendapat ulama di berbagai perbatasan, yaitu Hijaz, Iraq, Syam, dan Yaman, diantara madzhab mereka yaitu surga dan neraka adalah haq, dan keduanya adalah makhluq, tidak fana, kekal selamanya.[12]

Ijma’ tentang kekalnya surga dan neraka adalah tetap dan benar adanya. Di antara hal-hal yang menunjukkan hal ini yaitu :

Pertama, Adanya nash-nash yang sangat banyak dan dinukil oleh salaful ummah dan para imam. Itulah ijma’ yang benar dalam perkara agama, yaitu neraka tidaklah bersifat fana dan orang kafir kekal berada di dalamnya. Dan pendapat yang menyelisihi ijma’ (yaitu fananya neraka) baru-baru ini saja tersebar, di berbagai waktu dan negeri, dan tidak ada imam yang menukil pendapat yang menyelisihi ijma’ ini. Maka barangsiapa yang menyelisihi ijma’ ini ia telah menyelisihi para shahabat (!)

Kedua, ulama yang menyebutkan sebagian pendapat tentang fananya neraka, secara bersamaan juga menukil ijma’ tentang kekalnya penghuni neraka selamanya. Ibnul Qoyyim rahimahullah[13] berkata, “Yang berdasarkan dalil dari Al Kitab dan As Sunnah dan para salaf telah ijma’ atasnya, ialah surga dan neraka keduanya adalah makhluq, dan bahwasanya penghuni neraka tidaklah keluar darinya dan tidaklah adzabnya diperingan, mereka kekal di dalamnya.”

Beliau rahimahullah kembali melanjutkan, “Yang berdasarkan dalil dari Al Qur’an ialah bahwasanya orang-orang kafir mereka kekal di dalam neraka selamanya, mereka tidaklah dapat keluar darinya. Itulah yang disepakati, dan tidak terdapat perselisihan di antara shahabat, tabi’in dan para imam.”

Ketiga, mengenai atsar yang menyebutkan fananya neraka, Al Allamah Muhammad bin Isma’il Al Amir Ash Shan’ani rahimahullah menjelaskan dalam kitab beliau “Raf’ul Istar li Ibthal Adallatu Al Qa’ilin bi Fana An Naar”, yang ditahqiq oleh Al Allamah Al Albani rahimahullah, bahwa atsar tersebut tidaklah shahih, adakalanya tidak shahih atau tidak sharih. Maka bagaimana bisa hal ini digunakan untuk menyelisihi nukilan ijma’ dari salaful ummah dan para imam(!)[14]
[1] Taisir Kariim Ar Rahman, hal. 891

[2] Adhwa’ul Bayan, Asy Syamilah

[3] Taisir Kariim Ar Rahman, hal. 682

[4] Tafsir Al Qur’an Al Azhim, Asy Syamilah

[5] Tafsir Al Jalalain, hal. 273

[6] (QS. Maryam : 39)

[7] HR. Bukhari [4730]

[8] QS. Al A’raaf : 43

[9] HR. Muslim dalam Shahih Muslim bi Syarh An Nawawi 17/175

[10] Aqidah As Salaf wa Ashabil Hadits, hal. 264

[11] Al Jannah wa An Naar, hal. 41

[12] Al Masail Al ‘Aqdiyah, hal. 884

[13] Salah satu ulama yang menukil pendapat guru beliau, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah , tentang fananya neraka

[14] Al Masail Al Aqdiyyah, hal. 893

---------- Post Merged at 12:29 PM ----------

lihatlah... para ulama besar semua sudah sepakat tentang kekekalan surga dan neraka dan mereka berduia adalah makhluk... lah ini kita2 yang jangankan hafal 30 jus Al-Quran 1 juz aja kagak afal2 sudah berani2 mendebat masalah ini... ingatlah Allah membenci manusia yang berbicara tidak berdasarkan ilmu...

sedgedjenar
11-07-2012, 01:38 PM
syekh siti jenar bukan ulama besar ya ?

::ngakak2::

erusi
11-07-2012, 09:18 PM
To hajime_saitoh

Terima kasih atas input kamu.

mobyokuzan
11-07-2012, 11:23 PM
Silakan kamu jalani kalau emang itu yg diyakini.

Karena bagi saya sudah jelas, surga neraka itu tidak abadi.

1. Yang kekal abadi hanya Allah
2. Surga-neraka hanya tempat persinggahan (tempat kembali hanya Allah)
3. Api dineraka itu bisa padam hanya dengan seember air
4. Banyak orang alim (orang berilmu) yg mengajarkan untuk tidak mengejar surga dan neraka.

Jadi silakan dijalani apa yang anda yakini.
Kalo saya meyakininya surga dan neraka itu seperti rumah yang dengan mudah bisa dimasuki atau keluar.

::ngakak2::

jika surga-neraka bukan tujuanmu, lantas apa yg menjadi tujuanmu ?
pd umumnya terlepas dari ikhlas/tdknya beramal, manusia melakukan amal shalih krn mrk diganjar/dijanjikan surga.
kalo surga tdk kekal, apakah mrk masih tetap mau beramal shalih ?

erusi
12-07-2012, 12:07 AM
nah tuh...lo udah nyontoh belum?

gwe baca2 postingan lo, niat lo cuman satu, mengejar dan butuh pengakuan dari orang Kristen bahwa mereka salah dan mau masuk Islam karena omongan yang kamu beberkan?

dan bukannya udah diurai ronggo, kalau diajak debat orang Islam mesti siap...tapi gak usah ngutak-atik duluan. Masih banyak saudaramu yang bisa kamu share ilmu Islam kalau mau. Jangan di sub forum ini saja....dakwahlah bil himah

Jika kamu rasa saya tidak nyontohnya, then dipersilakan tunjukkan bahagian mana yang saya tidak nyontohkan itu. Posting saya adalah untuk saya menyampaikan apa yang saya tahu berkenaan dengan bible kristian, dan saya tidak mengeji agama mereka itu melainkan menyatakan apa yang benar yang tidak dapat dinafikan oleh mereka. Sama ada mereka ingin mengaku atau sebaliknya, then itu adalah pilihan mereka, dan bukannya urusan saya untuk memaksa mereka.

Di samping share ilmu Islam, tidak salah juga jika share ilmu-ilmu lain yang dapat memberikan kebaikan kepada umum.

---------- Post Merged at 11:07 PM ----------


Silakan kamu jalani kalau emang itu yg diyakini.

Karena bagi saya sudah jelas, surga neraka itu tidak abadi.

1. Yang kekal abadi hanya Allah
2. Surga-neraka hanya tempat persinggahan (tempat kembali hanya Allah)
3. Api dineraka itu bisa padam hanya dengan seember air
4. Banyak orang alim (orang berilmu) yg mengajarkan untuk tidak mengejar surga dan neraka.

Jadi silakan dijalani apa yang anda yakini.
Kalo saya meyakininya surga dan neraka itu seperti rumah yang dengan mudah bisa dimasuki atau keluar.

::ngakak2::

Ini adalah contoh permasalahan berkenaan Islam yang dikemukakan oleh non muslim yang akhirnya diperjelaskan oleh pihak Islam and penjelasan tersebut tidak mampu dinafikan oleh pihak non muslim. Mereka hanya bertindak tidak mahu menerima penjelasan yang telah diberikan oleh pihak Islam itu.

sedgedjenar
12-07-2012, 12:25 AM
Mobyokuzan
Tujuannya kembalinya itu ya ke tempatnya berasal
Inna lillahi wa innailaihi rojiun

Erusi,
Silakan jalani yang kamu yakini.
Sayapun demikian, menjalani yang saya yakini dan ketahui bahwasanya surga-neraka itu tidak kekal

::hihi::

---------- Post Merged at 10:24 PM ----------

Ketika surga dan neraka jadi tujuan, maka manusia akan terperangkap didalamnya.
Ketika surga dan neraka bukan menjadi tujuan, maka Allah akan menjadikan surga-neraka itu hanya sebagai persinggahan sementara. Keluar dan masuk sesuka hati.

Tinggal lambai tangan ke malaikat ridwan atau zabaniyah aja.

'Woy djenar, baru keliatan ente? Gue kirain betah lu disurga'

'Muke gile lu jen (panggilan akrab zabaniyah), di surga isinye ceramah mulu sama ngaji. Lama-lama pengen juga ketemu artis2 dangdut sama rock konser dong ah'

::ngakak2::

mobyokuzan
12-07-2012, 12:32 AM
haha kocak juga ::ngakak2::

lantas maksud Tuhan apa kalo gitu menciptakan surga-neraka ?

kalo pun nantinya harus kembali ke pada Nya (Inna lillahi wa innailaihi rojiun) lalu buat apa ada istilah surga dan neraka dlm firman firmanNya ?

sedgedjenar
12-07-2012, 12:49 AM
Mobyokuzan
Surga neraka itu sebagai salah satu rangkaian sistem sebab akibat. Segala sesuatu perbuatan dibumi yang masih berdasarkan ego akan mengikuti aturan reward dan punishment.

Ibarat meja judi, manusia hidup itu mengumpulkan modal. Modalnya itu pahala dan dosa. Diakhir episode hidup manusia (saat kematian) maka modalnya dikalkulasi, banyakan mana dosa atau pahalanya. Nah hasil hitungannya ini akan jadi modal awal dikehidupan selanjutnya (saat reinkarnasi).

Kalo hasil kalkulasinya banyakan dosa, maka akan terlahir dengan kondisi yang tidak menyenangkan. Baik itu lingkungan atau kondisi fisiknya. Makanya dijaman sekarang banyak bayi ceprot lahir langsung dibuang, atau bahkan dibunuh. Ada pula bayi cacat. Itu semua adalah modal yg dibawa dari kehidupan sebelumnya.

Bagaimana dengan yang hasil kalkulasinya lebih banyak pahala. Maka dia akan dilahirkan dengan kondisi yang bagus. Baik itu lingkungan ataupun kondisi fisiknya (kulit bagus, wajah cantik, ganteng, auranya menarik etc).

Nah proses pengumpulan pahala, dan kalkulasinya setiap akhir episode ini merupakan rangkaian yang sangat panjang dan tak berujung. Inilah yang dimaksud dengan surga dan neraka yang kekal. Surga neraka ini kekal selama masih ada langit dan bumi (seperti tertulis dalam surat hud). Langit dan bumi ini bahasa simbol aja. Langit diatas, bumi dibawah. Atas-bawah, surga-neraka, gelap-terang, susah-senang (dunia dualisme). Jadi selama manusia hidup dalam dunia dualisme, selama itu pula mereka akan keluar masuk surga-neraka entah sampai kapan.

Hidup dalam dualisme itu seperti apa sih?
Hidup dalam dualisme itu adalah, merasa senang ketika mendapat kebahagiaan dan merasa kesusahan ketika mendapat musibah. Jadi hati senantiasa terombang ambing kian kemari dengan perubahan2 yg terjadi diluar diri. Kondisi cuaca panas, hati mnerasa susah.ketika turun hujan adem, hati menjadi senang. Senangnya gak seberapa lama, ternyata hujan2 bikin macet, hatipun kembali susah. Itu lah kehidupan surga neraka.

Udah ah, malah jadi ngecepret deh gue...

::ngakak2::

erusi
12-07-2012, 01:00 AM
Saya rasa diskusi berkenaan dengan sifat kekal syurga dan neraka itu sudah selesai.

sedgedjenar
12-07-2012, 01:39 AM
Saya rasa diskusi berkenaan dengan sifat kekal syurga dan neraka itu sudah selesai.

Mungkin bagi anda selesai, silakan cari tempat lain yang belum anda selesaikan

Bagi mobyokuzan mungkin belum selesai, karena dia masih ingin tau lebih banyak soal surga-neraka yang tidak kekal

mobyokuzan
12-07-2012, 01:48 AM
Mungkin bagi anda selesai, silakan cari tempat lain yang belum anda selesaikan

Bagi mobyokuzan mungkin belum selesai, karena dia masih ingin tau lebih banyak soal surga-neraka yang tidak kekal

iyaa broo saya masih penasaran soalnya. terimakasih banyak sebelumnya sdh mau respon postingan saya.

ok, penjelasan yg menarik, surga - neraka, langit - bumi, gelap - terang (dualisme) ternyata hanya sebagai simbol... jika memang tujuannya kembali kepadaNya, knp skrg masih disini, masih bisa bercakap cakap membahas masalah dualisme, so kapan kita bisa kembali kepadaNya ? kalo jwbnya ntar nunggu mati dulu, jgn jgn hidup - mati pun juga dualisme. lalu yg bukan dualisme itu yg seperti apa dong ?

ngomong2 mengenai masalah dualisme, sepertinya anda sendiri juga terjebak didalamnya, sama seperti saya dan lainnya ::hihi::


Jadi selama manusia hidup dalam dunia dualisme, selama itu pula mereka akan keluar masuk surga-neraka entah sampai kapan.
Hidup dalam dualisme itu seperti apa sih?
Hidup dalam dualisme itu adalah, merasa senang ketika mendapat kebahagiaan dan merasa kesusahan ketika mendapat musibah. Jadi hati senantiasa terombang ambing kian kemari dengan perubahan2 yg terjadi diluar diri. Kondisi cuaca panas, hati mnerasa susah.ketika turun hujan adem, hati menjadi senang. Senangnya gak seberapa lama, ternyata hujan2 bikin macet, hatipun kembali susah. Itu lah kehidupan surga neraka.


ok...lalu solusi apa yg bisa anda berikan agar kita bisa keluar dari dualisme ini ? mungkin bisa dijelaskan sekalian.

erusi
12-07-2012, 01:52 AM
Mungkin bagi anda selesai, silakan cari tempat lain yang belum anda selesaikan

Bagi mobyokuzan mungkin belum selesai, karena dia masih ingin tau lebih banyak soal surga-neraka yang tidak kekal

Bisa saja untuk terus diskusikannya tetapi setiap dakwaan kita itu haruslah disertakan dengan bukti. Jika hanya mendakwa tanpa bukti, makanya diskusi yang berlaku adalah hanya diskusi yang tidak berfaedah kerana tidak didasarkan kepada kebenaran. Justeru ianya tidak akan membawa kebaikan kepada mana-mana pihak.

beastmen85
12-07-2012, 01:55 AM
^ solusi : tibetan yogas.

terlalu byk pertanyaan disini, terlalu sedikit jawaban, dan makin sedikit lagi prakteknya ::hihi::

sedgedjenar
12-07-2012, 01:57 AM
Mobyokuzan,
Saya emang masih terjebak dalam dualisme. Masih bermain dimeja judi. Masih ada tunggakan dikehidupan lampau yang harus saya jalani dan dilunasi.

Kalau hitungan dimeja judinya sudah banyak modal surplus (pahalanya lebih banyak daripada dosa) maka disuatu titik akan dipertemukan oleh manusia yang sudah terbebas dari dualisme. Nah manusia yang sudah terbebas dari dualisme ini akan menjadi guru spiritual/ satguru/ pembimbing rohani yang akan mengajarkan tips dan tricknya supaya bisa keluar masuk surga sekena hatinya.
Memberikan cara dan jalan keluar dari dunia dualisme.

Nah solusi keluar dari dualisme ini berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Umumnya solusinya itu berupa latian laku bathin yang ketat dan continue dibawah pengawasan satguru tadi. Bisa berupa puasa, dzikir, menyepi, tapa, meditasi. Banyak macamnya. Banyak macam ini juga dikarenakan guru spiritual, orang yang mumpuni ini bukan monopoli satu agama aja.

erusi
12-07-2012, 02:06 AM
Contoh dakwaan yang perlu kepada pembuktian


Jadi selama manusia hidup dalam dunia dualisme, selama itu pula mereka akan keluar masuk surga-neraka entah sampai kapan.



Dimana buktinya bahawa manusia akan keluar masuk syurga-neraka entah sampai kapan?

sedgedjenar
12-07-2012, 02:18 AM
Bisa saja untuk terus diskusikannya tetapi setiap dakwaan kita itu haruslah disertakan dengan bukti. Jika hanya mendakwa tanpa bukti, makanya diskusi yang berlaku adalah hanya diskusi yang tidak berfaedah kerana tidak didasarkan kepada kebenaran. Justeru ianya tidak akan membawa kebaikan kepada mana-mana pihak.

Kalau ada yang minta bukti surga dan neraka kepadamu? Apakah kamu sanggup membuktikan?

---------- Post Merged at 12:18 AM ----------



Dimana buktinya bahawa manusia akan keluar masuk syurga-neraka entah sampai kapan?

Erusi, surga-neraka yang saya sebutkan diatas adalah konsep dualisme dunia. Dan itu bukan sesuatu yang kamu bisa pahami dan sepakati.

Surga dan neraka versi kamu itu kekal, versi saya itu tidak kekal. Saya nggak mau berdebat sesuatu yg pada awalnya sudah tidak sepakat. Karena akan jadi debat tidak bermanfaat seperti tautan kamu yang mempertanyakan perbedaan kalimat dalam bible.

mobyokuzan
12-07-2012, 02:26 AM
^ solusi : tibetan yogas.
terlalu byk pertanyaan disini, terlalu sedikit jawaban, dan makin sedikit lagi prakteknya ::hihi::

ingin praktek harus ada ilmunya brow.

ibarat mau masak tapi ga tau resep, yah memang jadi makanan, tapi bisa keasinan atau kemanisan, mubazir kebuang percuma ga dimakan, kan sayang.

makanya sebelum praktek knp ada sesi tanya - jawab, krn dari sesi inilah ilmu bisa didpt, dan tentu saja harus ditarik benang merah dgn apa yg pernah dialami dan diketahui sebelumnya, jadi ga serta merta dari 1 sumber aja, coz kita butuh pembanding/parameter agar lebih jelas.



Kalau hitungan dimeja judinya sudah banyak modal surplus (pahalanya lebih banyak daripada dosa) maka disuatu titik akan dipertemukan oleh manusia yang sudah terbebas dari dualisme. Nah manusia yang sudah terbebas dari dualisme ini akan menjadi guru spiritual/ satguru/ pembimbing rohani yang akan mengajarkan tips dan tricknya supaya bisa keluar masuk surga sekena hatinya.
Memberikan cara dan jalan keluar dari dunia dualisme.
Nah solusi keluar dari dualisme ini berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Umumnya solusinya itu berupa latian laku bathin yang ketat dan continue dibawah pengawasan satguru tadi. Bisa berupa puasa, dzikir, menyepi, tapa, meditasi. Banyak macamnya. Banyak macam ini juga dikarenakan guru spiritual, orang yang mumpuni ini bukan monopoli satu agama aja.
postingan ini ada benang merah dgn firasat yg baru saja terbesit sepintas ::hihi::

yg bukan dualisme itu yg seperti apa brow ? kita ga akan tau apakah org itu sdh bebas dari dualisme atau tidak jika kita sendiri masih belum paham mengenai apa itu dualisme....yah walaupun masih belum terbebas setidaknya dgn mengetahuinya, suatu saat jika bertemu dgn org "itu" kita bisa nge-feel, oh ini lho org yg tepat.

sedgedjenar
12-07-2012, 02:45 AM
Mobyokuzan
Yang bukan dualisme itu ya alam keesaan bro. Senang dan susah menyatu. Tidak ada bedanya lagi.

Kita akan paham apa itu dualisme kalau sudah ketemu satguru. Kenapa bisa paham, karena satguru ini menyelipkan cahaya ilmu ke dalam dada sang murid.

Bagaimana bisa tau seseorang itu adalah satguru?
Bagaimana bisa tau kalau seseorang itu sudah terbebas dari dualisme.

Kita bisa tau karena sudah saatnya tau. U just knew it.
Tau tau bisa tau.
Semua itu terjadi, bisa tau, kalau hitungan pahalanya sudah masuk threshold, ambang batas hitungan.

Jadi instropeksi ke diri sendiri aja. Sudah ketemu satguru belum? Sudah paham blm apa itu dualisme? Atau jangan-jangan sudah terlepas dari dunia dualisme?

Kalao jawabannya banyakan belum, ya berarti amalannya ma sih kurang banyak.

mobyokuzan
12-07-2012, 03:03 AM
okay...cukup,
ngomong2 mengenai alam keesaan, ini kalo ga salah judulnya sama persis dgn thread yg dibuat di forum tetangga yah, baru tadi siang buka ga taunya skrg diulas lagi disini...seakan akan memang dituntun kearah sana, hanya saja masih kurang paham, yaaah...mungkin krn kurangnya amal kebajikan.

suatu ketika pernah bertanya dlm hati, gmn yah rasanya, bisa bahagia disaat menderita, dan menderita disaat berbahagia...keknya ga mungkin bisa tertawa dan menangis disaat yg bersamaan, bisa jadi jika sdh mengalami hal itu barulah tau yg namanya alam keesaan.

erusi
12-07-2012, 08:49 AM
Kalau ada yang minta bukti surga dan neraka kepadamu? Apakah kamu sanggup membuktikan?

Jika hanya untuk membuktikan kewujudan syurga dan neraka, yes sudah tentu dalam Al-Quran banyak ayat yang membawa kefahaman bahawa syurga dan neraka itu wujud. Apakah kamu mahu saya kemukakan ayat-ayatnya?





Erusi, surga-neraka yang saya sebutkan diatas adalah konsep dualisme dunia. Dan itu bukan sesuatu yang kamu bisa pahami dan sepakati.

Then mana dalilnya yang menyebutkan syurga dan neraka itu adalah konsep dualisme dunia?


Surga dan neraka versi kamu itu kekal, versi saya itu tidak kekal. Saya nggak mau berdebat sesuatu yg pada awalnya sudah tidak sepakat. Karena akan jadi debat tidak bermanfaat seperti tautan kamu yang mempertanyakan perbedaan kalimat dalam bible.

Then mana dalilnya yang menyebutkan syurga dan neraka itu tidak kekal?

Jika hanya mendakwakan seperti itu dan ini tetapi tiada dalil/bukti, then di mana kekuatan dakwaan tersebut??

sedgedjenar
12-07-2012, 09:18 AM
::ngakak2::

Erusi, saya minta buktinya neraka dan surga. Mana tunjukkan gambarnya? Atau video streaming youtubenya?
Saya bukan minta ayat-ayatnya, Kalau kamu tidak bisa menunjukkan bukti surga dan neraka berarti kamu bicara wujud surga neraka itu cuma nonsense.

Surga neraka tidak kekal, dalilnya surat hud 106-108.

erusi
12-07-2012, 09:40 AM
::ngakak2::

Erusi, saya minta buktinya neraka dan surga. Mana tunjukkan gambarnya? Atau video streaming youtubenya?
Saya bukan minta ayat-ayatnya, Kalau kamu tidak bisa menunjukkan bukti surga dan neraka berarti kamu bicara wujud surga neraka itu cuma nonsense.

Surga neraka tidak kekal, dalilnya surat hud 106-108.

Jika minta benda, maka memanglah kita semua tidak mampu memberikan buktinya, kerana ianya akan hanya diperlihatkan kepada kita di alam akhirat nanti. Tiada siapa pun di dunia ini yang dapat menunjukkan syurga dan neraka dalam bentuk fizikalnya.

Begitu juga jika saya mendakwa syurga dan neraka itu kekal dan saya mampu memberikan dalilnya, then kamu yang mendakwa syurga dan neraka itu tidak kekal, then di mana dalilnya?

beastmen85
12-07-2012, 09:59 AM
terkadang brow.
suatu resep didapatkan dgn trial and error

erusi
12-07-2012, 10:22 AM
terkadang brow.
suatu resep didapatkan dgn trial and error

Perjelaskan apa yang kamu maksudkan.

hajime_saitoh
12-07-2012, 10:53 AM
Akhirat Itu Kekal

(Soal-Jawab: Majalah As-Sunnah Edisi Khusus (07-08)/Tahun X)


PERTANYAAN :

Ustadz, saya membaca buku berjudul 'Ternyata Akhirat Tidak Kekal', karangan Agus Mustofa. Dalil penulis mengenai hal tersebut, bahwa hanya Allâh Ta'âla saja yang kekal, sedangkan selainNya tidak memiliki sifat kekal, termasuk (alam) akhirat. Dicantumkan juga surat Hud/11 ayat 106-108. Adapun banyaknya nash al Qur‘an yang menyebutkan akhirat kekal, ditafsirkan oleh penulis karena lamanya masa akhirat akan binasa, yang menurut sains modern sekitar 18 milyar tahun lagi. Apakah pernyataan tersebut benar? Dan bagaimana pandangan manhaj Salaf terhadap hal itu? Mohon penjelasan dan terima kasih.

Arie Fajarsepta ( aseptaf@.............com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )

JAWABAN :

Akhirat adalah sesuatu yang ghaib, tidak diketahui kecuali dengan berita wahyu, baik dalam al-Qur‘an maupun Sunnah Rasűlullâh. Sehingga, seseorang tidak boleh menetapkan suatu ketentuan, kecuali berdasarkan keduanya. Namun perlu diingat, memahami keduanya dengan benar, harus merujuk kepada para sahabat. Mereka adalah para murid Rasűlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam yang langsung menerima keterangan dan penjelasan beliau shallallâhu 'alaihi wasallam. Juga melihat kepada ketentuan dan pemakaian bahasa Arab, sebab Al Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab.

Demikian juga dengan pertanyaan ketidak kekalan akhirat, perlu ditanyakan, adakah di kalangan para sahabat yang menyatakan demikian? Tidak cukup hanya dengan menyebut dalil al-Qur‘an, apalagi berdasarkan terjemahannya –bahasa Indonesia– kemudian menafsirkan seluruh ayat-ayat lain yang dianggap tidak sesuai dengan hipotesa yang dibuatnya sendiri.

Pendapat yang mengatakan akhirat, surga dan neraka tidak kekal, bukanlah pendapat baru. Pendapat ini hanya membangkitkan kembali pemikiran sesat al Jahmiyah, yang dipelopori Jahm bin Shafwan. Begitu juga dengan pembesar Mu’tazilah, yaitu Abu al Hudzail al ‘Allaf.

Alhamdulillah, hal ini sudah dijelaskan oleh para ulama terdahulu, seperti Imam ath Thahawi (wafat 321H), Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Rajab, adz Dzahabi, Ibnu Abil ‘Izzi al Hanafi (wafat 792H), dan lainnya.

Imam Abu Ja’far ath Thahawi menyatakan :

“Surga dan neraka adalah makhluk ciptaan Allah, tidak punah selama-lamanya”.[1]

Ketika menjelaskan perkataan Abu Ja’far ath Thahawi di atas, Imam Ibnu Abil ‘Izzi al Hanafi berkata :

“Orang yang berpendapat surga dan neraka tidak kekal adalah Jahm bin Shafwan, pemimpin al Jahmiyah. Pendapatnya ini, tidak ada seorang pun yang mendahului, baik dari kalangan sahabat ataupun tabi’in. Tidak juga dari para imam muslimin dan Ahlu Sunnah. Seluruh Ahlu Sunnah telah mengingkarinya, dan memvonis kafir kepada Jahm disebabkan pendapatnya ini”.[2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan :

"Pendapat yang menyatakan surga dan neraka tidak kekal, maka saya tidak pernah mengetahui ada seorang pun yang menukilnya dari salah seorang salafush-shalih, baik dari kalangan sahabat maupun tabi’in. Mereka hanya menceritakan, pendapat ini dari Jahm bin Shafwan dan para pengikutnya (yaitu al Jahmiyah). Pendapat ini termasuk yang diingkari oleh para ulama besar Islam. Bahkan, menjadi argumen mereka untuk memvonis kafir sekte al Jahmiyah, sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Abdullah bin Ahmad bin Hambal (dalam as Sunnah), al Atsram (dalam as Sunnah), dan Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il al Bukhari (dalam Khalqu Af’al al ‘Ibad) serta lainnya dari Kharijah bin Mush’ab, bahwa ia berkata :

"Al Jahmiyah menjadi kafir berdasarkan beberapa ayat dari al Qur`an. Di antaranya empat ayat.

Firman Allâh Ta'âla:

QS ar Ra’ad/13 : 35

Buahnya (Sorga) tak henti-henti (kekal),
sedang naungannya (Sorga) (demikian pula)
(QS ar Ra’d/13 ayat 35)


Mereka (Al Jahmiyah) menyatakan, tidak kekal.

Firman Allâh Ta'âla:

QS Shad/38 : 54

Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami
yang tiada habis-habisnya
(QS Shad/38 : 54)


Mereka (Al Jahmiyah) menyatakan, akan habis.


Firman Allâh Ta'âla:

QS Waqi’ah/56 : 33

Yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya.
(QS Waqi’ah/56 : 33)


Barangsiapa yang mengatakan “akan berhenti,” maka ia telah kafir.


Firman Allâh Ta'âla:

QS Hud/11 : 108

Sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.
(QS Hud/11 : 108)


Maknanya, tidak putus-putus. Barangsiapa yang menyatakan itu akan terputus, maka ia telah kafir."[3]


Adapun untuk membantah buku yang ditanyakan tersebut, kami perlu mengkaji terlebih dahulu buku tersebut, sehingga kami dapat mengerti dalil dan sisi pengambilan hukum yang terdapat pada buku 'Ternyata Akhirat Tidak Kekal' tersebut. Namun yang jelas, pemahaman seperti ini dipelopori sekte sesat al Jahmiyah dan Mu’tazilah, yang sekarang ini banyak diusung kembali ke dunia Islam oleh para musuh Islam, baik dengan memanfaatkan kaum Muslimin sendiri, ataupun secara langsung melalui pena dan lisan mereka. Oleh karena itu, kita semua hendaklah sadar, betapa berbahaya belajar Islam dari para musuh Islam, seperti orientalis dan Islamologi dari Barat.

Demikian jawaban singkat kami, mudah-mudahan bermanfaat.

[1] Syarah Aqidatuth Thahawiyah, halaman 614.
[2] Ibid, halaman 261.
[3] Dinukil dari ar Radd ‘ala man Qaala bi Fanaa-il Jannati wan Naar, Ibnu Taimiyah, tahqiq Dr. Muhammad bin ‘Abdilah as Samhari, Cet. Pertama, Tahun 1415H, halaman 43-44.

---------- Post Merged at 09:53 AM ----------

Akhirat Itu Kekal

(Soal-Jawab: Majalah As-Sunnah Edisi Khusus (07-08)/Tahun X)


PERTANYAAN :

Ustadz, saya membaca buku berjudul 'Ternyata Akhirat Tidak Kekal', karangan Agus Mustofa. Dalil penulis mengenai hal tersebut, bahwa hanya Allâh Ta'âla saja yang kekal, sedangkan selainNya tidak memiliki sifat kekal, termasuk (alam) akhirat. Dicantumkan juga surat Hud/11 ayat 106-108. Adapun banyaknya nash al Qur‘an yang menyebutkan akhirat kekal, ditafsirkan oleh penulis karena lamanya masa akhirat akan binasa, yang menurut sains modern sekitar 18 milyar tahun lagi. Apakah pernyataan tersebut benar? Dan bagaimana pandangan manhaj Salaf terhadap hal itu? Mohon penjelasan dan terima kasih.

Arie Fajarsepta ( aseptaf@.............com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )

JAWABAN :

Akhirat adalah sesuatu yang ghaib, tidak diketahui kecuali dengan berita wahyu, baik dalam al-Qur‘an maupun Sunnah Rasűlullâh. Sehingga, seseorang tidak boleh menetapkan suatu ketentuan, kecuali berdasarkan keduanya. Namun perlu diingat, memahami keduanya dengan benar, harus merujuk kepada para sahabat. Mereka adalah para murid Rasűlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam yang langsung menerima keterangan dan penjelasan beliau shallallâhu 'alaihi wasallam. Juga melihat kepada ketentuan dan pemakaian bahasa Arab, sebab Al Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab.

Demikian juga dengan pertanyaan ketidak kekalan akhirat, perlu ditanyakan, adakah di kalangan para sahabat yang menyatakan demikian? Tidak cukup hanya dengan menyebut dalil al-Qur‘an, apalagi berdasarkan terjemahannya –bahasa Indonesia– kemudian menafsirkan seluruh ayat-ayat lain yang dianggap tidak sesuai dengan hipotesa yang dibuatnya sendiri.

Pendapat yang mengatakan akhirat, surga dan neraka tidak kekal, bukanlah pendapat baru. Pendapat ini hanya membangkitkan kembali pemikiran sesat al Jahmiyah, yang dipelopori Jahm bin Shafwan. Begitu juga dengan pembesar Mu’tazilah, yaitu Abu al Hudzail al ‘Allaf.

Alhamdulillah, hal ini sudah dijelaskan oleh para ulama terdahulu, seperti Imam ath Thahawi (wafat 321H), Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Rajab, adz Dzahabi, Ibnu Abil ‘Izzi al Hanafi (wafat 792H), dan lainnya.

Imam Abu Ja’far ath Thahawi menyatakan :

“Surga dan neraka adalah makhluk ciptaan Allah, tidak punah selama-lamanya”.[1]

Ketika menjelaskan perkataan Abu Ja’far ath Thahawi di atas, Imam Ibnu Abil ‘Izzi al Hanafi berkata :

“Orang yang berpendapat surga dan neraka tidak kekal adalah Jahm bin Shafwan, pemimpin al Jahmiyah. Pendapatnya ini, tidak ada seorang pun yang mendahului, baik dari kalangan sahabat ataupun tabi’in. Tidak juga dari para imam muslimin dan Ahlu Sunnah. Seluruh Ahlu Sunnah telah mengingkarinya, dan memvonis kafir kepada Jahm disebabkan pendapatnya ini”.[2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan :

"Pendapat yang menyatakan surga dan neraka tidak kekal, maka saya tidak pernah mengetahui ada seorang pun yang menukilnya dari salah seorang salafush-shalih, baik dari kalangan sahabat maupun tabi’in. Mereka hanya menceritakan, pendapat ini dari Jahm bin Shafwan dan para pengikutnya (yaitu al Jahmiyah). Pendapat ini termasuk yang diingkari oleh para ulama besar Islam. Bahkan, menjadi argumen mereka untuk memvonis kafir sekte al Jahmiyah, sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Abdullah bin Ahmad bin Hambal (dalam as Sunnah), al Atsram (dalam as Sunnah), dan Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il al Bukhari (dalam Khalqu Af’al al ‘Ibad) serta lainnya dari Kharijah bin Mush’ab, bahwa ia berkata :

"Al Jahmiyah menjadi kafir berdasarkan beberapa ayat dari al Qur`an. Di antaranya empat ayat.

Firman Allâh Ta'âla:

QS ar Ra’ad/13 : 35

Buahnya (Sorga) tak henti-henti (kekal),
sedang naungannya (Sorga) (demikian pula)
(QS ar Ra’d/13 ayat 35)


Mereka (Al Jahmiyah) menyatakan, tidak kekal.

Firman Allâh Ta'âla:

QS Shad/38 : 54

Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami
yang tiada habis-habisnya
(QS Shad/38 : 54)


Mereka (Al Jahmiyah) menyatakan, akan habis.


Firman Allâh Ta'âla:

QS Waqi’ah/56 : 33

Yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya.
(QS Waqi’ah/56 : 33)


Barangsiapa yang mengatakan “akan berhenti,” maka ia telah kafir.


Firman Allâh Ta'âla:

QS Hud/11 : 108

Sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.
(QS Hud/11 : 108)


Maknanya, tidak putus-putus. Barangsiapa yang menyatakan itu akan terputus, maka ia telah kafir."[3]


Adapun untuk membantah buku yang ditanyakan tersebut, kami perlu mengkaji terlebih dahulu buku tersebut, sehingga kami dapat mengerti dalil dan sisi pengambilan hukum yang terdapat pada buku 'Ternyata Akhirat Tidak Kekal' tersebut. Namun yang jelas, pemahaman seperti ini dipelopori sekte sesat al Jahmiyah dan Mu’tazilah, yang sekarang ini banyak diusung kembali ke dunia Islam oleh para musuh Islam, baik dengan memanfaatkan kaum Muslimin sendiri, ataupun secara langsung melalui pena dan lisan mereka. Oleh karena itu, kita semua hendaklah sadar, betapa berbahaya belajar Islam dari para musuh Islam, seperti orientalis dan Islamologi dari Barat.

Demikian jawaban singkat kami, mudah-mudahan bermanfaat.

[1] Syarah Aqidatuth Thahawiyah, halaman 614.
[2] Ibid, halaman 261.
[3] Dinukil dari ar Radd ‘ala man Qaala bi Fanaa-il Jannati wan Naar, Ibnu Taimiyah, tahqiq Dr. Muhammad bin ‘Abdilah as Samhari, Cet. Pertama, Tahun 1415H, halaman 43-44.

sedgedjenar
12-07-2012, 10:54 AM
Jika minta benda, maka memanglah kita semua tidak mampu memberikan buktinya, kerana ianya akan hanya diperlihatkan kepada kita di alam akhirat nanti. Tiada siapa pun di dunia ini yang dapat menunjukkan syurga dan neraka dalam bentuk fizikalnya.

Begitu juga jika saya mendakwa syurga dan neraka itu kekal dan saya mampu memberikan dalilnya, then kamu yang mendakwa syurga dan neraka itu tidak kekal, then di mana dalilnya?

Kalau kamu tidak bisa memberikan bukti berarti end of discussion, sebagaimana tulisan kamu dibawah


Bisa saja untuk terus diskusikannya tetapi setiap dakwaan kita itu haruslah disertakan dengan bukti. Jika hanya mendakwa tanpa bukti, makanya diskusi yang berlaku adalah hanya diskusi yang tidak berfaedah kerana tidak didasarkan kepada kebenaran. Justeru ianya tidak akan membawa kebaikan kepada mana-mana pihak.

Jadi jelas surga dan neraka kamu yang kekal itu bukan sebuah kebenaran, karena tidak ada bukti.

::ngakak2::

Kalau sudah tidak bisa memberi bukti maka pertanyaan2 dibawah ini sudah jelas tiak akan bisa dijawab.
Misalnya :


Di surga apakah masih perlu sholat dan puasa ?
Di neraka bisa sholat nggak ?
Di neraka yang disiksa apanya ? yang akan dibakar itu apanya ruh nya atau jasadnya ?
Di surga yang minum air itu apanya ? ruh nya atau jasad ? seperti apa bentuk airnya ?



::ngakak2::

beastmen85
12-07-2012, 10:58 AM
Perjelaskan apa yang kamu maksudkan.ga ada maksudnya. eke ga ngeh urusan ginian ::hihi::

sedgedjenar
12-07-2012, 11:01 AM
Akhirat Itu Kekal

(Soal-Jawab: Majalah As-Sunnah Edisi Khusus (07-08)/Tahun X)


PERTANYAAN :

Ustadz, saya membaca buku berjudul 'Ternyata Akhirat Tidak Kekal', karangan Agus Mustofa. Dalil penulis mengenai hal tersebut, bahwa hanya Allâh Ta'âla saja yang kekal, sedangkan selainNya tidak memiliki sifat kekal, termasuk (alam) akhirat. Dicantumkan juga surat Hud/11 ayat 106-108. Adapun banyaknya nash al Qur‘an yang menyebutkan akhirat kekal, ditafsirkan oleh penulis karena lamanya masa akhirat akan binasa, yang menurut sains modern sekitar 18 milyar tahun lagi. Apakah pernyataan tersebut benar? Dan bagaimana pandangan manhaj Salaf terhadap hal itu? Mohon penjelasan dan terima kasih.

Arie Fajarsepta ( aseptaf@.............com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )

JAWABAN :

Akhirat adalah sesuatu yang ghaib, tidak diketahui kecuali dengan berita wahyu, baik dalam al-Qur‘an maupun Sunnah Rasűlullâh. Sehingga, seseorang tidak boleh menetapkan suatu ketentuan, kecuali berdasarkan keduanya. Namun perlu diingat, memahami keduanya dengan benar, harus merujuk kepada para sahabat. Mereka adalah para murid Rasűlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam yang langsung menerima keterangan dan penjelasan beliau shallallâhu 'alaihi wasallam. Juga melihat kepada ketentuan dan pemakaian bahasa Arab, sebab Al Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab.

Demikian juga dengan pertanyaan ketidak kekalan akhirat, perlu ditanyakan, adakah di kalangan para sahabat yang menyatakan demikian? Tidak cukup hanya dengan menyebut dalil al-Qur‘an, apalagi berdasarkan terjemahannya –bahasa Indonesia– kemudian menafsirkan seluruh ayat-ayat lain yang dianggap tidak sesuai dengan hipotesa yang dibuatnya sendiri.

Pendapat yang mengatakan akhirat, surga dan neraka tidak kekal, bukanlah pendapat baru. Pendapat ini hanya membangkitkan kembali pemikiran sesat al Jahmiyah, yang dipelopori Jahm bin Shafwan. Begitu juga dengan pembesar Mu’tazilah, yaitu Abu al Hudzail al ‘Allaf.

Alhamdulillah, hal ini sudah dijelaskan oleh para ulama terdahulu, seperti Imam ath Thahawi (wafat 321H), Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Rajab, adz Dzahabi, Ibnu Abil ‘Izzi al Hanafi (wafat 792H), dan lainnya.

Imam Abu Ja’far ath Thahawi menyatakan :

“Surga dan neraka adalah makhluk ciptaan Allah, tidak punah selama-lamanya”.[1]

Ketika menjelaskan perkataan Abu Ja’far ath Thahawi di atas, Imam Ibnu Abil ‘Izzi al Hanafi berkata :

“Orang yang berpendapat surga dan neraka tidak kekal adalah Jahm bin Shafwan, pemimpin al Jahmiyah. Pendapatnya ini, tidak ada seorang pun yang mendahului, baik dari kalangan sahabat ataupun tabi’in. Tidak juga dari para imam muslimin dan Ahlu Sunnah. Seluruh Ahlu Sunnah telah mengingkarinya, dan memvonis kafir kepada Jahm disebabkan pendapatnya ini”.[2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan :

"Pendapat yang menyatakan surga dan neraka tidak kekal, maka saya tidak pernah mengetahui ada seorang pun yang menukilnya dari salah seorang salafush-shalih, baik dari kalangan sahabat maupun tabi’in. Mereka hanya menceritakan, pendapat ini dari Jahm bin Shafwan dan para pengikutnya (yaitu al Jahmiyah). Pendapat ini termasuk yang diingkari oleh para ulama besar Islam. Bahkan, menjadi argumen mereka untuk memvonis kafir sekte al Jahmiyah, sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Abdullah bin Ahmad bin Hambal (dalam as Sunnah), al Atsram (dalam as Sunnah), dan Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il al Bukhari (dalam Khalqu Af’al al ‘Ibad) serta lainnya dari Kharijah bin Mush’ab, bahwa ia berkata :

"Al Jahmiyah menjadi kafir berdasarkan beberapa ayat dari al Qur`an. Di antaranya empat ayat.

Firman Allâh Ta'âla:

QS ar Ra’ad/13 : 35

Buahnya (Sorga) tak henti-henti (kekal),
sedang naungannya (Sorga) (demikian pula)
(QS ar Ra’d/13 ayat 35)


Mereka (Al Jahmiyah) menyatakan, tidak kekal.

Firman Allâh Ta'âla:

QS Shad/38 : 54

Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami
yang tiada habis-habisnya
(QS Shad/38 : 54)


Mereka (Al Jahmiyah) menyatakan, akan habis.


Firman Allâh Ta'âla:

QS Waqi’ah/56 : 33

Yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya.
(QS Waqi’ah/56 : 33)


Barangsiapa yang mengatakan “akan berhenti,” maka ia telah kafir.


Firman Allâh Ta'âla:

QS Hud/11 : 108

Sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.
(QS Hud/11 : 108)


Maknanya, tidak putus-putus. Barangsiapa yang menyatakan itu akan terputus, maka ia telah kafir."[3]


Adapun untuk membantah buku yang ditanyakan tersebut, kami perlu mengkaji terlebih dahulu buku tersebut, sehingga kami dapat mengerti dalil dan sisi pengambilan hukum yang terdapat pada buku 'Ternyata Akhirat Tidak Kekal' tersebut. Namun yang jelas, pemahaman seperti ini dipelopori sekte sesat al Jahmiyah dan Mu’tazilah, yang sekarang ini banyak diusung kembali ke dunia Islam oleh para musuh Islam, baik dengan memanfaatkan kaum Muslimin sendiri, ataupun secara langsung melalui pena dan lisan mereka. Oleh karena itu, kita semua hendaklah sadar, betapa berbahaya belajar Islam dari para musuh Islam, seperti orientalis dan Islamologi dari Barat.

Demikian jawaban singkat kami, mudah-mudahan bermanfaat.

[1] Syarah Aqidatuth Thahawiyah, halaman 614.
[2] Ibid, halaman 261.
[3] Dinukil dari ar Radd ‘ala man Qaala bi Fanaa-il Jannati wan Naar, Ibnu Taimiyah, tahqiq Dr. Muhammad bin ‘Abdilah as Samhari, Cet. Pertama, Tahun 1415H, halaman 43-44.



Coba belajar kepada ulama yang berjiwa besar dan legowo.
Yang berani bilang 'saya tidak tau' ketimbang menakut-nakuti kamu dengaan sebutan kafir

::hihi::

erusi
12-07-2012, 11:23 AM
Kalau kamu tidak bisa memberikan bukti berarti end of discussion, sebagaimana tulisan kamu dibawah



Jadi jelas surga dan neraka kamu yang kekal itu bukan sebuah kebenaran, karena tidak ada bukti.

::ngakak2::

Kalau sudah tidak bisa memberi bukti maka pertanyaan2 dibawah ini sudah jelas tiak akan bisa dijawab.
Misalnya :


Di surga apakah masih perlu sholat dan puasa ?
Di neraka bisa sholat nggak ?
Di neraka yang disiksa apanya ? yang akan dibakar itu apanya ruh nya atau jasadnya ?
Di surga yang minum air itu apanya ? ruh nya atau jasad ? seperti apa bentuk airnya ?



::ngakak2::

Kita berdiskusi selama ini dengan berpandukan kepada bukti-bukti berbentuk dokumen (ayat-ayat) bukannya berpandukan kepada kebendaan/fizikal.

Jika kamu pun, kamu tidak mampu menunjukkan secara kebendaan mengenai kewujudan syurga dan neraka. Begitu juga dengan saya. Justeru kita sama iaitu tidak akan mampu dalam menunjukkan bukti secara kebendaan/fizikal. Justeru kita beralih kepada menunjukkan bukti-bukti dari segi dokumen atau tulisan-tulisan. Dalam perkara ini saya amat mampu untuk membuktikan bahawa syurga dan neraka itu wujud dan kekal. Then di mana pula dalil ayat-ayat kamu yang menunjukkan syurga dan neraka itu tidak kekal?

Jika kita lihat dalam tajuk thread ini "Tidak ada api di Neraka". Bolehkah kamu menunjukkan buktinya secara kebendaan/fizikal? Sudah tentu kamu tidak mampu. Justeru sudah tentu kamu merujuk kepada bukti bukan kebendaan/fizikal. Then mana dalil yang bukan berbentuk kebendaan/fizikal itu?

Atau kamu ingin mengatakan kamu merujuknya secara kebendaan/fizikal?

sedgedjenar
12-07-2012, 12:02 PM
Kita berdiskusi selama ini dengan berpandukan kepada bukti-bukti berbentuk dokumen (ayat-ayat) bukannya berpandukan kepada kebendaan/fizikal.

Jika kamu pun, kamu tidak mampu menunjukkan secara kebendaan mengenai kewujudan syurga dan neraka. Begitu juga dengan saya. Justeru kita sama iaitu tidak akan mampu dalam menunjukkan bukti secara kebendaan/fizikal. Justeru kita beralih kepada menunjukkan bukti-bukti dari segi dokumen atau tulisan-tulisan. Dalam perkara ini saya amat mampu untuk membuktikan bahawa syurga dan neraka itu wujud dan kekal. Then di mana pula dalil ayat-ayat kamu yang menunjukkan syurga dan neraka itu tidak kekal?

Jika kita lihat dalam tajuk thread ini "Tidak ada api di Neraka". Bolehkah kamu menunjukkan buktinya secara kebendaan/fizikal? Sudah tentu kamu tidak mampu. Justeru sudah tentu kamu merujuk kepada bukti bukan kebendaan/fizikal. Then mana dalil yang bukan berbentuk kebendaan/fizikal itu?

Atau kamu ingin mengatakan kamu merujuknya secara kebendaan/fizikal?

nah disini bedanya surga neraka yang mumbo jumbo di akhirat dengan surga neraka yang ada di dunia.
Kamu baca lagi di atas, tulisannya Syekh Siti Jenar (ada di postingan #8). Disana jelas disebutkan surga neraka itu tidak kekal, dan adanya di dunia ini saat sekarang.

Kalau dengan acuan Syekh Siti Jenar tsb di atas, jelas surga dan neraka sangat bisa dibuktikan secara fisik.
Jadi surga nerakanya Syekh Siti Jenar itu adalah sebuah kebenaran yang bisa dibuktikan, bukan sekedar mumbo jumbo akhirat

::ngakak2::

mobyokuzan
12-07-2012, 12:19 PM
Perjelaskan apa yang kamu maksudkan.

dia cuma nanggepin postingan gw sebelumnya...gpp, ga ada maksud utk nyanggah postingan kamu brow, nyante aja.

@beastmen85 :
yah begitulah brow, biar ga error makanya di trial terus (re-inkarnasi), sampe ga error lagi (inalillahi wa inailaihi rojiun) kalo kata sedgedjenar surplus hingga lunas dan ga ada tanggungan...ntar sampe di suatu titik kita akan tahu dgn sendirinya jika sdh saatnya tiba.

makanya, sebelum saat itu tiba kita nikmatin dulu aja errornya (dualisme) ::ngakak2::

ooh surga - ooh neraka...
sejak dulu beginilah dualisme, deritanya tiada akhir.

sedgedjenar
12-07-2012, 01:15 PM
dia cuma nanggepin postingan gw sebelumnya...gpp, ga ada maksud utk nyanggah postingan kamu brow, nyante aja.

@beastmen85 :
yah begitulah brow, biar ga error makanya di trial terus (re-inkarnasi), sampe ga error lagi (inalillahi wa inailaihi rojiun) kalo kata sedgedjenar surplus hingga lunas dan ga ada tanggungan...ntar sampe di suatu titik kita akan tahu dgn sendirinya jika sdh saatnya tiba.

makanya, sebelum saat itu tiba kita nikmatin dulu aja errornya (dualisme) ::ngakak2::

ooh surga - ooh neraka...
sejak dulu beginilah dualisme, deritanya tiada akhir.

yang percaya dengan kekekalan surga dan neraka, seperti itu lah perjalanannya. Tiada akhir.
Berputar-putar, mengulangi hal yang sama dari waktu ke waktu, dari satu kehidupan ke kehidupan yang lain.
Dapat pahala nya susah payah, hangus dalam sekejap seperti kayu dimakan api.

::nangis::

berharap surga kekal untuk menjadi senang selamanya
padahal bukan itulah tempat kembalinya semua manusia

::nangis::

mobyokuzan
12-07-2012, 01:23 PM
jadi ingat filosofinya om sidharta gautama : dibilang kosong tapi kok ada isinya, dibilang isi tapi kok kosong melompong.

lalu yg buneng yg mana ini !!? ::arg!::

@sedgedjenar : brow gw pm lo gpp kan, ada yg mau ane bahas dan mau ane tanyakan.

sedgedjenar
12-07-2012, 01:32 PM
gak apa-apa bro, feel free ... pm aja
kalau di pm mungkin bisa lebih 'bebas'

beastmen85
12-07-2012, 06:28 PM
bukannya kosong itu merupakan sebuah isi?
suatu gambar yg berupa gambar atas segalanya adalah gambar kosong

summum bonum. tao te ching. hermetic. ain soph aur

erusi
12-07-2012, 07:02 PM
nah disini bedanya surga neraka yang mumbo jumbo di akhirat dengan surga neraka yang ada di dunia.
Kamu baca lagi di atas, tulisannya Syekh Siti Jenar (ada di postingan #8). Disana jelas disebutkan surga neraka itu tidak kekal, dan adanya di dunia ini saat sekarang.

Kalau dengan acuan Syekh Siti Jenar tsb di atas, jelas surga dan neraka sangat bisa dibuktikan secara fisik.
Jadi surga nerakanya Syekh Siti Jenar itu adalah sebuah kebenaran yang bisa dibuktikan, bukan sekedar mumbo jumbo akhirat

::ngakak2::

Maka di sinilah kamu sebenarnya tidak memahami apa yang cuba disampaikan oleh SSJ di dalam tulisannya itu. Istilah syurga dan neraka yang dipakai oleh SSJ itu bukannya berkaitan dengan syurga dan neraka di alam akhirat itu. Tetapi ianya adalah merujuk kepada kehidupan manusia ketika di dunia. Dengan kata lain, SSJ di dalam tulisan itu tidak menyentuh berkenaan dengan syurga dan neraka yang ditulis dalam Al-Quran sebagai tempat kekal di mana manusia-manusia ditempatkan di alam akhirat kelak.

Di bawah adalah beberapa penerangan berkenaan dengan syurga dan neraka yang kamu kutip daripada tulisan SSJ itu.

"Dan karena surga serta neraka itu adalah untuk derajad fisik maka keberadaan surga dan neraka adalah di dunia ini, sesuai pernyataan populer bahwa dunia adalah penjara bagi orang mukmin. Menurut Syekh Siti Jenar, dunia adalah neraka bagi orang yg menyatu-padu dgn Tuhan. Setelah meninggal ia terbebas dari belenggu wadag-nya dan bebas bersatu dgn Tuhan. Di dunia manunggalnya hamba dgn Tuhan sering terhalang oleh badan biologis yg disertai nafsu-nafsunya. Itulah inti makna nama Syekh Siti Jenar."

"Surga dan neraka yang dimaksudkan oleh SS Jitu diterjemahkan sebagai keadaan hidup di dunia ini. Menurut Syekh Siti Jenar surga yang luhur itu terdapat dalam perasaan hati yang senang. Ini berarti ia tidak menyangkal adanya surga dan neraka, tetapi surga dan neraka dibawa ke alam kongkrit. Syekh Siti Jenar menitikberatkan pada hakikat hidup di dunia ini. Menurutnya, alam dunia ini tempatnya susah dan sedih. Di dunia ini kalbu dan khalik bermadu. Saling berebut pengaruh dalam kehidupan ragawi ini."

Parameswara Li
12-07-2012, 07:22 PM
Di bawah adalah beberapa penerangan berkenaan dengan syurga dan neraka yang kamu kutip daripada tulisan SSJ itu.

"Dan karena surga serta neraka itu adalah untuk derajad fisik maka keberadaan surga dan neraka adalah di dunia ini, sesuai pernyataan populer bahwa dunia adalah penjara bagi orang mukmin. Menurut Syekh Siti Jenar, dunia adalah neraka bagi orang yg menyatu-padu dgn Tuhan. Setelah meninggal ia terbebas dari belenggu wadag-nya dan bebas bersatu dgn Tuhan. Di dunia manunggalnya hamba dgn Tuhan sering terhalang oleh badan biologis yg disertai nafsu-nafsunya. Itulah inti makna nama Syekh Siti Jenar."

"Surga dan neraka yang dimaksudkan oleh SS Jitu diterjemahkan sebagai keadaan hidup di dunia ini. Menurut Syekh Siti Jenar surga yang luhur itu terdapat dalam perasaan hati yang senang. Ini berarti ia tidak menyangkal adanya surga dan neraka, tetapi surga dan neraka dibawa ke alam kongkrit. Syekh Siti Jenar menitikberatkan pada hakikat hidup di dunia ini. Menurutnya, alam dunia ini tempatnya susah dan sedih. Di dunia ini kalbu dan khalik bermadu. Saling berebut pengaruh dalam kehidupan ragawi ini."

Baru yang ini nih postingan anta yang lumayan mantab !

::up::

sedgedjenar
12-07-2012, 07:56 PM
Ya sudah erusi, kembali kepada tulisan saya diatas. Kamu jalani aja apa yang kamu yakini dengan kekekalan surga-nerakamu. Dengan tingkat egomu yang sudah terbukti sangat tinggi, saya tidak merasa diskusi ini akan ada faedahnya.

Kembalikan saja kepada prinsip kamu sendiri, bahwa berdalil tanpa bukti itu tidak ada faedahnya.

Sekarang kamu mencoba memaksakan pembenaran kamu kepada ajaran SSJ. Padahal soal SSJ ini kamu baru saja googling dan paste disini.

::doh::

Mencoba bersikap bijak seperti halnya purba dan jebret. Dengan kualitas anda semacam ini saya memutuskan untuk tidak akan meladeni lagi diskusi dengan anda.

Tks

RAP
12-07-2012, 08:01 PM
Aminnnnnnn

erusi
12-07-2012, 09:26 PM
Ya sudah erusi, kembali kepada tulisan saya diatas. Kamu jalani aja apa yang kamu yakini dengan kekekalan surga-nerakamu. Dengan tingkat egomu yang sudah terbukti sangat tinggi, saya tidak merasa diskusi ini akan ada faedahnya.

Kembalikan saja kepada prinsip kamu sendiri, bahwa berdalil tanpa bukti itu tidak ada faedahnya.

Sekarang kamu mencoba memaksakan pembenaran kamu kepada ajaran SSJ. Padahal soal SSJ ini kamu baru saja googling dan paste disini.

::doh::

Mencoba bersikap bijak seperti halnya purba dan jebret. Dengan kualitas anda semacam ini saya memutuskan untuk tidak akan meladeni lagi diskusi dengan anda.

Tks

Kamu menganggap orang lain memaksakan pembenaran apabila menerangkan apa yang sebenarnya ditulis oleh SSJ. Jika kamu berpegang pada prinsip itu, maka bermakna kamu juga melakukan perkara yang sama apabila mengambil terus tulisan tersebut dan menerapkan pemahaman kamu terhadapnya. Saya goggling, untuk memperlihatkan kepada kamu bahawa orang lain mempunyai pemahaman yang sama dengan apa yang saya cuba perlihatkan kepada kamu. Sebelum ini saya tidak terbaca berkenaan dengan posting kamu yang mengutip tulisan daripada SSJ itu. Justeru apabila kamu memakluminya kepada saya, then seterusnya saya memperjelaskan berkenaannya. Dan saya mengutip juga beberapa penerangan daripada individu lain untuk memperlihatkan kepada kamu bahawa pemahaman saya juga dimiliki oleh individu-individu lainnya.

Justeru di sini ianya sudah jelas, bahawa SSJ bukannya menuliskan tentang syurga dan neraka di alam akhirat itu, tetapi SSJ menulis sesuatu yang lain iaitu tentang kehidupan dunia dengan meminjam perkataan-perkataan syurga dan neraka. Kefahaman yang tiada pada kamu adalah, seorang muslim tidak akan mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh Allah dalam al-Quran.


Sememangnya kamu tidak terfikir perkara ini kerana kamu sudah terbiasa dengan diskusi yang berkeadaan mendakwa tanpa menunjukkan dalil/bukti.

sedgedjenar
12-07-2012, 10:19 PM
A : air laut itu asin
B : oh kamu salah, air laut itu tidak asin. Hanya mengandung garam.

A : emang kamu udah pernah minum air laut? Pernah melihat air laut?
B : tidak mungkin kita melihat air laut, saya hanya membaca dalil saja. Apa kamu mau saya bawakan dalilnya? Lagipula tidak ada seorangpun yang sanggup memperlihatkan airlaut, karena bumi ini isinya hanya daratan dan gunung.

Lalu A memberikan si B air laut untuk diminum. Setelah B merasakan ternyata air laut asin.

B : sesungguhnyalah ini bukan air laut, hanya senyawa H2O yang bercampur dengan NaCL. Jadi kamuu salah dan saya benar bahwa air laut sesungguhnya tidak asin

::ngakak2::

---------- Post Merged at 08:19 PM ----------

A : dalam aturan desimal 1 + 1 itu = 2
B : kamu salah, sesungguhnya 1 + 1 itu = 4

Lalu A membawakan buku matematika, diperlihatkan kepada B bahwa 1+1 = 2.

B : ini tidak membuktikan apapun, kamu tahu seorang ayah dan seorang ibu bisa saja melahirkan 2 anak. Jadi 1 wanita + 1 pria memiliki 2 anak. Sehingga ada 4 orang.

Jadi kamu salah, dan saya yang benar.

::ngakak2::

::doh::

BundaNa
12-07-2012, 11:23 PM
::ngakak2::

back to topic, baca tuh maksudnya nasrudin. kita sibuk bahas api neraka, pdhl api ada di diri kita sendiri

beastmen85
12-07-2012, 11:50 PM
^ trit ini udh berapi2 ya bun.
tiap user bawa apinya sendiri2
*ngikik

erusi
13-07-2012, 12:14 AM
To sedgedjenar

Begini saja, saya rasa saya tidak berminat untuk mengemukakan sebarang analogi dengan niat untuk merendah-rendahkan orang lain. Cuma saya ingin memperlihatkan suatu perkara supaya kita berfikir. Cuba kita lihat pada diri kita sendiri, kenapa kita tidak dapat menafikan apabila orang lain mengatakan dakwaan kita itu sebagai salah? Ini kerana kita menyertakan dakwaan kita dengan tidak berlandaskan kepada bukti/dalil. Jika kita punya bukt/dalili then tiada siapa yang akan dapat menafikan dakwaan kita itu.
Jika menurut kamu syurga dan neraka itu tidak kekal, dan kamu sertakan ayat dalilnya daripada al-Quran yang memberi kefahaman sedemikian, maka tiada pihak Islam yang akan dapat menafikan apa yang kamu katakan itu , kerana mereka tidak akan mampu menafikan ayat al-Quran. Segala perbahasan adalah menuntut kepada pembuktian. Jika kita lihat pengadilan/perbahasan di mahkamah, jika suatu pihak tidak memberikan apa-apa bukti, then pastinya pihak itu akan kecundang.

Cuba kita fikirkan satu analogi untuk menerangkan permintaan kamu sebelum ini yang meminta saya menunjukkan bukti syurga dan neraka secara fizikal. Sekali lagi kita lihat pengadilan/perbahasan di mahkamah. Seandainya seorang A dituduh membunuh, maka apakah peguam bela si tertuduh A itu harus perlu hanya mengemukakan siapakah pembunuhnya yang sebenar untuk membuktikan bahawa si tertuduh A itu tidak bersalah? Tidak. Peguam bela si tertuduh A itu boleh juga membuktikan bahawa si tertuduh A tidak bersalah dengan mengemukakan bukti-bukti lain seperti DNA, saksi-saksi, CCTV, rakaman video dan audio dsb. Begitu juga dengan kes pembuktian syurga dan neraka itu wujud. Ianya tidak perlu hanya dibuktikan melalui menunjukkan bukti kebendaan/fizikal seperti yang kamu minta. Ianya juga boleh dibuktikan melalui ayat-ayat al-Quran dan sabda Nabi dan juga tafsir para ulama dsbnya. Kecualilah jika kamu dapat membuktikan terlebih dahulu bahawa Al-Quran itu mengandungi kesalahan hingga akan memberi kesan negatif kepada sabda Nabi dan tafsir para ulama itu.

Justeru jika kita berfikir, pembuktian bahawa syurga dan neraka itu ada bukan hanya dapat dibuktikan secara kebendaan/fizikal sahaja, tetapi juga dapat dibuktikan daripada bukti-bukti yang lain.

Semoga kita semua boleh berfikir.

BundaNa
13-07-2012, 12:21 AM
@bismen: yoi, udah b'kobar2 melebihi Sang Pemberi Ilmu *gile bhs gw kayak danalingga aje ::hihi::

sedgedjenar
13-07-2012, 02:40 AM
Dalam sebuah bus, seorang bapak duduk disebelah remaja setengah baya. Dengan kacamata hitam gaya anak masa kini. Untuk mengisi kejenuhan, bapak ini mencoba ngobrol dengan sang remaja.

"Mau kemana dek?", tanya sang bapak
"Mau ke pasar rebo, bapak mau kemana?", tanya sang anak ganti.
"Oh, kalo saya mau kampung rambutan", jawab sang bapak.
"Asli jakarta pak?", tanya sang remaja ganti.
"Nggak dek, saya asli kebumen. Kalo adek asli jakarta?", tanya sang bapak.
"Betawi asli nih saya", sang remaja bangga.
"Berarti bapak belum liat monas? Menurut dalil yang saya baca, monas itu tinggi dan megah. Dikebumen ada nggak pak?", sang pemuda bertanya
Sang bapak menjawab, "nggak ada dek"

Ketika itu bis jurusan grogol _ kp rambutan sudah sampai di semanggi. Berhenti sejenak untuk menurunkan penumpang.

"Coba bapak lihat, monas itu stkruktur bangunannya sangat kokoh dan artistik" sang anak meneruskan menjelaskan sambil tangannya menunjuk ke luar jendela bus. Dari dalil yang saya dengar demikian.

"Adek sudah pernah lihat monas?", tanya sang bapak bingung. Karena diluar jendela yang dilihat hanya jembatan semanggi saja.

"Belum pernah pak. Tapi saya mendapat dalil tentang monas dari ayah saya, yang merupakan guru SD terbaik se jakarta, bapak seorang guru? Kalau bukan, kecuali bapak dapat menunjukkan kesalahan bapak saya maka tidaklah perlu bagi saya untuk melihat monas", jawab sang anak bangga.

Sampai di pasar rebo, tiba2 seorang ibu yang duduk tepat dibelakang sang pemuda berkacamata hitam itu menepuk pundak sang remaja.

"Nak, ayo nak tongkatnya diambil. Kita sudah sampai pasar rebo."

Sang bapak bengong, ternyata yg diajak ngobrolin monas adalah seorang buta.

::ngakak2::

"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (Dalil QS 22:46)

danalingga
13-07-2012, 03:07 AM
@bismen: yoi, udah b'kobar2 melebihi Sang Pemberi Ilmu *gile bhs gw kayak danalingga aje ::hihi::

Lah, bawa bawa gue. :P

mobyokuzan
13-07-2012, 01:06 PM
@sedgedjenar : lalu solusinya apa nih ? supaya tidak menjadi org yg buta hatinya seperti yg ente tulis di post sebelumnya

ibarat jadi dokter yah mbok jgn separuh separuh...pasien dikasih tau penyakitnya tapi ga dikasih tau resep obatnya.

sedgedjenar
13-07-2012, 03:57 PM
@sedgedjenar : lalu solusinya apa nih ? supaya tidak menjadi org yg buta hatinya seperti yg ente tulis di post sebelumnya
ibarat jadi dokter yah mbok jgn separuh separuh...pasien dikasih tau penyakitnya tapi ga dikasih tau resep obatnya.

semua ibadah yang diajarkan dalam agama itu obatnya bro
berjapa, dzikir, sholat, meditasi, haji, puasa... etc,dll,dkk

mobyokuzan
13-07-2012, 04:01 PM
tapi masalahnya banyak yg sdh minum obatnya kok ga sembuh2 ? malah keracunan ::hihi::

obatnya yg salah atau dokternya yg ga bener nih :D

sedgedjenar
13-07-2012, 04:41 PM
tapi masalahnya banyak yg sdh minum obatnya kok ga sembuh2 ? malah keracunan ::hihi::

obatnya yg salah atau dokternya yg ga bener nih :D

dosisnya banyak yang gak pas bro
kalau ditarekat udah agak enak, udah ada dosinya tinggal dijalanin aja secara teratur kayak minum obat

BundaNa
13-07-2012, 08:50 PM
Lah, bawa bawa gue. :P

kalo gak gitu, mana mungkin lo kemari -_-

erusi
16-07-2012, 11:32 AM
dosisnya banyak yang gak pas bro
kalau ditarekat udah agak enak, udah ada dosinya tinggal dijalanin aja secara teratur kayak minum obat

Mana dalil/bukti bahawa dosisnya banyak yang gak pas?

beastmen85
16-07-2012, 11:41 AM
^ cobalah bijak.
terkadang sesuatu itu ga perlu bukti.

terus bgmn mengetahui kebenarannya?
lewat hati nurani

Agitho_Ryuki
16-07-2012, 01:36 PM
^ cobalah bijak.
terkadang sesuatu itu ga perlu bukti.

terus bgmn mengetahui kebenarannya?
lewat hati nurani
Dalam matematika disebut aksioma...
"setiap dua titik selalu dapat ditarik tepat satu buah garis lurus"
pernyataan matematika yang tak dapat dibuktikan kebenarannya tapi diyakini benar...

beastmen85
16-07-2012, 02:21 PM
^ jgn mikir teori.
just feel it.
sama spt jodoh lah
*eh? ::hihi::

danalingga
16-07-2012, 03:03 PM
Mana dalil/bukti bahawa dosisnya banyak yang gak pas?

Dalil/buktinya ya kamu sendiri. ;))

Ups ...

spears
16-07-2012, 03:16 PM
mau ada api atau enggak di neraka, you don't wanna live in hell. :D

erusi
16-07-2012, 05:31 PM
^ cobalah bijak.
terkadang sesuatu itu ga perlu bukti.

terus bgmn mengetahui kebenarannya?
lewat hati nurani

Jika hanya lewat hati nurani, then itu hanya untuk kepercayaan kita sendiri. Tetapi jika kita mendakwakan seperti yang kita percaya kepada pihak lain, then kita harus mengemukakan bukti untuk pihak lain itu percaya pada apa yang kita dakwakan.
Jika tidak, then jangan salahkan pihak lain itu jika mereka menganggap apa yang kita dakwakan itu sebagai dakwaan kosong semata-mata.

---------- Post Merged at 04:30 PM ----------


Dalam matematika disebut aksioma...
"setiap dua titik selalu dapat ditarik tepat satu buah garis lurus"
pernyataan matematika yang tak dapat dibuktikan kebenarannya tapi diyakini benar...

Kata aksioma berasal dari Bahasa Yunani axioma, yang berarti dianggap berharga atau sesuai atau dianggap terbukti dengan sendirinya. Contohnya 1+1=2.

---------- Post Merged at 04:31 PM ----------


Dalil/buktinya ya kamu sendiri. ;))

Ups ...

Perjelaskan.

sedgedjenar
16-07-2012, 05:59 PM
Dalil/buktinya ya kamu sendiri. ;))

Ups ...

coba ngomong begini sambil dikasih cermin ke ybs

http://multiply.com/mu/muslimahrevolt/image/6/photos/upload/300x300/SipbrwoKCmgAAGnoFvc1/cermin.jpg?et=6hnNUiZhO7QWgOlh79XieA&nmid=251912945

erusi
16-07-2012, 06:02 PM
coba ngomong begini sambil dikasih cermin ke ybs

http://multiply.com/mu/muslimahrevolt/image/6/photos/upload/300x300/SipbrwoKCmgAAGnoFvc1/cermin.jpg?et=6hnNUiZhO7QWgOlh79XieA&nmid=251912945

Kelihatannya kamu sudah kehabisan idea untuk terus berhujah. Diharapkan dengan itu kamu tidak emosi.

E = mc˛
16-07-2012, 06:18 PM
Kata aksioma berasal dari Bahasa Yunani axioma, yang berarti dianggap berharga atau sesuai atau dianggap terbukti dengan sendirinya. Contohnya 1+1=2.

sebenarnya 1+1=2 tidak benar-benar sebuah aksioma murni. Pernyataan 1+1 = 2 bisa dibuktikan secara matematika. Dalam buku Principia Mathematica karangan Alfered Nort Whitehead dan Bertrand Russell yang ditulis dari tahun 1910-1913 pada halaman 362 ada pembuktian 1+1=2

http://ariaturns.files.wordpress.com/2008/08/112.jpg?w=584

buat baca-baca: http://blog.plover.com/math/PM.html

sedgedjenar
16-07-2012, 06:35 PM
Kelihatannya kamu sudah kehabisan idea untuk terus berhujah. Diharapkan dengan itu kamu tidak emosi.

::ngakak2::

ya silakan aja ente anggap demikian, i care not
semoga dengan demikian kamu terhibur oleh dirimu sendiri


http://d3sdoylwcs36el.cloudfront.net/tao_id2283761_size435.jpg
you cannot touch man of tao, for there's no-one to be touched

erusi
16-07-2012, 06:44 PM
sebenarnya 1+1=2 tidak benar-benar sebuah aksioma murni. Pernyataan 1+1 = 2 bisa dibuktikan secara matematika. Dalam buku Principia Mathematica karangan Alfered Nort Whitehead dan Bertrand Russell yang ditulis dari tahun 1910-1913 pada halaman 362 ada pembuktian 1+1=2

http://ariaturns.files.wordpress.com/2008/08/112.jpg?w=584

buat baca-baca: http://blog.plover.com/math/PM.html

Saya mengutipnya daripada link sini http://id.wikipedia.org/wiki/Aksioma


Kata aksioma berasal dari Bahasa Yunani αξιωμα (axioma), yang berarti dianggap berharga atau sesuai atau dianggap terbukti dengan sendirinya. Kata ini berasal dari αξιοειν (axioein), yang berarti dianggap berharga, yang kemudian berasal dari αξιος (axios), yang berarti berharga. Di antara banyak filsuf Yunani, suatu aksioma adalah suatu pernyataan yang bisa dilihat kebenarannya tanpa perlu adanya bukti.

Kata aksioma juga dimengerti dalam matematika. Kata aksioma dalam matematika juga disebut postulat[1]. Akan tetapi, aksioma dalam matematika bukan berarti proposisi yang terbukti dengan sendirinya. Melainkan, suatu titik awal dari sistem logika. Misalnya, 1+1=2

Namun terima kasih daripada input kamu itu. Contoh diskusi yang membawa faedah kepada semua dengan membawa pengetahuan bahawa 1+1=2 tidak benar-benar sebuah aksioma murni.

BundaNa
16-07-2012, 07:36 PM
bukan kehabisan ide, lebih tepatnya males ngomong sama orang yg selalu merasa benar

sedgedjenar
17-07-2012, 09:06 AM
Kalo science belajar kepada profesor google. Oke lah
Kalo agama belajar ke haji google...

::doh::

Yang ada jadinya adalah salah dosis

mobyokuzan
17-07-2012, 09:19 AM
jika tiap org bawa gelas yg sdh terisi penuh dgn air, perlu dimaklumi kalo airnya luber ketika di isi lagi.

pertanyaanya gmn cara ngosongin gelas yg sdh kadung terisi air ini ?

mungkin kop sadgedjenar bisa membantu menjawab pertanyaan ini, silahkan kop...

seperti sebuah kisah yg ane copas,

Pernah sekali ada seseorang yang datang mengunjungi seorang biksu untuk menanyakan sebuah nasehat.
Jadi..apa yang terjadi berikutnya.. Biksu tersebut tidak menjawab pertanyaannya. Dan ketika orang itu bertanya kenapa pertanyaannya tidak dijawab.. Biksu itu mengatakan kepadanya bahwa dia seperti gelas yang sudah penuh. “Tidak ada gunanya aku mengisi air ke dalam gelas yang sudah penuh. Karena apa yang kuberikan pasti akan tumpah. Jika kamu tidak mengosongkan gelasmu terlebih dahulu, bagaimana kamu bisa menerima sesuatu dariku ?”

---------- Post Merged at 07:19 AM ----------


::ngakak2::

ya silakan aja ente anggap demikian, i care not
semoga dengan demikian kamu terhibur oleh dirimu sendiri


http://d3sdoylwcs36el.cloudfront.net/tao_id2283761_size435.jpg
you cannot touch man of tao, for there's no-one to be touched

ngomong2 ttg gbr yin dan yang diatas, ane suka sama filosofisnya...mungkin kalo di islam ini bisa diaplikasikan kpd keseimbangan antara syariat dan hakikat, keseimbangan antara hati dan pikiran (ga cuma modal yakin tapi harus dipahami, begitu juga sebaliknya, ga cuma modal paham tapi harus diyakini)

sedgedjenar
17-07-2012, 09:41 AM
Cara ngosongin gelas
1. Think out of box
2. Menerima perbedaan
3. Jangan memaksa
4. Rendah hati
5. Iso rumongso, jgn dibalik rumongso iso
6. Jauhi gengsi
7. Apa lagi ye.. Ntar deh kalo kepikiran lagi

RAP
17-07-2012, 10:30 AM
^
nambahin ya mas...
Mau berbagi informasi...... Dgn catatan ngak ngotot loh ya
Masing masing orang punya pandangan yg berbeda n kamus yg dipakai pun beda
Makanya hargailah pendapat orang... Itu yg buat kita kaya
Persis gbr yin n yang diatas inner peace
Kedamaian dihati membuat kita sadar bahwa tidak ada yg benar n tidak ada yg salah yg ada cuma keseimbangan
Intinya menahan diri n saling menghargai
Apa yang menurut kita benar belum tentu menurut Sang Pencipta kita benar

Sebelum dikomen mas erusi saya mau nanya
Sebenernya anda debat disini untuk tujuan apa?
Kalau saya joint disini untuk cari teman ....
Jadi salam pertemanan...

beastmen85
17-07-2012, 11:57 AM
yg jelas. kamu tidak akan menemukan kebenaran di luar.
krn kebenaran ada dlm dirimu.

ya. krn benar salah itu sama aja.
-summum-

mobyokuzan
17-07-2012, 12:18 PM
kadangkala, salah-bener itu tergantung tujuannya kop,
walaupun salah, kalo masih sejalan dgn tujuan, yah dibener benerin aje sambil pura2 merem ::hihi::
sebaliknya...
walaupun bener, kalo ga sejalan yah salah, pokoknya harus salah, mau ga mau kudu salah.
::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::
tapi ga semuanya gitu...



@sedgedjenar : kite sejalan kop :shakehand

sedgedjenar
17-07-2012, 01:06 PM
Yin yang itu simbol harmoni nya dualitas
Hitam putih
Pahala dosa
Salah benar
Tuhan hamba
Gengsi malu
Hina terpandang
Benci cinta

Kalau sudah sampai maqom harmoni layak disebut man of tao
You cannot touch man of tao, anda tidak dapat mengalahkan manusia tao, tidak dapat merendahkan menghinakan, juga tidak dapat menyanjung dan memujanya.

For there's no-one to be touched
Karena sudah ada lagi ego yang bisa untuk disanjung atau dilecehkan. Sudah dalam harmoni

Agitho_Ryuki
17-07-2012, 02:20 PM
Namun terima kasih daripada input kamu itu. Contoh diskusi yang membawa faedah kepada semua dengan membawa pengetahuan bahawa 1+1=2 tidak benar-benar sebuah aksioma murni.
istilah apa itu??
aksioma ya aksioma
bukan aksioma ya bukan aksioma
matematika ndak ada definisi yang setengah-setengah begitu...
::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::

beastmen85
17-07-2012, 06:35 PM
xixixi, hermetik, taois
sejalan

erusi
17-07-2012, 06:58 PM
^
nambahin ya mas...
Mau berbagi informasi...... Dgn catatan ngak ngotot loh ya
Masing masing orang punya pandangan yg berbeda n kamus yg dipakai pun beda
Makanya hargailah pendapat orang... Itu yg buat kita kaya
Persis gbr yin n yang diatas inner peace
Kedamaian dihati membuat kita sadar bahwa tidak ada yg benar n tidak ada yg salah yg ada cuma keseimbangan
Intinya menahan diri n saling menghargai
Apa yang menurut kita benar belum tentu menurut Sang Pencipta kita benar

Sebelum dikomen mas erusi saya mau nanya
Sebenernya anda debat disini untuk tujuan apa?
Kalau saya joint disini untuk cari teman ....
Jadi salam pertemanan...

Sebenarnya memang kita akan berbeza pandangan/pendapat. Itu memang sudah lumrah. Cumanya jika kita ingin memberikan suatu pendapat/pandangan maka seharusnya kita kemukakan dengan pembuktian. Yang kita diskusikan ini adalah soal ketuhanan dan kerohanian iaitu sesuatu yang penting kerana ianya melibatkan keimanan kita. Contohnya kita mengimani neraka tiada api, tapi buktinya tiada. So kita tidak mempedulikan jika kita masuk neraka kelak. Tetapi kelak selepas kita mati, baru kita tahu rupa-rupanya neraka memang ada api, then pada masa itu, apakah perasaan kita jika kita masuk dalam neraka? Tentunya kita berasa kesal kerana dulunya kita mengimani sesuatu tanpa berdasarkan bukti menyebabkan kita mengambil pilihan yang salah. Justeru pembuktian itu penting, kecualilah jika kita membicarakan perkara-perkara yang hanya bersifat duniawi yang tidak melibatkan keimanan kita.
Berbeza pendapat/pandangan itu adalah lumrah, namun itu tidak boleh dijadikan alasan untuk mengemukakan suatu pendapat/pandangan dengan tanpa pembuktian. Bagaimana orang lain akan respect pada pendapat/pandangan kita jika kita tiada bukti?

Saya join forum ini untuk berdiskusi tentang bible kristian. Saya ingin mengemukakan permasalahan yang saya tahu berkenaan dengan bible untuk diperjelaskan oleh orang kristian.

beastmen85
17-07-2012, 07:43 PM
^ o rly?
10chr

mobyokuzan
18-07-2012, 10:33 AM
Yin yang itu simbol harmoni nya dualitas
Hitam putih
Pahala dosa
Salah benar
Tuhan hamba
Gengsi malu
Hina terpandang
Benci cinta

Kalau sudah sampai maqom harmoni layak disebut man of tao
You cannot touch man of tao, anda tidak dapat mengalahkan manusia tao, tidak dapat merendahkan menghinakan, juga tidak dapat menyanjung dan memujanya.

For there's no-one to be touched
Karena sudah ada lagi ego yang bisa untuk disanjung atau dilecehkan. Sudah dalam harmoni

Kop, ane bingung, sebenarnya apa sih yg diyakini dan dipahami oleh man of tao sehingga bisa nyampe dlm keadaan "harmoni" pdhl menurut keyakinan dan pemahaman org2 pd umumnya dualitas itu suatu hal yg berbeda, ane justru heran kalo man of tao menganggap dualitas itu sama...ibarat uang logam yg dilempar, kemudian ditangkap, yg muncul pasti salah satu sisinya, kalo ga angka yah kepala, ga mungkin muncul dua duanya disaat bersamaan kan ?

*iseng...mencoba bertanya dlm sudut pandang org awam :D

sedgedjenar
18-07-2012, 12:15 PM
Kalau orang awam koinnya di lempar2 aja.
Kalau man of tao koinnya dibelanjakan, dibelikan sesuatu.

mobyokuzan
18-07-2012, 01:26 PM
kalo misal setelah dilempar terus diambil lagi kemudian baru dibelajakan, ini masuk golongan yg mana kop ? org awam atau man of tao...atau jgn jgn malah masuk golongan sesat :D:D

sedgedjenar
18-07-2012, 02:28 PM
Golongan peniru dan pengekor tanpa tau makna dibaliknya

mobyokuzan
18-07-2012, 02:55 PM
bukannya kita semua kek gitu yah, ga cuma man of tao aja...org2 suci yg diutus jadi messanger oleh "higher self" kan memang utk diikuti/ditiru agar dijadikan suritauladan bagi umatnya.

beastmen85
18-07-2012, 03:19 PM
keknya tao itu bkn sesuatu yg bisa dibahas

sedgedjenar
18-07-2012, 03:30 PM
Iya kop, tentunya peniru yang tau makna dan hakikat. Kalau cuma peniru doang repot, apalagi kalau manusia sucinya sudah gak didunia lagi

danalingga
18-07-2012, 09:54 PM
Jadi di neraka ada Tao?

*biar nggak OOT*

sedgedjenar
19-07-2012, 05:01 AM
keknya tao itu bkn sesuatu yg bisa dibahas

Ini yg lagi di oOT kan adalah man of taonya

=))

---------- Post Merged at 03:01 AM ----------


Jadi di neraka ada Tao?

*biar nggak OOT*

Setiap orang membawa tao nya masing-masing

mobyokuzan
19-07-2012, 08:33 AM
Jadi di neraka ada Tao?

*biar nggak OOT*

kalo pengen tau sebaiknya langsung nyemplung neraka aja kop, ntar tau sendiri disana ada tao ada ga ::hihi::

TheCursed
13-08-2012, 01:09 PM
....
ya silakan aja ente anggap demikian, i care not
semoga dengan demikian kamu terhibur oleh dirimu sendiri
...

Akhirnya. Ane nemu 'limit' ente. :D

BTW, @SedgedJenar, carefull man. You are walking on a very thin thread.
Liat simbol balance lo kan ? nggak besar kan batas antara Hitam dan Putih ? :)

sedgedjenar
13-08-2012, 01:41 PM
Akhirnya. Ane nemu 'limit' ente. :D



i feel sorry then
terjebak dengan prasangka kalo gue sabar ya

::ngakak2::

TheCursed
13-08-2012, 01:49 PM
i feel sorry then
terjebak dengan prasangka kalo gue sabar ya

::ngakak2::

Nah. Gue asumsi semua orang itu sabar. Tapi ber-level.
Gue tau, sampe titik tertentu, lo bakal break.
Tapi di mana titik itu. Itu yang gue pengen tau.

eniwei, Level lo masih lebih tinggi dari gue. :D

sedgedjenar
13-08-2012, 02:12 PM
Nggak lha, elu blm tau aja sih
Jangan sampe terjebak dua kali lho

:run:

TheCursed
13-08-2012, 02:18 PM
Nggak lha, elu blm tau aja sih
Jangan sampe terjebak dua kali lho

:run:

Hei. Gue berprasangka baik aja.
Kalimat lengkapnya: 'Sejauh ini, gue liat, level sabar lo masih lebih tinggi dari gue'. :)

Dan dalam berprasangka baik, gue nggak pernah liat itu sebagai jebakan. Nggak ada ruginye.