PDA

View Full Version : Contoh toleransi: Berani bangun gereja, warga muslim siap berjihad



ishaputra
16-06-2012, 08:13 AM
http://i138.photobucket.com/albums/q270/j_rubenstein/bangungereja.jpg

Inilah contoh perilaku umat dari agama yang katanya damai dan rohmaton lil 'alamin. ::ngakak2:: ::ngakak2::

Coba bayangkan, kalo kata "gereja" itu diganti "masjid", dan spanduk ini ada di negara/wilayah di mana muslim menjadi minoritas. Saya yakin, pasti umat muslim banyak yang tersinggung, marah, dan merasa dizolimi.

Saya pikir, banyak mentalitas umat muslim itu merasa diri superior. Kelihatan kok dari ceramah-ceramah di masjid.

Umat muslim itu sensitif kalo agamanya dikritik, tapi paling rajin kalau mengkritik/menjelek-jelekkan agama lain. Komplain kalo hak beribadahnya diganggu, tapi suka mengganggu hak beribadah orang lain. Ini jelas sikap yang tidak fair.

http://i138.photobucket.com/albums/q270/j_rubenstein/Yasmin2.jpg

Ronggolawe
16-06-2012, 08:39 AM
gw ketawa ngakak baca captionnya:
"The Ishaputra Institue"

::hihi::::hihi::::hihi::::hihi::::hihi::

beastmen85
16-06-2012, 10:00 AM
best thread ever.
bakal byk yg tersungging n marah2.
oh. well. typical.

*sdh biasa

Yuki
16-06-2012, 10:14 AM
sudah biasa?

saya juga sudah terbiasa dengan apa yg selalu dilakukan TS, setidaknya dia selalu gigih dan bersemangat, setidaknya itu nilai positifnya

beastmen85
16-06-2012, 10:54 AM
^ berkat kebiasaan, marilah kita berbhinneka tunggal ika.

dan keknya warga yg memasang spanduk itu tidak perlu ditiru perilakunya ::ngakak2::

hayatzu
16-06-2012, 12:22 PM
nimbrung ya...^^
gw gak akan ngomong panjang2 deh...cuma mau nanggapin apa yang uda ada di postingan lo sendiri, hehe...


Inilah contoh perilaku umat dari agama yang katanya damai dan rohmaton lil 'alamin. ::ngakak2:: ::ngakak2::

di tulisan lo sendiri ada kata "perilaku umat" dan ada kata "agama"
berarti gw asumsikan lo sudah bisa tau dong bedanya antara definisi dari kata "umat" dan kata "agama"...
jadi gw gak akan menjelaskan lebih jauh lagi tentang status Islam yang uda lo sendiri uda menyebutnya sebagai Agama yang damai dan rohmaton lil 'alamin (lo sendiri yang uda kasih statement ini di postingan lo ya...^^)

thanks atas statementnya...:) ^^


Coba bayangkan, kalo kata "gereja" itu diganti "masjid", dan spanduk ini ada di negara/wilayah di mana muslim menjadi minoritas. Saya yakin, pasti umat muslim banyak yang tersinggung, marah, dan merasa dizolimi.

mau kata gereja itu diganti dengan "masjid" atau "pura" atau "wihara" atau "kelenteng" atau "kathredal" atau "sinagog" pun gw rasa akan sama aja...
umat beragama manapun kalau memang yakin dan sayang kepada agama yang dianutnya pasti akan marah, tersinggung dan merasa dizolimi kalau diperlakukan seperti itu, kecuali kalau dia tidak beragama...tapi orang yang tidak beragama pun gw rasa akan marah, tersinggung dan merasa dizolimi kalau ada orang yang mempertanyakan alasan dia tidak beragama...

tapi......yang berbeda adalah bagaimana sikap mereka menghadapi hal tersebut

ada sebagian yang marah dan kemudian mengangkat senjata melawan kezaliman itu, ada yang diam dan pura2 tidak tahu tapi tetap berdoa didalam hatinya, ada juga yang tidak perduli, ada juga yang bersikap pukul rata dengan menjelek-jelekkan mayoritas penganut agama tersebut hanya karena ulah segelintir orang yang bersifat zolim itu, dan ada juga yang bisa menyikapi hal tersebut dengan tenang dan mencari solusi yang terbaik untuk bersama


Saya pikir, banyak mentalitas umat muslim itu merasa diri superior. Kelihatan kok dari ceramah-ceramah di masjid.

mengenai masalah mentalitas superior itu gw rasa gak cuma umat Islam aja deh...(btw, pengertian Muslim dan Islam itu berbeda lho...just FYI)

hmm, gw sih gak akan bersifat munafik dalam hal ini, imho...gw rasa setiap penganut agama manapun akan memiliki keyakinan di hatinya yang paling dalam bahwa agama yang dianutnya adalah agama yang benar...kalau tidak, orang itu tidak akan menganut agama yang dianutnya tersebut...:)

tapi yang berbeda adalah sikap dari masing-masing individu umat beragama tersebut, ada orang yang kekeuh dalam memaksakan keyakinannya terhadap umat agama lain dan kemudian mengajak2 umat agama lain untuk pindah ke agama yang mereka anut, dan ada juga orang yang bersikap toleran dan tidak memaksakan kehendaknya tersebut...which one do you prefer? klo gw sih lebih suka pribadi2 yang kedua...


Umat muslim itu sensitif kalo agamanya dikritik, tapi paling rajin kalau mengkritik/menjelek-jelekkan agama lain. Komplain kalo hak beribadahnya diganggu, tapi suka mengganggu hak beribadah orang lain. Ini jelas sikap yang tidak fair.

mengenai yang dikasih bold, gw rasa gak cuma umat Islam aja deh...^^
dalam setiap agama selalu ada kok yang bersikap kaya begitu, di kampus gw dulu ada, di kantor gw sekarang juga ada yang suka begitu...

btw, gak usah jauh2 deh, di thread dan sub-forum ini juga ada yang sikapnya ngarah2 ke situ kok...^_^

ndableg
16-06-2012, 02:28 PM
Jiee... muslim watch.. nontonnya yg bener ya.. jangan kek anak kecil.. cuman mau yg seru2 aja, dialognya diskip.

BundaNa
16-06-2012, 02:39 PM
Teruwlah berjuang untuk keadilan semua agama ya...teruslah obyektif


So so thread


Kritik?


True?

::hihi::

choodee
16-06-2012, 04:28 PM
Bukan cuman (sebagian) umat muslim aja yg begitu. Rata2 di daerah yg mempunyai satu agama mayoritas pasti ada singgungan seperti ini. Yg salah itu umat yg mengganggu ibadah org lain seperti contoh umat islam yg kamu jabarkan sha, tp bukan berarti semua umat islam seperti itu dan agama islam yg disalahkan.

ishaputra
16-06-2012, 10:25 PM
ada sebagian yang marah dan kemudian mengangkat senjata melawan kezaliman itu, ada yang diam dan pura2 tidak tahu tapi tetap berdoa didalam hatinya, ada juga yang tidak perduli, ada juga yang bersikap pukul rata dengan menjelek-jelekkan mayoritas penganut agama tersebut hanya karena ulah segelintir orang yang bersifat zolim itu, dan ada juga yang bisa menyikapi hal tersebut dengan tenang dan mencari solusi yang terbaik untuk bersama

Umat muslim biasanya termasuk yang mana? Yang langsung angkat senjata dan ngundang sodara seiman senusantara untuk berjihad mengganyang orang yang menzolimi itu?

Coba pikir: Di Ambon, ada tukang ojek (muslim) tewas, kebetulan di kampung yang mayoritas kristen. Ada "gosip" bahwa si tukang ojek dibunuh, tapi pihak kepolisian mengatakan bahwa tukang ojek kecelakaan.

Lepas dari kontroversi tersebut, langsung deh media massa dibanjiri berita "laskar jihad" dari Jawa menuju Ambon. Polisi sempat menangkap rombongan jihaders yang baru mendarat ke Ambon dan menyuruhnya pulang kembali (saya lupa link beritanya, kalau tidak salah dari Kompas.com)

Anda bisa lihat, bagaimana mental umat muslim itu? Jiwa rusuhnya mudah tersulut.

Bandingkan dengan: Gereja di Solo, sesaat setelah kebaktian dibom seorang jihader muslim. Adakah "laskar kristen" yang begitu bersemangat datang ke Solo untuk mengganyang kelompok-kelompok yang menzolimi saudara seiman mereka? TIDAK ADA.

Setiap umat beragama ada saja kelompok radikalnya. Tapi kalo dirata-rata, di kalangan umat muslim lebih banyak. Mungkin anda akan ngeles: "Itu karena umat muslim mayoritas di Indonesia, jadi kelihatannya lebih banyak". Argumen itu sekilas logis, padahal tidak juga. Di Lebanon, jumlah muslim dan kristen hampir imbang. Tapi yang radikal tetap saja dari kalangan muslim/syiah. Lihat saja Hizbullah.


mengenai yang dikasih bold, gw rasa gak cuma umat Islam aja deh...^^
dalam setiap agama selalu ada kok yang bersikap kaya begitu, di kampus gw dulu ada, di kantor gw sekarang juga ada yang suka begitu...

Betul, tiap agama ada saja umatnya yang begitu. Tapi, coba silakan dicek: Banyak mana buku-buku Islam yang mengkritik Kristen ketimbang sebaliknya? Kita bicara kasus-kasus yang prominent saja, jangan kasus orang-per-orang.

Apa reaksi umat Kristen ketika ada buku Islam yang mengkritik Kristen? Apa reaksi Muslim ketika ada buku Kristen yang mengkritik Islam? Coba dipikirkan, mana yang berpotensi akan bringas?

Irena Handono, Ahmed Deedat, buku dan DVD-nya bebas beredar. Tapi ketika majalah Newsweek menampilkan artikel yang membahas tesisnya Christoph Luxenberg yang mengatakan Alquran pada mulanya berbahasa Aramaik, bukan Arab, MUI langsung membanned majalah tersebut dengan alasan "religious blemish".

Mungkin anda akan menuduh saya "menggeneralisir" ketika menyebut "muslim" dalam konteks thread ini. Oke deh, katakanlah tidak semua muslim adalah muslim radikal dan intoleran. Tapi, MANA SUARA MEREKA MENGUTUK RADIKALISME DAN INTOLERANSI SAUDARA SEIMAN MEREKA?

Yang rajin bersuara lantang paling kelompok-kelompok Muslim liberal, yang nama-namanya sudah kita ketahui. Dan itu pun mereka dicap "sesat". Rata-rata muslim umumnya diam saja dan kurang bereaksi keras terhadap kebringasan saudara seimannya itu.

"Diam" itu bisa berarti setuju diam-diam, atau bisa berarti tidak peduli.

Saya pikir, citra muslim yang keras, bebal, bodoh dan intoleran akan tetap terjaga sejauh mayoritas muslim yang "katanya" tidak setuju dengan radikalisme dan intoleransi saudara seiman mereka tidak begitu kencang.

Muslim seperti anda sepertinya cuma bisa cari "permakluman" dari lawan bicara dengan menyebut "yang kayak gitu bukan cuma muslim saja kok".

Memang betul bahwa radikalisme dan intoleransi ada di setiap umat beragama. Tapi untuk muslim, saya pikir ini sudah terlalu parah. Ekstrimisme Islam sudah menjadi issue dunia. Anda tidak bisa lagi mencari permakluman dengan mengucapkan "yang kayak begitu bukan cuma muslim saja kok".

Neptunus
16-06-2012, 11:01 PM
nah ini nih jeleknya mental stereotype. Semua dipukul rata ::arg!::

Fere
17-06-2012, 12:08 AM
nanya:

gimana sih caranya buat gabung ke The Ishaputra Institute ato Indonesia Muslim Watch..?

ishaputra
17-06-2012, 06:09 AM
Ketika muslim ikut berjuang atas nama kemanusiaan, dibilang "sudah seharusnya."

Muslim yang berjuang atas nama (murni) kemanusiaan, biasanya nggak bawa-bawa "Islam". Begitu bawa-bawa "Islam", nggak berjuang atas nama kemanusiaan, tapi atas nama "saudara seiman". Kayak yang suka demo membela Palestina itu.

Bahkan Usman Hamid ketua Kontras pun muslim, tapi apa dia bawa-bawa "Islam" dalam perjuangannya? Enggak.

Banyak muslim ikut Greenpeace, apa bawa-bawa Islam di situ? Enggak.

Anggota komnas HAM banyak yang muslim, apa mereka bawa-bawa atau mengatasnamakan "Islam" di situ? Enggak.

Amrozy CS ngebom bali, apa bawa Islam? Iya. Pake dalil ayat lagi.

Koruptor banyak yang muslim, apa koruptor mengatasnamakan Islam saat korupsi? ENGGAK. Dan makanya nggak ada yang mengidentikkan Islam dengan korupsi, karena orang-orang Islam yang korupsi itu nggak mengatasnamakan agama saat korupsi. Beda dengan terorisme.


Ketika muslim ikut mengutuk serangalkaian kekerasan yg dilakukan oleh radikal, diabaikan oleh angin.

Oh, enggak. Saya malah ikut aksi #beda.is.me minggu kemaren di depan Istana Merdeka, di mana para hadirin, orator dan pencetusnya sebagian besar (kecuali jemaat gereja yang ikut demo) adalah muslim juga. Tapi, apakah kelompok-kelompok muslim yang menolak radikalisme di-notice sebagai muslim? Enggak. Malah umumnya mereka dicatat sebagai "orang sekuler".


Gwe ga pernah bikin statistik banyakan mana muslim radikal sama yg cinta damai.

"Radikal" itu kategorisasinya bagaimana? Kalau yang "radikal" sekategori dengan Abu Bakar Baasyir cs, itu sedikit. Tapi kalo yang sekategori dengan orang yang doyan melarang gereja seperti gambar di atas, lebih banyak lagi. Mereka nggak setuju teror bom atas nama Islam, tapi mereka juga "risih" melihat ada gereja di lingkungan mereka.

Anda sendiri sebagai muslim bagaimana, setuju dengan isi/himbauan dalam spanduk di atas yang melarang gereja?


Tapi yg gwe tau, memang Islam besar dan Rahmatan lil Alamin.

Teorinya memang begitu.


Islam akan terus besar dengan terpaan sarkasme, sinisme, kedengkian dari mereka yang cuma puas cari kesalahan muslim (bukan Islam).

Berarti anda mengakui bahwa spanduk di atas adalah sebuah kesalahan?


Tidak dibahas latar belakang kejadian, pokoknya muslim "ngamuk" salah dah

Kalau dibahas latar belakang kejadiannya, berarti ngamuknya muslim itu bisa dibenarkan, begitu?


Ketika muslim dibantai, dijawab dengan "kecelakaan", "korban perang", "salah sendiri"

Pada kasus "muslim dibantai", apa anda pernah memperhatikan "latar belakang kejadiannya" sebagaimana anda pertanyakan di atas?


Buat saya sekarang, sikap TS seperti itu sih, biasa.

Sikap kayak anda juga biasa, tukang cari pembenaran.


Mungkin karena frustasi, Islam terus besar meski dihujat, dimaki, dihina, dilecehkan (atas nama kebebasan berpendapat?)

Berarti JIL juga bisa besar dong yah, meski dihujat, dimaki, dihina dan dilecehkan atas nama "akidah".


Daripada membela diri, mengklarifikasi, dibilang manja dan ga bisa debat, biarin aja TS capek bikin thread2 sejenis. Nanti juga hit n run kalo udah mentok

Kelihatannya anda memang nggak mampu debat. Lha saya perhatikan postingan anda di setiap thread juga datar-datar ajah.

- - - Updated - - -


nah ini nih jeleknya mental stereotype. Semua dipukul rata ::arg!::

Baca dong komentar saya di atasnya. Soal tuduhan "generalisasi" sudah saya terangkan.

- - - Updated - - -


Ketika muslim ikut mengutuk serangalkaian kekerasan yg dilakukan oleh radikal, diabaikan oleh angin.

Orang kayak BundaNa ini kan aneh. Muslim, tapi nggak punya positioning yang tegas soal ini.

- Kalo Muslim dituduh radikal, intoleran, dsb, dia tidak suka dan membela diri. Katanya nggak semua muslim kayak begitu. Katanya, banyak juga muslim yang mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh radikal. Dan katanya juga, muslim yang mengutuk radikalisme "diabaikan".

(Siapa yang "mengabaikan?" Saya pernah berada di tengah-tengah muslim yang demo mengutuk radikalisme. BundaNa sebagai muslim yang tidak setuju radikalisme, apa pernah?)

- Melihat ada muslim yang mengutuk keras intoleransi dan radikalisme dalam berislam, BundaNa sepertinya juga bukan bagian dari mereka. Malah boleh jadi nggak setuju dengan mereka.

- BundaNa sebagai muslim, apa pernah mengkritik intoleransi umat Islam? Bikin thread soal ini pun, setahu saya belum pernah. Tapi begitu ada orang kafir yang menghujat intoleransi umat Islam, dia melakukan pembelaan diri dengan mengatakan "nggak semua muslim kayak begitu kok".

ishaputra
17-06-2012, 07:52 AM
Kenapa ente mengkritik muslim, jawabannua simpel, paling gampang cari kesalahan agama orang lain dibanding agama anda. Sekali2 kritik keyakinan anda, itu disebut fair.

Bikin perbandingannya, anda banyak mencela agama mana? Why?

Di mana-mana yang dijadikan bahasan publik itu kasus-kasus yang prominent. Lihat saja, dalam 10 tahun terakhir, terorisme dan kekerasan mengatasnamakan agama itu banyak dari kelompok mana?

Saya nggak cari-cari kesalahan. Karena sejujurnya, kasus-kasus kekerasan atas nama agama yang prominent itu cuma "umat tertentu".

Ronggolawe
17-06-2012, 09:09 AM
Di mana-mana yang dijadikan bahasan publik itu kasus-kasus yang prominent. Lihat saja, dalam 10 tahun terakhir, terorisme dan kekerasan mengatasnamakan agama itu banyak dari kelompok mana?

Saya nggak cari-cari kesalahan. Karena sejujurnya, kasus-kasus kekerasan atas nama agama yang prominent itu cuma "umat tertentu".
lihat saja dalam 100 tahun terakhir :)
Lenin, Stalin, Mao Tse Tung, Polpot semuanya
membunuh puluhan juta rakyat nya sendiri atas
nama ideologi :)

::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::

ishaputra
17-06-2012, 11:51 AM
lihat saja dalam 100 tahun terakhir :)
Lenin, Stalin, Mao Tse Tung, Polpot semuanya
membunuh puluhan juta rakyat nya sendiri atas
nama ideologi :)

::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::

Itu salah orangnya, atau salah ideologinya?

- - - Updated - - -


Sejujurnya, sampai sebatas ini saja anda hidup. Cuma cari kesalahan orang lain demi kepuasan hidup anda.

Enggak juga ah. Anda sok tau aja.


Jawab aja terus omongan muslim disini. Intinya sih, yg kasih klarifikasi ke anda cuma ngomong sama tembok. Kenapa saya malas klarifikasi tulisan2 anda. Karena intinya anda ga nyaman hidup kalau gak melakukan hal2 seperti ini.

Bukan "malas", tapi nggak mampu. Komentar saya di atas ada yang substansial, tapi belum anda jawab.

Sebagian saya ulangi lagi:

Orang kayak BundaNa ini kan aneh. Muslim, tapi nggak punya positioning yang tegas soal ini.

- Kalo Muslim dituduh radikal, intoleran, dsb, dia tidak suka dan membela diri. Katanya nggak semua muslim kayak begitu. Katanya, banyak juga muslim yang mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh radikal. Dan katanya juga, muslim yang mengutuk radikalisme "diabaikan".

(Siapa yang "mengabaikan?" Saya pernah berada di tengah-tengah muslim yang demo mengutuk radikalisme. BundaNa sebagai muslim yang tidak setuju radikalisme, apa pernah?)

- Melihat ada muslim yang mengutuk keras intoleransi dan radikalisme dalam berislam, BundaNa sepertinya juga bukan bagian dari mereka. Malah boleh jadi nggak setuju dengan mereka.

- BundaNa sebagai muslim, apa pernah mengkritik intoleransi umat Islam? Bikin thread soal ini pun, setahu saya belum pernah. Tapi begitu ada orang kafir yang menghujat intoleransi umat Islam, dia melakukan pembelaan diri dengan mengatakan "nggak semua muslim kayak begitu kok".

- - - Updated - - -

~ Ada muslim radikal macam FPI ngerusak properti orang atas nama amar ma'ruf nahi munkar. Orang kayak BundaNa diem aja, nggak keras bereaksi. Tidak jelas positioningnya di mana.

~ Ada kelompok Muslim yang melakukan aksi menentang kekerasan ormas radikal, orang kayak BundaNa juga kurang keras dukungannya.

~ Begitu ada orang kafir yang mengkritik radikalisme Islam, BundaNa baru kedengeran teriakannya: "Nggak semua muslim gitu kok, jangan menggeneralisirlah".

::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::

BundaNa
17-06-2012, 01:53 PM
Hidup ishaputra sang pejuang keadilan lah ::ngopi::

hayatzu
17-06-2012, 02:02 PM
hehehe, kok lucu juga ya? dari sekian banyak tanggapan gw, cuma dua baris aja yang ditanggepin...dan terus itu pun muter2 gak karuan...::ngakak2::
begini aja deh...jawaban gw adalah tulisan yang di bold itu...

@bundana...hehe, maaf ya, seharusnya emang gw ngikutin pepatah "don't feed the troll" tapi kayanya sesekali gw perlu hiburan yang lucu2 juga nih, sekalian itung2 nambah postingan lah


Umat muslim biasanya termasuk yang mana? Yang langsung angkat senjata dan ngundang sodara seiman senusantara untuk berjihad mengganyang orang yang menzolimi itu?

yang namanya umat itu beraneka ragam, tolong cermati baik-baik deh...kan katanya muslimwatch, masa nemunya cumanya yang jelek2 aja, atau jangan2 emang niatnya cuma buat nyari yang JELEK-JELEKnya aja?

Coba pikir: Di Ambon, ada tukang ojek (muslim) tewas, kebetulan di kampung yang mayoritas kristen. Ada "gosip" bahwa si tukang ojek dibunuh, tapi pihak kepolisian mengatakan bahwa tukang ojek kecelakaan.

Lepas dari kontroversi tersebut, langsung deh media massa dibanjiri berita "laskar jihad" dari Jawa menuju Ambon. Polisi sempat menangkap rombongan jihaders yang baru mendarat ke Ambon dan menyuruhnya pulang kembali (saya lupa link beritanya, kalau tidak salah dari Kompas.com)

Anda bisa lihat, bagaimana mental umat muslim itu? Jiwa rusuhnya mudah tersulut.

sekarang anda bawa2 masalah kasus Ambon, sebelum ngomongin soal itu, coba anda cari dulu deh akar muasal dan penyebab kenapa Ambon bisa kaya begitu...karena Ambon sebelum tahun 1998 dan Ambon pasca 1998 itu bener2 beda, lho...d^_^b

gw juga banyak kok ngumpulin data2 tentang kerusuhan Ambon pasca tahun 1998...so if you're decide to bring Ambon as an example, i think you're messing with the wrong man, here...::ngakak2::

dan masalah mental umat muslim, siapapun yang berpikiran pendek jelas akan berpikiran begitu...tapi apakah semuanya begitu?
apakah lantas kemudian itu bisa dijadikan justifikasi bahwa semua umat muslim di Indonesia berpikiran pendek?

terus gimana dengan orang yang sering melakukan generalisasi? apakah itu bisa dianggap lebih baik dari sebagian kecil umat muslim yang berpikiran pendek tersebut? ^^

Bandingkan dengan: Gereja di Solo, sesaat setelah kebaktian dibom seorang jihader muslim. Adakah "laskar kristen" yang begitu bersemangat datang ke Solo untuk mengganyang kelompok-kelompok yang menzolimi saudara seiman mereka? TIDAK ADA.

Setiap umat beragama ada saja kelompok radikalnya. Tapi kalo dirata-rata, di kalangan umat muslim lebih banyak. Mungkin anda akan ngeles: "Itu karena umat muslim mayoritas di Indonesia, jadi kelihatannya lebih banyak". Argumen itu sekilas logis, padahal tidak juga. Di Lebanon, jumlah muslim dan kristen hampir imbang. Tapi yang radikal tetap saja dari kalangan muslim/syiah. Lihat saja Hizbullah.

hehe, dari awal kayanya anda ini semangat banget bawa2 agama Kristen dalam setiap argumen anda ya? kalau saya berpikiran sempit pastinya saya akan menganggap semua umat Kristen berpendapat seperti anda, tapi saya sih gak akan mau berpikiran seperti itu...malah saya sendiri gak yakin apakah anda ini adalah benar2 orang Kristen...^_^

terus terang aja gw juga punya banyak temen2 yang beragama Kristen (dari Pantekosta, Bethel, kesaksian Yehova, dll) dan Katolik...mereka memang mengutuk pelaku segala jenis pengeboman dan pembakaran tempat ibadah, tapi mereka sama sekali gak pernah menjadikan hal itu sebagai alasan untuk mencap jelek agama Islam dan mayoritas umat muslim di Indonesia, yang mereka benci adalah para pelaku kekerasan yang nota bene emang dari paham radikal

Betul, tiap agama ada saja umatnya yang begitu. Tapi, coba silakan dicek: Banyak mana buku-buku Islam yang mengkritik Kristen ketimbang sebaliknya? Kita bicara kasus-kasus yang prominent saja, jangan kasus orang-per-orang.

gak usah gw cek juga gw tau yang namanya buku-buku sejenis gitu emang banyak tapi sebelum anda berbicara lebih jauh anda perhatikan saja penerbitnya...pelajari latar belakang penulisnya...baru kemudian anda nilai, termasuk jenis apa tuh buku itu? layak dibaca atau nggak? dan kira2 berapa banyak umat Islam berpikiran sehat yang baca buku itu?

Apa reaksi umat Kristen ketika ada buku Islam yang mengkritik Kristen? Apa reaksi Muslim ketika ada buku Kristen yang mengkritik Islam? Coba dipikirkan, mana yang berpotensi akan bringas?

Irena Handono, Ahmed Deedat, buku dan DVD-nya bebas beredar. Tapi ketika majalah Newsweek menampilkan artikel yang membahas tesisnya Christoph Luxenberg yang mengatakan Alquran pada mulanya berbahasa Aramaik, bukan Arab, MUI langsung membanned majalah tersebut dengan alasan "religious blemish".

dari tadi anda terus2an nyebut umat Islam ya? hehe, gini aja deh...menurut anda dari semua penganut Islam di Indonesia ini mana yang mayoritas? apakah yang moderat? atau yang radikal?

nah, klo kemudian di Indonesia ini menurut anda lebih banyak penganut yang jenis radikalnya, apakah kira2 agama selain Islam masih bisa tumbuh dan berkembang di Indonesia? saat ini penduduk Islam di Indonesia kurang lebih ada 84,72% dari total keseluruhan penduduk Indonesia lho...

mengenai Christop Luxenberg, sebaiknya anda pelajari sejarah dulu deh baru kemudian ngomong disini lagi soal dia...baca baik2 sejarah bangsa Arab, Sejarah Islam dan kemudian pelajari demografi dan perkembangan linguistik dari negara2 Timur Tengah...nah klo itu uda dilakukan baru deh kita ngomong lagi disini soal topik itu, klo gak mah percuma aja...udah buang2 waktu, terus gak ada manfaatnya lagi...capee deh

Mungkin anda akan menuduh saya "menggeneralisir" ketika menyebut "muslim" dalam konteks thread ini. Oke [/B]deh, katakanlah tidak semua muslim adalah muslim radikal dan intoleran. Tapi, MANA SUARA MEREKA MENGUTUK RADIKALISME DAN INTOLERANSI SAUDARA SEIMAN MEREKA?

saya nggak akan menuduh seseorang/sesuatu yang memang sudah jelas-jelas melakukan sesuatu dimana dia jadi tertuduh...::hihi::

Yang rajin bersuara lantang paling kelompok-kelompok Muslim liberal, yang nama-namanya sudah kita ketahui. Dan itu pun mereka dicap "sesat". Rata-rata muslim umumnya diam saja dan kurang bereaksi keras terhadap kebringasan saudara seimannya itu.

anda bertanya kenapa mereka diam? karena dalam hati, mereka sendiri sebenarnya tahu bahwa orang yang melakukan kekerasan dan kebringasan tersebut bukanlah mewakili Islam, mereka itu cuma pinjem attribut "Islam" aja...klo Islam Liberal sih...ya, gw gak akan berbicara soal mereka disini, tempatnya gak pas...

"Diam" itu bisa berarti setuju diam-diam, atau bisa berarti tidak peduli.

bisa juga "diam" itu juga bisa diartikan mereka tidak berdaya untuk berbuat sesuatu

Saya pikir, citra muslim yang keras, bebal, bodoh dan intoleran akan tetap terjaga sejauh mayoritas muslim yang "katanya" tidak setuju dengan radikalisme dan intoleransi saudara seiman mereka tidak begitu kencang.

Muslim seperti anda sepertinya cuma bisa cari "permakluman" dari lawan bicara dengan menyebut "yang kayak gitu bukan cuma muslim saja kok".

Memang betul bahwa radikalisme dan intoleransi ada di setiap umat beragama. Tapi untuk muslim, saya pikir ini sudah terlalu parah. Ekstrimisme Islam sudah menjadi issue dunia. Anda tidak bisa lagi mencari permakluman dengan mengucapkan "yang kayak begitu bukan cuma muslim saja kok".

muslim seperti saya bagaimana maksudnya? hehe, apa anda yakin saya ini orang Muslim? kok bisa yakin sih? ^^

mengenai masalah cari pembenaran atau pemakluman,
hohoho, dugaan anda salah, saya gak perlu cari "pemakluman" dari orang seperti anda kok...buat apa? gak ada manfaatnya juga...::ngakak2::
saya ngomong panjang lebar disinipun juga saya gak akan ada gunanya buat anda...
toh dari paparan anda, saya juga bisa menilai sendiri bagaimana kualitas lawan diskusi saya...
saya ngomong disini gak lain hanya untuk share dengan teman2 lain di warung Kopimaya ini yang mayoritas lebih suka berdiskusi secara cerdas dan menggunakan akal dan logikanya dalam berpikir...dan itung2 buat nambah postingan lah, hehe...
ngopi dulu ah...:ngopi:



- BundaNa sebagai muslim, apa pernah mengkritik intoleransi umat Islam? Bikin thread soal ini pun, setahu saya belum pernah. Tapi begitu ada orang kafir yang menghujat intoleransi umat Islam, dia melakukan pembelaan diri dengan mengatakan "nggak semua muslim kayak begitu kok".

nah yang anda lakukan terhadap Bundana ini sebenernya bisa dikategorikan sebagai Personal Attack/Insult...::ngakak2::
mau bagaimana dia bersikap apakah dia harus melapor kepada anda? think about it before you post...::hihi::

ishaputra
17-06-2012, 02:30 PM
yang namanya umat itu beraneka ragam, tolong cermati baik-baik deh...kan katanya muslimwatch, masa nemunya cumanya yang jelek2 aja, atau jangan2 emang niatnya cuma buat nyari yang JELEK-JELEKnya aja?

"Yang jelek-jelek" itu dibaca sebagai: "Perilaku merugikan orang lain mengatasnamakan ajaran agama". Karena itulah yang menjadi issue di sini. Jadi bukan sembarang perilaku jelek.

Kalo ada orang Islam maling motor misalnya, itu juga perilaku jelek tapi itu kriminal biasa dan yang kayak begitu tidak pernah saya angkat. Lagian maling motor juga nggak bawa-bawa agama. Itu bukan issue yang diangkat dalam thread ini.


sekarang anda bawa2 masalah kasus Ambon, sebelum ngomongin soal itu, coba anda cari dulu deh akar muasal dan penyebab kenapa Ambon bisa kaya begitu...karena Ambon sebelum tahun 1998 dan Ambon pasca 1998 itu bener2 beda, lho...d^_^b

Yang saya bicarakan, Ambon beberapa bulan yang lalu, bukan Ambon 1998. Sempet rame kok beritanya.


yang mereka benci adalah para pelaku kekerasan yang nota bene emang dari paham radikal

Terus, ada nggak kritik atau kecaman SERIUS dari umat muslim yang "waras" terhadap ormas-ormas radikal? Kalo ada, berapa banyak? (Kalo mereka mayoritas, kan mestinya banyak).


gak usah gw cek juga gw tau yang namanya buku-buku sejenis gitu emang banyak tapi sebelum anda berbicara lebih jauh anda perhatikan saja penerbitnya...pelajari latar belakang penulisnya...baru kemudian anda nilai, termasuk jenis apa tuh buku itu? layak dibaca atau nggak? dan kira2 berapa banyak umat Islam berpikiran sehat yang baca buku itu?

Bukan soal kualitas penerbit dan kualitas materi bukunya, tapi KEADILAN INFORMASI.

Kalo buku-buku Islam yang mengkritik Kristen, kayaknya gampang beredar. Kalo sebaliknya? (Terlepas dari kualitas materinya)


dari tadi anda terus2an nyebut umat Islam ya? hehe, gini aja deh...menurut anda dari semua penganut Islam di Indonesia ini mana yang mayoritas? apakah yang moderat? atau yang radikal?

Saya lebih banyak menjumpai muslim yang nggak jelas positioningnya di mana.

Ada aksi ormas Islam radikal, nggak bersuara menentang. Ada aksi muslim menentang ormas radikal, nggak ikutan. Giliran ada yang mengkritik ormas Islam radikal, baru kelabakan dan membela diri "nggak semua muslim begitu kok, jangan menggeneralisir deh".


mengenai Christop Luxenberg, sebaiknya anda pelajari sejarah dulu deh baru kemudian ngomong disini lagi soal dia...baca baik2 sejarah bangsa Arab, Sejarah Islam dan kemudian pelajari demografi dan perkembangan linguistik dari negara2 Timur Tengah...nah klo itu uda dilakukan baru deh kita ngomong lagi disini soal topik itu, klo gak mah percuma aja...udah buang2 waktu, terus gak ada manfaatnya lagi...capee deh

Bukan soal kualitas materi yang disajikan Luxenberg, tapi soal HAK UNTUK BERPENDAPAT.

Perasaan kalo buku-buku Islam mengkritik Kristen, gampang banget beredar. Tapi begitu ada satu majalah yang memuat tesis Luxenberg yang "di luar keyakinan mainstream Muslim", langsung dituduh penistaan agama.

(Sekali lagi, saya tidak mempersoalkan kualitas materinya Luxenberg atau buku-buku Islam yang kritis terhadap teologi Kristen [yang bisa saja mereka SALAH], tapi soal KETIDAKADILAN DALAM BERPENDAPAT)


saya nggak akan menuduh seseorang/sesuatu yang memang sudah jelas-jelas melakukan sesuatu dimana dia jadi tertuduh...

Jadi, gimana point anda? Anda tidak setuju Islam radikal, tapi tidak mau mengkritik?

Kalo ada orang kafir yang mengkritik, baru membela diri: "Nggak semua Muslim begitu kok".


anda bertanya kenapa mereka diam? karena dalam hati, mereka sendiri sebenarnya tahu bahwa orang yang melakukan kekerasan dan kebringasan tersebut bukanlah mewakili Islam, mereka itu cuma pinjem attribut "Islam" aja...klo Islam Liberal sih...ya, gw gak akan berbicara soal mereka disini, tempatnya gak pas...

JUSTRU kalau tahu mereka tidak mewakili Islam, kritik dong! Bersuaralah yang lantang mengecam mereka, karena perilaku mereka memperburuk citra umat Islam.

Alasan anda itu tidak logis, dan terkesan CARI PEMBENARAN atas diamnya umat muslim "moderat" terhadap kebringasan saudara seiman mereka.

Polanya begini:

Ada ormas Islam beringas, banyak muslim diam.

Ada sekelompok muslim pro-HAM dan pluralisme mengecam ormas beringas, tidak ikut bersuara menentang.

Begitu ada orang kafir yang mengutuk ormas Islam beringas, langsung membela diri: NGGAK SEMUA MUSLIM BEGITU KOK.


bisa juga "diam" itu juga bisa diartikan mereka tidak berdaya untuk berbuat sesuatu

Kalo begitu, apa bisa disimpulkan bahwa muslim moderat itu "mayoritas?" (atau "silent majority?")

Memang berat sih, mengecam keras saudara seiman sendiri.

Yang heran itu, banyak muslim di sini (ketika dipancing dalam thread seperti ini) "bersikap" tidak setuju pada ormas Islam radikal, tapi tidak pernah bersuara lantang mengecam ormas radikal tersebut.

Begitu ada orang kafir yang mengkritik dan menghujat ormas Islam radikal, baru deh teriak membela diri "nggak semua muslim begitu kok".

Tapi begitu urusan menentang JIL baru kelihatan kencengnya kritikan.

Orang kayak begitu nggak jelas positioningnya di mana. Kelihatan cuma cari-cari pembelaan saja.

danalingga
17-06-2012, 02:34 PM
nah yang anda lakukan terhadap Bundana ini sebenernya bisa dikategorikan sebagai Personal Attack/Insult...::ngakak2::
mau bagaimana dia bersikap apakah dia harus melapor kepada anda? think about it before you post...::hihi::

Ish, sekali2 bercerminlah biar tetap cakep gitu. :D

BundaNa
17-06-2012, 02:36 PM
Cerminnya udah pecah semua -_-

ishaputra
17-06-2012, 02:40 PM
Ish, sekali2 bercerminlah biar tetap cakep gitu. :D

Dalam konteks quote tersebut, saya cuma mengkritik BundaNa apakah dia pernah mengecam keras kebringasan ormas radikal? Sebab saya nilai, BundaNa terutama dalam issue ini, tidak jelas di mana positioningnya.

Mendukung ormas radikal, enggak. Tapi kecaman dan kritikannya/sikap menentangnya nggak kelihatan selama di thread diskusi di KM ini.

Begitu ada orang kafir yang mengutuk-ngutuki ormas Islam radikal, baru membela diri "nggak semua muslim begitu kok, jangan menggeneralisir lah".

Sepertinya, posisinya itu posisi "wagu" (canggung). Mau bela ormas radikal gimana, mau mengecam ya gimana.

Setuju ormas radikal, enggak. Mau mengecam ormas radikal, nggak tega. Tapi denger orang kafir mengecam keras ormas radikal, ngelesnya cari aman.

Neptunus
17-06-2012, 02:41 PM
lha gara2 bercermin itu, kacanya jadi pecah saking gantengnya ::oops::

ishaputra
17-06-2012, 02:47 PM
Sekarang gini saja: Lihat kembali foto di awal thread. Jika anda muslim, silakan urai opini/posisi diri anda (sebagai muslim) menghadapi foto spanduk pelarangan gereja tersebut. Apakah setuju atau tidak, apakah itu termasuk pelarangan HAM atau bukan, dst.

Jadi saya, dan siapapun di sini bisa tahu posisi para muslim di sini: Apakah sehaluan atau berseberangan.

Kalau anda, para muslim, menuduh saya menggeneralisir, ya buktikan bahwa tidak semua muslim seperti itu dan tunjukkan bahwa "saya buktinya" (dengan statement posisi yang jelas dan itulah gunanya thread diskusi).

Lha ini, mengecam intoleransi atas nama Islam nggak kedengeran suaranya, begitu di-"generalisir" nggak mau. Itu namanya POSISI WAGU/CANGGUNG.

Neptunus
17-06-2012, 02:51 PM
gini ya Ish, tiap orang punya cara beda menanggapi kekerasan yang dilakukan oleh kaum seagamanya.

Mengecam itu ga menyelesaikan persoalan. Gw Muslim. Gw punya banyak temen dari beberapa lapisan. Ada yang Kristen, Katolik, Hindu, bahkan gw juga berteman baik ama temen gw yang gay dan lesbian. Cara gw: gw memulai dari diri gw sendiri, dari yang remeh temeh such as diskusi, meskipun kalo udah menyangkut akidah itu udah ga bisa cawe2.

Saran gw: lo banyakin deh berteman ama orang lain golongan

- - - Updated - - -


Sekarang gini saja: Lihat kembali foto di awal thread. Jika anda muslim, silakan urai opini/posisi diri anda (sebagai muslim) menghadapi foto spanduk pelarangan gereja tersebut. Apakah setuju atau tidak, apakah itu termasuk pelarangan HAM atau bukan, dst.

Jadi saya, dan siapapun di sini bisa tahu posisi para muslim di sini: Apakah sehaluan atau berseberangan.

Kalau anda, para muslim, menuduh saya menggeneralisir, ya buktikan bahwa tidak semua muslim seperti itu dan tunjukkan bahwa "saya buktinya" (dengan statement posisi yang jelas dan itulah gunanya thread diskusi).

Lha ini, mengecam intoleransi atas nama Islam nggak kedengeran suaranya, begitu di-"generalisir" nggak mau. Itu namanya POSISI WAGU/CANGGUNG.

"nggak kedengeran suaranya" ama "ga tau" itu dua hal yang berbeda :ngopi:

BundaNa
17-06-2012, 02:53 PM
Kenapa tiap ishaputra bikin thread beginian reaksi orang ga membahas isi diskusi tapi ngetroll semua?

Karena sudah pada tau gelagatnya kemana.

Di AK saya pernah meladeni dgn baik postingan si isha, tapi ujung2nya seragam, ga pernah mau terima klarifikasi selama "bersebrangan" dgn ishaputra.

Jadi disini, siapa yg gak mau diskusi dgn baik?

Neptunus
17-06-2012, 02:55 PM
Ish, lo kapan2 maen ke Jogja deh. Gw bawa ke komunitas gw

- - - Updated - - -


Kenapa tiap ishaputra bikin thread beginian reaksi orang ga membahas isi diskusi tapi ngetroll semua?

Karena sudah pada tau gelagatnya kemana.

Di AK saya pernah meladeni dgn baik postingan si isha, tapi ujung2nya seragam, ga pernah mau terima klarifikasi selama "bersebrangan" dgn ishaputra.

Jadi disini, siapa yg gak mau diskusi dgn baik?

emang susah ya Bun menghadapi orang2 macam ini. Paringono usus dawa duh Gusti ::hihi::

ishaputra
17-06-2012, 03:06 PM
gini ya Ish, tiap orang punya cara beda menanggapi kekerasan yang dilakukan oleh kaum seagamanya.

Mengecam itu ga menyelesaikan persoalan. Gw Muslim. Gw punya banyak temen dari beberapa lapisan. Ada yang Kristen, Katolik, Hindu, bahkan gw juga berteman baik ama temen gw yang gay dan lesbian. Cara gw: gw memulai dari diri gw sendiri, dari yang remeh temeh such as diskusi, meskipun kalo udah menyangkut akidah itu udah ga bisa cawe2.

Anda setuju dengan ormas-ormas Islam radikal yang belakangan seperti "menguasai NKRI?"

Anda setuju dengan penyerbuan diskusi buku Irshad Manji di Salihara dan LKIS Jogja? Dan berbagai kasus lain yang melibatkan ormas Islam radikal?

Sebab saya melihat, ada muslim yang sepertinya "ragu" untuk mengecam dengan tegas, karena setengahnya mereka simpatik juga. Tapi untuk mendukung, mereka nggak punya argumen, sementara untuk menentang mereka juga sungkan.

Masalah "mengecam tidak menyelesaikan persoalan", memang betul. Tapi kecaman dalam forum umum (mis. forum diskusi di KM ini, atau di FB/Twitter misalnya), sekurangnya menjadi TEGURAN dan PERINGATAN bagi para muslim yang doyan kekerasan (baik yang tergabung dalam ormas maupun tidak) untuk SADAR bahwa perilaku mereka dikecam oleh saudara seimannya. Dan menyatakan sikap mengecam merupakan langkah awal yang sangat baik. Sekurang-kurangnya, dalam forum diskusi anda memiliki posisi yang jelas, tidak wagu.

Setuju sama ormas radikal enggak, tapi begitu ada kafir yang menghujat-hujat ormas radikal, baru bilang "nggak semua muslim kayak begitu kok" dan malah fokus mengkritik si kafir yang menghujat/mengecam ormas radikal itu.


Saran gw: lo banyakin deh berteman ama orang lain golongan

Sudah. Memang anda pikir saya kuper apah?


gini ya Ish, tiap orang punya cara beda menanggapi kekerasan yang dilakukan oleh kaum seagamanya.

Salah satu tipe muslim yang pernah saya jumpai: Mengecam ormas radikal enggak, tapi dituduh setuju juga sungkan. Giliran mengecam JIL, semangat.

::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::


Itu yang saya sebut "posisi wagu".

- - - Updated - - -


Kenapa tiap ishaputra bikin thread beginian reaksi orang ga membahas isi diskusi tapi ngetroll semua?

Karena sudah pada tau gelagatnya kemana.

Di AK saya pernah meladeni dgn baik postingan si isha, tapi ujung2nya seragam, ga pernah mau terima klarifikasi selama "bersebrangan" dgn ishaputra.

Jadi disini, siapa yg gak mau diskusi dgn baik?

Klarifikasi apa? Lha wong karakter anda saja dalam thread ini kelihatannya "posisi wagu".

Neptunus
17-06-2012, 03:14 PM
Wa iki.......... kompornya mulai. Sabar sabar

karena di forum bisanya cuma pake kata2 bukan tindakan, ok gw kasi tau. Gw ga setuju agama gw ditunggangi kepentingan duniawi apapun yang negatif. Gw ga setuju JIL, ga setuju FPI, dan apapun yang melegalkan tindak kekerasan.

Case closed.

ndableg
17-06-2012, 03:29 PM
Anda setuju dengan ormas-ormas Islam radikal yang belakangan seperti "menguasai NKRI?"

Menguasai NKRI ish? Kalo rusuh sih iye. Menguasai NKRI? Sebesar apa sih pengaruhnya ormas2 radikal itu? Yg gw liat sih mereka mampu bikin rusuh, tapi menguasai?
Berkuasa mana sama orang2 kaya di indonesia? Berkuasa mana sama tni?


Sebab saya melihat, ada muslim yang sepertinya "ragu" untuk mengecam dengan tegas, karena setengahnya mereka simpatik juga. Tapi untuk mendukung, mereka nggak punya argumen, sementara untuk menentang mereka juga sungkan.

Mendukung saya rasa enggak, cuman merasa percuma utk membahasnya, karena:
pertama, yg mereka usung itu isi agama yg membawa nilai2 kebenaran. Jadi ga bisa menentang sebab2 terjadinya.
kedua, kejadian selalu ga jelas, karena bisa saja kejadian yg dibesar2kan atau pelaku kekerasan adalah oknum atau diprovokasi orang luar yg menginginkan kerusuhan.
ketiga, dari kejadian rusuh2 siapa lagi coba yg dirugikan dgn adanya kerusuhan bawa2 agama selain korban kerusuhan?


Masalah "mengecam tidak menyelesaikan persoalan", memang betul. Tapi kecaman dalam forum umum (mis. forum diskusi di KM ini, atau di FB/Twitter misalnya), sekurangnya menjadi TEGURAN dan PERINGATAN bagi para muslim yang doyan kekerasan (baik yang tergabung dalam ormas maupun tidak) untuk SADAR bahwa perilaku mereka dikecam oleh saudara seimannya. Dan menyatakan sikap mengecam merupakan langkah awal yang sangat baik. Sekurang-kurangnya, dalam forum diskusi anda memiliki posisi yang jelas, tidak wagu.

Kalo sodara elu bikin rusuh ato berkelakuan memalukan, terus orang dateng ke elu dan menyerang (dgn bumbu2 mengejek) elu, apa yg lu lakukan?
Macam2.. ada yg malah tersinggung dan balik maki2 atau pun ikut mengecam dan menyerang sodara sendiri.
Tapi yg banyak dilakukan orang2 adalah diam, tidak minta maaf karena tdk yakin saudara muslim melakukan hal2 spt itu, atau tidak ikut2an marah karena belum tentu yg dituduhkan itu benar.
Selanjutnya mereka akan menanyakan apakah hal tsb benar thd yg bersangkutan (klarifikasi). Dan tentunya memberi teguran kalau memang dia bersalah..

Ga gaya jingkrakan macam lu gitu.


Setuju sama ormas radikal enggak, tapi begitu ada kafir yang menghujat-hujat ormas radikal, baru bilang "nggak semua muslim kayak begitu kok" dan malah fokus mengkritik si kafir yang menghujat/mengecam ormas radikal itu.

Karena situ gayanya kaya tukang ngetrol, kayak provokator. Berapi2 ingin menimbulkan amarah entah dari pihak yg pro ataupun yg anti. Pokoknya muslim fundamentalis yg salah.
Ada tempat2nya sendiri dimana netter2nya kayak kebun binatang macam FFI, pasti ikut2an nguik2 sama isha, kalo di KM itu kebanyakan elegan, berusaha memberikan argumen dgn sopan, bahkan membiarkan anda berjingkrakan menyalah2kan keadaan sana sini.

Gw kan ud berkali2 memberikan argumen, bahwa ini akibat dari DEMOCRAZY ala bos nya ishaputra. Coba ish, jaman suharto ada gak gini2?

ishaputra
17-06-2012, 06:53 PM
Wa iki.......... kompornya mulai. Sabar sabar

karena di forum bisanya cuma pake kata2 bukan tindakan, ok gw kasi tau. Gw ga setuju agama gw ditunggangi kepentingan duniawi apapun yang negatif. Gw ga setuju JIL, ga setuju FPI, dan apapun yang melegalkan tindak kekerasan.

Case closed.

Emang JIL melegalkan tindakan kekerasan? ::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::

BundaNa
17-06-2012, 07:01 PM
Tidak semua berita bisa dicover oleh muslim. DIBACA atau DIKETAHUI.

Ketika awal2 FPI ribut pun banyaaaaak muslim rame, gerah sama kelakuan mereka. Amar ma'ruf sih boleh, tapi ga anarkhis. Bahkan banyak muslim juga menuntut pembubaran FPI, tapi selama aparat diem aja, mau gimana? Kekerasan dilawan kekerasan kapan selesainya? Udah dikecam tapi jalan terus, sudah diingatkan ngeyel, ya itu urusannya sudah sama hukum Indonesia dan penegak hukum.

Ketika gw bilang ga semua muslim kayak gitu dan kekerasan ormas2 tersebut ga bisa dikatakan mewakili semua muslim Indonesia, dibilang posisi saya wagu. Jaman gw kuliah yg namanya mengecam kayak gini udah sering, hasilnya? Ga ada selain gwe kering kepanasan ::hihi::

Saya rassa muslim pun lewat tulisan2nya di media massa juga banyak yg mengecam. Tercover sama ishaputra gak?

Walau sejujurnya, kalo mau tuntas ga terus2an bikin aksi anarkhis, harus diusut tuntas ke akar2nya, supaya jelas dan beres, ada pagar hukum yg jelas supaya ga terulang2. Istilahnya, orang juga punya urusan lain selain mengecam2 aksi gajebo gitu. Misalnya, kasih makan anak dan pengasuhan supaya ga anarkhis dan ga memprovokasi orangn jadi harmony sosial itu tercipta. Nuntut orang sesuai standart sendiri juga sikap mau menang sendiri, baik pihak yg dikecam isha dan isha sendiri.

Ketika muslim mengecam, emang situ reaksinya gimana?

Tapi kalo ga ada yg ngecam, situ langsung reaksioner

Adilnya sebelah mana?

Ketika



Ada yg dgn bijak urusan JIL itu intern muslim, eh lu nyolot juga. Padahal itu rumah tangga orang islam.

Ada muslim yg berbuat baik, dibilang "itu nukan karena dia islam."

Ada non muslim yg membantai dibilang, "itu bukan karena ideologinyam."

Emang polpot membantai berdasarkan apa? Emang tentara thailand bantai muslim thailand, berdasar apa?

Absurd-_-

Ronggolawe
17-06-2012, 07:19 PM
lihat saja dalam 100 tahun terakhir :)
Lenin, Stalin, Mao Tse Tung, Polpot semuanya
membunuh puluhan juta rakyat nya sendiri atas
nama ideologi :)

::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::
Itu salah orangnya, atau salah ideologinya?


kekeke....
mau gw bilang salah orangnya, masa iya para
pemimpin yang tidak ber-Tuhan pada kompakan
membunuh puluhan juta rakyat nya sendiri?

danalingga
17-06-2012, 11:42 PM
Dalam konteks quote tersebut, saya cuma mengkritik BundaNa apakah dia pernah mengecam keras kebringasan ormas radikal? Sebab saya nilai, BundaNa terutama dalam issue ini, tidak jelas di mana positioningnya.

Mendukung ormas radikal, enggak. Tapi kecaman dan kritikannya/sikap menentangnya nggak kelihatan selama di thread diskusi di KM ini.

Begitu ada orang kafir yang mengutuk-ngutuki ormas Islam radikal, baru membela diri "nggak semua muslim begitu kok, jangan menggeneralisir lah".

Sepertinya, posisinya itu posisi "wagu" (canggung). Mau bela ormas radikal gimana, mau mengecam ya gimana.

Setuju ormas radikal, enggak. Mau mengecam ormas radikal, nggak tega. Tapi denger orang kafir mengecam keras ormas radikal, ngelesnya cari aman.

Ya tetap saja lo dah bersalah nge PA orang.
Soal konteksnya (atau excusenya) hanya bisa
memperingan saja.

Seperti yang lo bilang juga bahwa apapun alasannya
salah melarang orang beribadah. Jadi apapun alasannya
(konteksnya) ya salah juga nge PA orang lain dunk.

---------------------------------------------------

Soal topik, rasanya memang keterlaluan tuh yang nulis.
Sayang negara (entah kenapa) selalu absen soal beginian.

Tapi kalo di bilang tidak ada suara, rasanya suara NU
sudah cukup keras soal mengutuk yang beginian. ;)

Neptunus
18-06-2012, 01:32 AM
Emang JIL melegalkan tindakan kekerasan? ::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::

nah ini...... Bacanya yang tuntas mas, jangan sepotong sepotong. Gw bilang kan gw ga setuju agama gw ditunggangi ama kepentingan duniawi yang negatif.

Ini pasti abis gw posting lo bakal nanya "Negatifnya JIL apa?" ::doh::

nambahin, gw setuju ama postingannya Bundana

Tidak semua berita bisa dicover oleh muslim. DIBACA atau DIKETAHUI.

pasingsingan
18-06-2012, 09:24 AM
Dalam konteks quote tersebut, saya cuma mengkritik BundaNa apakah dia pernah mengecam keras kebringasan ormas radikal? Sebab saya nilai, BundaNa terutama dalam issue ini, tidak jelas di mana positioningnya.

Mendukung ormas radikal, enggak. Tapi kecaman dan kritikannya/sikap menentangnya nggak kelihatan selama di thread diskusi di KM ini.

Begitu ada orang kafir yang mengutuk-ngutuki ormas Islam radikal, baru membela diri "nggak semua muslim begitu kok, jangan menggeneralisir lah".

Sepertinya, posisinya itu posisi "wagu" (canggung). Mau bela ormas radikal gimana, mau mengecam ya gimana.

Setuju ormas radikal, enggak. Mau mengecam ormas radikal, nggak tega. Tapi denger orang kafir mengecam keras ormas radikal, ngelesnya cari aman.
ish ... ish
gaya ente dari dolo tetep aja begitu2 (baca gak ada inovasi babar blas)
demen menghakimi, berlagak paling intelek n serba sok tahu.

intinya, ente menuntut sikap netter muslim di KM ini responsif n atraktif
sesuai harapan ente dlm menanggapi kritik ttg kelakuan umat islam
yng melenceng/radikal, betul gak?

nah, jika ente menuntut orang lain untuk berlaku spt harapan ente itu
persoalannya, apakah ente juga sudah melakukan hal yng sama thd
persoalan internal agama ente?

salah satu contoh:
Kasus Buddha Bar (http://www.antaranews.com/berita/1280396767/buddha-bar-laporkan-fabb-terkait-pengrusakan) di Menteng
FABB (Forum Anti Buddha Bar) mendemo pemakaian nama "BUDDHA" untuk bar
bahkan dlm demo tsb terjadi perusakan (baca anarkisme).
Pertanyaannya, bgmn sikap/positioning ente thd perilaku kelompok FABB tsb?
coba buat threadnya n tunjukkan sikap ente. Mengutuk lewat media, mendiamkan
atau memaklumkan?

hati-hatilah klo mengarahkan telunjuk ke orang :D

BundaNa
18-06-2012, 09:41 AM
Membaca
Tanpa mengamati
Itu cuma tahu "seharusnya"

Mengamati
Tanpa bersikap arif
Itu jadi hanya "memaksakan kehendak"

Bersikap arif
Tanpa mau turun ke jalan
Jadinya hanya "kata-kata kosong"

Turun ke jalan
Tanpa mau membuka mata
Hanya akan dapat "kegelapan"

Membuka mata
Tanpa mau membaca
Menjadikannya "tidak tahu"

Tinggal kita mau jadi apa...

*gara2 Danalingga neh, blame him ::hihi::

beastmen85
18-06-2012, 10:05 AM
^ nah bun.
terkadang orang masih mencari2

E = mc²
18-06-2012, 10:14 AM
Kepercayaan dan ketidakpercayaan adalah akar dari fanatis dan histeris

*kutipan siapa ya, Graham Greene kalo gak salah :D

hajime_saitoh
18-06-2012, 11:22 AM
Sekarang gini saja: Lihat kembali foto di awal thread. Jika anda muslim, silakan urai opini/posisi diri anda (sebagai muslim) menghadapi foto spanduk pelarangan gereja tersebut. Apakah setuju atau tidak, apakah itu termasuk pelarangan HAM atau bukan, dst.

Jadi saya, dan siapapun di sini bisa tahu posisi para muslim di sini: Apakah sehaluan atau berseberangan.

Kalau anda, para muslim, menuduh saya menggeneralisir, ya buktikan bahwa tidak semua muslim seperti itu dan tunjukkan bahwa "saya buktinya" (dengan statement posisi yang jelas dan itulah gunanya thread diskusi).

Lha ini, mengecam intoleransi atas nama Islam nggak kedengeran suaranya, begitu di-"generalisir" nggak mau. Itu namanya POSISI WAGU/CANGGUNG.

bukankah masalah mendirikan rumah ibadah itu sudah jelas peraturannya.. harus ada persetujuan dari warga sekitar.. nah kalo gak ada persetujuan kenapa harus maksain.. dan pada saat mereka maksain ya mereka harus siap menerima reaksi penolakan keras dari masyarakat sekitar.. dan itu juga berlaku bagi umat islam yang ingin membangun rumah ibadah di daerah yang mereka minoritas kok.... dasar mereka aja suka mancing2 biar dapat simpati gitu kali ceritanye ya.... :ngopi:

spears
18-06-2012, 11:43 PM
the ishaputra institute ::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::::ngak ak2::

mao nyaingin FPI...tp sayang, kaga ade sponsornye..

barisan sakit hati ni yeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee ::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::



topik nggak mutu ah. NEXT!!

#misi om numpang lewat

BundaNa
19-06-2012, 06:58 AM
Case closed.

Andalan TS, hit n run. Udah gelar lapak lain ::hihi::